Home Blog Page 13222

Sumut Kekurangan Pemandu Wisata

MEDAN- Sebagai salah satu daerah yang memiliki kawasan wisata yang indah, Sumatera Utara masih kekurangan tour guide atau pemandu wisata. Padahal, di masa-masa liburan sekolah, kawasan wisata Sumut selalu mengalami kenaikan hingga 50 persen.

“Kita kekurangan sekitar 30 hingga 40 pemandu wisata, padahal bekerja dibidang ini sangat menyenangkan,” ujar Kepada Dinas Pariwisata Sumut, Naruddin Dalimunthe dalam acara Pembinaan/Pelatihan Tour Guide di Sumatera Utara di Hotel Soechi Medan (16/7) lalu. Diharapkan dengan penyelenggaraan acara ini akan menghasilkan tenaga muda pemandu wisata. “Dengan acara pembinaan ini diharapkan dapat menciptakan pemandu wisata baru,” lanjutnya.
Apalagi memasuki musim liburan, maka kebutuhan akan pemandu wisata akan meningkat sekitar 20 persen. Terutama ke kawasan wisata daerah, seperti Danau Toba, Brastagi, Bukit Lawang, dan lainnya. “Menurut data HPI (Himpunan Pemandu wisata Indonesia), saat ini kita hanya memiliki 195 pemandu wisata yang aktif. Baik yang freelance maupun yang telah tetap,” ungkap Naruddin.

Ditambahkannya, menjadi seorang pemandu wisata, bukanlah menjadi hal yang sulit. Tetapi, bukan pula hal mudah. Selain harus menguasai bahasa internasional (Inggris), seorang guide tour juga harus memiliki kepribadian yang ramah, dan santun dalam bertutur kata. Selain itu, seorang pemandu harus memiliki pengetahuan budaya terkait wisatawan yang akan dipandunya. “Selain bahasa, sopan santun, dan pengetahuan budaya sangat penting untuk dikuasai. Karena mereka merupakan unjung tombak Sumut dan Indonesia itu sendiri,” tambahnya.

Menjadi pemandu wisata akan memberikan penghasilan yang memadai. Karena pada umumnya, pemandu wisata ini akan dibayar secara profesional. Walaupun dia masih baru. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu anggota HPI Sumut yang juga pemandu wisata freelance di berbagai agen perjalanan di Medan, Aisyah. “Perharinya kita dibayar minimal Rp200 ribu. Jadi, sebulan kita mengantongi minimal Rp3 juta,” ujar Aisyah. Harga tersebut untuk perjalanan dalam kota, sedangkan untuk di daerah perkotaan akan ada penambahan lagi. (ram)

Ramadan Penuh Berkah dari Indosat

MEDAN- Ramadan tahun ini, PT Indosat memberikan kemudahan bagi pelanggannya melalui isi ulang pulsa (reload). Bukan hanya memberikan gratis sms, Indosat juga memberikan gratis telepon, dan internetan selama 2 hari 3 malam.

“Program Ramadan Makin Penuh Berkah ++ ini kita berikan untuk kemudahan bagi pelanggan setia kita. Kita sadari bahwa setiap ramadhan kebutuhan komunikasi masyarakat meningkat, karena itu kita lakukan kemudahan ini,” ujar General Manager PT Indosat Sumatera Bagian Utara, Gede Krishna Jaya, dalam acara temu pers peluncuran program Ramadaan Makin Penuh Berkah ++ di kantor Indosat jalan Perintis Kemerdekaan Medan (19/7) lalu.

Dirinya menyatakan, untuk program ini berlaku bagi pengguna Indosat untuk jenis kartu apa saja. Seperti Metnari, IM3, dan Matrix. Bahkan pengisian pulsanya juga dibebaskan, mulai dari elektrik maupun oucher fisik, mulai dari nominal Rp10 ribu. “Misalnya isi pulsa Rp10, pengguna secara otomatis akan mendapatkan gratis sms, telepon, dan internetan gratis sesama Indosat,” lanjutnya.

Sementara itu, Head of Sales Area edan PT Indosat, Idil Darwan menyatakan setiap program baru yang dilakukan oleh Indosat selalu menambah pelanggan setia. Karena itu, program Ramadhan Makin Penuh Berkah ini diharapkan juga memberikan masukan pelanggan minimal 20 persen. “Tahun lalu, kita merayakan 50 juta pelanggan Indosat, saat program Indosat Anti Galau ada penambahan penjualan nomor dan penambahn reload Indosat, sebsar 20 persen, karena itu dengan program ini kita dapat menambah   pelanggan kita,” ujar Idil dikesempatan yang sama.

Program yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 14 Agustus 2012 ini sangat mudah dan menguntungkan dibandingkan dengan paket yang lain, seperti bonus yang akan tetap tersedia walau mengaktifkan paket lain, bonus yang bersifat kumulatif, dan berlaku untuk semua jenis voucher Indosat. “Untuk pengaktifan cukup sekali selama periode,” tambah Idil. Untuk pengaktifan dapat dilakukan dengan menekan *123*1*1# atau sms dengan menggetik gratis (spasi) 123.
Seperti diketahui saat Ramadan dan lebaran, kebutuhan komunikasi masyarakat akan terus meningkat, agar komunikasi ini lancar selama bulan tersebut, Indosat telah membangun 100 BTS di wilayah Sumbangut. “Dimana 70 persennya berada di Medan, ini akan memberikan kemudahan bagi pengguna data,” tambah Idil.

Selain lauching program terbaru produk Indosat ini, kesempatan tersebut juga Indosat memberikan sumbangan ke Panti Asuhan Aisyah dalam bentuk CSR.
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi pelanggan yang melakukan reload. (ram)

Gapkindo Akan Adakan Pertemuan dengan Thailand dan Malaysia

MEDAN- Harga karet yang terus menurun membuat Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) akan segera melakukan pertemuan dengan negara Malaysia dan Thailand. Pertemuan tersebut akan membahas pengurangan ekspor ke buyer, dengan harapan harga karet akan naik. Saat ini, harga karet berkisar Rp22.500-Rp24.500 perkilo pada hari sabtu kemarin, dibandingkan harga pada senin (9/7) yang lalu berkisar Rp22.800-Rp24.800 dipasaran pabrik.

“Pertemuan tersebut akan dilakukan secepat mungkin. Tapi jelasnya kapan saya kurang tahu,” ujar Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Fitra Kurnia.

