24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 1178

Unimed dan USU Siapkan Pola Terbaru untuk Tugas Akhir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim kembali meluncurkan program Merdeka Belajar. Dalam episode ke-26 kali ini, transformasi pendidikan tinggi jadi fokus utama. Sehingga mengeluarkan kebijakan kelulusan mahasiswa, tidak lagi wajib membuat skripsi.

Menyikapi hal itu, Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Syamsul Gultom mengungkapkan pihaknya, sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tentu akan mengikuti dan melaksanakan kebijakan Mendikbudristek berkaitan dengan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 dan Kebijakan Merdeka Belajar Episode 26.

“Kami secara internal akan mendiskusikan, merumuskan dan memutuskan berkaitan dengan kebijakan terbaru dari Kemendikbudristek ini. Dan akan menentukan pola seperti apa yang dapat menggantikan bentuk tugas akhir mahasiswa dalam bentuk prototipe, proyek dan bentuk lainnya,” ucap Syamsul kepada, Kamis (31/8/2023).

Syamsul menjelaskan tentunya, bentuk tugas akhir mahasiswa harus dapat dijadikan dasar, untuk mengetahui tingkat kompetensi sesuai profil lulusan prodi. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Kemendikbudristek baru mengeluarkan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, dan Kebijakan Merdeka Belajar Episode Ke-26 Tentang Transformasi Standar Pendidikan Tinggi dan Akreditasi Pendidikan Tinggi.

Salah satunya terkait penyederhanaan standar kompetensi lulusan, yang poin-poin pentingnya adalah Perguruan Tinggi dapat merusmuskan kompetensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan secara terintegrasi. Tugas akhir mahasiswa dapat berbentuk prototipe, proyek, atau bentuk lainnya, tidak hanya skripsi/tesis/disertasi

“Jika Prodi S1 dan D4 yang sudah menerapkan kurikulum berbasis proyek atau bentuk lain yang sejenis, maka tugas akhir mahasiswa dapat dihapus/tidak lagi bersifat wajib. Mahasiswa S2 dan S3 wajib diberikan tugas akhir. Namun, tidak wajib diterbitkan di jurnal,” ucap Syamsul.

Syamsul mengatakan bahwa berkaitan tugas akhir mahasiswa, tentu semua perguruan tinggi dan Unimed sendiri akan rapat secara internal untuk menentukan dan memutuskan apa bentuk prototipe, proyek dan bentuk lainnya, yang dapat dijadikan dasar untuk menggantikan bentuk tugas akhir skripsi tersebut.

“Sehingga nanti akan dijadikan dasar akademik bagi semua mahasiswa. Jika tidak ingin mengerjakan tugas akhir dalam bentuk skripsi, maka dapat menghasilkan karya dalam bentuk prototipe, proyek dan bantuk lain yang diputuskan nanti, sebagai bentuk tugas akhir mahasiswa S1, S2 dan S3,” kata Syamsul.

Syamsul mengatakan bahwa tidak ada penghapusan skripsi, yang ada adalah pilihan bentuk tugas akhir lain yang dapat diberikan untuk menggantikan skripsi. Sampai saat ini, Unimed menilai tugas skripsi masih jauh lebih memberi manfaat. Untuk mahasiswa dalam melatih mahasiswa menerapkan langkah-langkah metode ilmiah atau berfikir ilmiah.

“Ketika menyusun skripsi mahasiswa dilatih untuk merumuskan masalah, mencari jawaban teoritis, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, mengolah data dan menguji hipotesis, melakukan pembahasan, dan membuat kesimpulan,” ucap Syamsul.

Syamsul menjelaskan semua tahapan tersebut dibuat dalam sebuah laporan penelitian yang kemudian dapat dilanjutkan dengan membuat suatu karya ilmiah yang dipublikasikan untuk dibaca, dinilai, disitasi orang lain, untuk dilanjutkan atau dikembangkan penelitiannya oleh orang lain sehingga bermanfaat untuk pengembangan ilmu dan penerapannya untuk kemaslahatan masyarakat.

