29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1124

World Clean-Up Day 2023, Upaya Pemprovsu Bersih dari Sampah

SAMBUTAN: Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Yuliani Siregar saat memberikan kata sambutan pada gerakan World Clean-Up Day (WCD) 2023.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ribuan Relawan Sumatera Utara bersama relawan Indonesia melaksanakan aksi bersih-bersih, di Kawasan Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso Medan, dan jalan-jalan protokol sekitarnya, Minggu (17/9/2023). Kegiatan ini merupakan rangkaian gerakan ‘Hari Bersih-Bersih Sedunia’ atau World Clean-Up Day (WCD) 2023.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut, Yuliani Siregar mengatakan bahwa WCD 2023 adalah aksi bersih-bersih terbesar di dunia yang diikuti 193 negara, dengan jumlah relawan tercatat 24,6 juta relawan.

“Relawan Indonesia adalah yang terbesar dengan jumlah 13 juta relawan, dan Sumut termasuk ambil peran di dalamnya,” ucap Yuliani, dalam keterangan tertulis, Senin (18/9/2023).

Mewakili Pj Gubernur Sumut Hassanudin, Yuliani Siregar membuka resmi kegiatan WCD Sumut 2023 yang dikuti relawan dari ASN lingkungan Pemprov Sumut, Ormas, pelajar, mahasiswa, komunitas dan masyarakat umum. Kegiatan dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kelestarian alam.

“Melalui WCD ini kita bersinergi untuk menularkan budaya bersih-bersih sampah dan menumbuhkannya di dada anak cucu kita sehingga lingkungan kita makin baik dan asri ke depannya,” ujar Yuliani.

Kolaborasi kampanye WCD, menurutnya, juga dalam rangka perubahan perilaku, sebagai mana Pemprov Sumut juga telah menerbitkan Instruksi Gubernur tentang Gerakan Sumut Diet Kantong Plastik Sekali Pakai.

Dalam kegiatan WCD Sumut 2023 ini, para relawan membawa kantong sampah berjalan sambil memungut sampah-sampah yang ada.

Para relawan berhasil mengumpulkan puluhan kantong penuh sampah. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan untuk proses selanjutnya.(gus/ram)

Tim PPM USU Latih Masyarakat Desa Mekar Jaya Kembangkan Produk Olahan Purun

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) kembali melakukan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan program utama pelatihan lanjutan pengembangan produk olahan purun bagi masyarakat Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai 6-8 September 2023 yang diikuti Kelompok Purun Serasi di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.

Kegiatan PPM ini dilakukan tim yang terdiri Dr Ridwanti Batubara SHut MP, Dr Ir Luthfi Hakim SHut MSi, Dr Oding Affandi SHut MP, dan Dr Saleha Hannum SSi MSi. Kegiatan PPM tahun 2023 ini merupakan lanjutan PPM tahun 2022 dengan kegiatan utama berupa edukasi tentang pengolahan purun sebagai bahan kerajinan, tahapan-tahapan pengolahan purun sampai dihasilkan produk olahan purun, serta pemberian alat pengolah purun berupa alat pemipih purun dan mesin jahit purun.

Pada tahun 2023 ini, guna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah purun menjadi berbagai produk maka dilakukan pelatihan lanjutan keterampilan membuat beragam produk olahan purun di workshop Purun Serasi Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat, Langkat. Pada pelatihan ini, peserta dilatih tidak hanya membuat berbagai produk olahan purun produk yang dianyam tapi sudah dikembangkan menjadi beberapa produk yang dalam pembuatannya menggunakan alat bantu teknologi seperti mesin jahit listrik.

Kegiatan PPM ini mendapat sambutan dan dukungan penuh dari pemerintah Desa Mekar Jaya. Muhammad Ripin, selaku Kepala Desa Mekar Jaya mengucapkan terima kasih kepada Tim PPM USU yang telah memberi dukungan dalam pengembangan pengolahan purun kepada warga masyarakat perajin purun. “Kami sampaikan bahwa selama ini, warga kami hanya mengolah purun menjadi tikar dengan teknologi yang sederhana. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap agar warga yang ikut pelatihan bisa memanfaatkan kegiatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya sehingga bekal dalam membuat beragam produk berbahan baku purun melalui penggunaan teknologi tepat guna,” katanya.

