Sungai Deli dan Babura Meluap, Dua Bocah Tewas Terseret Arus
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
Pengemudi mobil nekat menerobos banjir lokal di Jalan Karya Kasih Kecamatan Medan Johor, Minggu (3/12/2017). Banjir lokal ini disebabkan tingginya curah hujan yang deras dan berkurangnya resapan air akibat maraknya bangunan perumahan di kawasan tersebut.
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos Air masih menggenang sampai ke dalam rumah setelah aliran Sungai Babura meluap, menyebabkan banjir di Komplek Pamen Padang Bulan Medan, dan warga sekitar yang tinggal di pinggir aliran sungai 10 Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Kota Medan, Minggu (3/12/2017).
Selain di Sei Mati, Komplek Pamen Polri di kawasan Padangbulan juga mengalami banjir yang terbilang parah. Banjir yang terjadi selama hampir dua jam pada Sabtu (2/12/) malam kiriman dari pegunungan tersebut, membuat puluhan rumah di komplek yang berada di Jalan Jamin Ginting Kilometer 4 terendam nyaris setinggi atap.
Manager Pusdalops BPBD Medan, M Yunus mengatakan, dampak banjir berasal dari luapan Sungai Babura yang mengalami kenaikan air hingga hampir dua meter. “Kami dari Tim SAR gabungan TNI, Polri dan BNPB mengevakuasi warga yang masih berada di rumah terjebak banjir,” kata Yunus.
Setidaknya, belasan warga terus dievakuasi aparat gabungan Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar mengatakan, dalam evakuasi ini diturunkan tim sekitar satu kompi untuk membantu evakuasi.”Sebanyak 19 orang warga terjebak banjir sudah berhasil di evakuasi. Semua proses evakuasi berlangsung dengan aman,” katanya.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet. Saat ini bersama Polsek Medan Baru, dibangun posko untuk korban banjir. Kepada masyarakat polisi mengimbau untuk tidak kembali ke rumah mengingat debit air masih akan bertambah menyusul air kiriman dari gunung.
Sementara, meski banjir di Kota Medan telah merenggut korban jiwa, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan belum ada menetapkan status bencana tanggap darurat. Tim Reaksi Cepat BPBD tetap melakukan pemantauan pada lokasi-lokasi rawan banjir, terutama pemukiman warga DAS Deli dan Babura.
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos Air masih menggenang sampai ke dalam rumah setelah aliran Sungai Babura meluap, menyebabkan banjir di Komplek Pamen Padang Bulan Medan, dan warga sekitar yang tinggal di pinggir aliran sungai 10 Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Kota Medan, Minggu (3/12/2017).
Selain di Sei Mati, Komplek Pamen Polri di kawasan Padangbulan juga mengalami banjir yang terbilang parah. Banjir yang terjadi selama hampir dua jam pada Sabtu (2/12/) malam kiriman dari pegunungan tersebut, membuat puluhan rumah di komplek yang berada di Jalan Jamin Ginting Kilometer 4 terendam nyaris setinggi atap.
Manager Pusdalops BPBD Medan, M Yunus mengatakan, dampak banjir berasal dari luapan Sungai Babura yang mengalami kenaikan air hingga hampir dua meter. “Kami dari Tim SAR gabungan TNI, Polri dan BNPB mengevakuasi warga yang masih berada di rumah terjebak banjir,” kata Yunus.
Setidaknya, belasan warga terus dievakuasi aparat gabungan Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar mengatakan, dalam evakuasi ini diturunkan tim sekitar satu kompi untuk membantu evakuasi.”Sebanyak 19 orang warga terjebak banjir sudah berhasil di evakuasi. Semua proses evakuasi berlangsung dengan aman,” katanya.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet. Saat ini bersama Polsek Medan Baru, dibangun posko untuk korban banjir. Kepada masyarakat polisi mengimbau untuk tidak kembali ke rumah mengingat debit air masih akan bertambah menyusul air kiriman dari gunung.
Sementara, meski banjir di Kota Medan telah merenggut korban jiwa, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan belum ada menetapkan status bencana tanggap darurat. Tim Reaksi Cepat BPBD tetap melakukan pemantauan pada lokasi-lokasi rawan banjir, terutama pemukiman warga DAS Deli dan Babura.