Home Blog Page 1314

Demokrat Sumut Siap Kawal PK Moeldoko di Mahkamah Agung

PENGURUS: Ketua DPD Demokrat Sumut, M Lokot Nasution bersama jajaran pengurus.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- DPD Demokrat Sumatera Utara siap mengawal sidang Peninjau Kembali (PK) dilayangkan Moeldoko ke Mahkamah Agung (MA). Hal itu, bertujuan untuk menegakkan keadilan bagi partai berlambang mercy tersebut.

PK Kepala Staff Kepresidenan ini, melawan Menkumham Yasonna Laoly soal pengesahan AD/ART Partai Demokrat. Berdasarkan informasi MA, menunjukkan tiga majelis hakim, yakni Yosran yang juga ketua majelis PK. Kemudian, dua anggota majelis adalah Lulik Tri Cahyaningrum dan Cerah Bangun.

“Kami menggelar konferensi pers ini adalah untuk menyatakan sikap kami satu kali lagi. Sikap terkait PK Moeldoko, yang mana Hakim yang akan menyidangkan ini sudah dibentuk oleh Mahkamah Agung,” ucap Ketua DPD Demokrat Sumut, Lokot Nasution dalam jumpa pers di Kantor DPD Demokrat Sumut, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Selasa (25/7/2023).

Lokot didampingi oleh Kepala Bappilu Chairil Mukmin, Kepala BPOKK H M Sajali, Kepala Bakomstrada Chairil Huda dan 33 DPC Demokrat Kabupaten/Kota se-Sumut menyatakan bila tidak ada keadilan di Negeri bagi Demokrat atas sidang PK tersebut, pihaknya siap turun ke jalan menyuarakan keadilan tersebut.

“Tadi kami mendiskusikan langkah-langkah pemenangan partai tentu saja itu yang paling utama. Tetapi, di luar itu hari-hari sebelum ini sampai ke tadi. Juga kami berdiskusi tentang kesiapan kami untuk turun ke jakarta. Untuk apa? Untuk menuntut keadilan sebenarnya dengan 33 Ketua DPC yang hari ini. Hadir ini menunjukkan bahwasanya kepengurusan sah itu adalah kepengurusan yang dipimpin Ketua Umum kami AHY,” tegas Lokot.

“Tapi dia (Moeldoko) tidak punya KTA, sehingga dia tidak punya hak. Karena, dia tidak pernah berjuang untuk partai ini. Dia tidak pernah jatuh bangun untuk bersama partai ini. Tiba-tiba dia mengajukan PK seolah-seolah partai ini adalah miliknya,” tambah Lokot.

Lokot mengharapkan kepada ketiga majelis hakim MA yang memeriksa dan mengadili PK Moeldoko itu, untuk mengedepankan soal keadilan. Tidak terpengaruh dengan intervensi dari politik yang ada.

“Kami memohon perlindungan hukum kepada bapak-bapak yang terhormat. Karena sampai waktunya nanti jika keadilan itu tidak ada lagi di negeri ini saya rasa bukan hanya kami kader partai demokrat. Tapi seluruh anak bangsa akan bergerak bersama kami untuk turun ke jalanan,” sebut Lokot.

Lokot menilai tiga hakim tersebut, memiliki integritas yang baik dan menjunjung tinggi keadilan menjalani tugas dalam mengadili sebuah perkara. Termasuk PK Moeldoko dengan memutuskan menolak seluruh apa yang diajukan dalam PK tersebut.

“Kebetulan senior kami Pak Hinca datang ke kantor DPD dan menyampaikan bahwa majelis hakim sudah dibentuk. Dan beliau menyampaikan bahwa masing-masing hakim itu adalah orang-orang yang berintegritas,” kata Lokot.

Lokot mengungkapkan PK Moeldoko tidak lepas dari politik untuk menjegal laju langkah dari Bacapres Anies Baswedan, yang diusung oleh Partai Demokrat, bersama Nasdem dan PKS.

“Tapi kasus bukan murni kasus hukum, tapi ada politik di dalamnya. Apakah kasus ini dilakukan untuk menjagal Anies Baswedan atau yang lainnya itu akan menjadi persepsi di tengah-tengah masyarakat,” jelas Lokot.

“Kalau pimpinan negara ini Bapak Presiden Jokowi, yang sampai hari ini masih sangat mesra dengan KSP Moeldoko yang sebenarnya, beliau juga tahu bahwa Moeldoko melakukan PK. Tapi, sampai hari ini tidak juga mengehentikan Moeldoko dari jabatannya,” tandas Lokot.(gus/ram)

Pecatan Polisi Jual Senpi Divonis 3 Tahun

DARING: Terdakwa Rahmansyah Hasibuan saat mengikuti sidang secara daring di Lapas Binjai. ( Teddy Akbari/Sumut Pos )

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Terdakwa penjualan senpi rakitan secara ilegal, Rahmansyah Hasibuan divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Binjai. Humas PN Binjai, Wira Indra Bangsa membenarkan, pihaknya telah menjatuhkan hukuman kepada terdakwa.

“Ya, sudah divonis terdakwa,” kata Wira, Selasa (25/7/2023).

Dalam amar vonis majelis hakim, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menyerahkan senjata api sebagaimana dalam dakwaan tunggal penuntut umum. Oleh majelis hakim, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun.

“Sudah divonis 3 tahun penjara dan jaksa terima atas putusan tersebut. Sementara barang bukti dirampas untuk dimusnahkan,” pungkasnya.

Dalam amar tuntutan JPU, Rahmansyah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba, memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, menyangkut, menyembunyikan, dan mempergunakan sesuatu senjata api, amunisi, sebagaimana diancam pidana dalam pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Tentang Amunisi, sebagaimana dalam dakwaan tunggal penuntut umum. Atas hal tersebut, JPU menuntut terdakwa selama 48 bulan atau 4 tahun pidana penjara.

Adapun barang bukti dalam kasus jual senpi ini adalah, 1 lembar fotokopi legalisir kwitansi pembelian senjata senilai Rp30 juta dari Joni Surbakti kepada terdakwa Rahmansyah Hasibuan pada 15 Juli 2020 lalu, 1 lembar fotokopi slip setoran BRI link pembelian senjata api senilai Rp20 juta dari Joni Surbakti kepada terdakwa pada 21 Juli 2022 dan 1 lembar fotokopi slip setoran BRI pembelian senjata api sebesar Rp15 juta dari Joni Surbakti kepada terdakwa pada 21 Juli 2022. Kemudian juga ada barang bukti berupa sepucuk senjata api rakitan, 5 butir peluru, 1 kartu izin pemegang senjata api dari Perbakin atas nama Joni Surbakti dan 1 kartu Tanda anggota penembak Perbakin atas nama Joni Surbakti.

Diketahui, terdakwa Rahmansyah mengirimkan senjata api yang dibelinya dari Serang, Banten ke Sumut melalui bus. Terdakwa merupakan pecatan polisi yang tengah menjalani hukuman atas perkara narkotika.

Saat menjalani pidana kasus narkotika, terdakwa tersandung berkas lain yakni penjualan senjata api secara ilegal. Terdakwa juga sudah berhasil menjual senpi rakitan secara ilegal ini ke bebrapa orang.

Mulai dari pegawai Lapas, masyarakat biasa hingga kepala desa di Sei Bingai yang membeli senpi rakitan tersebut secara ilegal. Sedangkam terdakwa mendapatkan senpi secara ilegal dari Anggota Kopassus atas nama Arnold.

Dalam dakwaan JPU, dari tangan terdakwa diamankan sepucuk senjata air softgun warna hitam dengan merek Pietro Bereta Cat 5802-MOD-84F-CAL 9 SHORT. Selain itu, ada beberapa senjata api dan air softgun yang sudah dijualnya ke beberapa orang.

Adapun senpi yang telah berhasil dijualnya yakni, sepucuk senpi jenis revolver merek S & W USA Nomor 170 C06754 Cal 32 MM warna hitam diduga rakitan dengan harga sebesar Rp65 juta, sepucuk senpi jenis pistol FN merek Guardian Fax Govarmen Safety Mancis Nomor 55411 diduga rakitan dengan harga sebesar Rp40 juta, sepucuk senjata api pistol P-1 Kaliber 99 mm Pindad Indonesia Nomor RHM 220879 seharga Rp25 juta, sepucuk senpi jenis pistol Nomor EM-1580026 dan sepucuk airsoft gun jenis pistol warna hitam dengan merek Jericho 941 Nomor 21200242 seharga Rp4,5 juta.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Amunisi. (ted/ram)

Kekosongan LPG 3 Kg Diduga karena Adanya Peningkatan Konsumsi

KETERANGAN: Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria saat memberikan keterangan, Selasa (25/7/2023).(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyaluran, distribusi dan stok LPG subsidi bagi masyarakat di Sumut aman.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria menjelaskan pihaknya telah meningkatkan pelayanan dan pendistribusian LPG di seluruh kabupaten/kota berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah di Sumut ini.

Satria mengungkapkan terjadi peningkatan konsumsi LPG pada beberapa hari libur nasional yang berdekatan.

“Berdasarkan data yang kami miliki, tren penyaluran LPG 3Kg mengalami peningkatan jika dibandingkan periode – periode sebelumnya, tren penyaluran LPG 3 Kg menunjukkan kenaikan dimana hingga Juni 2023 penyaluran LPG 3 Kg wilayah Sumut di angka 180.907 MT dibandingkan dengan penyaluran Januari hingga Juni 2022 sebesar 175.498 MT. hal ini memperlihatkan bahwa tren konsumsi LPG 3Kg mengalami kenaikan,” jelas Satria, Selasa (25/7/2023).

Sebagai upaya untuk menjaga kuota dan pendistribusian LPG subsidi 3Kg, Pertamina akan menjalankan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37.K/MG.01/MEM.M/2023 tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Isi Ulang Liquefied Petroleum Gas Tertentu Tepat Sasaran, akan diterapkan subsidi tepat LPG 3 Kg.

Tahapan yang sedang berjalan saat ini adalah registrasi dan verifikasi pangkalan untuk implementasi program subsidi tepat LPG 3 Kg. Tahapan registrasi sudah berlangsung sejak pertengahan Juli 2023 dan ditargetkan selesai di akhir Juli 2023.

“Hingga saat ini di wilayah Sumatera Utara sudah mencapai 70% dari 13 ribu pangkalan sudah registrasi dan 30 juli target 100%. Proses registrasi mencakup update lokasi pangkalan (Geo tagging) dan sarfas yang dimiliki pangkalan. Subsidi tepat LPG 3 Kg akan menerapkan sistem digitalisasi yang terintegrasi dengan data keluarga penerima manfaat yang berasal dari Pemerintahan,” jelas Satria.

Selain itu, menanggapi kenaikan konsumsi LPG 3Kg di wilayah Sumut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiapkan penguatan stok di masyarakat dengan menambah penyaluran sekitar 207.000 tabung yang mencakup wilayah Kota Medan, Deli Serdang, dan 14 Kabupaten dan Kota lainnya di Sumut. Penguatan stok di masyarakat ini akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

“Khusus Kota Medan rata-rata harian penyalurannya sebesar 285 MT/hari. Tahap awal kami akan tambah penyalurannya sebesar 50% dari penyaluran normal harian atau sebesar 142,5 MT atau sekitar 47.500 tabung. Pendistribusian ini akan berjalan dalam beberapa hari ke depan,” tambah Satria.

Kemudian, kata Satria, terdapat beberapa usaha yang dilarang untuk menggunakan LPG bersubsidi seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022. Beberapa usaha yang dilarang menggunakan LPG 3 kg antara lain hotel, restoran, usaha penatu, peternakan, tani tembakau, batik, usaha jasa las dan lain-lain.

“Kami menghimbau bagi masyarakat mampu dan unit usaha menengah ke atas agar dapat menggunakan LPG Non-Subsidi, agar masyarakat yang benar-benar berhak menerima LPG 3Kg bisa mendapatkan LPG Subsidi tersebut,” tandas Satria.(gus/ram)

Warga Medan Sunggal Mengeluh Tak Dapat PKH

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan Fraksi NasDem, Habiburrahman Sinuraya, saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Setia Gg Keluarga, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (23/7/2023) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah warga tidak mampu di Kota Medan mengeluhkan kondisi bantuan sosial (bansos) yang tidak merata, termasuk bantuan berupa Program Keluarga Harapan (PKH).

 Karenanya, DPRD Kota Medan berjanji akan kembali mengajukan penambahan kuota bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut.

 Hal itu dikatakan Anggota DPRD Medan Fraksi NasDem, Habiburrahman Sinuraya, saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Setia Gg Keluarga, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (23/7/2023) sore.

 “Masih ada warga kurang mampu di Kota Medan yang belum mendapatkan bantuan PKH. Ini terus menjadi perhatian kita. Untuk itu, DPRD Medan akan terus mengajukan penambahan kuota penerima PKH kepada Kemensos hingga semua warga kurang mampu bisa mendapatkannya,” ucap Habib.

 Pada kesempatan yang turut dihadiri Lurah Tanjungrejo Ridho, dan perwakilan Dinas Sosial Kota Medan Lena tersebut, Habib meminta kepada warga untuk bersikap jujur dengan kondisi yang ada.

 “Kalau ternyata bapak/ibu tergolong warga mampu, jangan lah mengaku-ngaku sebagai warga tidak mampu. Berilah kesempatan kepada saudara-saudara kita yang benar-benar tidak mampu untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

 Terkait bantuan pendidikan yang dikeluhkan warga, Anggota Komisi I DPRD Medan tersebut mengaku siap untuk memfasilitasinya. “Saya minta data anak bapak/ibu yang masih sekolah, kita akan fasilitasi untuk bisa mendapatkan PIP (Program Indonesia Pintar),” pungkasnya.

 Sebelumnya, salah seorang warga, Lia mengaku sebagai warga tidak mampu. Namun, Ibu tiga anak tersebut tidak pernah terdaftar sebagai penerima PKH. “Anak saya tiga, rumah pun ngontrak, tapi keluarga saya gak pernah dapat PKH,” keluhnya.

 Tak cuma itu, Lia juga mengeluhkan kondisi anaknya yang tidak mendapatkan bantuan pendidikan meskipun mereka tergolong warga miskin. “Tolong lah pak, supaya anak-anak saya bisa dapat bantuan pendidikan,” pungkasnya.(map/ila)

Pengembalian Dana Proyek Lampu Pocong, DPRD Medan Minta Harus Transparan

Anggota DPRD Medan Fraksi PKS, Rudiawan Sitorus.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyelesaian proyek penerangan lampu jalan senilai Rp25,7 miliar yang viral dengan proyek Lampu Pocong memasuki babak baru. Pasalnya, Pemko Medan mengaku telah menerima 50 persen dari dana Rp21 miliar yang telah dibayarkan Pemko Medan ke pihak pemborong.

Fraksi PKS DPRD Medan meminta Pemko Medan untuk transparan dalam masalah pengembalian uang sebesar Rp21 miliar yang sudah digunakan dalam proyek tersebut. Mengingat, masa pengembaliannya telah berakhir pada 9 Juli 2023 lalu.

“Kami berharap pengembalian dana tersebut harus transparan mengingat dana tersebut bersumber dari APBD Kota Medan,” ucap Anggota DPRD Medan Fraksi PKS, Rudiawan Sitorus, Selasa (25/7/2023).

Selain harus transparan, kata Anggota Komisi IV DPRD Medan tersebut, Pemko Medan juga harus melakukan langkah-langkah konkrit dan strategis agar pengembalian dana proyek lampu pocong dapat berjalan dengan maksimal.

Mengingat, belum semua dana proyek lampu pocong dikembalikan. Sementara, waktu atau batas pengembalian dana tersebut telah lewat.

“Kita berharap kepada Pemerintah Kota Medan untuk melakukan langkah konkrit terhadap permasalahan pengembalian dana proyek lampu pocong, karena batas pengembalian dana tersebut telah berakhir pada tanggal 9 Juli 2023 lalu,” ujarnya.

Dijelaskan Rudianto, desakan agar Pemko Medan harus transparan dan melakukan langkah konkrit soal pengembalian uang proyek lampu pocong tersebut terus disampaikan pihaknya kepada Pemko Medan, termasuk dalam sidang Paripurna tentang LPj APBD Kota Medan tahun 2022 yang digelar Senin kemarin.

“Kami juga berharap Inspektorat Kota Medan dapat serius menyelesaikan hal tersebut. Sebab, perihal pengembalian dana tersebut langsung diucapkan Wali Kota Medan kepada publik dan menjadi sebuah janji yang harus ditepati,” pungkasnya.(map/ila)

Bupati-Wabup Sergai Resmikan Ruas Jalan di Dolok Masihul

PITA: Bupati Serdangbedagai H Darma Wijaya didampingi Wabup H. Adlin Tambunan saat menggunting pita tanda peresmikan jalan di Kecamatan Dolok Masihu

DOLOK MASIHUL, SUMUTPOS.CO- Bupati Serdangbedagai (Sergai) H. Darma Wijaya dan Wakil Bupat (Wabup) H. Adlin Tambunanan meresmikan pembangunan ruas jalan aspal hotmix di Desa Hutanauli-Desa Blok 10-Desa Kota Tengah. Peresmian ini dilaksanakan di Dusun IV Desa Blok 10, Kecamatan Dolok Masihul, Senin (24/7/2023).
Dalam sambutannya, Bupati Sergai menyampaikan jika pihaknya menyambut baik atas terlaksananya kegiatan ini, karena sifatnya sangat penting untuk peningkatan perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Sergai di masa yang akan datang.
“Dalam rangka peningkatan mobilisasi, transportasi dan peningkatan ekonomi, sosial budaya masyarakat di Kabupaten Sergai, serta mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan di Sergai maka perlu dilakukan perbaikan pembangunan, pembukaan akses jalan ke seluruh wilayah kecamatan,” kata Bupati.
Dengan dilaksanakannya perbaikan pembangunan infrastruktur, Darma Wijaya berharap hal tersebut dapat memberi dampak positif bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian di wilayah masing-masing karena pembangunan infrastruktur ini merupakan kebutuhan dasar, di mana pemerintah akan tetap hadir di tengah-tengah masyarakat.

Dengan adanya pembangunan ini, Darma Wijaya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sergai khususnya masyarakat Dolok Masihul, untuk memastikan penggunaan jalan tersebut sesuai dengan kapasitas kelas jalan yang dibangun, serta bersama–sama menjaga dan merawat setiap pembangunan yang dibangun oleh Pemkab Sergai.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Dolok Masihul, atas peran serta dalam pembangunan di Sergai. Dan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang untuk tetap menjadi yang terdepan dan sigap dalam mengarahkan pembangunan di Kabupaten Sergai, Tanah Bertuah Negeri Beradat,” tandasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan menyebut pembangunan infrastruktur di Sergai terus berjalan dengan pesat. Salah satu capaian yang patut disyukuri adalah penyelesaian pembangunan jalan sebesar 85% dari target yang telah ditentukan. Menurutnya, pembangunan ini merupakan bagian dari upaya nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah Sergai.
“Ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki sarana transportasi yang lebih baik, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat yang nyata. Selain itu, pembangunan jalan di desa ini juga bertujuan untuk menurunkan biaya transportasi, meningkatkan harga jual tanah, serta mempermudah pengangkutan hasil bumi, yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat,” katanya.
Namun, Adlin menegaskan kalau pembangunan ini juga membutuhkan peran serta aktif dari masyarakat yang harus bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun, agar ketahanannya dapat bertahan dalam jangka panjang sesuai dengan harapan.
Peresmian jalan ini dihadiri oleh para Kepala OPD, para Kepala Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyaraKat. (fad/ram)

Pelatihan Liputan Menuju PON 2024 Berakhir Sukses

BERSAMA: Ketua SIWO PWI Sumut Jonny R Silalahi didampingi Kabid Humas KONI Sumut SR Hamonangan Panggabean dan Ketua Panitia Pujianto bersama perwakilan peserta Pelatihan Liputan Menuju PON XXI/2024 Aceh-Sumut. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelatihan Liputan Menuju PON XXI/2024 Aceh-Sumut yang digelar SIWO bersama KONI Sumut di Aula Kantor KONI Sumut, berakhir Selasa (25/7). Pelatihan yang diikuti 60 wartawan dari berbagai media tersebut berakhir dengan sukses.

Ketua SIWO PWI Sumut Jonny Ramadhan Silalahi dalam kata penutup mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah mengikuti pelatihan ini. Dia berharap pelatihan ini memberikan pengetahuan bagi wartawan di Sumut.

“Terima kasih kepada semua peserta. Mari bersama-sama mensukseskan dan menjadi saksi pelaksanaan PON 2024 di Sumatera Utara,” pesannya.

Sedangkan Wakil Pimpinan Redaksi Harian Analisa, SR Hamonangan Panggabean yang menjadi narasumber menjelaskan pengalaman saat meliput even olahraga tingkat nasional maupun internasional.

“Wartawan merupakan profesi yang membanggakan. Saya bisa mendatangi berbagai negara karena profesi sebagai wartawan,” ujar Monang.

Pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris Umum PWI Sumut ini mengakui, wartawan selalu mendapatkan fasilitas bagus saat meliput pertandingan multievent olahraga. “Panitia multievent selalu membuat media center yang memiliki fasilitas luar biasa,” ungkapnya.

Namun Monang menegaskan, setiap wartawan harus paham regulasi dan aturan di setiap pelaksanaan multievent olahraga. Selain itu, wartawan juga harus bisa mengumpulkan data dan fakta yang akurat.

“Upayakan perbanyak data. Dari datalah yang dibuat jadi berita. Selain itu, wartawan bukan hanya membuat berita, tapi juga bisa menjadi bagian dari kontingen. Kita harus bisa memberi semangat atau spirit bagi atlet,” paparnya.

Kabid Humas KONI Sumut ini mengingatkan agar wartawan yang meliput pertandingan multievent harus mendapatkan ID Card resmi. “Mudah-mudahan wartawan mendapatkan fasilitas terbaik pada PON 2024,” pesannya. (saz)

Bidik Emas PON 2024, Squash Sumut TC di Jakarta

BERSAMA: Ketua Pengprov PSI Sumut Jimmy Sembiring (2kiri) bersama pengurus usai memberikan keterangan di Posko Publikasi PON XXI/2024 Wilayah Sumut, Kantor Dispora Sumut, Selasa (25/7). (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski baru terbentuk pada 2021 lalu, Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sumatera Utara optimis menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Mereka membidik 1 medali emas pada even akbar olahraga Tanah Air tersebut.

Ketua Pengprov PSI Sumut, Jimmy Sembiring menjelaskan, saat ini squash Sumut mempersiapkan 9 atlet dan tiga pelatih yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON 2024. Rinciannya 7 putra dan 2 putri. Atlet squash Sumut latihan di Medan dan Jakarta.

“Lima atlet latihan di Medan, sedangkan empat atlet latihan di Jakarta. Latihan berlangsung 10 sesi dalam seminggu,” ujar Jimmy Sembiring didampingi Kabid Binpres Dr Nurkadri MPd dan pelatih Rusli di Posko Publikasi PON XXI/2024 Wilayah Sumut, Kantor Dispora Sumut, Selasa (25/7).

Jimmy menambahkan, cabang squash akan mempertandingkan 8 nomor pada PON 2024 mendatang. Dari delapan tersebut, PSI Sumut membidik satu medali emas. Medali emas itu diharapkan dari nomor ganda campuran Eris Setiawan/Fadillah Aulia Putri.

“Eris Setiawan pernah gabung Pelatnas. Begitu juga dengan Fadillah terus menunjukkan grafik meningkat. Mereka dilatih pelatih asal Malaysia di Jakarta,” ungkap Jimmy.

Selain itu, untuk mewujudkan misi meraih emas tersebut, PSI Sumut berencana melakukan try out ke Kejurnas dan luar negeri. “Dalam waktu dekat kita akan mengikuti kejurnas setelah itu, kita juga berencana melakukan TC ke Malaysia atau Hongkong,” ungkapnya.

Jimmy mengakui salah satu kendala yang dihadapi PSI Sumut dalam mempersiapkan atlet adalah minimnya sarana dan pra sarana. Saat ini Sumut hanya memiliki satu lapangan squash di Cemara Hijau.

“Minimnya sarana membuat kita terpaksa mengirimkan atlet latihan ke Jakarta. Itu juga menyebabkan sampai saat ini PSI Sumut belum memiliki pengurus cabang. Kita masih mengandalkan klub,” tambanya.

Jimny berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) agar segera membangun lapangan squash di Sumut. “Karena lapangan itu sangat dibutuhkan. Tanpa ada lapangan, sulit akan melahirkan atlet berprestasi,” sebut Jimmy.

Sedangkan Wasping dari KONI Sumut, Novita mengakui, PSI Sumut baru terbentuk tahun 2021 lalu. Setelah dibentuk, pengurus langsung mengirimkan atletnya latihan ke Jakarta.

“Karena keterbatasan sarana, squash berkolaborasi dengan KONI Sumut mengirimkan atlet latihan ke Jakarta. Awalnya dua, sekarang jadi empat. Sarana memang sangat dibutuhkan,” ujar Novita.

Adapun atlet squash Sumut yang dipersiapkan ke PON 2024, Eris Setiawan, M Wahyu Hidayah, Agung Setiawan, Jerry GK Sinurat, M Fachrezzy, M Syahrul, Achmad Djibran Anshori, Fadillah Aulia Putri, dan Natalia Natashs. Mereka ditangani pelatih Amansyah, Rusli, dan Nurainun Perangin-angin. (dek)

Fesyar Sumatera 2023 Hasilkan Penjualan Showcasing UMKM Rp 24,5 Miliar

PENUTUPAN: Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara IGP Wira Kusuma memberikan sambutan pada penutupan Fesyar Sumatera 2023 di Kota Medan, Minggu (23/07/2023). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyelenggaraan road to Fesyar Sumatera 2023 dari 12 KPwDN se- Sumatera menghasilkan total omset penjualan showcasing UMKM sebesar Rp 24,5 miliar. Rinciannya offline Rp 9,71 miliar dan online Rp 14,81 miliar.

Sedangkan total transaksi ekspor mencapai Rp 145,44 miliar, Business matching pembiayaan, perdagangan dan ekspor sebesar Rp 96,49 miliar, dan untuk total lelang wakaf sebesar Rp 69,56 miliar.

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, IGP Wira Kusuma dalam sambutannya pada penutupan Festival Ekonomi Syariah Regional (Fesyar) Sumatera 2023 di Kota Medan, Minggu (23/07/2023).

“Sementara itu, dari binaan mitra stakeholder Bank Indonesia ada 80 UMKM yang turut berpartisipasi dalam pameran Fesyar Sumatera 2023. Selama pelaksanaan Fesyar Sumatera 2023 di 3 lokasi di Kota Medan dapat kami informasikan terdapat 259 UMKM yang melakukan showcasing offline baik binaan Bank Indonesia se-Sumatera sebanyak 179 UMKM,” ujarnya.

Masih dikatakannya, di mana produk-produk tersebut dapat dilihat secara langsung di 3 lokasi pameran, yakni Istana Maimun, Jalan Mesjid Raya, dan Plaza Medan Fair mall. Untuk meningkatkan efektifitas promosi UMKM, KPw BI Sumut juga melakukan program digitalisasi UMKM antara lain berupa fasilitasi pembuatan QRIS sebanyak 101 UMKM, on boarding 130 UMKM ke e- commerce Tokopedia, Blibli, dan Shopee. Kemudian e-catalog 179 UMKM Binaan Bank Indonesia se-Sumatera serta promosi pada website Isef.co.id.

“Adapun untuk business matching pembiayaan yang didukung oleh Asbisindo Sumut telah disalurkan kepada UMKM mencapai Rp 40,3 miliar. Sementara untuk program lelang wakaf yang mencakup 14 program unggulan dari BWI (Badan Wakaf Indonesia) dan Lembaga ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf) di bawah FOZ (Forum Zakat) Sumatera Utara, serta Yayasan Syekh Ali Jaber memperoleh donasi mencapai Rp22,77 miliar,” tambahnya.

Program akselerasi sertifikasi halal produk yang difasilitasi juga melebihi target dari 1.445 UMKM hingga saat ini yang dalam proses pendampingan mencapai lebih dari 2.317 UMKM. “Di samping itu untuk meningkatkan kapasitas UMKM, kami telah menyelenggarakan business matching perdagangan dan pembiayaan yang melibatkan UMKM dan pesantren,“ ungkapnya.

Pada kesempatan itu dirinya juga menjelaskan upaya Bank Indonesia (BI) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah inklusif yang diiringi oleh digitalisasi tidak hanya berhenti seiring dengan berhentinya rangkaian Fesyar Sumatera 2023 ini.

“Sehingga berdasarkan informasi keseluruhan dari penyelenggaraan road to Fesyar Sumatera 2023 di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Sumatera, Fesyar Sumatera 2023 di Kota Medan diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi lebih dari Rp 443 miliar,” sebutnya.

Bank Indonesia akan terus mendukung pelaksanaan berbagai event dan campaign pengembangan eksyar, termasuk dalam waktu dekat yang akan dirangkaikan dengan ISEF (Indonesia Sharia Economic Festival).

“Program ini tentunya akan terus dilaksanakan bersama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak melalui sinergitas dan kolaborasi yang berkelanjutan demi mencapai visi Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia. Berbagai program-program lanjutan untuk memajukan perekonomi syariah berupa pengembangan, pendampingan dan digitalisasinya akan terus dilakukan oleh seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia,“ pungkasnya. (dek)

Program Desa Digital bank bjb Ikuti ASEAN Village Network

BANDUNG – Program Desa Digital binaan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) akan dibawa ke ASEAN Village Network yang digelar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT) RI di Yogyakarta pada 24-27 Juli 2023.

Pertemuan bertajuk 1st ASEAN Village Network Meeting dan Back to Back Meeting Senior Official Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (SOMRDPE) diikuti sejumlah desa percontohan di Indonesia yang sukses mengembangkan ekonomi lokal dan potensi masyarakat desa.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan, bank bjb sebagai salah satu lokomotif Bank Pembangunan Daerah berkepentingan menyukseskan acara tersebut karena sangat erat dengan pengembangan ekonomi secara inklusif ke pelosok-pelosok desa.

Ada sembilan desa yang akan mengikuti ASEAN Village Network, yang terbagi dalam tiga kategori, yakni desa wisata, desa digital, dan desa one village one product (OVOP). Salah satu desa yang terpilih adalah Desa Cibiru Wetan, Bandung, Jawa Barat, yang mewakili kategori desa digital.

“Desa Cibiru Wetan merupakan salah satu desa binaan bank bjb dalam program Desa Digital bank bjb yang ikut serta dalam kegiatan ASEAN Village Network Indonesia,” kata Yuddy.

Ia mengungkapkan, dalam rangkaian acara ASEAN Village Network ini, bank bjb juga akan menjadi narasumber dalam agenda ASEAN Collaborative Forum on Localizing 2030 SDG in the Village Level, dengan membahas mengenai peran Bank Pembangunan Daerah dalam pembangunan desa dan pedesaan.

Yuddy mengemukakan bank bjb akan menyampaikan mengenai pemanfaatan jasa layanan perbankan bank bjb dalam mendukung percepatan pembangunan desa dan pedesaan, serta pemberdayaan masyarakat desa dan pedesaan di wilayah kerja bank bjb.

Terdapat tiga agenda utama yang akan berlangsung selama acara terkait dengan rencana aksi pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan di ASEAN. Agenda pertama yakni ASEAN Village Network (AVN) meeting yang akan membahas mengenai pemberdayaan masyarakan pedesaan.

Agenda kedua ASEAN Collaborative Forum on Localizing 2030 SDG in the Village Level atau forum kolaborasi negara ASEAN dalam upaya pelokalan Sustainable Development Goals (SDG) di tingkat Desa. Terakhir, ada ASEAN Rural Culture Expo in the Framework of ASEAN Identity, yakni pameran budaya dan wisata serta BUMDes Expo yang menyajikan produk unggulan dan keberhasilan pembangunan desa di ASEAN.

Kegiatan SOMRDPE akan dihadiri oleh Direktur Utama atau Direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) se- Indonesia, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi seluruh Indonesia, Kepala DPMD Kabupaten anggota AVN, Kepala Desa anggota AVN, Kementerian/ Lembaga terkait, dan peserta yang berasal dari Negara anggota ASEAN.

Untuk memperkuat kolaborasi, akan ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dengan Kementerian Desa PDTT pada Selasa 25 Juli 2023 dalam rangkaian kegiatan ASEAN Collaborative Forum on Localizing 2030 SDGs in the Village Level. Selain itu juga akan dilakukan penandatanganan PKB antara Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI dengan masing-masing Bank Pembangunan Daerah tentang Fasilitasi Layanan Bank Pembangunan Daerah Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perdesaan.

Kerjasama tersebut mencakup Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan bank bjb dalam mendukung Percepatan Pembangunan Desa dan Perdesaan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perdesaan di wilayah kerja bank bjb, serta Sinergi program dan kegiatan dalam rangka mendukung Percepatan pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perdesaan.

Peran bank bjb dalam Pembangunan Desa dan Pedesaan

bank bjb terus mendorong perkembangan perekonomian dan pemberdayaan desa melalui berbagai produk dan layanan perbankan untuk menciptakan ekosistem digital di desa. bank bjb telah mengimplementasikan integrasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dengan Internet Banking Corporate (IBC) bank bjb.

Aplikasi Siskeudes adalah aplikasi pengelolaaan keuangan desa yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKB). Aplikasi ini memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan desa.

Siskeudes dengan IBC bank bjb mendukung program pemerintah dalam peningkatan transaksi belanja secara non tunai yang saat ini telah dikeluarkan oleh Kemendagri melalui surat 100.3.3.3/2890/BPD tanggal 05 Juli 2023 perihal Implementasi Transaksi Non Tunai pada Pemerintah Desa.

Aplikasi ini juga membantu memonitoring dan mengawasi tata kelola keuangan desa yang meliputi Belanja Desa, Pendapatan Asli Desa, Alokasi Dana Desa, Dana Desa, Bagi Hasil Pajak/Retribusi Daerah, Penerimaan Bantuan Keuangan Kab, Penerimaan Bantuan Keuangan Provinsi Swadaya Masyarakat, dan pendapatan lain-lain oleh pemerintah daerah dan pengawas.

bank bjb turut menerapkan ekosistem desa digital yang tertuang dalam program Desa Digital bank bjb. Program ini memiliki banyak keunggulan, seperti tata kelola keuangan desa, konektivitas, kolaborasi, dan fasilitas pembayaran serta program PESAT.

Layanan dan produk yang diimplementasikan pada program Desa Digital bank bjb adalah implementasi IBC & integrasi IBC dengan SISKEUDES Online, implementasi Lakupandai (bjbBISA), implementasi kredit UMKM, giro Kas Desa, giro BUMDES, bjb SimPel, Payroll Service, IBC BUMDES, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), Kredit Konsumtif, QRIS bagi BUMDES, Koperasi, dan Merchant. (rel/sih)