Ripin berharap, di masa depan Desa Mekar Jaya bisa menjadi pusat kerajinan purun atau bahkan menjadi Kampung Purun yang menjadi tujuan wisata kerajinan purun di Kabupaten Langkat. “Dengan keberadaan itu, diharapkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu Dr Ridwanti Batubara selaku Ketua Kegiatan PPM USU mengatakan, pada pelatihan ini peserta dilatih langsung oleh pelatih sekaligus pengrajin purun yang ada di Desa Mekar Jaya. Nantinya warga akan dilatih terkait cara mengoperasikan mesin jahit dan membuat beragam produk dari purun. “Warga ini, nanti akan langsung berlatih dan praktik menggunakan mesin jahit dalam membuat produk berbahan baku purun. Produk yang akan mereka buat antara lain topi, dompet, tas, tempat tisu, dan sandal,” jelasnya.

Selain menjahit dan membuat beragam produk purun, pada pelatihan ini juga diberikan gambaran tata laksana dan sistem manajemen usaha purun yang sudah dijalankan pelatih yaitu pengelolaan usaha Purun Serasi di Desa Lubuk Kertang. Nantinya warga yang dilatih bisa mengambil contoh untuk pengembangan usaha purun di Desa Mekar Jaya.

“Setelah kegiatan pelatihan ini, kami juga akan melakukan dampingan dan kegiatan lanjutan berupa pengembangan usaha purun kepada masyarakat Desa Mekar Jaya Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat ini. Masih ada serangkaian kegiatan lain yang akan dilakukan yaitu: pembuatan badan usaha, edukasi dan pelatihan pemasaran secara online dan offline, serta pelatihan pembuatan media sosial untuk menunjang lebih luasnya pemasaran beragam produk olahan purun yang dihasilkan warga”, pungkas Ridwanti.

Salah satu peserta pelatihan, Ibu Nasriati mengatakan, pelatihan ini selain membuka wawasan mereka khususnya dalam membuat beragam produk kerjaninan purun, juga membuat mereka semakin terampil dalam menggunakan mesin jahit ketika membuat beragam produk kerajinan purun. “Setelah pelatihan ini, tentu kami juga akan mengajarkan kepada warga lain di kampung kami bagaimana cara membuat produk-produk dari purun ini,” katanya.

“Kami juga berharap agar Tim USU untuk terus memberikan dukungan kepada kami sehingga kami mampu menghasilkan produk kerajinan purun dari Desa Mekar Jaya yang lebih beragam dan inovatif serta bisa masuk ke pasar yang lebih luas melalui pemasaran secra offline maupun online (market place),” pungkasnya. (adz)

Guru Ngaji Bubarkan Pengajian Karena Tak Melihat Lagi

Para lansia penderita katarak sumringah usai operasi mata, Kamis (14/9/2023) di RS Bhayangkara tk IV Batangtoru, Tapsel. (Samman/MetroDaily)

TAPSEL, SUMUTPOS – Abdus Somad Nasution, mulai merasa lega. Ketika mata sebelah kirinya telah dioperasi dan dalam proses penyembuhan pada program Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis Tambang Emas Martabe, Kamis (14/9/2023) di RS Bhayangkara tingkat IV Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Abdus Somad merupakan guru mengaji di desanya di Bandar Hapinis, Kecamatan Batangtoru. Kakek berusia 60 tahun dengan 13 cucu ini telah puluhan tahun mengajar anak-anak desa dalam membaca dan melafazkan kitab suci Al-Quran. Saban hari, selepas magrib, anak-anak desa akan berduyun ke rumahnya, hingga nanti selepas isya sekitaran pukul 20.00 Wib.

Setahun lalu sang istri meninggal dunia, Abdus Somad pun menanggung duka yang mendalam. Kesedihannya yang begitu berlebihan membuat ia sering menangis sendiri, hingga lima bulan lamanya. Itu pula yang membuat penglihatannya semakin kabur dan gelap. Lalu terjangkit katarak.

“Kalau kabur itu sudah lama sebenarnya, itu setelah gigi bagian atas dicabut. Tapi lima bulan lamanya saya menangis terus, setelah Inangudamu (istri/bibimu) meninggal, semakin parah pula rasa penglihatan ini,” cerita tokoh agama Desa Bandar Hapinis ini.

Pencitraan dari indra penglihatannya semakin hari kian parah, dan bahkan tak lagi mampu membedakan wajah orang atau membaca. Oleh karena itu, Abdus Somad memilih membubarkan pengajiannya, dan kini murid-muridnya telah bertebaran mencari guru lain ke luar desa.

Abdus Somad sudah menjalani operasi katarak mata pada mata sebelah kirinya. Namun, mata di sebelahnya belum melakukan tindakan yang sama. Ia pun kini mulai optimis, bisa kembali melihat, menangkap pencahayaan sekitar. Kemudian berbakti di sisa umur, mengajarkan anak-anak desa dalam beribadah dan mengaji.

