24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 1143

Plt Bupati Langkat Berikan Apresiasi Hadirnya Pamah Semelir Cottage Bernuansa Klasik

Istimewa klasik: Pamah Semelir Cottage Bernuansa Klasik di Dusun Pamah Semelir Desa Tangkahan Kecamatan Sei Bingai.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara berpenduduk satu juta orang lebih dengan 23 kecamatan, kini semakin memikat para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Sebab, di Dusun Pamah Semelir Desa Tangkahan Kecamatan Sei Bingai ini sudah ada sebuah Villa bernama “Pamah Semelir Cottage” yang menambah pesona keindahan desa itu. Sebab dilokasi ini dikelilingi gunung dan hanya terdengar suara burung berkicau, disini berdiri bangunan penginapan klasik yang pertama di Kabupaten Langkat.

Kehadiran lokasi wisata alam di daerah Pamah Semelir yang asri dengan keheningan dan desingan suara angin membuat pengunjung betah dilokasi ini, serta pemandangan gunung dan udara dingin mencapai 19 derajat dengan bangunan beberapa penginapan bernuansa klasik membuat Plt Bupati Langkat H.Syah Afandin,SH memberikan apresiasi atas adanya sebuah tempat ber akhir pekan masyarakat baik itu dari Kabupaten Kota di Sumatera Utara, bahkan dari Provinsi Aceh.

Dengan puluhan kamar penginapan yang berkelas, fasilitas kolam renang, lokasi lintasan untuk lari jogging serta adanya kolam pancing dan ada lagi internet membuat para pelancong, pecinta wisata dalam negeri maupun luar negeri yang ingin ketenangan akan merasa nyaman dengan ber istirahat bersama istri, anak dan keluarga besarnya.

Suasana dingin di suhu 19 derajat celcius semakin membuat selera makan muncul,disini tersedia restoran dengan menu makanan berbagai macam, sehingga tidak usah kemana mana lagi mencari makanan keluar lokasi ini.

Bahkan Plt Bupati Langkat H.Syah Afandin, SH ketika diminta tanggapannya mengatakan, dengan bertambah lokasi wisata di derahnya selain Bukit Lawang dengan pesona orang hutannya, dan kini ada “Pamah Semelir Cottage” yang khusus tempat menghilangkan hiruk pikuk kebisingan di kota dengan kesibukan berbagai macam kegiatan sehari hari.

Di Pamah Semelir Cottage diyakini para pendatang yang menginap disini akan merasa nyaman, tenang, dan jauh dari kebisingan karena lokasinya dikelilingi pergunungan dengan udara sejuk dan suasana perpohonan hijau yang alami.

Lokasinya dari Kota Binjai ditempuh dengan naik mobil berkisar 1,5 jam dari kota Medan sekitar 2,5 jam. Orang tua yang membawa anak anaknya tidak akan direpoti oleh anaknya, karena di sini disediakan permainan anak-anak dan pasti membuat penasaran masyarakat sehingga ingin berkunjung ke Pamah Semelir Cottage ini ujar Syah Afandin Plt Bupati Langkat.

Menurut Plt Bupati Langkat ini, Kabupaten Langkat terus berbenah untuk mengiatkan kegiatan pariwisata sehingga destinasi wisata dengan potensi alam yang banyak belum tersentuh, akhirnya sebuah tujuan wisata alam yang diinginkan masyarakat sudah ada di Pamah Semelir dengan penginapan yang berkelas dan ada restoran dengan harga terjangkau bagi kantong kelas bawah, menengah.

Ia merasa bangga ada warga yang membangun sarana wisata bernama Pamah Semelir Cottage yang bangunan bernuansa klasik yang tujuannya mengenalkan Kabupaten Langkat ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri dengan brosur dan postingan melalui face book, IG serta mendia online dan media cetak.

“Pamah Semelir Cottage ini salah satu lokasi icon wisata yang patut kita beri dukungan dan beri apresiasi, sebab telah memberikan kontribusi kepada warga dalam menampung dan menciptakan tenaga kerja,” ujar Plt Bupati Langkat.

Sedangkan pihak managemen Pamah Semelir Cottage menjelaskan, saat ini bangunan penginapan sudah tersedia sebanyak 25 kamar dengan berbagai type dan untuk tipe Edelwis kamar dengan 5 tempat tidur juga ada type Melati room dan Mawar Room.

“Saat ini kita sedang membangun sebanyak 10 kamar lagi. Untuk memberikan pelayanan yang memuaskan dan tidak mengecewakan, sebaiknya yang ingin berkunjung untuk menghubungi pihak manager ke nomor HP 0811-6197-477,” ujar Hj.Nuraidah. (rel/ila)

Kolaborasi Tengah People & Place dan DPMPTSP Kota Medan Dorong Pertumbuhan UMKM

Kolaborasi Tengah People & Place Sediakan Ruang Bagi UMKM di Medan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tengah People & Space, yang dikenal sebagai inovator dalam menyediakan lokasi untuk bisnis kuliner dan berbagai kegiatan lainnya, dengan mengumumkan kolaborasi terbaru mereka dengan beberapa Usaha Mikro Kecil (UMK) yang berpotensi di Kota Medan.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan peluang lebih besar bagi UMK untuk berkembang dan bersinar di tengah komunitas yang bersemangat di Tengah People & Space.

Kemitraan ini berawal dari partisipasi Tengah People & Space dalam Temu Pelaku Usaha yang diselenggarakan oleh DPMPTSP Kota Medan pada tanggal 18 Juli 2023 di Hotel Four Points Medan.

Dalam rangka mengambil tindakan konkret untuk mendukung UMK, Tengah People & Space kemudian mengundang sejumlah UMK untuk berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya pada tanggal 27 Juli dan 11 Agustus 2023.

Beberapa UMK yang menghadiri pertemuan tersebut antara lain adalah Sekar Handycraft, Rumah Briket Medan, dan Mom Clean. Kemudian, narasumber pelatihan gratis, dari CEO Adhya Group Ricky Wijaya.

Penting untuk dicatat bahwa Tengah People & Space telah mencapai kesepakatan kemitraan dengan Sekar Handycraft. Melalui kemitraan ini, Tengah People & Space akan menyediakan ruang untuk Sekar Handycraft guna melaksanakan pelatihan bagi UMK serta menghadirkan galeri produk-produk UMK. Kegiatan Sekar Handycraft akan berlangsung setiap Hari Minggu, dimulai pada hari Minggu, 10 September 2023.

Selanjutnya, Tengah People & Space berencana untuk memperluas pola kemitraan yang mereka tawarkan kepada UMK dengan berdiskusi lebih lanjut bersama DPMPTSP Kota Medan.

Langkah ini, diambil dalam upaya mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMK di Medan serta menciptakan peluang-peluang kolaboratif yang berkelanjutan.

Tengah People & Space adalah tempat yang menawarkan konsep ruang hijau unik dengan fasilitas premium seperti restoran, kafe, dan marketplace kreatif. Mereka berkomitmen untuk memperkaya gaya hidup dinamis dan modern, memberikan kenyamanan, inspirasi, dan kolaborasi kepada generasi muda, keluarga, dan komunitas dalam suasana yang hangat dan kreatif.

Adhya Group yang tumbuh pesat di Indonesia, juga menjadi bagian penting dari kolaborasi ini. Sebagai grup perusahaan yang menawarkan ekosistem bisnis terintegrasi, Adhya Group berfokus pada berbagai sektor, termasuk F&B, properti, retail, industri kreatif, hiburan, dan media. Mereka mendukung inisiatif ini dengan tekad untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Tengah People & Space, UMK yang berpartisipasi, dan Adhya Group menyatakan komitmen mereka untuk menjalankan kolaborasi ini dengan integritas dan semangat yang tinggi, dengan harapan bahwa hal ini akan membantu memajukan dan memperkaya komunitas bisnis di Kota Medan.(gus)

Mega akan Diskusikan Cawapres dengan Jokowi

KERJA SAMA: Dari kanan, Oesman Sapta Odang, Megawati Soekarnoputri, dan Ganjar Pranowo di kantor DPP PDIP, Jakarta, kemarin (28/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Nama mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) semakin santer disebut sebagai kandidat pendamping Ganjar Pranowo. RK bahkan sudah menemui Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pertemuan itu membahas pembangunan beberapa monumen yang berkaitan dengan Bung Karno.

Misalnya, momen ketika Bung Karno membentuk PNI di Kota Bandung. “Kemudian, monumen ketika Bung Karno ditahan di penjara di Banceuy,” kata Hasto seusai acara senam Sicita di kawasan Senen, Jakarta Pusat, kemarin (9/9).

Hasto menambahkan, RK juga membuat sejumlah monumen bersejarah di Sukamiskin dengan sangat baik. Begitu juga area pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika. Menurut mantan anggota DPR tersebut, RK juga menjadi bagian dari arsitek yang bersama-sama menginisiasi pembangunan monumen Bung Karno di Aljazair bersama dengan Dolorosa Sinaga.

PDIP memberikan apresiasi atas program yang membangun kesadaran terhadap jasmerah (jangan sekali-kali melupakan sejarah). “Atas perjuangan Bung Karno sebagai proklamator dan bapak bangsa Indonesia,” ujarnya.

Hasto menyatakan, RK masuk lima nama yang berpeluang menjadi cawapres Ganjar. Selain RK, ada pula Sandiaga Uno, Mahfud MD, Erick Thohir, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun, politikus asal Jogjakarta itu menuturkan, pihaknya masih terus mengkaji nama RK dan beberapa nama lainnya. “PDI Perjuangan proaktif melakukan kajian secara mendalam terhadap nama-nama tersebut,” kata Hasto.

Kendati demikian, kata Hasto, penentuan cawapres menjadi kewenangan para ketua umum partai politik pendukung Ganjar. Yaitu, PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo. Mereka akan mengadakan pertemuan khusus untuk memutuskan nama cawapres. Selain itu, lanjut Hasto, Megawati akan berdiskusi dengan Presiden Jokowi untuk membahas sosok yang cocok mendampingi Ganjar.

Terkait rencana pertemuan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Megawati, Hasto mengakui bahwa komunikasi dengan Partai Demokrat memang semakin intens. Namun, Hasto belum bisa memberikan jawaban pasti terkait dengan detail rencana pertemuan SBY-Mega. “Komunikasi politik dijalankan sejak rapat kerja nasional yang ketiga,” ujar Hasto.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani juga sudah menemui Ketua Umum Partai Demokrat AHY. Hasto juga sudah menemui Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky. Komunikasi politik yang intens akan terus dilakukan, termasuk melalui jajaran elite PDIP lainnya.

Hasto mendengar beberapa partai politik pengusung Ganjar juga akan mengadakan pertemuan dengan Partai Demokrat. Itulah bentuk komunikasi politik yang membangun kesepahaman. “Tetapi, kami tegaskan, kalau bekerja sama dengan partai politik pengusung Pak Ganjar, harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara sehingga kerja sama itu akan kokoh,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan, rencana pertemuan SBY-Mega masih dalam tahap proses. Dia berharap pertemuan itu tidak dilakukan secara terburu-buru. Jadi, kata dia, tidak perlu didesak-desak. Biarlah prosesnya berjalan dengan baik. “Keduanya tokoh bangsa. Belum bertemu saja sudah banyak memberikan kebijaksanaan,” kata Herzaky di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, kemarin.

Dia menegaskan, SBY dan Megawati merupakan tokoh bangsa yang memiliki peran sangat penting. Jika keduanya bertemu, akan ada sinyal-sinyal lain. Herzaky menambahkan, rencana pertemuan itu akan diputuskan Majelis Tinggi Partai Demokrat. “Kami menunggu keputusan dari majelis tinggi. Kami tidak mematok batas waktu. Tapi, kalau bisa, jangan terlalu lama,” tuturnya.

Sementara itu, Polling Institute merilis hasil survei nasional terkini soal peta calon presiden dan calon wakil presiden 2024. Survei merekam bakal calon wakil presiden yang potensial mendampingi Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.

Menurut survei dengan simulasi sejumlah tokoh politik, eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil paling unggul jadi cawapres pendamping Ganjar. Ia ada di posisi puncak dengan elektabilitas 31,7 persen, disusul politikus PPP Sandiaga Uno, dan eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa. “Nama Ridwan Kamil 31,7 persen, Sandiaga Uno 27,1 persen, dan Andika Perkasa 9,2 untuk dipasangkan dengan Ganjar,” kata peneliti Polling Institute Kennedy Muslim, dalam konferensi pers, Minggu (10/9).

Menurut Kennedy, nama Ridwan Kamil paling banyak dipilih sebagai bakal cawares karena kinerjanya. Sementara itu, menurut survei, Menteri BUMN Erick Thohir unggul sebagai bakal cawapres pendamping Prabowo. Ia meraih elektabilitas 28,8 persen.

Kemudian, disusul Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka 17,3 persen, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 8,8 persen, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 8,5 persen, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto 4,2 persen. Lalu, untuk bakal cawapres pendamping Anies Baswedan, nama yang unggul adalah Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 32,4 persen. Disusul Khofifah 17,1 persen dan Yenny Wahid 13,8 persen.

Namun, saat ini Anies telah menggandeng Muhaimin Iskandar sebagai bakal cawapresnya. Pasangan Anies-Muhaimin dideklarasikan pada Sabtu (2/9).

Adapun survei Poling Institute digelar pada 21-25 Agustus 2023. Survei dilakukan dengan metode wawancara lewat telepon dengan 1.201 responden. Sampling dilakukan dengan random digit dialing. Margin of error survei sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut survei Litbang Kompas yang digelar 27 Juli-7 Agustus 2023, Ridwan Kamil unggul sebagai cawapres dengan elektabilitas 8,4 persen. Kemudian, disusul Sandiaga 8,2 persen, Erick Thohir 8,0 persen, AHY 5,1 persen, dan Mahfud MD 3,7 persen.

Sementara itu, menurut survei LSI pada 1-8 Juli 2023, Erick Thohir unggul di bursa cawapres dengan elektabilitas 14,3 persen. Posisi kedua ditempati Ridwan Kamil dengan elektabilitas 13,5 persen. Disusul Mahfud MD 9,9 persen, AHY 9,5 persen, Sandiaga 8,9 persen, dan Gibran 7,6 persen. (lum/idr/c14/oni/jpg)

 

Lewat Program UHC Medan, Warga Dapat Berobat dengan Fasilitas BPJS Kesehatan Kelas III

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kota Medan patut berbahagia, sebab Pemko Medan telah menerapkan program Universal Health Coverage (UHC) yang menjamin pelayanan kesehatan bagi warganya. Dengan adanya UHC, warga Kota Medan bisa berobat secara gratis ke puskesmas maupun RS-RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dengan hanya menunjukkan KTP Medan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi NasDem, T Edriansyah Rendy SH M.Kn saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Komplek Perum Lingkungan 27, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (10/9/2023) sore.

Dijelaskan Rendy dalam kesempatan yang turut dihadiri perwakilan Dinkes Medan dr Nazaruddin, perwakilan Dinsos Medan Dedy Irwanto Pardede, perwakilan BPJS Kesehatan cabang Kota Medan Lukmanul Hakim, dan perwakilan Kecamatan Medan Labuhan Yogi tersebut, dengan memanfaatkan UHC, warga Kota Medan dapat berobat dengan mendapatkan fasilitas dan pelayanan BPJS kesehatan kelas III.

“Sama halnya seperti pasien BPJS Kesehatan kelas III, warga yang menggunakan UHC juga mendapatkan pelayanan yang sama. Sebab, pemerintah yang membayarkan iuran BPJS Kelas III tersebut kepada BPJS Kesehatan,” ucap Rendy.

Artinya, sambung Rendy, masyarakat juga harus mematuhi prosedur saat ingin mendapatkan pelayanan kesehatan seperti halnya pasien BPJS Kesehatan lainnya.

“Sama seperti pasien BPJS Kesehatan lainnya, pertama kita harus ke puskesmas dulu, nanti disana akan diperiksa oleh dokter. Bila harus dirujuk ke RS, maka pasti akan dirujuk, tapi jangan ujug-ujug langsung ke RS tanpa rujukan kecuali dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Senada dengan Rendy, perwakilan BPJS Kesehatan Medan, Lukmanul Hakim juga menjelaskan hal senada. Menurut Lukman, semua masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan UHC harus melalui prosedur yang ada.

“Untuk RS yang menolak pasien UHC, dapat dilaporkan kepada kita juga. Sebab di setiap RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, pasti ada petugas kita disana,” katanya.

Pada kesempatan itu, sejumlah warga yang hadir juga memanfaatkan pertemuan itu untuk menyampaikan keluhannya. Adapun berbagai keluhan yang disampaikan cukup beragam, mulai dari masalah pelayanan kesehatan, bantuan PKH, bantuan pendidikan, dan bantuan sosial lainnya.

Atas keluhan warga itu, Rendy mengaku akan menindaklanjutinya dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. (map)

Hendrik Sitompul Buka Pelatihan Pupuk Organik untuk Umat Katolik Dua Vikariat di Keuskupan Medan

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik H Sitompul MM membuka Sosialisasi Teknik Pengolahan Pupuk Organik yang diikuti ratusan peserta yang digelar di Deliserdang, Sabtu (9/9). Kali ini, Hendrik Sitompul membuka pelatihan yang bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini, melalui aplikasi zoom dari Jakarta. Kegiatan ini dihadiri dua vikariat yakni, Vikariat St Yohanes Rasul Medan-Hayam Wuruk dan Vikariat St Petrus Rasul Medan Katedral.

Dalam sambutannya, Hendrik Sitompul menyapa semua perserta dan narasumber yang hadir. Di antaranya Pastor Beno Ola Tage Vikaris Episkopal Vikariat St. Yohanes Rasul Medan-Hayam Wuruk dan Vikariat St Petrus Rasul Medan Katedral, Pastor Paskalis Surbakti (Pastor Paroki), Pastor Bonaventura Gultom (Narasumber), Pastor Benteng Singarimbun, Pastor Ricky Natun (Koordinator Produksi Ecosophy), Frater Jasin Simatupang (Komsos), Br Sumitro Sihombing OFM Cap, P Angga CMF, dan para suster. “Yang saya hormati mewakili Kepala BRIN Pak Nasution dan jajarannya. Terima kasih atas kehadirannya, keterlibatannya yang telah memberi edukasi kepada masyarakat di dapil saya Medan, Deliserdang, Sergai, dan Tebingtinggi,” kata Hendrik.

Menurut Hendrik, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dirinya yang duduk di Komisi VII DPR RI bekerjasama dengan BRIN, kepada para peserta yang ia kasihi. “Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran peserta pelatihan pupuk organik. Ini kesempatan buat kita, boleh bertemu untuk mendapatkan pengetahuan terkait pupuk organik,” ujarnya.

Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat ini juga menyampaikan permohonan maafnya kepada pastor, suster, dan peserta pelatihan, atas ketidak hadiran dirinya secara langsung di kegiatan tersebut. “Saya Hendrik Sitompul memohon maaf sebesar besarnya atas ketidak hadiran saya hari ini secara langsung, berhubung karena hari ini ulang tahun Partai Demokrat. Berhubung karena saya pengurus harian, harus hadir di kantor DPP Partai Demokrat,” ujar Hendrik lagi.

Pada kesempatan itu, Hendrik juga mengucapkan terima kasih atas doa-doa yang disampaikan kepadanya. Pasanya, dia bersama keluarga sudah menyelesaikan ziarah rohani ke Vatikan. “Puji Tuhan pada tanggal 30 Agustus lalu, saya bertemu secara langsung dengan Sri Paus. Kami diberi kesempatan mewakili Indonesia, sudah bertemu, berkomunikasi dan bersentuhan langsung, bersalaman dengan Paus. Kami berangkat bersama keluarga yang kami kasihi,” ungkapnya.

Sepulang dari Vatikan, Hendrik mengaku tidak bisa langsung kembali ke Medan. “Kami sampai di Jakarta tanggal 4 September. Namun tanggal 5, kami mendapat kabar duka, abang ipar saya, lae saya atau abang istri saya meninggal dunia. Baru kemarin di makamkan, makanya kami masih di Jakarta, dan saat ini mengikuti acara ulang tahun Partai Demokrat. Sekali lagi, saya Hendrik Sitompul, mengucapkan terima kasih atas kehadirannya pada pelatihan pupuk organik, materi ini suatu kebutuhan,” jelasnya lagi.

Hendrik juga mengucapkan terima kasih kepada PSE Keuskupan Agung Medan yang sudah mau bekerjasama atas penyelenggaraan kegiatan ini. Khususnya juga kepada Pastor Beno, sebagai Vikaris Episkopal Vikariat St Yohanes Rasul Medan-Hayam Wuruk dan Vikariat St Petrus Rasul Medan Katedral, yang juga berpartisipasi pada kegiatan ini. “Kegiatan ini menurut saya sangat luar biasa. Kenapa? Karena kita harapkan nantinya, dari pelatihan ini semua umat kita memiliki kemampuan membuat pupuk organik. Pelatihan ini terselenggara karena kerjasama anggota Komisi VII DPR RI dan BRIN. Ini sudah beberapa kali kita laksanakan, dan saya tetap prioritas untuk Keuskupan Agung Medan. Kiranya hasil pelatihan ini dapat berguna bagi kita khususnya umat katolik,” harapnya.

Sementara, Fahmi mewakili BRIN mengatakan, pihaknya bangga karena anggota DPR RI Hendrik Sitompul dapat bergabung bersama lewat zoom. “Pastor Beno, Pastor Paskalis, para suster dari Katredal Medan, kami dari BRIN mengucapkan terima kasih kepada Hendrik Sitompul, yang telah melaksanakan kegiatan ini. Selamat mengikuti pelatihan,” kata Fahmi.

Dalam kesempatan itu, Pastor Beno juga menyampaikan paparannya secara singkat terkait alam. Pastor mengakui, persekutuan ini tentang kepedulian dengan alam. Disebutkannya, Paus bukan seorang tokoh politik, tapi kemanusian agar mencintai alam ini. Kepada milineal diingatkam, ini untuk menyelematkan anda. “Karena mencintai alam, itu juga bagian dari Iman,” paparnya.

Sementara, Rumela Br Simarmata memberi penjelasan dan memandu secara langsung di lapangan, mempraktekan cara membuat pupuk organik, kepada ratusan peserta yang berasal dari perwakilan Dapil Sumut I meliputi Medan, Deliserdang, Sergai, dan Tebingtinggi.
Semua antusias mengikuti demo yang disampaikan Rumela bersama tim dari BRIN. Bahkan sejumlah tanya jawab pun berlangsung. Misalnya Pasti Tarigan dari Paroki Diski mempertanyakan terkait campuran untuk membuat pupuk organik. “Kalau boleh kami diberi buku petunjuk, untuk membuat pupuk organik,” kata Pasti Tarigan.

Perwakilan BRIN menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan lengkap. Membuat ratusan peserta yang hadir memberi aplaus dan semangat. Pihak BRIN pun, memberi hadiah bagi peserta yang bertanya. sebagai ungkapan terimakasih.

Pada kesempatan itu, mantan anggota DPRD Kota Medan Periode 2014 – 2019 Hendrik Sitompul, menyerahkan bantuan pupuk organik kepada ratusan peserta. Penyerahan bantuan secara simbolis diwakili tenaga ahli DPR RI Komisi VII, Gunana Barus. (rel/adz)

Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bantuan, Dinsos Medan Dinilai Belum Efektif Tanggulangi Kemiskinan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sosial dinilai belum efektif dalam menanggulangi masalag kemiskinan di Kota medan. Pasalnya, masih banyak warga miskin di Kota Medan yang seharusnya berhak mendapatkan bantuan namun tidak mendapatkannya.

Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Dedy Aksyari Nasution di hadapan warga saat menggelar sosialisasi ke-IX Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 5/2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan, di Jalan Kemiri II Kelurahan Sudirejo II Kecamatan Medan Kota, Minggu (10/9).

Dikatakan Dedy, menurut Perda, kategori yang disebut sebagai warga miskin ada beberapa poin. Diantaranya lantai rumah masih tanah, ukuran rumah tidak lebih dari 8 meter persegi, hingga pendapatan di bawah Rp15 ribu per hari.

