Home Blog Page 1009

Kapolres Sergai Oxy Pimpin Razia Skala Besar

RAZIA: Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta Lakukan Briefing sebelum pelaksanaan Razia.

SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Serdangbedagai AKBP Oxy Yudha Pratesta, memimpin apel bersama untuk pelaksanaan Patroli Skala Besar, di halaman Mapolsek Teluk Mengkudu, Sabtu (28/10/2023) malam.

Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta dalam arahannya menegaskan, pelaksanaan Patroli Skala Besar ini bertujuan untuk menekankan cipta kondisi situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, menjelang pelaksanaan Pemilu Tahun 2024 di Wilayah Hukum Polres Sergai.

“Personel diminta bertindak dengan humanis, utamakan tindakan yang tidak membuat masyarakat menjadi antipati terhadap Polri. Sesuaikan pelaksanaan dengan Standar Operasi Prosedur (SOP) agar tidak menyalahi dengan aturan yang sudah ditetapkan pimpinan. Jaga kesehatan dan tetap waspada, karena hal yang dianggap kecil tapi kalau tidak dikerjakan dengan rasa ikhlas maka tidak akan berhasil,” ujarnya.

Adapun sasaran Patroli Skala Besar ini yakni menyasar ke daerah yang rawan kamtibmas, Anak Genk motor, Begal dan Narkoba. Melakukan Kegiatan Patroli di lokasi Rawan Kejahatan, tempat anak-anak muda berkumpul, guna antisipasi geng motor di wilayah Hukum Polres Serdangbedagai.

Selain itu Patroli Skala besar menyambangi masyarakat, anak-anak muda yang berkumpul dan yang masih berada di warung hingga larut malam, serta di pinggir jalan. Melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tetap lebih waspada, dan dapat mencegah gangguan kamtibmas pada daerah rawan kejahatan.

Melakukan pemeriksaan dan imbauan kepada masyarakat yang berkumpul dan pemeriksaan kepada pengendara sepeda motor yang dicurigai. Personel yang terlibat dalam Patroli Skala Besar ini terdiri dari seluruh Satuan Fungsi, baik yang berpakaian dinas dan pakaian preman, diikuti Personel dari Polres Sergai dan personel Polsek Teluk Mengkudu.

Adapun wilayah yang menjadi sasaran Patroli Skala Besar, adalah seluruh wilkum Polres Sergai melalui Polsek setempat. Tim I yang melakukan operasi di seputaran Desa Sei Bamban. Tim II beraksi diseputaran Sei Rampah Cafe Galaxy di Dusun VI Rampah Kiri Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah -Sergai.

Saat Tim melakukan pemeriksaan dengan tes urine di cafe Galaxy, ditemukan hasil positif terhadap 2(dua) orang pengunjung diduga mengkonsumsi narkoba, yakni, MUP (45) warga Dusun 2 Desa Sarang Ginting Kahan kecamatan Bintang Bayu, dan BS (31) warga Dusun Kelapa Tinggi Desa Bakaran Baru, Kecamatan Sei Bamban. Guna pemeriksaan, kedua pengunjung tersebut diserahkan ke Satres Narkoba Polres Sergai.

Turut dalam kegiatan,Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP J. Sagala, KBO Samapta Polres Sergai Iptu Sunarto, Kanit II Sat Reskrim Polres Sergai, Iptu B Sitorus, Kanit II Sat Narkoba Polres Sergai, Iptu Tri Pranata Purba,Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sergai, Ipda S. Sinaga, Kanit Reskrim Polsek Teuk Mengkudu, Ipda Marsidi Ginting, Personil Gabungan Polres Sergai dan Polsek Teluk Mengkudu sebanyak 30 (tiga puluh ) Personil. (fad/ram)

BRI Peduli, Berikan Ambulance kepada Lembaga Muslimah Indonesia Berkarya

Regional CEO BRI Medan, Aris Hartanto melalui Regional Operation Head Muslikhin menyerahkan bantuan ambulance kepada Ketua Lembaga Muslimah Indonesia Berkarya Agustin Trianingsih, Senin (30/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office Medan, melalui program BRI Peduli TJSL menyalurkan satu unit ambulance kepada Lembaga Muslimah Indonesia Berkarya. Bantuan ini diberikan langsung di Sekretariat Muslimah Indonesia Berkarya, Jalan Karya Jaya, Gang Eka Jaya II Nomor 3, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Senin (30/10).