“Itu juga permintaan kepala desa, nanti kalau sudah sembuh saya ajar lagi,” harap ustad kampung yang menjelang usia senja itu.

PTAR, sebagai pengelola Tambang Emas Martabe Batangtoru melaksanakan operasi katarak gratis dengan membawa editorial; Buka Mata Lihat Indahnya Dunia . Bekerja sama dengan berbagai rumah sakit di Sumatera Utara, salah satunya RS Bhayangkara tingkat IV Batangtoru.

Direktur CFO PTAR Noviandri menerangkan, program operasi katarak gratis ini telah sembilan kali dilaksanakan. Dalam program yang sama tahun ini akan dilakukan tindakan operasi terhadap 1.000 mata. Selain di sini, juga dilakukan di RSUD Sipirok, RS Mata 77 Pematang Siantar dan RS Mata Mencirim 77 Kota Medan.

“Kami meyakini memberikan dampak baik besar bagi masyarakat khususnya di Batangtoru, Tapanuli Selatan dan umumnya untuk masyarakat Sumut,” katanya.

Dengan operasi ini, PTAR berharap para penderita katarak bisa kembali bekerja lagi, produktif dan menjalankan aktifitas ibadah serta sosial kemasyarakatan.

Dalam kegiatan seremoni pembukaan perban dan tetes obat mata. Hadir Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni, Sekda Tapsel Sofyan Adil Siregar dan Ketua DPRD Tapsel Abdul Basith Dalimunthe serta tokoh masyarakat.

Ketua DPRD Tapsel Abdul Basith Dalimunthe, mengapresiasi kerjasama yang terbangun antara Pemkab Tapsel, Polri dan PTAR dalam pelaksanaan operasi katarak yang secara umum bagi masyarakat Tapsel.

“Kegiatan sosial seperti ini akan merambah bukan Batangtoru saja tapi Tapsel seluruhnya. Semoga tahun ke depan tetap terlaksana demi mengentaskan penyakit katarak,” katanya.

Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni menyebut, momentum seperti ini begitu luar biasa. Kegiatan bersama, dengan kolaborasi yang holistik dapat menjalankan operasi katarak gratis.
“Menciptakan berlangsungan agar masyarakat mendapatkan manfaat terkait kehadiran PTAR di Sumatera Utara,” ungkapnya mengapresiasi dan menyampaikan salam Kapolda Sumut. (SAN)

Baznas Sibolga Salurkan Program Daya Zakat Tahap II

SERAGKAN: Wali Kota Jamaluddin Pohan menyerahkan dana bergulir dari Program Daya Zakat Tahap II Baznas Sibolga kepada penerima manfaat. (DODY/SUMUTPOS)

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Badan amil zakat nasional (Baznas) Kota Sibolga menyalurkan Program Daya Zakat Tahap II dengan pagu anggaran senilai total Rp 75 juta, diberikan kepada 15 orang, masing-masing menerima Rp5 juta.

“Masa pengembaliannya 52 minggu, dengan cicilannya Rp96.000 per minggu, dan saat pelunasan dibayarkan Rp104.000,” kata Ketua Baznas Sibolga, Kamil Gulo, di acara penyaluran Program Daya Zakat Tahap II di Aula Kantor Wali Kota Sibolga, Senin (18/9/2023).

Menurut Kamil, Program Daya Zakat (Dana Pendayagunaan Zakat) ini merupakan program unggulan Baznas di bidang ekonomi. Disalurkan secara bergilir kepada masyarakat pelaku usaha mikro, terutama pedagang kecil.

“Dana bergulir yang kami salurkan harus dikembalikan dalam bentuk cicilan sebesar dana yang diterima tanpa bunga, agunan dan potongan. Dana yang dikembalikan akan digulirkan kembali kepada yang lain. Sehingga maslahat dan manfaat zakat semakin luas kepada masyarakat,” kata Kamil Gulo.

Kamil menjelaskan, ini merupakan penyaluran Program Daya Zakat Tahap II, setelah penyaluran pertama dengan pagu anggaran Rp200 juta dilaksanakan pada Januari 2023 yang lalu.

Menurut dia, penerima manfaat dana bergulir ini seluruhnya direkomendasikan oleh BKM. Ada penjual ikan, sepatu, warung kopi, misop, sarapan pagi, bengkel, tambak lele dan lainnya.

Kamil Gulo mengatakan, dana yang disalurkan ini merupakan hasil cicilan yang dihimpun dari penerima manfaat pada tahap pertama periode Januari-Agustus 2023.

