23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 1176

Siswa SMK Swasta Pemda Tewas Tabrakan di Sidikalang

TABRAKAAN: Mobil penumpang umum Sampri tabrakan dengan sepeda motor yang menyebabkan pelajar SMK Swasta Pemda tewas di Jalan Air Bersih Sidikalang, Kamis (31/8/2023).ISTIMEWA.

DAIRI, SUMUTPOS.CO- Sahat Brema Simamora (16), pelajar SMK Swasta Pemda Dairi tewas tabrakan di Kompleks Centrum GKPPD Jalan Air Bersih Sidikalang, Kamis (31/8/2023).

Kanit Laka Polres Dairi, Poltak Aritonang, mengatakan sepeda motor tumpangan Sahat terlibat laga kambing kontra minibus angkot Sampri.

“Jasad sudah diserahkan ke keluarga. Sopir Sampri juga telah diamankan. Mungkin, Sahat dan teman, baru pulang sekolah,” ujarnya.

Berdasarkan data, Sahat beralamat di Jalan Damai Desa Huta Rakyat, Kecamatan Sidikalang.

Dari berbagai informasi, sepeda motor tumpangan Sahat melaju dari arah Jalan Air Bersih. Sedang Sampri datang dari arah berlawanan.

Perjalanan angkot tersebut untuk mengantar penumpang. Kala itu, Sahat boncengan dengan temannya berinisial YP (16) yang mengalami patah tulang, dan sekarang dirawat di RSUD Sidikalang.(rud/ram)

DPR RI Gandeng FH UMSU Susun RUU Pembentukan Kabupaten Simalungun Hataran SUMUT

Dekan FISIP UMSU Dr. Arifin Saleh S.Sos MSP sebagai pemateri diskusi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPR RI Gandeng Fakultas Hukum UMSU dalam Focus Group Discussion Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dengan Fakultas Hukum UMSU yang di dilaksanakan di Aula Fakultas Hukum UMSU, Kamis (31/8).

Dekan Fakultas Hukum, Dr. Faisal S.H M.Hum dalam sambutan menyampaikan pemekaran merupakan salah satu upaya membangun Otonomi Daerah. Dalam FGD kita hari ini yaitu pengumpulan data dalam rangka penyusunan naskah akademik Rancangan Undang-undang (RUU) pembentukan Kabupaten Simalungun Hataran Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Secara komprehensif terkait dengan pemekaran terdapat pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (UU tentang PEMDA) dan peraturan turunannya. Pada Hal ini selalu akademisi yang diminta untuk berbagi ide kepada pihak-pihak terkait yang hadir. Harapannya setelah selesai dari kegiatan ini mungkin dapat membawa ide atau masukan guna menyusun RUU pembentukan Kabupaten Simalungun.

Pemateri diskusi Dekan FISIP UMSU Dr. Arifin Saleh S.Sos MSP, selaku narasumber menyampaikan bahwa tujuan pembentukan, pemekaran, penghapusan dan penggabungan daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan, percepatan demokrasi, percepatan perekonomian daerah, percepatan pengelolaan potensi daerah, peningkatan keamanan dan ketertiban, serta peningkatan hubungan serasi antara Pusat dan Daerah.

Dengan demikian, setiap kebijakan pemekaran dan pembentukan suatu daerah baru harus memastikan tercapainya akselerasi di berbagai bidang tersebut, yang pada giliran akhirnya bermuara pada kesejahteraan rakyat. Pemekaran pemerintah daerah baru bila berhasil akan menghasilkan unsur-unsur kekuasaan dan ekonomi baru di daerah yang akan dinikmati segelintir elite baru yang berpeluang menduduki berbagai jabatan kepala daerah, DPRD, DPD yang mewakili daerah setempat.

Penanggap berikutnya, Dosen Fakultas Hukum Benito Ashdie Kodiyat MS S.H M.H menyampaikan tujuan utama dari pemekaran dan pembentukan daerah otonomi untuk lebih meningkatkan pelayanan publik, kehidupan serta kesejahteraan masyarakat setempat. Perlu diketahui bahwa kemampuan daerah dalam melaksanakan kewenangan setelah pemekaran tidak sama karena masing- masing mempunyai kondisi dan karakteristik yang berbeda. Sehingga pada kenyataan perkembangan selajutnya banyak daerah hasil pemekaran belum atau kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bahkan berpotensi menimbulkan permasalahan baru seperti sengketa batas wilayah, perebutan lokasi ibukota, dan konflik lainnya. Terutama dalam bidang pertumbuhan ekonomi yang belum membuahkan hasil terlihat dari kemiskinan dan pengangguran yang belum teratasi.

