Home Blog Page 13168

Pemimpin Harus Dekat dengan Orang Kecil

Amiur Nuruddin pada Tausiah Pembukaan PRSS

MEDAN- Salah satu ciri pemimpin masa depan yang baik adalah dekat dan berbuat dengan orang-orang kecil. Sebab, Rasulullah SAW, juga terus bersama orang-orang kecil dalam melaksanakan perjuangannya membawa umat menuju Islam. “Pemimpin ke depan itu memang harus yang dekat dengan masyarakat kecil. Dengan begitu, perjuangan mencapai tujuan akan lebih mudah dan bersemangat. Sama seperti Rasulullah SAW, masyarakat kecil itu yang membantunya berjuang,” ujar Prof Amiur Nuruddin, dalam tausiahnya di hadapan 1.200 orang, saat pembukaan Pondok Ramadan Sumut Sejahtera (PRSS) di pelataran parkir, Hotel Tiara Medan, Selasa (31/7) malam.

Dia menambahkan, dalam kegiatan PRSS ini, bisa menjadi salah satu bentuk kedekatan dengan masyarakat kecil. Di mana, masyarakat berkumpul dan berusaha di tempat yang disediakan secara cuma-cuma oleh panitia.

Kegiatan PRSS ini digagas oleh dan difasilitasi oleh Gus Irawan Pasaribu untuk menyemarakkan bulan Ramadan tahun ini di Kota Medan. Pembukaan PRSS ini bertepatan dengan ulang tahun Gus yang ke-48. “Ini merupakan perayaan ultah saya yang paling ramai karena masyarakat luas terlibat dalam kebersamaan dan kesederhanaan. Di usia yang sekarang, saya harap kita bisa lebih mengendalikan diri dan memanfaatkan sisa usia ini dengan melayani masyarakat secara baik,” tukas Gus.

Selain itu, dalam pembukaan PRSS itu, Yayasan Murni Gus Irawan juga menyalurkan zakat produktif pada ratusan warga Kota Medan dari berbagai kelompok yang dibina yayasan itu.

Sementara itu Tengku Ahmad Thala’a, salah satu keluarga besar Kesultanan Deli menyatakan dukungannya kepada Gus Irawan untuk 2013. “Saya di sini hadir dengan beberapa anggota keluarga Kesultanan Deli. Semoga ini bukan sekadar hadir tapi juga merupakan dukungan untuk Gus Irawan Pasaribu tahun depan. Sosok yang kita kenal baik mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Ahmad Thala’a.

Sambutan serupa datang dari Ketua IKWI (Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia) Sumut Dewi Budiati Teruna Jasa Said.
Dalam kegiatan pembukaan PRSS itu, seluruh makanan yang tersedia di stan kuliner boleh disantap secara gratis.

“Pengunjung bebas memilih makanan yang tersedia,” ucap Direktur Eksekutif Gus Center, Adi Harris Siregar. (mea/rel)

Novel Seksi Resep Sukses Renang Australia

TIM renang Australia sudah menemukan cara untuk membuat mereka rileks, yakni dengan membaca novel erotis berceritakan kisah syarat adegan seksi.
Novel erotis yang menjadi bacaan atlet renang Australia selama berada di London adalah ‘Fifty Shades of Grey’. Novel karangan E. L. James itu merupakan bagian pertama dari sebuah trilogi yang menceritakan hubungan antara Anastasia Steele yang baru lulus perguruan tinggi dan seorang pengusaha kenamaan bernama Christian Grey.

Disebutkan kalau novel tersebut berisi banyak deskripsi dari aktivitas erotis karakter-karater yang ada di dalam ceritanya. Sebuah jalan cerita yang justru membantu para atlet merasakan rileks di tengah padatnya jadwal pertandingan dan latihan selama Olimpiade.

Dengan tingginya tuntutan untuk fokus, rileks dan cepat tertidur saat beristirahat, ‘Fifty Shades of Grey’ diklaim memberikan banyak bantuan terhadap hal tersebut.

“Sebagian besar atlet renang putri membaca Fifty Shades of Grey. Kami membicarakan buku itu. Semua orang membicarakannya,” sahut salah satu atlet renang putri Asutralia, Alicia Coutts, seperti dikutip dari news.com.au.

Novel erotis tersebut terbukti membantu atlet Australia berprestasi di cabang renang Olimpiade. Hingga Rabu (1/8/) lalu Australia berhasil meraih satu emas, lima perak dan dua perunggu dari kolam renang. Dan renang menjadi cabang dengan sumbangan medali terbesar buat Australia.
“Manajer saya bilang untuk melupakan soal seksnya dan buku itu memang punya cerita yang bagus. Buat saya itu sangat menarik. Saya tak bisa berhenti membacanya,” lanjut Coutts, yang sudah mempersembahkan satu emas, dua perak dan satu perunggu. (net/jpnn)

Wali Kota Macet di Flying Fox

KEBERHASILAN kontingen tuan rumah, Inggris Raya merebut medali emas Olimpiade 2012 London disambut meriah oleh seluruh publik tuan rumah, tidak terkecuali Wali Kota London, Boris Johnson. Namun, perayaan sang walikota nyentrik itu tidak berjalan mulus.

Boris merayakan keberhasilan Helen Glover dan Heather Stanning (dayung) serta Bradley Wiggins (sepeda) dengan mencicipi flying fox yang terdapat di BT London Live di Victoria Park, London Timur.

Menggunakan helm berwarna biru plus dua bendera Union Jack, Boris meluncur dari ketinggian kurang lebih 20 meter. Saat peluncuran tampak mulus, tapi Boris malah nyangkut beberapa meter sebelum akhir.

“Cepat ambilkan tali, ambilkan saya sebuah tangga,” ujar Boris, yang dikerumuni penonton yang bersorak di bawahnya, seperti dilansir The Sun.
“Siapa bilang kami tidak bisa merebut medali emas? Siapa yang bersemangat? Ini tempat terbaik untuk merayakannya,” seloroh Boris bercanda sambil tergantung. Sontak tawa para penonton terdengar.

Tidak lama kemudian, sang wali kota diselamatkan dengan menggunakan tali untuk menariknya ke ujung permainan. “Saya tersangkut. Tapi tidak masalah, saya menikmatinya,” tutur Boris sambil tersenyum usai turun.

Ternyata, insiden lucu ini mengundang banyak komentar di situs microblogging, Twitter. Bahkan banyak orang yang mengedit foto Boris tersangkut yang digabungkan dengan berbagai momen. (net/jpnn)

Ceramah Agama Usai Salat Zuhur

MEDAN – Al Ustadz Drs H Amhar Nasution MA mendapat kesempatan memberikan ceramah agama dihadapan jamaah Musalla Dispenda Sumut Jalan SM Raja Medan, Rabu (1/8).

Ceramah yang dimulai selesai salat Zuhur itu dihadiri mayoritas Pegawai Disepeda Sumut, Samsat Medan Selatan dan bahkan Kepala Dinas Pendapatan Sumut H Sjafaruddin SH MM juga di tengah-tengah jamaah.

Dalam ceramahnya Amhar Nasution mengajak seluruh jamaah untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaiknya-baiknya, apalagi kita sudah melewati babak penyisihan guna memasuki babak pengampunan atas dosa-dosa yang kita lakukan selama di dunia.

Selain itu, Ahmar Nasution juga memuji aktifnya kegiatan keagamaan di Musalla Dispenda Sumut. “Yang saya tahu ceramah agama selesai Salat Zuhur seperti ini bukan Ramadan ini saja, tetapi Ramadan-Ramadan sebelumnya juga aktif digelar khususnya di kepemimpinan H Sjafaruddin SH MM sebagai Kadispendasu,” ungkah Amhar Nasution.

Dia menilai kegiatan seperti ini sangat baik dibudayakan guna melakukan pembinaan iman dan taqwa khususnya kepada pegawai Dispendasu dalam mengejar target-target yang telah dibebankan kepada mereka. Amhar Nasution juga berharap agar ke depannya, kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini rutin digelar.

Sementara itu Kadispenda Sumut H Sjafaruddin SH MM mengatakan ceramah  yang digelar usai salat Zuhur ini  menjadi rutinitas sepanjang Senin hingga Jumat. Selain  untuk meningkatkan keimanan terhadap Allah SWT, kegiatan ini juga merupakan instruksi dari Plt Gubsu H Gatot Pujonugro untuk memakmurkan masjid dan musalla.  (dra)

Timnas vs Valencia Dipantau Media Spanyol

JAKARTA– Kedatangan klub papan atas La Liga Valencia FC ke Indonesia bukan cuma menyedot perhatian pecinta sepak bola tanah air. Ternyata, beberapa media di Spanyol juga turut memantau aktivitas El Che selama di Jakarta. Hal itu menunjukkan rasa ingin tahu mereka tentang antusiasme sepakbola di Indonesia.

Menurut Damian Vigrianni, manajer Valencia mengatakan, kunjungan ini merupakan pramusim pertama yang dilakukan Los Che ke Indonesia, sekaligus yang pertama pula ke Asia. Oleh karena itu, dia menyadari kunjungan ini berarti penting untuk para awak media dari Spanyol
“Ada empat media masa dari Spanyol, di antaranya AS dan Marca yang ikut dan ingin mengetahui sejauhmana antusiasme masyarakat Indonesia tentang sepakbola,” ujar Damian, saat melakukan konferensi pers.

Selain itu dia juga menilai Indonesia memang layak menjadi tempat dilakukannya ujicoba tim-tim besar. Itu dikarenakan sambutan meriah oleh para fans yang sangat ramah.

“Saya berterima kasih atas dukungan yang banyak. Di Indonesia kecintaan sepakbola sangat tinggi. Saya berharap pada pertandingan nanti, stadion akan terisi penuh,” sambungnya.

Kemungkinan harapan Damian yang menginginkan Stadion Utama Gelora Bung Karno, bakal terwujud. Pasalnya pihak promoter juga akan mengundang komunitas suporter dari klub La Liga lainnya, seperti Malaguistas Indonesia, Indo Barcelona, Indo Athleticzales (Bilbao), dan Madridista Indonesia.(net/bbs)

Pukul Jatuh Lawan, Tetap Kalah

CABANG olahraga tinju Olimpiade London 2012 diwarnai kontroversi. Salah seorang petinju asal Jepang, Satoshi Shimizu sampai harus mengeluarkan uang sebesar USD 500 demi mendapatkan keadilan atas hasil perhitungan skor pertandingannya.

Shimizu mengeluarkan uang sebanyak itu untuk mengajukan banding setelah dirinya dinyatakan kalah dari petinju Azerbaijan, Magomed Abdulhamidov pada pertarungan kelas bantam, Rabu, (1/8) lalu.

Seperti dilansir Guardian Shimizu merasa tidak puas dengan keputusan juri karena merasa lebih dominan dalam duel ini. Bagaimana tidak, dalam pertandingan yang digelar di Excel South Arena, Shimizu berhasil memukul jatuh lawannya sampai lima kali.

“Saya sangat kaget dengan skor akhir,” kata Shimizu. “Dia sudah beberapa kali jatuh, kenapa saya tidak menang? Saya tidak mengerti,” ungkap petinju berusia 26 tahun tersebut.

“Saya telah mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Saya tampil sangat baik. Inggris adalah tempat bagi olahraga tinju dan penonton menyemangati saya dan saya sangat senang,” sambungnya.

Beruntung perjuangan Shimizu akhirnya membuahkan hasil menggembirakan. Badan tinju amatir dunia (AIBA) telah menyaksikan rekaman pertandingan dan menyatakan dirinya sebagai pemenang.

AIBA menilai bahwa Abdulhamidov sudah terjatuh sebanyak enam kali. Dan sesuai aturan AIBA yang ada, duel tersebut harusnya dihentikan (RCS). Dengan keputusan ini, Shimizu dipastikan melaju ke perempat final. (net/jpnn)

Tim Voli Putri Sumut Jaring 24 Atlet

MEDAN- Sebanyak 24 atlet dari 32 atlet, lolos seleksi tahap awal tim voli putri Sumut yang akan berlaga di Pekan Olahraga Wilayah (Popwil) I yang digelar di Medan, November mendatang. Seleksi tersebut digelar di GOR Lubukpakam, Deliserdang sejak 23 Juli hingga 25 Juli lalu.

“Para atlet yang diseleksi itu diperoleh dari hasil Popdasu yang digelar di Madina, Juni lalu. Rencananya, dari 24 atlet itu akan diciutkan lagi menjadi 15 atlet saja,” kata Budi Siswarno, pencari bakat, kepada wartawan, Rabu (1/8).

Dikatakannya, peserta yang lolos dalam seleksi awal itu diantaranya Dina Ayu Nita dari SMA Nusantara Lubukpakam, Indah Dia lestari (SMA Negeri 1 Tanjung Morawa), Debi Ramaticha (SMA Tunas pelita binjai), Novita Aari Dewi (SMA Negeri 3 Kisaran), Indah (SMA Negeri 15 Medan),Sabrina (SMA Negeri 1 Rantau Prapat),Dwi Agustin (SMA Negeri 15 Medan), Widya Ramadhani (SMA Laksamana Martadinata), Aprilia Syahputri (SMP TPI Rantauprapat), Putri Raudhatul Janah (SMA Negeri 1 Tanjungbalai), Mia Paradilah (SMK Bayu Pertiwi), Uzna Maharani (SMA Negeri 2 Lubukpakam), Fitri Risdayanti (SMK AKP Galang), Melly Krisnawati (SMP TPI Rantauprapat), Anggi Permata Sari (SMA Negeri1 Air Batu), Dara Puspita sari (SMA Laksamana Martadinata), Fitri Ariska (SMK Bayu pertiwi), Elfi Fitriani (SMP TPI Rantauprapat), Sefri Ve Fitriani (SMA Tunas Pelita Binjai), Riska Pratiwi (SMA Kartika 1 Medan), Indah Dwi Zulianti (SMK Bayu Pertiwi), Devani Saragih (SMA Negeri 2 Lubukpakam), Risky Pratiwi (SMA Negeri 15 Medan) serta Rafika (SMP Negeri 18 Medan).

Budi menambahkan, dia beserta rekan-rekannya sesama pencari bakat Susilo Indrio serta Syahrizal menentukan penilaian yang berdasar terhadap penguasaan teknik dasar dalam bermain bola voli. “Untuk tahap awal kita menilai skil individu mereka dari segi kemamuan dasar bermain voli, untuk tahap terakhir kita akan mengadakan seleksi dari Sabtu (4/8) hingga Minggu (5/8) mendatang,” katanya. (mag-10)

Kontingen Sepeda Sumut Optimis Berprestasi

MEDAN- Kontingen cabang olahraga sepeda Sumatera Utara optimis mampu berprestasi lebih baik di PON ke-18 di Riau, daripada PON ke-17 di Kalimantan Timur lalu. Hal itu dikatakan Miswanto, pelatih kepala cabor sepeda Sumut kepada wartawan di sela-sela latihan di pemondokan Asrama Haji, Jalan AH Nasution, Medan Johor, Kamis (2/8).

“Yang jelas kita sudah menjalankan pembinaan masimal untuk mencapai prestasi yang lebih baik khususnya pada PON tahun ini,” kata Miswanto.
Pelatih yang juga pernah tercatat sebagai mantan pebalap sepeda andalan Sumut itu menambahkan, walaupun sebagian besar anak asuhnya tidak menjalani try out ke luar daerah, namun mereka yakin mampu menorehkan prestasi maksimal.

“Kita hanya memberangkatkan Selamat Juangga ke Jakarta dalma mengikuti kejuaraan LCC, dan berhasil meraih posisi delapan besar,” katanya.
Dikatakannya, adapun anak asuhnya yang akan memperkuat tim cabor sepeda Sumut di PON Riau nanti yakni Yogi Brahmana Putra yang akan bermain di kategori BMX, serta Niki Wardoyo dan Niki Wardoyo akan bermain di kategori road race.

Meski kurangnya jam terbang anak asuhnya itu tidak membuat pelatih yang kerap disapa Wanto itu pesimis untuk meraih prestasi yang lebih baik. “Mudah-mudahan dengan perkembangan anak-anak yang cukup signifikan dari musim Pra PON hingga TC ini, mereka akan mampu bersaing di PON mendatang,” harapnya.(mag-10)

Gubri: PON Tidak Diundur

PEKANBARU- Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal mengakui faktor finansial berperan penting dalam menunjang suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18. Kendati demikian, dia menekanan, segala kendala yang terjadi tidak akan mempengaruhi waktu dan komitmen untuk menyukseskan even berskala nasional tersebut.

“Kita akan tetap upayakan secara maksimal, meskipun dalam kondisi yang minimal. Jadi ini yang paling penting,” kata Gubri HM Rusli Zainal kepada Riau Pos (grup Sumut Pos), Kamis (2/8).

Dia menegaskan, tidak ada pengunduran untuk kegiatan yang akan dihadiri seluruh perwakilan provinsi di Riau itu. “Oh, saya kira tidak ada pengunduran. Sampai sejauh ini insya Allah belum ada pengunduran, walaupun barangkali banyak hal yang harus kita persiapkan,” tuturnya.
Kendati demikian, dia tetap mengupayakan secara maksimal persiapan berjalan seperti yang diharapkan. Begitu juga untuk permasalahan anggaran yang dapat diharapkan final dalam waktu dekat ini.

“Terutama sekali, ya mungkin menyangkut anggaran yang hingga hari ini memang masih belum cair. Belum ada uangnya. Sementara waktu kita hampir betul-betul efektif hampir kurang dari satu bulan saya rasa,” imbuh Rusli.

Untuk itu, dia menginstruksikan kepada kepanitiaan besar PON dan seluruh pihak terkait untuk tetap fokus dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Saya berharap kepada seluruh teman-teman panitia untuk tetap mempertahankan spirit dalam bekerja. Apa yang bisa dibuat kita buat seoptimal mungkin. Tetap kita memberikan suatu spirit semangat dan meminta dukungan semua pihak, agar kehormatan dan kemuliaan yang diberikan dunia olahraga nasional kepada Riau ini, benar-benar dapat kita laksanakan dengan baik,” ulasnya.

Dia juga mengharapkan dukungan dan kerjasama pihak kabupaten/kota yang terlibat dalam penyelenggaraan PON Riau. Demikian juga, dengan tanggungjawab media massa memberikan yang terbaik, sehingga amanah PON ini benar-benar terlaksana dengan maksimal.
Dia tidak menampikkan masih ada bebebrapa sarana yang memerlukan perhatian ekstra. “Minimal bisa berfungsi saat PON. Itu yang kita inginkan,” pungkas Rizal. (rio/jpnn)

Saha Masih Tunggu Gaji di PSMS

Diminati Banyak Klub ISL dan IPL

MEDAN- Nama Osas Marvelous Saha termasuk nama pemain yang diincar beberapa klub ISL maupun IPL. Torehan 19 golnya di PSMS ISL musim lalu menjadi alasan striker asal Nigeria ini menjadi buruan klub-klub. Salah satunya Persepam Madura United (P-MU) klub yang promosi ke ISL musim depan.
Klub ini kabarnya menyiapkan Rp11 milliar untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Selain Saha klub yang bermarkas di Pamekasan ini juga membidik Ahmad Bustomi, Andik Vermansyah dan Boas Salossa. Disebutkan, lewat Achsanul Qosasi, manajer P-MU hampir pasti mengontrak Saha.

Saha yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, belum menentukan pilihan. Saat ini ia masih menanti pelunasan hak berupa gaji yang tertunggak enam bulan serta sisa kontra 10 persen DP dari PSMS. “Iya ada banyak klub yang menghubungi saya. Baik dari ISL maupun IPL. Ada sekitar delapan tim. Tapi saya belum menentukan pilihan. Saat ini saya masih ingin menyelesaikan masalah saya di PSMS. Saya masih pusing menunggu itu. Kita pemain bingung sementara butuh uang untuk makan,” katanya.

Menurut Saha, tidak tertutup kemungkinan ia berlabuh ke klub yang dimaksud. Apalagi jika masa depannya terjamin. Tentu saja menyoal finansial klub yang sehat. Sehingga nantinya para pemain tak lagi diresahkan dengan masalah gaji. “Kalau memang klub itu bagus saya pikir tidak ada salahnya saya kesana. Apalagi kalau gajinya bagus. Tapi saat ini klub-klub itu juga belum bisa memberikan uang tunai kontrak. Mereka masih tunggu ini itu. Jadi saya belum bisa putuskan mau kemana,” tambahnya.

Pemain turun di 32 laga bersama PSMS musim 2011/2012 ini juga tak menutup peluang dirinya tetap bertahan di PSMS. Namun masalah finansial yang merundung PSMS saat ini membuatnya berpikir ulang.

“Kami pemain bola tidak ada cerita suka atau tidak suka kepada klub. Siapa pemain yang tidak ingin bermain lagi dan lagi disuatu klub. Tapi itu bukan tergantung kami. Tergantung pengurus. Kami pemain bola hidup dari sepakbola. Kami juga harus memikirkan ke depannya seperti apa,” kata pemain kelahiran tahun 1986 ini.

Striker yang pernah merumput bersama PSDS dan PSAP ini berharap permasalahannya bersama PSMS cepat tuntas. (mag-18)