Home Blog Page 1321

Warga Medan Amplas Diajak Kelola Sampah Melalui Pola 3R

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, M. Rizki Nugraha menggelar sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 6 tahun 2025 di Jalan Bajak V, Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (23/7). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan, M. Rizki Nugraha, kembali mengingatkan seluruh konstituennya untuk menjaga lingkungan dengan menerapkan pola 3R (reduce, reuce dan recycle).

Ajakan itu ia sampaikan ketika menggelar sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 6 tahun 2025 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Bajak V, Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (23/7).

“Sampah juga punya nilai ekonomis kalau kita tahu cara mengolahnya. 3R yang saya sebutkan tadi adalah langkah awal yang bisa bapak dan ibu lakukan sebelum memulai mengolah sampah,” ucap Rizki.

Politisi Partai Golkar ini menyebutkan, Pemko Medan telah berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. Memang, tidak ada yang sempurna dalam hal apapun. Namun yang terpenting, komitmen bersama menjaga lingkungan tetap bersih paling diutamakan.

“Saya yakin dan percaya, kita semua mau hidup bersih dan menolak jika lingkungan sekitar kita kotor. TPA Terjun yang ada di Marelan lamban laun gak akan mampu menampung ribuan ton sampah setiap harinya. Maka dari itu, mari kita terapkan 3 R sejak dini,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Medan ini menambahkan, pihaknya siap menjadi jembatan ke Pemko Medan perihal kebutuhan bak sampah maupun becak pengangkut sampah apabila di tiap lingkungan membutuhkannya.

“Saya bisa sampaikan langsung ke dinas terkait ataupun melalui Fraksi Partai Golkar agar penganggaran becak pengangkut sampah dimasukkan ke dalam R-APBD 2024 mendatang. Kalau tiap lingkungan memiliki becak pengangkut sampah, Insya Allah persoalan sampah di Kota Medan selesai. Tapi tentunya pola 3R tak lupa kita amalkan,” pungkasnya. (map)

Medan Juara Umum Kejurda FORKI Sumut

BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis, Ketua Pengprov FORKI Sumut DR Rahmat Shah dan lainnya foto bersama peraih gelar juara Kejurda FORKI Sumut. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kontingen Kota Medan berhasil menjadi juara umum Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Piala Gubernur Sumatera Utara yang berakhir Minggu (23/7) di Gedung Serbaguna Unimed. FORKI Medan berhasil meraih 15 emas, 13 perak, dan 2 perunggu.

Raihan Kota Medan unggul jauh dari peringkat kedua yang ditempati Deliserdang dengan 7 emas, 4 perak, dan 8 perunggu. Posisi ketiga ditempati Perguruan Shindoka dengan 5 emas, 2 perak, dan 7 perunggu.

Sementara gelar best of the best kadet putra diraih M Dhijey Lexie (FORKI Deliserdang), Best of The Best kadet putri diraih Angel (PPLP Sumut), Best of The Best junior putra diraih Bryan Sirait (KKI Sumut), Best of The Best junior putrid diraih Safriza Putri (FORKI Medan), Best of The Best U-21 putra diraih Aji Nugraha A Hasibuan (FORKI Binjai), ), Best of The Best U-21 putri diraih Syahla Amelia (Inkai Sumut), ), Best of The Best senior putra diraih Daniel Hutapea (FORKI Toba), dan Best of The Best senior putrid diraih Nicky Dwi Oktary (FORKI Medan).

Kejuaraan FORKI Sumut ini ditutup oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Edy Rahmayadi. Dalam sambutannya, Edy mengaku bangga dengan FORKI Sumut. Pasalnya FORKI Sumut terus berusaha untuk melahirkan atlet berprestasi.

“Karate merupakan satu kebanggaan bagi Sumatera Utara. Saya ingin karate terus dikembangkan. Karate akan dimainkan di lokasi ini (Gedung Serbaguna Unimed). Atlet Sumut harus tahu dan paham dengan lokasi ini,” ujarnya.

Gubsu menambahkan, karate merupakan salah satu andalan Sumut di PON 2024 mendatang. Dia berhara agar atlet Sumut tidak dipecundangi di rumah sendiri. “Para atlet kita harus luar biasa. Saya percaya kalian mampu dan bisa menjadi yang terbaik di PON nanti. Mimpi harus menang. Dan, berlomba lah untuk menjadi pemenang,” pesannya.

Gubsu juga memuji Pengprov FORKI Sumut yang telah menggelar kejuaraan itu dengan baik. “Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Rahmat Shah, karate Sumut akan berjalan dengan baik,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Pengprov FORKI Sumut DR H Rahmat Shah kembali menekankan target karate Sumut di PON 2024 mendatang. Dia menegaskan, karate Sumut harus menjadi juara umum pada PON 2024 mendatang. “Buktikan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik dan meraih juara,” pesannya.

Rahmat Shah juga mengucapkan selamat kepada juara. Begitu juga dengan yang belum juara, dia berharap agar terus meningkatkan latihan. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kejuraan ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Kejurda Forki Sumut, Delphinus Rumahorbo melaporkan, even ini diikuti 586 karateka dari 43 kontingen. Rinciannya 24 pengcab Forki se-Sumut dan 18 pengprov perguruan, ditambah 1 PPLP Sumut. Kejurda ini mempertandingkan 59 nomor pertandingan dengan 4 nomor lomba, yakni kadet, junior, U-21, dan senior.

“Terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara yang telah mengusulkan untuk menggelar kejuraan ini. Begitu juga dengan KONI Sumut dan Dispora Sumut yang selama ini selalu mendukung perkembangan karate di Sumut,” pungkasnya. (dek)

Jika Audit Forensik di FSRU Gorontalo Mandeg, CERI Bakal Lapor ke KPK dan Kejagung

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) menyatakan akan segera melapor ke KPK dan Kejaksaan Agung, jika hingga akhir bulan ini Komite Audit PLN belum mulai bekerja seperti dikatakan Komisaris PT PLN (Persero) yang akan melakukan audit forensik terhadap proses tender Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Gorontalo.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman menjawab pertanyaan wartawan mengenai pernyataan Komisaris Utama PT PLN (Persero), Minggu (23/7). Menurut Yusri, hal itu penting agar proses bisnis di PLN dan anak usahanya semakin transparan dan akuntabel, sebab setiap ketidakefisienan itu akan berujung pada harga pokok tarif listirk.

“Kami yakin bahwa Pak Amin Sunaryadi serius akan melakukan audit forensik, entah akan menunjuk Komite Audit PT PLN (Persero) atau akan menggandeng BPK RI, BPKP RI atau Konsultan Audit Forensik. Itu hak dan kewenangan penuh Pak Amin Sunaryadi,” kata Yusri.

“Sebagaimana diketahui khalayak, beliau merupakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Periode 2003-2007. Tak hanya itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala SKK Migas pada tahun 2014 hingga 2018. Jadi hemat kami, sangat tepat sosok beliau untuk membongkar dugaan persekongkolan tender FSRU Gorontalo itu,” timpal Yusri.

Dalam diskusinya dengan Amien Sunaryadi via WhatsApp pada 15 Juli 2023 lalu, Yusri mengungkapkan bahwa Amien menyatakan cara utama untuk bongkar suap itu menggunakan “forensic investigation”.

“Pernyataan beliau pun saya sambut dengan usulan agar cara forensic investigation itu perlu dipakai untuk menelisik proses tender FSRU Gorontalo. Saya bilang juga ke Pak Amin, siapa tau bisa menemukan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk PLN. Lantas dengan cepat beliau bilang, Siiiip,” tutur Yusri menceritakan perbincangannya dengan Amien itu.

Sebelumnya, CERI melalui rilisnya telah mengungkap dugaan ‘Pat gulipat’ pengadaan fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) senilai sekitar Rp 1 triliun pada PT PLN Gas dan Geothermal (PLNGG), yang ditenggarai telah melanggar GCG (Good Corporate Governance) proses bisnis di lingkungan BUMN, sehingga harus dibatalkan.

Yusri mempertanyakan bagaimana mungkin bisa PT Sulawesi Regas Satu yang merupakan special purpose company (SPC) PT Humpus Transportasi Kimia ditunjuk oleh anak usaha PT PLN sebagai pelaksana suplai gas dengan FSRU untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN sudah hampir 4 tahun tidak mampu memenuhi kewajiban kontrak sesuai jadwalnya. Ternyata perusahaan yang telah gagal, namun dengan seenaknya saja oleh Direksi PT PLN GG dibolehkan diambil alih sahamnya 100 persen oleh anak usaha PT EMP Tbk.

Yusri menegaskan, PT PLN seharusnya membatalkan kontrak dengan PT Sulawesi Regas Satu, kemudian menunjuk kompetitor dia yang dikalahkan dalam tender tahun 2018, yaitu antara Konsorsium PT Rekayasa Industri dengan PT Pelindo Energi Logistik atau konsorsium PT Hanochem Tiaka Samudera dengan PT Buana Lintas Lautan.

“Atau langkah mitigasi lainya supaya tidak buang waktu dengan menggunakan payung hukum Permen BUMN nomor PER-03/MBU/08/2021 tentang Pedoman Kerja sama BUMN, yaitu menunjuk langsung salah satu BUMN yang ikut sebagai peserta tender FSRU tersebut, seperti PT PGN LNG Indonesia, PT Pertamina Internasional Shipping, PT Pelindo Energi Logistik yang berkonsorsium dengan PT Rekayasa Industri atau dengan PT Perta Daya Gas,” katanya.