Regional CEO BRI Medan, Aris Hartanto melalui Regional Operation Head Muslikhin mengatakan, bantuan ambulance ini sebagai bentuk rasa tanggung jawab mereka kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Muslikhin berharap, ambulance ini dapat memberikan manfaat yang konkrit dan luas bagi masyarakat Kota Medan khususnya, dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya. “Kami berharap dengan adanya bantuan berupa ambulance ini semakin banyak orang yang sehat, bukan malah sebalikya,” ujar Muslikhin

 

Sementara, Ketua Lembaga Muslimah Indonesia Berkarya Agustin Trianingsih, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan satu unit ambulance dari BRI ini. “Semoga dengan adanya ambulance ini, khidmat kerja-kerja sosial kemasyarakatan dari Lembaga Muslimah Indonesia Berkarya dapat lebih maksimal lagi,” harapnya. Dia juga mendoakan, ke depannya BRI semakin solid dan maju dalam memberikan pelayanan perbankan kepada masyarakat Indonesia. (adz)

Tips Menjaga Kesehatan Paru Agar Tetap Sehat

Paru adalah organ pada sistem pernapasan yang berhubungan dengan sistem peredaran darah. Paru berfungsi untuk menukar oksigen dari udara dengan karbonmonoksida dari darah. Proses ini disebut dengan bernapas. Manusia memiliki dua paru yaitu paru kiri dan paru kanan. Paru kiri memiliki dua lobus sehingga memiliki ukuran lebih kecil dari paru kanan yang memiliki tiga lobus. Total panjang saluran udara yang melalui dua paru mencapai 2400 kilometer. Manusia membutuhkan oksigen 550 liter setiap harinya.

Paru memiliki fungsi yang sangat vital bagi tubuh karena melakukan pekerjaan yang luar biasa setiap hari. Paru yang sehat dapat menyediakan oksigen dalam jumlah besar untuk darah. Ketersediaan oksigen yang cukup bagi tubuh, dapat memberikan dampak bagus bagi tubuh agar dapat bekerja dan melakukan aktivitas dengan baik. Gaya hidup yang sehat dapat menjaga kesehatan paru.

Agar Paru-paru kita tetap sehat, Ada Beberapa Tips yang Bisa Kita Lakukan yaitu:

1.Vaksinasi

Salah satu cara ampuh menjaga kesehatan paru-paru adalah mendapat vaksin. Vaksin bisa membantu mencegah beberapa infeksi, termasuk infeksi yang bisa membahayakan paru-paru. Ada beberapa jenis vaksin yang penting untuk menjaga kesehatan paru, di antaranya vaksin tetanus, difteri, dan pneumonia pneumokokus.

2.Jangan Merokok

Merokok diketahui menjadi salah satu pemicu sakit paru-paru. Maka dari itu, cara terbaik untuk menjaga kesehatan organ ini adalah dengan menghindari atau berhenti merokok. Tidak hanya perokok aktif, orang yang tidak merokok juga disarankan untuk menjauh asap rokok, terutama di ruangan tertutup.

3.Batasi Aktivitas dan Polusi Luar Ruangan

Menjaga kesehatan paru bisa dilakukan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan. Pasalnya, polusi udara di luar ruangan bisa memicu gangguan pernapasan serta meningkatkan risiko penyakit paru-paru, termasuk kanker.

4.Kurangi Polusi dalam Ruangan

Tidak hanya di luar ruangan, polusi udara juga bisa terjadi di ruangan tertutup atau di dalam ruangan. Kabar buruknya, jenis polusi ini juga bisa merusak paru-paru. Maka dari itu, perlu dilakukan beberapa cara untuk mengurangi polusi di dalam ruangan, termasuk menggunakan filter udara dan rutin menggantinya, jangan menggunakan bahan kimia berbau menyengat di ruangan tertutup, tutup pintu dan jendela jika udara di luar sangat tercemar, dan jangan merokok di dalam rumah.

5.Olahraga

Menjaga kesehatan paru juga bisa dilakukan dengan rutin berolahraga. Tidak hanya paru-paru, aktivitas fisik juga bisa memberi manfaat untuk organ jantung bahkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Biar paru-paru lebih sehat, disarankan untuk mencoba beberapa jenis olahraga, terutama latihan pernapasan.

6.Menjauhi asap rokok
Tahukah Anda bahwa dua per tiga dari asap rokok tidak dihirup oleh perokok, tetapi memasuki udara disekitar perokok. Seseorang yang bukan perokok namun menghirup asap rokok memiliki resiko penyakit yang sama dengan perokok. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari menjadi perokok pasif adalah dengan melarang perokok untuk merokok di dalam rumah, mobil atau lingkungan kerja.

7.Mencuci tangan dengan sabun dan air.
Diperkirakan tangan dapat menyebarkan 80 persen dari penyakit pernapasan yang menular seperti pilek dan flu. Resiko terinfeksi virus dan bakteri dapat dihindari dengan mencuci tangan setiap sebelum makan, sesudah makan dan sesudah buang air.

8. Menghindari polusi udara dan menjaga kebersihan udara.
Polusi udara di dalam ruangan dan luar ruangan dapat menyebabkan masalah kesehatan terutama bagi seseorang yang memiliki penyakit paru. Polusi udara dapat mengiritasi atau menghancurkan jaringan paru. Bahkan polusi udara pada tingkatan yang rendah dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan

9.Melakukan aktivitas fisik.
Melakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap hari seperti senam aerobik dan berenang dapat menjaga kesehatan paru, menjaga kestabilan emosi dan mengelola stres.

