Home Blog Page 1010

Akabri 90 Gelar Baksos di Binjai

BAKSOS: Sekda Kota Binjai, H Irwansyah Nasution mengikuti kegiatan bakti sosial (baksos) dalam rangka reuni Akabri 1990 di GOR, Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Selatan, Sabtu (28/10)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, H Irwansyah Nasution mengikuti kegiatan bakti sosial dalam rangka reuni Akabri 1990 di GOR, Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Selatan, Sabtu (28/10).

Dengan mengusung tema 33 tahun mengabdi untuk negeri, kegiatan ini dihadiri Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, secara virtual yang terpusat di Mabes Polri. Penyelenggaraan Bakti Sosial dalam rangka reuni Akabri lulusan 1990 ini diselenggarakan secara serentak di seluruh daerah Indonesia.

Bakti sosial dilaksanakan dengan penyerahan bantuan sosial, paket sembako, paket pelajar, bedah rumah hingga bibit pohon oleh Panglima TNI dan Kapolri kepada masyarakat, pelajar serta TNI-POLRI.

Mewakili Alumni Akabri 1990, Letjen Inyoman Cantiasa menyampaikan rasa terima kasih atas berlangsungnya kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Panglima TNI dan Kapolri atas kehadirannya di acara Gelar Akabri 90. Gelar Akabri 90 akan fokus kepada kemanusiaan baik itu dalam hal kesehatan, ekonomi serta lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendeklarasikan Pemilu Damai hingga ke pelosok negeri. Ketua Panitia Acara Baksos Gelar Akabri 90 area Sumatera Utara, Waka Polda Brigjen Pol Jawari dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang hadir pada kegiatan ini.

“Kami angkatan 90 baik itu TNI Angkatan Darat, Udara, Laut serta Kepolisian yang hadir, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumut, atas dukungannya sehingga acara bakti sosial ini dapat terselenggara dengan baik,” ucapnya.

Baksos dirangkai dengan penyerahan secara simbolis bantuan sosial kepada masyarakat, penyerahan secara simbolis kunci rumah untuk penerima bedah rumah dan bantuan paket pendidikan kepada pelajar serta pencanangan Bapak Asuh Stunting kepada sebanyak 25 Anak Stunting. (ted/azw)

Warga Karo Keluhkan Jalan Rusak dan Harga Pupuk

KUNKER: Wakil Bupati Karo menampung keluham warga dalam kunker di Desa Bukitmakmur dan Desa Laugarut, Kecamatan Mardingding, Selasa(24/10) kemarin

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting melakukan kunjungan kerja (kunker) di Desa Bukitmakmur dan Desa Laugarut, Kecamatan Mardingding, Selasa(24/10) kemarin.

Kunjungan kerja ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo untuk melihat lebih dekat kondisi masyarakat serta mendengarkan langsung aspirasi warga desa Bukitmakmur dan Desa Laugarut.

Di Desa Bukitmakmur, warga menyampaikan keadaan jalan desa yang rusak dan permohonan pembangunan jambur yang layak. Setelah melakukan kunjungan ke Desa Bukit Makmur, wakil bupati melanjutkan kunjungan kerja ke desa Laugarut.

Di Desa Laugarut sejumlah warga juga mengeluhkan jalan yang rusak dan warga mengharapkan pembangunan tower untuk mempermudah komunikasi. Warga juga menyampaikan bahwa dalam pembagian pupuk bersubsidi dari pemerintah, masyarakat mendapat kendala yaitu pupuk tersebut dijual di atas ketentuan, tidak sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.

Selanjutnya keluhan-keluhan yang disampaikan warga tersebut ditanggapi wakil bupati melalui instansi yang terkait. Wakil bupati mengharapkan kerja sama dan bahu membahu antar pihak masyarakat dengan pemerintah untuk membangun desa tersebut sehingga dalam waktu dekat masalah jalan dan pupuk bisa segera teratasi.

Wakil bupati juga berharap penyaluran pupuk subsidi sesuai dengan peraturan yang berlaku, jika ada yg menyalahi peraturan, masyarakat desa bisa membuat laporan. (deo/azw)

Peringati Hari Sumpah Pemuda, KNPI Sumut: Pemuda Jangan Mudah Diadu Domba

El Adrian Shah SE

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Generasi muda Tanah Air dimasa sekarang harus dapat memantapkan rasa persatuan dan kesatuan serta kebhinekaan dalam berbangsa dan bernegara. Para pemuda juga harus tidak mudah diadu domba dan dipecah belah oleh pihak-pihak luar yang tidak menginginkan Bangsa Indonesia berkembang dan maju.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Sumatera Utara (KNPI Sumut), El Adrian Shah SE dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-95, Sabtu (28/10).

