28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 1129

Prof Dr Kimberly Febrina Kodrat MS MKes MT Terima SK Guru Besar

GURU BESAR: Prof Dr Kimberly Febrina Kodrat MS MKes MT (5 kiri) menerima SK Guru Besar di Aula LLDikti Sumut, Jumat (15/9).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KEPALA Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Anwar Matondang MA menyerahkan surat keputusan Guru Besar Prof Dr Kimberly Febrina Kodrat MS MKes MT di Aula LLDikti Sumut, Jumat (15/9).

SK ini diterima Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Dr Safrida MSi yang selanjutnya diserahkan pada Prof Dr Kimberly Febrina Kodrat MS MKes MT. Bersamaan dengan itu juga diserahkan SK Guru Besar Prof Dr Marzuki MHum (UISU) dan Prof Dr Ida Hanifah MH (UMSU).

Kegiatan ini juga dihadiri ketua Yayasan UISU, pengurus BPH dan wakil rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Turut hadir dekan dilingkungan UISU dan UMSU serta undangan lainnya.

Prof Dr Kimberly Febrina Kodrat MS MKes MT mengungkapkan rasa haru karena butuh selama 11 tahun mendapatkan gelar akademik tertinggi sebagai guru besar. Karenanya ia berterima kasih atas berbagai dukungan terhadapnya terutama pada suami dan anak.

Guru besar Fakultas Teknik UISU yang juga praktisi d konsultan industri ini berbagi pengalaman saat menjadi dosen di Universitas Sisingamangara XII, UMSU, Universitas Al-Azhar dan Institut Teknologi Medan (ITM).

Prof Dr Kimberly Febrina Kodrat MS MKes MT yang merupakan dosen aparatur sipil negara ini berharap raihan guru besar dapat berdampak positif membawa UISU menjadi perguruan tinggi unggul antara lain dengan semakin banyak karya dosen dan semakin baik cara mengajar.

Dibagian lain, calon ketua Rumah Riset UISU juga mendorong dosen di Sumut untuk menjadi profesor sebagai ujung dari cita-cita setelah tamat pendidikan doktoral. ”Cita-cita saya sejak kecil jadi professor. Saya suka sekolah. Punya dua kali
gelar doktoral dan tiga gelar magister,” katanya.

Saat penyerahan tiga SK Guru Besar dari UISU dan UMSU, kepala LLDikti Sumut menegaskan dukungan penuh terhadap dosen di Sumut untuk dapat meraih guru besar. ”Jadi guru besar itu tidak mudah. Baik sebelum dan sesudah jadi guru besar memiliki tanggung jawab yang besar. Tahun 2023 ini sudah diterima 13 SK guru besar,” kata Prof Saiful Anwar Matondang MA.

Apresiasi terhadap capaian guru besar juga disampaikan Rektor UISU Dr Safrida MSi dan Wakil Rektor I UMSU Prof Dr Muhammad Arifin MHum. Sementara Prof Dr Marzuki MHum dan Prof Dr Ida Hanifah MH juga menyampaikan terima kasih atas berbagai dukungan sehingga meraih guru besar. (dmp)

Polda Sumut Kembali Tangkap 75 Pelaku Peredaran Narkoba

NARKOBA: Tersangka peredaran narkoba. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polda Sumut dan jajaran Polres terus melakukan penindakan terhadap para pelaku jaringan peredaran gelap narkotika diseluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Dari data yang diterima pada 14 September 2023 dalam penindakan terhadap pelaku jaringan narkoba itu sebanyak 75 orang berhasil diamankan. Diantaranya pemakai 28 orang dan jaringan pengedar 47 orang.

Selain itu, Polda Sumut dan jajaran juga menyita barang bukti ganja seberat 2,6 Kg, sabu 4,2 kg dan pil ekstasi 13 butir.

Kemudian, Polda Sumut mengamankan sejumlah Barang Bukti yang memiliki keterlibatan dengan tindak Pidana Narkotika berupa sepeda motor 9 unit, uang tunai Rp5.064.000, handphone 27 unit, timbangan digital 6 unit dan bong alat hisap sabu 2 unit.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi, mengatakan penindakan terhadap puluhan pelaku jaringan narkoba itu sebagai bentuk komitmen Polda Sumut dalam memberantas peredaran narkoba di Sumatera Utara.

