25.6 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Eddy Rahmayadi Masuk Radar PDIP

Foto: Manado Post/dok.JPNN
Ketum PSSI Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), TNI AD Letjen Eddy Rahmayadi belakangan mulai sering melakukan pertemuan dan sosialisasi kepada masyarakat di Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah baliho dan umbul-umbul yang menampilkan wajah Eddy Rahmayadi juga sudah ramai terpajang di sudut kota Medan.

Nama Eddy Rahmayadi digadang-gadang bakal turun gelanggang dan ikut meramaikan bursa pemilihan calon gubernur sumut (Cagubsu) 2018 mendatang.

Informasi yang berkembang saat ini alumni SMA Negeri 1 Medan itu telah mengundurkan diri dari keanggotaan TNI agar bisa lebih fokus menghadapi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu).

Pergerakan mantan Pangdam I/BB itu nampaknya terus dipantau oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Bahkan, secara khusus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Sumut sudah berkomunikasi dengan Eddy Rahmayadi. “Secara khusus memang sudah berkomunikasi dengan Pangkostrad, Letjen Eddy Rahmayadi, karena beliau masuk radar PDI-P dari kalangan eksternal,” ujar Sekretaris DPD PDIP Sumut, Soetarto, kemarin.

Selain Pangkostrad, kata dia, PDI-P juga sudah menjalin komunikasi dengan beberapa nama yang sudah sering disebut-sebut bakal ikut meramaikan bursa Cagubsu. “Dengan Pak Ngogesa dari Golkar sudah ketemu, Incumbent Tengku Erry juga sudah berkomunikasi, memang belum ada keputusan resmi, kami minta teman-teman media dan masyarakat untuk bersabar,”paparnya.

Soetarto juga berharap agar nama-nama yang disebutkan nya tadi bersedia untuk mengikuti mekanisme internal PDI-P. “Kami ada buka penjaringan, silahkan untuk mendaftar, kalau dari internal ada nama Japorman Saragih, Junimart Girsang, Maruara Sirait, serta Syukur Nababan,”sebutnya.

Saat mengikuti rakernas di Bali, ada instruksi dari Ketua Umum DPP PDIP agar memepersiapkan diri sebaik mungkin untuk memghadapi Pilkada 2018. Sebab, selain Pilgubsu ada 8 pemilihan bupati/wali kota di saat bersamaan,”urainya.

Mengenai peluang berkoalisi, dia menyebut dengan siapapun membuka diri. “Siapapun yang mau berkoalisi kita terima, asalkan landasannya UU 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kearifan lokal di masing-masing daerah berbeda, jadi tidak bisa koalisi di tingkat pusat turun sampai tingkat paling bawah, walaupun idealnya memamg demikian,”pungkasnya.

Pengamat Politik, Faisal Akbar menilai sosok Eddy Rahmayadi cukup mumpuni untuk bersaing memperebutkan kursi Sumut 1. “Popularitas dan elektabilitas Pangkostrad Letjen Eddy Rahmayadi pasti tinggi, atas pencapaiannya saat ini,”katanya.

Sejauh ini, kata Faisal, hubungan Eddy Rahmayadi cukup baik dengan kalangan istana. Bukan tidak mungkin, PDIP bakal mengusung alumni SMA Negeri 1 Medan itu.

“PDI-P punya tradisi mengusung militer, dan memang PDI-P sejauh ini belum punya sosok yang mumpuni. Bukan tidak mungkin nama Eddy Rahmayadi bakal diusung PDI-P untuk bertarung di Pilgubsu 2018,”paparnya.

Faisal mengakui, nama Eddy Rahmayadi meroket ketika berhasil membangkitkan klub legendaris PSMS Medan dari keterpurukan saat masih menjadi Pangdam I/BB. Akademisi asal Universitas Sumatera Utara (USU) itu mengaku peluang Eddy Rahmayadi untuk bertarung dan menang di Pilgubsu 2018 cukup besar. Terlebih dengan nama besar yang dimilikinya saat ini.(dik/azw)

Foto: Manado Post/dok.JPNN
Ketum PSSI Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), TNI AD Letjen Eddy Rahmayadi belakangan mulai sering melakukan pertemuan dan sosialisasi kepada masyarakat di Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah baliho dan umbul-umbul yang menampilkan wajah Eddy Rahmayadi juga sudah ramai terpajang di sudut kota Medan.

