Home Blog Page 13287

Bayar Rp10 Ribu, Main Sepuasnya

MEDAN- Menyambut berakhirnya masa liburan sekolah, panitia menggratiskan seluruh wahana permainan di Medan Andalas Fair pada 5-6 Juli 2012.
Pengunjung cukup hanya membeli tiket masuk seharga Rp10.000 per orang plus mendapatkan Pop Mie.

“Kita akan gratiskan dua hari yakni pada Kamis (5/7) dan Jumat (6/7). Pengunjung bebas menikmati seluruh wahana permainan sepuasnya dan gratis,” kata Ketua Panitia Medan Andalas Fair H Baharuddin, Rabu (4/7).
Dia menjelaskan untuk bisa menikmati seluruh wahana permainan, pengunjung harus menunjukkan potongan tiket masuk ke petugas penjaga wahana permainan.

Menurutnya program gratis wahana permainan ini sebagai wujud apresiasi Panitia Medan Andalas Fair kepada masyarakat khususnya kalangan pelajar yang akan mengakhiri masa liburan sekolah.
Aneka wahana permainan yang bisa dinikmati pengunjung antara lain funland seperti octopus, musik dance, frog hopper, merry go round, mini train, mini octopus, mini swing, air plane, horse go round, jet 12, dan cat and elephant. Selain itu ada juga istana balon dan nuansa gaib.

“Funland ini adalah wahana permainan yang khusus kita datangkan dari Batam,” kata Bahar.

Selain gratis menikmati seluruh wahana permainan, pengunjung juga akan dihibur dengan artis-artis ibu kota yang tampil di panggung utama Medan Andalas Fair.
Di lokasi pengunjung juga dapat melihat-lihat berbagai produk yang dipamerkan para pelaku usaha kecil menengah (UKM), termasuk produk-produk elektronik, sepeda motor, mobil, furniture, dan lain-lain.
Stan kuliner juga tersedia di lokasi Medan Andalas Fair. Pengunjung dapat menikmati aneka makanan dan minuman yang tinggal pilih sesuai selera.

Event yang dikemas dengan konsep pameran dan taman hiburan rakyat ini sudah berlangsung sejak 28 Juni lalu dan ditutup pada 16 Juli mendatang.
Artis-artis ibu kota yang akan tampil menyemarakkan  panggung utama Medan Andalas Fair di antaranya “7icon” dan “Armada” yang diketahui sangat banyak memiliki penggemar di Sumut, khususnya Kota Medan sekitarnya.
Di samping sebagai ajang promosi dan transaksi, tujuan lain dari penyelenggaraan Medan Andalas Fair ini adalah untuk menawarkan lokasi rekreasi alternatif bagi keluarga khususnya para pelajar dalam mengisi masa liburan sekolah. (*/ari)

ABG Tewas, 3 Rumah Rusak, Satu Mobil Ditimpa Pohon

Angin Kencang Landa Medan

RUSAK: Sejumlah pohon tumbang dan menimpa sebuah mobil di area Terminal Keberangkatan Domestik Bandar Udara Polonia Medan, Rabu (4/7).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
RUSAK: Sejumlah pohon tumbang dan menimpa sebuah mobil di area Terminal Keberangkatan Domestik Bandar Udara Polonia Medan, Rabu (4/7).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN-Hujan disertai angin kencang kembali melanda Kota Medan. Akibatnya seorang remaja tewas akibat tersengat kabel listrik yang putus terkena seng. Selain itu, satu unit mobil Grand Livina pun hancur tertimpa pohon tumbang.
Hujan dan angin kencang cukup terasa di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.

Tiga rumah warga di Jalan Bilal Gang Jawa, Rabu (4/7) sore, porak-poranda. Sementara, remaja yang tewas adalah Aulia Sunanda (13), warga Jalan Bilal Gang Jawa Lingkungan III, Kelurahan Sari Rejo. Dari informasi yang dihimpun Sumut Pos, remaja yang baru saja menamatkan sekolah dasarnya ini tewas seketika setelah tersengat listrik di rumahnya ketika peristiwa angin kencang melanda daerah mereka. Beberapa warga sekitar menuturkan, peristiwa naas yang dialami oleh anak ketiga dari enam bersaudara tersebut terjadi ketika angin kencang melanda rumah orangtua Aulia beserta dua rumah lainnya.

Ketika itu, korban pulang ke rumahnya untuk mengecas MP3 player miliknya. Namun, secara mendadak saat baru tiba di rumahnya, atap rumah berbahan seng menimpa korban. Belum selesai di situ, akibat seng yang terbang, kabel bermuatan listrik yang berada di rumah tersebut ikut terputus. Kabel yang putus pun menyambar Nanda – nama panggilan korban. Sengatan listrik spontan membuat korban kejang hingga tewas di lokasi kejadian dengan posisi terlentang dan kedua mata yang terbuka lebar.

Beberapa warga yang menyaksikan peristiwa tersebut bahkan sempat mencoba menolong korban dengan cara mengangkatnya dari lokasi. Namun, arus listrik yang masih mengalir di tubuh korban memaksa warga menunda penyelamatan itu hingga akhirnya aliran listrik dipadamkan. “Tadi masih jumpa sebelum dia (korban) meninggal. Katanya dia mau ngecas MP3-nya di rumah, rupanya karena angin kencang kali waktu hujan tadi,” kata Habib (18), seorang warga yang juga merupakan teman korban.

Hal serupa disampaikan oleh Nining (38), yang juga merupakan warga sekitar. “Memang sempat kami lihat, tapi karena ada listriknya itu kami tak berani. Setelah dimatikan aliran listriknya, Nanda sudah meninggal karena kesetrum kabel listrik itu,” beber Nining.

Korban sempat dibawa ke RSU Mitra Sejati yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian, namun nyawa korban tak terselamatkan. Korban terlihat mengalami luka bakar dibagian kepalanya.
Korban kemudian disemayamkan di rumah neneknya, Mira (81), di Jalan Cempaka Gang Jawa tak jauh dari lokasi kejadian. Di rumah tersebut terlihat Ponira (40), ibu korban. Janda enam anak tersebut tak bisa menahan tangis. Tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut Ponira yang berada di sebelah jasad korban saat disemayamkan.

“Dia yang paling ramah dari abang-abangnya, sama adiknya pun baik dia, tapi memang begitulah dan sudah nasibnya,” jelas sang nenek, Mira, sembari mengatakan pemakaman akan digelar siang ini, Kamis (5/7)
Camat Medan Polonia Ody Dody Prasetyo mengaku, pihaknya saat ini sedang membersihkan lokasi rumah. “Korban meninggal dunia di tempat setelah tersambar aliran kawat listrik akibat angin puting beliung yang memutuskan kabel listrik dan mengenai korban,” terangnya.

Di tempat terpisah, hujan dan angin kencang juga memakan korban lain. Satu unit mobil Grand Livina warna Silver BK 1546 KJ, yang dikemudikan Syaiful Amri (31), warga Jalan Cempaka, Kampung Baru Pangkalanbrandan Langkat, tertimpa pohon saat hendak memarkirkan mobilnya di areal parkir Bandara Polonia Medan.

Korban jiwa tidak ada, namun pemilik mobil terlihat syok saat ditemui di OIC Duty Manager Bandara Polonia Medan bersama dengan anaknya, Subrata Prabowo (4).
Syaiful Amri siang kemarin mengantarkan kakaknya, Asnirairiah (35) ke Bandara Polonia. Saat itu, kakaknya, Asnirairiah masuk ke dalam bersama dengan mertuanya ke dalam Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Polonia Medan, sedangkan dirinya memarkirkan mobil.