“Penindakan ini hari ke dua, 75 orang kita amankan, Polda Sumut dan Polres Jajaran terus memburu pelaku, bandar hingga ke jaringannya,” tegas Hadi.

Hadi menambahkan Narkoba merupakan musuh bersama. Oleh karena itu Polda Sumut menyatakan komitmen dalam memberantas narkoba di Sumut. (dwi/ram)

Banyak Sarjana di Siantar Menganggur, Partogi Sirait Minta Perhatian Serius Wali Kota

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan Franky Partogi Wijaya Sirait meminta Wali Kota Pematangsiantar serius menanggapi banyaknya sarjana yang menganggur di kota itu. Permintaan itu disampaikan Partogi saat menjadi keynote speaker dalam “Simposium Sarjana Pengangguran”.

Acara yang mengusung tema “Upaya Pengendalian dan Penanggulangan Sarjana Pengangguran Melalui Program Pemberdayaan SDM Terpadu” ini berlangsung di Aula Serba Guna Pemerintah Kota Pematang Siantar, Kamis (14/9/2023).

Dijelaskan Partogi, pasal 27 ayat 2 UUD 1945 menyatakan, setiap warga negara Indonesia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Merujuk hal itu, maka penyediaan lapangan pekerjaan dan penghidupan yang layak adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah.

Partogi menambahkan, dari data BPS jumlah keseluruhan pengangguran di Pematangsiantar per Agustus 2022 sebanyak 14.155 jiwa. Dari data ini, 2.861 pengangguran berlatarbelakang sarjana.
“Tentu ini pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah dan strategi yang tepat dan komprehensif. Saya berharap Walikota Pematang Siantar memberi perhatian serius,” tandas legislator daerah pemilihan Pematangsiantar-Simalungun ini.

Franky menegaskan, pemerintah harus menciptakan iklim usaha yang baik, menjaga stabilitas keamanan, ekonomi dan politik serta melakukan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat. Termasuk membantu modal kepada pelaku industri kreatif di kota ini. (adz)

Tokopedia Ciptakan Perempuan Tangguh dan Berdaya di Era Digital

Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni dan Founder & CEO UPRINTIS Indonesia, Novita Hardini Mochammad saat foto bersama.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tokopedia berkolaborasi dengan UPRINTIS dan Dekranasda Kota Medan mengadakan Kelas Perempuan Maju Digital (KPMD) bertajuk ‘Ciptakan Perempuan Tangguh dan Berdaya di Era Digital’ yang dihadiri 100 UMKM lokal wilayah Sumatra Utara secara luring di Karibia Boutique Hotel, Kota Medan, Jumat (15/9).

Kolaborasi melalui Kelas Perempuan Maju Digital (KPMD) ini bertujuan untuk berbagi pengalaman mengenai peran, tantangan serta peluang yang dihadapi oleh UMKM Perempuan dalam menghadapi proses digitalisasi serta demi mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni, mengatakan selama 14 tahun ini Tokopedia melalui semangat #SelaluAdaSelaluBisa, secara konsisten terus mendukung pelaku UMKM di Indonesia, tak terkecuali para perempuan.

“Tokopedia memberikan pendampingan dan edukasi yang setara bagi perempuan dan laki-laki, salah satunya dengan memfasilitasi pelaku UMKM Indonesia, agar lebih piawai memanfaatkan teknologi digital, serta dapat mendorong perekonomian nasional,” ucap Astri.

Astri menjelaskan Tokopedia bersama para mitra strategis, termasuk pemerintah Provinsi Sumatra Utara, bekerja sama dalam pemulihan ekonomi nasional melalui fitur layanan pajak online di Tokopedia, khususnya untuk masyarakat di Kota Medan.

“Menurut data internal Tokopedia, transaksi pembayaran PBB melalui Tokopedia di Sumatra Utara pada tahun 2022 dibandingkan 2021 meningkat hampir 1,5 kali lipat. Sedangkan transaksi pembayaran E-Samsat melalui Tokopedia di Sumatra Utara pada tahun 2022 dibandingkan 2021 meningkat hampir 5 kali lipat,” tutur Astri.

