32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 1077

UM-Tapsel Laksanakan Pengabdian Masyarakat Internasional di Thailand

THAILAND: Dosen UMTS Happy Sri Rezeki Purba MHum menerima piagam dari Sama-aen Wannagam (direktur Ban Kalisa School Narathiwat) di Thailand.ISTIMEWA.

UNIVERSITAS Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM-Tapsel) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat internasional di Narathiwat pada tanggal 1-2 Oktober 2023.

Pengabdian dilakukan dua dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM-Tapsel ini berlangsung lancar. Tim pengabdi dari salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Padangsidimpuan tersebut terdiri Eli Marlina Harahap SS SPd MPd (dekan FKIP UM-Tapsel) dan Happy Sri Rezeki Purba MHum dibantu Imam Alfaruq (mahasiswa UM-Tapsel).

Pengabdian masyarakat international FKIP UM-Tapsel digelar di Ban Kalisa School Narathiwat Thailand dengan judul: Teacher’s Training of Academic Writing at Ban Kalisa School.

Sama-aen Wannagam selaku direktur Ban Kalisa School Narathiwat di Thailand mengapresiasi pengabdian masyarakat internasional yang dilaksanakan UM-Tapsel. Ia berharap jalinan kerja sama dua lembaga pendidikan pada dua negara bertetangga ini dapat terus ditingkatkan dimasa mendatang.

Happy Sri Rezeki Purba MHum menambahkan bahwa pengabdian masyarakat internasional sekaligus penjemputan mahasiswa KKN internasional Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UM-Tapsel yang telah terlaksana dengan baik dan lancar.

”Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat dan kerja sama antar-negara dan lembaga pendidikan dapat terus berjalan dengan baik,” kata dosen UM-Tapsel tersebut. (dmp)

Kasus Mengambang di Polresta Medan, Benteng Jokowi (Bejo) Sumut Datangi Polda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Benteng Jokowi Sumut (BeJo) mendatangi Polda Sumut meminta Kapolda bertindak tegas untuk menangkap kelompok yang menyerobot lahan Ruko di Jalan Wahidin no 81f/199, Pandau Hulu II, Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara.

Ketua BeJo Sumut, Baginda Parlagutan Lubis mengatakan kasus ini sudah di laporkan sejak April 2023, tetapi laporan seakan ‘mengambang’ di Polrestabes Medan dengan
Nomor : STTLP/B/1147/2023/SPKT RESTABES MEDAN/POLDA SUMUT atas nama pelapor Suryani, SE.

“Dalam pengaduannya, korban bersama kuasa hukumnya melakukan pengaduan masyarakat (Dumas) di Kriminal Umum (Krimum) Polda Sumut terkait laporannya yang sudah memasuki 6 bulan tetapi tidak berjalan (mengambang) di Polrestabes Medan,” ujar Baginda Parlagutan Lubis yang juga menjadi penasehat hukum korban, Senin (2/10/2023).

Dirinya berharap, agar pihak yang berwajib dalam hal ini Kapolda Sumut untuk dapat bertindak tegas menyelesaikan masalah ini.

“Jangan sampai masyarakat berpikir bahwa polisi takut sama organisasi kepemudaan. Dan bila ini terus dibiarkan, ada kemungkinan akan terjadi penyerobotan lahan di masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, korban penyerobotan ruko, Suryani berharap agar kasus yang menimpa dirinya ini segera diproses oleh pihak yang berwajib.

“Saya yang memiliki ruko, tapi saya yang tidak bisa menempati. Sedih sekali rasa saya,” ujarnya. (rel/ram)

Pagelaran Musik Anak HKBP Menghipnotis dan Spektakuler

TAMPIL: Penampilan pada Pagelaran Musik Anak-anak HKBP Distrik 5 Sumatera Timur di Aula Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

SUMUTPOS.CO – Pagelaran Musik Anak Sekolah Minggu dan Remaja HKBP Distrik 5 Sumatera Timur yang berlangsung di Aula Universitas HKBP Nommensen (UHN) Pematangsiantar, Jumat (28/9) malam lalu, spektakuler, dan berhasil menghipnotis ribuan penonton yang hadir.

Gelaran musik ini diperankan para anak Sekolah Minggu dan remaja HKBP, yang berjumlah sekitar 150 orang, dari berbagai resort. Mereka memainkan berbagai alat musik tradisional dan modern, seperti taganing, seruling, organ, piano, pianika, saxofon, terompet, sello, biola, drum band, dan lainnya. Lagu-lagu gerejawi, lagu Batak, dan lagu nasional, dimainkan dengan ragam alat musik tersebut, digabung paduan suara.