Namun, saat hendak menuju lahan parkir, sebuah pohon menimpa depan mobil yang dikemudikannya. Pohon yang diketahui berjenis palem dengan diameter sekitar 1 meter lebih itu menghantam bagian depan mobil. Mobil pun remuk dihantam dahan dan ranting. Meski membuat bagian kaca depan mobil remuk, untungnya, Syaiful yang saat kejadian ditemani anaknya Subrata Prabowo, tidak mengalami luka serius.
Subrata, yang duduk di samping kiri ayahnya hanya luka lecet dan akibat terkena serpihan kaca pada jarinya. “Pertama pohon yang menghantam tak begitu kuat. Baru terasa ada yang tumbang lagi lebih kuat hantamannya,” tutur Syaiful.
Masih menurut Syaiful, dia telah berbicara dengan pihak pengelola bandara dan pengelola bandara berjanji akan member ganti rugi. “Mereka bilang semua yang di dalam areal bandara sudah diasuransikan,” jelasnya.
Keternagan itu langsung diamini Humas Angkasa Pura II Bandara Polonia Suparlan saat dikonfirmasi. “Akan saya koordinasikan dengan petugas di lapangan karena saya sedang berada di Jakarta. Yang jelas itu tanggung jawab pihak Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan,” katanya. (jon)

Polres Langkat Perkuat Silaturahmi dengan Tokoh Agama

LANGKAT- Polres Langkat memperkokoh silaturahmi dengan tokoh agama dengan mengunjungi Tuan Guru Babusalam, Sabut (30/6) kemarin. Dalam kunjungan itu, Kapolres Langkat AKBP Eric Bismo,Sik didampingi Waka Polres Kompol Drs Safwan Khayat, MHum serta perwira Polres Langkat disambut Tuan Guru H Hasyim Sarwani.

“Kunjungan ini berkaitan juga dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-66 Bhayangkara, pada Minggu (1/7) kemarin,” kata Waka Polres Langkat Safwan Khayat MHum, Rabu (4/7).
Kata mantan Waka Polres Tebingtinggi ini, mereka sangat menghormati tokoh agama kharismatik yang selalu dikunjungi jutaan masyarakat Sumut itu, sehingga mereka tak ingin hubungan Polri dengan tokoh agama luntur. “Kami sangat menghormati tokoh agama kharismatik itu, dan kami butuh dukungan dari Tuan Guru,” tutur Safwan.

Pada saat menyongsong HUT ke 66 Bhayangkara, kemarin, Polres Langkat sudah menggelar berbagai kegiatan berupa cerdas cermat dan kegiatan sosial, diantaranya sunatan masal dan sekaligus berbagi kasih kepada Purnawirawan/Warakauri di seluruh Polsek jajaran Langkat, Sabtu (30/6).

Disamping itu Polores Langkat juga menggelar Fun Bike yang mendatangkan berbagai komunitas sepeda ontel Sumatera Utara (Sumut), seperti Medan,Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Serdang Bedagai, Pangkalan Susu, Pangkalan Berandan dan berbagai daerah. Diperkirakan jumlah peserta ontel tidak kurang 500 sepada tua.

Pada acara puncak yang digelar, Polres Langkat mengadakan upacara ziarah ke makam pahlawan di Pangkalan Berandan yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Eric Bismo,Sik dan dihadiri oleh Waka Polres Kompol Drs Safwan Khayat,MHum serta seluruh jajaran Polsek dan para perwira Polres berikut ibu Bhayangkari. (azw)

PT ALAM dan Jamsostek Gelar Sunat Masal

MEDAN- PT Anugerah Langkat Makmur  (PT ALAM) bersama PT Jamsostek Cabang Binjai menggelar bakti sosial berupa sunatan masal  di Madrasah Nurul Ihsan, Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Senin (2/7).
Kegiatan bakti sosial ini, merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT ALAM dan PT Jamsostek (Persero) Cabang Binjai, yakni suatu bentuk kepedulian membantu anak-anak dari peserta program Jamsostek, serta anak-anak dari masyarakan di sekitar PT ALAM, khususnya yang berada di Kecamatan Besitang dan Sei  Lepan.