Modul Perempuan Maju Digital Tingkatkan Daya Saing Perempuan Pelaku UMKM
Lebih lanjut, Tokopedia bersama Kementerian Perempuan dan Pemberdayaan Anak (KPPPA) RI juga telah meluncurkan Modul Perempuan Maju Digital demi meningkatkan daya saing perempuan pelaku UMKM.

Modul ini, tersedia secara gratis melalui Pusat Edukasi Seller dan diperkenalkan kepada perempuan pelaku UMKM lewat sosialisasi offline KPMD yang diadakan di berbagai daerah di Indonesia.

Asri mengungkapkan bahwa modul Perempuan Maju Digital bertujuan meningkatkan daya saing perempuan pelaku UMKM yang ingin memulai dan mengembangkan bisnis secara online.

“Ada berbagai topik pembahasan yang ada dalam Modul Perempuan Maju Digital, mulai dari 10 langkah awal pemberdayaan bisnis milik perempuan, hingga hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi perempuan pengusaha di era digital,” tandas Astri.

Menurut hasil riset LPEM FEB UI 2023 yang mengungkapkan bahwa penjual di Tokopedia mempunyai rata-rata dua pekerja. Riset tersebut juga mencatat lebih dari setengah (58,47%) dari pekerja yang diberdayakan oleh penjual di Tokopedia adalah perempuan.

Kegiatan KPMD ini juga merupakan manifestasi dari konsep Zero Barrier Grup GoTo yang diterapkan Tokopedia sebagai bentuk komitmen Tokopedia dalam menjadi platform yang inklusif dan dapat diakses siapa pun, serta memberikan beragam peluang untuk dapat menghasilkan mata pencaharian yang berkelanjutan, tak terkecuali perempuan.

Founder & CEO UPRINTIS Indonesia, Novita Hardini Mochammad mengatakan kolaborasi Tokopedia dan UPRINTIS melalui KPMD diharapkan dapat menciptakan kesempatan yang setara antar gender, khususnya bagi UMKM perempuan.

“Kami berharap, KPMD juga dapat menjadi sebuah jawaban bagi pelaku UMKM perempuan dalam berwirausaha di era digital dan lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan dalam membangun usaha sebab industri UMKM harus menjadi raja di negeri sendiri,” ucap Novita.

Sementara itu, Ketua II TP PKK Kota Medan, Isabella Pencawan mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan, Kahiyang Ayu M. Bobby Nasution mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Medan mendukung Tokopedia yang telah konsisten mengadakan Kelas Maju Perempuan Digital di berbagai kota, khususnya Medan.

“Mengingat pelaku industri rumahan didominasi kaum perempuan dan mempunyai peran strategis untuk membantu meningkatkan status ekonomi keluarga, sehingga keberadaan Tokopedia diharapkan dapat memberikan peluang bagi pelaku UMKM di Medan untuk perluas pasar dengan lebih efisien, tanpa perlu berpindah tempat dan tetap bisa melakukan perannya sebagai Istri dan Ibu di rumah,” ucap Ketua II TP PKK Kota Medan, Isabella Pencawan.

Dollarnest, Berdaya di Masa Pandemi dengan Berjualan di Tokopedia
Selain memberikan pendampingan kepada UMKM pemula untuk membuka toko online, agar perempuan pelaku UMKM bisa mendapatkan panggung seluas-luasnya untuk memulai dan mengembangkan bisnis, Tokopedia menggencarkan inisiatif Hyperlocal dengan mengusung teknologi geo tagging untuk mendekatkan penjual dengan pembeli setempat agar UMKM di seluruh penjuru Indonesia punya kesempatan yang sama untuk bertumbuh.

Tokopedia juga turut menghadirkan pelaku usaha Dollarnest asal Medan, Dolly Lawi yang menginspirasi para peserta KPMD dalam berbisnis secara online dan sukses merintis brand Dollarnest, yakni bisnis minuman sarang walet birdnest yang resmi hadir pada Mei 2021, serta berhasil perluas pasar melalui Tokopedia.

Pada sesi diskusi, Dolly mengatakan tepat saat Indonesia tengah menghadapi pandemi COVID-19, bisnis Dollarnest yang ia jalani ternyata menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam menjaga imunitas. Sehingga momen tersebut mampu mendorong transaksi Dollarnest.

