Home Blog Page 13250

Katak Hendak Menjadi Lembu

Ramadhan Batubara

Katak Hendak Menjadi Lembu yang saya maksud di sini bukanlah novel karya Nur Sutan Iskandar. Ini tentang sebuah cerita anak yang entah siapa pengarangnya; sudah saya cari nama pengarangnya di google, tetap saja tidak ditemukan. Akhirnya saya berpikir, bisa saja cerita ini seperti sastra lisan kebanyakan yang tak jelas siapa pengarangnya.

Yang jelas, saya memang terkenang dengan cerita anak ini. Bagi saya, cerita ini menarik karena mengajarkan banyak hal. Kasarnya, kisah ini mengajarkan manusia untuk sadar diri.
Dan, kisah ini mengingatkan saya dengan proses Pemilukada di Jakarta. Tidak maksud untuk menyamakan para kandidat dengan hewan, tapi ada beberapa calon yang kisahnya mirip dengan cerita anak ini.

Dalam Katak Hendak Menjadi Lembu dikisahkan ada seekor katak yang begitu iri dengan lembu. Dia tidak suka melihat lembu yang terlalu dimanja manusia. Bagaimana tidak, setiap hari si katak melihat pemilik lembu selalu memberikan makanan rumput segar, memandikan, dan mengajaknya jalan ke padang rumput hijau nan luas. Hingga suatu ketika, si Katak menegur sang Lembu. “Enak sekali hidupmu. Setiap hari kau selalu mendapat perhatian dari manusia dan juga selalu dikasih makan. Kau selalu dirawat dan diajak jalan-jalan di padang rumput hijau. Semua itu apa karena badanmu yang besar?” kata sang Katak sinis.

Si Lembu tak menjawab, ia terus makan dan makan. Karena si Lembu tak juga menjawab, maka Katak emosi. “Hai… Lembu dungu! Kalau hanya karena badanmu yang besar, kau mendapat perhatian manusia maka aku pun bisa. Nih… lihatlah!” bentak sang Katak.

Maka, si Katak pun menggelembungkan badannya. Bermula dari perut, kemudian leher, kaki, dan seterusnya. Perut katak itu sedikit demi sedikit membesar dan kemudian menjadi begitu besar. Namun setelah membesarkan perut dan leher, rupanya badannya tak juga bisa menyamai Lembu. Si Katak sangat penasaran. Perutnya digelembungkan lagi dan lagi. Dorrrr!!! Perut itu meletus. Isi perut berhamburan ke mana-mana. Si katak itu pun mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Cerita yang sederhana bukan? Tapi coba perhatikan makna yang tersirat, pasti ada sesuatu yang akan Anda dapat. Mengapa kisah ini mengingatkan saya pada Pemilukada di Jakarta? Entahlah, saya hanya heran, kenapa memimpin DKI adalah sebuah tujuan yang begitu diharapkan. Saking hebatnya, ada gubernur yang rela cuti untuk ikut pemilihan itu. Adapula wali kota yang berniat memperbaiki ibu kota negara. Ada lagi seorang pakar, akademisi, yang ingin melayani rakyat. Dari tiga latar belakang itu saja sejatinya sudah menggugah pikiran bukan?

Pertama yang gubernur, bukankah Pemilukada DKI juga memilih gubernur? Nah, kenapa dia mau jadi gubernur di provinsi lain? Kedua, wali kota. Kalau soal ini sejatinya sudah pas, seperti dari kelas satu naik ke kelas dua. Tapi, dia juga menjadi wali kota di provinsi lain. Sedangkan yang ketiga, bukankah lebih baik jika dia lebih banyak membuat penelitian untuk kemajuan bangsa? Tapi sekali lagi, itu adalah pilihan mereka masing-masing, termasuk dengan mantan ketua lembaga tertinggi di negara ini yang juga ingin menjadi gubernur DKI.

Hasilnya, sang gubernur dan akademisi serta ketua lembaga tertinggi tak berhasil menjadi gubernur DKI. Perut mereka meletus. Lucunya, sang wali kota malah cenderung berhasil. Ya, dari pemilihan cepat dia malah memimpin. Kok bisa?

