24 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 1327

Komisi III Desak Asuransi Prudential Bayar Klaim Nasabah

RDP: Komisi III DPRD Medan saat menggelar RDP dengan asuransi Prudential terkait klaim nasabah yang tidak dibayar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Medan meminta pihak PT Asuransi Prudential Life Insurance untuk segera membayar klaim asuransi kematian terhadap tiga ahli waris. Sebab, ketiga nama tertanggung dianggap sudah memenuhi syarat dengan bukti memiliki Polis.

Hal itu direkomendasikan Komisi III saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Asuransi Prudential Life Insurance di gedung DPRD Kota Medan, Senin (10/7/2023).

“Jangan dibuat alasan yang tidak masuk akal. Kalau sudah diterbitkan polis, berarti karena nasabah sudah memenuhi syarat. Jangan setelah nasabah meninggal lalu disebut ada penyakit riwayat lalu tidak mau bayar klaim asuranasi,” ucap Sekretaris Komisi III DPRD Medan, Hendri Duin Sembiring.

Pantauan awak media, RDP tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi III Abrar Tarigan dan turut diikuti Anggota Komisi seperti Erwin Siahaan dan Irwansyah tersebut. Turut hadir pihak PT Prudencial Lif Insurance, Paulina LT bersama Sherli Kangola dan Aris AP.

Sementara mewakili pihak Otoritas Jaminanan Keuangan (OJK), dihadiri M Fajar S. Kemudian, RDP juga turut dihadiri kuasa hukum nasabah Advokat dan Para legal Ns. Mareti Laia, S.Kep., CWCCA., CLA.P didampingi Agus Linda SH dan Muhammad Rizky SH.

Sama halnya dengan Duin, Anggota Komisi III Erwin Siahaan juga mendesak agar pihak Prudential untuk segera membayar klaim.

“Syarat dan kewajiban sudah dipenuhi ahli waris sesuai ketentuan. Segera bayar, kalau bisa besok,” tegas Erwin Siahaan yang merupakan politisi PSI itu.

Sementara itu, menurut Kuasa hukum Ns Mareti Laia, pihaknya mengadukan pihak PT Asuransi Prundential Life Asurance karena tidak membayar kewajibannya, yakni asuransi kematian terhadap 3 nasabah yakni tertanggung Tansi Laia dan ahli waris Sabar Hati Talunohi, tertanggung Sebahati Hulu dan ahli waris Yustina dan tertanggung Marani dan ahli waris Sujud Hati Faana.

Dijelaskan lagi, nasabah Tansi Laia merupakan pemegang polis 12896021 yang diterbitkan 14 Mei 2019 dengan premi per bulan Rp 500 ribu. Bersangkutan meninggal pada 5 Agustus 2020 dan sudah membayar premi sebanyak 19 kali.

Namun kata Ns Mareti Laia, hingga saat ini klaim asuransi belum deberikan pihak PT Prudential dengan alasan yang tidak masuk akal. Menurut Mareti, diperkirakan klaim untuk Tansi Laia sebesar Rp 340 juta, untuk Seba Hati Hulu sebesar Rp 1,7 Miliar dan untuk Marani sebesar Rp 1,4 Miliar.

Sementara itu, pihak PT Asuransi Prudential Lif Asurance Paulina didampingi Sherly Kangola saat RDP menyebutkan, adapun alasan pihaknya tidak membayar klaim terhadap nasabah atas nama Tansi Laia adalah karena akan melakukan pemeriksaan berkas kembali, yakni hasil pemeriksaan laboratorium HBA 1C, urine dan lain lain.

Sementara menurut Merati selaku kuasa hukum, hal itu merupakan akal-akalan pihak Prudential.