“Ini potret tingkat pengembalian cukup baik. Dan kami yakin, program ini sesungguhnya sangat membantu perputaran ekonomi penerima manfaat,” kata dia.

Kamil menjelaskan, pada 2024 nanti, Baznas Sibolga akan menambah pagu anggaran Program Daya Zakat menjadi Rp300 juta, sehingga jumlah penerima manfaat semakin meningkat.

Besaran dana bergulir yang diberikan kepada penerima manfaat pun bisa bervariasi antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Pihaknya berharap wali kota menempatkan 2 tenaga honorer di Baznas yang nantinya bertugas sebagai tenaga pengutip dilengkapi aplikasi perbankan.

“Kami juga berharap, dana bergulir ini dikembalikan. Jangan dianggap sebagai sumbangan sukarela, karena ini akan digulirkan lagi kepada pelaku usaha lainnya,” kata Kamil.

Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan mengaku bangga dengan keberhasilan Baznas Kota Sibolga menyalurkan dana bergulir lewat Program Daya Zakat untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat terutama mereka yang bergelut sebagai pelaku usaha mikro.

Melihat fakta tersebut, Wali Kota Jamaluddin Pohan mengungkap akan memberikan zakat pribadinya sebesar Rp25 juta untuk ditambahkan pada porsi pagu anggaran Program Daya Zakat 2024 mendatang.

Wali Kota Jamaluddin Pohan mengatakan, dana bergulir yang dikelola Baznas Sibolga ini bersumber dari zakat ASN, diberikan hanya berdasarkan kepercayaan kepada warga penerima manfaat.

“Ternyata, proses pengembalian dana bergulir tanpa bunga, agunan dan potongan ini berhasil dengan baik, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha lainnya,” kata Wali Kota Jamaluddin Pohan.

Wali Kota Jamaluddin Pohan kemudian meminta perbankan untuk berkolaborasi dengan Baznas Sibolga dan BKM dalam penyaluran zakatnya agar lebih bermanfaat dan tepat sasaran.

“Sejak awal saya sudah tegaskan, ini bukan dana hibah. Dana yang berasal dari zakat ASN ini harus dikembalikan, agar pelaku usaha yang lain bisa memanfaatkan dana bergulir dari Baznas Sibolga pada kesempatan berikutnya,” katanya.(mag-5/Han)

Sidak di Polresta Deli Serdang, Dirlantas Poldasu: Pastikan Pelayanan SIM dalam Koridor Sepatutnya

Direktur Lalulintas Polda Sumut, Kombes Pol. Muji Ediyanto, saat Sidak di Polresta Deli Serdang.(ist/SUMUT POS)

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka meninjau pelayanan Satuan Penyelenggaran Administrasi SIM atau Satpas, Direktur Lalulintas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Muji Ediyanto, SH, Sik. Melakukan inspeksi mendadak di Polresta Deli Serdang, Senin (17/9).

Satu persatu ruang stand pelayanan permohonan sim dikunjungi, tak hayal Kombes Muji, juga turut langsung menyapa warga yang sedang mengajukan permohonan sim.

“Kunjungan ini guna memastikan proses pelayanan, biaya administrasi, serta tata cara pembuatan sim baik A, C, maupun B1 dalam koridor yang sepatutnya,” jelas Dirlantas Polda Sumut, Kombespol Muji Ediyanto.

Muji menambahkan saat ini proses pembuatan sim sudah baik, mulai dari waktu penerbitan, himbauan-himbauan tata cara penerbitan sim. Semuanya terpampang setiap sudut ruangan satlantas polresta deli serdang.

“Tadi kita sudah melihat langsung seluruh proses penerbitan sim, segala himbauan dan arahan untuk masyarakat tertera pada tiap-tiap sudut ruangan satlantas. Untuk waktunya juga cepat, setidaknya setelah melewati ujian praktik maupun teori pemohonan hanya berlangsung lebih kurang 1 jam,” terangnya.

Sementara itu, untuk pemohon yang gagal dalam ujian praktik, dapat langsung mengulang kembali ujian setelah mendapat pengarahan bimbingan belajar dari petugas satpas.

“Nah, sesuai instruksi bapak kapolri agar memudahkan pemohon sim. Bagi yang gagal dalam ujian praktik tadi, langsung kita lakukan ujian ulang di hari yang sama setelah mendapat bimbingan belajar sampai lulus melewati ujian praktik, tanpa harus menunggu 2 minggu kedepan,” tegas mantan Dirlantas Polda Aceh ini.