Itulah yang hingga kini menjadi pertanyaan dalam diri saya. Ya, sudah benarkah saya ambil perbandingan Katak Hendak Menjadi Lembu dengan proses Pemilukada DKI? Hm, tampaknya salah. Ya, meski analogi Jakarta sebagai Lembu memang sudah pas; ibu kota Indonesia ini memang seperti Lembu dalam cerita tadi bukan? Dia begitu dimanja oleh pemerintah pusat, segala hasil dari daerah masuk ke kantungnya. Bukankah begitu?
Jadi soal Katak, maaf jika saya salah. (*)

FE Unpab Uji Kompetensi Akutansi 260 Mahasiswa

UJI KOMPETENSI: Mahasiswa Unpab melaksanakan uji komptensi Akutansi di kampus Unpab, Selasa (10/7).//ISTIMEWA FOR SUMUT POS
UJI KOMPETENSI: Mahasiswa Unpab melaksanakan uji komptensi Akutansi di kampus Unpab, Selasa (10/7).//ISTIMEWA FOR SUMUT POS

MEDAN-Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Pancabudi (FE Unpab) menggelar uji kompetensi bagi 260 mahasiswa selama dua hari. Demikian dikatakan Asisten Ketua Prodi Akutansi Nazli Azwani SE di kampus Unpab, Rabu (11/7).

‘’Uji komptensi pada 9-10 Juli 2012 ini sangat diperlukan sehingga mahasiswa FE Unpab yang akan menamatkan pendidikan dapat siap pakai, Yang diujikan mata kuliah Akutansi Keuangan, Pengantar Akutansi, Akutansi Biaya dan Sistem Informasi Akutansi,’’ kata Nazli didampingi Ketua Prodi Akutansi Drs Nulkanuddin Ritonga Ak MM, Ketua Panitia Uji Kompetensi Handriyani Dwilita,  Eriyati Chrisna, Ayu Kurnia Sari SE Ak MSi, Renny Naisyarah SE Ak MSi dan Oktarini Khamilah SE MSi serta Humas Unpab Hasrul Azwar Hasibuan.

Ia berharap dengan uji komptensi dapat meningkatkan keahlian khusus dari para  mahasiswa FE Unpab khususnya dari Prodi Akutansi. ‘’Ini bertujuan agar FE USU memiliki  uji komprehensif sehingga saat meja hijau akan fokus pada penelitian mahasiswa,’’ katanya.

Mahasiswa yang memiliki pemeringkatan tertinggi, lanjut dia, akan dijadikan kandidat  untuk dikirim ke luar Unpab mengikuti berbagai kompetensi akutansi dengan universitas negeri dan swasta lain di Sumut. Disebutkan Nazli, Prodi Akutansi FE Unpab memiliki visi dan misi menghasilkan lulusan yang berkarakter religius dan unggul dalam bidang Akutansi.  Ketua Panitia Uji Kompetensi Handriyani Dwilita mengatakan uji kompetensi ini telah dilaksanakan empat kali. ‘’Ini menjadi agenda rutin untuk meningkatkan keahlian mahasiswa di bidang Akutansi sehingga memiliki standar kelulusan yang baik,’’ katanya. (red)

YPSA Salurkan Beasiswa

MEDAN- Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) memberikan beasiswa penuh kepada empat siswa dan siswi SMP dari berbagai daerah di Sumut, Senin (9/7) kemarin.
Empat siswa-siswi tersebut mendapatkan program Beasiswa Anak Mas untuk melanjutkan SMA di Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA).

“Biaya sekolah, perlengkapan sekolah dan tempat tinggal akan dibiayai penuh,” kata Pembina YPSA, Drs H Sofyan Raz Ak MM, saat memberikan bimbingan dan arahan pada upacara pembukaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) dan Masa Orientasi Siswa (MOS) tahun ajaran 2012-2013, di kampus hijau YPSA, Senin (9/7) kemarin.

Adapun siswa yang berhasil mendapatkan beasiswa penuh tersebut adalah Rahmadani Sagala yang berasal  dari MTs Al-Falah Simangalam Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhan Batu Utara, Diah Fatmawaty Argona dari sekolah MTs Swasta PPMI Luqman  Gunung Malela Simalungun, Khairuddin dari MTs Al-Falah Simangalam Kualuh Selatan Labuhan Batu Utara, dan May Sarah asal SMA kelas X Reguler YPSA melanjutkan ke kelas XI SMA Internasional YPSA.

Menurut Kepala Bagian Pendidikan YPSA, Bagoes Maulana, S.Kom, Beasiswa Anak Mas adalah bantuan biaya pendidikan yang diberikan kepada siswa dhuafa (tidak mampu) yang memenuhi persyaratan tertentu dan digunakan untuk menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas selama 3 (tiga) tahun di Sekolah Menengah Atas / Upper Secondary YPSA.  (ful)

4 Sindikat Pengedar Ganja Dibekuk

MEDAN-Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan membekuk sindikat pengedar ganja. Tersangka yang pertama diringkus Syarifuddin alias Agam (35), warga Jalan Tempirai VI Blok VII, Komplek Perumahan Griya Martubung, Medan Labuhan. Dari kediaman Agam, polisi mengamankan barang bukti 60 gram ganja, timbangan duduk dan goni bekas bungkus daun ganja.

Selanjutnya, polisi meringkus Syahruddin alias Udin (29), warga Jalan Kol Yos Sudarso, Simpang Martubung, Medan Marelan. Dari Syahruddin polisi mengamankan barang bukti 2 kg ganja, satu unit sepeda motor Suzuki Spin BK 3427 ABR. Keterangan Syahruddin, barang tersebut milik DA (buron, Red) dan disimpan di rumah Khaidir alias Idir (31) dan Rony Alias Boges (26), warga Desa Lama Dusun I, Hamparan Perak. Selanjutnya, di hari yang sama polisi juga melakukan penggerebekan terhadap rumah Idir dan Boges. Dari kediaman Idir petugas menyita 21,5 kg  ganja dan dari Boges 32 kg ganja. Kedua tersangka mengaku kalau barang tersebut milik DA (buron, Red).  (jon)

Mahasiswa Tolak RUU PT Biaya Kuliah Makin Tinggi

UNJUK RASA: Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Universitas Sumatera Utara (USU)  berunjuk rasa di depan kampus USU Medan,  Rabu (11/7). //ANDRI GINTING/SUMUT POS
UNJUK RASA: Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) berunjuk rasa di depan kampus USU Medan, Rabu (11/7). //ANDRI GINTING/SUMUT POS

MEDAN-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fisip Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan aksi demo di pintu satu USU, Rabu (11/7). Aksi yang diiringi dengan pembakaran ban bekas itu menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT).

“Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap individu, oleh karena itu sudah sepantasnyalah masyarakat mendapatkan pendidikan yang layak dan ilmiah,” ucap koordinator aksi, Eka H  dalam orasinya.

Menurut Eka, pendidikan adalah alat untuk memanusiakan manusia. Maka masyarakat diharapkan mampu menjalani pendidikan hingga jenjang yang tertinggi yakni di tingkat perguruan tinggi. Menurut Eka, pendidikan merupakan hal yang sangat diidamkan bagi tiap individu, apalagi berada di PTN favorit.
“Namun realitasnya adalah tidak semua orang mampu menikmati bangku perkuliahan, karena biaya pendidikan yang terlalu tinggi, khususnya bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang sangat dilematis, mengingat dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 2 dijelaskan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya,” sebutnya.
Tentunya pasal tersebut kontradiktif dengan sistem pendidikan membatasi warga negaranya. (uma)
dalam memperoleh pendidikan.

Terbukti dari hanya segelintir orang yang memiliki uang yang berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Ditambah lagi dengan akan disahkannya RUU PT, maka akan semakin menambah buram wajah pendidikan di Indonesia.

Sebab RUU PT merupakan bentuk pelepasan tanggungjawab pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan. “Sesungguhnya RUU PT ini sendiri merupakan buah dari kebijakan-kebijakan yang telah terkontaminasi oleh kepentingan segelintir orang untuk memudahkan para pemilik modal berinvestasi dan memprivatisasi pendidikan di Indonesia, khususnya ditingkatan perguruan tinggi,”tegasnya.

Selain menolak disahkannya RUU PT, para pendemo juga menolak adanya segala bentuk komersialisasi dan liberalisasi pendidikan, dan meminta pemerintah mengembalikan pendidikan kepada khittahnya yang termaktub dalam UUD 1945 pasal 31 serta meminta pemerintah mewujudkan pendidikan gratis. Puas menyampaikan orasinya para pendemo akhirnya membubarkan diri dan kembali ke kampusnya. (uma)

Waspadai Wabah Difteri di Sumut

Risiko Kematian Tinggi Cegah dengan Imunisasi

MEDAN-Kepala Seksi Bimbingan dan Pengendalian Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Suhadi, mengatakan jika wabah difteri merupakan penyakit yang sangat menular dan berisiko kematiannya cukup tinggi. “Tahun 2011 akhir ditemukan suspect difteri di Sumut. Satu di Pakpak Bharat dan satu lagi di Binjai. Namun setelah diperiksa, hasilnya negatif,” kata Suhadi saat dikonfirmasi Rabu (11/7).

Meski Provinsi Sumatera Utara belum menemukan adanya laporan kasus difteri, namun kejadian luar biasa (KLB) difteri yang terjadi wilayah Jawa Timur telah menewaskan 91 anak, sehingga kewaspadaan ini perlu diantisipasi oleh pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut).
Apalagi sambungnya, hasil imunisasi untuk bayi di provinsi ini dalam tiga tahun terakhir belum menunjukkan pencapaian yang memuaskan.

Artinya, peran imunisasi sangat penting dalam pencegahan difteri.
“Target Sumut setiap tahunnya 96 persen. Sedangkan cakupan imunisasi DPT/HB3 pada tahun 2009 sebanyak 85,9 persen, tahun 2010 sebanyak 91,8 persen dan cakupan tahun 2011 sebanyak 93,4 persen,” ungkapnya.

Sedangkan untuk bulan imunisasi anak sekolah (BIAS), belum dilaksanakan oleh semua kabupaten/kota karena ketidaktersediaan dana operasional di kabupaten/kota. Pencapaian imunisasi ini hanya 60 persen dari target 96 persen. “Pencegahannya sendiri seperti penyuluhan dan imunisasi. Kalau penyuluhan sudah sering kita lakukan setiap pertemuan yang ada. Hanya saja, kita berharap dukungan pemerintah kabupaten/kota dalam merealisasikannya,” ujarnya.

Suhadi juga menjelaskan, difteri adalah suatu penyakit bakteri akut terutama menyerang tonsil, faring, laring, dan hidung. Sebagai penyebabnya adalah corynebacterium diphtheria dari biotipe gravis, mitis atau intermedius. Penyakit ini muncul terutama pada bulan-bulan dimana temperatur lebih dingin di negara subtropis dan terutama menyerang anak-anak berumur dibawah 15 tahun yang belum diimunisasi.

“Faktor risiko yang dapat mendasari terjadinya infeksi difteri dikalangan orang dewasa adalah menurunnya imunitas yang didapat karena imunisasi pada waktu bayi, tidak lengkapnya jadwal imunisasi oleh karena kontraindikasi yang tidak jelas,” ucapnya.

Sementara itu, Pengamat Kesehatan Sumatera Utara, dr Umar Zein menyebutkan, bakteri difteri menginfeksi tenggorokan dan mengeluarkan racun (toxin) sehingga terjadinya penyempitan. “Penularannya melalui udara dan biasanya yang sering terinfeksi itu anak-anak khususnya yang tidak mendapatkan imunisasi,” kata Umar Zein.

Untuk pencegahan bilang Umar, difteri  dapat dicegah melalui imunisasi khususnya pada usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Kemudian dilanjutkan pada kelas I SD dan kelas V SD.
Dalam kesempatan itu, Umar meminta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk dapat memberikan penyuluhan imunisasi.(uma)

Bekas Asrama 121 Kebun Lada Binjai Digerebek

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan

BINJAI- Eks Asrama 121 Kebun Lada, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, digerebek Kodim 0203/ Langkat, Rabu (11/7) sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam pengerebekan yang terjadi di rumah Tomi dan Edi Prasetyo itu, petugas mengamankan berbagai jenis narkoba.

Ada pun narkoba dan barang bukti lain yang berhasil diamankan, daun ganja kering sekitar 1 Kg, 12 hp, 4 butir peluru, 4 buah bong, 3 timbangan elektrik, 1 timbangan biasa, puluhan pil diduga ektasi, ratusan plastik kecil untuk tempat sabu-sabu, sekitar 4 buah senjata tajam dan mancis berbentuk pistol serta uang sebesar Rp12,5 juta diduga hasil penjualan narkoba.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga berhasil mengamankan tiga orang tersangka masing-masing Piter Pasaribu (pemakai), Juha Irawan Simbolon (pemakai), dan Herwin Lubis ( diduga bandar), yang masing-masing warga eks Asrama 121 Kebun Lada.

Informasi yang berhasil dihimpun, penggerebekan itu berawal dari informasi masyarakat yang resah atas maraknya peredaran narkoba di eks asrama tersebut.

Mendapatkan informasi berharga itu, Kodim 0203/Langkat, kemudian mengerahkan sejumlah personelnya guna membongkar sindikat peredaran narkoba di kawasan tersebut. Dan sekitar pukul 08.00 WIB, salah seorang anggota menyaru sebagai pembeli menyelinap diantara kaki tangan bandar tersebut.

Tiba di tempat kejadian perkara terlihat tiga orang yang sedang memakai sabu-sabu dan ganja, satu diantarannya bernama Herwin Lubis, kurir Tomi. Tanpa banyak tanya ketigannya langsung dibawa menggunakan mobil dan diintrogasi.

Dari ucapan merekalah, petugas mendapatkan nama Tomi dan Edi, yang sudah santer disebut-sebut sebagai bandar di Asrama eks 121 Kebun Lada. Dari penggerebekan petugas tidak menemukan Tomi dan Edi, hanya menyita barang bukti.

Dandim 0203/ Langkat Letnan Kolonel Arh YP Girsang mengakui, pihaknnya akan terus menindak lanjuti permasalahan ini. “Kita menerima perintah dari atasan untuk melakukan pengerebekan di komplek-komplek perumahan TNI. Karena banyak informasi yang berkembang di perumah tersebut banyak digunakan sebagai sarana peredaran narkoba,” kata Letkol Arh YP Girsang. (ndi)

MI Salor Sitanggang Pimpin Rihan Poin

Kejuaraan Catur Piala Bupati Pakpak Bharat

KETAT: MI Salor Sitanggang saat berhadapan MN Jhon Roy Damanik pada turnamen catur Piala Bupati Pakpak Bharat.

 babak ke Enam dari Sembilan babak yang dipertandingkan, Digelar di Gedung Serbaguna Salak, Foto Direkam Rabu (11/07). //Tamba Tinendung)/Sumut Pos
KETAT: MI Salor Sitanggang saat berhadapan MN Jhon Roy Damanik pada turnamen catur Piala Bupati Pakpak Bharat.

babak ke Enam dari Sembilan babak yang dipertandingkan, Digelar di Gedung Serbaguna Salak, Foto Direkam Rabu (11/07). //Tamba Tinendung)/Sumut Pos

PAKPAK BHARAT- Pecatur nasional bergelar Master Internasional (MI) Salor Sitanggang memimpin perolehan poin kejuaraan catur Piala Bupati Pakpak Bharat berhadiah total Rp32 juta yang berlangsung di Gedung Serba Guna Salak, Rabu (11/07).

Itu setelah Salor mengumpulkan poin 5,5 usai mengalahkan master nasional (MN) asal Riau Jhon Roy Damanik saat keduanya bertanding pada babak keenam.

Pada turnamen catur berskala nasional yang melibatkan pecatur dari sembilan provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Bengkulu, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, dan Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) ini banyak terjadi kejutan.

Slah satunya adalah ketika pecatur PON Sumut Master Percasi (MP) Marihot Simanjuntak ditaklukkan pecatur no master asal Tapanuli Selatan  Marihot Sinaga.
Posisi kedua klasemen umum ditempati pecatur Riau Nelson Roganda dan pecatur Binjai Masa Sitepu. (mag-14)

Gresik United Kubur Asa PSMS

GRESIK- Gresik United berhasil menembus zona play off menyusul kemenangan mereka atas Persipura Jayapura dengan skor 2-1 dalam laga terakhir Indonesia Super League (ISL), Rabu (11/7). Hal tersebut juga tidak lepas dari kekalahan PSMS Medan dari Persisam dengan skor 2-4 di saat yang sama.

Dengan kemenangan ini, Gresik United naik ke peringkat 15 dengan 38 poin yang secara otomatis mengubur asa PSMS Medan untuk bertahan di kompetisi ISL musim depan. Pasalnya, PSMS hanya mampu meraup 36 poin dan harus puas di urutan ke 16. Dengan begitu, PSMS harus terdegradasi.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Gresik United tampil sangat bersemangat meskipun mereka menghadapi tim tangguh dari Jayapura. Pada menit ke-33, pendukung tuan rumah bersorak ketika tandukan Marwan Sayedeh berhasil menjebol gawang Persipura sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0.
Persipura mencoba menyamakan kedudukan, namun hingga turun minum kedudukan tersebut tidak berubah.
Pada babak kedua, Gresik United memperlebar kedudukan menjadi 2-0. Kali ini striker andalan tim tuan rumah, Gaston Castano, berhasil mencatatkan namanya di papan skor.

Unggul 2-0 tak membuat Gresik United mengendurkan serangan. Namun sayang, di menit 82, Beto Goncalves mampu memberikan gol hiburan untuk timnya di menit ke-82, sekaligus mengokohkan dirinya sebagai top skor ISL musim ini.

Kedudukan 2-1 tersebut bertahan hingga wasit meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir. Kemenangan Gresik United tersebut membuat PSMS harus rela terdegradasi ke Divisi Utama musim depan, setelah takluk di kandang Persisam.(net/bbs)

Ketua KPU Penuhi Panggilan Polisi

Proses Lidik Keabsahan SKPI Bupati Karo

KETERANGAN: Ketua KPU Karo Benyamin Pinem ST (kanan) memberi keterangan kepada penyidik Unit Tipiter Polres Karo.//istimewa/sumutpos
KETERANGAN: Ketua KPU Karo Benyamin Pinem ST (kanan) memberi keterangan kepada penyidik Unit Tipiter Polres Karo.//istimewa/sumutpos

KARO-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanahkaro, Benyamin Pinem, ST  penuhi pangilan Polres Tanahkaro, Rabu (11/7). Kedatangan Benyamin ke kantor polisi itu untuk memberi keterangan terkait kasus  kelengkapan berkas administrasi penjaringan calon Bupati Tanahkaro periode  2011-2016.

Sebelumnya Benyamin Pinem disurati polisi untuk kedua kalinya, sehubungan pengaduan Perdemuan Tarigan, tentang dugaan ketidakabsahan Surat Keterangan Pengganti Izajah (SKPI) Bupati Karo DR.(HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti yang digunakan pada saat pencalonan sebagai Bupati Karo.

Setelah menjalani pemeriksaan sekitar lima jam di ruang Unit Tipiter, akhirnya Ketua KPU Karo Benyamin Pinem ST, yang kemarin ditemani salah satu anggota KPU, Jesaya Pulungan, SH, meninggalkan Polres Tanahkaro.

Sesuai keterangan Kasi Humas Polres Karo, AKP Sayuti Malik,  kepada wartawan, Benyamin,  dipanggil untuk dimintai  keterangannnya seputar  administrasi penjaringan salah satu pasanagan calon Bupati Karo. Dalam pemeriksaan, Ketua KPU Karo dicecar  22 pertanyaan oleh juru periksa.

Sementara itu,  Benyamin Pinem ST, kepada Sumut Pos melalui telepon selularnya  menjelaskan, jika pemanggilan dirinya kemarin hanya sebatas  saksi, sesuai  jabatan yang disandangnya. Dihadapan penyidik sesuai keterangan Ketua KPU Karo, dirinya memberikan jawaban sesuai fungsi tugasnya sebagai lembaga pelaksana Pemilu Kada Karo.

“Secara transparan saya utarakan selurunya kepada penyidik. Tidak  ada yang disembunyikan. Melalui mekanisme yang berlaku seluruh aturan dan tahapan Pemilu Kada telah kami jalankan. Terkait SKPI yang bersangkutan, KPU Karo sebelumnya telah melayangkan surat ke sekolah dimaksud,” ungkap Benyamin.

Pria berkaca mata itu berujar, sesuai aturan KPU yang berlaku dimasa itu, pasangan calon yang  saat ini sebagai Pemenang Pemilu Kada Karo, dianggap berhak dapat mengikuti serta melaju ke tahap selanjutnya.
“Aturan administratif telah dilaksanakan KPU Karo,  jika  ada  hal hal yang lain itu bukan wewenang kami.,” katanya. (wan)