Home Blog Page 1063

Belanda vs Prancis: Die Oranje Berharap Keajaiban

AMSTERDAM, SUMUTPOS.CO – Bagi Belanda, laga kontra Prancis di Stadion Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Sabtu (14/10) dini hari pukul 01.45 WIB, wajib dimenangi jika ingin tetap on the track dalam target lolos ke EURO 2024 di Jerman 2024 secepatnya. Jika kemungkinan terburuk, Oranje kalah di laga ini, sebenarnya itu tidak akan menjadi masalah besar. Pasalnya, mereka masih punya 3 laga tersisa.

Kondisi terkini Belanda, berbeda dibandingkan Yunani yang setelah laga kontra Irlandia hanya punya 2 laga sisa. Tapi, tim asuhan Ronald Koeman mustahil mengambil jalan yang lebih sulit. Mereka bakal all out untuk menghadapi Prancis.

Modal Belanda tentu ada pada kepercayaan diri tim yang selalu menang di kandang sendiri saat melakoni laga Kualifikasi EURO 2024. Tepatnya, saat mengalahkan Gibraltar dan Yunani masing-masing dengan skor 3-0.

Selain itu, Belanda juga ingin membalas kekalahan 4-0 di kandang Prancis pada pertemuan pertama lalu. Hanya saja, Belanda tidak bisa membawa skuad terbaiknya. Banyak pemain inti Oranje yang terpaksa absen karena mengalami cedera.

Mereka adalah Mark Flekken, Matthijs de Ligt, Sven Botman, Tyrell Malacia, Jurriën Timber, Teun Koopmeiners, Steven Berghuis, Frenkie de Jong, Cody Gakpo, Memphis Depay, dan Noa Lang. Tidak adanya para pemain itu, membuat Ronald Koeman mesti pandai-pandai memilih strategi yang pas agar Oranje tetap bisa bertarung seimbang lawan Prancis.

Koeman tentu sudah menyiapkan strategi alternatif. Andries Noppert, penjaga gawang Belanda di Piala Dunia 2022, bisa kembali mengisi posisi kiper ketika Mark Flekken absen. Pemain lain seperti Marten de Roon, Mats Wieffer, Donyell Malen, dan Wout Weghorst juga bisa diandalkan mengisi kekosongan yang ada.

Koeman pun berharap mendapat keajaiban untuk bisa mengalahkan Prancis. “Saya melihat hasil-hasil yang gila setiap pekan. Kami berharap ada keajaiban pada Hari Jumat (Sabtu dini hari WIB), sehingga kami dapat menyulitkan Prancis dan juga mendapatkan hasil terbaik,” ujarnya dalam konferensi pers, kemarin.

“Tentu saja, kami menyadari bahwa kami tidak memiliki tim terkuat. Namun itu tidak berarti apa-apa dalam sepak bola, saya melihat pertandingan dan hasil setiap pekan di mana Anda berpikir: bagaimana itu bisa terjadi?,” tuturnya.

Kondisi Belanda yang tidak lengkap itu tak membuat Prancis merasa diuntungkan. Bagaimanapun juga, Oranje bermain di kandang sendiri dan tetap punya kualitas mumpuni. Faktor balas dendam juga bisa menjadi hal yang membuat Belanda bermain menggebu di laga nanti.

“Ini akan menjadi laga besar dengan banyak hal dipertaruhkan. Kami mengincar tiket lolos dan mereka ingin balas dendam. Kami harap bisa menampilkan performa bagus, meraih hasil bagus, dan pulang dengan membawa tiket lolos,” ujar bek Prancis, Ibrahima Konaté, dilansir dari laman FFF.

Prancis sendiri sebenarnya juga tak bermain dengan skuad terbaik meski jumlah pemain absen tak sebanyak Belanda. Terutama di lini belakang karena Didier Deschamps kehilangan Jules Koundé, Dayot Upamecano, dan William Saliba lantaran cedera. (trt/adz)

Bapenda Medan Kembali Buka Loket Pojok PBB

SOSIALISASI : Kepala Badan Pendapatan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar SE saat sosialisasi Pojok Pajak Bumi Bangunan (PBB).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pendapadan (Bapenda) Kota Medan kembali membuka loket pembayaran Pojok Pajak Bumi Bangunan (PBB) di beberapa tempat keramainan Kota Medan. Program ini guna mempermudah jangkauan wajib pajak membayar kewajibannya. Kepala Bapenda (Kaban) Kota Medan Benny Sinomba Siregar SE didampingi Sekretaris Bapenda Odi Anggia Batubara dan Kepala Bidang BPHTB dan PBB Sutan Partahi SH MM kepada wartawan, Kamis (12/10) kemarin menyampaikan, pihaknya terus berupaya percepatan realisasi capaian PAD.

