29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 1148

Indonesia U-23 vs Taiwan U-23: SJT Diambang Sejarah

SOLO, SUMUTPOS.CO – Sejak melatih tim nasional (timnas) Indonesia pada 2019, Shin Tae-yong (STY) memang belum pernah bisa mempersembahkan trofi. Tapi, jika titel bukan satu-satunya tolok ukur prestasi dalam sepak bola, kerja keras pelatih asal Korea Selatan itu tetap patut diapresiasi.

Sebab, STY sudah bisa membawa dua kategori timnas melangkah ke putaran final Piala Asia. Yang pertama adalah saat STY membawa timnas senior melangkah ke Piala Asia 2023 Qatar. Pada Juni 2022, timnas senior lolos dengan status runner-up grup A di bawah Jordania.

Timnas Indonesia mengoleksi 6 poin. Hasil dari kemenangan atas tuan rumah Kuwait dan Nepal serta kalah oleh Jordania.

Itulah tiket pertama Indonesia ke Piala Asia dalam 17 tahun terakhir. Skuad Garuda kali terakhir berlaga di Piala Asia pada 2007 dengan status co-host.

Capaian STY berikutnya adalah meloloskan timnas U-20 ke putaran final Piala Asia U-20 2023 di Uzbekistan. Tiket itu didapat setelah Indonesia U-20 menjuarai grup F pada babak kualifikasi dengan mengalahkan Vietnam, Hongkong, dan Timor Leste.

Namun, di putaran final, Indonesia gagal melangkah dari fase grup. Indonesia finis di urutan ketiga dengan perolehan 4 poin. Hasil dari kemenangan 1-0 atas Syria, imbang 0-0 dengan tuan rumah Uzbekistan, serta kalah 0-2 oleh Iraq.

Kali ini, STY memiliki kans besar untuk mengukir sejarah. Peluang itu ada pada kualifikasi Piala Asia U-23 2023 Qatar. Jika bisa meloloskan Indonesia ke putaran final, itu sekaligus menjadi catatan sejarah baru bagi Indonesia. Sebab, sejak Piala Asia U-23 digelar pada 2012, Indonesia U-23 sama sekali belum pernah berlaga di putaran final.

Dan, jika misi itu berhasil, STY akan menjadi pelatih yang sukses mengantarkan tiga kategori timnas melaju ke putaran final Piala Asia.

Kesempatan STY untuk mewujudkan asa itu cukup terbuka. Indonesia berstatus tuan rumah pada babak kualifikasi Piala Asia U-23 2024. Indonesia berada di grup K dan akan berhadapan dengan Taiwan serta Turkmenistan.

Taiwan akan menjadi lawan perdana malam ini. Kedua tim akan bertanding malam ini di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah (siaran langsung RCTI pukul 19.00 WIB).

Pelatih timnas Korea Selatan pada ajang Piala Dunia 2018 Rusia itu layak percaya diri bisa melewati hadangan Taiwan. Pertama, Indonesia memiliki kedalaman skuad yang sangat mewah. Pemain abroad seperti Elkan Baggott, Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, Ivar Jenner, dan Rafael Struick didatangkan. Ini menjadi bukti Indonesia sangat berambisi untuk lolos ke putaran final Piala Asia 2023 Qatar.

Kedua, Indonesia memiliki kesiapan fisik yang lebih baik. Sebab, hari ini menjadi laga perdana bagi Indonesia di ajang kualifikasi. Sementara itu, Taiwan sudah bertanding sekali. Dan, dalam laga pertamanya, Taiwan kalah 0-4 oleh Turkmenistan.

Meski percaya diri, ada hal lain yang membuat persiapan Indonesia kurang begitu sempurna. STY harus membagi fokus pada timnas senior. Ya, dia tidak sepenuhnya berada di Solo. STY juga harus ke Surabaya. Sebab, tadi malam timnas senior bertanding melawan Turkmenistan dalam laga FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur.

