Home Blog Page 13259

Diikuti Juara Catur Indonesia

Turnamen Catur Piala Bupati Pakpak Bharat

PAKPAK BHARAT- Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, Senin (9/7) membuka secara resmi Turnamen Catur Terbuka Indonesia memperebutkan Piala Bupati Pakpak Bharat Tahun 2012. Rencananya, turnamen ini digelar selama empat hari 9- 12 Juli di Gedung Serbaguna Salak.

Turnamen ini mendapat sambutan yang antusias dari para pecatur, baik yang berstatus pemain lokal, maupun yang berstatus master internasional. Ini dibuktikan dengan keikutsertaan Master Internasional (MI) Salor Sitanggang yang juga juara Catur Indonesia Tahun 2011.

Sangat wajar jika Salor Sitanggang mengikuti even ini, karena even ini merupakan even terbesar yang pernah berlangsung di Sumatera Utara. Ini dibuktikan dengan besarnya hadiah yang mencapai Rp32 juta.

“Kita besryukur pecatur-pecatur hebat nasional seperti Salor Sitanggang maupun sejumlah pecatur dari Pulau Jawa lainnya bersedia mengikuti even ini. Itu sebuah prestasi yang membanggakan,” bilang Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu.

Di sisi lain Berutu pun mengungkapkan bahwa turnamen catur yang digags pihaknya itu juga bertujuan mengenalkan objek pariwisata yang ada di Pakpak Bharat.

Sementara itu, Ketua Pengcab Percasi Kabupaten Pakpak Bharat Edison Manik SE menghimbau kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportifitas sehingga turnamen berjalan lancer dan aman. (mag-14)

Dirut Pirngadi Mangkir

Sidang Gugatan Pasien Terhadap RS Pirngadi

MEDAN-Sidang lanjutan perdata gugatan keluarga korban almarhum Ganda Hermanto Tua Nainggolan, terhadap lima tergugat salah satunya RSUD dr Pirngadi Medan kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (9/6).

Sayangnya, dalam sidang keenam lagi-lagi lima tergugat mangkir dari persidangan tanpa ada alasan yang jelas. Akibatnya, sidang yang rencananya akan digelar di Ruang Cakra VI tersebut terpaksa harus dibatalkan lagi. Kelima tergugat tersebut diantaranya dokter yang menangani korban yaitu dr Amran, RSUD dr Pirngadi Medan, Dinas Kesehatan Kota Medan, Dinas Kesehatan Sumut dan Wali Kota Medan.

Direktur LBH Sekolah Sumut, Subambowo Buulolo SH mengatakan, kelima tergugat sudah berulang kali tidak menghadiri sidang lanjutan dan tidak memiliki itikad baik.

“Ini sudah keterlaluan. Para tergugat sama sekali tidak ada itikad baik untuk menghadiri sidang. Bahkan, tidak ada alasan yang jelas kenapa mereka tidak datang,” katanya. Bukan itu saja, tambahnya, dalam mediasi antara keluarga korban dengan pihak tergugat juga tidak dihadiri para tergugat.
“Kita sudah pernah mencoba mediasi hingga 3 kali.

Tapi mereka memang terkesan menyepelekan masalah ini,” ujarnya.

Dikatakan Subambowo, pihaknya akan menyurati ke DPR RI supaya adanya pembinaan moral terhadap penyelenggara negara dan mengawasi permasalahan tersebut.

“Ini merupakan preseden buruk terhadap penegakan hukum. Yang tergugat adalah pejabat publik. Harusnya mereka (para tergugat) diberikan pembinaan. Sebab mereka harus patuh dengan undang-undang yang berlaku,” terangnya.
Dia juga menilai, kejadian yang menimpa keluarga Ganda adalah bentuk ketidakmanusiawian dan tidak memiliki bentuk sosial bagi sebuah rumah sakit pemerintah.

“Apalagi kita tahu ibu Ganda tidak mengerti untuk urusan seperti ini. Kita harapkan ada keadilan yang didapat oleh orang kecil seperti mereka,” ucapnya.
Sebelumnya, Berliana br Tamba mengajukan gugatan dengan register No.189/PDT.G/2012/PN-Medan. Berliana menggugat rumah sakit karena lalai dalam menjalankan tugasnya yang mengakibatkan anaknya, Ganda Hermanto Tua Nainggolan yang menderita sesak nafas dan disertai dengan pembengkakan meninggal dunia.

Terpisah, dr Amran yang sekarang menjabat sebagai Dirut RSUD dr Pirngadi Medan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar banyak mengenai kasus itu. “Semuanya sudah diserahkan kepada pengacara yaitu Pak Edison. Jadi tanya sama beliau aja. Kasus ini juga sudah diproses hukum. Jadi saya tidak bisa komentar banyak. Tanya sama humas saja,” ujarnya.

Sementara, Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin membantah bahwa pihaknya yang mewakili manajemen RSUD dr Pirngadi Medan tidak pernah hadir dalam persidangan itu. Bahkan Edison menuding bahwa pihak keluarga korban almarhum Ganda Hermanto Tua Nainggolan dalam hal ini sebagai penggugat tidak siap dan terkesan plin-plan.

“Bukan itu masalahnya. Saya mewakili Pirngadi selalu datang saat persidangan. Tapi intinya mereka tidak siap untuk menggugat kita. Kita juga sudah siapkan materi jawabannya. Ternyata mereka mengganti gugatannya. Inikan berarti mereka yang tidak siap? Jangan dipersoalkan yang tidak perlu. Mereka yang plin-plan dan tidak siap menggugat kita,” bebernya dengan nada tinggi. (far)

Hari Pertama Masuk Sekolah MOS Diwarnai Upacara hingga Makan-makan

MURID BARU: Murid baru SMPN 37 Medan mengikuti MOS hari pertama masuk sekolah, Senin (9/7). MOS digelar cuma satu hari di sekolah masing-masing.//tomi/sumut pos
MURID BARU: Murid baru SMPN 37 Medan mengikuti MOS hari pertama masuk sekolah, Senin (9/7). MOS digelar cuma satu hari di sekolah masing-masing.//tomi/sumut pos
MEDAN-Hari pertama masuk sekolah diwarnai dengan kegiatan masa orientasi siswa (MOS) baru baik tingkat SMA dan SMP, Senin (9/7).

Pantauan wartawan di beberapa sekolah di Kota Medan, siswa belum ada yang belajar dan hanya mengikuti MOS yang digelar di sekolah masing-masing. MOS diberlakukan dalam sehari saja sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Medan.

Seperti di SMAN 7 Medan di Jalan Timor. MOS berlangsung aman dan tanpa hambatan.

“Kegiatan MOS yang dilakukan sehari saja mulai pukul 07.00 WIB sampai siang,” bilang Kholid, guru PPKs SMAN 7 Medan
Diterangkannya, jumlah siswa yang ikut MOS di SMAN 7 Medan sebanyak 359 siswa. Sebanyak 359 siswa diperkenalkan dengan guru-guru dan diberikan beberapa arahan dari kepala sekolah serta guru lainnya.

“MOS kali ini hanya memperkenal saja dengan teman-teman baru serta kakak kelas. Selain itu juga dengan guru-guru. Kemudian, makan siang bersama murid baru,” terangnya.
Dinda, seorang siswa baru mengatakan, kegiatan MOS dimulai pagi hari dan tidak ada lagi kekerasan seperti dibentak oleh kakak kelas. Malah, kakak kelas yang memperkenalkan diri.

“Sangat bagus tidak ada lagi yang namanya kita dipermainkan kakak kelas,”bilangnya.

MOS juga digelar di SMPN 37 Medan dengan melakukan upacara pukul 07.30 WIB. Kemudian perkenalan dengan pengurus OSIS dan perkenalan dengan ibu guru. Lalu, melakukan pengenalan lingkungn sekolah dan  menjelaskan peraturan tata tertib sekolah.

“Intinya peraturan yang harus diingatkan kepada siswa baru adalah wajib masuk sekolah pukul 07.30 WIB, wajib mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan mengenakan sepatu warna hitam serta kaos kaki putih,” ungkap Robert Siahaan SPd, Kepala Sekolah SMPN 37 Medan.
Setelah MOS berakhir, sambung Robert, siswa wajib mengikuti pelajaran sekolah seperti biasanya mulai hari ini.

Nita, seorang siswa baru SMPN 37 Medan yang mengikuti MOS mengatakan, kalau kegiatan MOS yang diikuti mulai pagi hari hingga siang sangat baik. Pasalnya, tidak lagi MOS dengan kekerasan. (omi)

Bangunan Bemasalah di Jalan HM Joni Gang Warno

Ketua DPRD: Bongkar Kalau Menyalahi

MEDAN-Keluhan warga Jalan HM Joni, Gang Warno, Lingkungan XII, Kelurahan Pasar Merah Timur, Medan Area, yang keberatan dengan pembangunan rumah toko (ruko), yang berada di depan gang mendapat tanggapan dari DPRD Medan.

Ketua DPRD Kota Medan, Amiruddin meminta TRTB Kota Medan untuk mengecek bangunan dan SIMB bangunan tersebutn
Apalbila menyalahi aturan Dinas TRTB Kota Medan harus membongkar bangunan tersebut.

“Jika warga sudah menulis surat ke wali kota dan DPRD, berarti itu masalah yang sangat serius. Karenanya, Dinas TRTB Kota Medan harus segera menindaklanjutinya. Jika ternyata bangunan itu menyalahi peraturan daerah (Perda) Kota Medan, maka harus segera dibongkar,” bilang Ketua DPRD Kota Medan, Amiruddin kepada Sumut Pos, Kamis (6/7) siang.

Selanjutnya, Amiruddin meminta kepada Camat Medan Area dan Lurah Pasar Merah Timur untuk mendukung gerakan yang dilakukan warga Gang Warno.

“Saya minta pihak terkait untuk segera mengambil tindakan dan membela warga yang keberatan atas bangunan tersebut,” tambah Amiruddin.
Selanjutnya Amiruddin juga mengungkapkan bahwa dirinya segera  menginstruksikan Komisi D DPRD Kota Medan untuk terjun langsung ke lapangan dan mendengar secara keluhan masyarakat.

Sebelumnya, warga Jalan HM Joni, Gang Warno, Lingkungan XII, Kelurahan Pasar Merah Timur, Medan Area keberatan dengan pembangunan rumah toko (ruko), yang berada di depan gang. Sekitar 28 warga sudah menyampaikan surat keberatan kepada kepala lingkungan (kepling) setempat.

Hadi Pranoto, seorang warga yang keberatan menjelaskan, fasilitas umum berupa tiang listrik yang seharusnya berada di luar justru berada di dalam ruko. Kemudian, tembok bangunan dengan Gang Warno juga tidak sesuai dengan ketentuan yang ada yakni tinggi tembok 125 cm, kini tembok tersebut dibangun 280 cm. Dengan tembok setinggi itu dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak bagi warga yang melintas jika tembok tersebut roboh.

Bukan hanya akibat bangunan ruko tersebut sehingga gang menjadi sempit. Warga juga menduga SIMB hanya satu bangunan, namun di lokasi bangunan ruko dua pintu. Untuk itu warga meminta kepada Dinas TRTB Kota Medan segera membongkar bangunan tersebut. (gus)

Pengedar Sabu di Hotel Swiss Bell Dibekuk

MEDAN- Direktorat Reserse Narkoba Poldasu meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu, yang kerap mengedarkannya di sejumlah hotel di Kota Medan.

Tersangka pria keturunan etnis Tionghoa bernama Lim Ie Wie alias Awi Umar (32), warga Jalan Sudirman, Tanjungbalai ditangkap di halaman parkir Hotel Swiss Bell, Jalan S Parman, Medan, Jumat (6/7) kemarin sekira pukul 13.30 WIB.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 179,35 gram sabu-sabu sebagai barang bukti. Petugas yang menyamar sebagai pembeli, berhasil mengelabui pengedar. Tak sadar sedang bertransaksi dengan polisi, tersangka langsung dibekuk petugas yang menyamar sebagai pembeli.
Direktur Reserse Narkoba Poldasu, Kombes Pol Drs Andjar Dewanto mengatakan, tersangka sudah menjadi target. “Anggota menyamar menjadi pembeli. Waktu mau bertransaksi, anggota langsung mengamankannya,” ujar Andjar, Senin (9/7).

Andjar menyebut tersangka adalah target saat menggelar razia di Hotel Grand Aston beberapa minggu yang lalu. “Dia (tersangka, Red) target kami waktu razia hiburan malam di Hotel Grand Aston. Namun saat razia di situ, tersangka tidak berhasil kami amankan,” sebut Andjar.

Dari hasil penyidikan sementara yang dilakukan, Andjar menyebut tersangka sudah menjadi pengedar sabu-sabu, sejak 1 tahun terakhir, dan mendapatkan barang haram itu dari temannya. “Tersangka mengaku mendapatkan barang haram itu dari pria warga Aceh berinisial S,” beber Andjar.
Saat disinggung mengenai adanya kerja sama antara pengedar dengan pihak hotel, Andjar belum bisa memastikannya.
“Belum mengarah ke sana, nanti kami kembangkan lagi,” sebut Andjar.

Andjar mengatakan, saat ini pihaknya masih memburu keberadaan pria berinisal S, yang disebut-sebut tersangka sebagai bandar besarnya.
Kini, Lim Ie Wie alias Awi Umar sudah mendekam di sel Ditres Narkoba Poldasu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia terancam dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI NO. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara itu, Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan mengamankan tersangka pengedar sabu M Reza (31), warga Jalan Dusun Peulawi, Aluebu, Peureulak Barat, NAD, di kediaman adiknya di Komplek Perumahan Tata Alam Asri, Jalan Gaperta Ujung, Minggu (8/7) malam.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti termasuk senpi jenis FN Bareta.

Pengakuan tersangka M Reza, sabu tersebut milik adiknya dan dia diajak adiknya untuk memakai sabu. “Sabu itu bukan punya saya, tapi punya adik saya dan saya diajaknya untuk pakai sabu,” jelasnya.

Disinggung mengenai senjata api jenis FN Bareta, M Reza mengaku, senjata api itu merupakan milik adiknya juga dan dia datang dari Aceh berdasarkan undangan adiknya Achyar Safri.

Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Dony Alexander SIk mengaku, tersangka dibekuk saat sedang pesta sabu. Dony Alexander membeberkan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah bong, 1 buah pipa kaca berisi sabu, 1 mancis, 1 paket sabu seberat 90 gram, 1 pucuk senjata api jenis FN Bareta berikut 6 butir peluru.

Ditempat lain, tiga pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu-sabu Irwansyah alias Dawo (30), warga Jalan Ampera III, Medan Timur, Sukmana alias Tyson (24), warga Jalan Balai Desa Priya Laut III, Medan Sunggal dan M Isrik Azis alias Moro (28), warga Desa Sampali Pasar VI, Percut Seituan, juga diamankan Sat Narkoba Polresta Medan, dari lokasi berbeda, Minggu (8/7).

Dari tangan Irwansyah alias Dawo petugas mengamankan 14 bungkus plastik kecil seberat 8 gram, 1 timbangan eletrik, 1 bong, 3 bal plastic kosong dan uang ratusan ribu rupiah. Dari tangan Sukmana alias Tyson, petugas mengamankan 1 bungkus plastik kecil  sabu seberat 0,01 gram, 1 buah mancis dan uang. Dari tangan M Isrik Azis alias Moro, petugas mengamankan barang bukti 3 bungkus sabu berisi 4 gram, 1 bungkus kertas kecil berisi 0,2 gram ganja, 1/2 butir pil happy five, 3 bungkus plastik kecil kosong, 1 unit handphone, 5 sendok pipet, 2 pipa kaca, 1 bong 1 mancis dan uang ratusan ribu rupiah. (jon)

Ditangkap saat Menemui Kenalan di Facebook

MEDAN-Angga Rifikandi alias Julham (32), warga Jalan Sei Mencirim, Komplek Bougenville, Medan Sunggal terpaksa harus berurusan dengan polisi.
Pasalnya, Angga dilaporkan oleh orangtua teman dekatnya berisial VS (19), warga Jalan Cemara Asri, Medan, ke polisi dengan tuduhan melarikan anak di bawah umur.

Keterangan yang dihimpun, Senin (9/7) siang VS pamit kepada orangtuanya untuk keluar rumah bersama temannya. Melihat anaknya berangkat tiba-tiba dari rumah, orangtuanya pun mengikuti dari belakang.

Saat berada di Simpang Glugur, VS turun dari boncengan sepeda motor temannya dan pindah ke dalam mobil.  Keluarga yang melihat langsung mengambil inisiatif dengan menghubungi personel Sat Lantas Polresta Medan yang saat itu berada di Simpang Glugur mengatur arus lalulintas. Oleh personel Sat Lantas Polresta Medan, mobil Avanza BK 1210 ZZ warna biru yang dikemudikan oleh Syafril (30), warga Jalan Anggrek Raya, Medan Helvetia diberhentikan petugas Sat Lantas. Selanjutnya, keduanya diserahkan ke Sat Reskrim Polresta Medan.

Usut punya usut ternyata, Syafril hanya sebagai sopir yang menjemput VS. Rencananya, VS akan ketemu dengan teman dekatnya Angga Rifikandi alias Julham di suatu tempat.

Pengakuan orangtua VS, anaknya kenal dengan Angga dari facebook (FB).
“Lalu anak saya diajak ketemuan di luar,” katanya.

Menurutnya, kalau memang ada niat baik, kenapa tak datang ke rumah saja.

“Anak saya diajak ketemuan di luar dan itu sudah pasti ada niat buruk dan mobil itu direntalnya,” jelasnya.

Angga Rifikandi alias Julham kepada petugas mengaku, dia dan korban sudah lama kenalan di dunia maya dan sudah lama menjalin cinta.
“Saya hanya mau mengajak dia jalan-jalan ke Mabar dan mau pacaran saja. Saya tak ada niat jahat hanya mau jalan-jalan saja. Memang mobil itu saya rental,” ujarnya.

Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Risya M SiK mengaku, pihaknya mengamankan pelaku berdasarkan laporan keluarga dan diserahkan ke Sat Reskrim Polresta Medan.

Kanit VC Polresta Medan, AKP Edi S mengaku, keduanya sudah melakukan perdamaian dan sudah membuat surat pernyataan.
“Antara korban dan pelaku sudah berdamai dan sudah membuat surat pernyataan karena terjadi kesalahpahaman,” jelasnya. (jon)

Ekonomi Bangsa yang Kian Rapuh

Oleh: Benni Sinaga, SE

Bangsa ini harus berada di bawah payung IMF dan Bank Dunia untuk keluar dari krisis ekonomi global. Begitulah pernyataan salah seorang pejabat eselon I departemen kkeuangan dalam sebuah diskusi yang diadakan oleh kedutaan Inggris di Jakarta beberapa waktu lalu.

Daya tarik lembaga-lembaga donor seperti IMF dan Bank Dunia tersebut betul-betul membelenggu intelektual atau ekonom Indonesia. Sampai-samapi, dalam pemahaman para ekonom neoliberal (Ekonom pasar bebas) yang sekarang mengelola perekonomian, bangsa Indonesia tidak bisa hidup tanpa kehadiran IMF dan Bank Dunia.

Ekonomi pasar dengan peran negara yang amat menim, akhirnya diyakini secara mentah-mentah mampu membawa kejayaan dan kemakmuran bangsa Indonesia. Meskipun lebih dari 43 tahun Indonesia membangun perekonomian dengan prinsip pasar, sebenarnya bangsa ini terus-menerus berada pada terowongan gelap. Terbukti hingga kini, bangsa Indonesia tak jua menemukan cahaya kesejahteraan dan kejayaan yang dijanjikan para ekonom tersebut.
Bahkan, pasca krisis ekonomi 1998, dimana bangsa ini sangat getol menerapkan ekonomi pasar, kondisi perekonomian justru makin memburuk. Pelan tapi pasti, satu persatu sumber daya alam dan aset yang dimiliki rakyat Indonesia yang dianugrahkan Tuhan Yang Maha Esa, jatuh ketangan asing. Ekonom-ekonom neoliberal menganggap hal ini sebagai proses biasa sebagai bagian dari globalisasi dan liberalisasi ekonomin.

Kenapa pertanyaan yang sama tidak mereka ajukan kepada Amerika Serikat (AS) yang menjadi panutan dan suri teladan ekonom kapitalis. Kita bisa membayangkan betapa besar kemarahan rakyat AS jika perusahaan-perusahaan keuangan, seperti citigroup, JP Morgans, dan lain-lain, karena nyaris bangkrut di beli oleh China. Analogi yang sama juga terjadi di Indonesia, dimana pemerintah menjual murah aset bank-bank pascakrisis.

Pertarungan kedaulatan

Ekonom Tim Indonesia bangkit Iman Sugema menyatakan, pada kenyataannya ekonomi pasar yang diterapkan di Indonesia justru menghasilkan 5K, yakni kesengsaraan, kesenjangan, kemunduran, ketergantungan, dan kerentanan. Siapa pun presiden yang berkuasa bukan merupakan jawaban untuk mengatasi kesemrawutan pengelolaan ekonomi Indonesia.

Akar masalah kegagalan ekonomi bangsa ini adalah bercokolnya para ekonom pasar yang secra ugal-ugalan memfasilitasi para pemodal asing untuk menggeluti bumi Indonesia dan mencabik-cabik harga diri bangsa.

Ekonom Universitas Gadjah Mada Revrisond Baswir menyatakan, apa yang terjadi ini bukan saja pertarungan ideologi pemikiran antara ekonomi neoliberal produk AS melawan ekonomi konstitusi produk para founding father,s tetapi sudah berada  pada pada pertarungan kedaulatan.

Indoensia sama tidak lagi berdaulat mengatur perekonomian nasional. Semua sektor vital sudah dikuasai asing secara merajalela. Sektor energi, perbankan, air, dan telekomunikasi mayoritas telah dikuasai oleh asing. Dan para pembuat kebijakan ekonomi amat puas, jika anak bangsa ini hanya dijadikan kaum pekerja. Padahal, menjadi pekerja dan bukan pemilik merupakan penghinaan besar terhadap harga diri dan potensi bangsa Indonesia.
Ekonom UI M Chatib Basri dalam sidang di Mahkamah Konstitusi ( MK) beberapa waktu lalu menyatakan kepada para ekonom pengkritik pemerintah sebagai ekonom yang berpikiran yang sempit dan pici. “ Kantongi dahulu nasionalismemu” begitu dengan lantang di berucap. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya dosis obat bius yang talah disuntikkan berbagai text book fakultas Ekonomi produk neoliberalisme. Tidak ada tempat lagi bagi nasionalisme dan kedaulatan ekonomi di tengah terang benderangnya arus globalisasi. Begitulah keyakinan para ekonom yang saat ini mengelola perekonomian bangsa.

Salah Kaprah

Ichsanudin Noorsy pengusung ekonomi konstitusi atau ekonomi yang mendasarkan pada warisan para pendiri negara, yakin bahwa ekonomi pasar bebas merupakan jawaban kegagalan pembangunan ekonomi Indonesia. Pemikiran bahwa nasionalisme dan kadaulatan ekonomi sudah usang merupakan penilaian salah kaprah . saat ini krisis ekonomi global telah membuat lembaga-lembaga keuangan di AS dan negara-negara maju lain menjadi oleng, dan pemerintahan di negra-negara tersebut berjuang habis-habisan demi semangat nasionalisme.

Barrack Obama dengan lantang membuat kebijakan-kebijakan ekonomi yang melindungi kepentingan nasional, meski harus menabrak prinsip-prinsip pasar bebas sekalipun. Hal ini terlihat dari slogan-slogan agar membeli produk AS, menyalamatkan sektor-sektor perekonomian strategis dari kebangkrutan, dan kebijakan proteksi lainnya.

Namun di sisi lain, hal itu sama sekali tidak menggugah sedikit pun hati para ekonom yang mengelola perekonomian Indonesia. Mereka tetap dengan gagah berani ingin memperkuat pasar bebas di Indonesia melalui payung IMF dan Bank dunia.

Soekarno, salah satu founding father’s bangsa kita sejak awal telah mewanti-wanti genarasi penerus untuk tidak menjadikan bangsa ini sebagai bangsa kuli, atau membiarkan orang Indonesia menjadi kuli di antara bangsa.

Soekarno paham betul bahwa permasalahan terbesar bangsa ini bukan saja karena penjajahan langsung oleh bangsa lain, namun penjajahan bangsa lain dengan menjadikan elite-elite pribumi terdidik sebagai perpanjangan tangannya di negeri ini. Terbukti sekarang kalau dulu lawan kita hanya penjajah sekarang lawan kita adalah bangsa kita sendiri.

Perkembangan perekonomian suatu negara sangat tergantung dengan sistem perekonomian yang dianut dan sistem birokrasi suatu bangsa tersebut. Dengan kebijakan-kebijakan yang di ambil dalam menanangi perekonomian di negara ini, maka perkembangannya tergantung pada kebijakan pemerintah.

Kesempatan-kesempatan yang diberikan pemerintah kepada para pelaku ekonomi akan membarikan ruang yang sangat besar dalam perkembangan perekonomian itu sendiri. Seringkali yang menjadi masalah adalah sistem birokrasi yang morat-marit dan adanya istilah yang susah jadi di persulit dengan peraturan-peraturan yang memberatkan para pelaku ekonomi. Akibatnya kualitas ekonomi dimasyarakat itu kurang baik dan perkembangannya membuat lamban.

Penulis adalah
Dosen STIE IBMI Medan

BPN Niat Pasang Patok, Warga Menghadang

Konflik Lahan Eks HGU PTPN 2 Sei Semayang

BERJAGA: Warga berjaga-jaga di lahan sengketa yang kabarnya akan dipatok BPN dan PNPN 2, kemarin (9/7).//istimewa
BERJAGA: Warga berjaga-jaga di lahan sengketa yang kabarnya akan dipatok BPN dan PNPN 2, kemarin (9/7).//istimewa
BINJAI-Konflik HGU PTPN 2 Sei Semayang terus meruncing. Kali ini pemasangan patok pilar akan dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan PTPN 2 jadi pemicunya. Senin (9/7), BPN Sumut berencana memasang pilar di atas lahan eks HGU PTPN 2 tepatnya di Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan.

Mendapat informasi tersebut, puluhan warga anggota beberapa kelompok tani resah dan segera melakukan penghadangan. Ternyata pemasangan pilar tak kunjung terlaksana. Puluhan ibu dan bapak-napak tetap berkumpul karena takut kecolongan. “Kami tak terima patok itu dipasang sepihak,” tegas Br Peranginangin di lokasi.

Ketua Satgas Forum Rakyat Bersatu (FRB) Sumatera Utara (Sumut),  Abdin Zaini Sembiring, mengatakan, FRB sudah melayangkan permohonan ke DPR-RI untuk meminta pembatalan hasil pengukuran Tim Khusus Areal Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Utara dengan nomor 188.44/871/KPTS/2011 tertanggal 23 September 2011, sudah dikabulkan oleh DPR-RI. “Karena permohonan dikabulkan, pemasangan pilar harus dihentikan,” ungkap Abdin Zaini.

Kepala Seksi (Kasi) Sengketa Lahan di BPN Binjai, saat dikonfirmasi via selulernya mengatakan, kalau pihaknya tidak tahu dengan informasi pemasangan pilar tersebut. “Maaf kami tidak tahu pak. Tidak ada pemberitahuan resmi ke kantor pertanahan Kota Binjai. Karena pengukuran dilaksanakan oleh Kanwil BPN Provinsi,” ujar Cipto via pesan singkatnya. (bam/smg)

Darwinsyah 2 Kali Terima Uang Melalui Sopirnya

Korupsi Anggaran Kesbang Linmas

MEDAN-Kejari Medan kembali melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Syahri Muda Hasibuan, mantan Bendahara Kesbangpol dan Linmas Sumut, terkait kasus korupsi anggaran Kesejahteraan Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) Sumut tahun anggaran 2010, yang telah merugikan negara sedikitnya Rp2,9 miliar.

“Sebelumnya Syahri Muda Hasibuan dan Darwinsyah yang merupakan mantan Kepala Kesbang Linmas Sumut telah kita tetapkan tersangka. Tapi saat ini tersangka Syahri Muda Hasibuan kembali kita panggil dan diperiksa. Di sini posisinya sebagai saksi atas tersangka Darwinsyah,” kata Kasi Pidsus Kejari Medan, Robinson Sitorus, Senin (9/7).

Menurutnya, dalam pemeriksaan tersebut, pertanyaan dari tim penyidik Kejari Medan hanya seputar pengeluaran atau aliran dana tersebut.
“Pemeriksaan ini hanya untuk penajaman Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saja. Dimana sedikitnya 9 pertanyaan yang kita lontarkan. Ini sudah pemanggilan kedua dimana sebelumnya ada 40 pertanyaan dari tim penyidik Kejari Medan yang harus dijelaskan tersangka,” ujarnya.

Dijelaskan Robinson, berdasarkan hasil penyidikan dari tim Penyidik Kejari Medan, ditemukan bahwa Darwinsyah dua kali menerima uang korupsi tersebut melalui perantaraan sopir pribadinya, Sofian. Dimana penerimaan penerimaan pertama sebesar Rp250 juta dan penerimaan kedua sebesar Rp50 juta pada 2010 lalu.

“Jadi dari pengakuan sopirnya kepada tim penyidik, diketahui bahwa sopir tersebut menjadi perantara dalam menerima uang haram tadi. Artinya sopir tersebut dititipkan uang oleh tersangka Syahri Muda Hasibuan untuk diberikan kepada Darwinsyah. Jadi dia (sopir) sebagai perantara disini,” jelas Robinson.

Dalam kasus korupsi tersebut, saat ini tim penyidik Kejari Medan, tengah berkoordinasi dengan pihak BPKP untuk mengetahui secara pasti berapa kerugian negara.

“Saat ini, penyelewengan keuangan negara sekitar Rp4 miliar yang kita temukan. Tapi tersangka sudah mengem balikan Rp1,1 miliar. Jadi sisanya sebesar Rp2,9miliar. Aliran dananya tidak jelas,” sebutnya.

Lebih lanjut menurut Robinson, dalam kasus korupsi itu, modus keduanya yaitu dengan tidak melakukan pengembalian sejumlah sisa anggaran kegiatan di Kesbang Linmas Sumut tahun 2010 yang harusnya di stor ke rekening Provinsi. Selain itu, pajak senilai Rp700 juta yang tidak di stor ke kas daerah serta sisa kegiatan untuk dana organisasi masyarakat dan LSM sebesar Rp 1,4 miliar.

Sambung Robinson, dijadwalkan hari ini, Selasa (10/7), tim Pidsus Kejari Medan akan melakukan pemanggilan terhadap tersangka Darwinsyah untuk diperiksa kembali.

“Tersangka terbukti bertanggungjawab atas perkara korupsi itu. Tersangka akan dipanggil kembali untuk diperiksa,” ungkapnya.
Ditambahkan Robinson, hingga kini sudah 14 orang saksi yang diperiksa dan dimintai keterangannya. Dalam pemeriksaan saksi-saksi tersebut, tidak terfokus pada jajaran Kesbang Linmas saja. Terdapat pula beberapa saksi yang berasal dari ekspektorat, asisten IV serta Kabiro Keuangan Pemprov Sumut. (far)

Malam Ini, 7 Icons Gebrak Medan

MEDAN-Penikmat musik di Kota Medan dan sekitarnya pasti sudah akrab dengan single Play Boy yang dipopulerkan 7 Icons. Girl band Indonesia yang terbentuk pada 28 Oktober 2010 ini bakal menggebrak panggung Medan Andalas Fair, Selasa (10/7) malam ini.

Girl band  yang beranggotakan tujuh cewek cantik dan seksi terdiri dari PJ, Natly, Linzy,Vanila, Mezty, Grace Wohangara, dan Angela Tee akan menghibur para pengunjung pameran dan taman hiburan rakyat yang diadakan di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Tapian Daya, Medan itu.
Zulham Parinduri, Panitia Medan Andalas Fair mengatakan, konser 7 Icons di Medan Andalas Fair bakal berlangsung meriah mengingat girl band satu ini tengah digandrungi kawula muda khususnya para remaja.

“Jadi sangat sayang kalau sampai para remaja Kota Medan terutama penggemar setia 7 Icons melewatkan konser ini. Mereka akan tampil atraktif membawakan single Play Boy dan lagu lainnya,” kata Zulham.

Untuk mendukung penampilan prima dara-dara cantik dan seksi yang ‘menggemaskan’ ini, panitia telah mempersiapkan konser  sedemikian rupa agar suguhan 7 Icons malam nanti menjadi sajian yang dapat memuaskan kerinduan para penggemar setia girl band tersebut. Selain dihibur 7 Icons yang tampil di panggung utama, pengunjung Medan Andalas Fair juga bisa menikmati berbagai wahana permainan menarik.

Mulai dari wahana permainan yang khusus didatangkan dari Batam, seperti octopus, musik dance, frog hopper, merry go round, mini train, mini octopus, mini swing, air plane, horse go round, jet 12, cat and elephant, hingga odong-odong, istana balon, nuansa gaib, dan banyak lagi.

Di arena Medan Andalas Fair pengunjung juga berkesempatan untuk melihat-lihat dan bertransaksi langsung di stan-stan pameran produk barang maupun jasa mulai dari hasil-hasil kerajinan UKM seperti sepatu, sandal, tas, barang-barang konveksi, hingga barang-barang elektronik, sepeda, sepeda motor, dan mobil.(ari)