Home Blog Page 1001

Menurut Pengamat, Harga BBM Nonsubsidi Turun Cukup Rasional

Pelayanan pengisian BBM di SPBU di Jalan Yos Sudarso, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina Patra Niaga, melakukan penyesuaian terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, dengan menurunkan harga jenis bahan bakar umum (JBU) secara berkala. Kini, 1 November 2023, Pertamax Series dan Dex Series mengalami penurunan harga.

Untuk diketahui, penyesuaian harga terakhir pada 1 November 2023 dibandingkan periode Oktober 2023 untuk wilayah Sumatera Utara, Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp14.000 per liter, dari sebelumnya Rp14.300. Sedangkan Pertamax Turbo (RON 98), turun menjadi Rp15.800 per liter dari sebelumnya Rp16.950.

Untuk produk jenis gasoil (diesel) yakni Dexlite (CN 51), disesuaikan menjadi Rp17.300 per liter dari sebelumnya Rp17.550. Pertamina Dex (CN 53) turun menjadi Rp18.100 per liter dari sebelumnya Rp18.250.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menyikapi harga turun BBM nonsubsidi itu, merupakan komitmen dari PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina. Ia menilai penyesuaian harga tersebut, sangat tepat.

Hal itu, menurutnya penyesuaian harga itu, dilakukan melihat mekanisme pasar dan sesuai dengan kebijakan masing-masing badan usaha.

“Ketika harga biaya produksinya keekonomian mengalami penurunan dan harga jualnya sekarang sudah di atas harga keekonomian saya pikir cukup rasional bagi badan usaha melakukan penyesuaian harga BBM Non Subsidi,” kata Gunawan, Rabu (1/11).

“Ditambah pada bulan Oktober kenaikan harga minyak mentah dunia dipicu oleh terjadinya konflik antara Hamas dengan Israel. Dan saat ini harga minyak tersebut ditransaksikan dikisaran $81 per barelnya,” jelas Gunawan.

Menurutnya harga BBM Pertamina untuk yang non subsidi, jika dibandingkan dengan harga dari kompetitor Pertamina terpantau masih lebih kompetitif. Harga baru yang berlaku untuk provinsi dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5% seperti di wilayah Sumatera Utara.

“Pertamina masih lebih unggul jika membandingkan selisih harga jual BBM-nya. Akan tetapi gambaran fluktuasi harga minyak non subsidi ini harus bisa diterjemahkan bahwa itulah harga keekonomian BBM pada dasarnya,” ungkap Gunawan.

Terpisah, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menjelaskan harga baru per 1 November 2023 ini sudah sesuai dengan penetapan harga yang diatur dalam Kepmen ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.

Adapun harga BBM non subsidi bersifat fluktuatif, sehingga Pertamina melakukan evaluasi secara berkala mengikuti tren dan mekanisme pasar. Pertamina melakukan penyesuaian harga mengikuti tren harga minyak dunia dan harga rata-rata publikasi minyak.

“Harga BBM non subsidi Pertamina mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya minyak mentah, publikasi MOPS dan Kurs, agar Pertamina tetap dapat menjamin penyediaan dan penyaluran BBM hingga ke seluruh pelosok Tanah Air,” jelas Irto.

Irto menambahkan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapatkan penugasan pendistribusian BBM hingga ke pelosok negeri, pihaknya berkomitmen penuh untuk menyediakan dan menyalurkan BBM berdasarkan prinsip Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability dan Sustainability.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menyediakan pasokan produk BBM berkualitas di seluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya di kota-kota besar namun ke seluruh pelosok negeri, dengan harga yang kompetitif,” tandasnya.(gus)

Pemprov Sumut Proses 3 Nama Calon Pj Bupati Paluta

Kantor Bupati Paluta.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS CO – Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, sudah menerima surat pengajuan atau pengusulan nama-nama Penjabat (Pj) Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Untuk diketahui, Bupati Paluta, Andar Amin Harahap dan Wakil Bupati Paluta, Hariro Harahap, Masa Jabatan: 2018-2023 dan berakhir pada 27 November 2023.

“Padang Lawas Utara, sebenarnya dalam waktu dekat ini. Kalau paluta Kemendagri sudah meminta nama-nama Pj Bupati,” sebut Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, Juliadi Harahap saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (1/11/2023).

Disinggung siapa-siapa saja nama Pj Bupati Paluta diajukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut ke Kemendagri. Juliadi enggan membeberkan, dengan alasan masih dalam proses untuk pengajuan nama Pj Bupati Paluta tersebut.