Tapi, STY memastikan situasi itu sama sekali tidak menjadi persoalan. Sejak tahu jadwal pertandingan timnas senior dan U-23 berdekatan, pelatih 53 tahun itu langsung menyiapkan antisipasi dengan melibatkan para asistennya.

“Jadi, tidak ada persoalan dalam situasi ini. Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan permainan kami dalam laga nanti,” ungkap mantan pemain Queensland Roar tersebut.

Ilham Rio Fahmi, bek kanan timnas Indonesia, mengamini pernyataan STY. Meski sang pelatih kepala harus bolak-balik Solo–Surabaya pada masa persiapan, pemain asal klub Persija Jakarta itu menilai tidak ada masalah dalam program latihan. Semua tertangani dengan baik. “Saya sebagai pemain tidak terganggu dengan situasi itu. Sebab, pelatih yang harus bolak-balik Solo–Surabaya. Saya siap-siap saja,” tegasnya.

Tseng Tai-lin, pelatih Taiwan, sangat mewanti-wanti permainan Indonesia. Menurut Tai-lin, Indonesia diprediksi lebih merepotkan daripada Turkmenistan. Apalagi, Indonesia bertanding di hadapan publik sendiri. Seluruh tiket pertandingan juga sudah ludes terjual.

“Kami tahu Indonesia. Mereka punya banyak pemain berpengalaman. Jadi, kami akan berusaha memperkuat pertahanan,” ungkapnya. (fiq/c19/ttg/jpg)

Dosen USU Berikan Edukasi Sampah Kepada Masyarakat Paluh Kemiri Deliserdang

Ketua Tim Pelaksana PKM FH USU Dr Fajar Khaify Rizky SH MH bersama Anggota, Ivana Novrinda Rambe SH MH, Dosen FEB USU Dio Agung Herubawa SE MAcc, Lurah Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang Dami Amando Sihotang SSTP, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda UPTD Rebayat Jelita SPd dan mahasiswa FH USU, di Kantor Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang, pada Rabu (6/9) kemarin. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (FKM) tahun 2023, di Kantor Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang, pada Rabu (6/9) kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Pelaksana PKM FH USU Dr Fajar Khaify Rizky SH MH, Anggota Tim Pelaksana Ivana Novrinda Rambe SH MH, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU, yang juga sebagai Pemateri 2 Dio Agung Herubawa SE MAcc, Mahasiswa FH USU, yakni Muhammad Zuhdy Ikhsan, Ramawita Simbolon, Putri Nellita Simanjuntak dan Cheryl Eka Nadila.

Selain itu juga turut dihadiri, Lurah Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang Dami Amando Sihotang SSTP, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda UPTD Rebayat Jelita SPd, yang juga sebagai pemateri 1, terkait Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provsu, serta 20 orang peserta.

Ketua Tim Pelaksana PKM FH USU Dr Fajar Khaify Rizky SH MH mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut, adalah untuk memberikan edukasi atau pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat serta perangkat Kelurahan Paluh Kemiri, terhadap pengaturan hukum mengenai pengelolaan sampah.

Kemudian, lanjutnya, memberikan pemahaman kepada masyarakat serta perangkat Kelurahan Paluh Kemiri dalam penanganan dan pengelolaan sampah, memberikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat serta perangkat Kelurahan Paluh Kemiri terkait pengelolaan sampah yang memberikan manfaat baik dari segi lingkungan maupun ekonomi dan memberikan informasi serta membantu perangkat kelurahan dan masyarakat di Kelurahan Paluh Kemiri untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) masyarakat dalam pengelolaan sampah yang memberikan manfaat, baik terhadap lingkungan maupun ekonomi.

“Serta memberikan informasi dan membantu perangkat kelurahan dan masyarakat di Kelurahan Paluh Kemiri dalam mendirikan dan mengelola Bank Sampah di Kelurahan Paluh Kemiri,” ujarnya, saat ditemui Sumut Pos di Kampus USU, Sabtu (9/9).

Dijelaskannya, pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) USU untuk melaksanakan PKM skim Kemitraan Mono Tahun Reguler 2023, dengan tema, ‘Penyuluhan Hukum dalam Penanganan dan Pengelolaan Sampah bagi Masyarakat di Kelurahan Paluh Kemiri Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara’.

“Kita berharap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dengan adanya penyuluhan kepada masyarakat dan perangkat Kelurahan Paluh Kemiri, agar mengetahui dan memahami lebih mendalam aspek hukum dan pengelolaan sampah yang baik dan benar,” harapnya.

Adapun, lanjutnya, pengaturan hukum mengenai pengelolaan sampah diatur dalam beberapa peraturan Perundang-Undangan, yakni UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, PP Nomor 27 Tahun 2007 tentang Sampah Spesifik, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah dan Peraturan Daerah Kabupaten Deliserdang Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah.

“Pengelolaan sampah terdiri dari pengurangan sampah, meliputi pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang sampah, pemanfaatan sampah dan penanganan sampah, meliputi pemilahan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, pengolahan sampah, pemrosesan akhir sampah,” katanya.

Sedangkan Bank sampah, jelas Fajar, adalah fasilitas untuk mengelola sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) sebagai sarana edukasi, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah dan pelaksanaan ekonomi sirkular yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat, badan usaha, dan/Pemerintah Daerah (Pemda).

Menurutnya, Bank Sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis.

“Manfaat Bank Sampah untuk masyarakat untuk menambah penghasilan, karena saat mereka menukarkan sampahnya akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki.

Imbalan yang diberikan kepada penabung, tambah Fajar, tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok, seperti gula, sabun, minyak dan beras. “Oleh karena itu pokja masyarakat dan Bank Sampah ini bisa dijadikan potensi atau peluang usaha bagi masyarakat, khususnya di Kelurahan Paluh Kemiri untuk kesejahteraan dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (dwi/tri)

FK USU Edukasi Cegah Penyakit Ditularkan Tangan ke RA Bunayya 1 Kota Medan

Ketua PKM FK USU Dr dr Rina Amelia MARS Sp KKLP bersama Anggota PKM dr Hendri Wijaya DTM and H MKed (Ped) SpA (K), dr Dina Arwina Dalimunthe MKed (KK) Sp (KK), Kepsek RA Bunayya 1 Medan Siti Hajar Silitonga SPdI, serta dokter-dokter muda FK USU dan anak-anak didik, di RA Bunayya 1, Jalan Melati Pasar V, Tanjung Sari, Medan Selayang, Jumat (8/9). Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) memberikan edukasi kepada anak-anak usia dini di Raudhatul Athfal (RA) Bunayya 1, Jalan Melati Pasar V, Tanjung Sari, Medan Selayang, Jumat (8/9).

Kegiatan tersebut, dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) skim Kemitraan Mono Tahun Reguler 2023, dengan tema, ‘Sosialisasi dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Serta Pencegahan Penyakit yang ditularkan oleh tangan dengan mencuci tangan yang Benar dan Perbaikan Sarana
Kesehatan, di RA Bunayya 1 Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung sejak 31 Juli hingga 30 November 2023.

Ketua PKM FK USU, Dr dr Rina Amelia MARS Sp KKLP mengatakan, bahwa kegiatan tersebut lebih fokus ke topik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yakni cuci tangan, makan sayur, aktivitas fisik dan kebersihan. Dan pendidikan ini penting diberikan sejak usia dini, apalagi anak-anak ini lebih mendengarkan di sekolah, lebih mendengar gurunya, karena figur yang menjadi panutan, sehingga lebih paham, mengerti dan melakukan.

“Kita harapkan menjadi perilakunya dengan membiasakan hidup bersih dan sehat terutama cuci tangan untuk mencegah penyakit yang ditularkan dari tangan,” ujar dr Rina didampingi Anggota PKM, dr Hendri Wijaya DTM and H MKed (Ped) SpA (K) dan dr Dina Arwina Dalimunthe MKed (KK) Sp (KK) beserta dokter-dokter muda FK USU, kepada Sumut Pos usai kegiatan.