Program Srikandi Movement PLN UID Sumatera Utara, Salurkan Bantuan Listrik Gratis di Moment HLN

Dari Kanan ke Kiri: Manager PLN UP3 Padang Sidmpuan, Yessi Indra, penerima bantuan listrik gratis, Nita Pardede, Manager PLN ULP Gunung Tua Yusnelly melakukan ceremonial penyalaan program srikandi Movement di Siunggam Jae, Padang Sidimpuan, Sumatera Utara (29/10).

GUNUNGTUA, SUMUTPOS.CO – Srikandi PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara (UID Sumut) menyalurkan Bantuan Listrik Gratis 900 VA, sebagai bagian dari Program Kerja Srikandi Movement (29/10/2023).

Dalam program kerja pertama Srikandi Movement, para Srikandi PLN UID Sumut mengambil peran sebagai volunteer penyalaan Bantuan Listrik Gratis. Tercatat 40 pelanggan sebagai penerima manfaat di daerah Siunggam Jae, Gunung Tua, Padang Sidempuan, kini telah menikmati listrik.

Penyerahan Bantuan Listrik Gratis sebagai program kerja Srikandi Movement ini masih dalam rangkaian merayakan Hari Listrik Nasional ke – 78 dengan semangat memastikan listrik hadir menerangi masyarakat. Seremoni penyalaan Bantuan Listrik Gratis dihadiri oleh Yessi Indra, Manager UP3 Padang Sidempuan, Yusnelly Manager ULP Gunung Tua, para Srikandi PLN UID Sumut, serta masyarakat sekitar.

Yessi Indra, juga selaku Ketua Srikandi PLN UID Sumatera Utara merupakan salah satu Srikandi yang merepresentasikan peran Perempuan produktif di PLN yang mayoritas pegawainya adalah pria. Yessi mengajak Srikandi PLN UID Sumut untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam berbagai program kerja Srikandi Movement.

“Kita ingin membangun Perempuan PLN yang mempunyai kapasitas dan kompetensi yang baik untuk berperan dalam kegiatan pengembangan diri dan juga kegiatan sosial bagi masyarakat. Dalam Bantuan Listrik Gratis ini, Srikandi PLN terlibat mulai dari survey, pemasangan kWh meter, dan juga sosialisasi PLN Mobile,” kata Yessi.

Peresmian penyalaan listrik yang dilaksanakan di Desa Siunggam Jae, dengan salah satu penerima manfaat yakni Nita Pardede, seorang ibu rumah tangga dengan suami yang berprofesi sebagai buruh bangunan, tersenyum bahagia kini rumahnya sudah dialiri listrik.

“Saya dulu minta listrik dari rumah mertua, ya memang saya tidak perlu bayar tapi saya harus izin dulu kalo mau pakai. Kini rumah saya terang, terima kasih Srikandi PLN terima kasih PLN Peduli, saya doakan ibu – ibu semua sukses dalam karirnya,” ungkap Nita.

General Manager PLN UID Sumut, Awaluddin Hafid, dalam wawancaranya ditempat yang berbeda menyampaikan dukungan penuh program Srikandi Movement ini.

“Srikandi PLN UID Sumut semakin menegaskan peran aktifnya dalam sosial masyarakat, mulai dari memberikan layanan penyediaan tenaga listrik sampai dengan menjaga kehandalan kelistrikan. Hal ini sebagai wujud kepedulian para Srikandi PLN untuk berkontribusi lebih kepada Pelanggan. Terlebih lagi dengan adanya bantuan listrik bagi masyarakat yang belum sama sekali menikmati listrik, diharapkan mampu memberikan manfaat lebih bagi masyarakat dan menunjang aktivitas sehari – hari,” tutur Awaluddin. (ila)

Wasting & Stunting: Ancaman Bagi Terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045

Wasting & Stunting-Ilustrasi.
Prof. Dr. Dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), dokter spesialis anak yang ahli dalam bidang Tumbuh Kembang Sosial.

SUMUTPOS – Pemerintah dan tenaga kesehatan di Indonesia sedang berupaya memaksimalkan kesehatan anak, dalam upaya untuk menyambut bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2045. Tetapi sampai saat ini, Indonesia masih menghadapi berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit menular, tidak menular. Dan yang menjadi perhatian khusus adalah masalah gizi pada anak.

Berbagai masalah ini dapat mengancam Indonesia dalam memaksimalkan bonus demografi atau lebih dikenal sebagai Generasi Emas 2045 yang sudah dicanangkan oleh pemerintah. Indonesia yang sedang berupaya untuk semakin maju dan keluar dari label negara berkembang, masih belum bisa melepaskan diri dari masalah malnutrisi, seperti stunting, wasting, dan underweight.