Selanjutnya Andryan S.H M.H juga menambahkan Pemekaran daerah (provinsi, Kabupaten dan kota) ternyata tidak selalu membawa kebaikan bagi rakyat di daerah yang dimekarkan tersebut. Bahwa DPR mensinyalir 40 persen dari daerah yang dimekarkan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan FGD tersebut dia antaranya Pimpinan Fakultas Hukum Dekan Dr. Faisal S.H M.Hum, Wakil Dekan I Dr. Zainuddin, S.H M.H, Wakil Dekan III Atikah Rahmi S.H M.H, Dosen Fakultas Hukum Andryan S.H M.H, Rachmad Abduh, S.H M.H Benito Asdhie Kodiyat MS S.H, M.H, Muhammad Dr Teguh Syuhada Lbs S.H M.H, Guntur Rambey S.H M.H, dan jajaran DPR RI serta Perwakilan lainnya yaitu Teguh Nirmala Yekti S.H M.H, Agus Priyono S.H Nouval Ali Mukhtar S.H, Achmad Khatib S.Fil M.H, Aryudhi S.H, M.H, Steffani S.H M.H, dan Santoso S.T. (rel/tri)

DPRD Dairi Sampaikan Dukungan Warga ke Kemenko Marves Terkait Operasional PT DPM

SERAHKAN ASPIRASI: Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani didampingi Wakil Ketua dan anggota DPRD menyerahkan aspirasi warga lingkar tambang yang mendukung operasional PT DPM di Desa Sopokomil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga kepada Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves di Jakarta, Kamis (31/8/2023). Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kabupaten Dairi, Sabam Sibarani, mendatangi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Kunjungan Sabam bersama anggota DPRD Dairi itu, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat lingkar tambang yang mendukung operasional PT Dairi Prima Mineral (DPM).

PT DPM perusahaan pertambangan timbal dan seng memegang izin kontrak karya seluas 24.636 hektare berlokasi di Desa Sopokomil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

Kepada wartawan, Kamis (31/8/2023) malam, Sabam mengatakan, rombongan pimpinan dan anggota DPRD Dairi diterima Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan.
“Dalam pertemuan, kami menyampaikan aspirasi terkait suara masyarakat yang tinggal di dekat area tambang PT DPM yang menginginkan supaya perusahaan pertambangan timbal dan seng itu segera beroperasi,” katanya.

Sabam menyampaikan, mayoritas warga mendukung kehadiran PT DPM, karena dinilai berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi warga. Dan dampak paling nyata, masyarakat sekitar sudah diberdayakan PT DPM.

Sebagian besar masyarakat kuatir kehilangan pekerjaan jika operasional PT DPM dihentikan. Menurut masyarakat, hanya kelompok kecil yang menolak kehadiran PT DPM.

Sabam mengatakan, sekelompok masyarakat menggugat izin kelayakan lingkungan hidup kegiatan pertambangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

“DPRD Dairi sangat menyayangkan tuntutan sekelompok kecil masyarakat tersebut ke PTUN,” ungkap Sabam.

Menurut Sabam, jika ada kekhawatiran warga terkait risiko dari pertambangan yang dilakukan PT DPM, pemerintah serta DPRD akan mendorong perusahaan mentaati semua prosedur sesuai regulasi.

“Dan kita yakin, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pasti tidak akan main-main dan pasti melakukan kajian sebelum menerbitkan izin lingkungan dimaksud,” tambahnya.

Sabam menyebut, PT DPM pasti sudah melakukan kajian dan memiliki solusi untuk mengatasi jika ada permasalahan.(rud/ram)

Aniaya Ken Admiral, Aditiya Hasibuan Divonis 1,5 Tahun Penjara

PUTUSAN: Aditiya Hasibuan terdakwa kasus penganiayaan, menjalani sidang putusan di PN Medan, Kamis (31/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Aditiya Hasibuan diganjar hukuman 1,5 tahun penjara. Anak AKBP Achiruddin Hasibuan itu, terbukti bersalah menganiaya Ken Admiral, dalam sidang di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (31/8/2023).

