Home Blog Page 1320

Banyak Remaja Terlibat Aksi Begal, Burhanuddin: Awasi Pergaulan Anak Secara Ketat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data dari Polrestabes Medan, tak sedikit pelaku begal masih berusia di bawah umur atau kalangan pelajar. Untuk itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Burhanuddin Sitepu meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anaknya di luar rumah.

Hal ini disampaikan Burhanuddin Sitepu ketika menggelar Sosialisasi Produk Hukum Peraturan Daerah Kota Medan VII, Perda Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum yang digelar di Jalan Bunga Mawar, Kelurahan PB Selayang II Medan Selayang, Minggu (23/7/2023). Hadir dalam sosialisasi ini sejumlah narasumber, diantaranya Iptu Rudianto Manurung SH MH dari Polrestabes Medan, Irvan Pane dari Satpol PP Kota Medan, Sunardi mewakili Camat Medan Selayang, dan Staff Ahli DPRD Medan Arifin Siregar.

Menurut Burhanuddin, saat ini aksi begal tak cuma beraksi di jalanan, mereka juga sudah menyasar tempat usaha masyarakat. “Baru-baru ini, tempat usaha salon di Medan Selayang ini, menjadi sasaran begal. Aksi begal ini memang sudah sangat meresahkan. Kita jangan sampai lengah. Harus ada tindakan tegas bagi mereka agar ada efek jera,” ungkap Burhanuddin.

Bahkan, ungkap Burhanuddin, meski Pemko Medan telah mendirikan posko di setiap kelurahan dan kecamatan, tak menyurutkan nyali para begal. “Mereka malah mendatangi posko itu. Seperti yang terjadi di Posko dekat Kantor Camat Medan Selayang. Mereka datang beramai-ramai menggunakan sepeda motor dan mengatakan kepada petugas di posko itu, ‘terima kasih ya sudah menjaga kami’. Bukannya takut, tapi mereka malah seakan menantang,” ungkapnya.

Sangkin geramnya terhadap pelaku begal, lanjut Burhanuddin, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengeluarkan statemen keras, agar pelaku begal ditembak mati. “Bahkan ini menjadi isu nasional,” ungkapnya lagi.

Karenanya, sebut anggota DPRD Medan tiga periode ini, pemberantasan begal menjadi tanggung jawab bersama. “Untuk itu kepada bapak ibu agar memperhatikan pergaulan anak-anak kita. Kalau ada gelagat yang tidak baik, harus segera dicegah. Dan yang sangat penting, beri bekal agama yang cukup kepada anak-anak kita,” tandasnya.

Menyikapi aksi begal yang semakin nekat dalam melakukan aksinya, Zulhasan Basri selaku tokoh masyarakat, menanyakan kepada perwakilan Polrestabes Medan Iptu Rudianto Manurung, bagaimana jika setiap posko Pemko Medan juga dilengkapi dengan personel Polisi bersenjata api. “Supaya tidak ada lagi pelecehan dari pelaku begal terhadap Posko Pemko Medan seperti yang di sampaikan Pak Burhanuddin tadi,” kata Zulhasan Basri.

Menyikapi ini, Iptu Rudianto Manurung mengatakan, tidak semua aksi kriminalitas harus dilumpuhkan dengan senjata api. Setiap personel kepolisian sudah tahu, kapan pelaku kejahatan harus dilumpuhkan dengan senjata api. “Namun, jika ada permintaan agar setiap personel yang disiagakan di posko dipersenjatai, memang sah-sah saja. Tapi ada prosedur yang harus dipatuhi. Bisa saja diusulkan” ujarnya.

Dalam memberantas begal di Kota Medan, sebut Iptu Rudianto, Polrestabes sudah bersinergi dengan TNI dan Satpol PP. Bahkan, tim gabungan ini sudah sering kali melakukan operasi. Operasi yang kami lakukan dari pagi hingga malam hari.

Dari hasil operasi tersebut, dilakukan sejumlah analisa kasus. “Berdasarkan analisa kami, aksi begal ini marak terjadi saat anak-anak libur sekolah. Saat ini anak-anak sudah sekolah, kegiatannya sudah semakin banyak, aksi begal pun sudah mulai berkurang,” ungkapnya.

Artinya, lanjut Rudianto, waktu luang memberi kesempatan bagi mereka melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. “Banyak anak yang terikut temannya. Mereka juga berinteraksi di media sosial dan ini menjadi perhatian kami dari kepolisian,” sebutnya.

Kepada para orangtua, Rudianto juga meminta agar melakukan pengawasan secara ketat kepada anak-anaknya. “Saat akan berangkat ke sekolah, mohon diperiksa tas dan barang bawaan mereka. Jika ada yang membawa pakaian selain pakaian sekolah, segera tegur dan larang. Begitu juga dengan orangtua yang sudah membebaskan anaknya membawa sepeda motor ke sekolah, agar diawasi,” tegasnya.

Sementara, Ketua DPC LPM Medan Selayang Bahder Johan Hasibuan mengungkapkan, kondisi yang terjadi saat ini tidak lepas dari kurangnya silaturahim yang terjalin saat ini. Bahkan, kata Bahder, dulunya bangsa ini lahir hanya bermodalkan silaturahmi.

“Kalau kita lihat sekarang, silaturahmi inilah yang terputus. Kita sekarang ada dalam kelompok-kelompok. Apakah ini disengaja atau tidak, jadi arah perhatian kita hanya pada kelompok kita saja. Kita lupa dengan keluarga kita, lupa dengan lingkungan kita dan lainnya,” ungkapnya.

Dia pun menyayangkan ketidakhadiran Lurah PB Selayang II maupun perwakilannya dalam sosialisasi tersebut. “Ketidakhadiran lurah dalam acara ini pun membuktikan silaturahim yang terputus,” tegasnya sembari meminta kepada Wali Kota Medan untuk mengevaluasi Lurah PB Selayang II. (adz)

Program Electrifying Agriculture PLN Tumbuh 22,28 Persen

Penyalaan pasang baru listrik sumur pompa sawah di Madiun. Melalui penyalaan ini, petani yang sebelumnya menggunakan diesel untuk irigasi areal persawahan beralih ke listrik PLN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Semester satu tahun 2023, realisasi program Electrifying Agriculture (EA) PT PLN (Persero) tumbuh 22,28 persen. Lewat program ini, sektor pertanian, perkebunan dan perternakan modern makin maju dan masyarakat semakin efisien.

Tercatat, sepanjang semester satu tahun ini jumlah pelanggan EA terjadi penibgkatan mencapai 217.818 pelanggan, dibanding semester yang sama di tahun 2022 sebanyak 178.127 pelanggan, dengan total daya 2.966 mega volt ampere (MVA) dan konsumsi listrik sebesar 2,46 terawatt hour (TWh). Lewat penambahan pelanggan ini, total konsumsi listrik EA juga naik menjadi 2,69 TWh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan program EA ini merupakan langkah PLN dalam mendukung sektor agrikultur di Indonesia dengan memanfaatkan listrik untuk kegiatan operasionalnya. Peralihan alat pertanian dari berbasis BBM ke listrik terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

“Lewat program EA ini, sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan seperti tambak milik masyarakat yang beralih menggunakan listrik dalam kegiatannya bisa semakin efisien dan produktif. Selain itu, PLN tak hanya menghadirkan listrik tetapi juga membantu konversi alat dari BBM ke listrik,” ujar Darmawan.

Darmawan merinci provinsi NTT menjadi salah satu provinsi yang sektor pertaniannya mulai masif beralih ke listrik. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan yang mencapai 46,28 persen dengan total konsumsi listrik mencapai 7,7 gigawatt hour (GWh) naik dibandingkan semester satu tahun 2022 sebesar 5,27 GWh.

Suksesnya program EA ini juga dirasakan oleh para petani di Jawa Timur. Banyaknya petani yang mulai mengimplementasikan modern farming membuat petani lain juga terinspirasi untuk meningkatkan produktivitasnya dengan program EA. Hal ini tercermin dengan realisasi konsumsi listrik pada program EA mencapai 704,7 GWh.

Melalui program EA ini mampu mendorong pertumbuhan penjualan listrik PLN pada semester satu tahun ini. Tercatat, realisasi penjualan listrik kumulatif sebesar 137,12 TWh.

PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan listrik yang andal dan mampu mendorong multiplier effect kepada masyarakat. Dengan beralih menggunakan listrik PLN, masyarakat mampu meningkatkan produktivitas ekonomi dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. (rel/ila)

Dampak Judi Online Sangat Mengerikan, CERI: Negara Harus Turun Tangan dan Jadikan Musuh Bersama

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bukan hanya Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), CERI mendesak PPATK dan OJK serta aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan bahu membahu memberantas judi online, jangan malah dipanjat.

“Selain merusak masyarakat, praktik judi online kami tengarai juga terkait hubungan tali temali dengan tindak kejahatan lainnya, mulai dari Narkoba, tambang ilegal hingga perdagangan organ secara ilegal antara negara,” ungkap Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman, dalam rilis yang diterima wartawan Senin (24/7) di Jakarta.

Yusri menegaskan, PPATK dan OJK tentunya terkait dengan pengawasan transaksi terkait judi online tersebut, karena transaksi dari para pemain judi onlien memakai rekening bank pemerintah dan bank swasta beredar luas.

“OJK harus tegur bank pemerintah dan bank swasta ini. Sebab bank-bank ini telah menjadi media untuk memperlancar praktik judi online tersebut. Padahal menurut informasi yang kami terima, judi online ini menggunakan server di luar negeri. Salah satunya infonya servernya di Kamboja,” beber Yusri.

Untuk itu, kata Yusri, semua pihak harus turun tangan membasmi judi online ini dan harus dijadikan musuh negara dan musuh bersama.

“Kita lihatlah bagaimana masyarakat kita hari ini, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, laki-laki maupun perempuan, semua sehari-hari sibuk bermain judi online ini. Kondisi ini hampir merata di seluruh daerah di tanah air. Kalau begini mau jadi apa bangsa kita ini,” ungkap Yusri.

Kominfo sendiri memblokir domain situs yang ditengarai berisi judi online. Kemudian, alamat protokol internet (IP) situs dan aplikasi judi online juga diblokir agar tidak bisa diakses di Indonesia.

Selanjutnya, Kementerian Kominfo memblokir domain situs dan aplikasi judi online. Selain itu, pemerintah juga memblokir rekening yang digunakan oleh situs judi online. Hal itu bertujuan untuk mempersempit ruang gerak sindikat judi online di Indonesia.

Selain pemblokiran, Kementerian Kominfo juga melaporkan konten judi online di media sosial ke aparat hukum. Dengan begitu, promotor yang mempromosikan konten judi online di media sosial itu berpotensi diringkus kepolisian.

Menteri Kominfo Budi Arie Stiadi mengatakan, Kominfo berhasil menutup akses terhadap 846.047 konten judi online sejak 2018 hingga 19 Juli 2023. Budi mengatakan, dalam sepekan terakhir Kominfo sudah memblokir 11.333 konten judi online yang diblokir.

Dia juga mengatakan, sejak awal tahun hingga 17 Juli 2023, Kominfo melaporkan menerima 1.914 aduan terkait konten judi online di internet.

Muncul Lagi Setelah Dibersihkan

Sebelumnya, pada 25 Agustus 2022, ketika Menteri Kominfo kala itu masih dijabat Johny G Plate, menyatakan Upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah memblokir 560 ribu situs judi online sia-sia karena kemunculan situs serupa.

“Tantangannya karena ini judi online, tantangannya cuma satu, kesadaran. Ya kita bersihkan hari ini setelah dibersihkan muncul lagi, ya dibersihkan kembali,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI saat itu, Johnny G Plate, Kamis (25/8/2022).

“Ini patah tumbuh hilang berganti. Kejar-kejaran,” katanya.

Ia mengatakan situs judi online yang telah dibersihkan memiliki platform di luar dan dalam negeri. Meski situs judi kembali muncul, Plate mengaku tak berhenti untuk memblokir ‘situs haram’ tersebut.

“Kami akan blokir. Kominfo bekerja 24 jam sehari, tiga shift, 365 hari setahun non stop tidak ada liburan, kami kejar terus,” tuturnya.

Ia meminta seluruh pihak terlibat dalam upaya mengedukasi masyarakat bahwa judi online merupakan tindakan yang ilegal.

Kaisar Sambo

Masih terkait judi online, Yusri Usman menyatakan sejak kemunculan isu Kaisar Sambo dalam Konsorsium 303 yang sempat viral pertengahan tahun lalu, hingga saat ini Bareskrim Mabes Polri tak terdengar bisa membongkarnya.

“Masyarakat luas merasa lucu jika aparat tidak bisa mengungkap jaringan Kaisar Sambo untuk judi online,” ungkap Yusri.

Pada 30 September 2022, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut soal dugaan skema judi online yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan sejumlah pejabat tinggi Polri itu telah ditelusuri Bareskrim.

Hasilnya, kata Dedi, hingga saat itu tidak ditemukan adanya dugaan kelompok tersebut. “Untuk konsorsium sudah ditanyakan ke Bareskrim, sementara hasilnya tidak ada,” ujarnya.

Isu Konsorsium 303 Kaisar Sambo muncul pertengahan Agustus 2022 melalui pesan berantai yang berisi diagram terkait jaringan judi daring. Dalam diagram itu disebutkan Ferdy Sambo di kalangan bandar judi dikenal dengan sebutan Kaisar Sambo. (dek)

Rawan Bencana Banjir, Warga Kwala Bekala Diminta Aktif Jaga Lingkungan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, diminta untuk proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam menjaga kondisi sungai di sekitar tempat tinggal warga. Mengingat, Kelurahan Kwala Bekala termasuk salah satu wilayah di Kota Medan yang rawan akan bencana banjir.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Golkar, M. Afri Rizki Lubis SM M.IP saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.2 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Bencana di Jalan A.H Nasution, Gang Damai, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Minggu (23/7/2023) sore.

“Kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal kita merupakan tanggungjawab kita bersama. Terkhusus untuk sungai yang ada di sekitar tempat tinggal kita, mari kita bersama-sama menjaganya,” ucap Rizki.

Pada kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan M Yamin Daulay dan Kasi Trantib Kelurahan Kwala Bekala Roida tersebut, Rizki juga mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait tentang keluhan warga atas kondisi banjir yang masih sering terjadi di kawasan tersebut.

“Kita akan terus berkoordinasi agar sungai dapat dinormalisasi oleh pihak terkait. Namun begitu, kita juga harus memastikan tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke sungai,” ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang warga Gg Jaya, Suryani yang hadir dalam kegiatan itu mengeluhkan kondisi banjir yang masih terjadi di kawasan tempat tinggalnya. Padahal, jarak antara sungai dengan rumahnya terbilang cukup jauh.

“Saya tinggal di Gang Jaya, rumah saya cukup jauh dari sungai, tapi kena banjir juga. Tolong lah pak diperhatikan, jangan jalan saja yang diperbaiki pak, sungai itu dibenahi juga pak,” keluhnya.

Sementara itu, warga Gg Bersama, Evita Lubis yang mengaku tinggal di kawasan bantaran sungai juga mengeluhkan kondisi rumahnya yang kerap banjir setiap kali sungai meluap.

“Rumah kami pas paling pinggir sungai pak. Katanya sungainya mau di bronjong, tapi gak dibronjong juga,” sebutnya.

Menanggapi keluhan warga, perwakilan BPBD Kota Medan, M Daulay, mengaku akan terus berkoordinasi dengan Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II agar melakukan normalisasi sungai, begitu juga dengan rencana pembangunan bronjong dibantaran sungai.

“Sebab sesungguhnya masalah sungai kewenangannya ada di BWSS. Tapi perlu kita ketahui, memang ada aturan yang menetapkan batas jarak minimal mendirikan bangunan dari bantaran sungai. Bila rumah tempat tinggal kita sangat dekat dengan bantaran sungai, tentu itu telah menyalahi aturan,” pungkasnya. (map)

Gudang Produksi Pembuatan Furnitur Milik PT Medan Perkasa Terbakar

PADAMKAM: Personel kepolisian Polsek Tebingtinggi dan personel Damkar berhasil memadamkan api ketika membakar gudang produksi milik PT Medan Perkasa Furnitur.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Gudang Produksi PT Medan Perkasa Furnitur di Dusun III Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Sergai tepatnya di tempat pembuangan sampah sisa kayu ludes terbakar, Sabtu (22/7/2023) malam.

Kapolsek Tebingtinggi AKP Sefullah, Minggu (23/7/2023) membenarkan kebakaran gudang produksi milik PT Medan Perkasa Furnitur yang mengelola perabotan rumah tangga terbuat dari bahan dasar kayu.

“Tidak ada korban jiwa pada kejadian kebakaran tersebut, tetapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Karena api sebelum membesar, petugas Pemadam kebakaran sudah berhasil memadamkan api,” jelasnya.

Menurut AKP Saefullah, api berasal dari tumpukan limbah kayu potongan yang terbakar dan menyambar bagian gudang produksi. Kini kasusnya sudah ditangani pihak Polsek Tebingtinggi.

Penjaga malam, Ucup (43) warga Dusun III Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai mengatakan dirinya mendapat laporan dari warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam dari dalan gudang produksi.

Warga sekitar yang melihat kejadiaan tersebut langsung mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya hingga mobil Damkar berhasil memadamkan api. (ian)

Pertama di Sumut, Gerkatin dan AFK Binjai Gelar Turnamen Futsal Tuna Runggu

HADIAH: Panitia DPC Gerkatin Binjai saat akan mau membagikan hadiah kepada para pemenang di GOR.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) menggandeng Asosiasi Futsal Kota (AFK) Binjai menggelar turnamen futsal di Gedung Olahraga, Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Selatan. Pertandingan futsal pertama di Sumut ini berlangsung dua hari, Sabtu (22/7) dan Minggu (23/7).

“Ada 9 tim yang bertanding dalam turnamen ini. Mereka berasal dari kabupaten/kota yang ada di Sumut,” kata Ketua AFK Binjai, Samha Putra Husein.

Dia menjelaskan, keseluruhan peserta berasal dari komunitas mereka, tunarungu atau tuli. “Hari pertama, seluruh tim bertanding dengan sistem gugur,” katanya.

Hari kedua menyisakan 4 tim lagi. Mereka berasal dari Binjai, Medan (2 tim) dan Pematangsiantar.

Laga pertama pada babak semifinal turnamen futsal ini bertanding Medan melawan Binjai. Tim dari Binjai harus mengakui keunggulan Medan dengan skor 6-1.

Pada pertandingan pertama pada babak semifinal, Jonatan Tarigan yang turut serta mendukung turnamen futsal tuli ini hadir di tengah lapangan. Bahkan, pria yang akrab disapa Jona tersebut juga menendang bola pertama sebagai tanda semifinal dibuka.

Gerkatin Binjai mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung jalannya turnamen futsal tersebut. Mulai dari Kadispora Binjai, Ketua KONI Binjai, tokoh muda Gamatra Satria, Anggota DPRD Binjai Fitriani dan Lisza Megasari selaku juru bahasa isyarat (JBI).

Pada semifinal kedua, tim dari Pematangsiantar menang dengan skor 2-1 dari Medan. Karenanya, Pematangsiantar akan bertanding melawan Medan pada babak final yang digelar sore hari.

“Medan kirim 3 tim dalam turnamen futsal tuli ini,” ujarnya.

Babak final berlangsung seru. Tim dari Medan yang bertemu Pematangsiantar berhasil keluar sebagai juara dalam turnamen futsal tuli dengan skor 3-0.

Turnamen futsal ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun DPC Gerkatin yang ke-2 tahun. Sebelum penyerahan hadiah, peserta diajak untuk memeriahkan acara HUT DPC Gerkatin yang ke-2 tahun. (ted)

KKOP Dicabut, Pemko Medan Sebut Lahan Lanud Soewondo Tetap Milik TNI AU

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tidak berlakunya lagi status Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di Lanud Soewondo yang terletak di Eks Bandara Polonia Medan, membuat banyak pihak mempertanyakan status kepemilikan lahan Lanud Soewondo.

Ditanya terkait hal itu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mengatakan bahwa lahan Lanud Soewondo tetap milik TNI AU berdasarkan Hak Pakai yang mereka miliki.

“KKOP itu kan hanya kebijakan, tidak merubah kepemilikan. Lahan Lanud Soewondo tetap milik TNI AU,” ucap Kepala BKAD Kota Medan, Zulkarnain kepada Sumut Pos, Minggu (23/7/2023).

Selanjutnya, Zulkarnain juga menjelaskan bahwa dicabutnya status KKOP bukan untuk memperjelas status kepemilikan, namun untuk mempermudah investasi berupa bangunan-bangunan pencakar langit di Kota Medan.

Sebab selama ini, status KKOP dengan jelas membatasi ketinggian gedung dan kerap menjadi penghalang bagi para investor untuk membangun gedung-gedung tinggi atau gedung pencakar langit di Kota Medan.

“Intinya dengan dicabutnya KKOP, maka di Kota Medan bisa dibangun gedung-gedung tinggi pencakar langit tanpa dibatasi ketinggian bangunan,” ujarnya.

Dengan begitu, kedepannya, bila ada investor yang ingin membangun kawasan Eks Bandara Polonia Medan, maka para investor tersebut tetap harus berkoordinasi dengan pihak TNI AU sebagai pemilik lahan.

“Investor yang masuk tetap harus berkoordinasi ke pihak TNI AU,” ungkapnya.

Senada dengan Zulkarnain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT, juga mengatakan bahwa status KKOP tidak merubah status kepemilikan lahan Lanud Soewondo.

“KKOP sejatinya tidak ada hubungannya dengan status pemilikan,” katanya.

Meskipun begitu, mantan Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan berujar bahwa pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) lebih berhak untuk berkomentar terkait status kepemilikan lahan Eks Bandara Polonia Medan tersebut.

“Terkait hal (kepemilikan) itu, mungkin BPN yang berhak menjawabnya,” tutupnya.
(map/ram)

Parlindungan Ajak Warga Proaktif Urus KIA

SOSIALISASI: Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Parlindungan Sipahutar saat sosialisasi Perda tentang Penyelenggaraan Adminduk di Jalan Tuamang, Medan Tembung, Sabtu (22/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Parlindungan Sipahutar mengajak masyarakat Kota Medan untuk proaktif mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) yang merupakan bukti identitas resmi untuk anak di bawah 17 tahun. Pasalnya, kesadaran masyarakat untuk mengurus KIA masih relatif cukup rendah.

 Menurut Parlindungan, sejak tahun 2016 Kementerian Dalam Negeri telah mewajibkan setiap anak Indonesia yang berusia di bawah 17 tahun (0-16 tahun) untuk memiliki Kartu Identitas Anak. Kebijakan KIA tersebut lewat Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 tahun 2016.

 “KIA adalah bukti identitas resmi untuk anak usia di bawah 17 tahun yang berlaku selayaknya Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk orang dewasa pada umumnya,” kata Parlindungan Parlindungan Sipahutar ketika menggelar Sosialisasi Produk Hukum Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan (Adminduk), di Lapangan Masjid Ikhlasiyah, Jalan Tuamang,  Kelurahan Sidorejo Hilir, Medan Tembung, Sabtu (22/7).

 Dijelaskannya, KIA tersebut diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan. Untuk anak usia di bawah 5 tahun, dapat mengurusnya dengan melengkapi sejumlah persyaratan, yaitu fotokopi akta kelahiran (tunjukan juga akta yang aslinya ke petugas), Kartu Keluarga (KK) dan KTP asli orang tua.

 Sedangkan untuk anak usia di atas 5 tahun yang belum memiliki KIA, syarat-syarat yang perlu dipenuhi yakni fotokopi akta kelahiran (tunjukan juga akta yang aslinya ke petugas), KK dan KTP asli orang tua, Pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 lembar.