“Syarat itu sebelum diterbitkan Polis. Ini kan Polis sudah keluar, tentu syarat keseluruhan sudah terpenuhi,” pungkas Merati.
(map/ram)

Akreditasi Menjadi Syarat Utama untuk Memastikan Mutu Layanan Rumah Sakit

PIMPIN: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika memimpin apel di RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani menyampaikan bahwa akreditasi bukan merupakan suatu yang menyulitkan akan tetapi untuk ditanamkan dalam hati, bahwa akreditasi gampang dan menyenangkan.

“Mari kita ciptakan suasana dan tanamkan dalam hati bahwa akreditasi gampang dan menyenangkan,” kata Syarmadani ketika memimpin apel di lingkungan RSUD, dr Kumpulan Pane, Jalan Kumpulan Pane Kelurahan Bandar Sono, Kota Tebingtinggi, Senin (10/7/2023).

Dijelaskannya, maksud akreditasi, diantaranya adalah untuk menjaga kualitas pelayanan publik, meningkatkan program pemerintah, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatkan laju perekonomian.

“Harapan dalam proses akreditasi, kita tertata dan terlindungi dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan ini. Seiring dengan doa dan upaya kita, akreditasi terpenuhi. Mudah-mudahan RSUD dr. Kumpulan Pane semakin maju, semakin baik dan menjadi institusi yang melayani sebaik-baiknya,” bilang Syarmadani.

Akreditasi rumah sakit menjadi syarat utama untuk memastikan mutu layanan dan keselamatan pasien sesuai dengan standar kelayakan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Akreditasi ini berlaku untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan. Saat ini, RSUD dr Kumpulan Pane masuk dalam akreditasi Dasar dan berharap nantinya dapat mencapai akreditasi Paripurna,” jelasnya.

Sejalan hal itu, Wakil Direktur RSUD dr Kumpulan Pane Ahmad Fauzan dan juga selaku Ketua Tim Akreditasi, bahwa proses akreditasi RSUD Dr Kumpulan Pane telah selesai hampir 90 persen.

“Sekarang kita mengejar tahap implementasi di lapangan berupa kesiapan SDM nya dan sarana prasarananya. Akreditasi di tanggal 26, 27 dan 28 Juli 2023. Dilaksanakan secara hybrid di tanggal 26 Juli dan survei dokumen di laksanakan secara daring. Sedangkan survei lapangan secara luring di tanggal 27 dan 28 Juli,” ungkapnya. Turut dihadiri Direktur RSUD dr Kumpulan Pane, dr Irwansyah. (ian/ram)

Semarakkan Festival 1 Muharram, MUI Sumut akan Gelar Pameran UMKM

JELAS: Ketua Pinbas MUI Sumut, H Putrama Alkhairi (kanan) menjelaskan kegiatan festival 1 muharram, Senin (10/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara akan menggelar pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pameran itu akan ditampilkan pada festival 1 Muharram, yang dimulai dari tanggal 18-20 Juli 2023.

Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) MUI Sumut, H Putrama Alkhairi mengatakan, untuk menyemarakkan satu Muharram tersebut, beragam produk-produk pertanian akan ditampilkan di Kantor MUI Sumut.

“Jadi pameran kita topiknya pameran produk unggulan UMKM yang ramah lingkungan,” ujarnya kepada wartawan di Kantor MUI Sumut, Senin (10/7/2023).

Menurut Putrama, ada beberapa produk UMKM binaan MUI Sumut akan ditampilkan pada festival tersebut. Dar 80 UMKM yang diseleksi, terpilih 25 UMKM yang akan ditampilkan karena keterbatasan tempat.

“Itu sudah termasuk koperasi dan LPOM yang akan menjadi mitra kita sekaligus mereka nanti membuat konsultasi bisnis untuk proses sertifikasi halal,” sebutnya.

Kemudian, kata dia, untuk menunjukkan pameran tersebut ramah lingkungan, akan diwarnai dengan kegiatan pengumpulan sampah organik, plastik, kertas dan sampah kaleng.

“Kemudian ada konsultasi tentang bank sampah dan talk show tentang energy baru dan terbarukan. Kedepan bahwa kita bisa ke bisnis ini, mulai dari pertanian dan peternakan sampai kepada energy baru dan terbarukan,” jelas Putrama.

Atas hal itu, lanjutnya, MUI bidang Ekonomi turut mensponsori kegiatan tersebut, untuk meningkatkan daya saing bangsa, masyarakat dan UMKM. Ia berharap, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi hadir dan instansi terkait hadir pada acara satu Muharram tersebut.

Sementara, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut, H Indra Utama menambahkan, pada festival tersebut akan menampilkan produk-produk berbasis lingkungan syariah.

“Yaitu dalam bentuk pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Sekaligus kita juga akan membuka konsultasi yang akan membahas tentang pertanian ramah lingkungan,” urainya.

Salah satu yang dipamerkan nantinya, kata dia, ada bibit padi organik dan beras organik. Disamping itu, sambungnya, ada kegiatan talk show yang akan menjadi narasumber Kadis Koperasi Sumut, kemudian dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta dari PLN.

“Itu nanti akan kita dialog kan dengan ahli-ahlinya dan juga yang sudah bermain. Disamping itu nanti juga akan ada hiburan-hiburan di acara tersebut,” pungkas Indra.

Dalam acara festival satu Muharram tersebut, nantinya Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, H Akmaluddin Syahputra didapuk menjadi ketua panitia. (man)

Bangunan Liar Berdiri di Daerah Resapan Air, Rumah Wakil Wali Kota Medan Terancam Banjir

TUNGGU: Truk pengangkut bahan material bangunan saat menunggu di kawasan air resapan di Titi Papan, Medan Deli.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah bangunan tanpa izin mulai didirikan di atas lahan resapan air, dan jalur hijau di kompleks Perumahan Taman Citra, Lingkungan 1 Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli.

Bangunan yang konon untuk rumah tempat tinggal ini cukup misterius, karena tidak diketahui siapa pihak yang membangunnya. Sejumlah pekerja yang ditemui di lokasi pembangunan pun tidak mengetahui. “Kami hanya pekerja pak,” ujar salah seorang pekerja Senin, (10/07/2023).

Amatan Sumut Pos di lokasi, masih terdapat aktifitas pembangunan, yakni adanya truk yang mengangkut, bahan material batu bata, yang tengah terparkir tak jauh dari lokasi pembangunan.

Bangunan yang sama sekali tidak meletakkan plank IMB sebagaimana lazimnya ini cukup meresahkan warga, baik yang ada di belakang tembok maupun yang tinggal di kompleks Perumahan Taman Citra, di mana salah satu rumah adalah rumah pribadi Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman.

Sebab bangunan itu berdiri di atas alur resapan air (sungai mati) yang selama ini berfungsi sebagai wadah penampung air hujan sehingga tidak menggenangi daerah itu. Tapi dengan adanya bangunan perumahan dengan menimbun total alur resapan air, maka air hujan akan langsung menyerang permukiman warga dan areal perladangan warga yang ada di lahan kosong milik Taman Citra tersebut.

Keresahan warga juga sudah disampaikan ke berbagai pihak, karena mereka sangat khawatir dengan hilangnya alur resapan air sepanjang 468 meter dengan lebar sekitar 24 meter ini akan menimbulkan malapetaka bagi permukiman warga di sekitarnya.

“Karena selama ini, resapan itulah yang berperan menampung debit air hujan, sekaligus sumber air bagi sebagian warga yang berladang sayur mayur di sana. Jika resapan air ini hilang, maka bisa dibayangkan jika hujan dengan curah tinggi datang maka seluruh areal ini akan digenangi banjir, pak,” ujar salah seorang peladang di lokasi tersebut.

Hal ini tentu sangat bertentangan dengan upaya Wali Kota Medan yang berusaha sekuat kemampuan untuk mengurangi daerah-daerah banjir, khususnya di wilayah bagian Utara Kota Medan. Dengan adanya pihak tertentu yang nekad menimbun alur resapan air di kompleks rumah pribadi Wakil Walikota Medan tentu sangat tidak bisa diterima akal sehat bisa terjadi.

“Kami berharap Wali Kota Medan mengetahui adanya pengerusakan alur resapan air ini, sehingga beliau bisa mengambil tindakan langsung,” ujar salah seorang warga Kelurahan Tanah 600 yang berada di belakang tembok Kompleks Taman Citra.

Sementara itu pihak PT Fuji Agung Utama yang dihubungi membenarkan adanya pengerusakan alur resapan air yang sudah puluhan tahun ada di tempat itu. “Sebenarnya kita sudah membuat laporan ke Wali Kota Medan dan Dirjen Sumber Daya Air Wilayah Sungai Sumatera Utara II di Medan, namun sampai saat ini tidak ada tindakan terhadap tindak pengerusakan lingkungan itu,” jelas staf Fuji Agung Utama Afdanenni, SH.

Selama ini alur Resapan air itu memang dirawat oleh pihak pengembang, sebagai bagian dalam upaya pelestarian lingkungan dan jalur hijau. Namun beberapa waktu terakhir tiba-tiba saja ada pihak tertentu yang seenaknya melakukan penebangan pohon-pohon kelapa sawit peneduh di sisi kiri kanan alur resapan itu, bahkan menimbun alur itu sehingga rata dengan badan jalan. Tidak hanya itu, di atas alur resapan yang sudah ditimbun di pasang plank pemasaran tanah kavlingan untuk umum. (mag-1/ram)

Meski Libur Sekolah, Perpustakaan Terapung Dit Polairud Polda Sumut Tetap Buka

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Polairud Polda Sumatera Utara (Sumut) sediakan perpustakaan terapung yang ditempatkan di Dermaga Tradisional Dusun XIV Desa Paluh Kurau Kabupaten Deliserdang. Perpustakaan yang berada dalam kapal tersebut menyediakan ruangan belajar bagi anak-anak sekolah di wilayah pesisir guna mendukung Pendidikan Anak-anak sekolah dan mencerdaskan anak bangsa.

Direktur Pol Airud Polda Sumut Kombes Tony Hariadi menyampaikan bahwa Perpustakaan kapal terapung sudah di mulai sejak November tahun lalu.

“Personel Pol Airud mengajak anak-anak nelayan yang bertempat tinggal di pesisir untuk membaca buku – buku yang tersedia di Kapal Perpustakaan Terapung guna menambah ilmu pengetahuan dan wawasan Serta meningkatkan minat baca anak-anak,” ujarnya.

Operasional perpustakaan juga tetap berlangsung walau saat ini sedang musim libur sekolah. Dan untuk meningkatkan semangat anak-anak untuk berkunjung, Personel Dit Polairud menyediakan makanan dan minuman.

“Petugas Polairud akan memberikan makanan snack serta minuman kepada anak- anak yang ikut membaca di perpustakaan terapung Dit Polairud tersebut, meskipun masih dalam liburan sekolah,” lanjutnya.

Ditegaskannya, perpustakaan terapung ini wujud Polri hadir dimanapun memberikan pelayanan kepada masyarakat. (mag-1/ram)

Gol Menit Akhir Dharma Wijaya Bawa kemenangan Old Crack Pemkab Sergai

TENDANGAN: Bupati Serdang Bedagai H. Dharma Wijaya melesakan tendangan keras saat mencetak gol pada menit akhir ke gawang Pemdes Bandar Tengah.

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Gol Menit Akhir Bupati Serdangbedagai (Sergai) Darma Wijaya berhasil mengungguli tim oldcrak Pemerintah Desa (Pemdes) Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah, di lapangan Kebun Sei Birung Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah, Minggu (9/7/2023). Skor terakhir dalam pertandingan ini yaitu 3-2.