“Unimed ingin agar alumninya sejak dini terbiasa berfikir dan bertindak ilmiah, bergaul di masyarakat ilmiah, punya ide/gagasan dan temuan ilmiah yang dikomunikasikan, disosialisasikan lewat publikasi dan diunggah di situs-situs yang dapat diakses masyarakat luas,” jelas Syamsul.

Syamsul mengingatkan bahwa skripsi bukan beban, melainkan sarana mahasiswa untuk mendayagunakan semua ilmu yang telah diterima sejak masuk kuliah.

Dengan itu, ia mengungkapkan Unimed punya 6 tugas yang melatih mahasiswa untuk mengerjakan tugas-tugas rutin, melakukan review terhadap buku dan jurnal, rekayasa ide yg terinspirasi dari hasil mereview buku/jurnal, melakukan mini riset dan mengerjakan project.

“Sehingga mestinya bagi mahasiswa Unimed, mengerjakan skripsi bukan hal, yang sulit karena sudah terlatih sejak awal,” tandas Syamsul.

Terpisah, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Edy Ikhsan menjelaskan dan meluruskan duduk kebijakan, dengan aturan baru mahasiswa tak lagi wajib membuat skripsi.

Seiring peluncuran Merdeka Belajar Episode Ke-26 Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi yang mengacu pada Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

“Universitas harus merumuskan secara detail, secara teknis kalau dia tidak skripsi misalnya menyusun prototype itu seperti apa kira-kira kan harus dibuat juga indikator ataupun syarat-syaratnya,” ucap Ikhsan kepada wartawan, kemarin.

Ikhsan mengatakan ada opsi yang lain, dari skripsi untuk memberikan penilaian layak lulus atau tidak dari seorang mahasiswa. Dengan memberikan tugas atau project inovasi.

“Kalau dia disuruh untuk membuat laporan project misalnya, sebagai final assesment atau tugas akhir itu seperti apa. Itu semuanya harus disesuaikan kepada kompetensi lulusan,” jelas Ikhsan.

Ikhsan mengatakan bahwa aturan tidak wajib skripsi ini sebenarnya sudah mulai diterapkan beberapa universitas di Indonesia. Hal ini, menurutnya sebagai terobosan yang baik. Karena perkembangan dunia pendidikan harus terus di update dan diikuti.

“Nah kalau sebenarnya mekanisme seperti ini sudah mulai berjalan walaupun belum keluar peraturan ini, di beberapa Universitas sudah banyak memakai, selain skripsi bisa dengan tugas-tugas lain,” pungkas Ikhsan.(gus/ram)

5 Hari Jelang Habis Masa Jabatan Gubsu, DPRD Sumut Belum Terima Nama Pj Gubsu dari Pusat

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumut telah mengirimkan tiga nama Calon Penjabat (Pj) Gubernur Sumut kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sejak 7 Juli 2023 lalu. Pengajuan ketiga nama Calon Pj Gubsu tersebut dilakukan karena masa jabatan Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah akan berakhir pada 5 September 2023 mendatang.

Namun meskipun jabatan Gubsu dan Wagubsu definitif hanya tinggal tersisa lima hari, DPRD Sumut mengaku belum mendapatkan jawaban dari Kemendagri terkait nama yang ditunjuk untuk menjadi Pj Gubsu.

“Sampai hari ini kita belum menerima jawaban dari Kemendagri terkait nama yang ditunjuk sebagai Pj Gubsu. Padahal memang jabatan Gubsu saat ini (Edy Rahmayadi) akan habis tanggal 5 September nanti, tinggal lima hari lagi,” ucap Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting kepada Sumut Pos, Kamis (31/8/2023).

Dikatakan Baskami, pihaknya juga belum mengetahui kapan pastinya Kemendagri akan memberikan informasi terkait nama yang ditunjuk sebagai Pj Gubsu.

“Kapan kita akan mendapatkan informasi soal itu, kita juga kurang tahu. Saat ini kita sifatnya menunggu saja, karena kita kan nggak mungkin juga mendesak Kemendagri,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia meyakini pihaknya akan mendapatkan nama Pj Gubsu yang ditunjuk oleh Kemendagri dalam waktu dekat.