Majelis hakim diketuai Nelson Panjaitan dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 351 ayat 1 KUHPidana tentang penganiayaan dan Pasal 406 ayat 1 tentang pengerusakan barang milik orang lain.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Aditiya Hasibuan oleh karenanya dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan,” tegas hakim.

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman ganti kerugian (restitusi) senilai Rp52 juta kepada terdakwa, dengan subsider 2 bulan kurungan.

Dalam pertimbangan hakim, hal memberatkan, terdakwa tidak mengakui perbuatannya. “Hal meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum,” kata hakim.

Setelah membacakan vonis, majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari untuk jaksa penuntut umum (JPU) dan penasehat hukum terdakwa untuk pikir-pikir, apakah menerima atau mengajukan banding. Sebelumnya, JPU Rahmi Shafrina menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Diketahui, perkara ini berawal pada 11 Desember 2022, korban Ken Admiral mengirimkan chat melalui Direct Message Instagram kepada terdakwa menanyakan ada hubungan apa dengan saksi Safira Husna yang merupakan teman wanita yang sedang didekati saksi korban.

Kemudian, penganiayaan terjadi pada 21 Desember 2022, ketika terdakwa mengendarai mobil melihat korban yang juga mengendarai mobil melintas di Jalan Ringroad dan Jalan Setiabudi. (man/ram)

Pelebaran Parit di Jalan Sampali, Warga Mengeluh Jalan Makin Sempit

TINJAU:Ketua DPRD Medan Hasyim SE meninjau rencana proyek pelebaran parit sulang saling yang akan berdampak pada penyempitan badan Jalan Sampali dan sekitarnya di Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, Rabu (30/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Medan Hasyim SE meninjau rencana proyek pelebaran parit sulang saling yang akan berdampak pada penyempitan badan Jalan Sampali dan sekitarnya di Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, Rabu (30/8/2023). Peninjauan dilakukan Hasyim guna menyahuti keluhan warga yang keberatan apabila terjadi penyempitan badan jalan.

Sebagaimana diketahui, keluhan warga telah disampaikan langsung ke Komisi IV DPRD Medan baru-baru ini. Warga menyebutkan, Jalan Sampali merupakan jalan alternatif yang kondisi macetnya akan semakin parah apabila terjadi penyempitan lagi.

Saat berada di lokasi, Hasyim mengaku dapat memaklumi keberatan warga. Sebab bila dilakukan pemotongan badan jalan yang sebelumnya 4,5 meter menjadi 2 meter, tentu akan menggangu akses warga.

“Kita mendukung program pelebaran parit guna mengantisipasi atau meminimalisir banjir di Kota Medan. Tapi bukan berarti menambah masalah baru lagi,” ucap Hasyim.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu pun menawarkan, bila harus dilakukan pelebaran parit, maka permukaan parut harus ditutup sehingga tetap bisa dilintasi.

“Tentu harus memiliki kontruksi yang kuat,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Hasyim, solusi berikutnya dapat dilakukan normalisasi atau pendalaman parit agar mampu menampung volume air lebih besar.

“Kita harapkan keluhan warga supaya ditampung dan perlu dilakukan kajian lagi,” harap Hasyim.

Sebagaimana diketahui, Komisi IV DPRD Medan telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keberatan warga masalah proyek penyempitan badan jalan akibat pelebaran parit di Jalan Sampali, Kelurahan Pandau Hulu II Kecamatan Medan Area di gedung DPRD Medan, Senin (28/8/2023).

Saat itu, Warga mengaku keberatan dilakukan penyempitan badan Jalan yang berdampak terganggunya akses mobil ambulance dan mobil pemadam kebakaran.

Menurut perwakilan salah satu warga, Gunawan menyampaikan, pihaknya keberatan dengan proyek Pemko Medan melalui Dinas SDABMBK yang melakukan pelebaran parit/drainase yang akhirnya menyempitkan badan jalan.