“KIA ini memiliki sejumlah manfaat, seperti untuk melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses sarana umum, mencegah terjadinya perdagangan anak serta menjadi bukti identifikasi diri ketika anak sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk. Selain itu juga untuk memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan dan transportasi,” ungkap Ketua Pansus yang membidani lahirnya Perda Nomor 3/2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan ini.

 Bahkan, di kegiatan itu, hanya dua peserta peserta sosialisasi yang anaknya sudah punya KIA.

 Untuk itu, politisi senior Partai Demokrat Kota Medan ini mengimbau kepada para orangtua untuk segera mendaftarkan anak mereka untuk mendapatkan KIA. “Bagi yang belum memiliki KIA, ayo segera urus ke kantor lurah,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Riama, mewakili Disdukcapil Kota Medan. Dia pun mengimbau masyarakat untuk segera mengurus KIA anak mereka yang masih di bawah usia 17 tahun.

 Dikatakan Riama, saat ini Disdukcapil sudah menempatkan pegawainya di setiap kelurahan untuk memberikan pelayanan Adminduk kepada masyarakat.

 Selain Riama dari Disdukcapil Kota Medan, hadir juga dalam sosialisasi itu Syafril A Pane mewakili Camat Medan Tembung, Impun Suryadi mewakili Lurah Sudirejo Hilir, dan tokoh masyarakat yang juga BKM Ikhlasiyah Prof Dr Syahmi Edi. Di akhir sosialisasi, Parlindungan memberikan bantuan untuk renovasi tempat wudhu dan kamar mandi Masjid Ikhlasiyah kepada Ketua BKM, Prof Dr Syahmi Edi. (adz/ila)

Sinergi Korps Senior Himapsi dan BBPSU Penguatan Bahasa Daerah dan Literasi

BALAI BAHASA: Guru Besar Unimed Prof Dr Amrin Saragih MA PhD (tengah) dan Dr Parlindungan Purba MM saat berkunjung ke Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara - ISTIMEWA.

DALAM upaya pemertahanan dan pelestarian bahasa daerah khususnya bahasa Simalungun, Ketua Umum Korps Senior Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Dr Parlindungan Purba MM dan Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Amrin Saragih MA PhD berkunjung ke Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) di Jalan Kolam Medan Estate, Jumat (21/7).

Dr Parlindungan Purba MM menyampaikan kepada Kepala BBPSU Hidayat Widiyanto MPd terkait sinergi mempertahankan dan melestarikan bahasa Simalungun dengan membangun kerja sama.

Tokoh masyarakat Sumut ini meminta dukungan BBPSU selaku lembaga yang memiliki tugas dan peran dalam upaya menjaga kelestarian bahasa. Hal ini untuk merealisasikan program yang sudah direncanakan Korps Senior Himapsi.

”Saya selaku ketua umum Korps Senior Himapsi ingin menjalin kerja sama dengan BBPSU berkolaborasi mempertahankan dan melestarikan bahasa daerah khusunya bahasa Simalungun,” katanya.

Kegiatan ini dalam upaya memberikan pengetahuan bahasa daerah terhadap generasi penerus dari sektor pendidikan. ”Dikuatkan melalui gerakan literasi. Gerakan ini diperlukan upaya nyata untuk menguatkan kerja sama tersebut,” kata Parlindungan Purba yang juga ketua Yayasan Sari Mutiara.

Hal senada dikuatkan oleh Prof Dr Amrin Saragih MA PhD. ”Ini adalah momentum yang tepat untuk kita lakukan aksi-aksi nyata. Tidak sekadar talk only yang tujuannya adalah mempertahankan kelestarian dan pemertahanan bahasa Simalungun,” katanya.

Hal ini juga merevitalisasi bahasa. ”Adanya kerja sama yang baik dengan Korps Senior Himapsi, Saya yakin akan terealisasi aksi-aksi dalam upaya pelestarian bahasa daerah khususnya di Simalungun,” tegas guru besar bahasa Unimed tersebut.