“Selama menjalani bisnis ini saya menyadari bahwa di era digital kini, belanja online sangat memudahkan setiap orang. Serta, teknologi digital marketing juga harus dimanfaatkan untuk kembangkan bisnis. Dari buah pemikiran inilah saya memutuskan untuk berjualan di Tokopedia. Dengan begitu, Dollarnest lebih mudah bertemu dengan pelanggan yang tidak terbatas hanya dari Medan saja, tetapi dari pelosok Indonesia,” ucap Dolly.

Dalam menentukan strategi bisnis, Dolly sangat mengutamakan meningkatkan pengalaman pelanggan dengan memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, agar bisnis terus berjalan dengan baik, riset produk dan pasar juga menjadi penentu untuk memaksimalkan penjualan. Sejak berjualan di Tokopedia, Dolly mengaku Tokopedia dapat membantu meningkatkan brand awareness Dollarnest.

“Bahkan sejak berjualan di Tokopedia, penjualan per bulan berhasil meningkat hingga 60%. Sedangkan omzet per bulan di Tokopedia mencapai hingga ratusan juta per bulan, bahkan pernah menyentuh Rp1 miliar per bulan,” ungkap Dolly.

Untuk meningkatkan penjualan dan brand awareness Dollarnest, Dolly mengaku rutin mengikuti berbagai kampanye Tokopedia, mulai dari Serbu Official Store, WIB, Kebut Gopay, hingga Flash Sale. Bahkan Papua menjadi tujuan pengiriman terjauh yang pernah dilakukan Dollarnest.

Inisiatif Hyperlocal Dorong Pertumbuhan Transaksi di Kota Medan
Berkat inisiatif Hyperlocal dalam mendorong akselerasi adopsi platform digital, Tokopedia mencatat beberapa temuan menarik di Kota Medan. Beberapa kategori produk yang paling laris di Kota Medan selama kuartal III 2023, antara lain, Olahraga dan Hobi, Elektronik, Rumah Tangga, Otomotif dan Kebutuhan Sehari-hari atau Groceries, dibandingkan kuartal II 2023.

Data internal Tokopedia mencatat Kecamatan Medan Labuhan, Medan Belawan, Medan Petisah, Medan Marelan dan Medan Deli sebagai kecamatan di Kota Medan dengan peningkatan jumlah transaksi tertinggi. Sedangkan, Kecamatan Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Kota, Medan Maimun dan Medan Polonia sebagai kecamatan di Kota medan dengan kenaikan jumlah penjual tertinggi.(gus)

Polda Kepri Amankan Aksi Damai Aliansi Mahasiswa di Batam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) telah mempersiapkan langkah-langkah pengamanan untuk menghadapi unjuk rasa damai yang akan dilakukan Aliansi Mahasiswa Batam. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di depan Kantor DPRD dan Pemkot Batam, Jumat (15/9).

Hal tersebut disampaikan Kapolda Kepri, Irjen Pol Tabana Bangun melalui Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos.

Ia menyampaikan, bahwa sebanyak tiga batalyon personel gabungan Polri-TNI, Satpol PP, dan Ditpam BP Batam telah disiagakan Polda Kepri dalam upaya menjaga keamanan selama rencana aksi damai berlangsung.

“Dalam konteks ini, Kabidhumas Polda Kepri menegaskan bahwa undang-undang nomor 9 tahun 1998 menjamin hak penyampaian pendapat di muka umum. Namun, ia juga mengingatkan peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban umum dan menghormati hak-hak masyarakat lainnya,” ujarnya.

Zahwani juga mendorong agar penyampaian pendapat disampaikan dengan sikap santun, bijak, dan damai. Ia berharap, Aliansi Mahasiswa Batam dapat menyampaikan tuntutan mereka kepada para pemangku kepentingan (Stakeholder). Hal ini diharapkan dapat membantu mencari solusi bersama dalam mendukung program rencana strategis pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Proses pengamanan rencana aksi damai ini akan lebih mengedepankan pola-pola persuasif dan humanis, bahkan seluruh anggota personel pengamanan tidak dibenarkan membawa senjata api.

Selanjutnya, tegas Zahwani, proses penegakkan hukum adalah langkah terakhir yang akan diterapkan, apabila aksi damai berakhir anarkis, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan tercatat di SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), di mana surat keterangan tersebut sangat diperlukan di dalam melamar pekerjaan, melanjutkan pendidikan dan untuk kepentingan lainnya.