Sejak zaman pendemi Covid-19, masyarakat lebih ‘aware’ dengan cuci tangan untuk menghindari mata rantai penularan. Namun, setelah Covid-19 tidak ada bukan berarti lupa cuci tangan. Banyak penyakit yang dapat dicegah, seperti virus, diare, penyakit cacing.

“Tadi kita praktikan juga bagaimana mencuci tangan yang benar, biasanya kan anak-anak hanya sekedar cuci tangan, padahal harus digosok-gosok hingga punggung tangan dan celah-celah jari. Semoga praktik ini, anak-anak kecil dapat mengerti dan paham sambil senam cuci tangan (mencuci tangan sambil bernyanyi dan senam). Kita harapkan, anak-anak ingat, paham damelakukan,” ungkapnya.

dr Rina membeberkan, selain memberikan edukasi dan praktik mencuci tangan, pihaknya juga memberikan reward, bagi yang dapat menjawab pertanyaan diberikan hadiah, seperti kotak pensil, dan sebagainya. Juga memberikan fasilitas untuk usaha kesehatan sekolah (UKS), seperti 1 unit tempat tidur, 1 unit lemari, 3 buah tong sampah dan obat-obatan.

“Terlihat anak-anak begitu antusias, dokter-dokter muda pun turut senang dan antusias juga memberikan edukasinya. Kita menginginkan kegiatan ini sampai kepada anak-anak dan berkesinambungan serta bermanfaat bagi pihak sekolah serta anak-anak. Sesampai di rumah tetap diterapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) RA Bunayya 1 Medan, Siti Hajar Silitonga SPdI menambahkan, pihak sekolah juga membuat program sedekah sampah. “Anak-anak setiap Jumat dapat membawa sampah dari rumah, berpa sampah kering yang dapat didaur ulang kembali, seperti kardus, botol bekas makanan dan minuman, dan sebagainya. Kemudian sampah tersebut dijual dan uangnya untuk kegiatan di sekolah. Jadi dari anak untuk anak,” sebutnya.

Dijelaskannya, anak-anak yang hadir sebanyak 49 orang, dari TK kelas 0 kecil, besar, atau kelas A dan B serta Play Group.

“Kami merasa senang atas kedatangan pihak FK USU dengan memberikan edukasi serta perlengkapan UKS. Anak-anak nampak antusias dan tentunya semua ini sangat bermanfaat. Semoga anak-anak ke depan dapat menjadi anak-anak yang cerdas,” pungkasnya. (dwi/tri)

PLN Siap Sukseskan Pergelaran World Surf League Nias Pro 2023

World Surf League Nias Pro 2023 yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 17 September 2023

TELUK DALAM, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara akan menerapkan skema pengamanan kelistrikan berlapis untuk menjaga keandalan pasokan listrik pada kejuaraan World Surf League Nias Pro 2023 tanggal 11 hingga 17 September 2023 di Teluk Dalam, Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Event yang telah berlangsung sejak tahun 2018 dan sempat terjeda selama pandemi merupakan kejuaraan kualifikasi seri 5000 akan diramaikan sebanyak 198 peserta dari 15 negara ditargetkan menggaet lebih dari 20 ribu wisatawan.

Untuk memastikan persiapan tersebut, Executive Vice President Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero) Kantor Pusat, Agung Nugraha di dampingi Vice President Pengendalian Distribusi Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero) Kantor Pusat, Taufik Hidayat, Senior Manager Distribusi PLN UID Sumatera Utara Khairul Lingga, dan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nias, Ramses Hutajulu melakukan apel siaga kelistrikan serta gelar pasukan dan peralatan kesiapan kejuaraan World Surf League Nias Pro 2023 (8/9/2023).

Dalam tinjauan tersebut, Executive Vice President Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero) Kantor Pusat, Agung Nugraha juga melakukan uji coba skema pengaman kelistrikan yang telah dipersiapkan. Serangkaian simulasi juga dilakukan untuk memastikan pengamanan tersebut berfungsi dengan baik agar jika terjadi gangguan dapat pulih kembali.