Nama Eddy Rahmayadi digadang-gadang bakal turun gelanggang dan ikut meramaikan bursa pemilihan calon gubernur sumut (Cagubsu) 2018 mendatang.

Informasi yang berkembang saat ini alumni SMA Negeri 1 Medan itu telah mengundurkan diri dari keanggotaan TNI agar bisa lebih fokus menghadapi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu).

Pergerakan mantan Pangdam I/BB itu nampaknya terus dipantau oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Bahkan, secara khusus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Sumut sudah berkomunikasi dengan Eddy Rahmayadi. “Secara khusus memang sudah berkomunikasi dengan Pangkostrad, Letjen Eddy Rahmayadi, karena beliau masuk radar PDI-P dari kalangan eksternal,” ujar Sekretaris DPD PDIP Sumut, Soetarto, kemarin.

Selain Pangkostrad, kata dia, PDI-P juga sudah menjalin komunikasi dengan beberapa nama yang sudah sering disebut-sebut bakal ikut meramaikan bursa Cagubsu. “Dengan Pak Ngogesa dari Golkar sudah ketemu, Incumbent Tengku Erry juga sudah berkomunikasi, memang belum ada keputusan resmi, kami minta teman-teman media dan masyarakat untuk bersabar,”paparnya.

Soetarto juga berharap agar nama-nama yang disebutkan nya tadi bersedia untuk mengikuti mekanisme internal PDI-P. “Kami ada buka penjaringan, silahkan untuk mendaftar, kalau dari internal ada nama Japorman Saragih, Junimart Girsang, Maruara Sirait, serta Syukur Nababan,”sebutnya.

Saat mengikuti rakernas di Bali, ada instruksi dari Ketua Umum DPP PDIP agar memepersiapkan diri sebaik mungkin untuk memghadapi Pilkada 2018. Sebab, selain Pilgubsu ada 8 pemilihan bupati/wali kota di saat bersamaan,”urainya.

Mengenai peluang berkoalisi, dia menyebut dengan siapapun membuka diri. “Siapapun yang mau berkoalisi kita terima, asalkan landasannya UU 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kearifan lokal di masing-masing daerah berbeda, jadi tidak bisa koalisi di tingkat pusat turun sampai tingkat paling bawah, walaupun idealnya memamg demikian,”pungkasnya.

Pengamat Politik, Faisal Akbar menilai sosok Eddy Rahmayadi cukup mumpuni untuk bersaing memperebutkan kursi Sumut 1. “Popularitas dan elektabilitas Pangkostrad Letjen Eddy Rahmayadi pasti tinggi, atas pencapaiannya saat ini,”katanya.

Sejauh ini, kata Faisal, hubungan Eddy Rahmayadi cukup baik dengan kalangan istana. Bukan tidak mungkin, PDIP bakal mengusung alumni SMA Negeri 1 Medan itu.

“PDI-P punya tradisi mengusung militer, dan memang PDI-P sejauh ini belum punya sosok yang mumpuni. Bukan tidak mungkin nama Eddy Rahmayadi bakal diusung PDI-P untuk bertarung di Pilgubsu 2018,”paparnya.

Faisal mengakui, nama Eddy Rahmayadi meroket ketika berhasil membangkitkan klub legendaris PSMS Medan dari keterpurukan saat masih menjadi Pangdam I/BB. Akademisi asal Universitas Sumatera Utara (USU) itu mengaku peluang Eddy Rahmayadi untuk bertarung dan menang di Pilgubsu 2018 cukup besar. Terlebih dengan nama besar yang dimilikinya saat ini.(dik/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/