“Belum, dalam proses dan sedang kita proses ini. Kan berakhir masa jabatannya, 27 November 2023 ini,” kata Juliadi.

Sedangkan berdasarkan informasi diperoleh, bahwa DPRD Paluta sudah mengusulkan tiga calon nama Pj Paluta, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Paluta, Patuan Rahmad Syukur Hasibuan.

Kemudian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut, M Mahpullah Pratama Daulay dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih.

Lanjut, Juliadi mengungkapkan bahwa pengajuan atau pengusulan nama Pj Bupati Paluta, sesuai peraturan yang ada. Tiga nama diusulkan dari Pemprov Sumut dan 3 nama dari DPRD Paluta.

“Dari Pemprov Sumut tiga nama, dari DPRD Paluta tiga nama juga,” ucap Juliadi.

Juliadi mengungkapkan bahwa tiga nama diusulkan calon Pj Bupati Paluta dari DPRD Paluta, pihaknya tidak terlalu mengetahui. Karena, masing-masing mempunyai mengusulkan atau mengajukan nama-nama tersebut.

“Kalau mekanismenya, mereka (DPRD Paluta) sebenarnya gak mesti masuk ke kita. Mereka menunjukkan (atau langsung mengirim tiga nama calon Pj Bupati Paluta) ke Kemendagri,” tandas Juliadi.(gus/ram)

Momogi Ajak Anak Melatih Mental dan Berkreasi Melalui TikTok Dance Challenge

Putra Jessica Iskandar, El-Barack mengikuti photo contest #MowMoWish

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Snack kesayangan masa kecil, Momogi kini genap berusia 20 tahun pada bulan November ini. Memasuki usia ke-20, Momogi semakin memantapkan diri untuk terus menghadirkan berbagai inovasi baru agar dapat memberikan produk terbaik dan berkualitas bagi masyarakat dalam negeri dan luar negeri.

Dahulu, Momogi pertama kali hadir dengan 3 varian rasa Momogi Stick yakni jagung bakar, coklat, dan keju dengan ciri khas berbentuk stik dan rongga pada bagian tengah. Dengan hanya 3 rasa tersebut, berhasil membawa Momogi meraih TOP Brand dan Best Brand Award hingga tahun 2022.

Hingga kini, Momogi telah memiliki 8 varian snack yaitu Momogi Mini Stick, Momogi Wafer Salut, Momogi Twist Stick, Momogi Malkist Crackers, Momogi Love Heart, Momogi Star Bite, Momogi Snack Nugget, dan Mowmow Mie dengan berbagai rasa yang unik dan nagih tentunya.

Head of Marketing PT Sari Murni Abadi , Bernando Pardamean menyampaikan bahwa momen peringatan ke 20 tahun ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur dan sukacita atas segala pencapaian brand Momogi sejak tahun 2000.

Bernando menambahkan “Segala pencapaian yang kami dapatkan semuanya tidak terlepas dari peran seluruh masyarakat Indonesia yang hingga saat ini masih menjadikan Momogi sebagai snack favorit mereka. Momogi akan segera meluncurkan varian rasa baru sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.”

Dalam memeriahkan genapnya usia #Momogi20Tahun, Momogi menghadirkan kompetisi #MowMowDance yakni TikTok dance challenge selama bulan November 2023 dan offline dance competition sudah diselenggarakan di FX Sudirman bersama media Coppamagz pada 29 Oktober 2023. Dance challenge ini akan menggunakan jingle Momogi terbaru dan terbuka untuk semua umur, gender, dan kalangan.

Selain itu, Momogi juga akan mengadakan photo contest #MowMoWish yang dikhususkan bagi anak-anak selama bulan November. Dalam photo contest ini, anak-anak diminta untuk berkreasi membuat ucapan ulang tahun Momogi ke-20 dalam bentuk coret-coretan di kertas dan nantinya akan di unggah ke Instagram.

Photo contest #MowMoWish ini juga diikuti oleh putra sulung Jessica Iskandar, El-Barack. Untuk Informasi selengkapnya dapat melihat ke akun instagram @mowmowlagi.