IMT (Indonesia, Malaysia, dan Thailand) merupakan 3 negara pengekspor karet. Krisis ekonomi global yang menimpa negara-negara buyer membuat permintaan karet terus menurun. Sehingga secara tidak langsung akan membuat harga karet terus menurun. Dengan pertemuan ini, diharapkan negara pengekspor akan mengurangi ekspor karetnya, sehingga harga karet terdongkra. “Kebijakan pengurang ekspor karet ini pernah dilakukan pada tahun 2010 yang lalu. Terbukti, harga karet naik dari US$1,6 menjadi US$3 hingga 4 perkilonya,” tambah Fitra.

Seperti diketahui, salah satu negara tujuan ekspor Sumut adalah India, Cina, USA, Korea, dan Taiwan. Dimana semua negara itu menggunakan karet untuk produk ban mobil. “Nah, krisis eropa berdampak pada perekonomian negara. Krisis ekonomi membuat permintaan akan mobil juga turun, sementara kita terus ekspor,” lanjut nya.

Dari Surat Keterangan Asal (SKA) Disperindag Sumut diketahui, ekspor karet sumut mengalami penururnan sebesar 13,61 persen atau 92.381.036 kg pada Juni 2012. Padahal pada periode yang sama volume ekspor karet Sumut sebesar 107.139.100 kg. “Selama ini, karet alam sumut kebanyakn untuk ban mobil, sedangkan untuk membuat produk yang lain masih kecil. karena itu, hanya bertumpu pada negara-negara buyer yang setiap tahun itu-itu saja.” Papar Fitra. Seperti diketahui, negara tujuan ekspor karet yaitu India, Cina, USA, Korea, dan Taiwan.

Sementara itu, Edy Irwansyah, Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut membenarkan akan adanya pertemua IMT tersebut. Dan apa inti dari pertemuan tersebut belum dapat dipublikasikan. “Kalau itu nantinya kan sudah jadi rahasia negara. Nanti tiba-tiba sudah masuk saja releasenya ke kita tentang keputusan pertemuan tersebut.” Ujar Edy.

Dirinya menambahkan kebijakan untuk pengurangan ekspor ini harus dilakukan untuk menyelamatkan harga, dan petani. “Kalau harga karet sudah dibawah US$3, maka ekspor harus dikurangi, semoga saja semuanya akan seperti tahun-tahun sebelumnya tentang kebijakan karet,” tutup Edy. (ram)

BLH Medan Gelar Sosialisasi Perpu Lingkungan Hidup

MEDAN-  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan selama 2 hari menggelar sosialisasi Peraturan Undang-undang (Perpu) Bidang Lingkungan Hidup (BLH) bagi pelaku usaha, di Hotel Dharma Deli Jalan Balai Kota Medan, Rabu hingga Kamis (11-12 Juli 2012) .

Turut hadir dalam acara tersebut narasumber Biro Hukum dan Humas Kementrian Lingkungan Hidup RI, Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup, pelaku usaha/kegiatan industri, bengkel, doorsmeer dan instansi terkait.

Dalam sambutannya Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Medan, Ir Arief S Trinugroho didampingi Kabid Penyuluhan dan Penegakan Hukum BLH Kota Medan, Herbeth Gultom SH MAP mengatakan, sosialisasi ini guna meningkatkan kesadaran, tanggung jawab dan kepedulian pelaku usaha dan masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kota Medan.

Arief menuturkan, sebagai upaya untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. “Salah satu upaya yang kita lakukan adalah dengan melaksanakan sosialisasi UU No.32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Peraturan Pemerintah No.27/2012 tentang Izin Lingkungan kepada para pelaku usaha,” katanya.

Arief menambahkan, saat ini pelaku usaha baik usaha kecil  sampai dengan usaha besar wajib memiliki izin lingkungan karena hal ini berkaitan erat dengan pengurusan izin-izin usaha lainnya seperti HO, SIUP, SITU dan TDP. “Jika izin lingkungan tidak diurus maka izin yang lainnya juga tidak akan keluar. Pengurusan izin lingkungan ini tidak dikenakan biaya atau dengan kata lain gratis dan berlaku untuk seumur hidup, kecuali ada perubahan-perubahan tertentu,” ujarnya.

Dalam paparannya kepada publik, Staf Biro Hukum dan Humas KLH, Tris Mardiyati SH CES menjelaskan, tentang tahapan prosedur dokumen lingkungan hidup diantaranya SPPL (surat pernyataan kesanggupan pengelolaan lingkungan hidup) dilanjutkan dengan DPLH (dokumen pengelolaan lingkungan hidup), UKL-UPL (upaya kelola lingkungan hidup/upaya pemantauan lingkungan hidup), DELH (dokumen evaluasi lingkungan hidup), dan AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan hidup).

Masing-masing tahapan ini, sebut Tris, wajib dimiliki setiap usaha, tergantung jenis usaha itu sendiri. Salah satu contoh, jelasnya, usaha rumah makan, bengkel dan usaha kecil lainnya, cukup hanya memiliki SPPL (surat pernyataan kesanggupan pengelolaan lingkungan hidup). “Dan itu wajib ada, jika tidak maka usaha tersebut dapat saja ditutup akibat ketidaksiapannya si pemilik untuk menjaga kelangsungan lingkungan hidup sekitarnya,” ujarnya.

Bagi setiap usaha dan industri yang ada, lanjut Tris, khusus di Kota Medan ini perlu ditinjau apakah sudah memiliki izin tersebut. “Untuk itu, perlunya sosialisasi ini agar masyarakat dan juga pejabat terkait paham, sehingga dalam mengeluarkan izin tersebut benar-benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika ada yang melanggar peraturan tersebut, maka dikenakan sanksi pidana. Salah satu contoh, melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan, sanski pidana 1 tahun, maksimun 3 tahun. Denda minimum 1 miliar dan maksimum 3 miliar,” bebernya.

Untuk sanksi bagi yang membakar lahan, jelasnya, dikenakan Pasal 108 UU No. 32/2009 dengan denda pidana minimal 3 tahun atau maksimum 10 tahun penjara, denda minimum Rp3 M atau Rp10 M. “Undang-Undang ini sangat tegas dan perlu untuk dipahami segala lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Yunizon SH MH dari Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan, bahwa PP 27/2012 mengatur hubungan (interface) antara izin lingkungan dengan proses pengawasan dan penegakan hukum. Menurutnya, sasaran dari terbitnya PP 27/ 2012 ini adalah terlindungi dan terkelolanya lingkungan hidup sedangkan sasaran mikro dari terbitnya peraturan ini adalah memberi dasar hukum yang jelas atas penerapan instrument izin lingkungan dan memberikan beberapa perbaikan atas penerapan instrument amdal dan UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup-Upaya Pemantauan Lingkungan) di Indonesia.

