Gerebek 9 Lokasi Narkoba di Sumut, Zulham Efendi Desak Bandar Besar Diburu

MEDAN– Penggerebekan sembilan lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba di sejumlah wilayah Sumatera Utara mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Medan Fraksi PKS, Zulham Efendi. Ia berharap operasi gabungan Polda Sumut, Bareskrim Polri, dan instansi terkait tersebut menjadi langkah awal untuk membongkar jaringan narkotika hingga ke bandar besar yang selama ini memasok barang terlarang itu.

Operasi yang berlangsung Minggu (11/10/2026) tersebut dilaporkan mengamankan 36 orang. Bagi Zulham, penindakan itu merupakan langkah penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba yang mengancam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami mengapresiasi langkah Bareskrim Polri, Polda Sumut, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi ini. Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara serius, konsisten, dan berkelanjutan agar masyarakat, terutama anak-anak muda, terlindungi dari bahaya narkotika,” ujar Zulham kepada wartawan di Medan, Selasa (13/10/2026).

Menurut Zulham, persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, pemberantasan narkotika harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh berhenti pada penindakan di tingkat pengguna maupun pengedar kecil.

Sembilan lokasi yang menjadi sasaran operasi tersebar di Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Mandailing Natal, Karo, Toba, Samosir, Nias Selatan, Pakpak Bharat, serta Kota Sibolga. Sebaran lokasi tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya pengawasan dan penindakan yang berkesinambungan di berbagai daerah.

Zulham berharap kepolisian terus menelusuri hasil pengungkapan tersebut untuk mengidentifikasi jaringan pemasok, mengungkap aliran distribusi, serta menindak pihak-pihak yang terbukti menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika.

Ia juga mendorong agar upaya pemberantasan narkoba diperkuat di Kota Medan, khususnya kawasan Medan Utara yang menurutnya membutuhkan perhatian serius dalam penanganan persoalan narkotika.

Tokoh pendidikan di Kota Medan tersebut menambahkan, langkah penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan pencegahan. Edukasi mengenai bahaya narkoba, keterlibatan keluarga, peran lingkungan pendidikan, serta kepedulian masyarakat dinilai penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Di sisi lain, mereka yang mengalami ketergantungan juga perlu mendapat kesempatan menjalani pemulihan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pemberantasan narkoba tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada upaya menyelamatkan individu agar dapat kembali menjalani kehidupan secara produktif.

“Harapan kita, operasi ini menjadi momentum untuk menyelamatkan generasi muda Sumatera Utara dari ancaman narkoba. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depan karena narkotika. Aparat harus terus memburu bandar dan jaringannya, sementara masyarakat bersama pemerintah perlu memastikan mereka yang ingin pulih mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian dari masyarakat,” kata Zulham.

Zulham menegaskan dukungannya terhadap upaya kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba. Ia berharap sinergi aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat semakin kuat agar Sumatera Utara terbebas dari ancaman narkotika. (map/ila)

MEDAN– Penggerebekan sembilan lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba di sejumlah wilayah Sumatera Utara mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Medan Fraksi PKS, Zulham Efendi. Ia berharap operasi gabungan Polda Sumut, Bareskrim Polri, dan instansi terkait tersebut menjadi langkah awal untuk membongkar jaringan narkotika hingga ke bandar besar yang selama ini memasok barang terlarang itu.

Operasi yang berlangsung Minggu (11/10/2026) tersebut dilaporkan mengamankan 36 orang. Bagi Zulham, penindakan itu merupakan langkah penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba yang mengancam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami mengapresiasi langkah Bareskrim Polri, Polda Sumut, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi ini. Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara serius, konsisten, dan berkelanjutan agar masyarakat, terutama anak-anak muda, terlindungi dari bahaya narkotika,” ujar Zulham kepada wartawan di Medan, Selasa (13/10/2026).

Menurut Zulham, persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, pemberantasan narkotika harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh berhenti pada penindakan di tingkat pengguna maupun pengedar kecil.

Sembilan lokasi yang menjadi sasaran operasi tersebar di Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Mandailing Natal, Karo, Toba, Samosir, Nias Selatan, Pakpak Bharat, serta Kota Sibolga. Sebaran lokasi tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya pengawasan dan penindakan yang berkesinambungan di berbagai daerah.

Zulham berharap kepolisian terus menelusuri hasil pengungkapan tersebut untuk mengidentifikasi jaringan pemasok, mengungkap aliran distribusi, serta menindak pihak-pihak yang terbukti menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika.

Ia juga mendorong agar upaya pemberantasan narkoba diperkuat di Kota Medan, khususnya kawasan Medan Utara yang menurutnya membutuhkan perhatian serius dalam penanganan persoalan narkotika.

Tokoh pendidikan di Kota Medan tersebut menambahkan, langkah penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan pencegahan. Edukasi mengenai bahaya narkoba, keterlibatan keluarga, peran lingkungan pendidikan, serta kepedulian masyarakat dinilai penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Di sisi lain, mereka yang mengalami ketergantungan juga perlu mendapat kesempatan menjalani pemulihan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pemberantasan narkoba tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada upaya menyelamatkan individu agar dapat kembali menjalani kehidupan secara produktif.

“Harapan kita, operasi ini menjadi momentum untuk menyelamatkan generasi muda Sumatera Utara dari ancaman narkoba. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depan karena narkotika. Aparat harus terus memburu bandar dan jaringannya, sementara masyarakat bersama pemerintah perlu memastikan mereka yang ingin pulih mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian dari masyarakat,” kata Zulham.

Zulham menegaskan dukungannya terhadap upaya kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba. Ia berharap sinergi aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat semakin kuat agar Sumatera Utara terbebas dari ancaman narkotika. (map/ila)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru