30 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 1246

Komisi II Minta Pemko Selesaikan Persoalan Gepeng dari Hulu hingga Hilir

Seorang gepeng tertidur diatas trotoar saat ruas Jalan Guru Patimpus Medan tampak sepi, belum lama ini

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Surianto SH, meminta Pemko Medan untuk menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang bertebaran di Kota Medan. Politisi Gerindra itu menyebutkan, bahwa masalah gepeng tidak bisa diselesaikan hanya di hilir saja, namun juga harus sampai ke hulu.

Tak hanya itu, Pemko Medan melalui Dinas Sosial juga diminta agar harus mampu berkolaborasi dengan Pemprov Sumut, Pemkab Deliserdang, Pemko Binjai dan pemda sekitarnya terkait penertiban gepeng.

“Karena kita tahu, gepeng yang bertebaran di perempatan jalan itu rata-rata bukan warga Kota Medan. Dinas Sosial harus berkolaborasi dengan Deliserdang ataupun Binjai,” ucap Surianto, Jumat (11/8/2023).

Surianto yang akrab disapa Butong tersebut juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan panti sosial yang sempat dianggarkan dana pembangunannya pada tahun lalu. Sebab, keberadaan panti sosial ini dinilai aka sangat membantu Dinas Sosial dalam menyelesaikan persoalan gepeng maupun permasalah sosial lainnya.

“Apa kelanjutan pembangunan panti sosial yang sempat diwacanakan. Kita mendorong panti ini harus segera diselesaikan, agar gepeng-gepeng yang terjaring razia bisa dibina di sana sebelum dikembalikan ke daerah asal atau masyarakat,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan ini menambahkan, fraksinya siap mendorong penambahan anggaran di Dinas terkait jika Pemko Medan benar-benar membutuhkan lebih banyak panti sosial untuk menampung seluruh gepeng maupun anak jalanan untuk dibina.

“Kita siap tambahkan anggaran untuk itu. Gepeng dan anak jalanan harus benar-benar diberi pelatihan agar begitu selesai dari masa karantina, ilmu yang didapat bisa dikembangkan di masyarakat dan mereka gak lagi turun ke jalanan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Dinsos Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah sering sekali melakukan penertiban terhadap gepeng di Kota Medan. Hanya saja setelah dilakukan asesmen, pihaknya terkendala dengan tempat penampungan gepeng.

Pasalnya, Pemko Medan belum memiliki tempat penampungan untuk para gepeng. Namun saat ini, Pemko Medan sedang membangun panti sosial di kawasan Medan Tuntungan yang nantinya dapat digunakan untuk menampung para gepeng yang berkeliaran di Kota Medan.

“Saat ini kan kita masih membangun tempat penampungan (panti sosial) di kawasan Medan Tuntungan,” ucao Khoiruddin, Rabu (9/8/2023).

Dikatakan Khoiruddin, selama ini gepeng-gepeng yang mereka amankan dititipkan di tempat penampungan atau panti sosial milik Pemprov Sumut. Akan tetapi saat ini panti sosial tersebut telah penuh, bahkan melebihi kapasitas (overload).

“Jadi tempat penampungan yang dimiliki Provinsi Sumut di kawasan Binjai itu overload. Sebab tempat penampungan itu untuk se-Sumut, sehingga tidak semua gepeng (di Medan) bisa ditampung disana,” ujarnya.

Khoiruddin menjelaskan, berdasarkan pendataan dari setiap penertiban yang mereka lakukan, dominan para gepeng yang berada di Kota Medan justru berasal dari luar Kota Medan.

“Kalau gepengnya masih berasal dari dalam Provinsi (Sumut), kita akan berkordinasi dengan dinsos setempat. Namun kalau sudah dari luar Provinsi, maka Dinsos Provinsi Sumut yang lebih berwenang,” katanya.