Belum selesai dengan ketiga masalah tersebut, anak Indonesia sudah mulai mengalami malnutrisi tipe lain yaitu gizi berlebih atau obesitas. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022, sebanyak 21,6% Balita, atau 1 dari 5 anak mengalami stunting, sementara 7,7% Balita, atau 1 dari 12 anak mengalami wasting.

Stunting, lebih dari sekedar perawakan pendek, yaitu kondisi malnutrisi akibat dari kekurangan asupan nutrisi, atau penyakit yang kronik mengakibatkan kegagalan seorang anak untuk mencapai tinggi badan sesuai potensi genetiknya.

Penelitian menunjukkan bahwa akibat dari stunting tidak hanya sebatas perawakan pendek, seorang anak yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah, performa di sekolah yang menurun, kemampuan fisik yang lebih rendah, dan lebih mudah untuk jatuh sakit. Pada jangka panjang dan level nasional, hal ini akan berakibat pada menurunnya kemampuan ekonomi negara.

Wasting, atau lebih kita kenal sebagai gizi kurang hingga gizi buruk, menandakan kurangnya asupan nutrisi yang bersifat akut. Wasting terutama pada anak berusia kurang dari dua tahun akan berdampak jangka panjang yang buruk. Pada dua tahun pertama kehidupan seorang anak, otak berkembang dengan sangat pesat. Bila seorang anak mengalami wasting hingga gizi buruk, maka perkembangan otak akan terganggu. Pada jangka panjang perkembangan otak yang terganggu ini akan mengakibatkan menurunnya kecerdasan seorang anak dan menurunnya kualitas hidup saat dewasa nanti.

Langkah pencegahan terjadinya kondisi malnutrisi menjadi sangat penting untuk menyelamatkan anak Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan program 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Yaitu upaya untuk menjaga kesehatan dan gizi seorang anak sejak dalam kandungan sampai berusia dua tahun, karena periode ini merupakan periode paling penting dan krusial dalam perkembangan seorang anak hingga dewasa.

Upaya yang dilakukan untuk mencegah malnutrisi pada 1000 HPK di antaranya adalah inisiasi menyusui dini setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, lengkapi imunisasi, dan yang sering menjadi periode kritis adalah pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sejak usia 6 bulan. Sehingga sangat penting untuk memantau berat badan dan tinggi badan anak, serta memasukkannya dalam kurva pertumbuhan.

Seringkali seorang anak belum akan mengalami kondisi wasting atau stunting pada usia 6 bulan pertama kehidupan karena kebutuhan nutrisinya masih mudah dipenuhi dengan pemberian ASI. Akan tetapi, pada usia 6 bulan saat anak mulai dikenalkan dengan MPASI, seringkali kenaikan berat badan dan tinggi badan seorang anak menjadi tidak optimal.

WHO sudah mengeluarkan edaran, bahwa MPASI yang baik adalah 1) diberikan pada waktu yang tepat, yaitu saat bayi berusia 6 bulan atau sebelum itu bila kebutuhan nutrisi sudah tidak dapat dipenuhi dengan ASI; 2) jumlah yang cukup, yaitu mencukupi kebutuhan kalori, zat gizi makro dan mikro bayi; 3) aman, yaitu proses pembuatannya higienis dan diberikan menggunakan tangan dan peralatan yang bersih; 4) sesuai, baik teksturnya yang sesuai dengan kemampuan usia bayi, diberikan sesuai keinginan lapar dan kenyang bayi, serta diberikan dalam frekuensi yang benar.

Baiknya sejak pemberian MPASI, ibu sudah mulai mengenalkan anak dengan beraneka ragam makanan dan rasa, karena akan mempengaruhi selera makan anak hingga dewasa nanti.

Kandungan gizi MPASI yang baik harus mencukupi zat gizi makro dan mikro. MPASI harus memiliki kandungan karbohidrat, lemak dan protein, terutama protein hewani yang tinggi zat besi.  Zat besi adalah salah satu  elemen kunci dalam optimalisasi periode 1.000 HPK, termasuk untuk pencegahan stunting.

Saat ini sebagai upaya untuk memudahkan dan memenuhi kebutuhan MPASI bayi, sudah banyak produk MPASI fortifikasi. MPASI fortifikasi adalah produk MPASI yang sudah diberikan penambahan nutrisi zat gizi makro dan mikro sesuai dengan rekomendasi dari CODEX milik FAO dan WHO.

Sebuah studi mengungkapkan bahwa bayi yang mengonsumsi MPASI homemade menunjukkan kadar hemoglobin, serum feritin, dan zat besi serum yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan MPASI fortifikasi. Mereka juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan berat badan, stunting, dan wasting dibandingkan bayi dengan MPASI fortifikasi.

Di Indonesia, MPASI fortifikasi juga dalam pengawasan ketat dari BPOM yang tidak mengizinkan MPASI fortifikasi mengandung pengawet, pewarna atau perisa serta tidak boleh memiliki kandungan gula dan garam yang tinggi.

Banyaknya fenomena ibu yang bekerja dan sulit memastikan pembuatan MPASI yang baik, membuat MPASI fortifikasi dapat menjadi pilihan dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi. Salah satu keunggulan MPASI fortifikasi adalah memiliki kandungan vitamin dan mineral terutama besi yang sudah mencukupi kebutuhan bayi, sehingga orang tua tidak perlu repot menghitung kandungan vitamin dan mineral dalam MPASI buatan rumah, karena sudah terjamin dipenuhi oleh MPASI fortifikasi.

Bagi orang tua yang memiliki keterbatasan waktu dan khawatir dalam memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro anak, MPASI fortifikasi dapat menjadi pilihan bagi si kecil. (Tulisan: Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) dan dr. Fakhri Muhammad)

Hadiri Rekrutmen Anggota Baru HM Iklab Raya, M Nuh: Pemuda Harus Berpikir Kritis dan Solutif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Himpunan Mahasiswa Ikatan Keluarga Labuhanbatu Raya (HM Iklab Raya), menggelar open rekrutmen 1.500 kader baru bagi mahasiswa dari sejumlah kampus yang ada di Kota Medan dan sekitarnya untuk bergabung ke dalam organisasi itu. Rekrutmen kader baru HM Iklab Raya ini digelar secara meriah di Mutiara Suara Nafiri Convention Hall, Jalan KH Wahid Hasyim No 86-88, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Minggu (29/10/2023).

Hadir pada acara ini tokoh masyarakat Sumut yang juga mantan Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi, Anggota DPD RI H Muhammad Nuh, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut Ari Wibowo, Ketua BPD HIPMI Sumut Ade Jona Prasetyo, Sekretaris Iklab Raya M Rivai Nasution, Sekdakab Labura HM Sueb, Dewan Pengawas HM Iklab Raya Joko Imawan, sejumlah pimpinan OPD serta tamu undangan lainnya.

Ketua Umum DPP HM Iklab Raya Irham Sadani Rambe SH, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para tokoh yang telah bersedia hadir memenuhi undangan mereka untuk turut menyaksikan open rekrutmen 1.500 anggota baru HM Iklab Raya. “Ini kali kedua kami melakukan open rekrutmen anggota baru secara akbar, setelah setahun sebelumnya open rekrutmen akbar 1.000 anggota baru juga kami gelar di Aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas Gubernur Sumut,” kata Irham.

Dijelaskannya, HM Iklab Raya adalah organisasi mahasiswa kedaerahan yang lahir sebagai wadah berhimpunnya mahasiswa dari tiga kabupaten di Labuhanbatu Raya, yakni Labuhanbatu induk, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan, yang sedang studi di berbagai kampus di Kota Medan dan sekitarnya, serta kampus-kampus lainnya di Indonesia.

“HM Iklab Raya memiliki tugas untuk mencetak dan mempersiapkan mahasiswa yang merupakan generasi muda, sebagai calon-calon pemimpin untuk meneruskan estafet kepemimpinan bangsa, baik di tingkat nasional, provinsi maupun di tingkat daerah. Melalui wadah ini, kita mempersiapkan kader-kader yang siap diterjunkan setiap saat untuk memberi pengabdian kepada masyarakat,” papar Irham.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai organisasi kader, HM Iklab Raya juga selalu siap untuk berkolaborasi dan membantu pemkab-pemkab di Labuhanbatu Raya dalam program-program pembangunan, sosial dan kemasyarakatan. “Sebagai putra putri dari Labuhanbatu Raya, kami tentu siap untuk mengabdi dan memajukan daerah jika sudah saatnya dibutuhkan, karena Labuhanbatu Raya adalah tanah kelahiran kami,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Sumut, Edy Rahmayadi dalam sambutannya di acara itu menyampaikan, pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah bangsa, dan dari pemuda lah lahir konsep wawasan kebangsaan sebagai cara pandangan bangsa Indonesia. “Lahirnya konsep Bhineka Tunggal Ika pada Abad XIX, lahirnya Boedi Oetomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), Lahirnya Pancasila (1 Juli 1945), Proklamasi Kemerdekaan RI (17 Agustus 1945), dan lahirnya Orde Reformasi (1998), semuanya lahir dan tercetus dari gerakan pemuda,” ujarnya.

Sementara anggota DPD RI asal Sumut, H Muhammad Nuh MSP mengatakan, mahasiswa sebagai generasi penerus estafet kepemimpinan bangsa harus terus menambah ilmu pengetahuan agar mampu mandiri, berpikir kritis, dan solutif dalam menghadapi berbagai kondisi zaman. “Pemuda sejati itu adalah pemuda yang mandiri dan mampu mengatakan inilah saya, bukan ini bapak saya. Ini mengartikan bahwa generasi muda bisa menjadi penentu arah pembangunan bangsa. Dan perlu dipahami, bahwa pemuda itu tidak hanya sebagai generasi penerus, tetapi juga harus menjelma menjadi generasi pelurus cita-cita bangsa,” jelasnya.