Selain meninjau proses pelaksanaan penerbitan sim, dirlantas juga berpesan kepada masyarakat agar jangan ragu untuk membuat sim baik A, C, maupun B1.

“Saya berharap kepada masyarakat khususnya warga sumatera utara untuk tidak ragu maupun takut agar membuat sim, jangan juga melalui calo, karena petugas kita senantiasa menuntun dan mengarahkan warga dalam tiap-tiap prosesnya,” tutur Dirlantas.(gus)

Telkomsel Hadirkan Paket Internet Roaming Asia Tenggara Dengan Kuota Untuk Berinternet

Telkomsel memberikan solusi prima bagi bagi pengguna Telkomsel Halo dan Telkomsel Prabayar, yang melakukan perjalanan ke berbagai negara Asia Tenggara dengan menghadirkan paket roaming internasional RoaMax Asia Tenggara. Paket RoaMax ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan akses komunikasi para pelanggan yang melakukan perjalanan internasional, liburan maupun business ke beberapa negara Asia yang berada diwilayah Tenggara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel memberikan solusi prima bagi bagi pengguna Telkomsel Halo dan Telkomsel Prabayar, yang melakukan perjalanan ke berbagai negara Asia Tenggara dengan menghadirkan paket roaming internasional RoaMax Asia Tenggara. Paket RoaMax ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan akses komunikasi para pelanggan yang melakukan perjalanan internasional, liburan maupun business ke beberapa negara Asia yang berada diwilayah Tenggara.

Vice President Consumer Sales Telkomsel Sumatera, Mulya Budiman menyampaikan “Sesuai dengan komitmen Telkomsel untuk selalu sensolusikan kebutuhan pelanggan dan menghadirkan produk layanan yang customer-centric, dengan dibukanya akses perjalanan internasional yang lebih leluasa kepada masyarakat, dengan tujuan negara Asia Tenggara. Kebutuhan akses roaming internasional terus meningkat kami menyediakan layanan paket internet roaming Asia Tenggara dengan penawaran harga dan kuota yang setara dengan SIM card lokal di berbagai negara. Kenyamanan mengakses komunikasi serta internet di luar negeri menjadi hal yang sangat penting, terutama untuk pemanfaatan sosial media dan update report pekerjaan secara real time”.

Berbagai pilihan penawaran kuota Internet RoaMax dari Telkomsel ini, tersedia untuk 181 negara tujuan bekerjasama dengan 390 operator telekomunikasi diseluruh dunia. Dengan memanfaatkan paket Internet RoaMax, pelanggan tidak perlu repot melakukan penggantian SIM card. Untuk memastikan kelancaran berkomunikasi lakukan pengecekan kuota secara berkala dengan mengakses aplikasi MyTelkomsel atau hubungi *266#, untuk memastikan kuota roaming masih ada dan masa aktif paket belum berakhir.

Harga kuota internet roaming RoaMax Asia Tenggara sendiri sudah disesuaikan agar bersaing dengan harga tourist SIM card maupun lokal SIM card di negara tujuan. Kuota Internet RoaMax Asia Tenggara memiliki single choice, dengan kuota hingga 10 GB akses internet luar negeri seharga Rp. 150 ribu dengan masa aktif paket hingga 7 x 24 Jam di 10 Negara. Informasi lebih lanjut mengenai paket roaming RoaMAX Asia Tenggara dari Telkomsel dapat diakses di www.telkomsel.com/roamax. Untuk paket Internet roaming Asia Tenggara ini, dapat di gunakan pada negara Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, Brunai Darussalam, Myanmar, Laos dan Timur Leste.

“Dengan penawaran harga kuota yang sangat bersaing dibandingkan dengan harga kuota tourist SIM card, kuota internet RoaMax ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta pengalaman berbeda bagi para pelanggan dalam menikmati akses layanan data di luar negeri dengan mudah dan nyaman. Paket ini diharapkan mampu memenuhi segala kebutuhan ketika bepergian, baik untuk menjaga agar pelanggan tetap dapat terhubung dengan keluarga dan kerabat maupun untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup digitalnya seperti bermedia sosial dan mengakses layanan digital lainnya.” tutup Mulya.(rel)

Dosen Pertanian USU Ubah Limbah Pertanian Menjadi Pakan Konsentrat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Program Desa Binaan telah dilaksanakan Dosen Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Program yang dilakukan di Desa Sarang Burung, Kecamatan Hinai ini, diketuai Prof Dr Ritha F Dalimunthe SE MSi (Dosen Prodi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU).