“Kami menolak adanya penyempitan badan jalan karena akan mengganggu aktifitas usaha warga karena akan menimbulkan kemacetan lebih parah. Sama halnya dengan lebar 2 meter, akan kesulitan akses ambulance mapun mobil damkar,” sebut Gunawan.

Untuk itu, sambung Gunawan, masyarakat berharap agar proyek dapat ditunda karena adanya efek berantai. Warga juga meminta perlunya dilakukan audit independent dibawah pengawasan DPRD Medan untuk memastikan keakuratan kebutuhan pembuangan air di parit.

“Kami memohon agar proyek ini ditinjau kembali dikaji lebih dalam denhan visi untuk perbaikan jangka panjang dan tuntas,” pungkasnya. (map/ram)

Ariadi Terpilih sebagai Ketua Koordinator Wartawan DPRD Sumut Secara Aklamasi

RAPAT: Wartawan DPRD Sumut saat mengikuti rapat pemilihan pengurus koordinator periodesasi 2023-2026, di Medan, Kamis (31/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wartawan Unit DPRD Sumut melakukan pemilihan pengurus koordinator periodesasi 2023 – 2026 di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kamis (31/8/2023). Hasilnya, Ariadi terpilih secara aklamasi menjadi Ketua.

“Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan wartawan yang telah memilih dan memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi koordinator wartawan unit DPRD Sumut,” ucap Ariadi yang merupakan mantan Ketua SIWO PWI Sumut tersebut.

Sebelumnya pada rapat yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu, Ariadi menyatakan dirinya bersedia dipilih menjadi Koordinator Wartawan DPRD Sumut setelah sempat vakum selama hampir 3 tahun.

Pada kesempatan itu, Ariadi bersama Sekretaris terpilih Waliyono dan Bendahara terpilih Irma Yuni dan seluruh anggota, berkomitmen untuk segera menyusun program-program kerja. Hal itu dilakukan agar memaksimalkan kinerja publikasi di lembaga legislatif tersebut.

Ia juga mengajak segenap legislator di DPRD Sumut agar menguatkan sinergi dengan jajaran insan pers yang tergabung dalam Koordinasi Wartawan Unit DPRD Sumut.

“Banyak sekali sumber informasi positif yang bisa disebarluaskan kepada masyarakat seputar kegiatan pembangunan maupun tanggapan dari para anggota DPRD Sumut, asalkan para legislator senantiasa bersikap akomodatif kepada insan pers,” ujar Ariadi.

Karena itu, keberadaan setiap wartawan yang ditugaskan di DPRD Sumut turut berperan penting dalam mengembangkan dan menghimpun informasi yang dibutuhkan publik secara luas.

Pada kesempatan itu, Ariadi juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting yang turut mendukung pembentukan kembali Koordinator Wartawan di DPRD Sumut.

“Semoga kerja sama yang telah berjalan baik antara jajaran DPRD Sumut dengan wartawan selama ini bisa lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya.
(map/ram)

Srikandi Ganjar Gelar Pelatihan Membuat Terasi Bersama Perempuan Milenial di Asahan

Srikandi Ganjar Sumut bersama perempuan Milenial di Kabupaten Asahan menggelar pelatihan membuat belacan (Terasi) sekaligus memperkenalan sosok Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (Bacapres) 2024

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Srikandi Ganjar mengadakan pelatihan membuat belacan atau terasi bersama para perempuan milenial di Dusun V, Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis (31/8)

Koordinator Wilaya (Korwil) Srikandi Ganjar Sumut Firda Annisa Sirait mengatakan kegiatan yang digelar itu diikuti puluhan perempuan Milenial.

“Kami dari Srikandi Ganjar Sumut berkunjung ke Asahan dalam melaksanakan kegiatan Girls Class: Belajar Membuat Belacan,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (31/8).

Firda menuturkan belacan atau terasi merupakan bumbu tradisional khas Indonesia yang sudah ada dari zaman kerajaan yang berkaitan dengan sejarah berdirinya Kota Cirebon.

“Terasi terbuat dari udang maupun ikan-ikan kecil. Terasi memiliki bau yang khas dan sudah terkenal se-Asia Tenggara,” katanya.

Maka dari itu Srikandi Ganjar Sumut melakukan kegiatan pelatihan untuk menambah skill bagi para perempuan di Sei Apung.