“Sehingga langkah Direksi PT PLN GG menyetujui anak usaha PT EMP Tbk mengakuisisi 100 persen saham PT Sulawesi Regas Satu (SRGS) jelas melanggar proses tender yang berpotensi digugat oleh konsorsium yang berhak menggantikan pemenang yang telah gagal memenuhi kewajiban kontrak,” ujarnya lagi

Lagi pula, kata Yusri, ironisnya setelah SRGS mendapat dana dari IPO pada September 2021, diduga dana yang diperoleh tersebut tidak digunakan sebagai modal untuk membangun FSRU yang diwajibkan dalam kontrak dengan PT PLN GG.

“Apalagi, anak usaha PT EMP Tbk itu tidak terdaftar dalam 38 peserta tender sejak awal proses di Tim Tender PLN GG. Tentu bisa dianggap sebagai penumpang gelap masuk di tikungan akhir,” jelasnya.

Untuk itu, kata Yusri, Menteri BUMN Erick Thohir harus menegur Direksi PT PLN (Persero) yang telah gagal mengawasi anak usahanya yang terkesan semberono dalam menjalankan proses bisnisnya.

Wan Prestasi Tapi Diperpanjang 10 Tahun

Menyangkut PT SRGS, perusahaan ini mendapatkan mandat dari PT PLN Gas dan Geothermal untuk menyediakan, mengoperasikan dan memelihara fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG untuk pasokan gas di PLTG Maleo Provinsi Gorontalo. Fasilitas FSRU menggunakan Kapal Huaxiang 8.

Dijelaskan Yusri, dalam kontrak LOMA FSRU PT Sulawesi Regas Satu (SRGS) disyaratkan harus membangun infrastruktur gas FSRU permanen berkapasitas 15.000 meter kubik dan diperkirakan memakan waktu 16 bulan hingga 18 bulan, dengan kontrak jangka panjang dengan PLN selama 15 tahun untuk melayani kebutuhan listrik di area Sulawesi Utara.

“Dalam perjanjiannya, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) dan SRGS diperbolehkan menyewa kapal temporer pada dua tahun pertama sejak kontrak diteken. Setelah itu, GTSI harus membangun FSRU permanen untuk memasok gas ke pembangkit listrik PLN,” beber Yusri.

Masih menurut Yusri, dalam masa pembangunan FSRU, untuk sementara SRGS menyewa FSRU kapal Huaxiang 8 berbendera China. Jangka waktu fasilitas yang akan disediakan oleh SRGS adalah sewa selama dua tahun dari Zhejiang Huaxiang Shipping Co.Ltd (ZHS), China.

Demi memperoleh tambahan dana untuk pembangunan FSRU, lanjut Yusri, SRGS sebagai anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) ini melaksanakan initial public offering (IPO) pada awal September 2021.

Selanjutnya, kata Yusri, PT EMP Tbk bersama dua anak usahanya, yakni PT EMP Daya Nusantara dan PT EMP Tunas Persada kemudian menandatangani akta jual beli saham untuk mengakuisisi 100 persen kepemilikan PT Sulawesi Regas Satu (SRGS) pada 27 Juni 2023.

“Saat ini, SRGS memiliki kontrak untuk menyewakan FSRU dan fasilitas pendukungnya kepada PT PLN Gas & Geothermal (PLNGG),” terang Yusri.

Lebih lanjut Yusri menjabarkan, pada tanggal 21 November 2022, PT Energi Mega Persada Tbk menerbitkan surat No.0241/EMP.DIR/1070/11-22/E tentang Undertaking Letter.

Kemudian, kata Yusri, pada tanggal 22 Juni 2023, sebelum terjadi akta jual beli saham untuk mengakuisisi 100 persen kepemilikan SRGS pada 20 Juni 2023, PT EMP Daya Nusantara mengirimkan surat No. 0072/EDN.SEC/410/06-23/E tanggal 21 Juni 2023 perihal Tanggapan terhadap surat dari PLNGG No.0312/EPI.00.01/GG010000/2023 tanggal 20 Juni 2023 terkait Permohonan Letter of Undertaking dari PLNGG Rencana Jual Beli Kapal Hua Xiang 8 oleh PT EMP Daya Nusantara dan dijadikan Kapal FSRU Permanen.

“Padahal di dalam perjanjian jelas bahwa GTSI harus membangun FSRU permanen untuk memasok gas ke pembangkit listrik PLN. Sedangakan kapal FSRU Hua Xiang 8 adalah kapal yang disewa oleh GTSI atau SRGS,” beber Yusri.

Yusri menjelaskan, Kapal HUA XIANG 8 dengan IMO: 9738569, MMSI 413458730, adalah Kapal Pendukung Lepas Pantai yang dibangun pada tahun 2017, berumur 6 tahun dan bukan kapal FSRU terbaru.

“Lantas pada tanggal 22 Juni 2023, PLNGG mengeluarkan surat Nomor 0315/EPI.01.02/GG0100000/2023 perihal Tanggapan terhadap surat PT-EDN Ref No. 0072/EDN.SEC/410/06-23/E, yang pada intinya PLNGG menyetujui dua hal. Pertama, penyediaan fasilitas permanen untuk proyek FSRU Sulawesi akan dilaksanakan melalui pembelian dan reflagging kapal Hua Xiang 8. Kedua, perpanjangan kontrak LOMA FSRU selama sepuluh tahun dari periode saat ini sampai dengan tahun tahun 2045,” ungkapnya.

“Jelas di sini pada saat proses persetujuan, EDN sebagai calon pemegang saham SRGS. Anehnya, untuk kontrak induk pun kapal FSRU belum terbangun oleh SRGS, namun sudah diperpanjang lagi selama 10 tahun. Apakah hal ini tidak bertentangan dengan isi kontrak?,” pungkas Yusri.

Terkait pengadaan FSRU tersebut, Yusri mengatakan CERI sudah melayangkan konfirmasi kepada EVP Corcom PLNGG Gred Adi pada Senin (10/7). Akan tetapi permintaan konfirmasi tersebut diambil alih oleh Direksi PT PLN GG untuk menjelaskan langsung kepada CERI pada Selasa (11/7/2023).

Dan, pada Sabtu (15/7) siang, Direksi PT PLN GG resmi memberikan keterangan bahwa di tahun 2018 proses tender diikuti 38 perusahaan besar, namun yang lolos hanya 3 perusahaan. Kemudian ditunjuk pemenang adalah PT Humpus Transportasi Kimia yang kemudian menunjuk Special Purpose Company adalah PT Sulawesi Regas Satu pada September 2019. (rel/dek)

Tim Pokja Bunda PAUD Deliserdang Kunjungi PAUD Generasi Amanah

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO- Tim Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Deliserdang berkunjung ke PAUD Generasi Amanah Percut Sei Tuan, Jumat (21/7). Kunjungan dilakukan dalam rangka sosialisasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, sekaligus masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kepada para orangtua murid dan stakeholders.

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan salah satu program Bunda PAUD Deliserdang Yunita Ashari Tambunan, untuk mendukung kebijakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dari Kemendikbudristek RI. Tujuan program ini adalah untuk menyelaraskan pemahaman antara pihak sekolah, orangtua murid dan para stakeholders, bahwa masuk ke SD harus dilakukan anak dengan menyenangkan.

Termasuk tidak terbebani pada kemampuan anak untuk wajib menguasai calistung (baca tulis hitung). Karena kemampuan literasi dan numerasi dibangun secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan.

Untuk mendukung program Bunda PAUD Deliserdang tersebut, Ketua Pokja Bunda PAUD Deliserdang Sri Pepeni Yusuf Siregar membentuk tim yang terdiri dari Pengurus Pokja Bunda PAUD Deliserdang untuk mensosialisasikan program tersebut ke seluruh Kecamatan di Deliserdang.

Rombongan yang hadir dipimpin Sekretaris I Pokja Bunda PAUD Deliserdang, Nana Yudy Hilmawan didampingi Wilda SE dan Dra Jety Roesanah MPd. Dalam penjelasannya, Nana Yudy Hilmawan mengajak para guru dan pihak terkait mencipatakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak. “Apalagi, kebutuhan anak bermain di usia dini juga harus diperhatikan,” kata Nana.

Nana juga mengungkapkan pentingnya peran orangtua dan mitra terkait agar pendidikan anak bisa optimal dilakukan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Generasi Amanah Arie Dwi Ningsih MPd menyampaikan, pihaknya mendukung penuh kebijakan tersebut. Arie juga mengucapkan terima kasih pada Tim Pokja Bunda PAUD Deliserdang yang telah berkunjung.

Acara dirangkai dengan penandatanganan Komitmen Bersama untuk mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Juga pembagian bingkisan untuk anak dari Pokja Bunda PAUD Deliserdang dan pemberian makanan sehat untuk anak dari Bunda PAUD Kecamatan Percut Sei Tuan.

Acara dihadiri juga oleh Camat Percut Sei Tuan diwakili Sekretaris Junaidi, Bunda PAUD Kecamatan Percut Sei Tuan, Korwilcam Dinas Pendidikan Percut Sei Tuan Kosmaida Samosir MPd, Anggota Dewan Pendidikan DS Indra Prawira, MM, Kepala UPT Puskesmas Tanjung Rejo, Penilik PAUD Percut Sei Tuan, Pemerintah Desa Sampali, TP PKK Desa Sampali, para tokoh masyarakat, serta guru dan orang tua murid PAUD Generasi Amanah. (adz)

Kecam Pembunuhan Karakter Terhadap Ahok, CERI: Presiden dan Menteri BUMN Lebih Tahu Integritas Ahok

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir dipastikan lebih mengerti dan paham betul integritas seorang Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan nama Ahok. Terutama sejak menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero)

Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman melalui rilis yang diterima Sumut Pos, Minggu (23/7).