Melalui momen Sumpah Pemuda ini, El Adrian Shah juga berpesan kepada generasi muda agar tetap mengedepankan rasa persaudaraan dan kreatifitas untuk berkontribusi membantu pemerintah dalam membangun dan memajukan Bangsa Indonesia.

Apalagi dengan kemajuan teknologi dan komunikasi di era sekarang, lanjut El Adrian, harus dapat dimanfaatkan dengan baik agar menciptakan situasi, kondisi serta cara pandang kehidupan positif yang dibalut dengan sifat dan rasa membangun.

“Terutama dalam kontestasi Pesta Demokrati yang sebentar lagi akan kita raya bersama. Jadikanlah rasa Kebhinekaan, kemajuan teknologi dan komunikasi itu untuk memperkuat dan mematangkan cara berfikir kita sebagai pemuda guna menciptakan iklim politik yang santun, tidak menyebarkan hoaks serta fitnah hanya karena beda pilihan,” imbuhnya.

El Adrian Shah menyarankan, agar Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024 mendatang dapat menjadikan para pemuda Indonesia, khususnya Sumatera Utara sebagai garda terdepan dalam menepis maupun menyaring isu-isu tidak baik serta hoaks yang bisa merusak Pesta Demokrasi ataupun rasa kebhinekaan Bangsa Indonesia.

“Sesuai dengan pesan Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo yang mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045 yakni Bonus Demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030-an. Saat itu penduduk Indonesia memasuki usia produktif. Maka pemuda Indonesia, khususnya Sumut harus memanfaatkan peluang tersebut dengan mempersiapkan diri untuk membangun Tanah Air supaya lebih baik lagi kedepannya,” papar El Adrian Shah.

El Adrian juga meminta kepada seluruh Pemuda Sumut untuk tetap menjauhkan diri dan menyatakan perang terhadap narkoba. Sebab, sampai sekarang provinsi ini masih menempati peringkat pertama dalam penyalahgunaan Narkoba dan hampir 1 juta penduduk Sumut terlibat dalam penyalahgunaan barang haram ini.

Maka dari itu, sambung El, pada momen Sumpah Pemuda tahun ini, seluruh generasi muda Sumut harus berani mengikrarkan diri perang melawan Narkoba membantu pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran Narkoba.

“Jangan takut atau sungkan untuk memberitahukan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum bila melihat adanya gerak-gerik dari peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di daerah kita masing-masing. Jangan mau menjadi pemuda yang lemah apalagi menjadi pengguna Narkoba, yang sudah pasti merusak masa depan serta merugikan diri dan keluarga. Tapi jadilah pemuda yang penuh kreativitas untuk menciptakan program-program membangun untuk kemajuan bangsa dan kesuksesan diri kita,” terang El.

Terakhir, El Adrian Shah mendesak Pemerintah Provinsi bersama DPRD Sumatera Utara untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemuda. Sebab, sampai saat ini perhatian Pemprovsu terhadap pemuda di provinsi ini sangat minim.

“Ini sungguh sangat prihatin. Pemprovsu bersama legislatif harusnya bisa lebih memperhatikan dan mendukung segala kegiatan kreativitas pemuda Sumut baik dalam anggaran maupun sebuah regulasi,” paparnya.

“Nusa Tenggara Timur (NTT) contohnya, saat ini sudah punya Perda Pemuda. Semua peran pemuda dilibatkan disana, sehingga efek negatif yang menyerang pemuda dapat dihindari, khususnya Narkoba. Nah kita di Sumut harusnya punya Perda yang sama,” tukasnya.(rel/azw)

Gunung Merbabu Terbakar, Ratusan Warga Mengungsi

TERBAKAR: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Merbabu sejak Jumat kemarin (27/10). Hingga saat ini api masih belum berhasil dipadamkan.istimewa/sumutpos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Gunung Merbabu sejak Jumat kemarin (27/10) hingga saat ini masih belum berhasil dipadamkan. Bahkan, total luasan lahan yang terdampak, saat ini kurang lebih telah mencapai 489 hektar. Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu tersebut setidaknya berdampak terhadap 3 wilayah. Yakni Kabupaten Semarang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Boyolali.

Berdasar laporan dari BPBD Jawa Tengah, untuk di wilayah Kabupaten Semarang, kebakaran di Gunung Merbabu tersebut berdampak ke Desa Tajuk dan Desa Batur di Kecamatan Getasan. Di mana, kondisi api saat ini juga masih menyala dan cenderung meluas karena arah angin sangat kencang. Penanganan dilakukan dengan pembuatan sekat api agar tidak meluas.

Kemudian, untuk di wilayah Kabupaten Magelang, berdampak kd Desa Banyuroto, Desa Kenalan, dan Desa Pogalan. Untuk kondisi api tidak ada, hanya asap dan tetap terus dilakukan pemantaun.