“Ini juga mengingatkan mereka bahwa terasi bisa menjadi penggerak ekonomi bagi mereka yang ingin berwirausaha,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Annisa, Tanjung Balai merupakan daerah pesisir yang masyarakatnya mayoritas merupakan nelayan. Sehingga usaha belacan ini merupakan prospek yang sangat menguntungkan karena minim biaya transportasi dan bisa mendapatkan bahan baku dengan harga lebih murah.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini lebih banyak lagi perempuan milenial yang mau berwirausaha dan dapat memanfaatkan potensi dari daerahnya serta bisa mengembangkan daerah mereka menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Annisa mengatakan pelatihan ini juga sejalan dengan program kerjanya Ganjar Pranowo yang selalu mendukung para pelaku UMKM.

“Pada kegiatan ini kami juga tak lupa memperkenalkan sosok Bapak Ganjar Pranowo sebagi calon presiden 2024, dan kami mengharapkan dukungan penuh dari mereka (milenial),” tambahnya.

Salah satu peserta, Ramanda, mengaku senang bisa ikut pelatihan dari Srikandi Ganjar. Ramanda pun mengaku senang dengan sosok Ganjar yang dikenal dekat dengan rakyat.

“Karena Indonesia khususnya perempuan Milenial butuh sosok pemimpin seperti Pak Ganjar yang selalu mendukung para perempuan,” pungkasnya. (rel/tri)

Popnas 2023, Sumut Tambah 2 Perak

FINAL: Ketua Kontingen Sumut, Maimun Masri bersama atlet wushu sanda Sumut yang lolos ke final Popnas 2023 Sumsel. (IST)

PALEMBANG, SUMUTPOS.CO – Kontingen Sumatera Utara menambah dua medali perak pada hari keempat Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2023 Sumatera Selatan, Kamis (31/8). Dua medali perak diraih dari cabang atletik dan taekwondo.

Dari cabang atleti, medali perak disumbangkan Josua Simanjuntak dari nomor 1.500 meter putra. Dia berada di posisi kedua dengan catatan 4 menit 11,92 detik. Josua hanya kalah tipis dari peraih medali emas asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Josua hanya kalah tipis dari pelari NTB itu. Kalau tidak salah, selisihhnya tidak sampai satu detik,” ujar Pelatih Atletik Sumut, Saddam Harahap ketika dihubungi, Kamis (31/8).

Atlet atletik Sumut akan kembali berlomba pada Jumat (1/9). Saddam berharap agar atlet Sumut bisa meraih medali emas, termasuk Josua Simanjuntak.

Satu medali perak Sumut lainnya diraih dari taekwondo. Atlet Sumut Hanna Salsabila harus puas dengan medali perak kelas under 49 kg putrid usai kalah dari wakil DIY. Dengan sumbangan ini, Sumut meraih 1 emas, 4 perak dan 1 perunggu dari cabang taekwondo.

Dari cabang wushu, empat pesanda asal Sumut lolos ke final yang akan dimainkan Jumat (1/9) hari ini. Keempatnya adalah Leovando di kelas 48 kg putra, Genea di kelas 52 kg putra, Yanto di kelas 65 kg putra, dan Naila di kelas 56 kg putri.

Sedangkan dari cabang tinju, empat wakil Sumut juga lolos ke semifinal. Keempatnya adalah Nona Beby di kelas 57 kg putri, Zahra di kelas kelas 63 kg putri, Juan di kelas 71 kg putra, dan Cristiano di kelas 75 kg putra.

Satu petinju Sumut yang tampil di kelas 54 kg putra, Aldo harus terhenti di semifinal. Dengan hasil ini, Aldo dipastikan meraih perunggu.

Sumut masih memiliki peluang menambah medali dari cabang panahan, tenis lapangan, angkat besi, karate, senam, dan panjat tebing yang masih memainkan babak penyisihan. Sementara du cabang pancak silat, semua wakil Sumut dipastikan gagal meraih medali.