Di tempat terpisah, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid mengatakan infrastruktur kelistrikan dalam mendukung kejuaraan World Surf League Nias Pro 2023 telah rampung 100 persen. Ia juga menyampaikan akan terus mengawal pasokan listrik selama acara tersebut berlangsung dalam kondisi andal.

“Seluruh persiapan telah rampung 100 persen. PLN akan terus menjaga dan mengawal agar keandalan pasokan listrik selama kejuaraan ini berjalan dengan baik. Sikap tanggap dan cepat jika terdapat gangguan harus segera diselesaikan. Untuk itu, PLN telah mempersiapkan 40 petugas yang terdiri dari pegawai PLN dan Petugas Pelayanan Teknik selama kejuaraan tersebut berlangsung,” ujar Awaluddin.

Awaluddin menambahkan selama kejuaraan World Surf League Nias Pro 2023, terdapat 19 titik lokasi prioritas pengamanan suplai kelistikan, diantaranya 4 titik di venue utama dan 15 titik penginapan peserta dan pengunjung yang akan mengikuti kejuaraan tersebut.

Tidak hanya itu, untuk mensukseskan kejuaraan World Surf League Nias Pro 2023. Supply utama sistem kelistrikan berasal dari PLN, dalam gelaran ini juga tersedia supply cadangan yaitu 1 buah Genset kapasitas 75 KVA dan 1 buah Unit Gardu Bergerak (UGB) dengan kapasitas 250 kVA dalam menjaga acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Simulasi skema pengamanan kelistrikan telah dilakukan dan berjalan dengan baik. Jika terjadi gangguan saat pergelaran berlangsung, PLN dapat melakukan pemulihan pasokan kelistrikan dalam waktu 30 detik,” pungkas Tonny.

Kelistrikan di Venue utama kejuaraan World Surf League Nias Pro 2023 dan beberapa venue pendukung lainnya akan terus dipantau dan dipastikan aman. Pengecekan berkala akan terus dilakukan petugas PLN guna mendukung kesuksesan acara mulai dari pembukaan, puncak acara hingga penutupan. (rel/ila)

Menurut Pengamat, Edy Rahmayadi Mulai Ramah

FOTO: Eks Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat berfoto bersama ASN Pemprovsu saat serah terima jabatan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lima tahun menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut), ada perubahan dalam cara Edy Rahmayadi berkomunikasi. Hal itu, diungkapkan oleh Pengamat Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara (USU) DR. Iskandar Zulkarnain, M.Si. dari amatannya, perubahan itu terlihat usai serah terima jabatan Edy Rahmayadi.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat Edy Rahmayadi menyalami para ASN, masyarakat yang berkumpul. Tak hanya itu saja, ia juga melambaikan tangannya.

“Ada perubahan sedikit. Kemarin sampai diarak, dia salam, dia lambai tangan itu yang saya lihat perubahannya,” jelas DR. Iskandar Zulkarnain, M.Si, Jumat (8/9/2023).

Dibandingkan diawal menjabat, komunikasi mantan Pangdam I Bukit Barisan itu dengan masyarakat dan jurnalis terlihat kurang komunikatif.

Menurut Iskandar, kemungkinan hal itu disebabkan latar belakang Edy sebagai Prajurit TNI dan memiliki pangkat yang tinggi. “Setelah purnawirawan, kemudian jadi orang nomor satu di Pemerintahan Sumut. Punya kuasa, jadi terbawa komunikasi TNInya,” papar Iskandar.

Menurutnya, hal yang lumrah apabila komunikasi publik mantan Pangkostrad itu kurang luwes. Karena komunikasi sebagai TNI tentu berbeda dengan masyarakat umum.

“Tapi gak bisa juga kita salahkan secara total. Karena dia puluhan tahun bertugas di militer. Jadi prilakunya sudah tertempa. Dengan perubahan itu, ya kita hargai juga mau berubah,” kata Iskandar yang saat ini jabat Ketua Prodi S2/S3 Ilmu Komunikasi USU.

