Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mencatat 18 kasus Influenza Tipe A sepanjang Januari hingga September 2026. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada pasien dari kasus tersebut yang menjalani rawat inap.
Plt Kepala Dinkes Kota Medan dr Surya Syahputra Pulungan M.Kes, mengatakan seluruh temuan tersebut menjadi bagian dari pemantauan terhadap penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
“Benar, ada 18 kasus Influenza Tipe A di Kota Medan sepanjang Januari-September 2026. Saat ini tidak ada yang rawat inap,” ujar Surya kepada Sumut Pos, Selasa (29/9/2026).
Surya menjelaskan, Influenza Tipe A dapat menular dengan mudah dari satu orang ke orang lainnya melalui saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat.
Menurutnya, terdapat sejumlah kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak infeksi, di antaranya lanjut usia (lansia), masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri.
“Kelompok masyarakat berisiko tinggi adalah lansia, masyarakat yang punya komorbid (penyakit bawaan) dan pelaku perjalanan ke luar negeri,” jelasnya.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
Selain itu, etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain. Masyarakat yang mengalami gejala pilek atau batuk juga dianjurkan menggunakan masker.
Surya meminta warga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, flu, malaise atau rasa lemah, serta myalgia atau nyeri otot, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. “Kalau mengalami gejala-gejala tersebut, segera memeriksakan diri ke puskesmas,” sarannya.
Belum Siapkan Vaksin Influenza
Terkait vaksinasi Influenza, Surya mengatakan Pemko Medan saat ini belum menyediakan vaksin Influenza secara khusus bagi masyarakat, termasuk kelompok yang tergolong rentan.
“Belum ada (vaksin Influenza yang disiapkan Pemko Medan). Kita masih edukasi masyarakat melalui puskesmas dan melakukan imbauan kepada masyarakat melalui media sosial,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan yang disampaikan Dinkes Medan.
Sumut Terdeteksi 27 Kasus
Sementara itu, Dinkes Sumatera Utara (Sumut) mencatat 27 kasus Influenza A yang terdeteksi melalui pemeriksaan pada dua lokasi sentinel surveilans Influenza Like Illness (ILI).
Dua lokasi tersebut yakni Puskesmas Teladan untuk wilayah Kota Medan dan Rumah Sakit Amri Tambunan untuk wilayah Kabupaten Deli Serdang.
Kepala Dinkes Sumut Faisal Hasrimy melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Provinsi Sumut, dr Nora Nasution, mengatakan 27 kasus tersebut merupakan hasil pemeriksaan dari pasien yang masuk dalam pemantauan sentinel ILI. “Influenza A sampai saat ini sudah ada 27 kasus. Itu pun kita dapatkan dari data Sentinel ILI,” ujar Nora.
Dari data tersebut, tiga kasus ditemukan pada Agustus. Sedangkan pada September, jumlah temuan dari pemeriksaan sentinel meningkat menjadi 18 kasus.
Namun, Nora menegaskan angka 27 kasus tersebut belum menggambarkan keseluruhan kasus Influenza A di Sumut. Sebab, pemeriksaan sentinel hanya dilakukan pada dua lokasi.
“Di Provinsi Sumatera Utara itu ada dua site-nya. Di Puskesmas Teladan dan satu lagi di Rumah Sakit Amri Tambunan. Jadi 27 kasus ini kita dapat dari situ, dari dua site-nya,” katanya.
Pasien yang diperiksa di dua fasilitas tersebut umumnya berasal dari wilayah sekitar lokasi sentinel. Puskesmas Teladan menjadi salah satu lokasi pemantauan masyarakat Kota Medan, sedangkan RS Amri Tambunan melayani wilayah Deli Serdang.
Suspek Belum Tentu Influenza A
Nora juga mengingatkan masyarakat agar membedakan pasien suspek dengan kasus Influenza A yang telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan.
Gejala seperti demam, batuk, pilek dan batuk kering dapat membuat seseorang masuk kategori suspek. Namun, untuk memastikan seseorang terinfeksi Influenza A diperlukan pemeriksaan laboratorium.
“Kalau suspek itu artinya semua orang yang dengan gejala, demam, batuk, pilek, batuk kering. Itu suspek semuanya disebutkan. Tapi kalau kalian mau cari yang Influenza A itu cuma 27 orang,” jelasnya.
Menurut Nora, gejala influenza dapat menyerupai Covid-19 karena sama-sama menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebabkan demam. Namun, tingkat keparahan penyakit dapat berbeda pada setiap pasien. “Semua gejala influenza itu semuanya mirip pasti sama Covid. Tapi lihat tingkat keparahannya,” katanya.
Ia menjelaskan, influenza musiman pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang baik. Namun, kondisi tersebut dapat berbeda pada pasien yang memiliki penyakit penyerta.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain anak-anak, terutama balita, lansia dan ibu hamil. Berdasarkan pemantauan Dinkes Sumut, temuan melalui pemeriksaan ILI saat ini lebih banyak ditemukan pada kelompok anak-anak dan lansia.
Pada lansia, penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung maupun penyakit lainnya dapat meningkatkan risiko kondisi yang lebih berat ketika mengalami infeksi.
Belum Ada Kematian
Meski terjadi peningkatan temuan pada periode Agustus hingga September, Dinkes Sumut menyatakan belum menerima laporan kematian dari kasus Influenza A yang terdeteksi melalui dua lokasi sentinel tersebut. “Tidak sampai ada orang yang dilaporkan meninggal dunia. Tidak ada,” tegas Nora.
Ia meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan.
Menurutnya, influenza merupakan penyakit yang dapat muncul setiap tahun dan penyebarannya dapat dipengaruhi berbagai kondisi, termasuk perubahan cuaca. (map/ila)