Lalu, untuk di Kabupaten Boyolali berdampak ke Desa Jlarem, Desa Ngadirojo, dan Desa Sampetan. Untuk kondisi api masih menyala dan cenderung meluas. Penanganan dilakukan dengan penyekatan api agar tidak meluas dan pengamanan pipa jaringan air masyarakat.

Plt Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Nurpana Sulaksono mengungkapkan, kebakaran yang terjadi di Gunung Merbabu juga menyebabkan sebagian warga harus mengungsi. Berdasar data yang ada, setidaknya sebanyak 89 warga diungsikan ke Kantor Balai Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. ”Rinciannya, mereka terdiri dari 51 orang dari Dusun Gedong dan 30 dari Dusun Ngaduman. Mereka terpaksa mengungsi karena asap tebal sudah sampai kampungnya,” jelas Nurpana kemarin (29/10).

Selain itu, lanjut Nurpana, sebagian warga lainnya mengungsi ke rumah-rumah saudaranya. Jumlahnya kurang lebih mencapai 400 orang dari kedua kampung tersebut. Namun, ada juga yang memilih tetap tinggal di rumahnya karena dengan alasan tidak bisa meninggalkan ternak dan sebagainya. “Untuk yang di pengungsian petugas telah menyiapkan untuk kebutuhannya seperti makanan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Semarang Mediarso menerangkan, titik api  pertama diketahui pada Jumat pagi di wilayah Dusun Sokowulu, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Kencangnya tiupan angin membuat api merembet ke arah bawah menuju wilayah Dusun Ngaduman, Kecamatan Getasan. Upaya pemadaman oleh tim gabungan langsung dilaksanakan melalui jalur darat berupa penyemprotan air, pembuatan sekat bakar, dan gepyok.”Kebakaran kali ini, intensitas api lebih besar, kondisi angin juga cukup kencang. Kami khawatirkan api akan terus merembet,” jelasnya.

Selain kondisi cuaca, jumlah personil yang terbatas dan medan terjal di lokasi kejadian menjadi hambatan bagi Satgas Karhutla Kabupaten Semarang dalam upaya pemadaman kebakaran hutan kali ini. “Melihat kondisi di lapangan, kami berencana mengajukan bantuan water bombing ke BNPB. Kami juga membutuhkan tambahan masker dan logistik,” tambah Mediarso.

Kebakaran lahan di Gunung Merbabu kali ini menyebabkan kerugian terbakarnya kawasan hutan pinus di Taman Nasional Gunung Merbabu, lahan pertanian warga, dan rusaknya pipa air bersih. BPBD Kabupaten Semarang dan petugas Taman Nasional Gunung Merbabu masih mendata total luasan lahan terbakar. (gih/jpg/ila)

Ganjar Siap Jadi Mentor Politik Anak Muda

Tim Media Ganjar Pranowo BERBAGI WAWASAN: Para aktivis mahasiswa berdiskusi dengan Ganjar Pranowo tentang isu lokal, regional, dan nasional di RM Parikaton, Pakis, Kabupaten Malang, pada Senin (16/10).

SUMUTPOS.CO – CALON presiden (capres) 2024 Ganjar Pranowo memenuhi undangan khusus dari aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi se-Malang Raya, pada Senin (16/10). Dalam kesempatan itu, Ganjar melamar mereka untuk terjun di dunia politik sekaligus siap menjadi mentor.

Suasana akrab terlihat kala Ganjar bertemu dengan para aktivis dari berbagai kampus di RM Parikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sembari menikmati makan siang, Ganjar dan para mahasiswa yang hadir saling bertukar pikiran. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari dunia pendidikan, olahraga, sosial, hukum, hingga politik.

Menurut Ganjar, para mahasiswa tersebut sangat kritis dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia yang ada di sekitar mereka. Karena itu, dia secara langsung melamar mahasiswa dan mahasiswi yang hadir untuk ikut serta dalam kancah perpolitikan di negeri ini.

“Saya lamar Anda semua untuk bisa masuk dalam politik. Terserah partainya apa dan terlibatlah agar semua bisa mencicipi proses berdemokrasi, agar betul-betul antara teori dan praktiknya bisa seimbang, dan mereka bisa menjadi penjaga moral yang baik,” ujar Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu bahkan siap menjadi mentor bagi mahasiswa dan mahasiswi yang berminat masuk ke dunia politik. Menurut Ganjar, aktivis mahasiswa kebanyakan memiliki intelektualitas dan idealisme yang tinggi.”Saya tidak memaksa. Tapi kalau oke, saya siap jadi mentor dan mereka jadi kaderku,” tegasnya.

Namun, Ganjar mewanti-wanti jika masuk ke dunia politik dan berhasil mendapat kekuasaan, mereka harus bisa menjaga diri dari godaan yang merugikan rakyat.”Tapi saya ingatkan jangan sampai tergiur godaan dan jebakan. Jadi, harus dilatih mulai dari saat ini,” paparnya.