“Kalau kita mengacu pada poin-poin itu, tentu agak sulit mencarinya di Kota Medan. Seharusnya, kita masukkan juga kriteria warga yang tidak punya rumah (mengontrak) atau nomaden, tidak punya pekerjaan tetap, dan lainnya. Jadi, Pemko Medan wajib memberikan bantuan kepada mereka,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Medan tersebut.

Dijelaskan Dedy, pendataan warga miskin yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan juga kurang maksimal. Sebab saat pendataan berlangsung, BPS meminta bantuan kepala lingkungan (Kepling) atau tidak melakukannya secara langsung.

“Akibatnya, cenderung orang-orang terdekat saja yang didata. Akhirnya, angka kemiskinan tidak berubah dan orangnya itu-itu saja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, warga Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota yang hadir memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasinya. Salah satunya, warga mempertanyakan bagaimana cara mendapatkan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa.

“Kenapa begitu sulit untuk mengurus surat miskin dan lainnya di kelurahan ini pak dewan? Karena kami butuh surat itu untuk pengajuan bantuan dan lain-lain,” keluhnya.

Menjawab hal itu, Dedy menjelaskan bahwa seharusnya pihak kelurahan bisa memilah mana yang urgent atau tidak.

“Untuk beasiswa pendidikan tinggi, saya akan mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait,” jawabnya.

Masih dalam kesempatan itu juga, Dedy mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, yakni dengan tidak membuang sampah ke drainase yang mengakibatkan terjadinya banjir.

“Buanglah sampah ke tempatnya, pilah mana sampah yang dapat di daur ulang sehingga sampah tersebut dapat menjadi barang berekonomis,” pungkasnya. (map)

1.997 Lembar Uang Palsu Beredar di Sumut

Kepala Perwakilan BI Sumut, IGP Wira Kusuma. (Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) selalu mengingatkan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) agar jeli melihat keaslian uang Rupiah kertas. Pasalnya, sejak Januari-September 2023, BI menemukan uang kertas Rupiah palsu beredar di Sumut sebanyak 1.977 lembar.

“Paling banyak pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. Pasti pecahan Rupiah nominal besar yang dipalsukan, gak mungkin ada pecahan Rp1.000,” kata Kepala Perwakilan BI Sumut, IGP Wira Kusuma, Minggu (10/9).

Wira mengimbau masyarakat, agar dapat memahami betul keaslian uang Rupiah dengan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba dan Diterawang. Sebab, uang lembaran kertas palsu memang kerap ditemukan. Dia menampik, keberadaan uang palsu bukan hanya muncul pada momen-momen tertentu, seperti suhu politik yang lagi memanas di saat ini.

“Tidak ada hubungannya. Uang palsu setiap bulan selalu ada muncul,” tegasnya.

Wira juga minta masyarakat supaya memperlakukan uang Rupiah dengan baik.

“Cinta, Bangga dan Paham Rupiah atau CBP,” imbuhnya.

Menurutnya, uang palsu lolos ke perbankan dan uang tersebut kemudian sampai ke BI.

“Di sinilah kami temukan uang palsu tersebut. Jumlahnya hampir merata tiap bulan,” beber Wira lagi.

Maka dari itu, lanjut Wira, dengan menerapkan metode 3D, sebenarnya masyarakat dapat dengan mudah membedakan yang asli dan yang palsu.

“Masyarakat tetap harus jeli. Dengan melihat dan meraba lalu menerawang saja, sebenarnya sudah bisa kelihatan,” jelasnya.

Disinggung terkait uang mutilasi yang viral di media sosial (medsos), Wira membeberkan, masyarakat tetap harus bijak dalam bersosmed. Dia sendiri mengaku tidak paham apakah yang dimutilasi itu uang rupiah asli atau tidak. Wira berharap, kehebohan adanya penemuan uang mutilasi yang viral di medsos itu, tidak akan terjadi di Sumut.

“Kalau benar uang itu dimutilasi atau dipotong-potong, maka tindakan itu merupakan pidana kriminal dan bisa dihukum karena telah merusak uang Rupiah,” pungkasnya. (dwi/saz)