Kepala BBPSU Hidayat Widiyanto MPd menyambut baik program dan kehadiran Dr Parlindungan Purba MM, Prof Dr Amrin Saragih MA PhD dan Jheni Yusuf Saragih MPd.

Adanya diskusi dan kerja sama, kata Hidayat Widiyanto, akan membantu menjangkau upaya-upaya edukasi tentang bahasa khususnya dalam upaya pemertahanan bahasa daerah.

”Satu kehormatan bagi kami dengan kehadiran tokoh masyarakat Simalungun dan akademisi yang merupakan guru besar bahasa yang pernah sebagai kepala BBPSU. Tentu dengan segala kemampuan dan sumber daya yang kami miliki, akan semaksimal mungkin menjalin kerja sama dengan Korps Senior Himapsi dalam merealisasikan aksi nyata dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah khususnya di Simalungun,” kata kepala BBPSU didampingi Salbiah Nurul Aini MM (Kasubbag Umum BBPSU).

Dalam waktu dekat, Korps Senior Himapsi dan BBPSU akan melaksanakan program yang edukatif melalui kegiatan gerakan literasi. Ini merupakan program prioritas BBPSU. (dmp)

PSMS Terus Berbenah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan terus mempersiapkan diri menghadapi Liga 2 musim 2023/2024. Selain latihan, Ayam Kinantan juga menggelar uji coba.

Terbaru, PSMS menghadapi tim amatir Liga 3 Sumut, Putra Buana di Stadion Mini TD Pardede, Sunggal, Deliserdang, Sabtu (22/7/23) sore. Hasilnya, Ayam Kinantan menang setegah lusin tanpa balas alias 6-0.

Pada laga ini, PSMS menurunkan sejumlah pemain andalan sejak babak pertama seperti Rachmad Hidayat, M. Fardan Harap, Joko Susilo, Putra Chaniago, Aziz Hutagalung dan lainnya, PSMS sudah unggul 3-0 di babak pertama.

Menciptakan sejumlah peluang sejak menit-menit awal dan mendominasi jalannya pertandingan, namun gol perdana PSMS baru tercipta dipertengahan babak pertama.

Adalah Rachmad Hidayat yang sukses membuka keran gol awal PSMS di menit 33 lewat titik putih usai handball pemain lawan. Sementara dua gol lainnya tercipta dipenghujung babak pertama lewat Aziz Hutagalung (40′) dan pemain trial Rahmad Ilahi (44′).

Di babak kedua, Ayam Kinantan mengganti sejumlah pemain. Lagi-lagi gol baru tercipta dipertengahan waktu melalui Rachmad Hidayat yang mencetak brace di menit 60, sekaligus merubah skor menjadi 4-0.

Tak lama berselang, pemain pengganti Nico Malau sukses mencetak sepasang gol di menit 68 dan 72. Brace Nico tersebut sekaligus mengunci kemenangan PSMS 6-0 atas Putra Buana.

Usai pertandingan, juru taktik PSMS, Ridwan Saragih, memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang sudah bekerja keras dan menjalankan instruksinya selama 90 menit penuh.

“Ujicoba ini bukan masalah menang atau kalah ataupun hasil. Yang penting melihat bagaimana anak-anak saat menyerang, saat bertahan, dan saat transisi. Dan dari ujicoba kedua ini saya coba evaluasi, baik secara fisik maupun karakter bermain dan ketiga secara taktikal,” ujar Saragih.

“Tak hanya pemain depan, pastinya saya apresiasi kerja keras semua pemain. Karena terciptanya gol-gol tersebut prosesnya juga dari bawah, lalu di tengah dan finis di depan,” lanjut pelatih 47 tahun berlisensi A AFC itu.

Hal senada juga disampaikan Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang. Kendati demikian, ia menyebut masih ada pekerjaan rumah alias PR bagi timnya untuk benar-benar siap saat menghadapi Liga 2 musim ini.

“Ini bukan soal hasil akhir, tapi laga ini penting untuk menambah motivasi dan semangat mereka. Pastinya kami masih banyak PR sebelum kick-off Liga 2, terutama kami akan terus berupaya untuk menambah amunisi,” ujar Mulyadi. (dek)