Selain menawarkan diri menjadi mentor politik, Ganjar juga menjanjikan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung, pada Rabu (11/10).

Dalam kesempatan itu, Ganjar mencanangkan program satu keluarga miskin satu sarjana. Menurut Ganjar, pendidikan merupakan salah satu kunci dalam pemberantasan kemiskinan. Pihaknya juga akan memperluas penerapan boarding school bagi anak keluarga kurang mampu, seperti di SMKN Jateng.

Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya Abi Naga Parawansa mengatakan bahwa pihaknya memang sengaja ingin bertemu dengan Ganjar untuk berdiskusi, menjelang tahun-tahun politik.

“Kami tahu Pak Ganjar ada agenda ke Malang, jadi kita ingin berdiskusi, terutama menjelang tahun politik. Diskusi dengan Pak Ganjar menarik karena menyentuh isu lokal, regional dan nasional,” tandasnya.

Pemerintah perlu memberi perhatian lebih kepada anak muda karena mereka merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, jika terpilih menjadi presiden, Ganjar berjanji akan memberikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ganjar Pranowo merupakan salah satu politikus senior Indonesia. Perjalanan karir politiknya tidak diperoleh secara instan. Sejak masih menjadi mahasiswa, mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu merupakan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta.

Sementara itu, politikus muda Kota Medan, Boydo H.K Panjaitan menilai bahwa yang dilakukan Ganjar Pranowo yang siap memberikan pendidikan politik dengan menjadi mentor politik anak-anak muda atau kaum millenial, khususnya mahasiswa sebagai langkah yang sangat tepat. “Sebab dengan merangkul dan menjadi mentor politik mahasiswa, para kaum millenial yang terdidik ini dapat lebih terarah dan matang dalam berpolitik ataupun memandang politik dari setiap sudut,” ucap Boydo kepada Sumut Pos, Minggu (29/10).

Dikatakan politisi muda tersebut, saat ini sangat banyak para kaum millenial yang tertarik untuk terjun di dunia politik. Namun sayang, tidak banyak politisi senior yang mumpuni yang bersedia untuk menjadi mentor kaum millenial tersebut. Padahal bila kaum millenial diberi pendidikan politik yang baik, maka situasi politik bangsa Indonesia akan semakin baik. ( wir/map)

8 Tahun IPOS Forum, Sawit Akan Menjadi Sumber Energi di Masa Mendatang

TINJAU: Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi meninjau salah satu stand di acara 8 Tahun Indonesian Palm Oil Stakeholders Forum.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjadi narasumber dalam acara 8 Tahun Indonesian Palm Oil Stakeholders Forum (IPOS-FORUM), di Hotel Santika Dyandra, Kamis (26/10).Turut hadir, Kejati Sumut, Kepala Pengadilan Tinggi, Biro Hukum PTPN 4 dan para peserta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sumut, instasi pemerintah serta para undangan lainnya.

Dalam paparannya, Irjen Pol Agung mengatakan, kelapa sawit di wilayah Provinsi Sumatera merupakan ekosistem yang sudah lama. Di mana sudah lebih dari 100 tahun telah beroperasi dan ekosistemnya terbentuk dengan lengkap yang meliputi lahan, pabrik, lingkungan masyarakat perkebunan, sekolah dan pusat penelitian.

Menurutnya, peluang sawit di masa yang akan datang menjadi sumber energi terbarukan, bahan pangan dan menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia karena lokasi yang sangat ideal untuk tanaman sawit.(dwi/tri)

Namun, lanjutnya, keberadaan probelamatika kelapa sawit di Indonesia meliputi problematika agraria, tanaman, politik, sosial dan problematika campuran, menjadikannya sulit berkembang. Pemecahan problematika itu, sambung Agung, apabila perkebunan kelapa sawit dapat memberikan profit bagi negara, pegusaha/industri, masyarakat dan sosial budaya.

“Bagaimana kita menyelesaikan problematika tersebut dalam rangka mewujudkan keadilan dan kepastian hukum agar bisa dirasakan yaitu dengan cara menerapkan kebijakan pemerintah yang kuat dalam konteks penerapan hukum yang pasti dan adil, memberantas mafia kelapa sawit, lahan dan mafia industri,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agung juga memberikan beberapa rekomendasi untuk ditindaklanjuti segera, yaitu harus sungguh-sungguh pada cita-cita besar untuk mewujudkan kesejahteraan, melalui perkebunan industri dan hilirisasi kelapa sawit. “Logika dan persepsi publik harus dibangun dengan benar dan yang paling penting adalah hajar mafia sawit,” pungkasnya. (dwi/tri)