Dijelaskannya, personel pengamanan Polda Kepri dan Polresta Barelang berkomitmen untuk melindungi hak-hak warga negara, termasuk hak untuk menyampaikan pendapat mereka di muka umum. “Kami telah menyiapkan pengamanan secara persuasif dan humanis untuk memastikan bahwa aksi Aliansi Mahasiswa Batam dapat berlangsung dengan aman dan damai,” ungkapnya.

Zahwani mengimbau, dalam Jumat berkah ini dikmbau agar aksi damai yang dilaksanakan oleh Aliansi Mahasiswa Batam dapat berlangsung tertib, kondusif serta damai. “Kami juga ingin mengingatkan semua pihak, termasuk peserta aksi dapat menghormati hak-hak masyarakat dan saling bertoleransi satu dan lainnya,” tandasnya. (dwi/tri)

TGS Ganjar Sumut Sosialisasi Manfaat Wudu Kepada Warga dan Majelis Taklim di Langkat

Relawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumut saat memberik edukasi kepada puluhan jemaah majelis taklim dan masyarakat sekitar di Dusun I, Desa Suka Jadi, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumut.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumatera (Sumut) kembali bergerak menebar program bermanfaatnya untuk masyarakat di Kabupaten Langkat. Teranyar, relawan pendukung Ganjar Pranowo ini mengadakan penyuluhan dan edukasi akan manfaat berwudu untuk kesehatan serta metode untuk terapis, Kamis (14/9)

Kegiatan ini diikuti puluhan jemaah majelis taklim dan masyarakat sekitar tersebut, sukses dihelat di Dusun I, Desa Suka Jadi, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Koordinator Daerah (Korda) TGS Ganjar Kabupaten Langkat, Ronal Efendi Hasibuan mengatakan, wudu yang merupakan kegiatan mensucikan anggota badan dengan air untuk menghilangkan hadas kecil ini, juga memiliki sederet manfaat untuk kesehatan.

“Manfaat wudu ini untuk kesehatan, yaitu menghilangkan kuman, bikin wajah segar, memperlancar peredaran darah, dan lain-lain,” ujarnya.

Manfaat lainnya juga meliputi mencegah kulit dari keriputan dan menghindari berbagai masalah kesehatan. Seperti mencegah mulut dari penyakit dengan berkumur.

Lebih lanjut, Ronal menerangkan bahwa wudu juga memiliki efek terapis pada orang yang melakukannya. Ketika mengusap kepala dengan air saat berwudu. Ini akan memberikan efek segar pada kepala yang membuat pikiran menjadi tenang.

“Wudu juga bisa untuk terapis. Dia bisa memberikan efek sejuk yang bisa bikin rileks,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu jemaah majelis yang mengikuti penyuluhan ini, Triawan berterima kasih atas edukasi yang diberikan relawan TGS Ganjar Sumut.

Menurutnya, ilmu yang diberikan oleh para relawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut adalah sesuatu yang baru baginya. Dia baru tahu bahwa wudu ternyata memiliki manfaat dari segi kesehatan.

“Sangat senang ya, karena soal wudu itu yang saya tahu enggak begitu banyak. Sekarang saya tahu bahwa wudu itu banyak gunanya. Ada terapinya untuk kesehatan,” ujar Triawan.

Dia pun berharap agar relawan TGS Ganjar Sumut bisa kembali datang ke desanya untuk memberikan edukasi dalam bidang lainnya.

“Kalau diadakannya lagi, membuat kami lebih banyak menimba ilmu dari kegiatan-kegiatan Tuan Guru Sahabat Ganjar,” harapnya. (rel/tri)

Lengkapi Kebutuhan Akses Konektivitas Internet Pelanggan Hingga ke Luar Negeri

Telkomsel menghadirkan penawaran pilihan paket data roaming untuk perangkat Orbit MiFi N1 dan N2 untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang membutuhkan akses internet yang andal pada saat berpergian ke luar negeri. Paket data roaming Orbit MiFi tersedia dalam beberapa pilihan, di antaranya paket RoaMAX Umroh dengan kuota hingga 10 GB, maupun paket RoaMAX manca negara dengan kuota hingga 20 GB. Pembelian paket data roaming Orbit MiFi dapat dilakukan melalui aplikasi MyOrbit, MyTelkomsel app

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi produk dan layanan konektivitas yang mengedepankan prinsip customer-centricity, Telkomsel menghadirkan penawaran pilihan paket data roaming untuk perangkat Orbit MiFi N1 dan N2 untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang membutuhkan akses internet yang andal pada saat berpergian ke luar negeri.