Laga eksibis ini diselenggarakan usai pembukaan turnamen sepakbola open Kades Cup 2023 Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalipah yang digelar mulai 10 Juli hingga 4 Agustus ini diikuti 11 peserta.

Dalam laga eksebisi Bupati Sergai Darma Wijaya memperkuat tim oldcrak Pemkab Sergai bersama diantaranya Ketua KONI Sergai Aspul A Lubis, Ketua PWI Sergai Edi Saputra, mantan Pemain PSDS Imam Faisal dan Misriadi, Ketua Partai Demokrat Sergai Yusnasril dengan Manejer Darmawan (Sekretaris PWI Sergai).

Sedangkan Tim Pemdes Bandar Tengah diperkuat Kepala Desa dan Sekdes Bandar Tengah Razali Saragih dan Ridho Irwansyah serta sejumlah Kadus.

Dibabak pertama kedua tim langsung tampil menyerang, gol pembuka dikoleksi Lili Saputra pemain depan Pemdes Bandar Tengah yang membobol gawang Pemkab Sergai yang dikawal Abdul Malik.

Tak ingin tertinggal tim Pemkab Sergai langsung meningkatkan penyerangan hingga akhirnya pemain depan Pemkab Sergai Ridon berhasil menyamakan skor dengan membobol gawang Pemdes Bandar Tengah yang dijaga Iqbal, selanjutnya menit-menit terakhir Pemkab Sergai berhasil menambah gol lewat gojekan pemain Pemkab Sergai Syahrial Nasution hingga skor sementara 2-1 untuk Pemkab Sergai.

Memasuki babak kedua tim kembali tampil saling menyerang, namun pemain Pemdes Bandar Tengah berhasil menyamakan kedudukan 2-2 melalui shooting jarak jauh Nasrizal.

Untuk memetik angka kemenangan kedua tim kembali meningkatkan pola permainan, dimenit terakhir babak kedua penyerang Pemkab Sergai Darma Wijaya berhasil membobol gawang Pemdes Bandar Tengah lewat shooting keras asis dari Nansha, skor akhir 3-2 untuk Pemkab Sergai hingga wasit meniupkan pluit terakhir.

Laga eksebisi juga disaksikan Camat Bandar khalifah Maningur Manurung, Camat Tebing Tinggi Edy Syahputra, sejumlah Kepala Desa se Kec.Bandar Khalifah dan ratusan warga Kec.Bandar Khalifah. (fad/ram)

Momen Haru Ketua DPD Golkar Langkat Sapa Suami dari PN Stabat

Terdakwa Terbit Rencana saat mengikuti sidang kasus kepemilikan satwa dilindungi secara daring.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Ada pemandangan berbeda dari kursi pengunjung dalam salah satu ruang sidang di Pengadilan Negeri Stabat, Senin (10/7). Istri Bupati Langkat nonaktif yang juga sebagai Ketua DPD Partai Golkar Langkat hadir di tengah-tengah pengunjung mengikuti sidang kasus kepemilikan satwa yang dilindungi dengan terdakwa sang suami, Terbit Rencana Perangin-angin.

Tiorita mengikuti jalannya sidang dari awal dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Usai sidang berakhir, Tiorita menyapa suaminya melalui sambungan video dalam ruang sidang tersebut.

Dia juga terlihat sekali-sekali menyeka air matanya yang tak kuasa terbendung jatuh membasahi pipinya. Kepada wartawan, Tiorita sudah sedikit lega karena dapat melihat langsung suaminya, meski melalui layar kaca video telekonpers tersebut.

“Pengadilan ini akan membuat yang terbaik kepada suami saya. Saya sangat mengharapkan keadilan itu,” ujarnya, Senin (10/7).

Dia juga mengakui, tak kuasa menahan air matanya jatuh. Sebab, sangat merindukan sang suami.

“Saya sangat kangen kepada bapak. Saya sangat prihatin apa yang bapak alami karena saya merasa, suami saya itu adalah orang yang baik dan tulus untuk semua masyarakat, terlebih-lebih kepada keluarga,” katanya

“Harapannya, suami saya cepat pulang dan terhindar dari segala kejahatan hukum. Karena seperti yang sudah saya bilang, suami saya itu adalah orang yang baik,” sambungnya.

Sebelumnya dalam sidang, terdakwa Terbit Rencana PA berpakaian baju koko dan berlobe putih. Sidang dipimpin Hakim Ketua, Ledis Meriana Bakara didampingi anggota, Maria CN Barus dan Zia Ul Jannah Idris.

Terdakwa mengaku, tidak tahu ada satwa yang dilindungi di pekarangan rumahnya. Bahkan, Canapun tidak mengetahui apa saja jenis satwa yang dilindungi.

“Saya (tau kaeena) lihat tanpa sengaja, pas lewat melihat itu (ada satwa dilindungi). Lalu saya tanya kepada penjaga, ini (satwa) punya siapa,” kata terdakwa.

Apalagi saat itu masa pandemi, terdakwa menyebut, takut melihatnya langsung. Alhasil setelah memberi perintah kepada penjaga untuk memulangkan satwa tersebut, terdakwa tidak ada melakukan pengecekan secara berulang maupun berkala.

Lalu hakim bertanya, siapa saja yang dapat masuk ke areal rumah terdakwa. Oleh terdakwa yang akrab dipanggil Cana ini menjawab, siapa saja dapat masuk dengan bebas.

“Saya takut melihatnya, juga tidak pernah melihatnya secara khusus. Saya tidak pecinta binatang,” kata terdakwa.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa didakwa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Adapun satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup yang dipelihara terdakwa yakni, seekor Orangutan, seekor Monyet Hitam Sulawesi, seekor Elang Brontok, dan dua ekor Tiong Emas atau Beo yang ditempatkan di dalam beberapa kandang atau sangkar di pekarangan rumah terdakwa, Dusun I Nangka Lima, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Langkat sejak tahun 2019.

Bahkan dalam memelihara satwa yang dilindungi ini, terdakwa menugaskan Robin Pelita Pelawi untuk mengurus, merawat, membersihkan dan memberi makan serta minumnya dengan upah Rp2 juta per bulan.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) hurup a UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (ted/ram)

Toman Boru Silaban 10 Hari Tidak Pulang ke Rumah

Toman Boru Silaban. RUDY SITANGGANG/SUMUTPOS.CO.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Toman Boru Silaban (61) warga Desa Sumbul, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, sudah 10 hari meninggalkan rumah atau tidak pulang.

Putri Toman, Jepry Rinawati Siboro (36) dan Rejeki Silaban (28), Senin (10/7/2023) menerangkan, Ibunda mereka bernama Toman, diketahui pergi meninggalkan rumah sejak, Sabtu (1/7/2023).

Komunikasi terakhir dengan Ibundanya, Minggu (2/7/2023) siang. Chattingan terakhir saya dengan mama melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (2/7/2023) siang. “Chat saya dibaca, tetapi tidak dibalas, ” kata Jepry.

Penasaran, lalu pada Senin (3/7/2023) malam. Jepry mendatangi rumah Toman di Desa Sumbul. Pas ke rumahnya, Jepry tidak menemukan orangtuanya di rumah.

Jepry mengaku, pada, Senin (3/7/2023) sore, ada 2 orang datang menemuinya ke rumahnya di Desa Bintang, Kecamatan Sidikalang.

Kedatangan kedua orang itu, untuk menagih utang orangtuanya. Sementara menurut Jepry, orangtuanya tidak pernah mengeluh/mengaku ada utang sama orang lain.

Lanjut Jepry dan Rejeki, informasi yang diperoleh dari warga, Sabtu (1/7/2023) sekira pukul 10 pagi. Ibu mereka dilihat warga duduk-duduk di jempatan Berampu.

“Informasi lain, ada tukang becak di kampung ini mengaku, membawa mama ke Pasar Sidikalng,” kata Rejeki.

Menurut keduanya, selama 10 hari ini mereka sudah mencari Ibundanya. Semua keluarga sudah dihubungi, tapi tidak membuahkan hasil.

Toman selama ini tinggal sendiri di rumah sepeninggal ayah mereka sekitar 6 tahun lalu. Pekerjaan orangtuanya hanya bertani.

Hilangnya orangtua mereka, telah dilaporkan ke Polsek Parongil dengan Nomor : LIPOH/01/VII/2023/SPKT/POLSEK PARONGIL/POLRESDAIRI/POLDA SUMTERA UTARA tertanggal, 10 Juli 2023.

Kedua putrinya berharap, orangtua mereka bisa segera ditemukan. Adapun ciri-ciri Toman, kulit warna coklat sawo, rambut ikal, tinggi badan sekitar 160 centimeter.

Pas pergi, Toman diketahui membawa handphone dan carger.

“Pulanglah mak, kami merindukan mamak. Tidak ada masalah yang tidak bisa kita selsaikan,”ungkap kedua pitrinya.

Bagi yang mengetahui keberadaan orangtuanya, bisa memberitahu ke no telepon mereka di nomor, 085366586040 dan 081375290397. (rud/han)

Menteri Singapura Kunjungi UIN Sumatera Utara, Pererat Hubungan Lewat Pendidikan

TERIMA ULOS: Menteri Kedua Pendididikan dan Luar Negeri Singapura Dr Mohamad Maliki Bin Osman (4 kanan) menerima ulos di Kampus IV UIN Sumatera Utara, Senin (10/7).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

MENTERI Kedua Pendididikan dan Luar Negeri Singapura Dr Mohamad Maliki Bin Osman mengunjungi kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara di Tuntungan, Senin (10/7).

Kunjungan menteri ke Sumut untuk kedua kalinya ini bertujuan menjalin hubungan lebih erat Singapura dan Indonesia terutama lewat pendidikan yang mengikutsertakan dosen dan mahasiswa UIN Sumatera Utara.

Disebutkan menteri, Sumut merupakan wilayah yang dekat dengan Singapura. Kerja sama dua negara telah terjalin dengan baik terutama pengembangan green technology.

”Sejak 2014, Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia,” kata menteri yang yakin dengan masa depan Indonesia dan Singapura akan terus meningkatkan.

Singapura juga lihat Sumut memiliki peluang pengembangan pariwisata. Untuk itu kehadirannya di Sumut, lanjut menteri, juga ingin dengar pandangan anak muda di Sumut terhadap hubungan dua negara bersahabat.

Ia sangat mengapresiasi antusias mahasiswa dan dosen UIN Sumatera Utara untuk dapat melanjutkan jenjang pendidikan di Sumut.

Menteri Singapura mengutarakan 60 juta jiwa berpergian ke berbagai negara melalui Singapura. Diantaranya 11 juta jiwa berwisata ke Singapura. Nantinya wisatawan dari Singapura dapat berwisata ke Sumut sehingga membuka peluang kerja sama ekonomi.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Hj Nurhayati MAg berharap kunjungan menteri dapat memperluas kerja sama dengan Singapura. Sebelumnya UIN Sumatera Utara telah menjalin kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Singapura.

Kehadiran menteri, lanjut rektor, juga akan mempermudah kerja sama dan kolaborasi untuk memperoleh beasiswa kuliah dan dosen UIN Sumatera Utara dapat mengajar di Singapura.

Dibagian lain, rektor menegaskan bahwa moderasi beragama di Sumut cukup baik. Di Sumut toleransi sangat bagus termasuk ada mahasiswa non-muslim kuliah di UIN Sumatera Utara karena menjadi universitas yang terbuka. (dmp)