Sedangkan Sekretaris Iklab Raya Rivai Nasution mengatakan, HM Iklab Raya itu lahir dari Iklab Raya sebagai sayap organisasi di bidang kemahasiswaan. Iklab Raya sendiri, sebut Rivai, awalnya diketuai oleh almarhum Abdul Wahab Dalimunthe yang merupakan tokoh masyarakat Sumut dan pernah duduk menjadi Ketua DPRD Sumut serta menjadi anggota DPR RI sebelum ia meninggal.

“Iklab Raya adalah organisasi yang memperjuangkan pemekaran Kabupaten Labuhanbatu, dan kemudian melalui tokoh-tokoh di Iklab Raya turut membidani berdirinya dua kabupaten baru yakni Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan. Sedangkan Kabupaten Labuhanbatu, menjadi kabupaten induk,” katanya.

Rivai berharap, sebagai organisasi yang lahir dari Iklab Raya, para pengurus dan kader HM Iklab Raya dapat terus menguatkan silaturahmi dan komunikasi dengan Iklab Raya. “Banyak tokoh-tokoh di Iklab Raya yang telah sukses berkiprah di berbagai bidang baik di tingkat nasional maupun daerah. Manfaatkan itu. Jadikan mereka tutor-tutor kalian adik-adik mahasiswa, serap bagaimana pengalaman dan perjuangan mereka dalam meraih kesuksesan di bidangnya masing-masing,” pungkas Rivai. (adz)

Lewat Entrepreneurship Talk, Civitas Ganjar Dorong Anak Muda Medan Berani Berwirausaha

Koordinator Wilayah Civitas Ganjar Sumut, Berry Sitohang memberi pandangan kepada peserta saat Civitas Ganjar mengadakan diskusi interaktif bertajuk Entrepreneurship Talk di Gerai Kobar Kafe, Minggu (29/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Alumni Muda Universitas Sumatera Utara (Sumut) dan Universitas Riau (USU-Unri) atau Civitas Ganjar mengadakan diskusi interaktif bertajuk Entrepreneurship Talk, Minggu (29/10).

Sukses digelar di Gerai Kobar Kafe di Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), diskusi ini merupakan upaya Civitas Ganjar dalam mendorong anak muda di Medan berani berwirausaha.

Koordinator Wilayah (Korwil) Civitas Ganjar Sumut, Berry Sitohang mengatakan diskusi ini bertujuan membuka pandangan baru pada para peserta akan adanya peluang bagi anak muda untuk memulai usaha.

“Goalsnya ke depan semoga anak-anak muda ini, meskipun enggak langsung serta merta mereka membuka usaha, setidaknya dapat membuka sudut pandang baru bagi mereka tentang kewirausahaan,” ujar Berry.

Sejumlah pemuda dan mahasiswa di Kota Medan mendaftarkan diri dalam diskusi ini. Sukarelawan Civitas menggandeng salah satu wirausahawan sukses di Medan untuk mengisi materi diskusi.

“Jadi, kami undang juga salah satu tokoh wirausaha di Medan. Kami di sini bakal bahas dan kiranya menjadi ini stimulan anak-anak muda untuk jangan takut memulai usaha,” jelas Berry.

Lebih lanjut, Berry menjelaskan bahwa beberapa hal yang dibahas dalam diskusi tersebut di antaranya bagaimana tips memulai usaha, hal-hal yang harus disiapkan, bagaimana pengelolaan bisnis bagi pemula, bahkan diajarkan pula cara mengurus izin dan legalitas dari usaha yang dibuat.

Dia pun berkomitmen bahwa relawan akan terus menggelar seminar dan diskusi dengan tema wirausaha di wilayah lainnya. Menurutnya, kegiatan ini terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo yang dikenal peduli pada sektor UMKM.

Sementara itu, wirausahawan yang juga pemateri dalam diskusi ini, Ivan Winarta Ginting mengapresiasi inisiasi relawan Civitas Ganjar untuk mengadakan diskusi ini.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan Civitas ini untuk kegiatan ini. Kita harap bisa membuka ruang kepada kawan-kawan semua untuk terlibat dalam UMKM,” kata Ivan.

Dia menyebut, diskusi ini sangat berguna bagi kalangan pemuda untuk membuka diri pada peluang usaha, khususnya UMKM. Menurutnya, peluang usaha di Medan cukup tinggi bagi kalangan pemuda.