Paket data roaming Orbit MiFi tersedia dalam beberapa pilihan, di antaranya paket RoaMAX Umroh dengan kuota hingga 10 GB, maupun paket RoaMAX manca negara dengan kuota hingga 20 GB. Pembelian paket data roaming Orbit MiFi  dapat  dilakukan melalui aplikasi MyOrbit, MyTelkomsel app

General Manager Consumer Sales Region Sumbagut Telkomsel Erwin T Saragih, mengatakan “Kami berkomitmen untuk selalu mendengar dan merespons kebutuhan pelanggan kami, dan kali ini kami hadirkan paket data roaming khusus untuk perangkat Orbit MiFi N1 dan N2 sebagai langkah konkret dalam upaya kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan komprehensif kepada pelanggan setia kami, khususnya yang membutuhkan konektivitas internet selama bepergian ke luar negeri.”

Tersedia ragam pilihan paket RoaMAX Orbit MiFi yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan pelanggan, di antaranya paket RoaMAX Umroh yang menyediakan kuota hingga 10 GB dengan harga mulai dari Rp 275 ribu, maupun paket RoaMAX mancanegara dengan kuota hingga 20 GB dan harga mulai dari Rp350 ribu. Pembelian paket data roaming Orbit MiFi  dapat  dilakukan melalui aplikasi MyOrbit dan MyTelkomsel.

Perangkat Orbit MiFi yang mendukung pembelian paket RoaMAX tersebut  yakni Orbit MiFi N1 dan Orbit MiFi N2 yang memungkinkan untuk dapat terkoneksi hingga 10 perangkat lainnya. Pelanggan juga dapat menikmati bonus paket data/internet Orbit sebesar 15 GB selama 2 bulan, yang dapat digunakan di dalam negeri sejak aktivasi pertama kali. Pelanggan juga dapat membeli berbagai varian paket data/internet Orbit MiFi lainnya setelah aktivasi, yang menawarkan besaran kuota eksklusif hingga 120 GB dengan harga terjangkau mulai dari Rp 15 ribu, serta pilihan masa aktif mulai dari 3, 7, hingga 30 hari.

Orbit MiFi hadir tetap dengan pengalaman digital terbaik layaknya modem Orbit lainnya, seperti kemudahan aktivasi MiFi serta cek dan beli paket kuota data/internet, yang lebih praktis melalui Aplikasi MyOrbit dan situs www.myorbit.id. Untuk kemudahan pelanggan dengan tingkat penggunaan yang lama di satu lokasi, kedua perangkat Orbit MiFi ini sudah dilengkapi fitur ByPass yang berfungsi menjaga performansi dan daya tahan perangkat baterai. Pelanggan cukup menghubungkan Orbit MiFi dengan perangkat pengisi daya dengan baterai yang dilepas dari perangkat dan Orbit MiFi tetap dapat digunakan secara normal.

Kedua perangkat Orbit MiFi tersebut dapat dibeli pelanggan melalui sejumlah kanal pelayanan/penjualan resmi dari Telkomsel, baik secara online maupun pembelian langsung, seperti melalui situs www.myorbit.id/, layanan e-commerce di Akun Telkomsel Official Store dan MyOrbit Official Store, atau mengunjungi langsung GraPARI Telkomsel, dan sejumlah outlet/toko penjual perangkat pintar. Pelanggan juga akan mendapatkan garansi resmi perangkat hingga 12 bulan.

“Upaya Inovatif ini merupakan wujud semangat kami untuk terus bergerak maju dan melampui ekspektasi pelanggan melalui ragam solusi yang dapat memenuhi kebutuhan konektivitas yang berkualitas dan praktis agar pelanggan terus produktif di manapun dan kapanpun”, tutup Erwin.(rel)

BAP DPD RI Dorong Kejati Jawa Barat Proaktif Tindak Lanjuti Temuan BPK

BANDUNG, SUMUTPOS.CO- Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, melakukan rapat konsultasi ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Kamis (14/9/2023). Rapat tersebut digelar untuk menindaklanjuti laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II (IHPS II) tahun 2022, di mana BPK RI menilai ada indikasi kerugian negara/daerah.