Kedepannya, ujar Bernando, Momogi akan berkomitmen untuk terus berinovasi menghadirkan varian produk-produk berkualitas untuk konsumen dalam dan luar negeri serta memastikan jalur distribusi agar produk Momogi dapat dengan mudah didapatkan. (rel/sih)

Promosikan Kebudayaan dan Destinasi Wisata Karo, Baskami Apresiasi Film Perik Sidua-dua

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Baskami Ginting memberikan apresiasi atas Gala Premiere Film Perik Sidua-dua yang digelar baru-baru ini di Ciwalk XXI, Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Pasalnya, film yang berlatar belakang budaya adat karo tersebut menjadi momen bersejarah bagi perkembangan perfilman di Sumatera Utara.

Tak hanya itu, film tersebut juga sekaligus mempromosikan kebudayaan dan destinasi wisata yang ada di Sumatera Utara pada umumnya serta Kabupaten Karo dams sekitarnya ke kancah nasional bahkan internasional.

“Keunikan dari Film Perik Sidua-dua ini adalah keberanian sineas Karo memproduksi film yang mengandalkan sumber daya manusia dari lokal untuk mempromosikan kebudayaan dan destinasi wisata Karo ke tingkat nasional bahkan harapan saya bisa mennjangkau manca negara. Film ini sebagai bentuk kemajuan kreatifitas Masyarakat karo dalam mengemas promosi kepariwisataan dalam bentuk media film, hingga patut kita apresiasi,” ucap Baskami, Rabu (1/11/2023).

Dikatakan Baskami, saat ini orang-orang Karo bukan hanya berdiam di tanah Karo. Di wilayah Sumatera Utara sendiri, kebudayaan Karo berkembang di Deli Serdang, Medan, Langkat, Binjai, Serdang Bedagai dan di kabupaten dan kota lainnya.

“Sebaran kebudayaan Karo ini memperkaya khasanah budaya di Sumatera Utara. Saya sebagai Ketua DPRD Sumatera Utara sangat bergembira dan mendukung penuh karya anak-anak muda Karo ini,” ujarnya.

Baskami juga menjelaskan bahwa peringatan sumpah pemuda yang lalu juga merupakan momen bersejarah pergerakan pemuda-pemuda Indonesia dari berbagai daerah, termasuk karo dalam membuka gerbang kemerdekaan Indonesia.

Ia menjelaskan, Keterkaitan Hari Sumpah Pemuda dengan Film Perik Sidua-dua itu bagai Sungai yang mengeratkan hubungan gunung dengan laut.

“Pemuda-pemuda dari berbagai daerah pada 28 Oktober 1928 pernah bergerak bersama tanpa memandang ras, suku, agama dan golongan untuk menyatukan visi misi kebangsaan. Mereka mengembangkan imajinasi tentang sebuah negara yang berakar keragaman budaya di Nusantara. Mereka bergerak melintasi pegunungan, Sungai, hutan, samudera dan berbagai pulau berbagi gagasan tentang masa depan sebuah bangsa,” katanya.

Seperti kisah Sumpah Pemuda, kata Baskami, Film Perik Sidua-dua juga menggerakkan semua potensi alam, manusia dan budaya yang tumbuh di ekosistem gunung api dari Karo ke tanah Pasundan.

“Potensi-potensi yang berjiwa muda ini berduyun-duyun menuju satu pertemuan besar di Ciwalk XXI Bandung; baik lewat jalur laut, darat dan udara. Gelombang pergerakan menyeberangi pulau dan samudera ini berlangsung cepat,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, film yang didesain dalam bentuk Gala Premiere ini dapat menarik penonton dari berbagai daerah di Indonesia; Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Solo, Surabaya, Medan, Karo, Binjai dan berbagai daerah lainnya.

“Seluruh elemen dan kekuatan produksi Film Perik Sidua-dua bergerak serempak menyebarkan kabar ke seluruh platform media tentang penyelenggaraan Gala Premiere Film Perik Sidua-dua di tanah Pasundan. Kekuatan ini lahir dari alam dan budaya yang lahir dari eksotisme taman gunung api Karo bersinergi dengan elemen-elemen yang hidup di wilayah hilir dan perkotaan,” jelasnya.

Menurut Baskami, hal ini membuktikan bahwa karya sinema anak-anak daerah memiliki keistimewaan, keotentikan dan daya pukau sehingga masyarakat berbondong-bondong hadir di Ciwalk XXI.

“Ketertarikan Masyarakat untuk menyaksikan film ini yang bukan hanya dari suku Karo, menandakan bahwa kita sudah rindu dengan karya-karya anak Sumatera Utara yang berkualitas tinggi dan dapat diterima seluruh Masyarakat yang tidak tersekat perbedaan suku maupun agama,” sambungnya.

