“Saya kira ketiga dapil di Sumut untuk DPR RI itu neraka, ya. Karena sosok-sosok yang ada di ketiga dapil kuat dan punya ketokohan,” ujarnya baru-baru ini kepada wartawan. Ia menambahkan, Golkar sudah membuat strategi yang terukur soal alokasi bacalegnya menuju Senayan. Artinya selain nama-nama lama, juga ada wajah-wajah baru. “Saya diminta DPP mengisi dari Dapil Sumut III, karena target tiga kursi dari situ harus bisa kami raih,” ungkapnya.
Pun soal kehadiran sejumlah parpol baru pada Pileg 2019, dirinya menyebut akan berimplikasi pada persaingan suara dan kursi di semua tingkatan. “Tapi sebagai partai besar dan mapan, Golkar yakin dan optimis suara rakyat masih berpihak pada Golkar. Makanya kita perlu untuk bekerja keras mendapatkan suara sebanyak mungkin,” katanya.
Plt Ketua Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain pun berpandangan serupa. Ia memprediksi akan terjadi persaingan super ketat mendapatkan kursi menuju Senayan. “Dapil Sumut di Pileg 2019 memang cukup bersaing kali ini. Tapi kami percaya Demokrat punya basis dan kantong suara masing-masing dari setiap bacalegnya,” katanya.
Terpisah, Wakil Ketua Partai Gerindra Sumut Sugiat Santoso yang digadang-gadang menjadi bacaleg DPR RI Dapil Sumut III mengaku siap bertarung dengan Djarot Saiful Hidayat. “Pertarungan Eramas dan Djoss sepertinya akan terulang kembali di Pileg 2019. Terlebih, Gus Irawan akan bertarung dengan Sihar Sitorus dari Dapil Sumut II,” ungkapnya.
Sugiat mengaku, keputusannya maju ke Senayan dari Dapil Sumut III dikarenakan wilayah tersebut pada pertarungan Pilgub Sumut 2018, Eramas menang telak atas Djoss. Jadi, tentu akan melanjutkan apa yang selama ini sudah dibina. “Saya melihat beberapa daerah potensial untuk bisa mendulang suara agar bisa melenggang ke Senayan. Untuk itu, optimis bisa mendulang 100.000 suara dengan mengerakkan mesin Eramas yang sudah ada,” pungkasnya. (prn/ris)
“Saya kira ketiga dapil di Sumut untuk DPR RI itu neraka, ya. Karena sosok-sosok yang ada di ketiga dapil kuat dan punya ketokohan,” ujarnya baru-baru ini kepada wartawan. Ia menambahkan, Golkar sudah membuat strategi yang terukur soal alokasi bacalegnya menuju Senayan. Artinya selain nama-nama lama, juga ada wajah-wajah baru. “Saya diminta DPP mengisi dari Dapil Sumut III, karena target tiga kursi dari situ harus bisa kami raih,” ungkapnya.
Pun soal kehadiran sejumlah parpol baru pada Pileg 2019, dirinya menyebut akan berimplikasi pada persaingan suara dan kursi di semua tingkatan. “Tapi sebagai partai besar dan mapan, Golkar yakin dan optimis suara rakyat masih berpihak pada Golkar. Makanya kita perlu untuk bekerja keras mendapatkan suara sebanyak mungkin,” katanya.
Plt Ketua Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain pun berpandangan serupa. Ia memprediksi akan terjadi persaingan super ketat mendapatkan kursi menuju Senayan. “Dapil Sumut di Pileg 2019 memang cukup bersaing kali ini. Tapi kami percaya Demokrat punya basis dan kantong suara masing-masing dari setiap bacalegnya,” katanya.
Terpisah, Wakil Ketua Partai Gerindra Sumut Sugiat Santoso yang digadang-gadang menjadi bacaleg DPR RI Dapil Sumut III mengaku siap bertarung dengan Djarot Saiful Hidayat. “Pertarungan Eramas dan Djoss sepertinya akan terulang kembali di Pileg 2019. Terlebih, Gus Irawan akan bertarung dengan Sihar Sitorus dari Dapil Sumut II,” ungkapnya.
Sugiat mengaku, keputusannya maju ke Senayan dari Dapil Sumut III dikarenakan wilayah tersebut pada pertarungan Pilgub Sumut 2018, Eramas menang telak atas Djoss. Jadi, tentu akan melanjutkan apa yang selama ini sudah dibina. “Saya melihat beberapa daerah potensial untuk bisa mendulang suara agar bisa melenggang ke Senayan. Untuk itu, optimis bisa mendulang 100.000 suara dengan mengerakkan mesin Eramas yang sudah ada,” pungkasnya. (prn/ris)