Kegiatan Desa Binaan ini meliputi beberapa kegiatan yang memiliki koordinator masing-masing. Adapun kegiatan tersebut antara lain, mengenai pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan keluarga, pengelolaan pertanian dan peternakan, serta startegi pemasaran dan manajemen keuangan.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (18/7) yang lalu, merupakan bagian dari bidang pengelolaan pertanian dan peternakan yang dikoordinatori Prof Dr Ir Abdul Rauf MP dengan anggota Dr Nevy Diana Hanafi SPt MSi dan Ir Achmad Sadeli SPt MSc IPM ASEAN Eng dengan tema kegiatan, pengolahan pakan konsentrat untuk ternak ruminansia kecil dengan memanfaatkan sumber pakan lokal.

Kegiatan ini dihadiri masyarakat Desa Sarang Burung dan juga aparat desa setempat. Adapun pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan bahan pakan penyusun konsentrat.

Pada kesempatan tersebut Ir Achmad Sadeli SPt MSc IPM ASEAN Eng menyatakan, Desa Sarang Burung memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang luas, sehingga memiliki banyak jenis limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Ditambah dengan potensi peternakan yang ada di Desa Sarang Burung, dimana saat ini populasi ruminansia kecil berupa kambing dan domba memiliki populasi yang cukup banyak selain bebek dan ayam petelur.

“Lalu pada pertemuan kedua pada tanggal 25 Agustus 2023, tim pengabdian menyerahkan bantuan berupa bibit Indigofera sebanyak 200 batang,” kata Achmad Sadeli.

Sementara Dr Nevy Diana Hanafi SPt M Si menjelaskan, Indigofera merupakan tanaman yang memiliki potensi sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai sumber hijauan ternak. “Di mana, Indigofera memiliki protein yang tinggi, yang membantu dalam memunuhi kebutuhan nutrient ternak ruminansia,” pungkasnya. (adz)

Rizki Nugraha Ajak Warga Manfaatkan Bank Sampah

SOSIALISASI: Rizki Nugraha saat menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Bromo Gang Panjang Nomor 31 Lingkungan 9 Kelurahan Tegal Sari III Kecamatan Medan Area, Senin (18/9/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi III DPRD Medan, M Rizki Nugraha SE, mengajak seluruh warga Kota Medan untuk memanfaatkan bank sampah yang ada di tiap-tiap kelurahan. Sebab, sudah saatnya masyarakat sadar bahwa sampah juga bernilai ekonomis jika kita tahu tata cara pengolahannya.

Hal itu dikatakan Rizki Nugraha saat menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Bromo Gang Panjang Nomor 31 Lingkungan 9 Kelurahan Tegal Sari III Kecamatan Medan Area, Senin (18/9/2023).

“Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan selalu siap memberikan pelatihan-pelatihan pengelolaan sampah yang diajukan masyarakat. Syaratnya mudah bapak dan ibu, cukup dengan membentuk kelompok minimal 10 orang dalam satu kelompok dan diajukan ke kelurahan. Selanjutnya, akan diproses pihak kelurahan untuk diatur jadwal pelatihannya,” ucapnya.

Politisi muda Partai Golkar ini menambahkan, sampah yang dibuang sembarangan terlebih lagi ke saluran drianase sangat berdampak terhadap buruk, salah satunya banjir.

“Syukur alhamdulillahnya Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution sudah mulai membenahi drainase-drainase kita. Sekarang drainase kita semakin lebar dan banjir pelan-pelan teratasi, tapi bukan berarti sampah bisa dibuang begitu saja ke saluran drainase ya bapak ibu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Indra Utama, berharap kepada seluruh warga Kecamatan Medan Area agar tidak memasukkan semua sampah ke dalam plastik penampungan yang kemudian diserahkan kepada petugas.

Sebab, sampah basah yang dihasilkan dari limbah rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya ulat magot yang bernilai ekonomis karena banyak diburu pecinta burung.

“Seperti yang dikatakan pak dewan kita, bapak M Rizki Nugraha, kami siap memberikan pelatihan pengolahan sampah kepada kelompok-kelompok yang mengajukan diri. Nanti kita akan ajarkan caranya mulai dari awal sampai akhir,” ujarnya.

Di samping membahas soal sampah, M Rizki Nugraha juga menyampaikan sejumlah program yang menjadi prioritas Wali Kota Medan Bobby Nasution. Satu diantaranya adalah berobat gratis cukup dengan KTP dan penanganan infrastruktur di 21 kecamatan.

