MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kecamatan Medan Helvetia mengeluhkan persoalan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen yang sudah penuh. Akibatnya, warga beragama Kristen mengaku kesulitan untuk mencari pemakaman bila ada yang meninggal dunia.
Terkait hal ini, Anggota DPRD Kota Medan dari Dapil Medan I (Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah, dan Medan Baru), Robi Barus meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera mencari solusi.
“Untuk persoalan TPU Kristen yang penuh ini, kita minta menjadi perhatian Pemko Medan secara serius. Sebab kepada Wali Kota Medan sebelumnya, saya juga telah menyampaikan keluhan warga Medan Helvetia ini. Sudah saatnya Pemko Medan segera mencari solusi,” ucap Robi Barus, Rabu (18/2/2026).
Robi Barus yang duduk sebagai Anggota Komisi 1 DPRD Kota Medan itu pun meminta Wali Kota Medan, Rico Waas untuk segera memberikan perhatian serius. Salah satunya, dengan mencari lahan TPU yang baru. “Pemko Medan harus menyiapkan lahan TPU Kristen yang baru di Medan Helvetia,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan itu.
Dijelaskan Robi Barus, saat ini telah dibentuk Badan Pengelola Perkuburan Kristen (BP2K) di Kota Medan. “BP2K ini sudah berjalan selama tiga tahun. Kita meminta Camat, Lurah hingga tingkat Kepala Lingkungan (Kepling) untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh STM-STM lingkungan agar dapat membantu mencari lahan pemakaman bila ada yang meninggal, menungga adanya lahan TPU Kristen yang baru,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga Medan Helvetia, Jonlis Purba, mengatakan bahwa saat ini TPU Kristen di Medan Helvetia sudah penuh. “Kami umat Kristen di Helvetia ini benar-benar kesulitan mencari pemakaman bila ada meninggal, karena sejumlah pemakaman sudah penuh, baik milik Pemko Medan maupun swasta, contoh Sei Bederah, Cinta Damai dan Sei Semayang, semua penuh. Untuk Simalingkar B jelas biayanya sangat mahal, mau dimakamkan dimana lagi,” keluh Jonlis Purba.
Dikatakan Jonlis, sebagai pengurus partai dirinya kerap menerima keluhan warga, terutama persoalan pemakaman.
“Baru-baru ini sebagai kader PDI Perjuangan saya menerima keluhan dari STM ada yang meninggal, tapi tidak tahu harus dimakamkan dimana. Dan setelah mencari informasi, ternyata Pemko Medan sudah ada membentuk BP2K, tapi tidak semua STM-STM lingkungan tahu, jadi tidak masuk menjadi anggota ,” kata Jonlis Purba yang merupakan Ketua PAC PDIP Medan Helvetia itu. (map/ila)

