24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 1177

Generasi Muda Sergai Harumkan Nama Daerah, Bupati: Anak Kampung, Tapi Tidak Kampungan

BOLA: Bupati Sergai H. Darma Wijaya bersama Forkopimda kabupaten Sergai beserta Arkhan Fikri dan Tomy Harno (orang tua Arkhan Fikri) saat bermain bola Fun Game di mapolres Sergai.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Pesepak Bola nasional, Arkhan Fikri menorehkan prestasi. Putra asli Serdangbedagai ini ikut mengharumkan nama Indonesia saat berlaga di Thailand. Setelah diundang Bupati Sergai H. Darma Wijaya ke kantornya beberapa waktu yang lalu, Arkhan kembali hadir menemui warga Sergai di momen pertandingan sepakbola persahabatan antara Forkopimda menghadapi Polres Sergai yang digelar di Lapangan Polres Sergai, Sei Rampah, Rabu (30/8/2023).

Bupati Sergai kembali menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi luar biasa Arkhan Fikri di ajang piala ASEAN Football Federation under 23 (AFF U-23) di Thailand di mana dirinya didapuk sebagai pemain terbaik turnamen.

“Arkhan ini adalah bukti kalau Sergai tidak pernah kehabisan pemuda-pemudi berprestasi,” ungkap Bupati yang disambut riuh tepuk tangan.

Dirinya menyebut, sejak dulu banyak atlet asal Sergai yang telah membawa nama daerah dan berprestasi hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Banyak anak-anak Sergai yang jadi atlet sukses. Walau kita anak kampung, tapi kita tidak kampungan,” tegas Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik ini.

Kepada para anak muda Sergai, Darma Wijaya berpesan agar terus bekerja keras dan berlatih sungguh-sungguh demi menggapai tujuan.

“Arkhan ini sama seperti kita kebanyakan. Dia berasal dari keluarga sederhana. Artinya, anak-anak muda Sergai yang lain juga punya peluang yang sama untuk unjuk prestasi. Jangan mudah menyerah, jangan minder. Insya Allah akan ada Arkhan-Arkhan lain yang muncul dari Sergai,” ucapnya.

Bupati juga menyebut pihaknya selama ini aktif menjaring bibit-bibit potensial lewat gelaran ajang dan kompetisi. Selain itu, dirinya bersama unsur Forkopimda, OPD, pemerintah desa, dan lainnya juga sering menggelar pertandingan olahraga, terkhusus sepakbola di berbagai tempat di Sergai.

“Salah satu tujuannya supaya mengajak generasi muda Sergai lebih mencurahkan perhatiannya pada hal-hal yang positif dan produktif,” katanya.

Sebelumnya Kapolres Sergai AKBP. Oxy Yudha Pratesta, SIK, menyebut kegiatan ini dilaksanakan untuk memotivasi para pemuda-pemudi Sergai untuk mampu berprestasi dan mencurahkan dedikasinya untuk hal-hal positif.

“Mudah-mudahan Adik-adik yang menggeluti olahraga, terutama sepakbola di Sergai bisa melihat Akrhan Fikri dan terpacu semangatnya untuk memberikan yang terbaik dan bisa berprestasi,” ucap Kapolres.

Sementara itu Arkhan di kesempatan serupa berpesan agar generasi muda Sergai agar memupuk semangat tinggi dan disiplin jika ingin mengikuti jejaknya.

“Seperti pesan Pak Bupati dan Kapolres, jauhi narkoba, rokok, atau aktivitas merugikan lainnya. Terus berlatih dan jangan lupa minta doa restu keluarga,” ujarnya singkat.

Hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimda Sergai, para kepala OPD, para atlet sepakbola Sergai, dan masyarakat. (fad/ram)

Kejari Labuhanbatu Limpahkan Berkas SBS ke PN Tipikor Medan

BERKAS: Tim JPU Kejari Labuhanbatu saat melimpahkan berkas tersangka SBS ke Panmud Tipikor PN Medan.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu secara in Absensia telah melimpahkan berkas perkara tersangka SBS terduga pelaku tindak pidana korupsi ke Pengadilan Negeri tindak pidana korupsi Medan pada tanggal 29 Agustus 2023 kemarin.

Dalam pengertian lain, in Absensia berarti terdakwa telah dipanggil secara sah dan tidak hadir di persidangan tanpa alasan yang sah, sehingga pengadilan melaksanakan pemeriksaan di pengadilan tanpa kehadiran terdakwa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Furkon Syah Lubis SH MH melalui Kasi Intel Firman Simorangkir SH MH didampingi Kasi Pidsus Hasan Afif Muhammad SH MH kepada wartawan, Kamis (31/8/2023) sore.

Firman Simorangkir mengatakan, tersangka SBS merupakan aparatur sipil negara (ASN) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Labuhanbatu diduga melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan dana Bumdes S-3 Aek Nabara, Kecamatan Bilahhulu, Kabupaten Labuhanbatu pada tahun 2019 dalam pengadaan tabung gas elpiji bersubsidi 3 kg yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp327.975.000,-.

“Kerugian tersebut berdasarkan laporan perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh inspektorat daerah kabupaten Labuhanbatu tanggal 13 Juli 2021,” ujar Firman Simorangkir.

Bahwa pada proses tahap penyidikan, tambah Firman Simorangkir, terdakwa melarikan diri dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Desember tahun 2021.

Diakhir keterangannya Firman Simorangkir menyebut, perbuatan tersangka SBS sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 (1), pasal 3 Jo pasal 18 undang-undang Republik Indonesia nomor. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Republik Indonesia nomor. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia nomor. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 5 ayat (1) ke-1 KUHP. (fdh/ram)

Sindikat Narkoba Antar Provinsi Diciduk Polres Labuhanbatu

AMANKAN: Tersangka SY alias Yani, R alias Kiki dan JUl alias Si'is setelah diamankan di Mapolres Labuhanbatu. (fajar)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu ungkap sindikat jaringan pengedar narkoba antar provinsi. Dari 3 orang pelaku yang diamankan, 1 diantaranya adalah wanita.

Kapolres Labuhanbatu AKBP James Hutajulu melalui Kasi Humas Iptu Parlando mengatakan, selain mengamankan 3 orang pelaku pengedar narkotika jenis sabu antar kabupaten tersebut pihaknya juga berhasil menyita 35,17 gram narkotika jenis sabu-sabu sebagai barang bukti.

“Ya, kita telah menangkap 3 orang terduga pengedar narkotika jenis sabu-sabu yang merupakan jaringan antar provinsi, dan 1 diantaranya merupakan wanita yang diamankan pada 23 Agustus 2023 lalu, di sebuah penginapan yang berlokasi di Jalan Adam Malik, Rantauprapat,” terang Parlando dalam keterangan pers, Kamis (31/8/2023).

Dijelaskannya, pengungkapan itu diawali dari penangkapan terhadap seorang wanita berinisial SY alias Yani (20), warga Kelurahan Perdamean, Kecamatan Rantau Selatan (Ransel), Labuhanbatu yang merupakan pengedar sabu.

Dari tangan pelaku SL alias Yuni, sambung Parlando, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 16,47 gram narkotika jenis sabu, 1 Buah Dompet dan 1 Unit HP.

Tersangka Yani juga mengakui bahwa barang haram yang dimilikinya tersebut ia peroleh dari seseorang berinisial R alias Kiki yang beralamat di Gang Bogor, Kota Rantauprapat.

“Setelah dilakukan pengembangan, tim akhirnya berhasil mengamankan tersangka R alias Kiki dirumahnya dan menemukan barang bukti berupa 12,85 gram narkotika jenis sabu, beberapa plastik klip kosong dan 1 Unit HP,” jelasnya.

Bermodal keterangan dari tersangka R, selanjutnya tim melakukan pengembangan selama kurang lebih 3 hari dan akhirnya berhasil mengamankan tersangka lain berinisial Jul alias IS, di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lima Puluh, Kabuoaten Batubara.

Dari penangkapan tersangka Jul, terang Kasat, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 5,85 gram narkotika jenis sabu, 2 unit HP dan uang tunai sejumlah Rp900 ribu yang diduga hasil penjualan sabu.

“Menurut pengakuan Jul alias IS, dirinya memang sudah sering mengantarkan barang haram itu ke beberapa kabupaten terdekat, antara lain di wilayah Asahan, Batu Bara, Tanjung Balai, Labuhanbatu dan Labusel, bahkan hingga ke provinsi Riau,” ujarnya lagi

Lebih lanjut, dari data kepolisian ternyata diketahui bahwa tersangka R alias Kiki dan Jul alias IS merupakan residivis dalam perkara yang sama dan sudah hampir setahun ini kembali menjalani bisnis haram sebagai pengedar semenjak bebas dari penjara,” ujar Parlando mengakhiri.

Saat ini ketiga tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Labuhanbatu untuk proses selanjutnya, dan tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman 20 tahun penjara. (fdh/ram)

Rakornas Aspikom Sosialisasi Pengurusan Jabatan Fungsional, Lamspak, dan Akreditasi Internasional

Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengurus Pusat (PP) di Pekanbaru, Rabu-Kamis (30-31/8).

PEKANBARU, SUMUTPOS.CO – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengurus Pusat (PP) di Pekanbaru, Rabu-Kamis (30-31/8). PP juga sosialisasi pengurusan jabatan fungsional, Lamspak, dan Akreditasi Internasional.

Ketua Umum Aspikom, S Bekti Istiyanto, mengatakan rakornas merupakan upaya memaksimalkan koordinasi antara pengurus agar program kerja PP dilaksanakan secara optimal. Dalam laporannya, Bekti menyampaikan ada sembilan program yang telah dilaksanakan Pengurus Pusat Aspikom periode 2022-2025.

“Salah satu program yang paling penting dan sudah terlaksana adalah pengesahan badan hukum Aspikom yang diakui oleh Kemenkumham. Ini menjadi dasar kita untuk bergerak,” sebut Bekti.

Selain pengesahan badan hukum tersebut, departemen lainnya juga telah menjalankan program kerja seperti pelaksanaan sertifikasi kompetensi, penyelesaian Capaian Pembelajaran Lulusan, implementasi kerja sama internasional, pembenahan aplikasi keanggotaan, optimalisasi jurnal, publikasi media, sosialiasi akreditasi, dan pengembangan korwil.

Bekti juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para Dewan Pakar dan Dewan Pembina Aspikom yang turut memberikan arahannya kepada PP.

Pada hari kedua, Kamis (31/8), rakornas dilanjutkan dengan sosialisasi pengurusan jabatan fungsional, Lamspak, dan Akreditasi Nasional yang dihadiri sejumlah perwakilan pengelola program studi ilmu komunikasi di Indonesia.

Sejumlah pembicara turut hadir memberikan sosialisasi. Diantaranya Direktur Sumber Daya Dikti Dr Mohammad Sofwan Effendi MEd, Asesor BAN PT Dr Anang Sujoko, Prof Puji Lestari, dan Ketua Dewan Eksekutif Lampspak Dr MR Khairul Muluk MSi.

“Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pengurus pusat dan pengelola program studi ilmu komunikasi dalam mengembangkan dan memajukan program studi,” tuntas Bekti. (rel/sih)

Sat Lantas Polres Labuhanbatu Distribusikan Buku Bacaan dan Perlengkapan Alat Tulis

BERSAMA: Personel Sat Lantas Labuhanbatu berfoto bersama peserta saat pendistribusian buku bacaan dan perlengkapan alat tulis. (fajar)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk upaya dalam meningkatkan budaya literasi, Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Labuhanbatu mendistribusikan 100 buah buku bacaan, di Posko kampung bersih dari narkoba (KBN) Padang Bulan, Rantauprapat, Kamis (31/8/2023) pagi.

Kapolres Labuhanbatu AKBP James Hutajulu SIK SH MH MIK melalui Kasat Lantas AKP M Ainul Yaqin SIK MH menyebutkan, pelaksanaan kegiatan pendistribusian buku sebagai upaya meningkatkan budaya Literasi di Indonesia yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Labuhanbatu berdasarkan surat Telegram Kapolres Labuhanbatu Nomor : ST / 140 / VIII / SIP.1.1. / 2023 tanggal 19 Agustus 2023 tentang Kegiatan distribusi buku sebagai upaya meningkatkan Literasi di Indonesia.

“Kegiatan ini sesuai dengan tema, Polri peduli budaya Literasi, Distribusi buku sampai ke pelosok Negeri,” sebutnya.

Lebih lanjut, Ainul Yaqin menuturkan, kegiatan pembagian buku diikuti oleh 50 pelajar dari SDN 20 Rantau Utara dan MIN 2 Rantauprapat, yang diawali dengan penyampaian kata sambutan dan pencerahan kepada para pelajar, tentang budaya literasi dan pemahaman tentang bahaya Narkoba, khususnya terhadap generasi penerus bangsa.

“Selain kegiatan pemberian/ distribusi buku bacaan sebanyak 100 buah, Sat Lantas Polres Labuhanbatu juga memberikan bantuan berupa, 1 buah tak buku, 10 buah meja belajar Portable, 100 buku tulis, 50 buah alat tulis (pulpen) yang dapat dipergunakan sebagai perpustakaan mini yang berada di Posko KBN Padang Bulan Rantauprapat, sehingga para pelajar dapat mempergunakan fasilitas Perpustakaan Mini yang ada di lokasi KBN tersebut setiap waktu,” papar Yaqin.

Para guru juga memberikan testimoni terhadap kegiatan yang dilaksaakan tersebut, khususnya dengan keberadaan Posko kampung bersih dari narkoba (KBN) yang ada di Padang Bulan yang dirasa sangat bermanfaat dalam mencegah peredaran narkoba di daerah tersebut.

“Dengan adanya perpustakaan mini yang ada, maka diharapkan ke depan semakin meningkatkan budaya Literasi di kalangan pelajar khususnya,” tutup Kasat Lantas.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kasubbag Binkar Bag SDM IPTU Yustina SH MH, Kanit Turjawali Sat Lantas IPTU Sumardi SP MH, Kanit Gakkum Sat Lantas IPDA R. Manik SH MH, Bhabinkamtibmas Kelurahan Padang Bulan Aiptu H Endi Suwanto, Bhabinkamtibmas Keluraha Urung Kompas Aipda Rano Syahputra, Personel Sat Lantas, Personel Posko KBN Padang Bulan, Guru dan Pelajar SDN 20 Rantau Utara, Guru dan Pelajar MIN 2 Rantauprapat seta Masyarakat Kelurahan Padang Bulan. (fdh/Ra)

Bandar Narkoba Jadi DPO Polres Pelabuhan Belawan

DPO: Sugeng (28) Bandara Narkoba Belawan, menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Pelabuhan Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Josua Tampubolon mengatakan telah mengeluarkan selebaran Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Sugeng ,28, warga Lorong Supir, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

“Polres Pelabuhan Belawan mengeluarkan surat DPO bagi Sugeng warga Belawan atas kasus narkotika,” ucapnya didampingi sejumlah PJU saat Press Release, Rabu (30/8/2023) sore.

AKBP Josua menambahkan, surat DPO itu dikeluarkan karena yang bersangkutan sangat meresahkan masyarakat.

“Pelaku telah merusak generasi bangsa dengan narkoba, makanya pelaku menjadi target utama Satnarkoba Polres Pelabuhan Belawan,” sebutnya.

Surat DPO ini telah disebar ke seluruh jajaran Polres Pelabuhan Belawan dan Polda Sumatera Utara

Dalam kesempatan ini, Kapolres meminta kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan diri.

“Saya meminta kepada pelaku untuk menyerahkan diri sebelum kami melakukan tindakan tegas dan terukur, saya juga berharap kepada masyarakat untuk memberikan informasi bila menemukan orang tersebut,”tegasnya. (mag-1/ram)

Generasi Milenial Punya Andil Besar Dalam Pertumbuhan UMKM

BUKA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika membuka FGD terkait UMKM Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdako menggelar Forum Group Discussion (FGD) Peningkatan Pemberdayaan UMKM Naik Kelas Melalui Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Sertifikasi Halal dan Online Single Submission (OSS) di gedung Sawiyah Nasution, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Tebingtinggi, Syarmadani mengatakan bahwa generasi muda milenial memiliki andil yang besar dalam pertumbuhan UMKM khususnya di Kota Tebingtinggi.

“Karena generasi muda memiliki terobosan inovasi dan mempunyai jaringan yang luas dan itu peluang bisnis bagi pertumbuhan UMKM,” terang Syarmadani.

Syarmadani juga menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi UMKM, mulai dari modal, hal perijinan dan sertifikasi halal. ” Kami meminta kepada pihak terkait agar senantiasa untuk mendengarkan saran masukan dari para pelaku usaha UMKM,” jelasnya.

Harap Syarmadani, kedepan, para pelaku UMKM ini semakin tambah sukses dengan usaha yang ada. Mohon bangun optimisme, bangun semangat juang yang tinggi, kita bisa bangkitkan ekonomi kita bersama.

Melalui momen ini, Syarmadani berharap dapat menjalin sinergi bersama stakeholder terkait sebagai upaya menaikkan kelas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMK).

“Kegiatan kita hari ini dalam rangka untuk menjalin sinergi sebagai upaya untuk menaikkan kelas UMKM karena UMKM pelaku ekonomi yang benar riil dan paling kuat dalam menjaga ekonomi,” ujar Syarmadani.

Sementara, Kabag Kemitraan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Solihin menyampaikan bahwa dalam mendukung program pemulihan ekonomi usaha dalam pemberdayaan UMKM, OJK sebagai regulator telah mengeluarkan kebijakan optimalisasi penyaluran program KUR.

“Penyaluran KUR di Kota Tebingtinggi (posisi semester 1) tercatat sebesar 43,1 miliar kepada 800 debitur dengan jumlah penyaluran KUR Super Mikro sebanyak 1,7 miliar kepada 202 debitur kemudian KUR Mikro sebanyak 25,1 miliar kepada 530 debitur dan KUR Kecil sebanyak 16,2 miliar kepada 68 debitur,” ungkap Solihin.

Terkait OSS, dirinya berharap perijinan usaha menjadi lebih mudah dan semakin dipermudah kepada para pelaku usaha yang tidak perlu mendatangi OPD hanya untuk mengurus ini.

Selain itu, produk halal juga menjadi fokus utama dari OJK. Menurutnya, pelaku usaha UMKM perlu mendapat sertifikat halal dalam meningkatkan kualitas produknya.

“Oleh karena itu pemda perlu melakukan sosialisasi bersama MUI dan Kemenag kepada pelaku usaha ini terkait pentingnya produk yang harus tersertifikasi halal,” harapnya.

Kabag Perekonomian dan SDA, Nasrullah dalam laporannya mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM dalam program KUR, meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Meningkatkan pangsa pasar, meningkatkan daya saing bisnis dalam Program Sertifikasi Halal serta mempermudah penerbitan NIB (Nomor Induk Berusaha) atau Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau OSS,” jelas Nasrullah. (ian/ram)

Penuhi Kebutuhan Lokal dan Ekspor, Sharp Indonesia Resmikan Pabrik AC

DIRESMIKAN: Unsur Sharp Indonesia saat meresmikan pabrik produksi AC di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Karawang, Jawa Barat.

KARAWANG, SUMUTPOS.CO – Pabrik produk penyejuk udara (AC) Sharp, yang dibangun sejak Februari 2022 dengan nilai investasi sebesar Rp582 miliar, telah rampung dikerjakan. Mengusung konsep ramah lingkungan, pabrik AC Sharp menempati lahan seluas 3,5 hektare dari total luas pabrik Sharp Indonesia sebesar 31 hektare, yang berlokasi di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Karawang, Jawa Barat, akhirnya siap beroperasi.

Pembukaan pabrik AC di dalam negeri merupakan langkah Sharp Indonesia guna memenuhi permintaan pasar domestik dan juga ekspor. Tingginya permintaan akan produk penyejuk udara di Indonesia tidak terlepas dari posisi geografis Indonesia yang terletak pada garis khatulistiwa. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki iklim tropis, yang matahari terus bersinar sepanjang tahun dengan suhu yang relatif tinggi.

“Saat ini Sharp menempati posisi pertama di pasar AC Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 24 persen. Memiliki kapasitas produksi sekitar 900.000 unit per tahun untuk tahun pertama dan akan terus menambah kapasitas produksi sejalan dengan perkembangan bisnis kami hingga 1,2 juta unit per tahunnya. Kami optimis dapat meningkatkan pangsa pasar menjadi 30 persen,” ungkap Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka.

Seremoni peresmian pabrik AC Sharp Indonesia yang digelar baru-baru ini, dihadiri Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Transportasi dan Elektronika (ILMATE)/Directorate General of Metal, Machinery, Transportation and Electronics Industries (ILMATE), Taufik Bawazier, dan President & CEO Sharp Corporation, Robert Wu.

Dalam sambutannya, perwakilan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Taufik Bawazier menyampaikan, Penanaman Modal Asing (PMA) masih berkontribusi paling besar pada realisasi semester ini, yakni mencapai Rp363,3 triliun, atau tumbuh 53,5 persen secara tahunan (yoy).
“Kepercayaan investor, baik dari dalam dan luar negeri terhadap kebijakan pemerintah di bidang investasi, maupun iklim industri, menjadi satu faktor yang mendorong peningkatan realisasi investasi di Indonesia. Harapannya dengan semakin lengkapnya struktur industri elektronik baik hilir maupun komponen di dalam negeri, hal ini mampu menjadikan Indonesia sebagai basis produksi produk elektronika yang dapat menyuplai kebutuhan, baik di dalam negeri maupun pasar internasional,” ungkap Taufik.

Komitmen Sharp untuk terus berkontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat direfleksikan melalui pengoperasian pabrik barunya. Sharp akan menyerap tenaga kerja baru yang akan di tempatkan pada posisi produksi, distribusi, hingga purnajual.

Bersamaan dengan peresmian pabrik AC-nya, Sharp pun memperkenalkan rangkaian produk AC yang di produksi di Indonesia, yakni ‘Garuda Series’ yang terdiri dari beberapa tipe, seperti AC Split Basic Standard, AC Split Standard with Plasmacluster, AC Split Basic Inverter, AC Split Inverter with Plasmacluster. Kapasitas yang tersedia mulai dari 1/2 PK hingga 1 PK.

President & CEO Sharp Corporation, Robert Wu mengatakan, misi mereka adalah meningkatkan kehidupan konsumen Indonesia modern dengan menyediakan produk ramah lingkungan yang menawarkan kenyamanan dan kemewahan dengan standar kualitas merek Jepang yang luar biasa.
“Hal ini sejalan dengan aspirasi masyarakat yang menginginkan standar hidup yang lebih tinggi,” jelasnya.

Peluncuran pabrik AC baru menandai momen revolusioner bagi Sharp Indonesia. Sharp terus memperluas bisnis secara berkesinambunngan dengan melakukan pengembangan melalui beragam teknologi dalam fasilitas produksi dan produk. “Kami berharap melalui pabrik baru kami, tidak hanya dapat meningkatkan performa bisnis kami, namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” imbuh Robert.

Produk AC ‘Garuda Series’ dilempar ke pasaran dengan kisaran harga Rp2,75 juta hingga Rp3,6 juta, dan dapat ditemukan di seluruh kanal penjualan online dan offline, seperti toko-toko di e-commerce, Cocoro Life, hingga toko tradisional. Selain pasar domestik, Sharp Indonesia pun akan mengekspor AC ‘Garuda Series’ ke negara-negara di Asia Tenggara, Timor Leste, Kepulauan Fiji, Timur Tengah, dan Papua Nugini.
“Kami juga meningkatkan layanan purnajual kami yang tersebar di lebih 600 titik di seluruh penjuru Indonesia, sebagai bukti keseriusan kami dalam melayani konsumen,” pungkas Teraoka. (rel/saz)

Terbakarnya Pajak Mini Sentral Penjahit, Sektor Ekonomi di Tebingtinggi Terganggu

TINJAU: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani didampingi Pj Sekdako Kamlan Mursyid dan Kadis Perdagangan UMKM dan Koperasi meninjau lokasi kebakaran Pajak Mini Sentral Penjahit di Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani mengatakan sektor ekonomi di Tebingtinggi Terganggu karena terbakarnya Pajak Mini sentra penjahit pakaian di Jalan Berdikari, Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi pada Rabu (30/8/2023) kemarin.