Baskami juga menjelaskan bahwa Gala Premiere Film Perik Sidua-dua ini juga menggemakan berbagai capaian sejarah. Menurutnya, Gala Premiere ini menunjukkan karakter Film ini yang menomorsatukan keanekaragaman dan perbedaan yang saling melengkapi dan menguatkan.

“Gala Premiere Film Perik Sidua-dua yang digelar bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda lalu sebagai bunyi gendang bergelombang, mengajak semua Masyarakat di Indonesia melihat diri dan ekosistem sekitar yang mempengaruhi perkembangan gagasannya agar tetap bergerak membuat perubahan-perubahan tatanan yang tetap teguh mempertahankan tradisi leluhur. Wujud nyata dari upaya mengelola budaya untuk hidup berkelanjutan,” pungkasnya.
(map/ram)

Karyawan dan Askep Kebun di Asahan Dianiaya, Diduga Pelaku dari Kelompok Penggarap Lahan

PERAWATAN: Korban penganiyaan Edi Radius saat menjalani perawatan di rumah sakit.(foto/ istimewa).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Seorang karyawan kebun PT Sari Persada Raya (SPR) di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan bernama Edy Radius dianiaya oleh sejumlah orang yang diduga sebagai penggarap lahan kebun di depan anak istrinya, Minggu (29/10/2023).

Video yang diterima Sumutpos.co, Selasa (31/10/2023) terlihat seorang pria tampak dikerumuni beberapa orang dan mendapatkan beberapa pukulan.

Korban penganiayaan, Edy saat ditemui wartawan di rumah sakit mengaku mendapatkan pukulan yang diduga adalah sejumlah penggarap kebun SPR.

“Mobil saya dihadang mereka, dengan suara kasar mereka minta saya keluar. Padahal di dalam itu ada istri dua anak saya. Kami baru saja menjemput orang yang lagi sakit dari rumah sakit,” kata Edy.

Saat itu dikatakannya ia hendak pulang ke komplek kebun perumahan namun di tengah jalan dihadang oleh kelompok penggarap dan meminta mereka berhenti.

“Saya turun, dan itulah yang di video. Satu dari penggarap terus mengejar saya, sampai terjadi pemukulan hingga di bagian belakang kepala saya,” ujar Edy.

Edy bersyukur, saat itu ada warga yang datang untuk menahan para penggarap dan menyuruh dirinya untuk bergegas masuk ke dalam mobil dan langsung meninggalkan lokasi.

“Tapi, beberapa ratus meter ke depan. Kami dihadang kembali dan bahkan, saat itu saya sedang membuka kaca mencoba dicucuk dengan parang oleh tiga orang. Tapi, saya lebih dahulu menaikan kaca sehingga tidak sempat,” katanya.

Salain menerima pukulan dan serangan dari para penggarap, mobil milik Edy juga mengalami kerusakan. Beberapa bagian kaca mobilnya pecah.

“Mereka melakukan itu di depan istri dan anak-anak saya yang di dalam mobil. Mereka sekarang masih ketakutan dan trauma,” kata dia.

Kasus ini sudah dilaporkannya ke Polres Asahan. Namun karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk diperiksa sebagai pelapor Edy mengatakan baru melakukan visum atas kejadian ini.

Kekerasan terhadap Edy di wilayah kebun SPR tidak hanya terjadi pada dirinya. Di hari yang sama pada tempat yang berbeda, seseorang pria yang diduga kuat adalah warga penggarap terekam CCTV ikut menyerang pos satpam kebun dan mengejar melakukan terhadap seorang karyawan yang kebetulan melintas.

“Saya dipanggilnya berhentilah. Waktu itu naik sepeda motor. Entah bagaimana dia mengamuk dan memukul saya di wajah. Terus karana dia bawa pecahan kaca saya lari karena di situ dia mau menikam saya,” kata Alexon Damanik karyawan PT SPR yang ikut menjadi korban penganiayaan.

Terpisah, Manager PT SPR Agustinus Tarigan dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut. Melihat semakin panasnya konflik di lahan hak guna usaha (HGU) mereka pihaknya merasakan kekhawatiran dan keselamatan dari para karyawannya.

“Pertama upaya yang telah kami lakukan adalah memberikan perawatan berupa perobatan kepada kedua karyawan dan sampai hari ini mereka masih di rumah sakit,” kata Agustinus.