Rombongan BAP DPD RI yang hadir di antaranya Wakil Ketua DPD RI H Sultan Baktiar Najamudin, Ketua BAP DPD RI Tamsil Linrung, Wakil Ketua BAP Muhammad Nuh dan anggota BAP lainnya. Mereka disambut Kepala Kejati Jabar, Ade Tajudin Sutiawarman.

Dalam pertemuan tersebut, BAP DPD RI melakukan monitor terhadap Kejati Jabar dalam menindaklanjuti berbagai temuan yang diperoleh. DPD menanyakan kepada Kepala Kejati Jabar sejauh mana tindak lanjut dari temuan dalam IHPS BPK. Apakah ada temuan BPK yang diproses secara hukum oleh Kejati Jawa Barat?

“Pihak Kejati Jawa Barat menyatakan, belum mendapatkan arahan dari Kejaksaan Agung terkait masalah tersebut. Padahal pada 11 Agustus 2020, BPK RI telah membuat kesepakatan (MoU) dengan Polri dan Kejaksaan Agung RI untuk bersinergi menindak lanjuti hasil pemeriksaan BPK,” kata Muhammad Nuh melalui pesan tertulisnya yang diterima SumutPos.co, Jumat (15/9).

Pada pertemuan itu, Muhammad Nuh menanyakan, apakah Kejaksaan dapat menindak secara langsung bila ditemukan penyimpangan anggaran pada institusi TNI? H ini mengingat adanya Asisten Pidana Militer (Aspidmil) di Kejati Jawa Barat.

“Seperti yang terjadi baru-baru ini, di mana KPK pernah mentersangkakan personel TNI aktif dalam kasus dugaan korupsi di BNPB. Kasus ini menuai kontrovensi, yang akhirnya kasusnya dikembalikan ke TNI,” kata Nuh.

Menjawab pertanyaan ini, pihak Kejati Jawa Barat mengatakan, pola kerjanya sama dengan yang terjadi di KPK. Untuk itu, Nuh mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberantas korupsi. “Kita memang harus terus berupaya secara sungguh-sungguh dan melibatkan para pihak untuk mengentaskan permasalahan korupsi di negeri yang kita cintai ini,” pungkas Nuh. (rel/adz)

Penulis Buku Wawancara dengan Duta Besar Negara Sahabat Terbanyak

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — Dua buku yang ditulis Teguh Santosa mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Kedua buku itu adalah “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” berisi kumpulan wawancara wartawan senior yang juga Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) itu dengan duta besar negara-negara sahabat di Jakarta.

Atas kinerja tersebut, MURI yang didirikan budayawan Jaya Suprana mencatat Teguh sebagai “Penulis Buku Wawancara dengan Duta Besar Negara Sahabat Terbanyak”. Piagam MURI diserahkan Jaya Suprana dalam upacara sederhana yang digelar di Galeri MURI, Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis sore (14/9).

Selain itu Teguh juga dikalungi medali MURI oleh Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo.

“Pak Teguh Santosa ini kawan saya sekaligus bos saya karena berkenan memuat tulisan-tulisan saya yang membosankan,” kelakar Jaya Suprana mencairkan suasana.

Dalam dialog, Jaya Suprana menjelaskan bahwa kedua buku tersebut telah diluncurkan di Jaya Suprana School of Performing Arts yang berada tak jauh dari Galeri MURI pada 30 Juli lalu.

Peluncuran dihadiri sejumlah tokoh nasional serta duta besar dan diplomat dari beberapa negara sahabat. Hadir dalam peluncuran antara lain Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva, Dubes Maroko Ouadia Benabdellah, dan Dubes Venezuela Radamez Gomes.

Menjawab pertanyaan Jaya Suprana, Teguh Santosa yang juga mengajar di jurusan hubungan internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan bahwa masing-masing wawancara di dalam kedua buku itu terpisah satu sama lain. Bila membaca kedua buku secara tuntas, Teguh mengatakan, pembaca akan mendapatkan pemahaman mengenai berbagai problematika di panggung global.