“Kebiasaan puluhan tahun itu mau diubah sekejab mata kayak balikkan telapak tangan ya susah. Upaya Edy untuk merubah komunikasi publiknya patut diapresiasi,” imbuh Iskandar.

Lebih lanjut, Zulkarnain juga mengungkapkan, Edy merupakan sosok pemimpin yang baik. Penilaian itu, ia lihat dari kacamata akademis. Dalam artian, pemimpin itu ketika berbicara harus di barengi dengan data.

Maka dari itu, dari segi keilmuan akan terlihat dan dapat dinilai kerja nyata seorang pemimpin.”Dari segi keilmuan saya melihat, dia sosok yang baik. Sedikit komunikasinya aja yang kurang pas dengan harapan masyarakat,” paparnya.

Apa lagi, penjelasan data saat sampaikan soal pembangunan jalan di sumut yang multi years Rp 2,7 T. Edy dengan jelas mengungkapkan data jalan secara detail dan rinci. Dari mulai status jalan, panjang jalan provinsi, pendanaan dari pusat dan lainnya.

“Dan Sumut dengan pendekatan dia ke pusat, termasuk provinsi yang banyak dapat porsi bantuan. Walau pun, tetap gak cukup porsi untuk perbaikan jalan di Sumut. Kalau gitu kan kita gak bisa apa-apa juga. Apapun data yang kita terima itu ya benar,” terang Iskandar.

“Kemudian kerja yang lain. Misalnya, pembagian hasil pendapatan daerah. Dengan data seperti itu, saya rasa dia pemimpin cukup berhasil. Ada sisi positifnya. Cuma itu, dikabuti dengan komunikasi yang kurang efektif tadi,” ujar Iskandar.

Ia pun menyarankan, kalau Edy mau kembali maju di Pemilihan Gubernur Sumut dia harus lebih luwes lagi komunikasi publiknya.

Harus lebih santai, karena jika komunikasinya berlangsung tegang tanpa diiringi canda tentu saja seperti komandan dengan prajurit.

“Jadi porsi canda-canda tadi lebih diperbanyak. Sehingga gak nampak kayak komandan dan prajurit lagi. Kan beda masyarakat sama prajurit,” tandasnya.(gus/ram)

WCDI 2023, Lapas Medan Gelar Gotong Royong

GOTONG ROYONG: Petugas Lapas Kelas I Medan, melaksanakan gotong royong di lingkungan Lapas, Jumat (9/9/2023). Ist

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan mengikuti kegiatan gotong royong pungut sampah yang dilaksanakan serentak dalam satu hari di 191 negara di dunia. Word Cleanup Day Indonesia (WCDI) tahun 2023, dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas I Medan, Jumat (9/9/2023).

“Kita mendukung kegiatan WCDI ini, Bersama kita mendukung aksi gotong royong pungut sampah, dimulai dari Lingkungan pekerjaan kita, kegiatan positif ini sebagai bentuk untuk membawa perubahan dan dampak dalam kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Kalapas, Maju A Siburian.

Kegiatan WCDI ini dilaksankan setelah apel pagi pegawai, sesuai dengan surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI Sumatera Utara W.2.UM.01.01-47142 Hal Aksi Gerakan Indonesia Bersih (WCDI) di Lingkungan Kemenkumham Sumut.

Sejalan dengan hal tersebut, seluruh pegawai (Pejabat dan Staf) Lapas Kelas I Medan hadir mengikuti kegiatan gotong royong kebersihan.

Alexander Sinaga, salah satu petugas Lapas Medan yang mengikuti kegiatan mengaku mendukung kegiatan tersebut.

“Sangat mendukung kegiatan ini, inikan kegiatan bersama dan gotong royong yah, ada nilai-nilai integritas, dan juga nilai cinta terhadap lingkungan,” tandasnya. (man)

Pikul 135 Kg Ganja, Pemuda asal Aceh Dituntut Mati

BACA: JPU membacakan tuntutan terhadap Putra, terdakwa kasus ganja secara virtual, Jumat (9/9/2023)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemuda asal Aceh, Putra (27) dituntut jaksa dengan pidana mati. Dia dinilai terbukti memikul ganja seberat 135 kilogram (kg), dalam sidang virtual di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (9/9/2023).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria FR Tarigan dalam nota tuntutannya menyatakan, perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 111 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Putra dengan pidana mati,” tegasnya.