“Salah satu hal yang juga penting dalam PP ini adalah semakin besarnya ruang bagi keterlibatan masyarakat khususnya masyarakat terkena dampak dalam hal penentuan keputusan mengenai layak tidaknya rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut,” pungkasnya.(jon)

Dahlan Jajal Bogor

Kendarai Mobil Listrik ke Luar Kota

MENINJAU: Menteri BUMN Dahlan Iskan meninjau gardu listrik  Kedung Badak Bogor Jawa Barat usai mengendarai mobil listrik dari Jakarta, Minggu(22/7).//Alex Perdana/Radar Bogor/JPNN
MENINJAU: Menteri BUMN Dahlan Iskan meninjau gardu listrik di Kedung Badak Bogor Jawa Barat usai mengendarai mobil listrik dari Jakarta, Minggu(22/7).//Alex Perdana/Radar Bogor/JPNN

BOGOR-Setelah melakukan uji coba mobil listrik Ahmadi di sekitar Jakarta saja, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan kembali menggeber kendaraan ramah lingkungan tersebut menuju Bogor, kemarin.

Maksud kedatangan menteri nyentrik itu ke kota hujan bertujuan ingin mengetahui sejauh mana kemampuan
dan daya tahan mobil listrik besutan Dasep Ahmadi itu jika dibawa melakukan perjalanan jauh.

Dahlan berangkat menuju Bogor dari kediamannya di kawasan Semanggi sekitar pukul 08.00 melalui tol Semanggi via Jagorawi dan Bogor Outer Ring Road (BORR). Mobil listrik seri G 5.0 warna hijau itu sempat berhenti di kantor Jasa Marga tol BORR selama satu jam untuk mengisi batere yang dilakukan tim teknisi PT Sarimas Ahmadi Pratama (SAP) sebagai pembuat mobil listrik tersebut.

Setibanya di kantor APJ PLN Bogor pukul 11.30, Dahlan sempat mengemudikan Ahmadi mengitari halaman kantor sebelum parkir untuk kembali melakukan pengisian baterei.

“Ini uji coba perdana Ahmadi ke luar kota, karena selama lima kali test drive hanya dilakukan di sekitar Jakarta saja,” kata Dahlan kepada wartawan, kemarin.

Mantan CEO Jawa Pos itu mengaku, jarak tempuh yang digeber dirinya untuk tiba di Bogor kurang lebih mencapai 60 kilometer. Sebab, jika lebih dari itu, tenaga baterei akan cepat habis terutama jika melewati tanjakan menaik serta jalan rusak. “Karena saya khawatir batereinya tidak sampai ke Bogor, di tol BORR sempat dilakukan isi ulang agar tidak lowbet di tengah jalan,” jelasnya.

Ditanya kendala apa yang dihadapi Dahlan saat mengemudikan Ahmadi, ia mengaku sejauh ini tidak ditemukan masalah teknis kecuali daya tahan baterei yang tergantung pada jarak tempuh.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada koreksi dari pria yang sempat menjalani transplantasi hati tahun 2006 itu. “Kalau malam hari, display speedometer terlalu terang. Tapi itu bukan masalah,” ucapnya.

“Sekarang, saya tinggal tunggu pemasangan mesin pendingin yang akan dilakukan pekan ini,” tambahnya lagi.

Selama enam hari uji coba Ahmadi, Dahlan mengaku hanya mengisi baterai sebanyak dua kali dan isi ulang sekali dengan total listrik terpakai sebanyak 1,9 volt sejauh 7 kilometer.

Untuk pengisian ulang baterei, ada dua tahap yakni melalui quick charging dan charging manual. “Untuk quick charging bisa dilakukan hingga 20 menit dan manual bisa sampai empat jam,” jelas Dahlan.

Selain itu, tambahnya, dibutuhkan aki yang khusus untuk mobil listrik yang akan disuplai oleh pabrik pembuat aki di Cileungsi, Kabupaten Bogor. “Mungkin tahun depan baru suplai aki bisa digunakan karena jarang ada pabrik yang mau memproduksinya karena tidak ada yang menggunakan mobil listrik,” tuturnya.

Terkait wacana pembangunan pabrik mobil listrik, Dahlan mengungkapkan hal itu akan dilakukan pemerintah di tahun depan saat produksi kendaraan telah mencapai 5000 unit. “Insya Allah, BUMN akan bangun pabrikan mobil untuk memproduksi secara massal ke pasaran,” ungkapnya.
Usai menjajal ketahanan mesin dan baterai di Kota Bogor, Rencananya hari ini, Dahlan langsung menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri untuk merumuskan policy mobil listrik ini. Rapat yang akan dikomandoi Menko Perekonomian, Hatta Rajasa ini akan merumuskan kebijakan teknis terkait keberadaan mobil listrik dan hybrid.

“Pemerintah harus memberikan insentif kepada pengguna mobil listrik dan hybrid. Selain itu, kami juga akan merumuskan aturan jelas keberadaan mobil tersebut di STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan),” jelasnya.

Ditanya tentang pesanan mobil listriknya yang menyerupai Ferari itu, Dahlan menegaskan, mobil miliknya bakal selesai paling lambat tiga minggu lagi. Namun, ia akan melakukan beberapa kali test drive dahulu di sekitar Yogyakarta sebelum dibawa pulang ke Jakarta melalui perjalanan darat.
“Pastinya, akan saya gunakan sebagai kendaraan pribadi. Namun, itu butuh proses beberapa kali uji coba sebelum memastikan penggunaannya,” tutupnya. (rur/jpnn)

Mogok di Hari Pertama, 100 Km/Jam Hari-hari Berikutnya

“Mogok lagi ya, Pak?” tanya seorang wartawan melalui SMS. Rupanya, sekitar pukul 17.00 itu Twitter sudah ramai berkicau bahwa uji coba hari kedua mobil listrik Ahmadi ini mogok lagi. Bukan main senangnya mereka yang berharap proyek mobil listrik itu gagal. 

Maka, untuk menambah kegembiraan itu, saya pun menjawab sekenanya: Mogoooooook! Hehehe!

Saat itu sebenarnya uji coba belum dimulai. Jam-jam itu (Selasa, 17 Juli 2012) saya masih bersama wartawan di restoran di Depok, 2 km dari workshop milik Dasep Ahmadi. Uji coba baru akan dimulai pukul 19.00. Memang awalnya uji coba dilakukan pada pukul 15.00. Yakni, setelah saya kembali dari mengikuti Bapak Presiden SBY menghadiri HUT GP Ansor di Solo.

Begitu tiba di Depok, ternyata mobil belum siap. Belum mulai di-charge. Bahkan, belum bisa di-charge. Masih ada persoalan yang belum terpecahkan: Mengapa charging-nya tidak berfungsi.”Beberapa teknisi (anak-anak lulusan SMK, D-3, dan madrasah aliyah) masih mencari-cari di mana kabel yang tidak nyambung. Dasep Ahmadi, pencipta mobnas listrik itu, terlihat batuk-batuk kecil. Wajahnya kusut dan rambutnya berantakan.

Kelihatan sekali Dasep kurang tidur. Sudah seminggu memang Dasep dan anak buahnya begadang siang-malam.

Mereka terus mencari penyebab ‘mogoknya’ mobil listrik itu di uji coba hari pertama. Sungguh penasaran: Mengapa mobnas listrik Ahmadi itu tiba-tiba kehilangan power justru ketika perjalanan sejauh 50 km tersebut kurang 1 km lagi.

Memang perjalanan itu akhirnya tiba juga di pintu masuk gedung BPPT, tujuan akhir perjalanan. Namun, 1 km terakhir itu (antara Bundaran Hotel Indonesia ke BPPT) dilakukan dengan sangat pelan dan beberapa kali terhenti.

Syukurlah, pengecekan satu per satu kabel yang banyak itu akhirnya menemukan penyakit yang dicari: Ada sambungan kabel menuju accu yang ternyata tidak nyambung. Jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Tidak nyambungnya itu tidak gampang dilihat karena connecting-nya di dalam boks kecil.

Pantas listrik untuk uji coba hari pertama itu hanya cukup untuk dari Depok ke Bundaran Hotel Indonesia. Pantas untuk bisa menyelesaikan sisa 1 km terakhir itu harus berhenti dulu beberapa saat. Ternyata, charging malam menjelang uji coba pertama tersebut tidak bekerja. Berarti uji coba hari pertama itu hanya menggunakan sisa setrum yang lama.

Tentu itu bukan masalah yang besar. Bahkan, amat sepele. Begitu konektornya diberesin, charging bisa dilakukan lagi. Jreng! Charging berjalan lancar. Aliran listrik masuk ke dalam accu dengan derasnya.

Sambil menunggu pengisian listrik itulah, kami menuju restoran dengan perasaan lega. Bahwa di Twitter sudah beredar mobnas mogok lagi, saya anggap sebagai lauk santap sore.

Lantaran charging baru dimulai pukul 16.00, berarti uji coba kedua itu baru bisa dilakukan paling cepat pukul 19.00. Hari sudah malam. Tapi, kami mensyukurinya. Sekalian bisa diuji apakah lampunya berfungsi. Ternyata, tidak masalah.

Masalah baru justru ketika menapaki tanjakan terjal yang ternyata gagal. Dasep Ahmadi, yang berada di sebelah saya, langsung mengambil kesimpulan: Pengaturan gear-nya kurang tepat. RPM-nya terlalu besar. Ibarat mobil biasa yang menanjak dengan gigi 5.

Persoalan tanjakan itu tentu lebih serius daripada persoalan mogok di hari pertama. Tapi, saya yakin bahwa Dasep akan bisa mengatasinya. Lulusan Teknik Mesin ITB yang memperdalam ilmunya di Jerman dan Jepang tersebut sangat mampu di bidang itu.

Bukankah Dasep sudah mampu membuat, memproduksi, dan mengekspor mesin NCR” Mesin yang fungsinya untuk membuat mesin itu” Itu jauh lebih sulit daripada membuat mobnas listrik. Dia sudah terbukti bisa membuat “ibunya” mesin. Tentu persoalan pindah gear bisa dia atasi.
Malam itu, untuk mencapai puncak tanjakan, mobil terpaksa harus didorong. Setelah melewati tanjakan tersebut, mobil kembali meluncur dengan gesitnya. Apalagi ketika memasuki jalan tol Jagorawi. Sangat mulus dan cepat. Satu-satunya “hantu” di otak adalah bayangan kehabisan setrum. Karena itu, teman-teman Jasa Marga menyiapkan fasilitas charging di pintu-pintu tol.

Ternyata, hantunya tidak muncul. Staf Jasa Marga yang telanjur siap di pintu tol tidak perlu turun tangan. Mereka melambai-lambaikan tangan saat mobnas listrik hijau ngejreng itu melewati pintu tol tanpa persoalan.

Di jalan tol itulah kesempatan uji kecepatan dilakukan: 60, 70, 80, 90, dan akhirnya 100 km/jam. Stabil dan cepat. “… alangkah senang hatiku, hidup bersama denganmu … “. Baru di dekat Taman Mini Indonesia Indah kecepatan harus diturunkan: Hujan turun meski tidak deras. Wah, sekalian dapat ‘bonus’ bisa uji coba kestabilan dan penyapu kaca. Nema problema!

Bahkan, saat melewati Cawang yang agak menanjak itu, mobil meluncur dengan kecepatan 60 km/jam. Di sepanjang tol kawasan Gatot Subroto juga sing-sing-so. Maka, kami tiba di Pacific Place dengan horeee…! Saya berhenti sejenak di sini karena harus memenuhi undangan menteri BUMN yang sebenarnya, Tanri Abeng. Setelah itu, kami memacu lagi mobnas listrik tersebut ke acara lain di Wisma Antara di dekat Monas.

Menjelang tengah malam, mobil saya bawa pulang. Sekalian sudah saatnya di-charge lagi. Saya menggunakan colokan listrik Pacific Place karena rumah saya dekat-dekat situ. Besok paginya akan saya gunakan ke Monas: olahraga di sana.

Tentu saya masih penasaran pada kegagalan melewati tanjakan malam itu. Di hari ketiga ini saya coba menaiki tanjakan di halaman gedung Kementerian BUMN yang juga terjal. Ternyata, sama sekali tidak masalah. Saya muter sekali lagi untuk mengulanginya. Juga tidak masalah. Saya ulangi untuk kali ketiga: juga laa musykilah! Kabar baik itu segera saya sampaikan ke Dasep Ahmadi. Untuk tambahan bahan analisis.

Siangnya, uji coba dilanjutkan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Saya memang harus ke Solo’Magetan’Jogja. Menjelang Semanggi, timbullah waswas: Bagaimana kalau tidak kuat menanjaki jembatan Semanggi yang selalu macet itu? Kalau sampai mogok, alangkah macetnya!
Tapi, tidak boleh mundur. Tidak boleh ragu-ragu. La tahzan! Hanya, saya siapkan juga langkah darurat: Mobil khusus mengikutinya di belakang. Kalau tidak kuat menanjak, dorong saja dengan mobil itu. Paling rusak sedikit. Ternyata, mobnas listrik tersebut bisa merambati tanjakan itu dengan mulus. Segera pula kami kabarkan ke Dasep Ahmadi.

Lolos tanjakan Semanggi, tentu tidak ada lagi tantangan berikutnya. Rasanya, tidak akan ada faktor yang menyebabkan saya ketinggalan pesawat. Bahkan, di tol menuju bandara itu saya sempat memacu 70, 80, 90, dan akhirnya 100 km/jam. Terlihat beberapa mobil mengejar kami, membuka kaca dan melambaikan tangan mereka. Praktis, uji coba di hari ketiga itu tidak mendapatkan pelajaran baru: Semuanya lancar dan mulus.
Hari berikutnya, tidak banyak kesempatan uji coba. Saya baru tiba dari Jogja tengah hari. Dari bandara, langsung mengikuti sidang kabinet di istana. Maka, mobnas listrik Ahmadi saya minta menjemput di Istana Merdeka. Setelah sidang kabinet usai, saya meninggalkan istana dengan mengendarai mobnas listrik tersebut.

Dalam hati, saya berjanji untuk tidak mengecewakan istana. Saya bangga dengan dukungan yang begitu kuat dari Bapak Presiden SBY untuk kelahiran mobil listrik itu. Saya juga bertekad untuk tidak mengecewakan para rektor yang telah membeberkan hasil riset mereka yang mendalam mengenai mobil listrik tersebut.

Sepanjang perjalanan pulang dari istana, saya banyak tersenyum. Di samping karena mobnas listrik sudah masuk istana, dalam sidang kabinet sore itu Presiden SBY juga menggunakan bahasa terang: Seluruh menteri dan anak buahnya, termasuk seluruh jajaran BUMN, tidak boleh main kongkalikong dengan DPR soal anggaran negara!

Saya akan kian tegas menerapkan penegasan Presiden SBY itu ke dalam jajaran BUMN!

Hari kelima, Jumat, 13 Juli 2012, uji coba dimulai pukul 05.00: menuju Monas. Setelah berolahraga, saya mencoba lagi tanjakan di halaman Kementerian BUMN beberapa kali. Tidak ada masalah. Lantas, saya bawa mobnas listrik itu ke PLN pusat dan saya tinggal di situ. Begitu banyak teman PLN yang mencobanya: Dirut Nur Pamudji, Direktur Murtaqi Syamsudin, Direktur Harry Jaya Pahlawan, dan seterusnya.
Selama lima hari uji coba, rasanya persoalan tanjakanlah yang terberat. Kalau persoalan itu terpecahkan, kita benar-benar menaruh harapan akan proyek tersebut.  Benar kesimpulan penelitian UI, UGM, ITB, ITS, dan UNS yang disampaikan di sidang kabinet di Jogjakarta dua bulan lalu: sudah saatnya mobil listrik harus diproduksi. Sekarang juga.

Setelah lima hari uji coba itu, saya selalu membayangkan: alangkah sehatnya hidup ini kalau tidak harus menghirup asap knalpot yang begitu tebal setiap hari. Alangkah leganya napas kita kalau semua kendaraan beralih ke listrik. Langit Jakarta akan cerah lagi. Paru-paru akan bernapas lega.
Dan, tidak akan ada lagi demo BBM yang begitu masif dan begitu ributnya!

Bus listrik LIPI sudah lahir dengan sempurna. Saya sudah mencobanya dengan kesimpulan yang meyakinkan: sudah andal di tanjakan. Mobil listrik Ahmadi sudah lima hari diuji coba. Tiga minggu lagi lahir pula tiga mobil listrik berikutnya.
Era mobil listrik Indonesia segera tiba! (*)

 

Tersangka BNI 46 Segera Dipanggil

Kejatisu Mengaku Kurang Data

MEDAN-Akhirnya Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) akan memanggil empat tersangka kasus dugaan penyimpangan penyaluran kredit fiktif di BNI 46 Cabang Jalan Pemuda Medan senilai Rp129 miliar. Meski begitu, belum ada kepastian waktu soal pemanggilan itu.

“Kita akan koordinasikan dengan tim penyidik. Nantinya akan dijadwalkan pemanggilan kembali terhadap tersangka untuk menjalani pemeriksaan. Pada Jumat (20/7) kemarin, kita juga sudah melakukan gelar kasus. Jadi nanti dijadwalkan pemanggilan para tersangka,” ujar Kasi Penkum Kejatisu Marcos Simaremare, Minggu (22/7).

Begitupun, pemeriksaan tersebut tampaknya tak banyak membantu. Sebab hingga kini kasus itu tak juga naik ke Pengadilan Tipikor Medan untuk disidangkan meski sudah memeriksa puluhan saksi. Diduga kasus tersebut sengaja ‘dipetieskan’ pihak Kejatisu.Menurut Marcos, kasus tersebut mulai memasuki tahap akhir penyidikan. Hingga kini pihaknya masih menunggu hasil audit dari BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) Sumut. Namun saat ditanyakan berapa lama waktu yang diperlukan, pihaknya enggan berkomentar lebih lanjut.

“Mulai memasuki tahap akhirnya Dek. Kita masih melengkapi data dan berkoordinasi dengan BPKP. Karena ada beberapa data yang kurang dan harus dilengkapi lagi. Datanya masih banyak yang kurang. Makanya, kita harus beberapa kali melakukan koordinasi,” ucapnya.

Disebutkannya, untuk pendalaman kasus tersebut sendiri membutuhkan waktu lama. “Saat ini kita melakukan pendalaman kasus. Sejumlah saksi termasuk dari BNI maupun BI sudah beberapa kali dimintai keterangan. Penyidik sedang menelusuri ke mana sebenarnya aliran dana itu,” terangnya.
Saat disinggung mengenai status penahanan empat tersangka yang hingga kini menjadi tahanan kota, Marcos enggan menjelaskannya. “Seperti yang pernah dijelaskan, mereka tidak ditahan karena ada kepentingan penyikan. Sejumlah barang bukti juga sudah sama kita,” ungkapnya.

Seperti diketahui, keempat tersangka di antaranya Radiyasto selaku pimpinan Sentra Kredit Menengah BNI Pemuda Medan, Dasrul Azli selaku pimpinan Kelompok Pemasaran Bisnis BNI Pemuda Medan, Mohammad Samsul Hadi yang merupakan Pimpinan Rekanan dan Kantor Jasa Penilaian Publik, serta Titin Indriani selaku Relationship BNI SKM Medan masih bebas berkeliaran.

Padahal penyidik Kejatisu telah menetapkan keempatnya sebagai tersangka sejak Oktober 2011 lalu. Namun selama sepekan menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjunggusta Medan, penyidik Kejatisu malah menetapkan keempat tersangka sebagai tahanan kota. Bahkan Boy Hermasnyah selaku Direktur PT Bahari Dwi Kencana Lestari, yang merupakan pelaku utama kasus tersebut dimana identitasnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Interpol sejak 17 Oktober 2011 lalu belum diketahui rimbanya.

asus ini bermula dari permohonan kredit PT BDKL yang dipimpin Boy Hermansyah kepada BNI Medan pada tahun 2009. Saat itu, Boy mengajukan pinjaman sebesar Rp133 miliar untuk pengembangan usaha, dan yang dikabulkan Rp129 miliar. Namun dalam proses peminjamannya, diduga Boy menggunakan agunan usaha yang telah di agunkannya ke bank lain. Penyidik Kejatisu menemukan adanya penyimpangan peminjaman dana kredit yang dilakukan oleh Boy, yang menyebabkan kerugian negara.

Disarankan Minta Uang ke Kejagung

Sementara itu, anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menyesalkan pernyataan pihak Kejatisu yang mengatakan tersendatnya penanganan kasus tersebut disebabkan minimnya anggaran penanganan perkara.

Menurut Martin, jika Kejatisu merasa kekurangan dana, ya mestinya ngadu ke Kejaksaan Agung. “Ya dia harus lapor ke atasannya dong. Pasti akan disediakan dana dari Kejaksaan Agung. Jangan kekurangan dana menjadi alasan tak menuntaskan kasus,” ujar Martin.

Penusuran koran ini, untuk tahun 2012 anggaran pemberantasan korupsi di kejaksaan sebesar Rp142,5 miliar. Antara lain untuk anggaran penanganan per perkara, yang berbeda-beda antara Kejaksaan Negeri (Kejari), Kejaksaan Tinggi (Kejati), dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Untuk Kejari per perkara Rp99 juta (1.048 kasus), Kejati Rp115 juta (267 kasus), dan Kejagung Rp469 juta (12 kasus).

Namun menurut Martin, di luar alokasi anggaran itu, ada dana triliunan rupiah yang diperuntukkan Kejaksaan Agung. Bahkan ada Maret 2012 lalu, Komisi III DPR sudah menyetujui tambahan anggaran Kejagung sebesar Rp300 miliar. Dan dana itu untuk jajaran kejaksaan, baik kejagung, kejati, maupun kejari. “Karena kejaksaan itu satu. Anggaran kejaksaan besar kok,” imbuh politisi Gerindra asal Siantar itu.

Dijelaskan pula, sudah menjadi prosedur baku bahwa jika kejati kekurangan dana, maka minta tambahan ke kejagung. Kalau kejagung kurang, minta tambahan lagi ke DPR untuk disetujui. “Prinsipnya, tak boleh kejaksaan tak mengusut kasus dengan alasan tak ada biaya,” imbuh mantan politisi Partai Golkar itu.

Yang jelas, lanjutnya lagi, jika Kajati Sumut minta tambahan dana tapi tak dikasih Kejagung, Komisi III DPR akan marah. “Kalau Kejagung tak backup dana untuk penanganan perkara, kita marah. Kemana uang triliunan itu?” pungkas Martin. (far/sam)

Berita sebelumnya: Kejatisu Dicurigai Bermain

Lompatan Anak Kuda

Borussia Moenchengladbach

Musim baru Bundesliga (2012-2013) baru bergulir sebulan lagi (23/8). Tapi, Borussia Moenchengladbach sudah dua kali mengalahkan Bayern Munchen dan juara bertahan Borussia Dortmund, maupun 15 klub Bundesliga lainnya di bursa transfer maupun akomodasi pramusim.

SIAP TEMPUR: Dari kiri  kanan, lima pemain anyar Borussia M’gladbach Granit Xhaka, Alvaro Dominguez, Nigel de Jong, Xherdan Xhaqiri,  Mario Madzukic siap unjuk kebolehan.
SIAP TEMPUR: Dari kiri ke kanan, lima pemain anyar Borussia M’gladbach Granit Xhaka, Alvaro Dominguez, Nigel de Jong, Xherdan Xhaqiri, dan Mario Madzukic siap unjuk kebolehan.

Hotel Ueberfahrt di Rottach-Egern (kawasan Bavaria) mendapat tamu spesial klub sepak bola sejak Jumat lalu waktu setempat (20/7). Bukan Bayern Munchen yang memang klub paling besar di Bavaria, melainkan Borussia Moenchengladbach.

Untuk klub sekelas Gladbach yang notabene bukan klub raksasa di Jerman, baik dari sisi prestasi maupun finansial, menginap di Ueberfarht jelas tidak biasa. Bagaimana tidak, Ueberfahrt merupakan hotel bintang lima yang dikenal memiliki tarif mahal.

Per malamnya EUR 380 atau sekitar Rp 4,3 juta. Itu untuk kamar termurah dan belum termasuk charge mini bar. Sandwich misalnya. Harganya dikenakan EUR 17,5 (Rp 200 ribu). “Sandwich di sini benar-benar mahal,” kata striker baru Gladbcah asal Belanda, Luuk de Jong, seperti dilansir Bild.
Belum lagi biaya ekstra untuk menikmati fasilitas hotel seperti restoran, sauna dan ruang uap, kolam renang 28 meter, sampai sekolah memasak kilat dengan koki ternama seandainya ada pemain Gladbach yang tertarik mencobanya.

Padahal, rombongan Galdbach terdiri dari 40 orang dan mereka akan menginap selama sepekan untuk camp sekaligus menjalani dua agenda uji coba.
Jika dibandingkan dengan hotel camp klub Bundesliga lainnya saat ini, milik Gladbach termahal. Bayern yang sepekan terakhir menginap di Lido Palace, Riva del Gorda (Italia) saja hanya dikenai tarif EUR 320 (Rp3,7 juta). Sedangkan jawara Bundesliga dua musim terakhir, Borussia Dortmund, memilih hotel dengan tarif per malam hanya EUR 100 (Rp 1,15 juta) di Kirchberg, Austria.

Selain mengalahkan Bayern dan Dortmund untuk urusan hotel termahal pramusim, Galdbach untuk sementara juga menahbiskan diri sebagai tim paling royal di bursa transfer musim panas ini. Gladbach sudah mengeluarkan kocek EUR 35 juta (Rp403 miliar) untuk lima pemain baru. Selain De Jong, juga bek tengah Spanyol Alvaro Dominguez, gelandang Swiss Granit Xhaka.

Gladbach unggul EUR 5 juta dibandingkan Bayern yang telah mendatangkan nama-nama seperti bintang Kroasia di Euro 2012 Mario Mandzukic, winger Swiss Xherdan Shaqiri, serta defender Brasil Dante yang notabene diboyong dari Gladbach.

Steffen Korell, manajer tim Gladbach, menolak apabila klubnya tengah jor-joran musim ini. “Kami tidak sedang melakukan hal-hal gila atau mencari sensasi. Kami akan berkompetisi di Eropa (Liga Champions) musim ini sehingga kami memang membutuhkan anggaran lebih besar dan skuad yang lebih kompetitif,” jelas pria 40 tahun itu di situs resmi klub.

Ya, seiring finis empat besar di Bundesliga musim lalu, klub berjuluk Die Fohlen atau si Anak Kuda tersebut lolos ke playoff Liga Champions. Capaian yang bagus bagi klub yang notabene baru lima musim terakhir kembali promosi ke Bundesliga atau setelah terdegradasi di musim sebelumnya. (dns/jpnn)

[table caption=”Hotel Camp Termahal Klub Bundesliga”]

Klub   , Nama , Hotel (Negara) ,   Tarif Per Malam
Moenchenglabach   , Ueberfa hrt, Rottach-Egern (Jerman),”    EUR 380 (Rp4,3 juta)”
Bayern Munchen ,   Lido Palace, Riva del Gorda (Italia)  ,  “EUR 320 (Rp3,7 juta)”
Hamburg SV  ,  Stockhotel,Finkenberg (Austria)  ,  EUR 260 (Rp3 juta)
Bayer Leverkusen ,   Saentispark, St Gallen (Swiss)   ,” EUR 190 (Rp2,2 juta)”
Schalke 04 ,   Oescberghof, Donaueschingen (Jerman)   , EUR 180 (Rp2 juta)
VfB Stuttgart,    Oescberghof, Donaueschingen (Jerman)  ,  EUR 180 (Rp2 juta)
Hannover 96,    Falkensteiner, Bad Waltersdorf (Austria)   ,” EUR 170 (Rp1,9 juta)”
Bremen   , Theresa Zell am Ziller ,(Austria)  ,  “EUR 150 (Rp1,7 juta)”
Freiburg   , Lowenhotel, Schruns (Austria)    ,”EUR 140 (Rp1,6 juta)”
Ausgburg    ,Die Wasnerin, Bad Aussee (Austria)  ,  “EUR 140 (Rp1,6 juta)”
Nurnberg   , Eviva, Oberstaufen (Jerman)   ,” EUR 135 (Rp1,5 juta)”
Wolfsburg   , Strandhotel, Glueckburg (Jerman),  ” EUR 130 (Rp1,49 juta”
Frankfurt  ,  Pilley, Windischgarten (Austria)   , “EUR 120 (Rp1,38 juta)”
Hoffenheim   , Sommer, Fuessen (Jerman) , ”  EUR 115 (Rp1,32 juta”
Fuerth   , Seehof, Walchsee (Austria)    ,”EUR 110 (Rp1,26 juta)”
Dortmund   , Elisabeth, Kirchberg (Austria), ”   EUR 100 (Rp1,15 juta)”
Mainz    ,Avita-Resort, Bad Tatzmannsdorf (Austria)  ,  “EUR 95 (Rp1,09 juta)”
Duesseldorf  ,  Eder, Maria Alm (Austria) , ” EUR 90 (Rp1,03 juta)”

[/table]

Keluarga Situmeang Mulai Membaik

Tragedi Penayangan Perdana Film Batman di Denver

PEMAKAMAN: Keluarga korban penembakan penayangan perdana film Batman saat pemakaman  Denver. //DAMIEN MEYER/AFP PHOTO
PEMAKAMAN: Keluarga korban penembakan penayangan perdana film Batman saat pemakaman di Denver. //DAMIEN MEYER/AFP PHOTO

Denver- Tiga korban penembakan di bioskop Century Aurora16 di pinggiran Denver, Colorado, Amerika Serikat yang berdarah Indonesia mulai membaik.

Anggiat Mora Situmeang tak perlu menginap di klinik atau rumah sakit.

amun isterinya Rita Paulina Situmeang (44) dan puteranya Prodeo Patria terluka seperti 59 orang korban lainnya, sementara 12 orang dinyatakan tewas. “Saya sungguh ketakutan,” kata Anggiat.

Anggiat menderita luka memar di mata sebelah kiri akibat serpihan dinding. Adapun Rita menderita luka tembak di lengan kiri dan kaki kiri. Sedangkan Prodeo menderita luka tembak di punggung bawah sebelah kiri. Akibat luka tembak itu, Rita dirawat di rumah sakit Denver Health Medical Center, dan menjalani operasi Sabtu waktu setempat untuk mengangkat sisa peluru di tubuhnya. Sedangkan Prodeo dirawat di University of Colorado, dan dikabarkan dalam keadaan stabil.

Dalam insiden penembakan membabi-buta Jumat malam lalu, Patria panik dan lari menuju pintu keluar gedung bioskop namun kembali masuk ke dalam gedung bioskop untuk membantu ibu, ayah dan orang lain yang terluka.

Sementara itu Anggiat mengendong Paulina di punggungnya dan membawanya keluar meskipun hujan peluru si gila Holmes masih berlangsung. Ia tidak menyadari Patria terluka, sampai anaknya berpapasan dengannya sekitar 3 meter dari pintu keluar.

Kepada Voice of America, Anggiat menceritakan kronologi insiden penembakan itu. Berikut pengakuannya: Movie yang jam 00:01 sudah penuh, lalu dibuka lagi jam 00:05 di teater 9, yang kami tonton. Karena penuh sesak, jadi dibuka lagi jam 00:10 di teater 16.  Filmnya sama tapi malam itu pemutaran perdana jadi penuh sesak. Teaternya berdekatan, saya masuk di teater 9, cari-cari bangku di tengah-tengah. Tepat pukul 00:05 film diputar. Kira-kira film berjalan lima menit, saya lihat ada benda melayang dari depan kanan ke tembok kiri di sisi saya. Benda ini melewati beberapa penonton.Warnanya hitam seperti pentungan. Ukurannya sejengkal dan mengeluarkan desis. Saya pikir ini bagian dari pertunjukan, entertainment movie.  Jadi penonton di sekitar saya tertawa dan bertepuk tangan.  Karena saya lihat benda itu melayang ke depan kanan saya, tiba-tiba orang itu berdiri menghadap saya, dan mulailah terjadi tembakan.

Sebagai penggemar komik dan film Batman, Patria sangat senang menonton film seperti yang ditontonnya itu. Tapi dengan kejadian tersebut, dia pun mengaku kapok. “Untuk Batman yang terakhir, biarin aja saya nunggu kalau videonya sudah beredar.” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Berita sebelumnya: Keluarga Situmeang Korban Aksi Si ‘Joker’

Nerazzurri Raja Trofeo

BARI- Inter Milan memang kalah bersaing dengan Juventus dan AC Milan di Serie A musim lalu. Juve dan Milan finis dua besar sehingga lolos langsung ke babak utama Liga Champions musim ini. Sebaliknya, karena hanya finis enam besar, Inter gagal ke Liga Champions untuk kali pertama setelah 11 tahun alias hanya tampil di Europa League. Itu pun harus merangkak dari kualifikasi.

Namun, Inter menunjukkan apabila mereka tidak ingin mengulang kesalahan yang sama musim ini. Itu menilik hasil turnamen pramusim yang melibatkan Inter, Juve dan Milan  di ajang Trofeo TIM, di San Nicola, Bari, kemarin.

Dalam turnamen yang menggunakan format pertandingan 45 menit tersebut, Nerazzurri – sebutan Inter – menunjukkan dominasi dengan mengalahkan Juve 1-0 dan Milan 2-1. Klub yang mengunjungi Jakarta Mei lalu itu pun merebut gelar keempat secara beruntun atau kali kedelapan dari 12 kali penyelenggaraan sejak 2001.

Inter menyempurnakan gelar setelah predikat pemain terbaik ditahbiskan kepada playmaker muda Philippe Coutinho. Pemain 20 tahun asal Brasil itu bermain bagus dalam dua pertandingan serta mencetak gol kemenangan ke gawang Juve.

Ironisnya, gol Coutinho tercipta menyusul kesalahan defender yang menyeberang dari Inter ke Juve musim panas ini, Lucio. “Permainan bagus saya tidak lepas karena kepercayaan yang diberikan pelatih (Andrea Stramaccioni, Red),” kata Coutinho sebagaimana dilansir Football Italia.
Dibawah kendali pelatih muda seperti Stramaccioni (36 tahun), Coutinho memiliki kesempatan besar menunjukkan potensinya yang belum terlihat selama membela Inter dua tahun terakhir. Buktinya, pemain yang sempat dipinjamkan ke Espanyol di putaran kedua musim lalu itu mendapat nomor kostum utama, 9.

“Situasinya membaik dan saya menikmati peran dalam tim,” ucap pemilik 5 caps dan satu gol tersebut.

Di sisi lain, Stramaccioni menilai kemenangan atas Juve dan Milan tidak bisa dijadikan parameter persaingan di Serie A musim ini. Tapi, merupakan tes bagus Inter menghadapi Europa League. Inter sudah harus turun di kualifikasi ketiga pada 2 Agustus nanti menghadapi pemenang Hajduk Split (Kroasia) atau Skonto FC (Latvia).  “Kami tidak sekadar mencoba kerjasama dan menguji strategi. Itulah sebabnya, kami bekerja keras selayaknya dalam pertandingan resmi,” ujar Stramaccioni di situs resmi klub.

Di kesempatan terpisah, kubu Juve dan Milan memiliki alasan masing-masing mengevaluasi kegagalan di Trofeo TIM. Pelatih Juve Antonio Conte mengeluhkan kondisi lapangan yang buruk sehingga beberapa pemainnya cedera. Yang paling parah adalah Martin Caceres yang terancam absen beberapa bulan karena masalah serius di ligamen collateral lutut kiri.  Sedangkan kekhawatiran pelatih Milan Massimiliano Allegri terkait hengkangnya Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva mulai menjadi kenyataan. Allegri mengatakan dirinya serasa membangun tim baru.  Karena selain Ibrahimovic dan Silva, sepuluh pemain lainnya juga pergi.

“Kami tahu ada sesuatu yang hilang, tapi kami masih memiliki waktu untuk berbenah. Terlalu dini memberikan penilaian saat ini,” jelas Allegri kepada Milan Canale. (dns/bas/jpnn)

[table caption=”Hasil Pertandingan”]

Inter Milan,    v   ,  Juventus  ,  1-0     ,(Coutinho 11’)
AC Milan  ,   v  ,   Juventus   , 0-1,     (Vucinic 31-pen’)
Inter Milan,     v   ,  AC Milan  ,  2-1    ,” (Guarin 25’, Palacio 34’/El Shaarawy 16’)”

[/table]

[table caption=”Daftar Juara Trofeo TIM”]

Inter Milan,              8 kali ,”(2002, 2003, 2004, 2005, 2007, 2010, 2011, 2012)”
AC Milan             ,3 kali ,”(2001, 2006, 2008)”
Juventus              ,1 kali ,(2009)

[/table]

 

[table caption=”Pemain Terbaik (Lima Edisi Terakhir)”]

2012  ,   Philippe Coutinho ,    (Inter Milan)
2011 ,    Mirko Vucinic,     (Juventus)
2010 ,    Wesley Sneijder ,    (Inter Milan)
2009   ,  Carvalho Amauri  ,   (Juventus)
2008  ,  Clarence Seedorf   ,  (AC Milan)

[/table]