Seperti diketahui, pada hari yang sama, Rizki Nugraha menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.6 tahun 2015 sebanyak dua sesi. Selain di Kecamatan Medan Area pada sesi pertama, Rizki Nugraha juga menggelar kegiatan yang sama oada sesi kedua di Jalan Speksi, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas. (map/ila)

Maju DPR RI, Tokoh Perempuan Sumut Beri Nasihat Untuk Abdillah

Wali Kota Medan dua periode (2000 sampai 2008), Drs. H. Abdillah, SE, Ak, MBA siap maju Caleg DPR RI Dapil Sumut 1 lewat Partai NasDem.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, terutama bagi kaum ibu, tentu sudah tidak asing lagi dengan Drs H Abdillah, SE, Ak, MBA, mantan Wali Kota Medan.

Sosok Abdillah dikenal sangat fenomenal. Sepak terjangnya sebelum dan sewaktu menjabat Wali Kota Medan hampir dua periode dinilai berhasil, walaupun sempat tersandung masalah hukum. Namun, Abdillah memiliki karakter dan jiwa pemimpin yang baik serta sangat komunikatif.

Saat menjabat Wali Kota Medan, Abdillah mampu merangkul semua etnis, kelompok atau elemen masyarakat, tokoh serta pemuka agama. Abdillah juga mampu mendatangkan investor membangun Kota Medan menjadi Kota Metropolitan.

Abdillah merupakan pemimpin umat mampu menghidupkan syiar Islam seperti di bulan puasa dengan kegiatan Ramadan Fair, lalu UMKM dibuat bergeliat pada malam hari dengan membuka Kesawan Square dan Merdeka Walk.

Saat ini Abdillah tercatat maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) 1 yang meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi untuk Pemilu 14 Februari 2024.

Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Hj Bunda Indah menyebut sosok mantan Wali Kota Medan Abdillah merupakan tokoh, pedagang dan profesional yang berkarismatik.

‘’Banyak sosok di Sumatera Utara maupun di Indonesia yang kita sebut merupakan tokoh, pedagang dan profesional, namun tidak banyak yang berkarismatik. Abdillah miliki itu. Abdillah tokoh, pedagang dan profesional yang berkarismatik. Ini modal yang luar biasa,’’ sebut Bunda Indah saat dihubungi wartawan, Senin (18/9).

Sosok Abdillah juga dinilai Bunda Indah merupakan sosok yang sarat dengan pengalaman. ‘’Sangat disayangkan Abdillah tidak maju sebagai Wali Kota lagi,’’ cetus Bunda Indah.

Walaupun begitu, Bunda Indah mendengar Abdillah akan maju menjadi calon anggota legislatif tingkat pusat atau Caleg DPR RI. ‘’Ini merupakan pilihan, mau dari partai politik mana pun, Abdillah layak didukung,’’ cetusnya.

Bunda Indah menekankan agar Abdillah nantinya mampu menyelesaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumatera Utara ke pemerintah pusat untuk pembangunan daerah.

‘’Sering turun ke lapangan, jangan obral janji tetapi beri bukti. Perbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) kita di Sumatera Utara ini, ciptakan lapangan kerja, BPJS juga harus diperhatikan. Dan yang terpenting masalah infrastruktur, meningkatkan ekonomi masyarakat, pendidikan serta kesehatan,’’ sebut Bunda Indah.

Bunda Indah pun yakin Abdillah mampu memperjuangkan hal itu. ‘’Teruskan dan sambungkan niat dan cita-cita besar dulu yang sempat tersandung di Kota Medan,’’ pintanya.

Namun, Bunda Indah berharap Abdillah harus tetap rendah hati. ‘’Jika sudah terpilih tetap rendah hati,’’ pesan Bunda Indah.

Sementara, saat dihubungi wartawan, Abdillah mengucapkan terima kasih kepada Bunda Indah selaku tokoh masyarakat yang menjadi semangat dirinya dalam berjuang mendorong kemajuan daerah guna mencapai kesejahteraan masyarakat.

Abdillah pun memohon doa dan dukungan seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara khususnya Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi, karena dirinya akan maju sebagai Caleg DPR RI dan memohon dukungan masyarakat dari empat daerah tersebut.

Wali Kota Medan dua periode (2000 sampai 2008) tersebut kembali menegaskan siap maju menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) 1 pada Pemilu 14 Februari mendatang.

‘’Lewat Partai NasDem, saya memohon doa dan dukungan seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara, khususnya warga Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi agar niat baik ini berjalan dengan baik pula,’’ ujar Abdillah.

Seperti diketahui, ayah dari anggota DPRD Medan Afif Abdillah ini pernah ikut bertarung sebagai bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal pemilihan Sumatera Utara tahun 2019 kemarin.