Amatan wartawan, pada penampilan pertama, mereka membawakan lagu-lagu nasional, seperti Bagimu Negeri, Tanah Airku, Satu Nusa Satu Bangsa, dan Maju Tak Gentar. Penampilan ini dikomandoi dirigen Ruth Melodi Siallagan. Usai menampilkan lagu-lagu nasional, anak Sekolah Minggu dan remaja HKBP ini, membawakan lagu-lagu daerah, seperti Butet, Anakkonhi do Hamoraon di Au, Maragam-ragam, dan lagu O Tano Batak. Sesi lagu batak ini, juga dipandu oleh Ruth Melodi Siallagan. Dalam penampilan tersebut, para penonton terlihat begitu antusias dan terhibur, menyaksikan kemampuan anak-anak memainkan alat musik dengan seragam.

Di sesi terakhir, yakni lagu dari buku ende (buku nyanyian rohani HKBP), mereka membawakan Ungkap Bahal na Umuli, Dung Senang Rohangku, O Debata Tung Longgar Rohangku, dan Lagu Gok Las Ni Roha. Sebagai dirigen di sesi ini adalah Pdt Guntur Simanjuntak. Pada kesempatan ini, para penonton semakin tertegun dan terharu ketika anak-anak secara bergantian memainkan alat musik yang diiringi nyanyian dari anak Sekolah Minggu.

Guntur mampu mendesain pemain musik secara terpisah dan paduan suara, sehingga nuansa lagu rohani tersebut semakin menyentuh di hati penonton. Suasana bangga dan terharu bercampur aduk di hati penonton, hingga anak-anak mendapat tepuk tangan yang sangat meriah setelah penampilan usai.

P Siallagan yang anaknya ikut dalam konser ini, mengaku terharu dan bangga, atas kekompakan anak-anak, sehingga mampu menghasilkan harmonisasi yang sempurna.

“Ini adalah awal yang baik, dan mudah-mudahan ke depan bisa berlanjut. Sehingga anak-anak semakin giat untuk mengasah kemampuannya,” tuturnya.

“Saya juga menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh panitia, para dirigen, Ruth Melodi Siallagan, Pdt Guntur Simanjuntak, dan pelatih musik Edison Siallagan, yang bersusah payah mengajari anak kami,” imbuh P Siallagan.

Atas keterampilan dan kemampuan anak-anak HKBP di bidang musik, P Siallagan berharap, HKBP bisa membuat terobosan dengan menyediakan fasilitas gedung seni untuk tempat mengembangkan bakat anak-anak HKBP. (mag-7/saz)

PDIP Beberkan Faktor Kunci Elektabilitas Ganjar Terus Naik

PRO WONG CILIK: Program-program Ganjar Pranowo selama menjadi gubernur Jawa Tengah banyak diapresiasi masyarakat.Humas Pemprov Jateng.

SUMUTPOS.CO – Elektabilitas calon presiden Ganjar Pranowo terus menanjak naik berdasarkan survei berbagai lembaga survei independen. Tidak hanya di level nasional, elektabilitas Ganjar juga teratas di Jawa Timur yang termasuk lumbung suara nasional.

Yang terbaru, Indikator Politik merilis hasil survei elektabilitas Ganjar di level 43,9 persen, relatif cukup jauh meninggalkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang terus mengalir untuk Ganjar.

‘’Dukungan masyarakat terus meluas dan bertambah. Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan rakyat. Kita semua terus bergerak untuk memastikan keberlanjutan kemajuan Indonesia bersama pemimpin yang tepat dan mampu bekerja cepat, yaitu Mas Ganjar Pranowo,” ujar Deni kepada media, Senin (2/10).

Hasil survei Indikator menyebutkan, Ganjar unggul di angka 43,9 persen, meninggalkan Prabowo 33,8 persen, dan Anies 14,4 persen. Kekuatan Ganjar di Jatim yang terus menanjak ditopang oleh tiga faktor utama. Pertama, gotong royong banyak pihak dalam memenangkan mantan gubernur Jawa Tengah yang dikenal hobi olahraga tersebut.

PDIP, PPP, Partai Perindo, Partai Hanura, berbagai kelompok relawan, dan beragam elemen masyarakat lainnya terus bergerak bersama hingga ke kampung-kampung.

