34.5 C
Medan
Friday, May 3, 2024

Mahasiswa Dipukul Polisi Lari ke Markas TNI, Mabes Polri: Itu Hoax

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DIAMANKAN: Petugas mengamankan mahasiswa yang terlibat bentrok saat demo di DPRD Sumut, Kamis (20/9).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mabes Polri membantah adanya mahasiswa yang meminta bantuan TNI saat dikejar anggotanya pada bentrok aksi unjuk rasa di DPRD Sumatera Utara, Kamis (20/9). Adapun bentrok terjadi antara massa pro dan kontra terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ah nggak benar itu, hoax. Itu dipelintir,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Jakarta, Minggu (23/9).

Bahkan dia menyebut, pengamanan aksi demonstrasi tersebut dilakukan bukan hanya oleh pihak Kepolisian, namun juga Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Kami sama TNI bareng kok pengamanannya,” imbuhnya.

Karena itu, dia menduga ada pihak yang sengaja ingin membenturkan Polri dan TNI dalam hal ini. “Sedang kami cari tuh yang adu domba,” ungkap Setyo.

Sementara dia menerangkan, pihaknya tidak melarang adanya aksi unjuk rasa. Namun jika aksi tersebut berujung pada anarkis, Kepolisian pastinya akan mengambil langkah tegas. “Kalau buat onar, ya harus ditindak,” tegas Setyo.

Sebelumnya, aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) berakhir bentrok, Kamis (20/9) lalu. Awalnya, sejumlah mahasiswa mengkritisi kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo.

Sebaliknya, Komunitas Masyarakat Cinta NKRI memuji-muji pemerintah Jokowi. Tiba-tiba tanpa diketahui persis penyebabnya, kericuhan terjadi di antara kedua kubu tersebut.

Akhirnya, aparat kepolisian dari Polrestabes Medan pun memukul mundur mahasiswa. Para mahasiswa pun kocar-kacir dan diduga dipukuli. Puluhan mahasiswa menyelamatkan diri dikabarkan meminta tolong kepada anggota TNI, dengan masuk ke halaman depan Markas Kodim 0201/BS di Jalan Pengadilan Medan. (dna/JPC)

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DIAMANKAN: Petugas mengamankan mahasiswa yang terlibat bentrok saat demo di DPRD Sumut, Kamis (20/9).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mabes Polri membantah adanya mahasiswa yang meminta bantuan TNI saat dikejar anggotanya pada bentrok aksi unjuk rasa di DPRD Sumatera Utara, Kamis (20/9). Adapun bentrok terjadi antara massa pro dan kontra terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ah nggak benar itu, hoax. Itu dipelintir,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Jakarta, Minggu (23/9).

Bahkan dia menyebut, pengamanan aksi demonstrasi tersebut dilakukan bukan hanya oleh pihak Kepolisian, namun juga Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Kami sama TNI bareng kok pengamanannya,” imbuhnya.

Karena itu, dia menduga ada pihak yang sengaja ingin membenturkan Polri dan TNI dalam hal ini. “Sedang kami cari tuh yang adu domba,” ungkap Setyo.

Sementara dia menerangkan, pihaknya tidak melarang adanya aksi unjuk rasa. Namun jika aksi tersebut berujung pada anarkis, Kepolisian pastinya akan mengambil langkah tegas. “Kalau buat onar, ya harus ditindak,” tegas Setyo.

Sebelumnya, aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) berakhir bentrok, Kamis (20/9) lalu. Awalnya, sejumlah mahasiswa mengkritisi kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo.

Sebaliknya, Komunitas Masyarakat Cinta NKRI memuji-muji pemerintah Jokowi. Tiba-tiba tanpa diketahui persis penyebabnya, kericuhan terjadi di antara kedua kubu tersebut.

Akhirnya, aparat kepolisian dari Polrestabes Medan pun memukul mundur mahasiswa. Para mahasiswa pun kocar-kacir dan diduga dipukuli. Puluhan mahasiswa menyelamatkan diri dikabarkan meminta tolong kepada anggota TNI, dengan masuk ke halaman depan Markas Kodim 0201/BS di Jalan Pengadilan Medan. (dna/JPC)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/