Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara serta Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI bersinergi meningkatkan kapasitas guru agama di era digital.
Ketiga lembaga ini menyelenggarakan kegiatan penguatan profesionalisme guru untuk mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu dan berdaya saing. Kegiatan dilaksanakan dalam forum Ngobrol Bareng Pendidikan Islam (Ngopi) di Hotel Syariah Grand Jamee, Medan, Senin (12/10).
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VIII DPR RI H.M. Husni, S.E, M.M menegaskan komitmen kuat parlemen untuk terus mengawal dan memperjuangkan kesetaraan tunjangan dan kesejahteraan para guru agama agar seimbang dengan tenaga pendidik di sekolah umum. Penguatan kelembagaan di kementerian agama pada tahun 2026 berfokus pada keagamaan dan pendidikan Islam.
Ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, H.M. Husni, SE, M.M menggarisbawahi bahwa sehebat apapun teknologi modern maka guru memiliki sentral. Guru membentuk karakter, keteladanan, akhlakul karimah dan nilai-nilai spiritual peserta didik yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.
Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag mengapresiasi kepedulian dan sinergi berkelanjutan yang ditunjukkan H.M. Husni, S.E, M.M bersama Komisi VIII DPR RI dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam dan pengembangan UIN Sumatera Utara.
Pada paparan bertajuk: Transformasi Profesionalisme Guru Pendidikan Islam di Era Digital, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag menjelaskan bahwa profesionalisme guru zaman kini bukan sekadar pemenuhan administrasi. Melainkan kemampuan beradaptasi secara kritis dan etis terhadap teknologi.
Rektor mendorong pergeseran menuju deep learning yang berlandaskan tiga prinsip. Yakni mindful (peserta didik sadar proses belajar), meaningful (memahami makna dan relevansi kehidupan) serta joyful (proses belajar yang menyenangkan). Ia juga memaparkan pemanfaatan kecerdasan buatan yang efektif pada lima tahap pembelajaran (plan, create, assess, reflect dan differentiate).
Kemudian lima strategi penguatan kapasitas guru (continuous learning, collaborative learning, reflective practice, research-based practice dan digital serta AI literacy). Rektor pun menegaskan bahwa teknologi membantu guru mengajar. Namun hanya gurulah yang mampu menghadirkan makna, nilai dan keteladanan.
Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag juga membagikan perkembangan pesat UIN Sumatera Utara yang mengelola enam kampus dengan hampir 30 ribu mahasiswa. Diantaranya UIN Sumatera Utara telah meraih akreditasi unggul dari BAN-PT pada 2024.
Prestasi lainnya adalah peningkatan prodi unggul dari tujuh menjadi 39, tembus THE Impact Rankings (posisi 1000-1500 dunia), predikat PTKIN terbaik ke-3 se-Indonesia dari Kemenag RI dan lonjakan jumlah guru besar dari 23 menjadi 71 yang diiringi penguatan tunjangan kesejahteraan pendidik.
Forum yang dipandu Jamaluddin Saputra ini berjalan hangat dan interaktif. Kegiatan turut dihadiri oleh Muhammad Rifa’i, M.Pd (ketua panitia) beserta ratusan perwakilan asosiasi guru PAI dan majelis taklim se-Sumut. Antara lain MGMP PAI Kota Medan, PGSI Kota Medan, FKG PAI Sumut, Fatwa Al-Amin, Muslimat Al-Wasliyah, hingga Forum Ustazah Sumut. (dmp)