Menurut JPU, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mengikuti program pemerintah dalam pemberantasan narkoba dan terdakwa pernah dihukum dengan perkara narkotika. “Hal meringankan tidak ada,” ucapnya.

Usai mendengarkan tuntutan, hakim ketua Pinta Uli Tarigan menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Mengutip dakwaan, terdakwa Putra bersama Sabar Hasibuan (berkas terpisah) membawa ganja kering ke Medan dengan upah Rp250 ribu per kilogram dari Ipul.

Kemudian Ipul mentransfer uang Rp2 juta untuk mencari mobil. Lalu Ipul menyuruh terdakwa bertemu dengan Perdi di daerah Kampung Ureng, Aceh. Setelah ketemu, Perdi memuat karung yang berisi ganja tersebut.

Selanjutnya sampai di Tanjung Pura, Sumatera Utara, Ipul menghubungi dan mengirimkan nomor penerima, yaitu Dodi Andreanto Sidabalok alias Dodi (berkas terpisah), setelah itu mereka saling berkomunikasi.

Singkatnya, petugas Polda Sumut mendapatkan informasi adanya peredaran narkotika jenis ganja dari Aceh ke Medan. Setelah itu terdakwa dan Sabar ditangkap petugas kepolisian di kawasan Stabat, Sumut.

Selanjutnya terdakwa dan Sabar Hasibuan dibawa ke mobil untuk interogasi. Terdakwa mengaku akan memberikan ganja kering ini kepada Dodi di Medan.

Setelah itu, petugas menyuruh terdakwa menghubungi Dodi. Kemudian mereka bersepakat bertemu di salah satu kampus swasta di Medan. Setelah bertemu, petugas langsung mengamankan Dodi. (man/ram)

Polres Binjai Tangkap Pengedar Sabu Kelas Kakap di Tandamhilir

TANGKAP: Tersangka pengedar sabu ditangkap Polres Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai menangkap pengedar sabu di Desa Tandamhilir II, Kecamatan Hamparanperak, Deliserdang, Selasa (5/9/2023) lalu. Penangkapan pengedar besar berinisial MH alias Brenda (32) ini dilakukan atas pengembangan terhadap kaki tangannya berinisial G (28).

Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah menjelaskan, G lebih dulu diamankan pada Rabu (30/8/2023) sore. “Penangkapannya di Desa Tandamhilir II, Kecamatan Hamparanperak,” kata Riswansyah, Jumat (8/9/2023).

Pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat. Kemudian Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander Panelewen memberi perintah kepada Kasatres Narkoba, AKP Irvan Rivaldi Pane untuk melakukan penyelidikan.

Riswansyah menambahkan, barang bukti dari tangan G disita 4 paket sabu seberat 1,30 gram, 16 plastik klip kosong, 1 pipet untuk sekop sabu dan 1 HP merek Oppo. Oleh tugas luar Polres Binjai kemudian melakukan interogasi terhadap G.

“Kepada petugas, G mengaku mendapatkan narkoba jenis sabu dari seorang pria berinisial MH alias Brenda,” sambung mantan Waka Polsek Sei Bingai ini.

Petunjuk ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Hingga lima hari atau pada Selasa (5/9/2023), MH alias Brenda ditangkap di Dusun Rejo, Desa Tandamhilir II, Kecamatan Hamparanperak.

“Barang bukti yang disita dari MH alias Brenda berupa 16 paket narkoba jenis sabu dengan berat kotor 7,31 gram, satu bungkus plastik klip kosong, dan tiga pipet modif skop,” pungkasnya.

Kedua tersangka disangkakan dengan pasal berbeda. Tersangka G disangkakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukum paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sedangkan MH alias Brenda disangkakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. (ted/ram)