“Karena memang kan masa jabatan Gubsu definitif hanya sampai 5 September, artinya tanggal 6 September sudah pasti diisi oleh Pj Gubsu. Kita tunggu saja,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Terkait siapa nama Pj Gubsu yang akan ditunjuk, sambung Baskami, pihaknya menyerahkan sepenuhnya Kemendagri. Mengingat, kewenangan itu sepenuhnya ada di Pemerintah Pusat.

“Kita di DPRD Sumut kan sifatnya hanya mengusulkan, yang menentukan tetap Pemerintah Pusat. Bisa jadi yang ditunjuk salah satu dari tiga nama yang kita usulkan, bisa jadi juga diluar ketiga nama itu. Siapapun itu yang ditunjuk, kita berharap dapat bersinergi dengan baik dengan DPRD Sumut dalam membangun Sumut yang lebih baik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, adapun tiga nama yang diusulkan DPRD Sumut ke Kemendagri, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut Arief Sudarto Trinugroho, Deputi Penempatan dan Perlindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI Lasro Simbolon, serta Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA.(map/ram)

Dukung Pengembangan Literasi di Sumatera Utara, PLN Salurkan Bantuan ke Rumah Baca

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui program Book Donation (BONA) menyalurkan bantuan buku kepada taman baca dan rumah baca yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui program Book Donation (BONA) menyalurkan bantuan buku kepada taman baca dan rumah baca yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara.

Donasi program BONA yang berasal dari sumbangan employee volunteer PLN ini bertujuan untuk mendukung pengembangan sektor pendidikan khususnya pemberdayaan minat baca dikalangan anak – anak dan masyarakat. Bantuan tersebut dilakukan serentak di seluruh PLN Unit Pelaksana PLN UID Sumatera Utara dengan total bantuan sebanyak 647 buah buku.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Yasmir Lukman kepada rumah belajar dan baca serta mengaji kebangsaan yang terletak di Jalan Siung Wanara Dusun VI Desa Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (31/8/2023).

Rumah belajar dan baca serta mengaji yang telah berdiri sejak tahun 2018 binaan kepala Desa Percut Sei Tuan ini berawal dari keprihatinan kepada anak – anak pesisir pantai yang berada di desa tersebut tidak bisa membaca dan menulis.

Berkat bantuan dan dukungan dari beberapa tokoh masyarakat, fasilitas rumah belajar dan baca serta mengaji berhasil dibangun.

Rumah belajar kebangsaan memiliki tenaga pendidik sebanyak 8 orang guru. Memiliki 71 peserta didik mulai dari usia 4 tahun hingga 13 tahun. Setiap peserta didik yang belajar di rumah belajar kebangsaan ini tidak dipungut biaya. Hal ini dikarenakan penghasilan orang tuanya hanya sebagai nelayan tidak mencukupi untuk membayar biaya bulanan jika mereka masuk ke sekolah pada umumnya.

Pengelola rumah belajar dan baca serta mengaji kebangsaan, M. Syapii Siregar mengatakan ucapan terima kasih atas bantuan dan perhatian PLN kepada masyarakat kurang mampu yang ada di Desa Percut Seituan.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid menyampaikan, program ini merupakan bentuk kepedulian PLN terhadapt anak bangsa yang kini minim mendapatkan media literasi yang sesuai umurnya.

“Dalam mendidik anak – anak harus dengan literasi yang tepat, sederhana agar mudah dimengerti. Untuk itu melalui buku yang sesuai dengan masa tumbuh kembangnya dapat memiliki pemahaman yang tepat saat dihadapkan dengan konten digital,” ungkap Awaluddin.

“Terima kasih kami ucapkan kepada PLN atas perhatian dan bantuan buku kepada rumah belajar dan baca serta mengaji kebangsaan. Seluruh peserta didik yang ada di rumah belajar ini berasal dari keluarga kurang mampu yang berada di 5 dusun. Mudah – mudahan bantuan buku yang telah kami terima dapat kami sampaikan ilmunya kepada anak – anak peserta didik yang ada di rumah belajar ini,” imbuh Syapii. (rel/ila)

Gelar Apel Siaga KTT ke-43 ASEAN, Dirut PLN Siapkan Sistem Pengamanan Kelistrikan Berlapis

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat memberikan arahan kepada personel PLN saat Apel Siaga Kelistrikan KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta, Kamis (31/8). Menurutnya KTT ASEAN ini akan menjadi wajah Indonesia di mata dunia. Untuk itu, PLN siap _all out_ menyukseskan _event_ internasional ini dengan menghadirkan layanan kelistrikan tanpa kedip atau _zero down time._

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) menggelar apel siaga kelistrikan pada Kamis (31/8/2023) di Istora Senayan, Jakarta. Apel ini dilakukan guna menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-43 ASEAN yang akan berlangsung pada 5–7 September 2023 di Jakarta. PLN memasok listrik tanpa kedip dan mengerahkan ratusan personel untuk memastikan gelaran KTT ASEAN berjalan lancar.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan gelaran KTT ke-43 ASEAN ini akan menjadi wajah Indonesia di mata kawasan dan juga dunia.

“Minggu depan, KTT ASEAN akan dilaksanakan. Ini adalah tugas kita, menjaga keamanan dan ketahanan kelistrikan KTT ASEAN. Untuk itu, kami pastikan seluruh personel kami siap untuk menyukseskan KTT ini,” ucap Darmawan.

Darmawan menjelaskan, berbekal pengalaman di berbagai ajang, mulai dari G20, Perayaan Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri, hingga KTT ASEAN di Labuan Bajo membuat kapasitas tim PLN semakin mumpuni. Cara kerja dan pengambilan keputusan semakin solid dan responsif.

“Biasanya untuk event seperti ini persiapannya berbulan-bulan, namun dengan pengalaman yang kami miliki, persiapan di KTT ASEAN ini hanya kurang dari satu bulan. Kami memberlakukan masa siaga kelistrikan sejak 25 Agustus hingga 7 September 2023 dengan memastikan sistem pembangkitan, transmisi dan distribusi, hingga seluruh personel siap untuk menyukseskan KTT ini,” tegas Darmawan.

Untuk pembangkitan yang memasok sistem Jakarta saat ini Hari Operasional Pembangkit (HOP) di atas 15 hari. Sebanyak 13 Gardu Induk yang menjadi tulang punggung jaringan transmisi dalam posisi yang prima dan tanpa gangguan.

“PLN juga menerapkan protokol anti blackout dan kami lakukan sistem pengaturan beban yang responsif lewat automatic changing dari satu sistem ke sistem lainnya. Sehingga seluruh sistem jaringan dalam posisi secure,” kata Darmawan.

PLN menyiapkan 4 (empat) lapisan skema pasokan untuk 6 lokasi venue utama dan 2 Bandar Udara, serta 2 (dua) lapisan untuk 19 hotel lokasi menginap para delegasi KTT ASEAN.

PLN juga menyiapkan alat pendukung berupa 11 Unit Gardu Bergerak dengan total kapasitas 7.940 kVA dan 9 Uninteruptible Power Supply (UPS) dengan total kapasitas 2.980 kVA, serta membangun KTT ASEAN Electricity Control Center sebagai pusat komando kelistrikan.

“Kami mengerahkan 955 personel yang siap untuk melakukan pengamanan kelistrikan, bergerak cepat untuk memenuhi pelayanan pelanggan serta menjaga SPKLU selama 24 jam,” jelas Darmawan.

Selain sistem kelistrikan, PLN mempersiapkan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang lengkap. PLN menyiapkan 79 EV charging , yaitu 74 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan 5 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Infrastruktur ini disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan 560 unit mobil listrik dan 240 unit motor listrik yang dipakai selama gelaran KTT ASEAN ini.

Bukan hanya itu, puluhan Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang merupakan pasukan elit PLN juga disiagakan untuk pengamanan suplai kelistrikan KTT ASEAN. Petugas yang memiliki kemampuan khusus ini disiagakan 24 jam selama perhelatan berlangsung.

Darmawan menegaskan PLN akan selalu memberikan kinerja operasional terbaik untuk mendukung seluruh event internasional di Indonesia. PLN juga siap menjadi garda terdepan untuk mengawal kesuksesan setiap acara dan menjaga wajah Indonesia di mata dunia.

“KTT ASEAN ini akan menjadi wajah Indonesia di mata dunia. PLN siap all out menyukseskan event internasional ini dengan menghadirkan layanan kelistrikan tanpa kedip atau zero down time,” pungkas Darmawan. (rel/ila)

Danone Indonesia Dukung Pencegahan Anemia pada Anak

Danone Indonesia melalui SGM Eksplor akan menjalankan inisiatif program baru “Bersama Cegah Anemia, Optimalkan Kognitif Generasi Maju” yang bertujuan meningkatkan kesadaran para Bunda di Indonesia tentang resiko anemia pada anak di bawah usia 5 tahun.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia masih termasuk dalam 5 negara dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara. Tingginya kasus anemia disebabkan karena seringkali anemia terjadi tanpa gejala dan orang tua kurang memahami pentingnya skrining anemia melalui pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) darah. Sebagian besar dari kasus anemia disebabkan karena kekurangan zat besi yang merupakan salah satu nutrisi penting dalam asupan makanan harian anak. Kondisi ini juga makin diperparah dengan kurangnya konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia.

Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), Presiden Indonesian Nutrition Association mengatakan, 1 dari 3 anak Indonesia rentan menderita anemia. Anemia dapat disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi harian si Kecil. Saat asupan Zat Besi tidak tercukupi dalam makanan harian si Kecil maka dapat terjadi gangguan perkembangan kognitif atau otak, dan pertumbuhan anak. Lebih lanjut, ujarnya, pada anak di bawah lima tahun, pencegahan anemia dapat dilakukan dengan memberikan asupan gizi seimbang, terutama dari sumber protein hewani yang kaya Zat Besi.

Namun sayangnya, kekurangan zat besi bisa juga terjadi karena sebagian besar Zat Besi tidak terserap dengan optimal di tubuh anak. ‘’Maka dari itu, dibutuhkan kombinasi antara Zat Besi dan Vitamin C yang mampu memaksimalkan penyerapan Zat Besidi dalam tubuh, untuk pencegahan anemia. Untuk itu, dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil, bisa juga dipertimbangkan untuk memberikan sumber nutrisi yang difortifikasi, seperti susu terfortifikasi dengan Zat Besi dan Vitamin C agar si Kecil bisa tumbuh maksimal,” sebutnya.

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., Psikolog Klinis Anak dan Keluarga mengatakan, orang tua perlu memahami bahwa anemia tidak hanya berdampak negatif secara fisik, namun juga terhadap kondisipsikologis anak. Dalam jangka pendek, secara kognitif anak cenderung kurang konsentrasi, tidak mudah menangkap dan mengingat, serta emosinya ajuga cenderung lebih negatif, lebih mudah sedih/marah dan rentan stres.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia mengatakan, Danone Indonesia berkomitmen untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia dan mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan generasi emas Indonesia. Danone Indonesia terus melakukan berbagai inovasi produk bernutrisi tepat yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, inisiatif dan edukasi untuk mendukung kebutuhan gizi anak-anak Indonesia sebagai bentuk upaya pencegah anemia khususnya pada anak.

Dalam upaya pencegahan anemia, dari tahun ke tahun Danone Indonesia melalui SGM Eksplor telah menginisiasikan berbagai program edukasi berskala nasional dan telah menjangkau lebih dari 3,5 masyarakat.

Tahun ini, Danone Indonesia melalui SGM Eksplor akan menjalankan inisiatif program baru “Bersama Cegah Anemia, Optimalkan Kognitif Generasi Maju” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para Bunda di Indonesia tentang resiko anemia pada anak di bawah usia 5 tahun, serta pentingnya mengkonsumsi makanan tinggi zat besi dan Vitamin C yang berasal dari protein hewani.

Tanasha Suhandani, Brand Manager SGM Eksplor mengatakan, SGM Eksplor terus berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang maksimal anak Indonesia melalui penyediaan inovasi produk bernutrisi dan berbagai inisiatif. Salah satu inovasi SGM Eksplor untuk menjawab permasalahan anemia yang masih dihadapi anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun di Indonesia adalah dengan menghadirkan inovasi produk yang mengandung IronC™ – kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C, yang teruji dapat bantu penyerapan secara maksimal hingga dua kali lipat, serta dilengkapi dengan nutrisi penting lainnya seperti DHA, Minyak ikan tuna, Omega 3&6, serta nutrisi penting lainnya.