Terkhusus untuk realisasi capaian PBB, kata Benny Siregar, Bapenda membantu wajib pajak dengan membuka pojok PBB di tempat keramaian serta menyiapkan souvenir hadiah. “Hal yang sama juga sudah kita lakukan di tempat keramaian yang berbeda,” ujarnya.

Untuk kali ini, kata Benny, pojok PBB akan dibuka di 7 tempat, yakni di Berastagi Supermarket Jalan Gatot Subroto dan Tiara Convention. Berikutnya, Suzuya Marelan Plaza, Maju Bersama Titi Kuning, Karya Futsal Cafe Jalan Karya Setuju, Rey Kafe Jalan Tuamang dan Ramayana Teladan Jalan Sisingamangaraja. Ke 7 tempat itu akan dibuka pojok PBB sejak tanggal 17 hingga 21 Oktober 2023 mendatang. Untuk waktu pelayanan mulai jam 09.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Benny menambahkan, bagi masyarakat yang melakukan pembayaran di Pojok PBB yang akan mendapat hadiah berbagai souvenir seperti minyak goreng, boneka lucu, payung cantik dan berkesempatan mendapatkan hadiah 1 unit sepeda motor yang akan diundi pada bulan November 2023 nanti.

“Kita harapkan wajib pajak dapat memanfaatkan momen ini. Selain patuh dengan pajak juga akan mendapat hadiah souvenir menarik. Yuk bayar PBB untuk pembangunan Kota Medan kita yang tercinta,” ajak Benny.

Beliau juga berharap semua pihak dapat mendukung program tersebut. Apalagi kepada semua Kepala Lingkungan se Kota Medan kiranya dapat mensosialisasikan kepada warganya agar memanfaatkan kesempatan ini, ” harapnya. (rel)

Dugaan Pemalsuan Surat Sudah Tahap Penyidikan, Polisi Diminta Segera Gelar Perkara

BERKAS: Dr Djonggi Simorangkir saat menyerahkan sebuah berkas kepada majelis hakim PN Binjai dalam sidang perdata.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Polda Sumut sudah menaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan, terkait kasus dugaan pemalsuan surat yang diduga dilakukan Rospita Mangiring Tampubolon. Karenanya, penyidik diminta untuk segera melakukan gelar perkara.

Penasihat hukum pelapor, Dr Djonggi Simorangkir mendesak, agar penyidik segera menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Pasalnya, status perkara sudah naik dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

“Di Polda sudah naik (perkaranya), saya minta gelar kasus nanti dan diminta untuk menetapkan tersangka. Setelah ditetapkan tersangka, lalu ditahan. Kalau sudah penyidikan, harus sudah ada tersangka,” kata Djonggi didampingi Dr Ida Rajagukguk dan Glenn Simorangkir MH di Pengadilan Negeri Binjai, Kamis (12/10).

Dia menegaskan, kasus yang melibatkan Rospita Mangiring Tampubolon juga sedang berjalan di PN Binjai dalam perkara perdata. Karenanya, dia meminta penyidik Polda Sumut mengesampingkan perkara perdata yang tengah bergulir tersebut.

Dalam sidang perdata di PN Binjai, Djonggi menyerahkan hasil pemeriksaan sidang lapangan yang digelar majelis hakim PN Medan dan PN Lubukpakam. “Nanti kesimpulannya disampaikan pada Senin (30/10),” tambahnya.

Selain itu, Djonggi juga menyerahkan surat tembusan yang sudah dilayangkan ke Polda Sumut terkait perkara pidana yang melibatkan Rospita Mangiring Tampubolon. “Ini (kasus perdata) tidak ada kaitannya dengan pidana yang tengah berjalan di Polda Sumut. Kalau pun saya kalah (dalam sidang perdata), saya banding, saya uraikan kelakuan hakimnya,” seru Djonggi.

Dia berpesan kepada aparat penegak hukum baik itu majelis hakim maupun penyidik, untuk serius menangani perkara tersebut. “Jangan bermain-main. Faktanya tidak seorang pun saksi melihat (saksi) Dinar hamil, Dinar melahirkan anak. Bahkan saksi Tumpak Tampubolon, anak bapak tua kandung Rospita bilang, Rospita diserahkan saat usia 1 tahun di rumah Jalan Cut Nyak Dien Binjai oleh ibu kandung sendiri yang bernama Hilderia,” katanya.

Karenanya, dia menegaskan, hal tersebut sudah merupakan bukti kuat bahwa Rospita telah memberikan keterangan palsu. “Itu sudah merupakan bukti kuat dia memberikan keterangan palsu di Pengadilan Negeri Binjai dan Kelurahan Jati Negara untuk menguasai harta Pak Demak Tampubolon,” pungkasnya.