Syarmadani juga mengucapkan keprihatinan atas peristiwa kebakaran yang menimpa usaha penjahit di Kota Tebingtinggi. Dijelaskannya, karena toko merupakan aset milik Pemko Tebingtinggi dan saudara-saudara yaitu pelaku usaha menjadi korban dalam musibah kebakaran itu.

“Saya lihat habis terbakar sisa dinding makanya kita perlu mengambil langkah apa hal-hal terkait korban,” kata Syarmadani, saat meninjau lokasi kebakaran, Kamis (31/8/2023).

Peristiwa ini juga dikatakan, membuat perputaran ekonomi dari pelaku usaha tersebut menjadi terganggu dengan peristiwa kebakaran tersebut. “Mudah-mudahan korban dan keluarga dapat menerima musibah ini dengan sabar dan bisa segera bangkit,” tutup Syarmadani.

Berdasarkan hasil peninjauan, ada sebanyak 13 toko yang terbakar, meliputi 11 toko jahit, 1 toko kopi dan 1 toko buku. Sedangkan penyebab kebakaran diduga akibat terjadinya korsleting arus listrik.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB dengan bantuan lima unit pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

Dalam peninjauan itu, Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani didampingi Pj Sekdako Kamlan Mursyid, Kadis Perdagangan UMKM dan Koperasi Zahidin. (ian/ram)

DPRD Sumut Minta Bawaslu Sumut Jadi Narasumber Raker

KUNJUNGAN: Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting saat menerima kunjungan komisioner Bawaslu Sumut, Rabu (30/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, menerima kunjungan para Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara di ruang kerjanya, Rabu (30/8/2023) sore.

Kepada awak media, Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting menyampaikan pertemuan tersebut sangat penting guna meningkatkan sinergitas antar lembaga menghadapi pemilu serentak 2024 mendatang. Khususnya, terkait seluruh regulasi dan tahapan yang mengatur tentang pesta demokrasi tersebut.

“Di sini (DPRD Sumut) banyak caleg incumbent yang juga perlu diberikan pencerahan agar tidak ada salah tafsir pada peraturan PKPU, Perbawaslu yang mengatur seluruh mekanisme kepemiluan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Baskami, DPRD Sumut meminta kepada para Komisioner Bawaslu Sumut untuk menjadi narasumber pada rapat kerja DPRD Sumut 2023 yang sebentar lagi akan digelar.

“Kita harus mendapatkan sosialisasi dan rambu-rambu tentang kampanye, pelanggaran pemilu dan peraturan lainnya. Agar nantinya para Anggota Dewan yang masih menjabat tidak melanggar peraturan,” ungkapnya.

Baskami juga berharap, dengan soliditas antar stakeholder, semua pihak dapat menyukseskan perhelatan lima tahunan itu.

“DPRD Sumut juga siap memberikan dukungan kepada penyelenggara pemilu baik berupa fasilitas maupun dukungan anggaran untuk gelaran Pemilihan yang akan datang,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan, rombongan komisioner Bawaslu dipimpin Ketua Bawaslu Sumut, M. Aswin Diapari Lubis, didampingi para komisioner seperti Saut Boang Manalu dan Payung Harahap.

Pada kesempatan itu, Ketua Bawaslu Sumut, M. Aswin Diapari Lubis, menyampaikan Bawaslu membutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder dan masyarakat dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

“Kita harapkan dengan sinergitas yang kuat, maka akan menghindari para caleg termasuk caleg petahana agar tidak melakukan pelanggaran pemilu,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Sumut lainnya, Saut Boang Manalu menyampaikan, pelaksanaan pemilu juga membutuhkan dukungan berbagai pihak.

“Tentunya kerja-kerja ini akan dipermudah dengan sinergitas yang kuat sehingga pemilu demokratis dapat terwujud,” pungkasnya.
(map/ram)