2.362 Pendaftar Berebut Jadi Prajurit, Kodaeral I Tegaskan Seleksi Bersih Tanpa Calo

Antusiasme generasi muda untuk mengabdikan diri sebagai prajurit TNI Angkatan Laut cukup tinggi. Sebanyak 2.362 peserta tercatat mendaftar secara online dalam penerimaan Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) Pria dan Calon Tamtama (Cata) PK TNI AL Gelombang III Tahun Anggaran 2026 di Panitia Daerah (Panda) Kodaeral I.

Di tengah tingginya animo tersebut, Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) memastikan seluruh proses seleksi akan berlangsung bersih, transparan, objektif, akuntabel, dan bebas dari praktik percaloan, kolusi, maupun nepotisme.

Komitmen itu ditegaskan melalui penandatanganan Pakta Integritas penerimaan Caba PK Pria dan Cata PK TNI AL Gelombang III TA 2026 Panda Kodaeral I, Kamis (20/8/2026).

Sambutan Komandan Kodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana, SIP, MAP, dalam kegiatan tersebut dibacakan Wakil Komandan Kodaeral I Brigjen TNI (Mar) Ali Bahar Saragih, SE, MM.

Deny menegaskan, penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk keseriusan dalam menjaga seluruh tahapan penerimaan prajurit agar berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi integritas.

“Pakta Integritas merupakan salah satu langkah konkret TNI Angkatan Laut dalam mengimplementasikan Reformasi Birokrasi, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh peserta harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mewujudkan cita-cita menjadi prajurit TNI AL. Penilaian dalam setiap tahapan seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan, kualitas, dan prestasi, bukan karena kedekatan atau kepentingan tertentu.

“Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Laut,” tegasnya.

Pada penerimaan kali ini, dari total 2.362 pendaftar online, sebanyak 1.791 peserta merupakan Caba PK Pria dan 571 peserta Cata PK. Mereka berasal dari wilayah Panda Belawan serta sejumlah Subpanda, yakni Lhokseumawe, Dumai, Tanjung Balai Asahan, dan Simeulue.

Sementara itu, hingga pelaksanaan tahapan saat ini, sebanyak 689 peserta telah menjalani proses validasi. Rinciannya, 508 peserta Caba PK Pria dan 181 peserta Cata PK.

Deny menilai tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semangat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI AL masih sangat besar. Namun, tingginya animo tersebut harus dijawab dengan proses seleksi yang ketat dan objektif.

“Seleksi tidak hanya diarahkan untuk mencari jumlah, tetapi benar-benar menjaring calon prajurit terbaik yang memiliki kualitas, kemampuan, mental, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian yang kuat,” katanya.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerimaan diminta memegang teguh tanggung jawab dan menjaga kepercayaan masyarakat. Deny menegaskan tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk penyimpangan, termasuk percaloan, kolusi, dan nepotisme.

“Kesempatan menjadi prajurit TNI AL harus diraih melalui kemampuan dan prestasi, bukan melalui praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan,” tegasnya.

Kodaeral I juga memastikan seluruh informasi mengenai persyaratan, tahapan, dan mekanisme penerimaan terus dibuka secara luas kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat menjamin proses seleksi berjalan terbuka dan dapat dipantau.

Melalui Pakta Integritas, Kodaeral I kembali menegaskan seluruh tahapan penerimaan Caba PK Pria dan Cata PK TNI AL Gelombang III TA 2026 akan dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, akuntabel, dan berintegritas. (san/ila)

Antusiasme generasi muda untuk mengabdikan diri sebagai prajurit TNI Angkatan Laut cukup tinggi. Sebanyak 2.362 peserta tercatat mendaftar secara online dalam penerimaan Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) Pria dan Calon Tamtama (Cata) PK TNI AL Gelombang III Tahun Anggaran 2026 di Panitia Daerah (Panda) Kodaeral I.

Di tengah tingginya animo tersebut, Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) memastikan seluruh proses seleksi akan berlangsung bersih, transparan, objektif, akuntabel, dan bebas dari praktik percaloan, kolusi, maupun nepotisme.

Komitmen itu ditegaskan melalui penandatanganan Pakta Integritas penerimaan Caba PK Pria dan Cata PK TNI AL Gelombang III TA 2026 Panda Kodaeral I, Kamis (20/8/2026).

Sambutan Komandan Kodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana, SIP, MAP, dalam kegiatan tersebut dibacakan Wakil Komandan Kodaeral I Brigjen TNI (Mar) Ali Bahar Saragih, SE, MM.

Deny menegaskan, penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk keseriusan dalam menjaga seluruh tahapan penerimaan prajurit agar berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi integritas.

“Pakta Integritas merupakan salah satu langkah konkret TNI Angkatan Laut dalam mengimplementasikan Reformasi Birokrasi, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh peserta harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mewujudkan cita-cita menjadi prajurit TNI AL. Penilaian dalam setiap tahapan seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan, kualitas, dan prestasi, bukan karena kedekatan atau kepentingan tertentu.

“Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Laut,” tegasnya.

Pada penerimaan kali ini, dari total 2.362 pendaftar online, sebanyak 1.791 peserta merupakan Caba PK Pria dan 571 peserta Cata PK. Mereka berasal dari wilayah Panda Belawan serta sejumlah Subpanda, yakni Lhokseumawe, Dumai, Tanjung Balai Asahan, dan Simeulue.

Sementara itu, hingga pelaksanaan tahapan saat ini, sebanyak 689 peserta telah menjalani proses validasi. Rinciannya, 508 peserta Caba PK Pria dan 181 peserta Cata PK.

Deny menilai tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semangat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI AL masih sangat besar. Namun, tingginya animo tersebut harus dijawab dengan proses seleksi yang ketat dan objektif.

“Seleksi tidak hanya diarahkan untuk mencari jumlah, tetapi benar-benar menjaring calon prajurit terbaik yang memiliki kualitas, kemampuan, mental, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian yang kuat,” katanya.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerimaan diminta memegang teguh tanggung jawab dan menjaga kepercayaan masyarakat. Deny menegaskan tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk penyimpangan, termasuk percaloan, kolusi, dan nepotisme.

“Kesempatan menjadi prajurit TNI AL harus diraih melalui kemampuan dan prestasi, bukan melalui praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan,” tegasnya.

Kodaeral I juga memastikan seluruh informasi mengenai persyaratan, tahapan, dan mekanisme penerimaan terus dibuka secara luas kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat menjamin proses seleksi berjalan terbuka dan dapat dipantau.

Melalui Pakta Integritas, Kodaeral I kembali menegaskan seluruh tahapan penerimaan Caba PK Pria dan Cata PK TNI AL Gelombang III TA 2026 akan dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, akuntabel, dan berintegritas. (san/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru