Home Blog Page 13260

Wakil Bupati dan Janda Dipergoki di Kamar Mandi

KISARAN- Wakil Bupati Batubara, Gong Matua Siregar, jadi sorotan. Ia dipergoki berduaan dengan janda beranak 3 di sebuah kamar mandi di Jalan Angrek, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur beberapa hari lalu. Gong Matua yang diyakini sedang berbuat mesum langsung menjadi buah bibir masyarakat di kawasan tersebut.

Apalagi ternyata, kediaman janda berinisial A itu, hanya terpaut 300 meter dari rumah pribadi Gong Matua, yang juga ada di kawasan tersebut.
Hanya saja, nyaris tidak ada seorangpun warga yang bersedia berbagi cerita mengenai perbuatan amoral itu. “Ngga ada masalah kok di sini, aman-aman saja. Gimana? Soal penggerebekan? He he he, oh, yang itu rupanya,” tukas seorang pria paruh baya, sambil tersenyum, saat ditemui di Jalan Latsitarda, kemarin petang.

Setelah sedikit dirayu, pria beruban ini akhirnya mau bercerita.  Katanya, Selasa (3/7) siang itu, sejumlah warga berkerumun di depan rumah A, janda anak 3 yang ditinggal mati suaminya lebih dari se windu lalu. “A ketangkap basah. Eh, pas kami lihat, rupanya sama Pak Gong. Malu lah,” tukasnya kembali dengan senyuman.

Terbongkarnya perbuatan amoral sang wabup berawal dari kecurigaan kerabat sang janda. Pasalnya, Gong pamit numpang buang hajat di rumah itu, dengan alasan air di rumahnya tidak mengalir. Anehnya, lebih dari 5 menit, Gong tak juga keluar dari rumah itu.

Kontan saja, kerabat A menaruh curiga. Gong pun dicari ke kamar mandi. Diluar dugaan, Gong didapati bersama dengan A tengah berada di bilik kamar mandi.

“Pak Siregar sempat dicekik, sampe ibu itu teriak panik. Nah, warga yang dengar teriakan langsung ngumpul lah, rame. Yang pasti, keluarga ibu itu baik. Kalau tidak, bisa saja Pak Gong dihajar mereka,” katanya.

Terbongkarnya kasus perselingkuhan tersebut menciptakan reaksi beragam. “Kalau benar begitu ceritanya, berarti Gong itu murahan. Engga bermoral,” kata H Adam, tokoh masyarakat Batubara.

Hal senada juga disampaikan Halim Saragih, pentolan Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU). “Jelas-jelas memperlihatkan, betapa pemimpin di Batubara sama sekali tak lagi memikirkan masyarakatnya. Sudahlah bupatinya diduga korupsi, ini giliran wakilnya lagi yang berzinah. Memalukan,” kata Halim.
Rizal, orang dekat Gong, tidak mempercayai kabar tersebut. “Ahh, itu semua strategi politik busuk. Lumrah jika kita menjadi pejabat strategis banyak tantangan. Intinya, ombak harus dihadapi, soal benar tidaknya informasi itu, hanya Allah SWT yang tahu,” tegasnya.

Ketua komisi B DPRD Batubara, Sabaruddin,LC, dengan enteng mengatakan, jika hanya dekat dengan janda itu hal yang lumrah. “Biasa itu kalau Cuma sekedar dekat dengan janda,” katanya, saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Kata pria yang juga dikenal sebagai ustadz ini, dalam ajaran Islam, seorang pria dibolehkan memiliki istri lebih dari 1.
Sedangkan anggota DPRD lainnya, tak seorang pun yang bersedia berbicara mengenai masalah ini. Mereka beralasan, persoalan semacam ini sangat tinggin sekali nilai politisnya.
Gong Menghilang
Hingga berita ini ditulis, Gong Matua Siregar, belum diketahui keberadaanya. METRO ASAHAN (Grup Sumut Pos)  yang berusaha menyambangi kediaman pribadinya di Jalan Angrek, tetapi rumah gedung megah itu tertutup rapat. Tak ada tanda-tanda aktivitas kehidupan. Kediaman dinasnya di komplek perumahan Inalum, Tanjung Gading, Kabupaten Batubara, sama saja. Nomor ponsel Gong Matua, tak satupun dapat dihubungi. Sedangkan di kompek Sekretariat Daerah Batubara, diperoleh informasi, bahwa Gong sudah lama sekali tidak pernah terlihat ngantor. (tim)

3 Mantan Anggota Panwaslukada Medan akan Diperiksa

MEDAN-Kejaksaan Negeri Medan menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap mantan tiga anggota Panwaslukada Kota Medan, M Aswin, Ir Diana Swita Harahap dan Robinson Simbolon, terkait kasus dugaan korupsi anggaran Panwaslukada tahun 2010 senilai Rp6 miliar.

“Rabu (11/7) mendatang, sudah dijadwalkan tiga orang penting di Panwaslukada Kota Medan ini akan kita panggil dan diperiksa kembali. Saat ini status mereka diperiksa masih sebagai saksi. Namun tidak menutup kemungkinan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasi Pidana Khusus Kejari Medan, Robinson SH.

Menurutnya, tim penyidik Kejari Medan belum mau terburu-buru menetapkan status tersangka.

“Mengenai mantan Ketua Panwaslukada, M Aswin, memang sudah pernah kita lakukan pemanggilan. Namun, apabila ditemukan bukti yang cukup, bisa saja mereka bakal kita jadikan tersangka juga. Itu tergantung pengumpulan bukti-bukti yang cukup,” ucap Robinson.
Dijelaskannya, hingga kini dalam kasus korupsi tersebut sudah 11 orang yang menjalani pemeriksaan. Namun yang sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan diantaranya mantan Sekretaris Panwaslukada Kota Medan, Sabaruddin dan mantan Bendahara Panwaslukada Kota Medan, Iskandar.

Sebelumnya, dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh tim Pidsus Kejari Medan dari akhir 2011 hingga saat ini, ditemukan beberapa pengeluaran yang tidak jelas pertanggungjawaban seperti indikasi penggelembungan (mark-up) hingga dugaan kegiatan fiktif.

Penghitungan kerugian negara sendiri, berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut yang diperkirakan lebih Rp200 juta. Data yang diperoleh melalui sewa kendaraan yang dikeluarkan itu berkisar Rp6 juta per bulan, setelah dilakukan pengecekan, faktanya tidak sesuai.
Selain kendaraan itu, juga ditemukan pengeluaran untuk perawatan kendaraan sebesar Rp164 juta yang tidak jelas pertanggungjawabanya. Bahkan diduga ada kegiatan fiktif dan penggelembungan harga. Diantaranya mengenai sewa gedung untuk kantor Rp80 juta, pengadaan alat kantor, beberapa laporan kegiatan dan pembayaran perjalanan dinas. (far)

Asosiasi Pemda dan DPRD Seluruh Indonesia Dukung Pilgub oleh DPRD

Seluruh asosiasi pemerintah daerah dan asosiasi DPRD yang diundang oleh Komisi II DPR untuk membahas RUU Pemilukada diklaim  sepakat dengan rumusan pemilihan gubernur dan wakil gubernur dilakukan oleh DPRD.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap selaku Wakil Ketua I APEKSI bidang Pemerintahan dan Otonomi, mengatakan titik berat otonomi adalah peningkatan efisiensi dan efektivitas pemerintahan yang menjamin demokrasi, Pilkada langsung gubernu sebaiknya dihapuskan.
Unsur pemda yang diundang adalah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI), Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), dan Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI).

“Dengan berbagai argumentasi mereka mendukung usulan pemerintah, bahwa pemilihan gubernur adalah lebih baik dilakukan oleh DPRD, karena akan mengurangi resiko konflik, mengurangi biaya politik, dan gubernur yang terpilih akan lebih berkualitas,” kata Anggota Komisi II DPR, Nurul Arifin, Kamis (5/7), di Jakarta.

Wasekjen Partai Golkar itu menambahkan, mereka merujuk pasal 18 ayat (4) Undang-undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan bahwa “gubernur, bupati, dan wali kota masing-masing sebagai kepala  pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis”.
Namun, lanjut Nurul, untuk pemilukada di tingkat kabupaten/kota mereka meminta dipilih secara langsung.

“Asosiasi DPRD Kabupaten malah menginginkan untuk dipilih melalui DPRD mulai dari gubernur maupun bupat wali/kota,” tambahnya.
Selain itu, kata Nurul, asosiasi pemerintah provinsi menginginkan gubernur dan wagub tetap satu paket. Menurut mereka, apabila tidak dilakukan satu paket akan rentan konflik dengan gubernur terpilih. Mereka berpendapat  bahwa jabatan gubernur dan wakil gubernur adalah jabatan politis, bukan jabatan karir.

“Hanya saja perlu pengaturan yang jelas mengenai kewenangan gubernur dan wagub sehingga tak terjadi konflik,” tambah bekas artis papan atas Indonesia itu.  Dia menegaskan, keberadaan wakil kepala daerah dari jalur non politik ditolak oleh semua asosiasi. “Majunya keluarga incumbent mereka dukung karena kalau dilarang bisa menimbulkan pelanggaran HAM,” pungkasnya. (gus/boy/jpnn)

Foto Bugil PNS Hebohkan Asahan

BUGIL: Foto bugil mirip Kabag Hukum Pemkab Asahan Syahruh Tambunan dan foto Syahruh berpakaian.//facebook/repro
BUGIL: Foto bugil mirip Kabag Hukum Pemkab Asahan Syahruh Tambunan dan foto Syahruh berpakaian.//facebook/repro
Kabupaten Asahan pun geger dengan peredaran foto bugil mirip Kabag Hukum Pemkab Asahan Syahruh Tambunan di facebook. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai keaslian foto itu. Syahrul sendiri  membantah pria di foto itu adalah dirinya.

Dari hasil penelusuran diketahui, foto tersebut pertama kali muncul di akun facebook dengan nama Qakin Aulia, Jumat (6/7) malam pukul 23.00 WIB. Hanya ditampilkan sekitar 25 menit, akun tersebut hilang. Foto itu kembali muncul di dunia maya, di upload pemilik akun bernama Naga Hitam, Minggu (8/7). Bertahan 1 jam, akun tersebut hilang juga.

Senin (9/7) pagi, foto yang telah dimodifikasi, dengan menyertakan foto Syahrul berpakaian dinas, muncul lagi di akun facebook Aditya Pranata. Akun tersebut hilang sekitar pukul 20.45 WIB.

“Saya korban dengan cara yang keji. Kemunculan foto mirip saya sudah kedua kalinya, kemudian hilang. Terpenting Bang, keluarga saya tidak percaya foto itu adalah saya,” ujarnya dengan suara parau.

Beberapa warga yang sempat melihat foto-foto itu di facebook meyakini itu merupakan foto asli Syahrul. “Kalau pandanganku, foto asli. Semua mirip. Apalagi foto itu di share wanita diduga mantan kekasihnya,” ujar beberapa warga sembari meminta nama mereka tidak dipublikasikan. (van/ing/smg)

Terbukti Mesum, PNS Pemko Medan Dicopot

Dari Medan, heboh foto mesum mirip oknum PNS wanita di Inspektorat Pemko Medan yang ditag atau ditandai di akun Facebook milik Kominfo Kota Medan, membuat berang Walo Kota Rahudman Harahap. Instruksi langsung diberikan agar Inspektorat Pemko Medan melakukan penyelidikan.

“Saya akan berikan tindakan displin. Kalau memiliki jabatan akan dicopot, kalau tidak memiliki jabatan akan dipindahkan, itu saya memberikan hukuman selalu pembinaan terhadap PNS,” ujarnya , Senin (9/7) sore.

Sanksi itu hanya akan diberikan bila penyelidikan membuktikan pemeran foto mesum itu benar-benar PNS di jajaran Pemko Medan. Wali kota pun mengimbau seluruh PNS di Pemko Medan untuk memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

Sedangkan Kadis Kominfo Kota Medan Zulkifli Setepu mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Kemudian dirinya berjanji akan melakukan pengecekkan walaupun fotonya sudah dihapus oleh orang menandai.

“Bentar saya cek facebook dulu untuk memastikan lagi,” pungkasnya.

Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera (Poldasu) AKBP Agus Halimuddin memastikan, jika foto-foto itu terbukti kebenarannya, dua orang yang melakukan adegan mesra di dalam foto itu bisa dikenakan sanksi pidana. “Yang jelas yang menyebar foto-foto itulah yang bertanggung jawab atas munculnya foto seronok itu,” ungkapnya.

Ditambahkannya, butuh pakar telematika untuk mengungkap kasus ini. “Kami siap bekerja sama dengan Pakar telematika,” tegasnya.
Akhir pekan kemarin, warga Medan digegerkan beredarnya foto mesum mirip seorang oknum PNS berinisial Y SE yang disebut-sebut bertugas di Inspektorat Pemko Medan.

Dalam foto itu, terlihat jelas Y SE yang hanya mengenakan bra dipeluk seorang pria dan tengah mencium bagian lehernya.
Kepala Inspektorat Pemko medan, Farid Wajedi, membenarkan kalau wanit yang ada di foto itu, pindahan dari kabupaten Asahan dan baru bekerja di Inspektorat sejak awal Juni lalu. (gus/mag-12)

Dituding Pelaku Lakalantas, Siswa SMK Dirampok

LABUHAN- Hati-hati modus baru perampokan. Pelaku berpura-pura mengaku keluarga korban tabrak lari dan menuduh pengendara sepeda motor sebagai pelakunya. Setelah mengintimidasi, pelaku membawa lari sepeda motor korbannya.

Kejadian seperti ini dialami Adek Himawan (16) warga Jalan Rawe IV Lingkungan VI, Mabar Kecamatan Medan Deli, Senin (9/7). “Aku diancam pakai pisau, disuruh turun dan keretaku dirampas dan dibawa kabur,” ungkap korban saat membuat laporan pengaduan ke Mapolsekta Medan Labuhan. (mag-17)

PDIP Konsisten Kawal Pergerakan di Sumut

STABAT- PDI Perjuangan konsisten terhadap ideologi Pancasila dalam memimpin pergerakan rakyat di Sumut khususnya di bidang pertanahan, perburuhan, nelayan, kesehatan dan pendidikan. Selain itu, PDIP  merasa gerah melihat Pemprov maupun DPRD Sumut yang lamban mengambil keputusan dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kalau selama ini, PDIP hanya bersifat advokasi, mulai saat ini seluruh kader PDIP di Sumut harus memimpin langsung pergerakan rakyat Sumut memperjuangkan hak-haknya pada pemerintah tidak sekadar mengadvokasi. Ini bagian dari sikap ideologi,” kata Ketua DPD PDIP Sumut Panda Nababan didamping Wakil Ketua PDIP Sumut Bidang Kominfo Eddi Rangkuti, Ketua Panitia Pendidikan Kader Madya PDIP Sumut Analisman Zalukhu, usai penutupan pelatihan kader madya, di Gedung PKK Langkat, Minggu (8/7). (ade)

Penjambret Nekat Bogem Polisi

MEDAN- Duo jambret, Rudi (32) dan Randi Ginting (17), sepakat merampas tas Fitri (19) di Jalan Jamin ginting Pasar 7 (9/7). Rudi lantas menarik tas sandang mahasiswi kebidanan itu hingga hampir terjatuh dari sepedamotor matiknya.

Fitri pun berteriak dan membuat duo jambret ini panik sampai terjatuh. Kebetulan ada Brigadir Beri Ginting di dekat situ dan langsung menangkap keduanya. Tapi duo jambret ini nekat dan langsung memukul polisi lalulintas tersebut. Melihat itu, warga geram dan langsung menangkap dan menghajar mereka hingga babak belur.

“Aku cuma nyelamatkan diri aja,” ujar Rudi di Polsek Medan Sunggal. Kasi Humas Polsekta Medan Sunggal, Aiptu BE Sirait, membenarkan kejadin itu. Jambret ini pun langsung dibopong ke RS Bina Kasih karena mengalami luka parah. Setelah itu keduanya di boyong ke Ruang Juper untuk diperiksa.(mri/smg)

Tipu Pedagang, Larikan 21 Durian

PANCURBATU-Ada-ada saja ulah dua pengendara Avanza ini. Berpura-pura menbeli buah durian, mereka malah membawa kabur 21 buah yang sudah dimuat di mobilnya, memanfaatkan kelengahan T Sembiring (50), si penjual durian, Senin (9/7) siang. Kejadiannya di pinggir jalan Jamin Ginting Dusun Durin Pitu Desa Sugau.

“Aku sempat kejar mereka naik sepeda motor. Tak ketemu, aku pulanglah,” ujar Sembiring. Bagi sembiring, nilai yang dilarikan itu tak seberapa. Dia hanya menganggap itu buang sial dan tidak berniat membuat pengadun ke Polsek Pancurbatu. (roy/smg)

Mio Fino Milik Warga Gaperta

Pembaca, Notaris, dan Sponsor Saksikan Pengundian Goal-Goal Euro 2012 Sumut Pos

UNDIAN: Boy dari PT Yamaha Alfa Scorpii mengundi secara acak pemenang undian Goal-Goal Euro 2012 dengan hadiah 1 Unit Yamaha Mio Fino.
UNDIAN: Boy dari PT Yamaha Alfa Scorpii mengundi secara acak pemenang undian Goal-Goal Euro 2012 dengan hadiah 1 Unit Yamaha Mio Fino.
Sepanjang Euro 2012, Harian Sumut Pos turut memeriahkan even sepak bola Eropa itu dengan menggelar berbagai kuis dan undian bertajuk Goal-Goal Euro 2012. Hadiah utamanya adalah Yamaha Mio Fino. Senin (9/7) kemarin, undian pemenang hadiah utama dilakukan di Gedung Graha Pena Medan.

KEBERUNTUNGAN ternyata diraih Syaiful, warga Jalan Gaperta Ujung Medan. Dalam pengundian yang dilaksanakan Boy, pegawai PT Alfa Scorpii yang mendapat kepercayaan menarik undian Goal-Goal Euro 2012 yang diadakan Harian Sumut Pos di Graha Pena Jalan Sisingamangaraja Medan, Syaiful berhak mendapatkan hadiah utama berupa satu unit Yamaha Mio Fino.

Kebahagian semacam ini tak cuma dirasakan Syaiful. Melalui gelaran pengundian di kantor Sumut Pos ini, panitia tak cuma menyediakan sepeda motor. Ada juga hadiah berupa sepeda, televisi, handphone dan beragam hadiah lain.

Manager Event Organizer Anang Nainggolan pun lantas menelepon Syaiful sesuai dengan nomor telepon yang ditulis dalam kupon Euro 2012 yang terbit tiap hari selama pesta sepak bola antar negara di benua Eropa itu. Syaiful yang sedang berada di rumah memang berkeinginan hadir dalam pengundian tadi, namun batal datang.

Syaiful secara khusus langsung diundang untuk hadir di Graha Pena, Selasa (10/7) pukul 13.00 untuk menerima hadiah utama berupa sepeda motor. Di hadapan pembaca dan sponsor pengundian, melalui telepon Syaiful pun berterima kasih karena mendapatkan hadiah dari Sumut Pos.

Pengundian tersebut berlangsung terbuka di hadapan pembaca Sumut Pos dari berbagai daerah di Medan dan sekitarnya. Hadir juga perwakilan pendukung acara di antaranya Zainal Harahap sebagai Service Manager PT Alfa Scorpii dan Ismansyah Promotions Supervisor PT Alfa Scorpii, Ahmad Nasoha Corporate Affairs Manager-Northern Sumatra PT Coca Cola Amatil Indonesia,  Raymon dari Wimcycle dan notaris Herawati SH, perwakilan Indovision, Ray Property dan pendukung acara lainnya.

Dalam undian ini, Wapemred Sumut Pos Hirzan mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia Sumut Pos yang telah berpartisipasi dalam undian ini. Dijelaskan Hirzan, jumlah kupon yang masuk untuk tebak top skor berjumlah 15.308 kupon dan kupon tebak juara berjumlah 17.900 kupon.
Ungkapan senada juga dikatakan Zainal Harahap dari Yamaha yang selalu setia bekerja sama dengan Sumut Pos dalam berbagai even olahraga termasuk jalan santai dan kegiatan lain.  (omi)

Nama Pemenang Undian Goal-Goal Euro Cup 2012

Pemenang Hadiah Utama Tebak Negara Juara

  • Syaiful warga Jalan Gaperta Ujung No.97 dengan Hadiah 1 Unit  Yamaha Mio Fino.
  • Nakti Al Habsyi warga Jalan Pancing II No 17 C dengan hadiah 1 Unit Sepeda Gunung.
  • Syafrida Yanti warga Jalan Tempua No 598 dengan hadiah 1 Unit ponsel.

Pemenang Undian Tebak  Pemain Terbaik:

  • JM Lubis S.TS warga Jalan Sumpah Prajurit Timur  No 186 dengan hadiah satu unit sepeda gunung.
  • Drs Alexander Samosir warga Desa Sei Semayang Sunggal dengan hadiah 1 Unit TV.
  • Joko Hamzah warga Bandar Labuhan Tanjung Morawa dengan hadiah 1Unit ponsel.

Pemenang undian tebak negara juara dengan hadiah hiburan diraih:

  • Juliana Santi Simbolon warga Dusun 1 Desa Mariendal II No. 105 dengan hadiah I unit pompa sepeda serta voucher.
  • Hairani Nasution warga Jalan Bersama Gang Subur No 163 hadiah I Unit pompa  sepeda serta voucher.
  • Serasi Surbakti warga Jalan Namo Pecawik Dusun 3 hadiah I unit pompa sepeda serta voucher.

Pemenang undian untuk tebak top skor

  • Permana Priatama warga Jalan Menteng 7 Komplek Menteng Indah dengan  hadiah I unit pompa sepeda dan voucher
  • Syafrida Yanti warga Jalan Tempua No 598 dengan hadiah satu pompa sepeda    dan voucher.