Home Blog Page 13161

Kasus Penggelapan Mobil Mewah Dilimpahkan ke Jaksa

MEDAN-Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Yendi Yan (45), pemilik showroom Sejahtera Ban, Jalan Nibung Raya No 52-54-56-58, Medan Baru, yang terbukti melakukan penipuan dan penggelapan mobil mewah Mazda CX7 BK 54 BY, dilimpahkan ke jaksa, Jumat (3/8). Selain tersangka, barang bukti satu unit mobil Mazda CXZ BK 54 BY juga ikut dilimpahkan.

“BAP berikut tersangka serta barang bukti sudah kita limpahkan sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Kasubdit II/Harda Tahbang Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu, AKBP Rudi Rifani, Jumat (3/8) petang.

Menurut Rudi, pelimpahan BAP berikut tersangka dan barang buktinya ini merupakan pelimpahan kedua dan sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa.
“Tersangka di persangkakan dengan pasal 372 jo 378 KUHPidana dengan ancaman lima tahun kurungan penjara,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Yendi Yan ditangkap setelah masuk dalam Daftar Pencarian Orang sejak tahun 2010, sesuai dengan surat No: 968/VI/2010. Dia terbukti melakukan penipuan dan penggelapan satu unit mobil Mazda CX7 BK 54 BY. Kerugian korban akibat perbuatannya mencapai Rp613 juta, yang tertuang dalam laporan polisi No: 2341/X/2009/Tabes yang dilaporkan PT Capella Medan, atas nama Johan.

Tersangka berhasil ditangkap petugas Subdit II/Harda Tahbang Ditreskrimum Poldasu, di Mall Ciputra Pekan Baru, Selasa (26/6) sekira pukul 15.00 WIB lalu. (mag-12)

Lawan Daud Yordan Masih Dirahasiakan

JAKARTA- Juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan segera kembali naik ring. Gambaran calon lawan sudah di tangah. Hal itu diungkapkan pelatih sekaligus sang kakak, Damianus Yordan.

“Untuk nama calon lawan masih off the record untuk saat ini,” kata Damianus saat dihubungi Koran ini kemarin. “Informasi yang kami terima, Cino (sapaan akrab Daud Yordan, Red) akan naik ring lagi dalam satu dua bulan ke depan,” sambungnya.
Damianus memastikan, pertarungan yang akan dijalani sang adik nanti bukanlah unifikasi. Tapi mempertahankan gelar juara. Mantan petinju andalan Indonesia ini mengungkapkan, saat ini dirinya terus menggembleng Daud. Saat ini dalam sehari Cino diberi posri latihan empat jam, pagi dan sore.
“Nanti kalau mendakati tanding porsi latihan kita tambah menjadi tiga kali sehari. Siang hari kami gunakan untuk mengoptimalkan berat badannya,” beber Damianus.(ali/jpnn)

Warga Dipungut Rp40 Ribu Ngurus SKCK

Kapolresta: Cuma Rp20 Ribu

MEDAN-Setiap ada buka lowongan kerja baik di instansi negeri maupun swasta, para pelamar biasanya berbondong-bondong mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai syarat untuk melamar.

Beberap hari belakangan ini di Satuan Intelkan Mapolresta Medan, setiap hari warga beramai-ramai mengurus SKCK untuk melamar kerja.
Pengakuan warga  mereka harus mengeluarkan uang Rp40 ribu untuk mengurus SKCK. Sementara biaya pengurusan SKCK resmi di Sat Intelkam Polresta Medan hanya Rp20 ribu. Akibatnya, banyak warga yang mengeluh.

Riski Lidia (22), warga Jalan Brayan mengatakan, dia dikenakan biaya Rp40 ribu untuk membuat SKCK baru karena dirinya belum mempunyai SKCK sama sekali. Dijelaskannya, dia baru kali ini mengurus SKCK karena baru tamat kuliah dan mau melamar pekerjaan.

“Rp20 ribu untuk biaya administrasi, Rp10 ribu untuk sidik jari dan Rp10 ribu lagi untuk pembayaran foto copy SKCK yang dilegalisir sebanyak 7 lembar,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Indra (23). Menurutnya, biaya pengurusan SKCK baru memang Rp40 ribu masing-masing Rp20 ribu untuk administrasi, Rp10 ribu untuk sidik jari dan Rp10 untuk untuk pembayaran fotocopy SKCK yang dilegalisir.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang mengaku, biaya pengurusan SKCK baik baru dan perpanjangan hanya dikenakan biaya Rp20 ribu.
“Biaya pengurusan SKCK itu Rp20 ribu dan tak ada biaya lain lagi. Biaya Rp20 ribu itu biaya administrasi,” jelasnya.

Disinggung mengenai biaya yang mencapai Rp40 ribu, Monang Situmorang mengaku, tak dibenarkan petugas mengutip biaya di luar Rp20 ribu.
“Apabila ada pengutipan di atas Rp20 ribu silahkan lapor langsung dan dipertemukan dengan kami biar kami tindak petugas yang melakukan pengutipan,” pungkasnya.(jon)

Toke Ayam Dibantai Kawanan OTK

MEDAN-Faisal Amin (27), warga Jalan Jermal XV, Dusun Kramat Indah Ujung, Kecamatan Medan Denai kritis menderita luka bacok, setelah dibantai puluhan orang tak dikenal (OTK), Kamis malam (2/8) sekitar pukul 22.00 WIB.

Isteri korban, Nurhasanah (24) saat ditemui di Ruang Pemulihan RR RSUD dr Pirngadi Medan mengaku, tak mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa suaminya itu. Namun, sebelum malam kejadian, bilang Nurhasanah, suaminya sempat mendapat telepon dari seorang temannya.

“Memang ada temannya yang nelepon sebelum kejadian, tapi aku nggak tahu siapa yang nelepon itu,” ujar Nurhasanah, Jumat (3/8).
Masih menurut Nurhasanah, suami yang kesehariannya sebagai peternak ayam dan penampung sepeda motor gadaian itu keluar dari rumah dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixion Hitam BK 4965 AAG, Kamis (2/8) malam sekira pukul 21.30 WIB.

Saat itu, korban yang melintas di Jalan Letda Sujono tak jauh dari Polsek Percut Seituan, dihadang puluhan OTK.

Tanpa sebab yang pasti puluhan OTK tersebut dihujani pukulan dan bacokan hingga mengalami luka robek di kepala, telapak tangan kiri dan kanan luka robek, dua luka tikam di rusuk kiri, serta urat tangan kanan putus.

Usai membantai korban, puluhan OTK tersebut melarikan diri setelah mengetahui jika warga yang melihat kejadian langsung melaporkan ke Polsek Percut Seituan. Sedangkan sepeda motor korban turut dibawa ke Mapolsek Percut Seituan untuk diamankan.
“Saya tahunya dia di rumah sakit ini, setelah ditelepon polisi,” sebutnya.

Dalam peristiwa itu, selain mengalami luka-luka, korbanjuga kehilangan handphone Nokia.
“Dari rumah, suamiku bawa uang Rp2 juta dan dimasukkan ke dalam tas berikut 3 handphonenya. Uang tidak hilang, tapi 1 handphone aja yang hilang,” tuturnya.

Dengan kejadian ini, Nurhasanah meminta agar pihak kepolisian segera bergerak cepat dan menangkap pelaku.
“Saya minta pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpalnya,” harapnya.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chan SH MH saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan, dugaan sementara peristiwa ini dipicu dendam lama. Kita menduga antara pelaku dan korban saling kenal,” ujarnya. (uma)

Trotoar jadi Tempat Pot Bunga, Papan Reklame, dan PKL

MEDAN-Trotoar berfungsi sebagai fasilitas pejalan kaki. Tapi, kini trotoar sudah berubah fungsi menjadi tempat pot bunga dan papa reklame.
Pengamat Transpotasi dan Tata Ruang Kota Medan, Filianti Bangun mengatakan, seharusnya Pemko Medan mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki.

Menurutnya, memang PAD Dinas Pertamanan Kota Medan berasal dari papan iklan, namun harus sesuai dengan fungsinya.
Solusinya, katanya, trotoar boleh untuk tempat papan iklan tapi pengguna jalan juga bisa merasakan fungsi trotoar.

Selain papan iklan dan pot bunga, trotoar juga digunakan pedagang kaki lima (PKL) untuk menggelar dagangannya. Trotoar juga sebagai lintasan sepeda motor saat jalan macet.

Untuk itu, katanya, Pemko Medan harus kembali memfungsikan trotoar untuk pejalan kaki. (gus)

Adaptasi Aturan Baru, Maksimalkan Rotasi Pemain

SELANGOR- Kiprah tim putra SMA Trinitas Bandung dan SMAN 4 Jogjakarta di Turnamen SP Setia U-17 di Selangor, Malaysia, akan melalui jalan yang terjal. Dalam Technical Meeting (TM) yang berlangsung kemarin (2/7) di Summit Hotel, Selangor Malaysia, pihak penyelenggara menjelaskan, beberapa aturan baru yang digunakan dalam turnamen tersebut.

Beberapa aturan yang cukup frontal adalah pengurangan durasi waktu setiap kuarter pertandingan. Jika biasannya durasi waktu setiap kuarter adalah 10 menit, maka di turnamen tersebut berkurang menjadi hanya 8 menit per kuarter pada satu pertandingan.

Aturan lain yang tergolong baru adalah dalam hal pergantian pemain. Setiap tim hanya boleh memainkan enam orang pemain di kuarter pertama, serta enam pemain sisannya di kuarter kedua. Baru pada dua kuarter terakhir, setiap tim dibebaskan untuk menggunakan seluruh pemainnya.

Bagai sebagian besar tim, aturan tersebut tergolong baru. Namun pihak penyelenggara optimis peraturan tersebut akan mampu membuat kompetisi menjadi makin seru dan menarik. Seluruh pemain akan memiliki kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan dalam  level internasional.
“Saya berharap aturan itu akan mampu memacu semua para peserta untuk bermain dengan penuh semangat dan sportif,” ucap Liew Fook Seng, Technical Competition SP Setia U-17. Pihaknya pun berharap agar semua peserta bisa tampil lepas dan menikmati setiap pertandingan.

Sementara itu, skuad Trinitas sebutan SMA Trinitas Bandung dan Patbhe sebutan SMAN 4 Jogjakarta sudah tak sabar ingin segera memulai kompetisi. Meskipun aturan-aturan yang diberlakukan pada turnamen tersebut tergolong baru, kedua tim tersebut telah menyiapkan beberapa planing untuk menyiasatinnya.

“Aturan waktu 8 menit per kuarter pernah saya rasakan ketika menangani tim DBL Indonesia All-Star 2010 bertanding di Seattle, Amerika Serikat. Melalui aturan tersebut setiap tim dituntut untuk meminimalisir turnover dan memaksimalkan setiap peluang mencetak angka,” ucap Dicky Sastra Permana, manajer Trinitas.

Pria yang sempat menjadi headh coach putra tim DBL Indonesia All-Star 2010 itu akan lebih berhati-hati dalam melakukan rotasi antar pemainnya.” Kuncinya ada pada pemilihan pemain yang tepat dan berimbang. Apalagi kami juga buta dengan kekuatan para lawan di turnamen tersebut,” tambah Dicky.
Trinitas yang tergabung di grup A akan menjalani tiga pertandingan, yaitu menghadapi Taiwan, Setia Alam (Malaysia), dan Macau. Sementara Patbhe di grup B akan berhadapan dengan San Beda College (Filipina), Setia Eco Park (Malaysia), serta Zhu Hai (Tiongkok). (nay/jpnn)

Fasilitas Pemain Asing PSMS IPL Ditarik

BELUM tuntasnya masalah gaji pemain membuat striker asing PSMS IPL, Julio Cesar Alcorse memilih menunggu haknya di Medan. Sementara tiga rekan asing lainnya Vagner Luis, Goran Gancev Ahn Heo Yean kembali ke kampung halaman. Namun nasib Julio di Medan kian pahit karena fasilitas yang sebelumnya diberikan ditarik manajemen.

Menurut pengakuan istrinya, Julietta Jerillo, mobil ditarik oleh pemilik rental mobil karena disebutkan mobil tersebut tertunggak pembayarannya. Akibatnya striker jangkung itu tak bisa lagi menggunakan mobil selama di Medan.

“Pada klausa kontrak, manajemen klub memberikan mobil dan tempat tinggal bagi Julio sampai kontraknya berakhir. Tapi tadi (kemarin), pemilik mobil datang dan mengambil mobilnya karena mengatakan belum dibayar,” ujar Julietta.

Belum ada mobil pengganti seperti yang dulu diberikan kepada Fabio Lopez. Kondisi ini membuat pasangan legiun asing itu kecewa. Apalagi mobil itu kerap digunakan untuk keperluan sehari-sehari. Termasuk menjemput putrinya, Catalina yang tengah sekolah di salah satu sekolah internasional di Medan.
Tak ada solusi dari manajemen. CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat membenarkan fasilitas ditarik karena tidak ada lagi aktivitas sepak bola yang dilakukan PSMS IPL.  (mag-18)

Giliran Pengurus PSMS jadi Dua

Ketua KAMPAK FC Maju Calon Ketum

MEDAN- Musim lalu tim PSMS ada dua. Yang satu main di ISL lainnya main di IPL. Kini konflik di tubuh PSMS berlanjut. Dualisme semakin mendekati kenyataan. Rapat umum Luar Biasa (RULB) yang digelar klub-klub anggota PSMS nyatanya diwarnai pro dan kontra. Dalam hal ini  yang klub-klub yang merasa namanya dicatut tidak main-main melancarkan protes.

Beberapa klub yang namanya dicatut bergabung menggalang kekuatan dengan klub-klub yang tidak setuju dengan gelaran RULB itu. Perwakilan klub menggelar pertemuan Kamis (2/8) lalu di RM Kalasan. Nantinya berujung pada digelarnya RULB juga yang dianggap sesuai AD/ART.
Ketua Umum Pos Indo, Idris SE mengatakan klub-klub yang merasa namanya dicatut ke dalam 27 klub yang mendukung digelarnya RULB di Hotel Candi yang mendukung Indra Sakti Harahap sebagai ketua umum PSMS.

“Kita semua ini adalah pemilik-pemilik klub, ada sekitar 12 klub yg hadir dalam pertemuan ini. Empat lainnya sudah sepakat dan tidak bisa hadir.  Dalam waktu dekat kita siapkan pengacara dan akan menggugat Ketua Panitia dan Ketua terpilih, kami tidak terima atasnamakan klub tanpa sepengetahuan kami,” ujar Idris.

Klub yang hadir Putra Buana, Bintang Selatan, PS Pratama, Posindo, Darma Putra, Gumarang, Pertamina, Linud Jaya, Simponi, Angkasa, PS Telkom, Medan Putra, PTP IV dan PTP I.

Soal calon ketua umum yang bakal diusung, Idris belum membeberkan sosoknya. “Kita masih mencari figur dalam masa  penjaringan. Yang pasti ketua umum itu harus bisa cari sponsor. Karena APBD tidak boleh lagi. Apalagi ketua umum nanti harus direstui Wali Kota Medan yang nantinya sebagai pembina. Karena  fasilitas pemerintah kota bagaimana bisa diberikan seperti Kebun Bunga dan Teladan. Kalau tidak main di mana,” pungkasnya.
Sementara Indra Sakti Harahap santai. Bahkan sudah melangkah maju dengan menentukan struktur kepengurusan PSMS 2012-2016. Mereka menggelar rapat di sekretariat Mantan PSMS yang juga termasuk dalam komplek Gedung PSMS Jalan Candi Borobudur.  Indra menunjuk Martius Latuperissa sebagai Sekretaris Umum dan Dharma Bakti ST sebagai Bendaraha Umum.

Bahkan Indra mengaku sudah mendapat restu dari Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. “Sudah bertemu Selasa (1/8) malam di rumah dinas. Intinya beliau mendukung kepengurusan ini,” katanya.

Di sisi lain  Naldi Siregar, Ketua kelompok suporter KAMPAK FC berniat maju dalam pencalonan ketua umum.  “Klub pemilik PSMS haruslah di verifikasi sebelum ikut Musyawarah Luar Biasa. Langkah-langkah ini agar PSMS kedepan tampil sebagai Jagoan Medan. Tidak ada lagi gontok-gontokan apalagi dualisme. Saya kalau diberi amanah siap,” kata Naldi optimis. (mag-18)

Demi Timnas, Safee Hengkang

JAKARTA- Andalan lini depan Timnas Malaysia yang bermain untuk Pelita Jaya, menyatakan bakal hengkang. Hal itu dilakukannya demi menjaga fisik jelang Piala AFF 2012. Safee dilaporkan menarik minat beberapa klub di negaranya demi menyambut Piala Malaysia. Selain itu sejumlah klub Thailand pun ingin menggaetnya dengan status pinjaman. Dan pahlawan Malaysia di Piala AFF 2010 itu mengaku tengah menimbang semua opsi demi karirnya di tim Harimau Malaya.

“Saya masih menunggu tawaran konkret dari sejumlah klub yang tertarik. Dan saya harap bisa mengambil keputusan sebelum Idul Fitri. Penting bagi saya untuk terus bermain dan menjaga kebugaran demi mencapai kondisi terbaik di Piala AFF,” tutur Safee Sali.

Jeda panjang ISL memang membuat Pelita Jaya baru beraksi sekitar awal tahun depan. Belakangan ini Safee mulai melempem di timnas. Kali terakhir ia mencetak gol adalah dalam laga persahabatan kontra India delapan bulan silam. (net/jpnn)

Pengakuan Pelda JP Sinaga yang Menggagalkan Perampokan

Saya Tabrak dengan Mobil hingga Dia Tersungkur

MEDAN- Personel Kodim 0201/BS Medan, Pelda JP Sinaga berhasil menggagalkan perampokan saat beraksi di depan ATM Bank BRI, Jalan KL Yos Sudarso, Glugur, Medan Barat, Kamis (2/8).

AMANKAN UANG: Pelda JP Sinaga didampingi Dandim 0201/BS Letkol Inf Dony Hutabarat menunjukkan barang bukti uang   rampas perampok  Kodim 0201/BS Jalan Banteng Medan, Jumat (3/8).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS/sumut pos
AMANKAN UANG: Pelda JP Sinaga didampingi Dandim 0201/BS Letkol Inf Dony Hutabarat menunjukkan barang bukti uang yang di rampas perampok di Kodim 0201/BS Jalan Banteng Medan, Jumat (3/8).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS/sumut pos

JP Sinaga saat itu hendak mengambil uang bersama dengan istrinya dan mereka melihat aksi saling tarik menarik antara pelaku dengan korban Angel (24), kasir Swalayan Maju Bersama dan begitu melihat hal tersebut, Pelda JP Sinaga langsung menabrak pelaku hingga pingsan. Namun, pelaku berhasil kabur dibawa lari oleh rekannya yang berada di dalam mobil.

Keterangan Pelda JP Sinaga dia membunyikan klakson mobilnya begitu melihat ada aksi saling tarik menarik yang dilakukan seorang pria dari samping kiri mobilnya.

“Melihat itu saya langsung izin kepada istri saya untuk menabrak pria tersebut karena ini mobil istri saya. Lalu saya tabrak pria tersebut hingga terjatuh,” jelasnya.

Setelah pria tersebut terjatuh, lalu JP Sinaga pun turun dari dalam mobil.

“Lalu saya turun dari dalam mobil dan saya hampiri ternyata kedua pria tersebut sudah tak berdaya lagi,” sebutnya.
Melihat itu, hal itu dia pun langsung mengamankan dan menenangkan korban Angel karena dirinya memakai seragam lengkap.
“Padahal saya setiap keluar dari kantor tak pernah memakai seragam lengkap saat keluar. Tapi hari itu saya memakai seragam lengkap dan saya begitu melihat korban Angel, langsung menenangkannya agar tak takut lagi,” pungkasnya.

Setelah itu dari belakang sebuah mobil jenis Taft turun empat pria. “Melihat postur tubuhnya saya yakin dia anggota dan pria tersebut menghampiri saya dan mengaku akan membawa pelaku. Lalu saya serahkan pelaku,” jelasnya. Tak berapa lama kemudian, warga sekitar langsung berbondong-bondong mendatangi korban dan Pelda JP Sinaga.

“Warga ada yang mengatakan bahwa pria yang berada di dalam mobil itu teman mereka. Tak hanya itu, kata warga mereka itu mempunyai senjata api dan berdasarkan pengelihatan saya, memang mereka menggunakan senjata api tapi kedua pria yang di atas sepeda motor dan saya tabrak itu hanya menggunakan senjata tajam,” ujarnya.

Setelah itu, petugas Sat Lantas yang berada tak jauh dari lokasi pun turun dan dia pun membawa korban ke Kodim 0201/BS untuk ditenangkan.
“Kalau saya hitung, pelakunya enam orang dimana dua orang menggunakan sepeda motor dan empat orang berada di dalam mobil. Lalu saya pun pulang dan balik ke kantor setelah memperbaiki mobil saya. Pelaku naik sepeda motor Yamah Jupiter MX BK 2009 ABH,” akunya.

Dandim 0201/BS, Letkol Inf Donny Hutabarat mengaku, dia sangat berterima kasih dan mengancungi jempol atas kinerja dari anggotanya yang berhasil menggagalkan perampokan seorang diri hanya dengan bersenjata sangkur saja. Dijelaskannya, dirinya akan memberikan penghargaan kepada anggotanya.
“Penghargaan ada tapi untuk lebih detailnya mengenai penghargaaan itu belum bisa dipastikan dan akan tetap diberikan karena personel kita berhasil menggagalkan perampokan dimana korban membawa uang Rp200 juta. Tak hanya itu, Kodim 0201/BS akan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan pihak kepolisian guna membongkar sindikat ini karena ini jelas-jelas sudah terencana,” akunya.

Korban Angel mengaku, dia baru mengambil uang dari Bank BII di Jalan Diponegoro dan melintas dari Jalan KL Yos Sudarso dengan membawa uang Rp200 juta untuk dibawa ke Swalayan Maju Bersama guna membayar gaji pegawai.  “Saya saya tak tahu kalau saya telah diikuti,” pungkasnya.

2 Jambret Dihajar Warga

Polisi mengamankan dua orang penjambret setelah babak belur dihajar warga di Jalan Bilal, Jumat (3/8) sore. Keduanya masing-masing Andy Syahputra Siringoringo alias Armen (22), warga Jalan Pahlawan, Medan Perjuangan dan Ade Hanafi (25).

Keduanya tepergok menjambret tas milik seorang wanita keturunan berna Yuliana (27), warga Jalan Bilal, Medan Timur saat baru turun dari dalam mobilnya. Keduanya pun diteriaki oleh korban dan warga yang mendengar langsung menghajar keduanya.
Andy mengaku, nekad menjambret karena butuh uang untuk biaya hidup.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan mengatakan, keduanya masih dalam pemeriksaan. (jon)