Dalam kasus pidana yang tengah bergulir di Polda Sumut, penyidik sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Di antaranya, Agnes Saragih selaku seorang bidan lulusan Jerman Barat yang melakukan pemeriksaan terhadap kandungan Dinar, Tumpak Tampubolon selaku saksi yang melihat Rospita diserahkan saat masih berusia 1 tahun kepada Dinar dan Bintang Simorangkir sebagai saksi yang mendengar langsung dari nenek boru Manulang di rumah orang tua kandung Rospita, Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai bahwa Rospita Mangiring Tampubolon diberikan kepada Demak Tampubolon serta Dinar boru Siahaan di Binjai untuk diangkat oleh Demak.

Kala itu diserahkan langsung ibu kandungnya sendiri yang bernama Hilderia boru Marpaung. Kasus ini dilaporkan JT Darnel Berwalt Tampubolon sesuai laporan nomor: LP/B/1798/XI/2021/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA pada 18 November 2021.

Dalam laporannya, pelapor melaporkan Rospita Mangiring Tampubolon atas pidana Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP, pasal 263 jo 266 KUHP. Rospita merupakan anak ke 9 dari pasangan Guru Ropinus Tampubolon dan Hilderia br Marpaung.

Urutannya mulai dari Saur br Tampubolon tinggal di Papua, Siti br Tampubolon di Papua, Tohap Tampubolon di Helvetia Medan, Guntur Tampubolon di Papua, Murni Tampubolon di Medan, Anita br Tampubolon di Jakarta, Patima br Tampubolon di Papua, Risma br Tampubolon di Serdang Bedagai, Rospita Mangiring Tampubolon di Binjai dan Jhon Piter Tampubolon di Papua. Diketahui, perkara perdata yang tengah bergulir di PN Binjai tercatat sesuai nomor 64/Pdt.G/2022/PN Bnj dan Rospita Mangirin Tampubolon bertindak sebagai penggugat.

Dalam gugatan ini, adapun tergugat yakni, JT Darnel Berwalt Tampubolon, Jakob Hendra T Tampubolon, Elias Wintatar Tampubolon, Theresia Obey Diana dan Christian Ramos Sor. Namun, penggugat yang bukan anak sah atau kandung menyatakan demi hukum bahwa adalah satu satunya ahli waris dari Almarhum Demak Martua Tampubolon dengan istrinya Almarhumah Dinar Boru Siahaan.

Ada 9 bangunan aset milik Almarhum Demak Martua Tampubolon di Binjai diklaim penggugat adalah miliknya melalui ahli waris. (ted)

BJB Hadir di Tebingtinggi Bantu Perekonomian Warga

TERIMA: Pj Sekdako Tebingtinggi Kamlan Mursyid ketika menerima perwakilan Bank Jabar Cabang Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Sekdako Tebingtinggi Kamlan Mursyid menerima kunjungan manajemen Bank Jabar (BJB) Cabang Kota Tebingtinggi di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Kamis (12/10/2023).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan hadirnya BJB di Kota Tebingtinggi yang berkomitmen bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tebingtinggi dalam rangka membantu perekonomian warga serta kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang BJB Kota Tebingtinggi, Dahlina Lubis menyampaikan maksud tujuan audiensi adalah melakukan silahturahim sekaligus memperkenalkan keberadaan BJB di Kota Tebingtinggi.

“Sebagai informasi, Bank BJB adalah bank milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Banten yang berkantor pusat di Bandung. Pada awalnya, dikenal dengan nama Bank Jabar Banten, yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1961 dengan bentuk perseroan terbatas (PT),” bilangnya.

Kini BJB sudah hadir memberikan pelayanan banking kepada masyarakat yang ada di hampir seluruh Indonesia.

Sementara itu, menanggapi kunjungan BJB Cabang Tebingtinggi, Pj Sekdako Tebingtinggi Kamlan Mursyid menyambut baik dengan kedatangan tim BJB Cabang Kota Tebingtinggi, maksud dan tujuan yang baik dari BJB harus disesuaikan nantinya dengan pelayanan kepada nasabah.

“Pemko Tebingtinggi mendukung atas maksud dan tujuan BJB cabang Tebingtinggi yang berkomitmen membantu perekonomian warga Kota Tebingtinggi,” ujar Kamlan. (ian/ram)

Polsek Hamparan Perak Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA PAB 5 Klumpang

SOSIALISASI: Polsek Hamparan Perak melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada siswa-siswi SMA PAB 5 di Desa Klumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Kamis (12/10/2023).