“Medan kan termasuk kota terbesar di Indonesia, dan kita lihat dari pemerintah sendiri untuk UMKM banyak mendapat suport. Di sini saya ingin mengajak anak muda supaya memanfaatkan peluang itu,” sebutnya. (rel/tri)

Gulat Sumut Raih 2 Emas di Hari Pertama IMAG 2023

EMAS: Pelatih Sumut Mangasi Simangunsong dan Jan Bobby Barus bersama peraih medali kelas kelas U-17 65 kg gaya bebas putra pada IMAG 2023. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kontingen Sumatera Utara meraih hasil gemilang pada hari pertama pertandingan cabang gulat pada Indonesia Martial Art Games (IMAG) 2023 di GOR Pajajaran Bogor, Minggu (29/10). Mereka meraih 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

Dua medali emas disumbangkan Bram Gunanta Sembiring dan Ybs Suranta Sianturi. Bram Gunanta menjadi juara di kelas U-17 65 kg gaya bebas putra dan Ybs Suranta di kelas U-17 80 kg gaya bebas putra.

Satu medali perak disumbangkan Roslin Ambrosia Simanjuntak dari kelas U-17 43 kg putri. Sedangkan dua medali perunggu disumbangkan Lidia Mardianti Surbakti dari kelas U-17 57 kg putri dan Ferdi Julianto dari kelas U-17 48 kg gaya bebas putra.

Pelatih Gulat Sumatera Utara Mengasi Simangunsong mengakui hasil pada hari pertama ini cukup menggembirakan. Pasalnya, atlet Sumut mampu meraih dua emas, satu perak, dan dua perunggu.

“Dari tujuh kelas yang dipertandingkan pada hari pertama cabang gulat, lima atlet kita berhasil meraih medali. Ini merupakan awal yang baik,” ujar Mangasi ketika dihubungi, Minggu (29/10) malam.

Mangasi menambahkan, pegulat Sumut berpeluang menambah medali pada pertandingan hari kedua, Senin (30/10). Dia pun mengharapkan dukungan dan dua dari masyarakat Sumatera Utara.

“Atlet kita masih berpeluang menambah medali pada pertandingan hari kedua. Mudah-mudahan hasilnya lebih baik dari hari pertama,” harapnya.

IMAG merupakan terobosan baru dari KONI Pusat. IMAG merupakan event Pekan Olahraga Bela Diri Nasional (POBN) yang mulai digelar tahun 2023. Rencananya event ini akan digelar rutin setiap dua tahun. (dek)

Pasein UHC Diminta Bayar Perobatan? Segera Laporkan!

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kota Medan diminta untuk tidak takut berobat, baik ke Puskesmas maupun rumah sakit. Pasalnya, Pemko Medan telah menyiapkan jaminan kesehatan bagi setiap warganya yang belum memiliki jaminan kesehatan.

Melalui program Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) yang diluncurkan sejak awal Desember 2022, masyarakat bisa berobat ke rumah sakit yang sudah menjalin kerjasama dengan Pemko Medan dan BPJS Kesehatan, cukup dengan menunjukkan KTP. Namun, tetap saja ada prosedur pelayanan yang harus dipatuhi.

Dalam hal inilah, banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan yang mereka terima di rumah sakit. Mulai dari masa opname yang hanya dibatasi 3-4 hari, hingga sistem “reimburse” atau pasien harus membayar terlebih dulu biaya perobatan ke pihak rumah sakit.

Seperti yang disampaikan Syawal Hariadi, warga Pasar 5 Padangbulan, Medan Selayang, dalam Sosialisasi Produk Hukum Daerah Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu di Jalan Bunga Mawar Nomor 104, Kelurahan PB Selayang II Medan Selayang, Minggu (29/10/2023) petang.

Menurut Syawal, saat ini ada tiga jenis program BPJS Kesehatan yang berlaku di masyarakat. Yakni BPJS Kesehatan mandiri, BPJS Kesehatan PBI, dan BPJS Kesehatan UHC. Dari ketiga jenis program ini, kata Syawal, BPJS Kesehatan PBI dan UHC yang sering dikeluhkan masyarakat.

“Program PBI, masa aktifnya punya jangka waktu. Jika tidak digunakan, maka akan nonaktif dengan sendirinya tanpa pemberitahuan. Seperti yang saya alami,” terangnya.

Kemudian program UHC, menurut Syawal, juga punya masalah dalam pelaksanaannya. Dia mencontohkan apa yang terjadi pada abangnya saat berobat menggunakan program UHC di salah satu rumah sakit di kawasan Padangbulan.

Menurutnya, saat itu abangnya diminta untuk membayar biaya perobatan terlebih dulu oleh pihak rumah sakit. “Jadi seperti sistem reimburse. Abang saya itu diminta bayar dulu ke rumah sakit, baru nanti setelah program UHC-nya sudah aktif, uang kita dikembalikan,” bebernya.

“Memang uang kita dikembalikan, tapi bagi pasien yang tidak mampu, mau kemana dia mencari uang jaminan untuk dibayarkan ke rumah sakit? Jadi ini mohon menjadi perhatian dari Bapak Burhanuddin Sitepu dan Pemko Medan,” ujarnya.

Menyikapi ini, Kepala UPT Puskesmas PB Selayang II dr Rasta Tarigan mewakili Dinas Kesehatan Kota Medan menjelaskan, ada dua kemungkinan yang terjadi ketika BPJS Kesehatan PBI tidak aktif. Yang pertama, kemungkinan kepesertaannya double, atau kartu BPJS kesehatannya tidak pernah digunakan sama sekali.