Ketua Kontingen Sumut, Maimun Masri berharap agar semua atlet Sumut meraih kemenangan pada pertandingan Jumat (1/9). “Mudah-mudahan semua atlet kita bisa meraih kemenangan dan menambah koleksi medali Sumut,” harap Maimun. (dek)

Indonesia Dominasi 8 Besar Xpora Indonesia International Challenge 2023

MELAJU: Tunggal putri Indonesia Tasya Farahnailah melaju ke babak 8 besar Xpora Indonesia International Challenge 2023 di GOR PBSI Sumut, Jumat (1/9/2023). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Indonesia mendominasi babak delapan besar Xpora Indonesia International Challenge 2023. Di tunggap putri, enam wakil Indoensia dipastikan melaju ke babak perempatfinal yang akan digelar di GOR PBSI Sumut, Jumat (1/9/2023) siang ini.

Perjuangan tunggal putri Indonesia di babak 8 besar akan diawali Aisyah Sativa Fatetani yang menghadapi unggulan kedua asal Thailand, Lalinrat Chaiwan. Aisyah Sativa Fatetani melaju usai mengalahkan Kaloyana Nalbantova 21-9, 18-21, 21-14 pada babak 16 besar, Kamis (31/8).

Unggulan ketiga asal Indonesia Ester Nurumi Tri Wadoyo akan menghadapi rekan senegaranya Ruzana di babak 8 besar. Ester sebelumnya mengalahkan Wakil India Ananya Agrawal dengan skor 21-10, 21-12. Sedangkan Ruzana mengalahkan wakil Indonesia lainnya Yulia Yosephine Susanto dengan skor 21-14, 21-15.

Kyla Legiana Agatha yang sebelumnya mengalahkan unggulan pertama, kembali bertemu rekan senegaraya Gabriela Meilani Moningka di 8 besar. Kyla Agatha sebelumnya mengalahkan wakil India Mansi Singh dengan skor 21-18, 21-18. Sedangkan Gabriela mengalahkan wakil Hong Kong, Saloni Samirbhal Mehta dengan skor 21-15, 13-21, 21-11.

Satu wakil Indonesia lainnya di babak delapan besar adalah Tasya Farahnailah. Tasya akan menghadapi wakil Hongkong, Lo Sin Yan Happy. Tasya yang merupakan kelahiran Medan itu sebelumnya menaklukan Mutiara Ayu Puspitasari dengan mudah dua gim langsung 21-13, 21-7 pada babak 16 besar.

Ungkapan bahagia pun mengalir hangat dari Tasya usai memenangkan laga. “Pertama Alhamdulillah, karena bisa fokus setiap relinya sama berani main nekat aja. Ya mungkin dia (Mutiara Ayu) ada sedikit kendala sama kakinya. Mungkin karena itu dia agak terganggu,” ungkap Tasya, kepada awak media usai laga.

Pada babak 8 besar, Tasya yang berperingkat 127 BWF itu akan menghadapi Lo Shin Yan Happy yang memiliki peringkat 171 BWF. Tasya mengaku sudah pernah menghadapi wakil Hongkong tersebut.

“Sebelumnya sudah pernah ketemu sekali sama dia (wakil Hong Kong) tapi itu sudah lama empat tahun lalu (Junior Grand Prix 2019 U17). Saat itu saya yang menang,” ungkap Tasya.

“Ya karena sudah lama gak jumpa (duel) lagi tentu saya buta lagi akan kekuatan dia,” sambung pebulutangkis kelahiran 17 Agustus 2004.

Selain tunggal putri, Indonesia juga mendominasi kategori lainnya. Di tunggal putra, ada lima wakil Merah Putih yang lolos ke 8 besar. Mereka adalah unggulan ketujuh Alwi Farhan, Tommy Sugiarto (15), Tegar Sulistio, Krishna Adi Nugraha, dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (14).

Di ganda putra juga ada lima pasangan Indonesia lolos ke 8 besar. Mereka adalah M Putra Erwinsyah/Patra Harapan, Raymond Indra/Daniel Edgar Marvino, Berry Anggriawan/Rian Agung Saputro, Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfani (1), dan Reinard Dhanriano/M Alfian Firsada Ternawan.

Dominasi Indonesia juga terjadi di ganda putri. Ada enam wakil Indonesia ke 8 besar. Mereka adalah unggulan kedua Jesita Putri Miantoro/Febi Setianingrum, Velisha Christina/Bernadine Anindya Wardana, Meisa Rizka Fitria/Maulida Aprilia Putri, unggulan ketiga Ridya Aulia Fatasya/Kelly Larissa, Brigita Marcelia Rumambi/Meirisa Cindy Sahputri, dan Anggia Shitta/Putri Larasati.

