Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menggelar rapat Evaluasi Capaian Kinerja Program/Kegiatan SKPD Triwulan II Tahun Anggaran 2012 di Hotel Grand Aston, Rabu (11/7) pagi. Dalam kesempatan ini, Wali Kota menyoroti kinerja sejumlah SKPD. Salah satunya Dinas Perhubungan Kota Medan. Meski Kadis Perhubungan baru beberapa minggu dilantik.
Wali Kota menyoroti masalah traffic light di Kota Medan yang banyak tidak berfungsi. Karenanya Wali Kota meminta masalah ini secepatnya diatasi.“Saya beri waktu dua minggu untuk memperbaiki traffic light yang ada,” tegasnya.
Selain traffic light, Wali Kota juga menyoroti masalah parkir. Akibat tidak ditangani dengan baik, parkir menjadi salah satu pemicu terjadinya kemacetan selama ini. Dicontohkannya, kesemberawutan parkir di Jalan Perniagaan sehingga membuat arus lalu lintas di kawasan itu tidak pernah lancar. ‘’Dinas Perhubungan harus bisa melakukan penataan sejumlah parkir yang ada,”ujarnya. Di samping itu Wali Kota juga minta dilakukan penyegaran di Dinas Perhubungan agar menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi.
Sesuai amatan Sumut Pos, traffic light yang mengalami kerusakkan seperti di Jalan SM Raja Simpang Jalan Pelangi, Jalan Brigjen Katamso depan Istana Maimun, Jalan Pengadilan, Jalan Gahar1u, Jalan SM Raja Simpang Amplas, Jalan Sutumo Simpang Bambu. (gus)
MEDAN- Komisi B DPRD Sumut meragukan kebenaran validasi data penerima beras miskin (raskin) di Sumut. Itu tercetus dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi B DPRD Sumut dengan Perusahan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Perum Logistik Divre) I Sumut di DPRD Sumut, Rabu (11/7). Dalam rapat itu diketahui terdapat pengurangan jatah raskin yakni berkisar 47 ribu warga Sumut.
Adanya pengurangan jatah raskin tersebut, dikemukakan Kepala Perum Bulog Divre I Sumut, Nasrun Rahman. “Tahun ini ada pengurangan penerima raskin di Sumut untuk 47 ribu warga Sumut, karena sudah tidak lagi masuk dalam daftar rumah tangga sasaran (RTS) sebagai penerima raskin. Dan itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistk (BPS),” ungkapnya.
Menurutnya, stok beras di Sumut hingga awal tahun 2013 mendatang sebanyak 78.993,55 ton.
“Kondisi ini menjadikan lonjakan harga, tanggap darurat dan lain-lain. Bulog siap untuk melakukan tindakan antisipasinya,” kata Nasrun.
Menyikapi adanya pengurangan jatah raskin, untuk sebanyak 47 ribu warga di Sumut tahun ini, anggota Komisi DPRD Sumut, Brillian Moktar mengaku tidak percaya dan meragukan data tersebut.
“Secara pribadi, data tersebut tidak bisa dijamin kebenarananya. Kenyataannya, di lapangan masih banyak terdapat warga miskin yang semestinya tetap harus mendapat jatah raskin. Menurut saya, data tersebut harus dicek ulang ke BPS. Benar atau tidak, 47 ribu warga di Sumut itu sudah tidak lagi berhak mendapat jatah raskin,” tukas politisi dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut tersebut.(ari)
085763814xxx
Kepada Yth Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. Kapan cair dana tunjangan profesi guru? Karena kabupaten/kota lain sudah cair. Terima kasih.
Diusahakan Juli 2012 Cair
Terima kasih atas pertanyaannya. Kami selaku dinas pendidikan tingkat dua tidak punya wewenang dalam pencairan dana tunjangan profesi guru tersebut. Kami hanya menyelesaikan sesegera mungkin masalah administrasinya. Hingga hari ini (Kemarin, Red) kami sudah mengusahakan agar Juli 2012 ini paling lambat bisa dicairkan.
TEBINGTINGGI-Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaedi Hasibuan menandatangani kesepakatan kerjasama (MoU) dengan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi Elitya Ras Ginting SH di Balai Kartini, Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi, Rabu sore (11/7). MoU itu berkaitan dengan pembuatan akta kelahiran anak di Kota Tebingtinggi.
Dalam MoU tersebut disaksikan Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) Dr Hj Marni Emmy Mustafa SH, dan dihadiri Wakil Wali Kota Tebingtinggi Irham Taufik, Ketua DPRD Tebingtinggi Syarial Malik, Kapolres Tebingtinggi, unsur, muspida dan satuan kerja perangkat daerah.
Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaedi berharapa ke depan masalah pengurusan akta kelahiran anak di PN Tebingtinggi tidak ditemukan kesulitan. Sekitar 5.000 anak di Tebingtinggi nantinya akan ditanggung dalam pengurusan akta kelahiran dengan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2012. (mag-3)
PEMBUKAAN: Sejumlah penari tampil pada pembukaan Pesta Danau Toba di Lapangan Pagoda Parapat Kecamatan Simalungun, Rabu (20/10) lalu.//andri ginting/sumut posJAKARTA-Memasuki pertengahan Juli ini, pelaksanaan Pesta Danau Toba (PDT) masih belum dapat dipastikan kapan akan terlaksana. Penyebabnya, tidak lain karena tidak adanya dana pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Awalnya memang direncanakan 30 Juni hingga 14 Juli ini. Tapi ternyata anggaran di Provinsi Sumatera Utara tidak ada. Padahal pusat sudah bantu Rp500 juta. Dan lagi ini kan gawenya (pekerjaannya) provinsi,” demikian diungkapkan Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, kemarin.
Alasan ketiadaan dana ini menurut penjelasan dari provinsi, jelas Mangindar, lebih karena disebabkan lambatnya panitia pelaksana mengajukan ke provinsi. Akhirnya provinsi berjanji memasukkan anggaran PDT pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2012. Namun ketika ditanya apakah sudah ada tanggal pasti kapan akhirnya PDT 2012 akan berlangsung? Mangindar malah mengaku belum tahu.
Mangindar hanya memperkirakan akan berlangsung antara September dan Oktober mendatang. Namun, memang risikonya jika dilakukan pada bulan tersebut, Mangindar menyadari betul target pengunjung akan jauh lebih rendah dibanding jika dilaksanakan pada Juni-Juli. “Iya memang akan menurun, karena bukan hari libur. Tapi kalau dilaksanakan pada September-Oktober, saya tetap yakin peningkatan jumlah wisatawan pasti tetap akan terjadi. Jadi tetap ada nilai positifnya,” katanya.
Bagaimana kalau dilaksanakan Desember mendatang? Menanggapi pertanyaan ini, Mangindar langsung menyatakan lebih baik tidak usah. Alasannya sangat sederhana, karena kemungkinan PDT yang menjadi kebanggaan masyarakat di pesisir Danau Toba tersebut tidak akan berlangsung meriah. “Jadi kalau Desember, saya bilang lebih baik tidak usah. Karena nggak cocok dilaksanakan pada bulan itu. Kita masyarakat di pesisir Danau Toba kan umumnya pada Desember itu merayakan Natal,” ungkapnya.
Untuk itu, ia sangat berharap pihak panitia pelaksana yang kali ini dipercaya dipegang oleh Pemerintah Daerah Simalungun maupun pemerintah provinsi, dapat segera merumuskan dan mengambil langkah-langkah yang tepat. Sehingga PDT tahun ini bisa terlaksana dengan baik.
Sebagaimana diketahui, panitia pelaksana PDT mulai 2012 ini, disepakati dipegang secara bergiliran oleh Pemda-Pemda yang berada di pesisir Danau Toba. “Kita sepakat 2012 ini dipegang oleh Simalungun. Dan 2013 mendatang, panitia pelaksana mudah-mudahan dipercayakan pada Kabupaten Samosir,” pungkasnya. (gir)
TAHUN LALU: Jamaah haji asal Sumut saat tiba di Debarkasi Polonia Medan, musim haji tahun lalu. Tahun ini, biaya haji naik Rp1,7 juta lebih dari tahun lalu.//andri ginting/sumut posJAKARTA-Setelah melewati pembahasan panjang sejak Januari lalu, akhirnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1433 H/2012 M ditetapkan. Diputuskan biaya untuk Embarkasi Medan Rp31.169.600 per jamaah atau naik Rp1.789.700 dari tahun lalu yang senilai Rp29.379.900.
Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama (Kemenag) sepakat menetapkan rata-rata BPIH sebesar USD 3.617 per jamaah, atau setara dengan Rp33.276.400. Nominal rupiah BPIH 2012 per embarkasi (lihat grafis) tidak baku. Seperti tahun lalu, nominal bakunya menyesuaikan ketika jamaah haji menjalankan pelunasan. Ketika saat pelunasan nilai tukar rupiah terhadap USD melemah, maka BPIH bisa lebih mahal lagi. Sebaliknya jika nilai tukar rupiah terhadap USD menguat saat pelunasan, maka BPIH bisa turun.
Sejak awal pembahasan, pemerintah dan DPR sepakat berupaya menurunkan BPIH tahun ini dibandingkan tahun lalu. “Minimal tidak naik,” ujar Ketua Panja BPIH Gondo Radityo Gambiro di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (10/7).
Namun karena harga penerbangan dan ongkos pemondokan di Arab Saudi yang melonjak, BPIH akhirnya tetap naik juga. Tahun lalu rata-rata BPIH yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) sebesar USD 3.533 per jamaah. Ini berarti tahun ini ada kenaikan BPIH sebesar USD 84 per jamaah. Dengan asumsi saat itu 1 USD = Rp8.700, BPIH 2011 setara dengan Rp30.737.100. Nah, jika BPIH dibandingkan dengan nilai tukar rupiah, maka rata-rata BPIH tahun ini naik sebanyak Rp2.539.300.
Gondo menjelaskan, komponen BPIH ini ditetapkan lebih dulu. Sedangkan untuk komponen pembiayaan yang masuk dalam kategori indirect cost masih belum ditetapkan. Penetapan komponen ini dikebut saat masa reses DPR. Komponen pembiayaan indirect cost ini yang ditalangi dari bunga hasil simpanan setoran awal jamaah haji.
Meskipun belum ditetapkan detail pengalokasiannya, pemerintah dan DPR sudah menentukan kerangkan penggunaan bunga simpanan dana setoran awal haji. Bunga simpanan yang akan dipakai dalam haji tahun ini adalah Rp1,8 triliun.
Komponen yang dibiayai dengan bunga simpanan ini antara lain adalah katering selama di Arab Saudi, subsidi akomodasi di Makkah dan Madinah, akomodasi di asrama haji, pembuatan paspor dan pengurusan visa, serta pembuatan gelang dan buku manasik.
Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziah mengatakan pemerintah ke depan diharapkan lebih optimal lagi dalam memanfaatkan bunga simpanan dana setoran awal haji. “Sehingga biaya haji jatuhnya ke masyarakat lebih murah,” kata dia. Tidak naik terus setiap tahunnya. Dia berharap pemerintah bisa meningkatkan pelayanan haji sehingga bisa lebih mumaskan jamaah.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu usai rapat menuturkan, Kemenag siap mengoptimalisasi penggunaan bunga simpanan dana setoran awal jamaah haji.
Caranya adalah Kemenag akan menyeleksi lagi dana-dana pengeluaran haji yang tidak langsung dirasakan manfaatnya kepada jamaah. Dana untuk pos anggaran ini akan dibebankan kepada APBN. Dengan demikian, dana untuk pos anggaran ini tidak terlalu menyedot uang dari bunga simpanan dana setoran awal jamaah haji.
Anggito menyebutkan, diantara pos pengeluaran yang tidak terlalu bermanfaat atau bersinggungan dengan jamaah haji adalah untuk operasional Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag. Selain itu juga dana untuk sewa perkantoran panitia haji di Arab Saudi dan juga untuk sewa kendaraan-kendaraan untuk operasional panitia selama di Arab Saudi.
Ketentuan terbaru lainnya yang sudah berjalan dalan penetapan BPIH tahun ini adalah, bunga simpanan yang digunakan hanya dari setoran awal jamaah haji yang berhaji tahun ini juga. “Jadi tidak mengotak-atik bunga simpanan jamaah haji yang berangkat tahun depan atau tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Anggito juga mengatakan, pihaknya terus menggodok aturan baru terkait adanya kursi kosong atau kursi yang tidak terserap di daerah-daerah. Selama ini, kursi kosong itu ditarik ke Kemenag lalu disebar lagi ke daerah sekaligus dengan kursi tambahan yang diberikan Arab Saudi sekitar 10 ribu kursi.
Untuk tahun ini dan seterusnya, Anggito sedang menggodok aturan baru bahwa kursi kosong tadi tidak perlu ditarik lagi ke Kemenag pusat. Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag yang ada di provinsi diminta langsung untuk memberikan kursi kosong itu ke antrian calon jamaah haji berikutnya.
Sistem ini menurut Anggito bisa berjalan dengan baik dan lancar ketika sudah terbangun data base antrian haji yang akurat. “Dengan diisi langsung oleh antrean jamaah haji berikutnya, tertutup peluang untuk titip-titipan kursi haji,” katanya. Karena menjabat hampir mepet dengan penyelenggaran haji 2012, Anggito berharap program-program pembenahan ini berjalan efektif sejak tahun depan.
Pemondokan Maksimal Tetap 2.500 Meter dari Masjidil Haram
Persiapan lain di luar BPIH adalah perburuan pemondokan. Sekretaris Ditjen PHU Kemenag Cepi Supriatna mengatakan jika perburuan pemondokan sudah tuntas. Dia mengatakan pemondokan di Makkah berjarak maksimal 2.500 meter dari masjidil haram.
Kondisi ini menurutnya meningkat jika dibandingka musim haji 2009. Saat musim haji 2009 jarak pemondokan paling jauh berada di radius 7.000 meter dari Masjidil Haram. Sedangkan untuk musim haji 2010, jarak pemondokan terjauh dari Masjidil Haram mencapai 4.000 meter. “Karena banyak renovasi pemondokan di sekitar Masjidil Haram, jadi jarak terjauh pemondokan tahun ini sama dengan tahun lalu,” katanya.
Cepi lantas menuturkan, jamaah haji tahun ini sudah tidak lagi dibebani biaya general service yang dibayarkan ke kerajaan Arab Saudi. Kerajaan Arab Saudi menetapkan general service sebesar USD 277 per jamaah. Tahun lalu BPIH masih dibebani ongkos general service sebesar USD 100 per jamaah. “Tahun ini seluruh biaya general service sudah ditalangi oleh manfaat (bunga, red) dana simpanan awal jamaah.
Persiapan berikutnya adalah, Kemenag sudah menjaring petugas haji untuk mensukseskan pelaksanaan rukun Islam yang kelima ini. Cepi mengatakan, petugas haji yang terlibat dalam pelaksanaan haji tahun ini mencapai 3.945 orang petugas. Mereka ditempatkan di beberapa titik di Arab Saudi. Tugasnya juga beragam mulai dari tenaga medis hingga pembimbing jamaah. (wan/jpnn)
MEDAN- Sukses dengan pembangunan Kawasan Industri Medan (KIM) akan kembali diperluas 200 hektare dengan nama KIM 4. Kawasan ini akan berdampingan dengan KIM 1, 2, dan 3.
Menurut Direktur Utama PT KIM, Gandhi L Tambunan, total luas lahan KIM 1 sampai 3 tercatat 650 hektar di mana luas lahan KIM 1 sebesar 80-an hektare dan KIM 3 seluas 100 hektare. “Selebihnya KIM 2,” ujarnya, kemarin (10/7).
Gandhi menjelaskan, jumlah perusahaan yang ada di KIM sebanyak 336 unit.
Sementara dilihat dari luas lahan 80 persen dimiliki oleh Penanaman Modal Asing (PMA). Misalnya saja, sebutnya, perusahaan Taiwan yang kini memiliki luas lahan sebesar 80 hektare. “Proses KIM 4 sampai saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Lahan dimiliki oleh masyarakat. Pihak ketiga masih menego harga karena harganya naik dan turun,” ujarnya.
Dari 200 hektare lahan yang diperluas KIM 4, 100 hektar lahan dikelola oleh KIM dan 100 hektare lagi dikelola oleh swasta. Dia berharap dengan adanya penambahan luas lahan ini maka akan menarik para investor, baik PMDN dan PMA.
Persoalannya, kata Gandhi, selain pembebasan lahan juga persoalan lsitrik dan gas. Dia mengatakan KIM membutuhkan 250 MW pasokan listrik sementara yang diberikan PLN hanya 90 MW.
“Listrik kurang jadi perusahaan memenuhi kebutuhan dengan genset atau lainnya. Sama dengan gas, pasokan juga kurang sehingga menyulitkan perusahaan padahal tidak boleh seperti itu. Untuk itulah diperlukan gagasan dari Apindo yang bergerak,” ucapnya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Pengguna Gas (APPIGAS), Johan Brien mengatakan pihaknya telah meminta kepada menteri ESDM untuk meninjau ulang soal kenaikan harga gas yang melebihi nasional. Dia menyayangkan mengapa kenaikan harga gas untuk Sumut 63 persen sedangkan di Jawa hanya 50 persen. “Di Sumut sudah kekurangan gas, mengapa harganya dinaikkan lebih tinggi? Dan inilah yang akan kita pertanyakan dan minta ditinjau ulang. Ini jelas memberatkan pengusaha pengguna gas di Sumut,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Energi Sumberdaya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pasokan bahan bakar baik itu listrik maupun gas. Untuk gas, industri dipastikan akan mendapat pasokan lebih khususnya industri makanan dan minuman.”Jelang Lebaran nanti, produksi industri makanan dan minuman pasti meningkat jadi akan diutamakan untuk mendapatkan pasokan gas,” ucapnya.
Diakuinya, kebutuhan gas dipakai untuk beberapa hal yakni lifting, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), pupuk, industri dan transportasi. “Jadi misalnya PLN butuh, harus legowo diberikan kepada industri,” pungkasnya. (ram)
Jessica IskandarJessica Iskandar didaulat jadi salah satu host dan pengisi acara festival yang di selenggarakan sebuah perusahaan rokok nasional. Sebuah acara yang menampilkan aksi seni, tari dan musik tradisional daerah tertentu.
Nah, dalam berbagai roadshow, Jessica berkesempatan mengayuh sepeda ontel dan naik enggrang. Pengalaman itu bikin teman dekat Olga Syahputra itu kegirangan seperti anak kecil.
“Senang banget aku. Di Jakarta kan nggak bisa ketemu yang seperti ini. Aku jadi ingat masa kecilkun Dulu juga suka mainan seperti ini,” tutur Jessica yang ditemui di Karawang, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Jessica lantas menunjuk sejumlah permainan tradisional yang ditemui di arena acara tersebut dan membuatnya jadi seperti mengulang masa kanak-kanaknya, seperti gasing dan main dadu.
“Aku juga sempat coba main catur dan karambol,” kata Jessica.
Selama perhelatan itu, Jessica juga mencicipi makanan-makanan khas tradisional seperti Sate Maranggih, Nasi Bu Amih, Soto TangkarMang Naen, Pepesan Walahar dan lain-lain.
“Ini memang bener-bener seru. Aku nggak perlu kemana-mana untuk mencoba makanan yang aku lihat pernah dicoba Pak Bondan (Winarno). Cukup di satu tempat aku bisa cicip semuanya!” cetus bintang film Kung Fu Pocong Perawan ini.
“Nggak tau nih, kepengennya lihat-lihat doang. Tapi kok, setelah ngeliat ngiler juga. Jadi kepengen nyicipin. Sumpah enak banget. Nggak sadar, udah ngunjungin, nyicipin semua stan,” akunya lagi.
Lancar bicara mainan dan kuliner, Jessica mendadak berubah saat ditanya soal perkembangan hubungannya dengan Olga. “Kok nanya Kak Olga sih. Dia kan di Jakarta, aku disini. Bikin kangen deh. Silaturahmi bisa lewat BBM (Blackberry Messenger) atau ngunjungin dia,” jawab dia seadanya. (ins/jpnn)
BELAWAN- Rencana pemerintah akan membersihkan pemukiman liar di sepanjang jalur kereta api (KA) Medan-Belawan ternyata sudah mulai dibahas pihak terkait. Pembahasan melibatkan Muspika Medan Belawan, masyarakat, dan pihak Badan Pengadilan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Medan.
“Soal pembersihan permukiman warga di pinggiran rel masih dalam proses pembahasan, untuk di Kecamatan Medan Belawan. Data warga yang bermukim di sepanjang jalur perlintasan KA saya belum tahu pasti. Cuma, warga yang bakal digusur itu terbagai dalam dua kelurahan yakni Kelurahan Belawan II dan Belawan Bahari,” jelas Camat Medan Belawan, Said Chaidir, kepada Sumut Pos Selasa (10/7) kemarin.
Meski demikian, Said berharap agar pelaksanaan rencana pembersihan permukiman warga tidak akan menimbulkan dampak perselisihan antara masyarakat dengan PT KAI.
Lurah Belawan II Kecamatan Medan Belawan, H Fajaruddin Harahap ketika dihubungi Sumut Pos mengatakan, jumlah bangunan baik rumah warga maupun warung yang berdiri di sepanjang pinggiran jalur perlintasan KA kurang dari 500 unit bangunan.
“Kalau untuk warung diperkirakan sekitar 300 unit bangunan, sedangkan rumah warga ada sekitar 50 unit saja,” ungkap Fajaruddin.
Dia mengakui, rencana dari pelaksanaan proyek Trans Sumatera Railways memang sudah pernah dibahas dalam rapat pertemuan di kantor kelurahan. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pihak Bapedalda tersebut mesih berkutat pada rencana relokasi sekitar ratusan unit bangunan milik pedagang.
“Diperkirakan ada sekitar ratusan warung milik pedagang di Pasar Tradisional Kapuas Belawan yang akan di relokasi. Dan itu sudah dibahas dalam rapat pertemuan sebelumnya di kantor kelurahan yang dihadiri pihak Bapedalda. Hanya saja semuanya masih dalam proses,” tuturnya.
Amatan Sumut Pos di sepanjang jalur perlintasan kereta api di Belawan, memang aksi nekat berjualan di pinggiran dan bahkan di atas rel KA masih tampak di beberapa pasar tradisional di Belawan. Sementara, hingga kini pihak PD Pasar Belawan belum mampu melakukan penataan.
“Kalau berjualan di sini lebih laris karena jelas yang mau belanja ke pajak lewatnya dari sini. Kadang ada juga pembeli yang malas masuk pajak berlama-lama, jadi mereka beli di sini saja,” ujar Rosmina boru Sembiring, seorang pedagang sayuran di sekitar perlintasan KA Pasar Pompa Belawan.
Keberadaan pedagang liar ini bukanlah cerita baru, kondisi ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. “Mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi risiko. Kalau misalnya kereta api lewat, kami minggir dan sayuran kami letakan di antara rel supaya tidak tergilas,” katanya.
Di sisi lain, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut, Rahmat Shah, mengingatkan PT KAI agar tidak asal main gusur warga yang selama ini tinggal di lahan dekat jalur Kereta Api (KA). “Tidak boleh main gusur. Harus direlokasi, buatkan rumah sederhana, dikasih sertifikat tapi lahan tetap milik negara. Boleh tinggal di situ hingga anak cucunya, dengan catatan tidak boleh dijual. Jika dijual, tangkap yang jual dan pembelinya,” tegas Rahmat Shah di Jakarta, kemarin.
Dia setuju penggusuran dilakukan terhadap para spekulan, yang menguasai lahan PT KAI, untuk mengeruk keuntungan pribadi. “Kalau spekulan, silakan langsung digusur. Tapi khusus warga miskin yang menghuni lahan sekedar untuk hidup, jangan asal gusur,” tegasnya. (mag-17/sam)
Ketika Peraih Nobel Kedokteran dari AS Kunjungi Indonesia
Ilmuwan Amerika peraih Nobel Prize 1989 berkat penelitiannya tentang kanker, Dr Harold Varmus, terkejut mengetahui banyaknya perokok di Indonesia. Dalam kunjungannya di Jakarta, dia pun mengingatkan orang Indonesia tentang bahaya kanker.
SEKARING RATRI A, Jakarta
DI INDONESIA: Dr Harold Varmus di gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Senin (9/7).//Sekaring Ratri A/ Jawa Pos/jpnnHarold Varmus tercengang menyaksikan video seorang balita Indonesia yang sudah piawai merokok. Dia tidak habis pikir, bagaimana anak sekecil itu mampu mengisap rokok dengan lihai. Yang membuat Varmus tambah shocked, ayah bocah ingusan tersebut tampak tenang-tenang saja mengetahui perilaku menyimpang anaknya. Bahkan, dia terkesan membiarkannya.
“Saya tidak pernah melihat anak sekecil itu merokok di Amerika. Saya betul-betul terkejut melihatnya di sini,” ujar Varmus saat ditemui seusai memberikan kuliah umum di gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Senin (9/7).
Peraih Nobel berusia 72 tahun tersebut merasa prihatin dengan kondisi balita perokok itu. Dia menilai sang ayah melepas tanggung jawab atas perilaku anaknya. Dia juga heran dengan kebiasaan orang tua di kampung-kampung yang menyuruh buah hatinya yang masih kecil untuk membeli rokok di kios-kios. Yang memprihatinkan lagi, kios-kios itu melayaninya dengan senang hati.
“Kalau di Amerika, (anak-anak membeli rokok, Red) tidak akan dilayani, kecuali Anda sudah berusia 18 tahun,” katanya sembari menggeleng-gelengkan kepala.
Namun, kata dia, bukan berarti remaja Amerika bebas rokok. Dia memaparkan, rata-rata usia merokok anak-anak di negeri Paman Sam dimulai pada umur 15 tahun. Dan, tidak tertutup kemungkinan ada remaja di bawah 15 tahun yang sudah merasakan rokok.
Meski begitu, dirinya amat prihatin mengetahui tingginya jumlah perokok di Indonesia. Apalagi, usia mulai merokok di Indonesia tergolong cukup dini. Keprihatinannya itulah yang menjadi salah satu misi utama kunjungannya ke Indonesia kali ini. Varmus ingin memberikan pemahaman bahwa rokok secara ilmiah bisa memicu kanker, khususnya kanker paru-paru. Dan, merokok adalah faktor risiko terbesar penyebab kanker di Indonesia.
“Memang, mengajak orang berhenti merokok tidak mudah. Tapi, pendekatan yang baik serta penjelasan yang logis tentang bahaya merokok bisa mengurangi pemakaian tembakau dengan dramatis. Siapa sih yang mau sakit,” papar Varmus.
Yang terpenting, lanjut dia, ada aturan tegas terkait dengan pemakaian tembakau untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya para remaja dan anak-anak. Suami Constance Louise Casey itu mengatakan, upaya menanggulangi rokok melalui regulasi cukup berhasil di Amerika. Berdasar penelitian di sana, peningkatan konsumsi rokok berjalan seiring dengan peningkatan kasus kanker, baik pada laki-laki maupun perempuan. Namun, sejak diberlakukannya peraturan yang ketat mengenai rokok, kasus kanker yang semula meningkat drastis, berangsur-angsur turun seiring berkurangnya konsumsi rokok.
Meski begitu, Varmus tidak menyarankan adanya larangan untuk membeli produk tembakau. Bahkan, menurut dia, larangan itu justru suatu kesalahan besar.
“Karena akan muncul pasar gelap dan orang-orang yang sudah kecanduan rokok akan berusaha mendapatkan rokok secara ilegal. Akan ada konsekuensi-konsekuensi yang lebih merusak,” urai dokter berkacamata itu.
Menurut rencana, hari ini (10/7) Varmus menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Komnas Pengendalian Tembakau. Dalam pertemuan tersebut, ayah dua anak itu kembali akan menjelaskan secara ilmiah terkait bahaya rokok yang bisa menyebabkan kanker. Dia juga akan mendorong pemberlakuan aturan penggunaan produk tembakau.
“Saya membicarakan persoalan rokok dengan Bapak Presiden,” katanya.
Varmus juga akan berbagi pengetahuan terkait penelitiannya tentang kanker yang dilakukannya puluhan tahun kepada kalangan akademisi dan peneliti di Indonesia. Seperti diketahui, berkat penelitiannya tentang genetis dasar kanker, Varmus bersama rekannya, J. Michael Bishop, menerima The Nobel Prize in Physiology or Medicine pada 1989. Selain itu, Varmus meraih California Scientist of The Year (1982), The Albert Lasker Basic Medical Research Award (1982), The Passano Foundation Award (1983), The Armand Hammer Cancer Prize (1984), The American College of Physicians Award (1987), dan berbagai penghargaan lain.
Di balik kecintaannya pada riset kesehatan, pemilik nama lengkap Harold Elliot Varmus itu ternyata juga mencintai dunia sastra. Tidak asal suka, ilmuwan kelahiran 18 Desember 1939 itu bahkan menempuh studi S-1 Sastra Inggris di Amherst University dan Harvard University untuk program S-2 di bidang yang sama.
Varmus menceritakan, semula dirinya mendaftar di Amherst College untuk persiapan masuk sekolah kedokteran. Namun, kehidupan kampus yang menyenangkan membuat Varmus berubah haluan. Varmus mulai mengubah bidang studinya, dari science menjadi filsafat hingga akhirnya dia mantap memilih sastra Inggris sebagai bidang ilmu yang dipelajari. Kala itu Varmus juga menekuni dunia politik dan jurnalistik. Bahkan, dia menjadi editor koran kampus.
“Bisa dibilang ini adalah salah satu keputusan besar dalam hidup saya, yang pernah saya buat. Bahkan, saya sempat terpikir untuk menjadi profesor di bidang ini (medis/kedokteran, Red),” ujarnya.
Varmus pun lulus dengan predikat magna cum laude. Pada 1961 Varmus melanjutkan program S-2 Sastra Inggris di Harvard University. Namun, baru tahun pertama di universitas ternama tersebut, Varmus sudah merasa bimbang dengan pilihannya. Dia merindukan impian menjadi pakar di dunia medis. Tanpa berpikir panjang, Varmus lalu mendaftar di Harvard University untuk mempelajari bidang medis. Namun, ditolak.
Tidak patah arang, Varmus mendaftar dan diterima di Columbia College of Physicians and Surgeons. Selama belajar di sana, putra pasangan Dr Frank Varmus dan Beatrice Varmus itu nyambi bekerja di sebuah rumah sakit India. Dia juga pernah menjadi staf medis di Columbia-Presbyterian Hospital pada 1966-1968. Varmus mulai melakukan penelitian ilmiah ketika menjadi petugas dinas kesehatan di National Institute of Health (NIH). Di sana dia mempelajari gen bakteri bersama Dr Ira Pastan. Sejak saat itu Varmus menjadi asisten post-doctoral Dr Bishop di University of California, San Fransisco.
Selama perjalanan karirnya sebagai dokter peneliti, Varmus telah beberapa kali memegang jabatan di sejumlah institusi kesehatan. Di antaranya menjadi direktur NIH pada 1993″1999. Saat ini dia menjabat direktur The US National Cancer Institute (NCI) yang merupakan bagian dari NIH. Sampai sekarang lebih dari 300 makalah ilmiah dan lima buku yang dihasilkan Varmus. Salah satunya pengantar genetik dasar kanker untuk khalayak umum dan laporan ilmiah The Art of Politics of Science yang diterbitkan pada 2009.
Varmus mengaku tidak menyesal akhirnya memilih fokus di bidang kesehatan. Apalagi, setelah meraih Nobel pada 1989. Dia mengungkapkan, hingga kini masih bisa menikmati kecintaannya pada karya sastra di sela-sela kesibukan sebagai dokter peneliti.
“Kalau saya menekuni dunia medis, saya masih bisa membaca karya sastra. Tapi, kalau saya full di sastra, saya tidak akan bisa melakukan apa pun di dunia medis. Saya bahagia dengan pilihan yang saya buat,” ungkapnya lantas tersenyum.
Beruntung, Varmus punya istri seorang jurnalis yang juga penyuka sastra. Di saat senggang, Varmus menghabiskan waktu dengan membaca karya-karya sastra bersama sang istri.
“Selain jurnalis, dia penulis book review untuk koran. Kami banyak membaca bersama,” ujarnya.
Saking cintanya pada karya sastra, Varmus banyak mengunduh karya sastra di IPad miliknya. Menurut dia, keberadaan IPad sangat membantu. Sebab, dirinya tidak perlu membawa buku ke mana-mana jika bepergian. “Bisa dibayangkan betapa beratnya membawa banyak buku saat bepergian,” kata penggemar berat karya-karya sastrawan tenar seperti Charles Dickens, Leo Tolstoy, dan William Shakespeare itu. (*)