26.7 C
Medan
Wednesday, June 12, 2024

SBY Takut Pecat Ruhut kok…

Sebagaimana diketahui, Ketua DPP Demokrat Ruhut Poltak Sitompul dan Anggota Dewan Pembina Demokrat Hayono Isman ogah mengikuti keputusan partai berlambang mercy itu yang mencalonkan Agus dan Sylviana di Pilgub DKI. Adapun keputusan mencalonkan Agus-Sylviana disponsori Demokrat, PKB, PPP, dan PAN. Ruhut dan Hayono lebih memilih mendukung pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP, Golkar, Hanura, dan Nasdem.

Sementara, Ketua DPP Demokrat Ruhut Sitompul tidak gentar menghadapi proses administrasi partai menyusul penolakannya mendukung pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilgub DKI. Dia meyakini, pilihannya untuk mendukung Ahok adalah benar.

“Aku selalu jalan di jalan Tuhan. Tidak ada yang pernah gua takuti,” tegasnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9).

Legislator asal Medan itu menegaskan, pilihannya mendukung Ahok lantaran yang dijagokan Demokrat dalam Pilgub DKI bukanlah kader. Ya, Agus notabene bukanlah kader Demokrat. Berbeda dengan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono yang telah menjadi politisi di partai berlambang mercy itu.

“Saya akan dukung yang dicalonkan Demokrat kalau kader. Kalau bukan, ya enggak lah,” tegas dia.

Lagipula, dia berpandangan, pencalonan Agus bukanlah kehendak utuh Partai Demokrat melainkan koalisi.

“Kok mau sama koalisi disuruh-suruh. Koalisi itu punya calon nggak? Janganlah rusak rumah tangga kami,” ketus dia.

Ruhut baru akan mengikuti untuk mendukung pencalonan Agus jikalau memang itu kehendak Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Kristiani Herrawati. “Kalau maunya Pak SBY dan Bu Ani, aku nggak tentang,” sebutnya.

Namun, dikarenakan bukan kemauan mereka dan lebih pada desakan segelintir orang, Ruhut teguh akan sikapnya. Dia pun mengaku tidak takut untuk dipecat.

Akan tetapi, Ruhut yakin SBY tidak akan memecat dirinya. “Aku nggak akan dipecat kok. SBY takut pecat Ruhut kok. Pak SBY itu sangat sayang sama aku, nggak mungkin itu dilakukan. Sekali berlian tetap berlian kemanapun dia ditempatkan,” pungkasnya.

Ruhut menyatakan, ada pihak yang menginginkan dirinya dipecat dari partai berlambang mercy itu. Alasannya, Ruhut mendukung Ahok dan kedekatannya dengan SBY.

Dia menegaskan, posisinya sebagai koordinator juru bicara Demokrat diinginkan sejumlah pihak di internal partai. Posisi tersebut terbilang strategis walaupun kini dipimpin langsung SBY.

“Koordinator jubir itu diisi orang hebat, yang lain itu kepingin,” tegasnya.

Desakan untuk memecat dirinya diakui Ruhut berlangsung sejak Pilpres 2014. Saat itu, semua pihak di partai menyatakan mendukung pencalonan Prabowo Subianto berbeda dengan dirinya yang mendukung Joko Widodo. Bahkan, ada petisi agar dirinya dipecat dari keanggotaan Demokrat.

“Itu kalau pecat-memecat, Si Mak Lampir, Nur Assegaf (Nurhayati Ali Assegaf) itu kumpulin tandatangan biar aku dipecat. Bapak simpen, tau-taunya Jokowi yang menang. Apa yang terjadi? Munas Surabaya aku Polhukam plus koordinator jubir. SBY tuh negarawan,” ungkapnya.

Kini, upaya tersebut kembali muncul. Ruhut mengaku kembali diserang sejumlah pihak di internal partainya. Notabene yang menyerangnya adalah caleg yang gagal melangkah ke parlemen.

“Amir (Ketua Dewan Pertimbangan Demokrat Amir Syamsuddin) nomor urut satu mantan menteri, Roy Suryo nomor urut satu, mantan menteri. Sama kayak gua, caleg kemarin, ini gak kepilih. Yang nyerang-nyerang gua ini caleg nggak jadi,” tutur Ruhut.

Mereka, kata Ruhut tidak mampu bersaing dengan dirinya.