Ia mengatakan, dengan kejadian ini buntut dari lambannya penyelesaian persoalan yang terjadi di lahan HGU yang dipermasalahkan masyarakat penggarap, padahal telah ada dibentuk tim terpadu menangani masalah ini melibatkan banyak pihak.

“Kita tau, terkaiat permasalahan di lahan HGU ini sedang dalam proses penyelesaian lewat tim yang sudah dibentuk. Dengan adanya tindakan kekerasan seperti ini kami khawatir ini keinginan penyelesaian masalah ini tidak ada ujungnya. Terhadap kasus penganiayaan ini juga kami telah membuat laporan ke Polres Asahan agar pelaku untuk ditindak secara hukum,” ujarnya.(mag-10/ram)

Kondisi Becek di Pasar Kwala Bertahun-tahun Tak Dibenahi, Pedagang Mengadu ke DPRD Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pedagang Pasar Kwala di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor mengadukan kondisi pasar tempat mereka berdagang yang kian hari kian memprihatinkan. Pasalnya, kondisi drainase yang tidak berfungsi di kawasan pasar Kwala hingga kini belum dilakukan pembenahan. Alhasil, kondisi pasar selalu becek dan berbau busuk.

Tak hanya itu, Pasar Kwala juga kerap dilanda banjir hingga setinggi lutut orang dewasa setiap kali hujan turun akibat tidak berfungsinya drainase di pasar tersebut.

Keluhan itu disampaikan para pedagang Pasar Kwala saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi III DPRD Medan bersama Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno dan jajarannya, Selasa (31/10/2023) sore.

“Hampir 19 tahun kami para pedagang di Pasar Kwala berjuang agar drainase di sana dibenahi, tapi hasilnya tidak ada. Tapi kalau untuk proyek pembenahan yang anggarannya miliaran, sangat cepat dibenahi,” keluh Ferdi Sembiring dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Afif Abdillah, Sekretaris Hendri Duin, dan para anggota seperti Edward Hutabarat dan Irwansyah.

Menanggapi keluhan pedagang, Edward Hutabarat mengatakan bahwa kondisi Pasar Kwala saat ini memang sangat memprihantinkan dan memerlukan sentuhan langsung dari Pemko Medan.

“Saya bukan berasal dari Dapil sana, tapi sering belanja di sana. Memang kondisi Pasar Kwala ini memprihatinkan, sistem drinase benar-benar rusak. Padahal jika melihat konsep arah pembangunan, kawasan ini menjadi kawasan alternatif menuju Berastagi. Maka Pemko Medan perlu memperhatikan hal ini,” ucapnya.

Politisi PDIP itu mengaku tidak memahami, bagaimana sebenarnya konsep pembangunan dari Dinas SDABMBK Kota Medan yang dinilai tidak bjsa melihat mana pembangunan yang lebih penting untuk didahulukan atau diprioritaskan.

“Lihat kondisi Pasar Kwala ini, kalau bisa saudara wali kota turun secara langsung. Kita sendiri pun bingung melihat saudara Topan sebagai Kadis SDABMBK sangat sulit dihubungi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PUD Pasar Kota Medan, Suwarno mengatakan jika pihaknya sudah tiga kali menyurati Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Medan terkait hal itu.

“Saya juga sudah menghadiri rapat di kantor Dinas SDABMBK dan membahas tentang drainase di pasar Kwala Bekala, namun sampai saat ini belum terealisasi sehingga kami bingung. Untuk itu, kami minta dan memohon dukungan dari bapak-bapak anggota komisi 3 agar dapat membantu para pedagang,” kata Suwarno.

Kemudian, sambung Suwarno, pihaknya juga telah melakukan penataan agar para pedagang bisa lebih tertib dalam berjualan.

“Tapi memang kita akui kalau kondisi jalan di Pasar Kwala Bekala memang sering becek akibat banjir,” sebutnya.

Terkait hal itu, Ketua Komisi III, Afif Abdillah mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.

“Kita akan memanggil Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, sehingga apa yang dikeluhkan pedagang dapat diberikan solusi demi kenyamanan pedagang. Sebab persoalan drainase di Pasar Kwala Bekala ini sudah sangat lama, tapi belum dapat dituntaskan,” pungkasnya.
(map/ram)

Sutrisno: Hanya Orang Titipan, Tidak Layak Jadi Bagian dari PDIP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keluarnya dua orang relawan Bobby Nasution dari PDI Perjuangan sekaligus pembatalan pencalegannya dari partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut, menuai reaksi dari PDIP Sumut.