“Kami mengetahui bahwa pernah suatu ketika ada touke batubara dan touke pengusaha pasir laut mau minta dibolehkan main minyak, jika tidak salah ada di depan Erick Thohir dan Ahok. Di depan Erick, permintaan itu ditolak dengan tegas oleh Ahok. Ini membuktikan bagaimana Erick paham betul integritas Ahok. Jika tidak percaya, boleh ditanya tanya langsung ke Erick, siapa nama pengusahanya sekarang saya rahasiakan dulu, jika eskalasi meningkat akan saya buka ” ungkap Yusri.

Yusri melanjutkan, terkait hal itu, pihaknya menyayangkan beberapa pengamat dan politisi lain yang melakukan pembunuhan karakter terhadap Ahok.

“Kita ini kan negara hukum, jangan ada pembunuhan karakter lah. Kalau ada korupsi pasti ditangani penegak hukum. Kita mestinya menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah. Sedangkan tersangka atau terdakwa saja belum bisa dikatakan bersalah sampai ada keputusan hakim berkekuatan hukum tetap,” tegas Yusri.

Belakangan memang santer disebut Ahok bakal menggantikan Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Pada Sabtu (22/7) kemarin, Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade menyatakan pergantian Dirut Pertamina belum diperlukan saat ini.

Menyoal pernyataan Andre itu, Yusri mempertanyakan pernyataan Andre tersebut. “Ada apa ya Andre ini? Jangan-jangan Andre ada masalah dengan Ahok karena beberapa waktu lalu Andre pernah mau memaksa Ahok untuk membeli BUMN sakit,” ungkap Yusri.

Pada 11 Juli 2021 lalu, CERI menyatakan Anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Gerindra, Andre Rosiade terkesan mengintervensi Pertamina melalui Menteri BUMN Erick Tohir agar segera mengakuisisi PT Rekayasa Industri (Rekind).

“Andre Rosiade Gerindra menekan Ahok (Komisaris Utama Pertamina, Basuki TjahajaPurnama) supaya Pertamina Akuisisi BUMN Sakit,” kata Yusri Usman pada MInggu (11/7) lalu.

Selain itu, Andre, kata dia juga minim pemahaman bahwa Pertamina itu juga punya banyak beban penugasan dari pemerintah maupun beban akibat proses bisnis masa lalu yang membebani keuangan Pertamina jangka panjang.

“Akibatnya, manajemen risiko Pertamina akan memberikan pertimbangan bagi Dewan Direksi dan Dewan Komisaris,” papar Yusri.

Kewenangan Presiden

Sementara itu, mengenai gonjang-ganjing pergantian Dirut Pertamina, Yusri menegaskan bahwa kewenangan perombakan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi lima BUMN strategis dan besar selalu keputusan akhirnya diambil oleh Presiden.

“Sebab pemegang saham BUMN ini adalah Pemerintah. Presiden adalah kepala pemerintah. Sementara Menteri BUMN adalah kuasa pemegang saham. Jadi memang selama ini pengambilan keputusan ini dilakukan langsung oleh presiden atas saran dan pendapat dari Menteri BUMN,” tegas Yusri.

Jadi kata Yusri, Pertamina bersama PLN, Telkom, MIND ID dan BUMN strategis lainnya, untuk keputusan akhir perombakan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi dipastikan merupakan keputusan Presiden. (dek)

Ijeck Apresiasi Gerakan Amal Sosial Komunitas Sedekah Jumat

KSJ: H Dhody Taher dan Saharuddin menghadiri pemberian tali asih kepada anak yatim pada kegiatan KSJ berbagi edisi 206 di kampung sedekah KSJ, Desa Petatal, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batubara.

KETUA Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Sumatera Utara H Dhody Taher mewakili H Musa Rajekshah (Ijeck) menghadiri kegiatan berbagi kepada ratusan anak yatim piatu dan kaum duafa yang digagas oleh Komunitas Sedekah Jumat (KSJ).

Bakti sosial edisi 206 ini dilaksanakan di area Kampung Sedekah KSJ, Desa Petatal, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batubara, Jumat (21/7). Dalam kesempatan itu, H Dhody Taher mengapresiasi gerakan amal sosial yang rutin dilaksanakan oleh KSJ yang telah memasuki edisi yang ke 206.

”Saya dan Pak Ijeck jauh hari sudah menjadwalkan untuk meninjau program Kampung Sedekah KSJ ini. Namun beberapa kali waktu kami berbenturan dengan berbagai agenda kegiatan, baik saya di DPRD, ataupun Pak Ijeck di pemerintahan atau agenda partai. Termasuk hari ini, Pak Ijeck mendadak harus ke Jakarta dan tidak bisa hadir bersama kita. Program Kampung Sedekah KSJ akan terus menjadi perhatian kita, agar cepat diwujudkan,” ucap H Dhody Taher.

Menurut H Dhody Taher, apa yang dilakukan KSJ tak jauh berbeda dengan apa yang juga dilakukan oleh Musa Rajekshah selaku ketua DPD Partai Golkar Sumut dan ketua Yayasan H Anif.