“Respons masyarakat sangat antusias, tecermin pada berbagai hasil survei independen yang menempatkan Mas Ganjar unggul signifikan di Jatim,” kata anggota DPRD Jatim tersebut.

Faktor kedua, lanjut Deni, adalah sosok Ganjar yang memang dekat di hati masyarakat. Ganjar dikenal merakyat. Gayanya tidak dibuat-buat. Hobi Ganjar yang suka blusukan seperti Presiden Jokowi memikat hati warga. Profil keluarga Ganjar yang harmonis juga membuka kesadaran warga bahwa ketika seorang pemimpin berhasil membina keluarga dengan baik, maka dia juga akan menjadi pemimpin yang baik.

Selain itu, program-programnya selama di Jateng yang pro wong cilik juga banyak diapresiasi masyarakat Jatim, seperti SMA/SMK gratis, perhatian pada petani, pemberantasan pungli dan korupsi, hingga pengembangan UMKM.

“Kita melihat, di mana pun Mas Ganjar berada di Jatim, sambutan warga luar biasa. Sangat orisinal. Banyak yang mengerubuti, meminta foto, bercanda, semuanya akrab tanpa sekat. Itu menjadi kunci karena masyarakat melihat Mas Ganjar seperti kita kebanyakan, dia orang biasa, dari keluarga biasa, sehingga sikapnya yang merakyat pun tidak dibuat-buat,” ujar Deni.

Faktor ketiga yang membuat Ganjar melejit di Jatim adalah konsistensinya dalam bersilaturahmi dengan berbagai kalangan masyarakat, termasuk kalangan pesantren dan warga Nahdlatul Ulama (NU). Itu sudah dilakukan Ganjar sejak menjadi gubernur Jateng, bukan hanya ketika menjelang pemilu saja.

Hal itu pula yang menjelaskan mayoritas pemilih dari kalangan muslim dan yang merasa bagian dari NU melabuhkan pilihannya ke Ganjar, dengan angka 42,6 persen, dibanding Prabowo 35,8 persen dan Anies 14,3 persen.

“Kami yakin elektabilitas Mas Ganjar terus menanjak, sehingga bisa menang di Jatim dan Indonesia untuk memastikan apa-apa yang sudah baik di era Presiden Jokowi dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan,” jelasnya.

Menanggapi elektabilitas Ganjar Pranowo yang menanjak, Pengamat Politik asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar meminta siapa pun sosok yang jadi Presiden 2024-2029, harus mampu mengembalikan Indonesia ke sejatinya.

“Saya mengajak bangsa ini, kembali pada Indonesia asli yang sejati. Apa istilah Indonesia sejati itu? Ada alasan Indonesia dimerdekakan, mengapa Indonesia didirikan. Ada 5 alasan, alasan itu tercantum dalam pembukaan Undang-undang 1945,” sebut Shohibul saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (3/10).

Shohibul mengungkapkan pertama, jangan ada lagi penjajahan di atas bumi ini. Kedua lindungi penduduk, lindungi wilayah. Manusianya dulu, baru wilayahnya. Ketiga, maju kesejahteraan umum, Keempat, cerdas kehidupan bangsa soal pendidikan. Kelima, pro aktif untuk menciptakan perdamaian di seluruh dunia. Shohibul menambahkan masyarakat Indonesia harus memiliki kecerdasan memilih sosok pemimpinnya untuk lima tahun kedepan. “Cerdas lah masyarakat untuk memilih nanti di Pilpres 2024,” tandasnya. (rel/wir/gus)

Guru PPPK Kebutuhan Khusus Belum Ada Mendaftar di Pemko Binjai

DEPAN: Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman tampak dari depan.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai kembali membuka penerimaan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk profesi guru tahun anggaran 2023. Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Edi Mulia Matondang menyatakan, ada 11 orang yang akan dialokasikan.

“Sudah diumumkan untuk pelamar calon PPPK, untuk 11 orang yang dialokasikan,” kata Edi ketika dikonfirmasi, Selasa (3/10/2023).

Dia menguraikan, belasan alokasi tersebut terdiri dari 6 guru kelas. Kemudian 2 alokasi masing-masing di antaranya untuk guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan serta guru pendidikan prakarya.

“6 untuk pelamar umum dan ditambah 1 untuk disabilitas. Jadi jumlah 7 alokasi,” urainya.

Disoal jumlah pelamar, dia menyebut tidak tahu. “Itu di BKD (badan kepegawaian daerah),” serunya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Binjai, Rahmad Fauzi menjelaskan, bagi pelamar khusus tercatat per Selasa (3/10) adalah hari terakhir mendaftar. “Kalau yang umum sampai tanggal 12 Oktober 2023 nanti,” kata dia.

Menurut Fauzi, tidak ada pelamar dari penyandang disabilitas yang melamar sebagai calon PPPK di lingkungan Pemko Binjai. “Hingga siang ini yang melamar sudah 158 orang. Untuk disabilitas belum ada yang melamar,” urainya.

“Para pelamar calon PPPK akan melewati tahapan ujian melalui CAT di BKN Regional Medan. Informasi lebih lanjut dapat dilihat website Pemko Binjai,” pungkasnya.

Adapun pelamar kebutuhan khusus dimaksud yakni adalah yang melamar sebagai calon PPPK Guru dengan status pelamar prioritas. Adalah, peserta yang memenuhi nilai ambang batas pada seleksi PPPK JF Guru tahun 2021 dan belum pernah dinyatakan lulus pada seleksi PPPK JF Guru periode sebelumnya.

Kemudian eks atau mantan tenaga honorer kategori II yang terdaftar dalam database pada BKN dan guru non ASN di sekolah negeri yang terdaftar di data pokok pendidikan (dapodik) kementerian serta memiliki masa kerja 3 bulan. Sementara pelamar kebutuhan umum yakni, lulusan pendidikan profesi guru yang terdaftar database dan terdaftar dapodik.

Bagi pelamar yang mau melamar dapat memperhatikan usia dengan paling rendah 20 tahun dan maksimal 59 tahun. Kemudian tidak pernah dipidana penjara, tidak pernah diberhentikan dengan hormat sebagai CPNS/TNI/Polri/Pegawai BUMD/Pegawai BUMN/Pegawai Swasta dan tidak menjadi anggota partai politik. Sedangkan bagi penyandang disabilitas, dapat melampirkan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang menerangkan jenis dan derajat kedisabilitasannya.

Kemudian menyampaikan video singkat kegiatan sehari-hari pelamar dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Penyandang disabilitas rungu tidak dapat melamar kebutuhan PPPK pada jabatan guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penyandang disabilitas daksa tidak dapat melamar kebutuhan PPPK pada jabatan guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.

Penyandang disabilitas netra tidak dapat melamar kebutuhan PPPK pada jabatan guru seni budaya keterampilan. (ted/ram)

Kota Tebingtinggi Terima Penghargaan TP2DD Kota Terbaik I Wilayah Sumatera

TERIMA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani didampingi Kepala BPKPD Kota Tebingtinggi Sri Imbang Jaya Putra menerima langsung penghargaan TP2DD.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kota Tebingtinggi kembali menerima penghargaan yang cukup prestisius (membanggakan) untuk kedua kalinya sejak tahun 2022, yakni penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Terbaik I Wilayah Sumatera dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Pengarah Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Airlangga Hartarto bertempat di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (3/10/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani didampingi Kepala BPKPD Kota Tebingtinggi Sri Imbang Jaya Putra, hadir dan menerima langsung penghargaan TP2DD tersebut.

Syarmadani berharap dengan diperolehnya penghargaan ini dapat meningkatkan kinerja seluruh anggota TP2DD Kota Tebingtinggi, yang terdiri dari Wali Kota Tebingtinggi, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Manajemen Intern Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Kepala BPKPD selaku Sekretaris dan para Kepala SKPD Pengelola PAD serta Pimpinan Cabang PT Bank Sumut sebagai Anggota TP2DD.

“Serta yang sangat penting dukungan seluruh ASN dan masyarakat Kota Tebingtinggi sehingga dapat mendukung ekosistem digital di Kota Tebingtinggi,” ujar Syarmadani.

Penghargaan TP2DD ini diberikan oleh Satgas P2DD kepada 15 Pemda Penerima Penghargaan TP2DD Terbaik, Pemda penerima penghargaan Program Unggulan terbaik di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota dari 5 wilayah yaitu Sumatera, Jawa Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Nusampua.

Sementara untuk BPD (Bank Pembangunan Daerah) terbaik diberikan kepada Bank DKI, yang dinilai paling mendukung kebijakan P2DD tahun 2023 serta untuk Produk Unggulan Terbaik tingkat provinsi, kabupaten, kota diraih oleh Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Untuk TP2DD terbaik pertama tingkat kota di wilayah Sumatera diraih Kota Tebingtinggi, disusul Kota Medan dan Kota Payakumbuh. Tujuan diberikan penghargaan TP2DD terbaik ini adalah untuk meningkatkan kinerja masing-masing TP2DD untuk mencapai digitalisasi transaksi Pemerintahan Daerah baik penerimaan maupun pengeluaran daerah.

Beberapa kriteria penilaian pada tahun 2023 ini adalah aspek proses berupa Rapat Koordinasi, Peningkatan Kapasitas Petugas dan Peningkatan Literasi Masyarakat, aspek output berupa capaian indeks ETPD 2022, Indeks SPBE terakhir, capaian roadmap dan Rencana aksi 2022 serta rekomendasi/kebijakan/regulasi dan yang terakhir aspek outcome penerimaan pajak dan retribusi daerah nontunai dan transaksi belanja daerah secara non tunai.

Sebelum pemberian penghargaan, masih diwaktu dan tempat yang sama, Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani bersama Kepala BPKPD mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), yang bertema Sinergi Nasional Akselerasi Digitalisasi Daerah untuk Indonesia Maju.

Rakornas ini kali kedua diselenggarakan dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Gubernur dan Bupati Wali Kota dari seluruh Indonesia.

Rakornas menindaklanjuti amanat yang tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD), serta pasal 8 Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 147 Tahun 2021 yang mengatur mengenai Keanggotaan, Tugas, dan Mekanisme Kerja Satgas P2DD.

Wakil Presiden RI, Maruf Amin mengatakan pada kesempatan itu, mengarahkan beberapa kebijakan yang relevan dan perlu ditempuh untuk memperkuat digitalisasi transaksi keuangan daerah, diantaranya yakni agar Pemerintah Daerah meningkatkan sinergi dan kolaborasi guna mendorong peningkatan P2DD, menetapkan beberapa regulasi dalam rangka penguatan kebijakan P2DD, terus berinovasi untuk meningkatkan retribusi daerah, serta memperkuat infrastruktur dengan mengoptimalkan pemanfaatan Proyek Strategis Nasional.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Satgas P2DD pada kesempatan tersebut memaparkan beberapa capaian tugas Satgas P2DD dalam kurun waktu tahun 2022 hingga semester I tahun 2023.

“Implementasi kebijakan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), berdasarkan Survei Indeks ETPD semester I tahun 2023, jumlah Pemerintah Daerah yang masuk kategori Digital mencapai 399 Pemda atau 73,6 persen. Pemerintah optimis target tahun ini 75 persen bisa dicapai,” urai Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan terkait penguatan ekosistem ETPD dan peningkatan kinerja TP2DD serta inovasi kebijakan P2DD. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemda yang berpartisipasi dalam evaluasi kinerja tahun pada tahun 2023 ini meningkat menjadi 489 Pemda atau setara 90,2 persen. (ian/ram)

Jelang HUT ke 78 TNI, Lantamal I Gelar Doa Bersama

DOA BERSAMA: Jajaran TNI AL Lantamal I Belawan melaksanakan doa bersama dalam rangka menyambut HUT ke 78 TNI di Mako Lantamal I, Selasa (3/10/2023).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyambut HUT TNI ke-78, Danlantamal I Laksamana Pertama TNI Johanes Djanarko Wibowo beserta seluruh jajaran prajurit dan PNS Lantamal I dan Yonmanharlan I melaksanakan doa bersama di Mako Lantamal I, Selasa (3/10/2023).

Doa bersama dilaksanakan serentak oleh TNI (Matra Darat, Laut dan Udara) di seluruh Indonesia ini merupakan ucapan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menyambut peringatan HUT ke 78 TNI tahun 2023.

Kegiatan di Lantamal ini dilaksanakan di dua tempat, bagi yang beragama Islam dilaksanakan di Masjid Al Abrar, dan bagi yang beragam Kristen dan Katolik dilaksanakan di Gedung Kauseri Mako Lantamal I.

Danlantamal I Laksamana Pertama TNI Johanes Djanarko Wibowo mengatakan doa bersama yang dihadiri oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat Belawan tersebut berlangsung dengan khidmat dan khusyuk.

“Semoga dengan kegiatan doa bersama ini Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua dan diberikan kelancaran dana kemudahan dalam pelaksanaan tugas tugas TNI AL kedepannya,” ujarnya.