Guna terus memberikan dukungan untukpencegahan anemia & dukung pemenuhan nutrisi dan stimulasi yang optimal, SGM Eksplor meluncurkan insiatif “Bersama Cegah Anemia, Optimalkan Kognitif Generasi Maju”yang berkolaborasi dengan berbagai pihakuntuk mengedukasi melalui platform digital diantaranya melalui website www.generasimaju.co.id yang dikunjungi hampir 10 juta ibu setiap tahunnya. Tidak hanya itu, SGM Eksplor juga mendukung Bunda melalui layanan Careline SGM Eksplor yang terdiri dari para ahli terpercaya seperti ahli gizi, kebidanan, keperawatan, dan tenaga kesehatan lainnya.

“Ke depannya SGM Eksplor terus berkomitmen secara berkelanjutan untuk melakukan berbagai inisiatif dan kolaborasi dalam memberikan dukungan nutrisi terbaik dan berkualitas yang dibutuhkan oleh anak untuk tumbuh menjadi Generasi Maju. Mari kita bersama cegah anemia dan optimalkan kognitif anak Generasi Maju,” tutup Tanasha. (rel/sih)

Keluarga Korban Minta Jokowi Kawal Kasus Pembunuhan Berencana Mantan Anggota DPRD Langkat

PROTES: Keluarga Almarhum Paino dan masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa berkumpul usai menyampaikan protesnya pasca mendengar tuntutan pidana 20 tahun kurungan penjara terhadap aktor intelektual penembakan, Luhur Sentosa Ginting alias Tosa.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO- Keluarga Almarhum Paino, mantan Anggota DPRD Langkat yang menjadi korban penembakan, meminta agar Presiden Joko Widodo dan Menkopolhukam Machfud MD, mengawal kasus yang menimpa mereka. Permintaan ini disampaikan Susilawati yang mewakili Keluarga Almarhum Paino pasca dalang penembakan atau aktor intelektual, Luhur Sentosa Ginting yang duduk di kursi pesakitan dituntut oleh jaksa penuntut umum dengan pidana 20 tahun kurungan penjara, Kamis (31/8/2023).

“Kami berharap, bermohon kepada Presiden Jokowi dan Pak Machfud MD tolong lihat kami korban. Bapak Jokowi, Bapak Machfud MD, datang lah pak ke Langkat, lihat lah hukum di Langkat ini, kawal lah kami, kami ingin keadilan, kami ingin kemerdekaan di bumi Indonesia yang sudah lama merdeka pak,” kata Susilawati didampingi penasihat hukum korban, Togar Lubis.

Usai JPU membacakan tuntutan pidana kepada terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa, anak korban meluapkan kekecewaan dan kekesalannya. Bersama masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, mereka menyesalkan tuntutan pidana yang sudah dibacakan JPU.

“Rasa kecewa masyarakat itu luar biasa, terutama korban. Karena ini pembunuhan sangat berencana sekali, sangat-sangat berencana tapi hanya dituntut 20 tahun,” ujarnya.

“Kami paham, kami tahu ini belum vonis hakim. Tetapi dari tuntutan, kami sangat kecewa. Kita jangan hanya memikirkan anak dari terdakwa, tapi anak korban juga harus kita pikirkan, bagaimana mentalnya, bagaimana masa depannya,” sambung Susilawati.

Dia membeberkan, terdakwa Tosa pernah dihukum hanya 3 bulan dalam kasus penembakan dengan menggunakan senjata api rakitan dan korbannya masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Langkat. Menurutnya, keluarga terdakwa selalu memberi penindasan kepada masyarakat di sana.

Meski Indonesia sudah merdeka selama 78 tahun, tapi masyarakat di Dusun Bukit Dinding, belum merasakan kemerdekaan tersebut secara utuh. “Lihat lah kami ini, pembunuhan sangat berencana dan kemarin tahun 2021, pelaku ini (terdakwa Tosa) adalah orang yang sama dengan peristiwa penembakan Almarhum Paino, dia otak pembunuhannya. Namun kemarin, dia hanya divonis 3 bulan (kasus penembakan kepada masyarakat) dan korbannya belum sembuh,” bebernya.

“Dan kali ini otak pelaku dengan orang yang sama dan senjata yang sama! Pasti kami semua masyarakat resah, karena kami ragu, kami takut, korban berikutnya akan terjadi lagi. Karena kami mohon maaf sekali, bukan kami merendahkan hukum, yang kami ketahui orang awam 20 tahun misalkan nanti jatuh vonisnya, sebentar saja nanti sudah keluar,” sambung Susilawati.

Dalam amar tuntutan JPU, Dedi Bangun selaku eksekutor dan Luhur Sentosa Ginting selaku otak pelaku atau aktor intelektual atau dalang pembunuhan berencana mantan Anggota DPRD Langkat, Almarhum Paino, dituntut pidana 20 tahun kurungan penjara. Pembacaan amar tuntutan langsung dilakukan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Langkat, Hendra Sinaga, yang dimulai pukul 18.00 WIB.

Terdakwa Dedi yang pertama mendengarkan tuntutannya. “Kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menuntut, menyatakan terdakwa Dedi Bangun telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana, melakukan yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, melanggar pasal 340 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan primair jaksa penuntut umum.

Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Hendra dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua, Ledis Meriana Bakara.

Hal yang memberatkan terdakwa adalah telah menimbulkan penderitaan bagi keluarga dan sudah pernah dihukum serta juga menimbulkan keresahan masyarakat. Sementara hal yang meringankan terdakwa adalah berterus terang selama persidangan.

Usai Dedi, giliran terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa Ginting yang didakwa sebagai otak perencanaan pembunuhan atau aktor intelektual. Tosa mendengarkan tuntutan dari JPU pada pukul 19.00 WIB.

“Kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menuntut, menyatakan terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, melanggar pasal 340 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan primair jaksa penuntut umum.

Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Hendra dalam sidang yang diikuti oleh keluarga korban Almarhum Paino dan masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.

Bagi JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah sebagai aktor intelektual dan perbuatannya menimbulkan penderitaan untuk keluarga korban. Terdakwa juga sudah pernah dihukum sebelumnya dalam kasus penembakan dengan hukuman 3 bulan kurungan penjara.

Kemudian terdakwa juga berusaha mengaburkan tindak pidana pembunuhan berencana tersebut dan tidak mengakui perbuatannya selama persidangan. “Hal yang meringankan, terdakwa masih berusia muda dan memiliki 3 anak dan 1 istri,” pungkasnya. (ted)

Dihukum 5 Bulan Penjara, 2 Terdakwa Kasus Penganiayaan Bakal Lapor ke KY

PUTUSAN: Dua terdakwa kasus penganiayaan menjalani sidang putusan di PN Medan, Rabu (30/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua terdakwa kasus penganiayaan mantan mertua, Nazmi Natsir Adnan dan Rinaldi Akbar Lubis divonis hakim 5 bulan penjara. Atas hal itu, kedua terdakwa berniat melaporkan hakim ke Komisi Yudisial (KY).

Majelis hakim diketuai Nelson Panjaitan dalam amar put menilai perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 170 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana kepada hukuman kepada kedua terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara selama 5 bulan,” tegas hakim, dalam sidang di Ruanf Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (30/8/2023).

Dalam persidangan, hakim juga mengatakan bahwa terdapat perbedaan pendapat (dissenting opinion) dari hakim anggota satu Fauzul yang menyatakan bahwa kedua terdakwa tidak terbukti sebagaimana dakwaan jaksa.

Sementara dalam persidangan hakim, hal memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. “Hal meringankan, kedua Terdakwa belum pernah dihukum dan sopan dalam persidangan,” kata hakim.

Diluar persidangan, terdakwa Nazmi Natsir Adnan mengatakan kalau Ia menyesalkan vonis hakim. Menurutnya, dari fakta persidangan tidak ada saksi yang mengatakan kalau ia bersama Rinaldi melakukan penganiayaan.