‘’Saat itu Allah SWT belum mengizinkan saya duduk di DPD. Kali ini saya berniat maju DPR RI, atas ridho-Nya, Insya Allah akan diberi kemudahan,’’ tuturnya.

Abdillah pun menyebut bahwa jabatan itu adalah amanah dan menyangkut kepercayaan masyarakat, jadi siapa pun nantinya yang dipilih masyarakat, maka itulah yang terbaik. Tentunya Allah SWT juga yang punya kuasa menentukan.

Walaupun pernah terjerat kasus hukum saat menjabat Wali Kota Medan di periode kedua, Abdillah yang lahir di Medan 19 Mei 1955 itu menyatakan, pengalaman baik dan buruk yang pernah dilaluinya menjadi motivasi dan introspeksi dirinya dalam membangun tanah kelahirannya Sumatera Utara.

‘’Pengalaman sebagai Wali Kota Medan, mengajarkan saya agar lebih baik lagi memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bagi daerah. Misalnya menyangkut perekonomian, soal SDM yakni pendidikannya, kesehatan maupun sarana dan pra sarana infrastrukturnya. Sumut harus maju dan rakyatnya sejahtera,’’ tandasnya.

Sebelum diangkat menjadi wali kota, Abdillah adalah seorang pengusaha dalam bidang konstruksi. Saat menjabat sebagai wali kota, Abdillah juga menjabat sebagai Ketua Umum klub sepak bola PSMS Medan.

Masa kepemimpinannya, Abdillah dinilai berhasil membangun Medan menjadi Kota Metropolitan. Kebijakan Abdillah pun akhirnya mendapat acungan jempol warga terutama para pelaku UMKM, karena menghidupkan geliat Kota Medan terutama di malam hari.(rel/tri)

Peluang Menjadi Bisnis Rumahan, Mak Ganjar Ajarkan Cara Membuat Bika Ambon

Relawan Mak Ganjar Sumut saat memberi pelatihan membuat bika ambon kepada puluhan emak-emak di Jalan Mandala Dagang Karawang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (17/9).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Potenis usaha rumahan bika ambon memang sangat bagus. Usaha bika ambon yang telah lama dijalankan masyarakat hingga kini masih saja bertahan dan eksis.

Dalam rangka mempertahankan eksistensi dari kue khas Medan tersebut. Maka, Relawan Mak Ganjar memberikan pelatihan membuat bika ambon kepada puluhan emak-emak di Jalan Mandala Dagang Karawang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (17/9).

“Bagus acaranya bermanfaat, terimakasih lah kami bilang,” ungkap seorang warga dalam kegiatan tersebut, Ramsona Hutapea (57).

Bika ambon menjadi salah satu usaha kue basah yang menguntungkan dan peminatnya sangat besar. Bika ambon banyak dicari dan dibeli masyarakat setiap waktu dengan jumlah permintaan yang besar.

Seiring dengan perkembangannya, kebutuhan masyarakat terhadap kuliner bika ambon berkembang pesat di Indonesia, terlebih bika ambon seringkali dijadikan oleh-oleh khas Medan bahkan sebagai hidangan di setiap kegiatan. Bahkan, usaha bika ambon tidak pernah mati dan tumbuh dengan berbagai inovasi dan kerasi yang makin bagus.

“Potensinya ada, sangat bisa dikembangkan karena kan bika ambon ini salah satu kue kebanggaan rakyat Sumatera Utara. Udah kemana-mana sering dijadikan oleh-oleh,” ujar Ramsona.

Koordinator Wilayah (Korwil) Mak Ganjar Sumut, Nour Wahyuni mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, bika ambon bisa menjadi salah satu ide bisinis rumahan yang bisa dikembangkan untuk para emak-emak.

Apalagi, kebutuhan bika ambon dalam jumlah besar seringkali membuat beberapa produsen cukup kewalahan, sehingga menjalankan usaha bika ambon merupakan salah satu cara menambah penghasilan yang menguntungkan.

“Karena peminatnya banyak, maka kami upayakan emak-emak di sini terampil supaya bisa jadi sumber pemasukan bagi emak-emak,” ungkap Nour.

Usaha tersebut cukup prospektif dan menuai tanggapan positif dari banyak kalangan masyarakat.

Melalui Mak Ganjar, Nour berkomitmen untuk melibatkan lebih banyak emak-emak mengikuti pelatihan tersebut. Sehingga, munculnya para pengusaha baru di level kecil dalam menopang ekonomi keluarga. (rel/tri)