Terkait bagaimana upaya Dinsos dalam memulangkan para gepeng tersebut ke daerah asalnya, Khoiruddin mengaku bahwa hampir semua gepeng yang ada di Medan sudah merasa nyaman hidup di Kota Medan sehingga tidak mau kembali ke daerah asalnya.

“Kalau memang bersedia, maka akan kita fasilitasi untuk kembali ke daerah asalnya. Kebanyakan mereka memang tidak mau karena sudah terlalu nyaman tinggal di Medan,” jelasnya. (map/ram)

PT HKI Tegaskan Tak Pernah Terima Material Ilegal

Pintu Gerbang Tol Stabat.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – PT Hutama Karya Infrastruktur menegaskan, tidak pernah menerima material ilegal untuk pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa. Penegasan ini disampaikan General Superintendent (GS) PT HKI, Sunardi ketika dikonfirmasi, Jumat (11/8/2023).

Dia membantah jika disebut PT HKI menerima material ilegal yang bersumber dari quary tak berizin untuk pembangunan proyek strategis nasional tersebut. Menurut dia, semua penerimaan barang dan jasa untuk proyek Jalan Tol Binjai-Langsa, sudah sesuai dengan konsep Good Corporate Governance (GCG).

“Penerimaan barang dan jasa yang kita lakukan, sudah melalui proses verifikasi yang ketat. Sehingga, sangat kecil sekali terjadi adanya dugaan penyimpangan. Kita bisa pastikan, barang yang diterima sesuai dengan spesifikasi dan kualifikasi,” kata Sunardi.

Pria berdarah Jawa ini menyebut, mengacu kepada konsep GCG, PT HKI menolak segala bentuk praktik penyuapan dan penyimpangan lainnya. Dia pun menjelaskan, proses penerimaan barang dan jasa, mulai dari penawaran awal hingga ke tahap pengambilan keputusan.

Mulanya, Tim Divisi Teknik menerima penawaran dan kemudian jika sudah cocok, dilanjutkan ke Divisi Suplai Chain Management (SCM). Lalu dilanjutkan, penerimaan kontrak yang ditentukan oleh Project Manajer pada setiap proyek.

“Begitulah kurang lebih alur penerimaan barang dan jasa dari seluruh vendor atau rekanan untuk dapat bekerja sama dengan PT HKI. Dalam hal ini, PT HKI merupakan kontraktor utama proyek pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa, khususnya di wilayah Sumatera Utara,” ujar pria yang sudah banyak berkecimpung dalam proyek pembangunan jalan bebas hambatan di Indonesia ini.

Jika ditemukan adanya vendor – vendor yang menyimpang, Sunardi menegaskan, PT HKI akan segera melakukan penindakan. Bahkanbjika terbukti benar adanya penyimpangan, akan dilakukan penghentian pengerjaan dan tidak ada pembayaran terhadap pekerjaan tersebut.

“Kami tidak pernah mengizinkan pengambilan material dari quary yang ilegal. Kami juga sudah melakukan penertiban dan penghentian terhadap pengambilan material yang terindikasi tidak ada izinnya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, diduga ada oknum di PT HKI yang membebaskan material ilegal berupa tanah urug yang diangkut ribuan dumptruk bebas masuk ke proyek Jalan Tol Binjai-Langsa. Oknum berinisial A ini diduga “main mata” dengan subkontraktor yang mengisi material ke proyek strategis nasional tersebut.

Diketahui, aktivitas penambangan baru dapat dilakukan jika dokumen sudah terpenuhi menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi. “Selain IUP, juga ada SIPB (surat izin penambangan batuan). Ada tahapan-tahapan dalam proses izin, karena kita ketahui pelaku usaha inikan sudah mudah untuk masuk di aplikasi OSS, tentu untuk izin usaha pertambangan, harus melewati tahapan WIUP-nya dulu, wilayahnya dulu sesuaikan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sumut, Faisal Arif Nasution.

