Pengaduan

“RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery: Mendidik untuk Cintai dan Peduli terhadap Alam

“RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery menjadi tempat yang mesti dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat Kota Medan. Demikian juga masyarakat luar kota Medan dari berbagai provinsi dan mancanegara.

“RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery merupakan satu-satunya di dunia yang memiliki koleksi ±2600 species yang berasal dari berbagai negara. Museum dan galeri ini telah masuk record book dan menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional dalam bidang konservasi, pelestarian, pencegahan kepunahan satwa liar dan habitatnya.

Museum dan galeri ini diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Juwono Sudarsono, MA pada 14 Mei 1999. Karena besarnya minat masyarakat, maka dilakukan perluasan bangunan yang megah dan impresif sehingga semakin lengkap dengan luas gedung ± 3.000 m2 yang diresmikan Presiden RI Ke-6 DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA pada 13 November 2007.

Sebagai lembaga konservasi dilakukan pengembangan lagi yang pada 28 November 2013 dilakukan peresmian oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia H. Zulkifli Hasan, S.E, M.M. Meskipun belum dapat menutupi biaya operasional, tetapi museum ini tetap memotivasi dan mendidik untuk mencintai dan peduli terhadap alam.

“RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery juga memiliki legend hall yang menempatkan ratusan koleksi pribadi para legendaris dan maestro dunia. Hall ini diresmikan Wakil Presiden RI Ke-10 dan 12 H.M. Jusuf Kalla pada 30 juli 2016.

Siapa pendiri “RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery? Pendirinya adalah Tun DR H. Rahmat Shah. Tokoh nasional dari Sumut ini merupakan konservasionis dan pencinta alam yang telah berpetualang di berbagai penjuru dunia untuk mempelajari langsung konsep konservasi dengan pemanfaatan.

Konsep Safari Club International (SCI) USA yang telah diterapkan oleh berbagai negara diantaranya Amerika, Kanada, Rusia, Jerman, Turki, Perancis, Italia, Spanyol, Austria, China, Kazakhstan, Romania, Iran, Pakistan, Australia, New Zealand dan Afrika mencegah kepunahan satwa liar sekaligus mempertahankan hutan habitatnya.

Melalui museum dan galeri ini, Tun DR H. Rahmat Shah mengajak untuk lebih mengenal keanekaragaman satwa liar yang ada di dunia kepada masyarakat dari berbagai kalangan. Tokoh yang juga dikenal dengan aktivitas sosial, olahraga dan kepemudaan ini mengajak masyarakat untuk turut peduli dan terpanggil untuk lebih menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan satwa liar.

Ditegaskan Tun DR H. Rahmat Shah, alam merupakan anugerah yang tak ternilai dari Tuhan yang Maha Kuasa sebagai warisan untuk anak cucu dimana flora dan fauna bukan hanya milik suatu negara tetapi milik dunia.

Atas kiprah nyatanya, Tun DR. H. Rahmat Shah yang juga ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut menjadi putra Indonesia pertama yang menerima International Conservation Award, Big Five “Grand Slam” Award, Dangerous Games of Africa Award, World Hunting Award dan penghargaan lingkungan hidup nasional dan internasional lainnya.

Perlu diketahui bahwa tiket masuk ke museum dan galeri kebanggaan Bangsa Indonesia ini untuk pengunjung domestik Rp.75 ribu per orang. Bahkan ada harga spesial buat pelajar Rp.30 ribu per orang, bagi yang datang minimal 30 orang.

Sedangkan tiket masuk ke “RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery untuk turis atau pengunjung dari luar negeri atau internasional dengan tiket seharga Rp.150 ribu. (dmp)

“RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery menjadi tempat yang mesti dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat Kota Medan. Demikian juga masyarakat luar kota Medan dari berbagai provinsi dan mancanegara.

“RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery merupakan satu-satunya di dunia yang memiliki koleksi ±2600 species yang berasal dari berbagai negara. Museum dan galeri ini telah masuk record book dan menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional dalam bidang konservasi, pelestarian, pencegahan kepunahan satwa liar dan habitatnya.

Museum dan galeri ini diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Juwono Sudarsono, MA pada 14 Mei 1999. Karena besarnya minat masyarakat, maka dilakukan perluasan bangunan yang megah dan impresif sehingga semakin lengkap dengan luas gedung ± 3.000 m2 yang diresmikan Presiden RI Ke-6 DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA pada 13 November 2007.

Sebagai lembaga konservasi dilakukan pengembangan lagi yang pada 28 November 2013 dilakukan peresmian oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia H. Zulkifli Hasan, S.E, M.M. Meskipun belum dapat menutupi biaya operasional, tetapi museum ini tetap memotivasi dan mendidik untuk mencintai dan peduli terhadap alam.

“RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery juga memiliki legend hall yang menempatkan ratusan koleksi pribadi para legendaris dan maestro dunia. Hall ini diresmikan Wakil Presiden RI Ke-10 dan 12 H.M. Jusuf Kalla pada 30 juli 2016.

Siapa pendiri “RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery? Pendirinya adalah Tun DR H. Rahmat Shah. Tokoh nasional dari Sumut ini merupakan konservasionis dan pencinta alam yang telah berpetualang di berbagai penjuru dunia untuk mempelajari langsung konsep konservasi dengan pemanfaatan.

Konsep Safari Club International (SCI) USA yang telah diterapkan oleh berbagai negara diantaranya Amerika, Kanada, Rusia, Jerman, Turki, Perancis, Italia, Spanyol, Austria, China, Kazakhstan, Romania, Iran, Pakistan, Australia, New Zealand dan Afrika mencegah kepunahan satwa liar sekaligus mempertahankan hutan habitatnya.

Melalui museum dan galeri ini, Tun DR H. Rahmat Shah mengajak untuk lebih mengenal keanekaragaman satwa liar yang ada di dunia kepada masyarakat dari berbagai kalangan. Tokoh yang juga dikenal dengan aktivitas sosial, olahraga dan kepemudaan ini mengajak masyarakat untuk turut peduli dan terpanggil untuk lebih menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan satwa liar.

Ditegaskan Tun DR H. Rahmat Shah, alam merupakan anugerah yang tak ternilai dari Tuhan yang Maha Kuasa sebagai warisan untuk anak cucu dimana flora dan fauna bukan hanya milik suatu negara tetapi milik dunia.

Atas kiprah nyatanya, Tun DR. H. Rahmat Shah yang juga ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut menjadi putra Indonesia pertama yang menerima International Conservation Award, Big Five “Grand Slam” Award, Dangerous Games of Africa Award, World Hunting Award dan penghargaan lingkungan hidup nasional dan internasional lainnya.

Perlu diketahui bahwa tiket masuk ke museum dan galeri kebanggaan Bangsa Indonesia ini untuk pengunjung domestik Rp.75 ribu per orang. Bahkan ada harga spesial buat pelajar Rp.30 ribu per orang, bagi yang datang minimal 30 orang.

Sedangkan tiket masuk ke “RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery untuk turis atau pengunjung dari luar negeri atau internasional dengan tiket seharga Rp.150 ribu. (dmp)

Artikel Terkait

Pengaduan

Terpopuler

Artikel Terbaru