Anggota PDIP Sumut, Sutrisno Pengaribuan, mengatakan bahwa para relawan Bobby Nasution tersebut memang layak untuk keluar dari PDIP. Sebab ia menilai, mereka yang keluar hanyalah orang-orang ‘titipan’ yang memang tidak pernah punya kontribusi apapun untuk PDIP.

“Sebagai kader PDIP, tentu kami bergembira karena akhirnya orang- orang titipan itu sadar diri karena memang tidak layak menjadi bagian dari PDIP. Mereka orang-orang yang tidak pernah punya kontribusi dan perjuangan apapun kepada PDIP, sehingga memang tidak layak menjadi caleg apalagi pengurus PDIP. Intinya, mereka hanya orang titipan, tidak layak jadi bagian dari PDIP,” ucap Sutrisno kepada Sumut Pos, Rabu (1/11/2023).

Apalagi, sambung Sutrisno, pasca Bobby Nasution yang ‘menitipkan’ mereka di PDIP telah menyatakan dukungan secara terbuka kepada pasangan selain Ganjar – Mahfud yang jelas-jelas melanggar perintah partai.

“Maka tentu langkah mundur tersebut adalah yang paling tepat. PDIP tidak butuh alasan dan pertimbangan apapun terkait pengunduran diri keduanya. Lebih cepat lebih baik,” ujar mantan Anggota DPRD Sumut periode 2014 – 2019 tersebut.

Sutrisno pun berharap agar peristiwa mundurnya dua caleg ‘titipan’ tersebut dapat membuka mata para pimpinan dan kader PDIP, bahwa ada persoalan serius dalam pola rekrutmen pengurus dan caleg PDIP.

“Orang yang hanya karena jadi relawan menantu Jokowi diberi karpet merah menjadi pengurus dan caleg PDIP, sementara banyak kader PDIP yang ikut berjuang bersama PDIP sejak awal justru tersisih,” kata mantan Ketua Komisi D DPRD Sumut itu.

Sebagai contoh, kata Sutrisno, sosok Henry Jhon Hutagalung yang merupakan mantan Ketua DPC PDIP Medan, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, hingga pernah menjadi Ketua DPRD Medan periode 2014- 2019 yang terpaksa pindah partai karena tidak diberi kesempatan menjadi caleg di PDIP.

“Demikian juga dengan para kader, pengurus PAC, DPC, Badan dan Sayap PDIP, mereka banyak yang kecewa akibat digeser dan digusur orang- orang ‘titipan’ yang sama sekali tidak memiliki rekam jejak kontribusi dan perjuangan terhadap partai,” ungkapnya.

Dari peristiwa ini, lanjut Sutrisno, seharusnya para pimpinan partai dari tingkat DPC, DPD, hingga DPP PDIP dapat membuka mata, telinga, dan hati nuraninya atas adanya masalah pada pola rekrutmen pengurus dan caleg di berbagai tingkatan.

Sutrisno yang juga merupakan Presidium GaMa Centre itu meminta agar ada tindakan konkret dalam menjawab hal- hal yang mungkin timbul di kemudian hari secara khusus terkait masalah tersebut.

“Meskipun dari sisi partai, PDIP diuntungkan karena pengunduran diri para kader- kader ‘karbitan’ dan ‘titipan’ seperti ini,” lanjutnya.

Sebagai kader PDIP, Sutrisno juga meminta agar para pengurus partai dapat merespons kasus tersebut dengan cepat dan serius untuk memastikan target- target Pemilu tidak terganggu.

“Sebab jika target Pemilu tidak tercapai, hal tersebut akan dijadikan dasar dan alasan untuk melakukan evaluasi di tiap tingkatan kepengurusan partai,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dua orang relawan Bobby Nasution, yakni Hasanul Jihadi alias Jiji dan Muhammad Fadli, memilih keluar dan batal menjadi bacaleg PDIP di Pemilu 2024. Mereka mengaku memilih meninggalkan PDIP karena tegak lurus dengan Presiden Jokowi.

Keduanya mengaku sebagai Jokowisme dan mendukung Prabowo – Gibran dalam Pilpres 2024. Jiji pun mengucapkan terima kasih kepada PDIP yang telah memberikan kesempatan bagi mereka.
(map/ram)

UIN Sumatera Utara-Unpad Jalin MoU, Tebar Kebermanfaatan untuk Mewujudkan Kesejahteraan

KERJA SAMA: Prof Dr Nurhayati MAg (2 kanan) dan Prof Dr Rina Indiastuti MSIE saat MoU UIN Sumatera Utara dengan Unpad.ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Padjajaran (Unpad) di Bandung akhir Oktober lalu.