Setelah WIUP, terbit izin eksplorasi. Namun, kata Faisal, izin eksplorasi belum dapat dijadikan dasar untuk melakukan operasi produksi. “Karena ini harus ada penelitian dulu terkait dengan lokasi yang akan ditambang, mereka harus memiliki dokumen persetujuan lingkungan dulu, dan melengkapi beberapa dokumen lainnya. Setelah nanti dilakukan verifikasi, setelah lengkap dokumen itu, maka mereka sudah bisa mendapat tahap yang akhir yaitu, usaha produksi operasi produksi. Inilah yang menjadi dasar pelaku usaha,” kata dia.

“Bila itu belum ada, berarti izin tersebut belum bisa digunakan untuk menggali atau melakukan pertambangan di dalam satu lokasi,” sambung Faisal. (ted/ram)

Sambut HUT RI ke-78, Pemkab Sergai Gelar Jalan Santai dan Bazar UMKM Kuliner

PITA: Bupati Sergai H. Darma Wijaya memotong pita tanda dimulainya gerak jalan.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) meriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke- 78 dengan menggelar serangkaian acara yang meriah, Kamis (10/8/2023). Dimulai sejak pagi dengan kegiatan gerak jalan santai yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sergai.

Gerak jalan santai tersebut mengambil rute yang dimulai dari Lapangan Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, hingga berakhir di kantor Bupati Sergai. Dengan semangat tinggi, ribuan ASN ber-jersey merah yang berasal dari berbagai unsur mulai dari OPD, kecamatan, dan para guru, turut serta dalam kegiatan ini.

Bupati Sergai H Darma Wijaya di sela-sela kegiatan gerak jalan santai ini mengungkapkan jika perayaan HUT RI ke-78 di Kabupaten Sergai kali ini juga dimeriahkan dengan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang didominasi produk kuliner dan diadakan di halaman Kantor Bupati Sergai.

“Acara ini diinisiasi sebagai upaya mendukung perkembangan UMKM di Sergai serta untuk mendorong perekonomian daerah. Para pelaku UMKM dari Sergai diundang untuk menjajakan produk-produk unggulan mereka dalam bazar ini,” ucap Bupati Darma Wijaya didampingi Wabup Adlin Tambunan, Sekdakan H M Faisal Hasrimy, Ketua TP PKK Ny Hj Rosmaida Saragih Darma Wijaya, Ketua GOPTKI Ny Aini Zetara Adlin Tambunan serta para Kepala OPD.

Kehadiran bazar UMKM kuliner ini, lanjut Bupati, memberikan peluang besar bagi para pelaku UMKM Sergai untuk memperluas jaringan bisnis dan mempromosikan produk mereka kepada masyarakat lebih luas. Beragam hidangan kuliner turut memanjakan lidah pengunjung yang datang. Mulai dari makanan tradisional hingga hidangan modern, bazar ini menjadi magnet bagi para pecinta kuliner yang terlihat begitu membludaknya para ASN dan warga yang mengerubungi tiap stand bazar.

“Selain itu, acara ini juga diwarnai dengan acara lucky draw yang menawarkan beragam hadiah menarik bagi para peserta yang beruntung. Ini diharapkan menjadi penambah semangat dalam merayakan HUT RI ke-78 ini,” katanya.

Bupati Sergai mengungkapkan kebahagiaannya melihat antusiasme masyarakat Sergai dalam merayakan HUT ke-78 RI ini. Ia juga mengapresiasi partisipasi para pelaku UMKM dalam bazar kuliner, yang menunjukkan semangat berkreasi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan berbagai kegiatan yang penuh makna ini, diharapkan dapat menciptakan suasana yang meriah dalam rangka memperingati HUT ke-78 RI. Semangat nasionalisme dan kebersamaan semoga semakin kokoh di Tanah Bertuah Negeri Beradat,” tandasnya. (gas/ram)

7 Oknum TNI Diduga Bekingi Eksekusi Rumah Warga di Medan Area

KETERANGAN: Hartanta Sembiring (tengah) selaku kuasa hukum pemilik rumah Sulimin, memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (10/8) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tujuh oknum TNI diduga membekingi terduga pelaku berinisial TNS, mengeksekusi sebidang rumah di Jalan Amplas No 52, Kelurahan Sei Rengas, Kecamatan Medan Area, Rabu (9/8) malam.