Diakuinya, jika kartu BPJS Kesehatan PBI tidak pernah digunakan, maka otomatis akan nonaktif karena dianggap peserta tersebut tidak membutuhkan. “Jadi, ini perlu dicek dulu, apakah kepesertaannya double atau, apakah belum pernah digunakan sama sekali. Coba bapak bawa kartu BPJS bapak, biar sama-sama kita cek,” ujar dr Rasta Tarigan.

Sedangkan mengenai program UHC, dr Rasta Tarigan menjamin tidak ada pungutan biaya sama sekali. “Saya pastikan tidak ada dipungut biaya sama sekali, itu digratiskan. Terkecuali bagi warga yang KTP-nya bukan domisili Kota Medan,” terangnya.

Dia menyarankan, jika ada masyarakat yang diminta biaya saat berobat ke rumah sakit menggunakan program UHC, segera melapor. “Fotokan bukti pembayarannya, segera laporkan ke petugas UHC yang ada di rumah sakit. Minta ke petugas itu agar dikirim ke grup WA UHC Pemko Medan, pasti langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Burhanuddin Sitepu mengaku prihatin jika masih ada pasien yang dikutip biaya saat berobat ke rumah sakit. “Kami sebagai anggota dewan, sangat berempati kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kami terus memperjuangkan agar masyarakat Kota Medan bisa mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal secara gratis.

“Karenanya, setiap ada keluhan terkait pelayanan UHC, segera laporkan ke petugas UHC yang ada di RS. Di setiap rumah sakit sudah ditempatkan petugas, laporkan ke mereka agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sosialisasi ini dihadiri ratusan masyarakat terdiri dari ibu-ibu pengajian, ormas, pengurus badan kemakmuran masjid (BKM) dan lainnya yang beras dari Kecamatan Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Sunggal, Medan Baru, Medan Petisah, dan lainnya. Turut hadir Sekretaris Kecamatan Medan Selayang Endang Wastiani, Hamzah Nasution mewakili Lurah PB Selayang II, dan Staf Ahli DPRD Medan Arifin Siregar, Haris Ricardo Sipahutar, dan Benar Sinuraya. (adz)

Adi Syahputra Nasution Terpilih Aklamasi Pimpin PD JPRMI Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Adi Syahputra Nasution SPdi terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kota Medan periode 2023—2027 menggantikan Irwansyah ST. Adi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) V di Asrama Haji Medan yang dihadiri seluruh Pengurus Cabang JPRMI se-Kota Medan, Sabtu dan Minggu (28—29/10/2023).

Dalam menjalankan roda organisasi JPRMI ke depan, Adi mengajak semua pengurus dan anggota untuk berkolaborasi membesarkan JPRMI. “Rekan-rekan peserta Musda, hari ini saya diamanahi sebagI ketua umum, maka teman-teman harus ikut bersama dalam gerbong besar ini, dan berkolaborasi untuk kebaikan JPRMI ke depan” ujarnya.

Sebelumnya, saat pembukaan Musda, Irwansyah ST selaku Ketua PD JPRMI Kota Medan periode 2019-2023 berharap, Musda kali ini berjalan lancar dan sukses. “Ke depannya pemimpin baru yang terpilih untuk menahkodai JPRMI Medan selama 4 tahun ke depan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Sedangkan Ketua Pengurus Wilayah (PW) JPRMI Sumut, Abdul Jalil Ritonga, memberikan motivasi kepada para peserta Musda. Pria jebolan USU ini mengatakan, banyak orang yang besar lahir dari masjid. “Sebut saja nama-nama seperti Jusuf Kalla dan KH Ma’ruf Amin. Sudah sepatutnya kalian bangga bergabung di dalam JPRMI,” ungkapnya.

Jalil juga mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada pengurus periode sebelumnya. “Semoga amal kawan-kawan selama ini dibalas oleh Allah SWT di dunia dan di akhirat,” pungkasnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, H Hidayatullah SE selaku pembina JPRMI Kota Medan, juga ikut mendoakan semoga Musda PD JPRMI kali ini menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi umat.

Ketua Panitia Musda V PD JPRMI Medan, Govinda mengatakan, Musda kali ini juga diselingi dengan talk show yang mengambil tema “Pengusaha Muda dari Masjid” yang menghadirkan pembicara berkompeten di bidangnya seperti Prof Ridha yakni penggagas Gerakan Gadget Sehat, Dr Fikri Al Haq selaku Kepala Cabang JNE Sumatera Utara, Muhammad Yusron ST MM, dan H Hidayatullah, SE.

Turut hadir dalam Musda tersebut diantaranya, Anggota DPD RI asal Sumut H Muhammad Nuh MSP, anggota DPRD Sumut Dr Darwis, dan Ketua MUI Sumut H Maratua Simanjuntak. (adz)