Karena itu, katanya, dia bakal melaporkan Majelis hakim ke Komisi Yudisial terkait vonis bersalah yang dijatuhkan kepadanya.

“Terlihat dari hakim satu yang berbeda pendapat yang menyatakan kami tidak terbukti sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum dan harus dibebaskan dari tahanan,” ucapnya.

Sementara menanggapi vonis hakim, Nazmi mengatakan pikir-pikir terlebih dahulu, apakah menerima atau mengajukan banding. Di tempat yang sama, Penasehat Hukum terdakwa M Iman SH, mengatakan Hakim hanya mempertimbangkan keterangan saksi korban saja, saksi meringankan dikesampingkan.

“Padahal saksi yang meringankan ada 3 orang yang melihat mendengar dan mengalami langsung menyatakan dipersidangan bahwa tidak ada melakukan pemukulan atau penolakan,” tegasnya. (man/ram)

Bulog Apresiasi Mobil Pasar Keliling

RAMAI: Warga ramai menghadiri pasar murah keliling yang diselenggarakan di Mabar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pimwil Bulog Sumut Arif Mandu, mengapresiasi pelaksanaan Pasar Keliling, dirinya berharap kegiatan ini dapat menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras. Pasar Keliling juga diharapkan bisa membantu masyarakat.

“Saya kira dengan semua instrumen ini, mudah-mudahan harga beras bisa terkensali, aman,” pungkas Arif ketika meninjau pelaksanaan Pasar Keliling di Mabar, Kamis (31/8/2023).

Sebelumnya, Ketua Komisi III Afif Abdillah, juga mengapreasi inovasi yang dilakukan pihak PUD Pasar Medan yang telah menghadirkan Pasar Keliling.

“Ini sebuah inovasi yang patut kita apreasi ditengah kenaikan harga kebutuhan bahan pokok,” ucap Afif Abdillah.

Hal senada disampaikan, anggota Komisi III lainnya Mulia Syahputra Nasution. Pasar Keliling, kata Mulia, benar-benar membantu masyarakat ditengah kenaikan harga bahan pangan saat ini.

Politisi Gerindra itu mengharapkan kegiatan seperti ini berlanjut. Bahkan bisa dilakukan penambahan armada Pasar Keliling. “Jadi benar-benar dampaknya dirasakan oleh masyarakat,” kata Mulia.
(map/ram)

Hingga 29 Agustus, Mobil Pasar Murah Keliling Sudah Sambangi 7 Kecamatan

MURAH: Dirut PUD Pasar Medan, Bobby Nasution menyerahkan beras kepada pembeli mobil keliling pasar murah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Pasar Keliling yang diluncurkan Wali Kota Medan Bobby Nasution, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pasalnya, program ini tak hanya menjangkau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi dapat menjaga stabilitas harga pangan.

Program Pasar Keliling diluncurkan Wali Kota Medan Bobby Nasution bertepatan pada peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia, Kamis (17/8/2023) lalu.

Dirut PUD Pasar Medan, Suwarno, menuturkan Pasar Keliling yang diinisiasi Wali Kota Medan merupakan kolaborasi PUD Pasar Medan, PT Pilar Grup Indonesia dan Bulog, menjual beras ukuran 5 kg seharga Rp49.750, minyak goreng 1 liter seharga Rp13.500, dan gula 1 kg seharga Rp13.500.

Dijelaskan Suwarno, sejak peluncuran sampai dengan Selasa (29/8/2023), mobil Pasar Keliling telah menyambangi tujuh kecamatan, antara lain Medan Petisah, Medan Tuntungan, Medan Belawan, Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Barat.

“Harapannya agar dapat menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan,” beber Suwarno, Kamis (31/8/2023).

Keberadaan Pasar Keliling ini juga disambut antusias oleh warga. Salah satunya dari F br Siregar, warga Martubung. Dirinya menilai, hadirnya Pasar Keliling sangat membantu masyarakat. Karena dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau ketimbang di pasaran.

“Terima kasih Pak Bobby yang telah membuat Pasar Keliling ini, karena memang sangat membantu kami. Terima kasih juga untuk PUD Pasar, mudah-mudahan bisa rutin diadakan di lingkungan kami,” ungkapnya. (map/ram)