HAMPARAN PERAK, SUMUTPOS.CO – Polsek Hamparan Perak melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada siswa-siswi SMA PAB 5 di Desa Klumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Kamis (12/10/2023).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya penggunaan narkoba serta mengajak mereka untuk bersama-sama berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Panit Binmas Polsek Hamparan Perak, Iptu Khairi Amri, yang didampingi oleh para Bhabinkamtibmas. Mereka memberikan penjelasan mendalam tentang bahaya narkoba, dampak negatifnya terhadap individu dan masyarakat, serta konsekuensi hukum yang akan dihadapi oleh pengguna dan pengedar narkoba.

Dalam sambutannya, Iptu Khairi Amri menekankan pentingnya menjauhi narkoba dan berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan dalam lingkungan mereka dan membantu menyadarkan teman-teman mereka tentang bahaya narkoba.

“Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba ini mendapat sambutan positif dari para siswa-siswi SMA PAB 5 Desa Klumpang. Mereka berkesempatan untuk bertanya dan berdiskusi tentang isu narkoba, sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai masalah ini,” ujarnya.

Polsek Hamparan Perak berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada generasi muda sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya. Semoga kegiatan ini dapat membantu melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkoba. (mag-1/ram)

Pemko Lakukan Kajian dan Penataan Resiko Bencana di Kota Tebingtinggi

GELAR: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat dengan melakukan Kajian dan Penataan Resiko Bencana Kawasan Permukiman Berbasis dan Terintegrasi dengan Sistem EWS Pengelolaan Risiko Bencana.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi kembali menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) I dengan melakukan Kajian dan Penataan Resiko Bencana Kawasan Permukiman Berbasis dan Terintegrasi dengan Sistem Early Warning System (EWS) Pengelolaan Resiko Bencana Kabupaten Kota di Gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Kamis (12/10/2023).

Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani mengatakan kegiatan ini sangat penting dan spesifik, karena kaitannya dengan EWS dan sistem peringatan dini terhadap bencana.

“Kota Tebingtinggi termasuk daerah yang risiko tinggi, baik kaitannya dengan banjir maupun kaitannya dengan bencana yang lain. Jadi salah satu juga yang terasa memasuki El Nino, udara terasa panas. Jadi gampang terjadi kebakaran baik tidak sengaja maupun karena proses alam,” ujar Syarmadani.

Bilang Syarmadani, sering kali ketidaksiagaan atau kegagalan mengantisipasi munculnya bencana, baik yang sifatnya bencana alam maupun non alam bencana. Hal ini, kaitan bencana banjir, ditambah dengan cakupan banjir yang luas dan lambat surut.

Kenapa, tanya Syarmadani, selain tata kelola tanah kita tidak pas di aliran air rumah penduduk, juga karena permukaan air laut sudah mulai tinggi akibat pemanasan global.

Kaitan dengan EWS, Syarmadani memungkinkan menggunakan pengeras suara yang ada di tempat-tempat umum, semisal di masjid, gereja, maupun di instansi pemerintah seperti Damkar dan PDAM.

“Kita meminta kepada Camat, Lurah dan para Kepala Lingkungan, yang tentunya sangat memahami kondisi lingkungan sekitarnya untuk menentukan lokasi pemasangan EWS,” ungkap Syarmadani.

Jelas Syarmadani, terkait paham dan mengetahui, pertama titik-titik di mana lokasi itu diperkirakan akan sangat tinggi bencananya baik banjir mungkin juga gempa. Yang kedua di mana lokasi paling tepat misalnya mau dipasang alat (EWS), satu yang diperhatikan keamanan, kedua EWS tersebut dapat didengar oleh penduduk sekitarnya.

Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi, Tora Daeng Masaro menjelaskan bahwa Kota Tebingtinggi termasuk daerah rawan bencana menurut hasil pengukuran Indeks Risiko Bencana Indonesia atau IRBI tahun 2022, Kota Tebingtinggi memiliki kelas risiko sedang dengan nilai 94,77.

“Namun bila dilihat berdasarkan data IRBI tahun 2022 Tebingtinggi berada pada kategori kelas risiko tinggi untuk bencana banjir dengan skor 17,54, penanganan bencana di Kota Tebingtinggi masih belum optimal,” bilang Tora.

Menurut Tora, hal ini disebabkan oleh berbagai hal, antara lain bencana yang bersifat parsial sektoral dan kurang terpadunya kelembagaan penanganan bencana yang ada belum memiliki kewenangan yang memadai dan mekanisme yang ada saat ini hanya terbatas pada mekanisme penanganan tanggap darurat.

“Sehingga ke depan, perlu ditingkatkan melalui pengkajian dan pemilihan alat teknologi tinggi berbasis gizi yang terintegrasi agar informasi peringatan dini resiko bencana mudah diperoleh dan dapat disebarluaskan kepada semua warga yang berpotensi mengalami bencana dan kepada para pemangku kepentingan lainnya sehingga dapat mengurangi resiko kerugian akibat bencana banjir di masyarakat luas,” tutup Tora. (ian/ram)