“Terlebih pada saat menjabat wakil gubernur Sumatera Utara, Pak Ijeck juga sangat concern terhadap persoalan pemberdayaan ekonomi UMKM, masalah sosial, keagamaan dan pendidikan. Dan terkait perhatian kepada anak yatim piatu dan kaum duafa, kita juga tahu beliau (Ijeck) sangat peka,” sebut H Dhody Taher.

Ketua Umum KSJ Saharuddin menguraikan, pembangunan kampung sedekah KSJ ini akan dievaluasi secara menyeluruh. ”Saya bersama Ir Hermawan Lubis yang merupakan owner PT CBS dan penanggung jawab KSJ Property, serta Andi Setiawan sebagai pengurus lahan kampung sedekah, akan mengevaluasi pembangunan sehingga diharapkan dapat mempercepat segala proses yang terkendala, seperti biaya pembebasan lahan dan pembangunan fisik berbagai fasilitas yang direncanakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, keberadaan kampung sedekah ini diharapkan dapat berkontribusi menyejahterakan masyarakat sekitar melalui gerakan amal sosial dan gerakan sedekah yang dilakukan secara rutin oleh KSJ binaan Kombes Pol (Purn) Ikhwan Lubis SH MH, mantan Kapolres Batubara.

“Kampung sedekah KSJ sesuai rencana akan dibangun berbagai fasilitas yang berfungsi sebagai pemberdayaan kaum duafa dan anak yatim piatu. Agar lebih produktif, disitu juga akan ada pusat pelatihan UMKM hingga tempat pelatihan keterampilan untuk mereka. Kampung sedekah akan terintegrasi dengan rumah tahfiz Al-Quran dan sebuah masjid. Semoga Allah meridhoi seluruh niat baik ini,” tutur Saharuddin.

Program KSJ edisi 206 ini berbagi kepada ratusan anak yatim dan duafa berupa sembako dan tali asih. ”Tersedia juga 2 ton beras murah isi 5 kg/goni dengan kualitas beras premium yang disubsidi dari donator KSJ Rp.10.000/goni diperuntukkan khusus bagi warga duafa,” tutup Saharuddin.

Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan undangan lainnya. Tampak juga Wakil Ketua DPRD Batubara Ismar Khomri dan tokoh agama Ustadz Sofyan MZ. (dmp)

Lepas Kereta Kencana, Tokoh Muda Partai Golkar Sampaikan Pentingnya Persatuan Antar Umat Beragama

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tokoh muda Partai Golkar Kota Medan, Novandi Nasty Sandya SM, mengingatkan tentang pentingnya menjaga persatuan antar umat beragama di Kota Medan. Sebab sejak dahulu, Kota Medan yang telah berusia 433 tahun sangat dikenal sebagai kota yang multikultural.

Hal itu disampaikan Novandi saat menghadiri sekaligus melepas kereta kencana pada perayaan Adhi Maha Puja Shri Mariamman di Kuil Teratai Pasiran Medan, Jalan Teratai, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (22/7/2023) malam.

Dalam perayaan yang mengusung tema ‘Mempererat Tali Persatuan Antar Umat Beragama’ itu, Novandi mengajak seluruh warga Kota Medan, termasuk umat Hindu, untuk bersama-sama dalam membangun Kota Medan.

“Kota Medan yang kaya akan adat budaya tidak terlepas dari keberadaan saudara-saudara umat Hindu yang ada di Kota Medan. Sejak dulu, kita semua bersama-sama dalam menjaga persatuan antar umat beragama. Kedepannya kita harus semakin bersatu, khususnya dalam membangun Kota Medan,” ucap Novandi.

Pantauan Sumut Pos, Novandi hadir bersama Bacaleg DPR RI Partai Golkar, Hasrul Benny Harahap saat pelepasan kereta kencana pada perayaan tersebut. Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh para pemuka agama Hindu di Kuil Teratai Pasiran, Medan.

Pada kesempatan itu, mereka pun mengaku siap dalam mempererat tali persatuan antar umat beragama di Kota Medan, sekaligus bersama-sama dalam membangun Kota Medan yang lebih baik bersama Novandi yang akan maju sebagai Calon Legislatif DPRD Medan pada Pemilu 2024 mendatang.

Diketahui, Novandi akan maju dari Daerah Pemilihan Medan V yang meliputi Kecamatan Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Polonia, dan Medan Maimun.

“Doa kami agar Bapak Novandi dapat menjadi wakil rakyat di DPRD Medan untuk periode (2024 – 2029) mendatang. Kami siap bersama-sama untuk membangun Kota Medan,” pungkasnya. (map)

Kepling Diminta Ikut Berperan Antisipasi Aksi Begal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi begal semakin merajalela belakangan ini. Diharapkan Kepala Lingkungan (Kepling) dapat berperan dalam meminimalisir tindak kejahatan jalanan ini.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan ketika Sosialisasi Produk Hukum Peraturan Daerah (Sosperda) VII, Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan yang digelar di Jalan Pancing Lingkungan 8 dan Lingkungan 7 Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Sabtu dan Minggu (22-23/7/2023).

Menurut Ishaq Abrar, Kepling merupakan unsur perwakilan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karenanya, kepling harus dapat mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakatnya. “Kepling adalah tempat awal menyampaikan berbagai keluh kesah masyarakat, apakah itu berkaitan dengan pelayanan administrasi kependudukan, maupun keamanan dan ketertiban masyarakat. Termasuk aksi kejahatan begal di lingkungan kerjanya,” ujar politisi muda Partai Demokrat ini.

Mengingat peran Kepling yang sangat vital di tengah masyarakat, dibutuhkan sosok yang aspiratif, mengayomi hingga memiliki jiwa kepemimpinan dalam menduduki jabatannya agar berhasil menjalankan visi dan misi pemerintahan di Kota Medan. “Memang kita menyadari, mekanisme perekrutan dan pengesahan Kepling terkesan masih lemah. Tata cara dan persyaratannya ada dan diatur dalam Perda Nomor 9 Tahun 2017. Namun sayangnya, belum berjalan secara maksimal,” tegas Abrar.

Lebih lanjut diungkapkannya, Perda ini telah disahkan dan diundangkan dalam arsip daerah Kota Medan pada tahun 2017. Artinya ada koridor atau ketentuan yang harus dipedomani dalam proses perekrutan kepala lingkungan.

“Pengangkatan dan pemberhentian Kepling harus mengikuti aturan yang ada sebagaimana tertuang dalam Perda ini. Kehadiran Perda ini dimaksudkan agar sistem pemerintahan Kota Medan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebab sebelum adanya Perda ini, usia kepling tidak terbatas, asalkan masih mampu bekerja,” pungkasnya. (adz)

210 Foto Karya Mahasiswa IKO FISIP UMSU Dipamerkan di Focal Point Plaza Medan

Dosen Dr Muhammad Said Harahap, S Sos M IKom bersama ahasiswa IKO FISIP UMSU saat pameran di Plaza Focal Point Jalan Ring Road Medan Sabtu (22/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mahasiswa IKO FISIP UMSU gelar pameran berbagai gendre foto dengan tema “Potret Mata Memandang Budaya Sumatera Utara”, dibuka resmi Wakil Dekan III FISIP UMSU Drs Yusrisna yang disambut antusias dari mahasiswa dan undangan lainnya yang hadir di Plaza Focal Point Jalan Ring Road Medan Sabtu (22/7).

210 foto karya mahasiswa memenuhi semua pelataran aula utama lantai satu Plaza Focal Point Medan dan partisi tambahan yang diletak di dalam aula.

Foto-foto yang dipajang menggambarkan suasana berbagai gendre foto baik art,arsitektur, human interes dan kehidupan masyarakat di Sumatera Utara (Sumut). Pemandangannya terlihat menarik, karena selain bantuan pencahayaan, foto-foto yang dipamerkan juga penuh warna-warni dengan berlatar bingkai hitam.

Di bawah foto yang dipamerkan tertulis nama masing-masing mahasiswa pemilik foto, kelas, dan nomor pokok mahasiswa.

Ketua Pelaksana Syahru Ramadhan Daulay dalam sambutan laporan panitia menyampaikan foto yang dipamerkan ini murni hasil karya mahasiswa Prodi IKO FISIP UMSU angkatan 2021.

“Perihal ide pameran muncul setelah tawaran dari dosen di kelas ketika mengikuti mata kuliah Fotografi yang diasuh dosen Dr Muhammad Said Harahap S Sos M I Kom. Kami semua sepakat untuk membetuk kepanitiaan dan melaksanakan pameran foto hasil karya kami sendiri setelah belajar di kelas,” ujar Syahru Ramadhan.

Selain pameran foto, kegiatan itu juga diisi live music, stand food dan workshop fotografi. Untuk Workhsop fotografi panitia acara menghadirkan narasumber Muhammad Zulfan Dalimunte.

Dr Muhammad Said Harahap, S Sos M IKom, selaku dosen pengasuh mata kuliah fotografi menyambut positif dan apresiasi luar biasa atas ide dan kreasi mahasiswanya. Mereka mendapat pembelajaran dan pengalaman di lapangan seperti komunikasi organisasi, komunikasi negoisasi terhadap pendoor dan pemangku kebijakan pemerintahan Kota Medan serta publick speeking.

“Saya senang dengan adanya pameran foto ini. Antusiasme mahasiswa untuk ikut memamerkan foto hasil karyanya sangat tinggi, foto yang dipamerkan juga bagus-bagus” ucap M Said.

Dosen yang pernah bertugas sebagai Kepala Laboratorium Fotografi FISIP UMSU menambahkan, kegiatan spektakuler ini terlaksana dengan baik meskipun ada sejumlah kendala diberbagai sisi. Namun itu jadi pembelajaran menuju dewasa dalam belajar memotret, mengedit, mencetak, membingkai, hingga terlaksananya pameran ini

“Tahun 2020 hal serupa pernah dilakukan mahasiswa IKO FISIP UMSU angkatan 2018 dan mereka sukses melaksanakan pameran foto di Taman Budaya Medan,” ujar M Said menjelaskan.

Melalui pesan singkat saat dihubungi, Rektor UMSU Prof Dr Agussani M mengatakan, pameran foto ini menjadikan capaian suksesnya dalam pembelajaran ilmu komunikasi bidang fotografi sehingga diimplementasikan lewat pameran foto. Apalagi kalau foto-foto yang dipamerkan muncul dari hasil pembelajaran di kelas dan wujud dari Kampus Merdeka Belajar.

“Apresiasi untuk mahasiswa UMSU dan dosen pengasuh mata kuliah, mudah-mudahan ini akan kita jadikan agenda tahunan Prodi IKO FISIP,” katanya

Rektor juga mendukung penuh kegiatan yang dilakukan mahasiswa Prodi IKO FISIP ini. Menurutnya, ini salah satu wujud dari konsep kampus Merdeka Belajar berupa pembelajaran di luar kelas, seperti yang digaung-gaungkan
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim. “Manfaatkanlah kesempatan ini. Banyak fotografer sukses dari kegiatan-kegiatan seperti ini,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara pembukaan pameran foto ini di antaranya WD III FISIP UMSU Drs Yurisna M AP, FISIP Zulfahmi Ibnu, M IKom, Sekretaris Prodi Fazal Hamzah Lubis M I Kom, Dosen lainnya Dr Leliya, pemilik Gedung Focal Point Plaza, Palacheta serta perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan Muhammad Zulfan Dalimunte. (rel/tri)

Digitalisasi dan Rantai Pasok Halal Perkuat Pengembangan Eksyar Sumatera

Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera di Medan, Jumat (21/7/2023), (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penguatan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar), khususnya di wilayah Sumatera, telah dicapai melalui sejumlah langkah, utamanya melalui akselerasi digitalisasi. Rantai pasok halal (halal value chain) turut menjadi elemen penting dalam pengembangan eksyar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia,
Juda Agung dalam upacara pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera di Medan, Jumat (21/7/2023),
menyampaikan, bahwa kunci keberhasilan mendukung ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan dukungan digital.

Untuk itu, di Sumatera terdapat penguatan berbagai upaya akslerasi digitalisasi untuk bidang eksyar yaitu digitalisasi sertifikasi halal dan digitalisasi keuangan sosial
ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqah, dan Wakaf).

“Berbagai inisiatif digitalisasi kemudian dilakukan Keuangan Syariah Melalui Dukungan Digitalisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatera
yang Inklusif,” ujar Juda Agung.

Lebih lanjut, Deputi Gubernur Juda menyampaikan bahwa terdapat tiga celah pengembangan eksyar yang perlu diisi. Pertama, masih ada pangsa eksyar yang perlu dikembangkan, misalnya industri wisata muslim. Kedua, pangsa pasar keuangan syariah masih stagnan pada 10% di tengah ekspansi produk keuangan syariah yang masih terbatas. Dan ketiga, aspek literasi yang menunjukkan indeks
literasi ekonomi syariah Indonesia masih pada posisi 23,3%, masih jauh dari targetnya 50% pada tahun ini.

Di Sumatera, berdasarkan survei BI, masyarakat terliterasi eksyar tertinggi adalah Sumatera Barat (66%), disusul Sumut, Aceh, dan Jambi yang berkisar 20%.

Pada kesempatan ini, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera 2023 sebagai wadah akselerasi pengembangan ekonomi syariah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Lebih lanjut dikatakan, merespons pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia yang terus meningkat, pemerintah terus berupaya untuk memperluas dan mempercepat capaian sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku UMKM melalui sosialisasi, pendampingan, dan program SEHATI (Sertifikasi Halal Gratis).

Selain itu, melihat potensi industri halal di Indonesia dan respons pasar global yang begitu besar, kolaborasi perlu terus dilakukan untuk membangun ekosistem halal berkelanjutan, termasuk meningkatkan keterlibatan UMKM dalam ekonomi syariah.

Mewakili Gubernur Sumut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sumut, Agus Tripiyono, menyampaikan, Pemerintah Sumut dan BI secara konsisten bersinergi
mengimplementasikan berbagai program pengembangan eksyar, termasuk ekosistem rantai halal.

Terdapat program industri kreatif syariah atau IKRA, yang dihapkan memimpin industri Indonesia berorientasi internasional. Selain itu telah dibentuk Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren
(HEBITREN), yang diharapkan menjadi katalis bagi penguatan usaha bisnis Pesantren Sumatera hingga nasional.

Pemprov Sumut berharap kehadiran berbagai lembaga perekonomian beriorientasi Islam memperkuat ikhtiar membangun perekonomian syariah di Sumut. (dek)