Di ganda campuran, Indonesia diwakili Verrell Yustin Mulia/Priskila Venus Elsadai, Rafli Ramanda/Indah Cahya Sari Jamil, Marwan Faza/Jessica Maya Rismawardani, M Reza Pahlevi Isfahani/Marsheilla Gischa Islami. (dek)

PSMS Butuh Dua Pemain Lagi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – 17 hari menuju laga perdana di kompetisi Liga 2 musim 2023-2024, PSMS Medan terus menambah slot pemain. Setelah mendatangkan dua pemain asing, tim pelatih PSMS Medan masih mencari beberapa pemain melengkapi kuota pemain maksimal 30 orang.

Seperti diketahui, berdasarkan draft jadwal yang beredar, PSMS Medan akan melakoni laga perdana Liga 2 dengan bertandang ke markas Sada Sumut FC, Sabtu (16/09/2023) mendatang.

Pelatih PSMS Medan, Ridwan Saragih, mengatakan, saat ini PSMS Medan telah memiliki total 26 pemain termasuk dua legiun asing Matheus Souza dan Kim Jin Sung.

“Total pemain saat ini sudah 26 orang, harapan kita minimal ada 28 pemain. Masih ada yang mau kita datangkan lagi, kita mengajukan pinjaman ke klub Liga 1,” ujar Ridwan Saragih kepada awak media, Kamis (31/8).

Kendati telah memiliki Matheus Souza dan Kim Jin Sung, menurut Ridwan Saragih, pihaknya masih berupaya mendapatkan striker dan gelandang serang sesuai harapan dari pemain klub Liga 1 yang PSMS pinjam.

‘Gelandang serang setelah Kim, sebentar lagi kemungkinan kita akan kedatangan satu atau dua pemain lagi, termasuk satu striker,” ucap prajurit TNI AD itu.

Dengan sisa waktu persiapan dua Minggu lebih ini, Ridwan Saragih memiliki tugas untuk menyesuaikan permainan pemain rekrutan anyar dengan gaya permainan PSMS saat ini.

“Pemain yang baru juga yang pemain asing kita akan menyesuaikan dengan karakter bermain kita,” ungkapnya.

Di sisi lain, pelatih berlisensi A AFC tersebut menepis anggapan sebagian pihak yang menilai adanya gap cukup jauh antara pemain inti dan pemain pelapis. Menurutnya, selama ini, dia selalu memberikan kesempatan kepada setiap pemain untuk menunjukkan kemampuannya di lapangan.

“Pemain saya ada nggak yang disimpan tidak saya mainkan? Tidak ada, mereka semua dapat kesempatan bermain. Dari persiapan sampai pra kompetisi, semua dapat kesempatan bermain. Jadi artinya kami tidak membedakan siapa yang main atau tidak main, saya anggap mereka sama punya kualitas,” ungkap pria yang pernah menjabat asisten pelatih Sriwijaya FC itu.

Menurutnya, semua pemain yang ada di PSMS punya performa yang baik. Tinggal tim pelatih kata dia harus menentukan 11 pemain yang terbaik dengan target meraih hasil maksimal di setiap pertandingan.

“Yang membedakan hanya jumlah di lapangan cuma 11 orang. Jadi kita harus cari opsi pemain, yang terbaik dari yang terbaik.

Pada perkembangan lain, permintaan PSMS Medan kepada PSSI/PT Liga Indonesia Baru (LIB) agar Klub suporter tim tamu diizinkan untuk hadir pada pertandingan Liga 2 dipastikan mendapat penolakan.

Direktur Teknik PT Kinantan Medan Indonesia, Andy Mahyar Matondang, mengatakan, Menurut Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, keputusan tak mengizinkan klub suporter tim tamu datang ke stadion merupakan kesepakatan antara FIFA dan PSSI.

“Sudah ada jawaban dari Dirut PT LIB. Ke WhatsApp saya juga beliau (Ferry Paulus) sampaikan keputusan itu merupakan kesepakatan bersama FIFA dan PSSI. Apa boleh buat kita sudah berusaha,” ungkap Andry Mahyar. (dek)