Adapun sebagai penceramah dan yang memimpin doa bagi yang beragama Islam adalah Ustadz Syamsul Bahri, S.Ag, yang mewakili Kantor Urusan Agama (KUA) Belawan, sedangkan yang memimpin doa dan khotbah bagi yang beragama Kristen dan Katolik adalah Pdt.Agus Indro Sasmito KMJ GPKB Yope Belawan.(mag-1)

Guru Besar USU, Prof Ridha Sebut Kasus Bully di Cilacap Tidak Lepas Pengaruh Gadget

Prof. Dr. dr. Ridha Dharmajaya.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr dr Ridha Dharmajaya membeberkan kasus perundungan atau bully di sekolah, tidak terlepas dari pengaruh penggunaan gadget yang tidak tepat.

Pernyataan Prof Ridha itu, menyikapi atas kasus perundungan atau bullying yang terjadi di salah satu SMP di Kota Cilacap, Jawa Tengah, yang sempat viral dan menarik perhatian semua kalangan termasuk pemerhati pendidikan.

“Seperti yang saya sampaikan di beberapa pertemuan, bahwa ada persepsi realitas yang berubah. Di mana orang secara sadar melakukan kekejaman terhadap orang lain,” ucap Prof Ridha, kepada wartawan, Selasa (3/10/2023).

Prof Ridha, yang juga menginisiasi Gerakan Gadget Sehat Indoneaia (GGSI), mengungkapkan bahwa kasus perundungan di Kota Cilacap itu, tidak lepas dengan penggunaan gadget berlebihan, yang berdampak dengan kehidupan anak tersebut.

“Apa yang mereka lihat di game online gadgetnya, di mana kekejaman yang dilakukan tidak berpengaruh terhadap lawannya karena bisa bangkit lagi setelah dipukul dan dipijak. Itu persepsi realitas yang dilihatnya, tapi pada kenyataannya si korban pemukulan akan terbaring dan harus mendapatkan perawan serius di rumah sakit,” jelas Prof Ridha.

Masih menurutnya, orang dibentuk akan tiga hal yakni apa yang dimakannya, didengarnya dan dilihatnya.

“Kalau makan mungkin tidak ada kaitannya ke gadget, tapi apa yang didengar dan dan dilihatnya di gadget yang terkadang konten kekerasan ataupun game online yang cenderung permainan kekerasan bisa membentuk prilaku seseorang menjadi kejam,” ujarnya.

“Sehingga penting untuk dimonitor konten-konten yang ditonton oleh anak didik agar terhindar dari prilaku keras dan kejam,” ucapnya melanjutkan.

Selain itu juga bilang Prof Ridha, perlu adanya penguatan terhadap para guru di lembaga pendidikan. Sehingga para guru bisa menegakkan disiplin terahadap para anak didiknya.

“Ada reward dan punishment yang bisa diterapkan. Selama ini yang kita lihat, ada beberapa kejadian saat guru memberikan punishment terhadap muridnya, orang tua si murid tidak terima dan melaporkan si guru. Ini kan jadi melemahkan para guru dalam menindak pelanggaran,” ungkap Prof Ridha.

Apalagi sambungnya, banyak sekolah yang membutuhkan murid agar proses pendidikan belajar mengajar bisa tetap berjalan, sehingga sering mentolerir kesalahan yang dilakukan murid.

“Ini akan menyebabkan tidak terjadinya penegakan disiplin terhadap siswa yang melakukan pelanggaran di sekolah,” tuturnya lagi.

Disinggung adanya temuan yang disampaikan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) bahwa perundungan di lingkungan pendidikan mencapai 50 persen dan temuan kasus terendah di Pondok Pesantren sekitar 6,25 persen, Prof Ridha melihat hal yang wajar.

“Kenapa kasus perundungan di pesantren itu jauh lebih rendah daripada SMP, SD dan SMA, hal itu dikarenakan banyak pondok pesantren yang melarang santrinya menggunakan gadget,” kata Prof Ridha.

Untuk itu dirinya menyarankan perlu adanya regulasi di lembaga pendidikan yang mengatur secara khusus penggunaan gadget.

“Sehingga cita-cita lembaga pendidikan melahirkan generasi emas yakni pintar, sehat dan berahlakul karimah bisa terwujud,” ujarnya mengakhiri.

Sebelumnya diberitakan seorang siswa SMP di Cilacap, Jawa Tengah, menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman sekolahnya. Kasus ini pun viral setelah video penganiayaan itu tersebar di media sosial.

Atas kejadian itu dua orang menjadi tersangka sementara korbannya mendapatkan perawatan intensif setelah mengalami patah tulang pada bagian rusuknya.(gus/ram)