Prof Dr Nurhayati MAg hadir didampingi Wakil Rektor IV UIN Sumatera Utara Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof Dr Muzakkir MAg, pejabat bagian kerja sama dan Humas.

Rektor UIN Sumatera Utara berharap kerja sama yang terjalin ini menjadi pintu awal kerja sama lebih teknis oleh fakultas dengan program yang disesuaikan potensi masing-masing.

Dalam pertemuan ini,
Prof Dr Nurhayati MAg memaparkan profil UIN Sumatera Utara mulai fakultas, jumlah mahasiswa, lokasi kampus hingga berbagai program akademik dan non-akademik.

Rektor UIN Sumatera Utara menyampaikan tentang ruh pendidikan di UIN Sumatera Utara dengan pendekatan wahdatul ‘ulum atau integrasi keilmuan. Tidak hanya pembelajaran fokus pada ilmu umum dan ulasannya, tapi terpenting juga fokus pada sudut pandang dari sisi pendekatan keilmuan Islam. Atau kajian dengan pendekatan nilai-nilai Al-Quran dan sunnah.

”Unpad ini termasuk universitas yang bonafit di Indonesia, jadi Kami ingin belajar banyak. Terkait keunggulan dan prestasi yang bisa kami pelajari dan dibagi,” katanya.

Kedepan, kerja sama lebih terinci. Misal joint research, kolaborasi program para dosen terkait penelitian dan lain sebagainya. Termasuk bagaimana jalin kerja sama dengan OKI dan membangun fasilitas rumah sakit.

Hal itu sejalan dengan UIN Sumatera Utara yang berencana memiliki fakultas kedokteran dan rumah sakit berbasis syariah.

Prof Dr Nurhayati MAg menyampaikan bahwa dirinya baru menjabat rektor selama lima bulan. Ia menjadi rektor perempuan pertama di UIN Sumatera Utara.

”Mudah-mudahan kerja sama yang dibangun ini bisa ditindaklanjuti dalam bentuk program kolaborasi sehingga semakin bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Rektor UIN Sumatera Utara menyampaikan bahwa berbagai kerja sama terus dibangun dengan lembaga pendidikan tinggi dan non-pendidikan untuk pengembangan program tridharma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Rektor Unpad Prof Dr Rina Indiastuti MSIE didampingi jajaran pimpinan kampus menyambut baik kunjungan kerja sama tersebut. Ia juga memaparkan profil Unpad yang memiliki 190 program studi dari jenjang D-4 hingga S-3 yang sebagian besar memiliki akreditasi internasional.

Disebutkan dia, Unpad mengusung ecology dan education campus sebagai visi pengembangan kampus. Unpad memiliki 36 ribu mahasiswa. Tidak terlalu banyak karena fokus Unpad pada kualitas pembelajaran dan pendidikan tinggi.

Unpad, lanjut Prof Dr Rina Indiastuti MSIE, memiliki pusat pelatihan dan laboratorium bioteknologi, terkait obat-obatan, vaksin dan lainnya. Unpad juga sebagai kampus pelopor dalam pengembangan Iptek halal yang mendukung pengembangan industri halal. Diantaranya kehalalan untuk produk obat, kosmetik dan lainnya.

Rektor Unpab pun mendukung kerja sama ini sebagai upaya universitas menebar kebermanfaatan untuk mewujudkan kesejahteraan di tengah masyarakat dan peradaban. (dmp)

SP-Bun PTPN III Rayakan Ulang Tahun ke-25

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tahun Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Operasional Medan menggelar acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Tahun yang dilaksanakan di Gedung MICC Jalan Gagak Hitam, Medan, Senin (30/10/2023).

HUT Ke-25 kali ini mengambil tema Mari kita bangun hubungan industrial yang harmonis dan produktif untuk mewujudkan Perusahaan Sehat, Karyawan Sejahtera, dirangkai dengan pelantikan bersama seluruh Ketua Basis Kebun dan Unit PTPN III (Persero) periode 2023-2028, dan Penandatangan Kesepakatan Bersama Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Perayan HUT kali ini dihadiri oleh Direktur SDM Holding Perkebunan Nusantara, Seger Budiarjo, SEVP Operation I, Yudhi Cahyadi, SEVP Operation II, Sudarma Bhakti Lessan, SEVP Bussines Support, Tengku Rinel, jajaran Kepala Biro/Bagian dan Pengawas Wilayah. Serta tokoh-tokoh SPBUN PTPN III (Persero) antara lain Serta Ginting dan Direktur PTPN XIII, Tio Handoko hadir bergabung dengan seluruh pengurus SP-Bun tingkat perusahaan dan basis Kebun/Unit.