Atas hal tersebut, Hartanta Sembiring, SH SpN didampingi Viski Umar Hajir Nasution, SH MH dan Dedek Juliansyah Leo Putra, SH selaku kuasa hukum Sulimin selaku korban mengatakan, bahwa rumah milik kliennya itu dibeli melalui KPR pada tahun 2010. Kemudian pada tahun 2018, Sulimin pindah rumah namun alat-alat perabot masih berada di rumah tersebut.

Tanpa ada pemberitahuan, lanjut Hartanta, TNS yang diduga menjadi dalang dibalik eksekusi rumah tersebut, melakukan penutupan akses masuk rumah.

“Jadi setelah dia merusak pagar, dia langsung memasang tembok setinggi 2 meter lebih, jadi kita gak bisa lagi mengambil barang kita, melakukan aktivitas di rumah kita,” ungkap Hartanta, kepada wartawan, Kamis (9/8) malam.

Pada eksekusi rumah tersebut, tujuh oknum TNI berseragam dan perangkat pemerintahan setempat, juga hadir di lokasi tersebut.

“Selain oknum TNI, ada juga pihak dari kecamatan dan kelurahan. Tapi gak bisa buat apa-apa, padahal kita sudah bilang tolong dilarang tetapi tetap dilakukan,” bebernya.

Ditanya mengenai kehadiran oknum TNI tersebut, tujuh pria berseragam loreng hijau itu hanya mengatakan adanya perintah.

“Kita gak tahu, yang pasti dia ada (oknum TNI), dan kemudian dia bilang perintah, kita minta surat perintah dia gak bisa menunjukkan,” kata Hartanta.

Atas perbuatan tersebut, Sulimin melalui Kuasa Hukumnya Hartanta Sembiring telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sumut.

“Atas permasalahan tersebut, kami telah mengadukan permasalahan tersebut ke Polda Sumut tentang tindak pidana pengrusakan,” tegasnya.

Selain itu, mereka juga akan melaporkan 7 oknum TNI tersebut ke Denpom I/5 BB karena telah membantu mengeksekusi sebidang rumah tanpa dapat menunjukkan surat tugasnya.

“Hari Jumat akan kami laporkan (7 oknum TNI) ke Denpom I Bukit Barisan,” urainya.

“TNI ikut terlibat dalam hal ini, ini sudah mafia tanah ini, kami tidak pernah ada terima apapun, klien kami juga tidak pernah melihat ada gugatan dan putusan pengadilan, tiba-tiba diambil secara paksa tanah dan bangunan ini,” sambungnya.

Dalam peristiwa ini, Hartanta berharap, agar perbuatan melawan hukum yang dilakukan terduga pelaku dapat dilakukan tindakan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Harapan kami, atas tindakan-tindakan yang sudah menyimpang dan melawan hukum tersebut agar dapat dilakukan tindakan sebagaimana ketentutan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Terpisah, Kapendam I/BB Kolonel Inf Rico J Siagian menanggapi perihal keberadaan 7 oknum TNI tersebut, menjawab akan mengecek hal tersebut. “Nanti kita cek. Tks atas infonya pak,” tandasnya singkat. (man/ram)

Burnley vs Mancester City: Adu Taktik Guru & Murid

SUMUTPOS.CO – Juara bertahan Manchester City akan dijamu tim promosi Burnley di Turf Moor pada pekan pertama Premier League 2023/2024, Sabtu (12/8) dini hari pukul 02:00 WIB. Meski berstatus tuan rumah, namun Burnley mendapatkan tekanan besar, karena langsung bertemu sang juara bertahan Liga Inggris di laga pembuka.