Pendiri Kantor Berita Politik RMOL dan mantan Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) ini mengatakan dalam setiap wawancara umumnya dia membahas tiga topik utama. Pertama mengenai sejarah dan aspek budaya negara tersebut tersebut. Lalu mengenai hubungan bilateral negara tersebut dengan Indonesia, dan ketiga tentang posisi negara ini dalam isu global yang sedang terjadi.

Di dalam buku tersebut terdapat wawancara dengan beberapa duta besar dari negara bekas bagian Uni Soeviet atau bekas anggota Blok Timur pada era Perang Dingin, seperti Rusia, Ukraina, Azerbaijan, Armenia, dan Hongaria. Untuk negara-negara ini, ujar Teguh, dia mengajukan pertanyaan khusus: what went wrong, apa yang salah dengan Uni Soviet hingga bubar.

“Kehancuran Uni Soviet ini saya kira penting juga untuk kita pelajari,” kata Teguh.

Ketika mengawali dialog, Jaya Suprana mengatakan bahwa piagam MURI yang diberikan kepada Teguh itu bukanlah piagam MURI pertama.

Sebelumnya Teguh pernah mendapatkan empat piagam MURI untuk kinerja tim di mana dia menjadi sosok sentral. Pertama untuk pendakian gunung-gunung tertinggi di dunia oleh pendaki tunadaksa berkaki satu Sabar Gorky. Kedua, piagam MURI untuk Konser Perdamaian yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta pada April 2018 dengan menampilkan pianis muda dari Korea Utara.

Adapun piagam ketiga dan keempat terkait penyelenggaraan lomba baca puisi secara daring dengan peserta wartawan, dan penyelenggaraan forum tertinggi organisasi secara daring oleh organisasi pers JMSI.

Sehari sebelum menerima piagam dan medali MURI, Teguh Santosa atas undangan Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI) berkunjung ke Medan, Sumatera Utara, untuk mempromosikan kedua bukunya itu. Di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Teguh memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa yang bertema “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik.”

Selain di FISIP USU, Teguh juga berbicara dalam diskusi buku di Roman Kafe di kawasan Tanjung Sari, Medan. Dalam diskusi buku yang dihadiri mahasiswa dan aktivis berbagai elemen, Teguh menjelasakan ketertarikannya sejak lama pada dinamika dunia dan metode yang dipilihnya untuk mendekati berbagai peristiwa di arena global. Antara lain dengan mewawancarai duta besar negara tertentu. (rel/sih)

Bung Ogi “Dibajak” Emak-emak di Lapangan Merdeka Siantar, Ternyata Cuma untuk Selfie

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Sekumpulan emak-emak tiba-tiba menghadang Anggota DPRD Sumut, Franky Partogi Wijaya Sirait yang karib disapa Bung Ogi di Lapangan Merdeka Pematangsiantar, Kamis (14/9/2023). Saat itu, Bung Ogi sedang berjalan kaki bersama Sahabat Partogi dan Kawan-kawan (Spartan Bung Ogi) dari Balaikota Pematangsiantar, untuk membagikan 100 paket makanan kepada sopir angkot dalam program Spartan Sopir Angkot Merdeka.

Ternyata, gerombolan emak-emak itu hanya ingin berfoto bersama Bung Ogi. Bung Ogi “dibajak” emak-emak itu, hanya untuk sekadar selfie para emak-emak di Lapangan Adam Malik tersebut. “Pak Dewan, Pak Dewan…” teriak emak-emak itu sambil mengerubungi Bung Ogi untuk berfoto bersama.

Mereka juga berebut menyalami dan melakukan swafoto dengan anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan itu. Dengan sabar, Bung Ogi melayani permintaan emak-emak bersalam dan berawafoto. Dia pun memberikan paket makanan kepada emak-emak itu dan para sopir angkot serta driver ojek online.

“Hari ini, saya bersama Sahabat Partogi dan Kawan-kawan melakukan aksi menyapa masyarakat Kota Pematang Siantar sekaligus berbagi kasih dengan memberikan 100 paket makanan kepada para supir angkot, Ojol dan emak-emak yang ada disekitaran Lapangan Adam Malik Siantar,” ujar Bung Ogi. (adz)