33 C
Medan
Wednesday, July 17, 2024

Kata Randiman, Kualitas Udara Kota Medan Baik-baik Saja

Foto: Hulman/PM Kabut asap terlihat menyelimuti Bandara KNIA, Deliserdang, Sumut, Selasa (6/10/2015).
Foto: Hulman/PM
Kabut asap terlihat menyelimuti Bandara KNIA, Deliserdang, Sumut, Selasa (6/10/2015).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa minggu terakhir Kota Medan mulai tercemari oleh asap kiriman dari Provinsi Riau. Jarak pandang pun mulai terbatasi.

Namun, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan tidak dapat mengukur kualitas udara di Kota Medan yang sudah mulai tercemari karena alat pengukur kualitas udara pada Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) rusak.

Kepala BLH Medan, Arif Tri Nugroho mengaku bahwa sejauh ini Display ISPU yang terpasang di beberapa titik di Kota Medan masih tercatat sebagai aset dari Kementrian Lingkungan Hidup.

“Gak bisa kita benerin Display ISPU, karena aset Kementrian. Kalau kita perbaiki pakai APBD, bisa menyalahi aturan,“ kata Arif di sela-sela kegiatan pembagian masker di Jalan Balai Kota, Rabu (7/10).

Arif mengaku Kementrian Lingkungan Hidup akan kembali melakukan pengadaan alat pengukur kualitas udara mulai tahun anggaran 2016 sampai 2018. Di mana salah satu daerah penerima alat pengukur kualitas udara adalah Kota Medan. “Tapi kita belum tahu untuk Kota Medan dapat ditahun berapa. Yang jelas alat pengukur kualitas udaranya yang terbaru beda dengan yang sebelumnya,“ bilangnya.

Kabut asap di Kota Medan yang terjadi beberapa hari terakhir ternyata dianggap Pj Wali Kota Medan sebagai hal yang biasa. “Bisa kita rasakan sama-sama, kalau kualitas udara masih baik-baik saja, bernafas juga masih lancar,“ timpal Pj Wali Kota Medan, Randiman Tarigan.

Randiman mengaku pembagian masker yang dilakukannya kali ini merupakan upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar seluruh masyarakat lebih mawas diri.

“Memang semua masih baik, tapi tidak ada salahnya kita melakukan pencegahan agar penderita penyakit ISPA tidak bertambah, apalagi mencegah lebih baik dari pada mengobati,“ lanjutnya.

Puskesmas yang ada di Kota Medan, lanjut dia, juga sudah siap menerima pasien apabila nantinya penderita ISPU mengalami peningkatan. “Begitu juga dengan rumah sakit pemerintah,“ akunya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Hannalore Simanjuntak menambahkan pihaknya menggandeng Yayasan Surya Kebenaran melakukan pembagian masker.

“Ada 50 ribu masker yang akan kita bagikan secara bertahap, ini masih awal. Pekan depan rencananya pembagian masker akan dilanjutkan pada sekolah-sekolah khususnya siswa SD,“ timpalnya.(dik)

Foto: Hulman/PM Kabut asap terlihat menyelimuti Bandara KNIA, Deliserdang, Sumut, Selasa (6/10/2015).
Foto: Hulman/PM
Kabut asap terlihat menyelimuti Bandara KNIA, Deliserdang, Sumut, Selasa (6/10/2015).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa minggu terakhir Kota Medan mulai tercemari oleh asap kiriman dari Provinsi Riau. Jarak pandang pun mulai terbatasi.

Namun, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan tidak dapat mengukur kualitas udara di Kota Medan yang sudah mulai tercemari karena alat pengukur kualitas udara pada Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) rusak.

Kepala BLH Medan, Arif Tri Nugroho mengaku bahwa sejauh ini Display ISPU yang terpasang di beberapa titik di Kota Medan masih tercatat sebagai aset dari Kementrian Lingkungan Hidup.

“Gak bisa kita benerin Display ISPU, karena aset Kementrian. Kalau kita perbaiki pakai APBD, bisa menyalahi aturan,“ kata Arif di sela-sela kegiatan pembagian masker di Jalan Balai Kota, Rabu (7/10).

Arif mengaku Kementrian Lingkungan Hidup akan kembali melakukan pengadaan alat pengukur kualitas udara mulai tahun anggaran 2016 sampai 2018. Di mana salah satu daerah penerima alat pengukur kualitas udara adalah Kota Medan. “Tapi kita belum tahu untuk Kota Medan dapat ditahun berapa. Yang jelas alat pengukur kualitas udaranya yang terbaru beda dengan yang sebelumnya,“ bilangnya.

Kabut asap di Kota Medan yang terjadi beberapa hari terakhir ternyata dianggap Pj Wali Kota Medan sebagai hal yang biasa. “Bisa kita rasakan sama-sama, kalau kualitas udara masih baik-baik saja, bernafas juga masih lancar,“ timpal Pj Wali Kota Medan, Randiman Tarigan.

Randiman mengaku pembagian masker yang dilakukannya kali ini merupakan upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar seluruh masyarakat lebih mawas diri.

“Memang semua masih baik, tapi tidak ada salahnya kita melakukan pencegahan agar penderita penyakit ISPA tidak bertambah, apalagi mencegah lebih baik dari pada mengobati,“ lanjutnya.

Puskesmas yang ada di Kota Medan, lanjut dia, juga sudah siap menerima pasien apabila nantinya penderita ISPU mengalami peningkatan. “Begitu juga dengan rumah sakit pemerintah,“ akunya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Hannalore Simanjuntak menambahkan pihaknya menggandeng Yayasan Surya Kebenaran melakukan pembagian masker.

“Ada 50 ribu masker yang akan kita bagikan secara bertahap, ini masih awal. Pekan depan rencananya pembagian masker akan dilanjutkan pada sekolah-sekolah khususnya siswa SD,“ timpalnya.(dik)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/