Faktor bermain di kandang sendiri, tampaknya tidak akan terlalu berpengaruh untuk The Clarets –julukan Burnley Pasalnya, materi pemain mereka cukup berbeda dibandingkan The Citizens.

City sendiri pastinya mengincar poin penuh di partai perdana EPL 2023/2024. Pekan lalu mereka kembali gagal menjuarai FA Community Shield sehingga bisa jadi akan menumpahkan amarah pada Burnley.

Duel Burnley vs Manchester City juga bakal menjadi arena pertarungan taktik antara murid dan guru. Vincent Kompany, pelatih The Clarets, adalah legenda Manchester City yang mendapatkan banyak ilmu dari Pep Guardiola, juru taktik City yang mengincar 4 trofi EPL beruntun.

City tak hanya diunggulkan dari faktor kualitas pemain dan tim dalam laga kontra Burnley. Jika melihat catatan mereka di laga pembuka EPL sejak ditangani Pep Guardiola, The Citizens memang meyakinkan.

Pasalnya, dari 7 laga perdana kompetisi selama bersama Pep, City menang 6 kali dan hanya kalah sekali. Satu-satunya kekalahan itu terjadi pada awal Liga Inggris 2021/2022 saat Manchester City bertandang ke markas Tottenham Hotspur dengan skor 1-0.

Selebihnya, City sangat superior dengan torehan 6 kemenangan. Bahkan 5 laga di antaranya didapat di laga tandang. Catatan gol dalam 6 kemenangan Man City itu juga sangat meyakinkan. Mereka bisa mengemas 14 gol dan hanya kebobolan 2 gol.

Jika ditambah dengan kekalahan di markas Spurs, gawang City hanya bobol 3 kali dari 7 partai pembuka musim EPL. Artinya, rata-rata kebobolan mereka hanya 0,42 gol. Di luar rekor apik itu, Manchester City memang sedang butuh kemenangan.

Apalagi setelah dikalahkan Arsenal di Community Shield 2023 melalui adu penalti. Raihan poin penuh atas Burnley, akan sangat berguna menjaga mental bermain skuad The Citizens jelang laga Piala Super Eropa 2023 melawan Sevilla, Kamis 17 Agustus pukul 02.00 WIB.

Di sisi lain, Manchester City menyadari laga melawan Burnley tidak akan mudah. Pasalnya, The Clarets dilatih Kompany, sosok yang 11 musim membela City sebagai pemain. Kompany berjasa mempersembahkan 4 trofi Premier League. “Bakal menyenangkan (bisa) melawan Vincent. Ia menjalani musim yang bagus tahun lalu dan Burnley sangat layak promosi ke Premier League. Kami tahu laga ini tidak akan mudah,” ucap pemain City, Sergio Gomez, dikutip laman resmi klub.

Burnley menyadari bahwa mereka tidak diunggulkan di laga ini. Tapi, dalam sepak bola, apa pun bisa saja terjadi. The Clarets berharap dukungan suporter dapat memacu mereka bisa mencuri poin di laga ini. “Laga ini akan sulit, tapi apa pun bisa terjadi ketika kami main di kandang sendiri. Saya pikir akan ada atmosfer luar biasa yang diciptakan fans kami di laga pembuka nanti,” kata pemain Burnley, Johann Gudmundsson, dikutip situs web klub. (bbs/adz)

Sambut HUT RI, Bupati Dairi Beri Tali Asih Ke Anggota LVRI Sumbul

TALI ASIH: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu memberi tali asih kepada anggota ataupun ahli waris LVRI di Kecamatan Sumbul sambut HUT RI ke-78 tahun 2023.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO- Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, menyerahkan tali asih kepada sejumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Kecamatan Sumbul, Kamis (10/8/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Jumat (11/8/2023) mengatakan, pemberian tali asih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 tahun 2023 ini.

Anggara mengatakan, dalam pertemuan, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mendoakan semua anggota LVRI supaya di masa tuanya sehat-sehat serta bahagia bersama anak cucu mereka.

Eddy juga mengajak semua yang hadir pada pertemuan tetap menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga perjuangan para pahlawan tidak sia-sia, katanya.

“Tali asih yang kami bawa atau serahkan ini, tidak besar nilainya. Tetapi ini ketulusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menghargai anggota LVRI yang ada di Kecamatan Sumbul ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LVRI Kecamatan Sumbul, Paulus Hutabalian mengaku terharu dan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Dairi dan rombongan, ya b hadir memberikan perhatian berupa penyerahan tali asih.

“Semoga tali asih diserahkan memberikan kebahagian kepada semua anggota LVRI di Kecamatan Sumbul,” ungkapnya.

Anggara menambahkan, adapun tali asih diserahkankan ke LVRI yakni berupa beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kilogram, susu 1 kotak, payung, selimut 1 buah, dan uang saku Rp100.000.

Hadir Kepala Dinas Pendidikan, Jonni Walin Purba, Kepala Dinas Kesehatan, Henry Manik dan lainya. (rud/ram)

 

 

TALI ASIH: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu memberi tali asih kepada anggota ataupun ahli waris LVRI di Kecamatan Sumbul sambut HUT RI ke-78 tahun 2023.Istimewa.

Terima Audiensi KSPSI, Bupati Dairi Ingin SDM Lokal Diprioritaskan

AUDENSI: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu diabadikan saat menerima audensi KSPSI membahas kemitraan dengan Pemkab Dairi.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menerima audiensi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) cabang Kabupaten Dairi di Sidikalang, Kamis (10/8/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Jumat (11/8/2023) mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Bupati Dairi, banyak menerima masukan salahsatunya masalah Omnibuslaw UU Cipta Kerja Nomor 6 tahun 2023.

Selanjutnya, rencana membangun kemitraan dengan pemerintah sebagai fasilitator guna memberdayakan anggota KSPSI pada perusahaan yang ada di Dairi.

Sekretaris KSPSI, Maruba Sianturi mengatakan, 3 federasi pekerja yakni Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP), Serikat Pekerja Bangunan Umum (SPBU) dan Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) meminta komitmen Pemkab Dairi sebagai fasilitator bagi KSPSI dan perusahaan yang ada di Dairi.

“Kami ingin kemitraan antara KSPSI, Pemkab Dairi dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Kami ingin ada kemitraan yang baik,” ujarnya.

Menjawab masukan disampaikan KSPSI, Eddy KA Berutu, mendukung aspirasi disampaikan konfederasi pekerja supaya menjadi perhatian perusahaan salahsatunya PT Dairi Prima Mineral (PT DPM).

Menurut Eddy, sewajarnya perusahaan memberi kesempatan untuk putra/putri lokal menjadi tenaga kerja jika perusahaan pertambangan timbal dan seng itu beroperasi.

Perusahaan wajib terbuka masalah kebutuhan tenaga kerja supaya kita bisa mempersiapkan SDM termasuk para mitra seperti KSPSI.

“Jika memungkinkan putra-putri Dairi yang ada di perantauan bisa kembali membangun kampung halamannya. Bumi kita diolah, semestinya kita pun ada terlibat didalamnya,” tegasnya.

Pada prinsipnya, Pemkab Dairi menerima masukan disampaikan KSPSI selama memungkinkan untuk dilakukan serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda), Surung Charles Bantjin, Asiten Perekonomian dan Pembangunan, Swasta Ginting, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Budianta Pinem, Ketua KSPSI Gomgom Panggabean, Ketua SPKEP, Apries Tumanggor dan Ketua SPBU, Wanjuneven Manurung.(rud/ram)