Ketua Umum SP-Bun PTPN III (Persero) Operational Medan, Rina Tanjung menyampaikan bahwa perusahaan maupun di Basis Kebun/Unit, agar terus belajar mengembangkan diri, serta selalu berupaya untuk merawat hubungan industrial yang harmonis dan produktif dengan manajemen.

“Hubungan kerja yang harmonis saja, tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan produktifitas kerja yang baik. Demikian pula halnya, jika hanya mengedepankan produktifitas, akan sangat berpotensi menimbulkan hubungan kerja yang kaku, mekanis dan tidak humanis. Sehingga masih dibutuhkan sikap kerja yang sarat dengan nilai-nilai keselarasan, keseimbangan serta humanis atau memanusiakan manusia, demi terciptanya keharmonisan dalam bekerja,” ujar Rina.

Kepada seluruh Jajaran Pengurus SP-Bun PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang hadir, ia mengajak bersama – sama dengan manajemen untuk tetap menjaga agar iklim kerja selalu kondusif sehingga apa yang kita cita citakan Perusahaan sehat karyawan Sejahtera dapat kita capai.

Di kesempatan yang sama, Direktur SDM Holding Perkebunan Nusantara, Seger Budiarjo menyampaikan, era ke depan yang ditandai dengan mekanisasi dan digitalisasi, itu adalah tantangan kita. “Seperti Ketua Umum tadi sampaikan, Serikat Pekerja akan berada di garda terdepan untuk menggali produksi, untuk menjaga aset dan lain sebagainya. Itu adalah spirit yang sangat luar biasa,” ujar Seger Budiarjo.

Tak lupa, Seger Budiarjo memberikan pesan dan harapannya kepada Serikat Pekerja PTPN III (Persero) yang merayakan hari jadinya yang ke-25 Tahun. Ia mengucapkan terimakasih kepada Serikat Pekerja atas peran aktif dan terus konsisten menjadi mitra strategis manajemen.

PTPN III, lanjutnya, sudah pada titik yang optimal saat ini. Produktifitas naik, ini tidak lain merupakan peran Serikat pekerja. “Saya sangat bangga dengan itu karena tanpa semangat juang, kerja keras, integritas capaian produksi itu tidak bakal tercapai. Ini yang menyebabkan kami manajemen mempunyai tingkat optimisme yang tinggi bahwa ke depan PTPN Group mampu melalui rintangan yang memang tidak ringan. Selamat ulang tahun, semoga menjadi media yang menyuarakan aspirasi karyawan dan berperan aktif dalam menyiapkan kader-kader yang berkualitas,” kata Seger Budiarjo.

Dalam gelaran acara HUT tersebut juga dirangkai dengan acara Ceremonial Pelantikan Serikat Pekerja dan Ketua Pengurus Basis Kebun dan Unit. Setelah sebelumnya sebanyak 56 basis SP-Bun melaksanakan Musayawarah Serikat Pekerja Tingkat Basis (Muserjatis) Ke VI untuk kepengurusan Periode 2023-2028. Ketua, Sekretaris dan Bendahara yang hadir merupakan pengurus baru yang terpilih dalam pelaksanaan Muserjatis Ke VI tersebut.

Dilanjutkan setelahnya Penandatangaan Kesepakatan Bersama Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) antara Manajemen PTPN III (Persero) dengan SP-Bun yang memuat dukungan dari Serikat Pekerja.

Hal ini merupakan bentuk komitmen mendukung program pemerintah dalam upaya penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di lingkungan PTPN III (Persero).

Kemudian, tindak lanjut komitmen Perusahaan dan Serikat Pekerja Perkebunan guna mewujudkan lingkungan kerja yang tenang, produktif dan bebas Narkoba di lingkungan kerja PTPN III (Persero) dan memastikan karyawan yang bebas dari Narkoba.

Diakhir acara ditutup dengan penampilan dari Zoel Purba seorang stand up komedian asal Medan, yang berhasil membuat suasana acara menjadi meriah. (ila)