“Yang di Demokrat ini minta dipecat-pecat karena nggak bisa bersaing sama aku. Sudah begitu kok bapak sayang terus sama Ruhut yang nggak bisa dipecat-pecat. Jadi mereka bingung,” pungkas anggota komisi III DPR itu. (jpg)

Sebagaimana diketahui, Ketua DPP Demokrat Ruhut Poltak Sitompul dan Anggota Dewan Pembina Demokrat Hayono Isman ogah mengikuti keputusan partai berlambang mercy itu yang mencalonkan Agus dan Sylviana di Pilgub DKI. Adapun keputusan mencalonkan Agus-Sylviana disponsori Demokrat, PKB, PPP, dan PAN. Ruhut dan Hayono lebih memilih mendukung pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP, Golkar, Hanura, dan Nasdem.

Sementara, Ketua DPP Demokrat Ruhut Sitompul tidak gentar menghadapi proses administrasi partai menyusul penolakannya mendukung pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilgub DKI. Dia meyakini, pilihannya untuk mendukung Ahok adalah benar.

“Aku selalu jalan di jalan Tuhan. Tidak ada yang pernah gua takuti,” tegasnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9).

Legislator asal Medan itu menegaskan, pilihannya mendukung Ahok lantaran yang dijagokan Demokrat dalam Pilgub DKI bukanlah kader. Ya, Agus notabene bukanlah kader Demokrat. Berbeda dengan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono yang telah menjadi politisi di partai berlambang mercy itu.

“Saya akan dukung yang dicalonkan Demokrat kalau kader. Kalau bukan, ya enggak lah,” tegas dia.

Lagipula, dia berpandangan, pencalonan Agus bukanlah kehendak utuh Partai Demokrat melainkan koalisi.

“Kok mau sama koalisi disuruh-suruh. Koalisi itu punya calon nggak? Janganlah rusak rumah tangga kami,” ketus dia.

Ruhut baru akan mengikuti untuk mendukung pencalonan Agus jikalau memang itu kehendak Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Kristiani Herrawati. “Kalau maunya Pak SBY dan Bu Ani, aku nggak tentang,” sebutnya.

Namun, dikarenakan bukan kemauan mereka dan lebih pada desakan segelintir orang, Ruhut teguh akan sikapnya. Dia pun mengaku tidak takut untuk dipecat.

Akan tetapi, Ruhut yakin SBY tidak akan memecat dirinya. “Aku nggak akan dipecat kok. SBY takut pecat Ruhut kok. Pak SBY itu sangat sayang sama aku, nggak mungkin itu dilakukan. Sekali berlian tetap berlian kemanapun dia ditempatkan,” pungkasnya.

Ruhut menyatakan, ada pihak yang menginginkan dirinya dipecat dari partai berlambang mercy itu. Alasannya, Ruhut mendukung Ahok dan kedekatannya dengan SBY.

Dia menegaskan, posisinya sebagai koordinator juru bicara Demokrat diinginkan sejumlah pihak di internal partai. Posisi tersebut terbilang strategis walaupun kini dipimpin langsung SBY.

“Koordinator jubir itu diisi orang hebat, yang lain itu kepingin,” tegasnya.

Desakan untuk memecat dirinya diakui Ruhut berlangsung sejak Pilpres 2014. Saat itu, semua pihak di partai menyatakan mendukung pencalonan Prabowo Subianto berbeda dengan dirinya yang mendukung Joko Widodo. Bahkan, ada petisi agar dirinya dipecat dari keanggotaan Demokrat.

“Itu kalau pecat-memecat, Si Mak Lampir, Nur Assegaf (Nurhayati Ali Assegaf) itu kumpulin tandatangan biar aku dipecat. Bapak simpen, tau-taunya Jokowi yang menang. Apa yang terjadi? Munas Surabaya aku Polhukam plus koordinator jubir. SBY tuh negarawan,” ungkapnya.

Kini, upaya tersebut kembali muncul. Ruhut mengaku kembali diserang sejumlah pihak di internal partainya. Notabene yang menyerangnya adalah caleg yang gagal melangkah ke parlemen.

“Amir (Ketua Dewan Pertimbangan Demokrat Amir Syamsuddin) nomor urut satu mantan menteri, Roy Suryo nomor urut satu, mantan menteri. Sama kayak gua, caleg kemarin, ini gak kepilih. Yang nyerang-nyerang gua ini caleg nggak jadi,” tutur Ruhut.

Mereka, kata Ruhut tidak mampu bersaing dengan dirinya.

“Yang di Demokrat ini minta dipecat-pecat karena nggak bisa bersaing sama aku. Sudah begitu kok bapak sayang terus sama Ruhut yang nggak bisa dipecat-pecat. Jadi mereka bingung,” pungkas anggota komisi III DPR itu. (jpg)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/