Demikian Manager  HRD PT ALAM, Zuraidah Siregar dan Humas Noviandrie Budi Setia mengatakan di Medan, Rabu (4/7). Adapun jumlah anak yang mengikuti sunatan masal adalah 100 orang yang ditangani 12 tenaga medis.
Kegiatan sosial sunatan masal dihadiri Direksi PT ALAM Drs. Musa Rajekshah, MHum (Ijeck),  Kacab PT Jamsostek Binjai, Umardin Lubis, SE, serta Camat Besitang Nuriadi SSos.

Ijeck, dalam kata sambutannya mengatakan, kegiatan sosial ini akan terus dilaksanakan setiap tahun pada saat anak-anak liburan sekolah. “Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin program CSR dari PT ALAM dan PT Jamsostek Cabang Binjai,” ucap  Ijeck.

Selanjutnya, Direksi PT ALAM menyatakan sangat senang melihat keberanian dan kesediaan anak-anak yang datang di acara sunatan massal ini, dan mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberi kepercayaan untuk menggelar kegiatan ini. “Semoga, setelah sunatan ini, mereka menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada Orang Tua,” katanya.(*/jun)

USU tak Mau jadi Badan Hukum

JAKARTA- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) untuk menjadi badan hukum (PTN BH). Enam dari tujuh universitas favorit menyatakan siap. Universitas Sumatera Utara (USU) adalah pihak yang dinyatakan belum mau jadi badan hukum.

Soal perubahan ini dilandasi oleh rancangan undang-undang perguruan tinggi (RUU PT) yang sebentar lagi diketok DPR. “Silahkan jika upaya ini ingin dimaknai reinkarnasi, metamorfosis, atau jelmaan dari BHMN (Badan Hukum Milik Negara, Red),” kata Mendikbud Mohammad Nuh di gedung DPR Selasa (3/7) lalu.

Dia menegaskan, terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara BHMN dengan PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) yang akan dia dorong pendiriannya setelah RUU PT tadi diketok. Menteri asal Surabaya itu mengatakan, masyarakat tidak perlu takut atau khawatir dengan adanya pembentukan PTN BH ini. Terutama kekhawatiran yang disebabkan takut biaya kuliah akan tinggi seperti masa BHMN dulu. Nuh mengatakan, dengan masih adanya keterangan PTN, maka kampus bertitel PTN BH tidak seotonom ketika berlabel BHMN.

Skenario pendirian PTN BH ini adalah dimulai dengan perubahan status tujuh kampus negeri eks BHMN. Ketujuh kampus itu adalah, UI, UGM, ITB, IPB, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Unair, dan USU.
Setelah UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) ketujuh kampus tadi diubah statusnya menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Setelah RUU PT nanti disahkan, Nuh mengatakan kampus-kampus tadi akan didorong menjadi PTN BH.
“Kecuali USU. Soalnya mereka sudah mengatakan belum ingin menjadi badan hukum,” tandasnya. Sedangkan enam kampus lainnya siap untuk dirubah statusnya menjadi PTN BH.

Rektor USU Bantah Keterangan Mendikbud

Keterangan Mendikbud ini langsung dibantah pihak USU. Rektor Prof Syahril Pasaribu mengatakan USU siap jika harus berubah status  menjadi badan hukum setelah nantinya menjadi Badan Layanan Umum (BLU) terlebih dahulu seperti yang diwacanakan oleh Mendikbud.

“Saya baru dengar sekarang kalau USU belum ingin menjadi Badan Hukum. Jika memang USU didorong untuk menjadi badan hukum seperti keenam universitas lainnya, saya rasa USU sudah siap. Jadi gak betul jika kita dikatakan belum mau berstatus badan hukum,”sebut Syahril, saat dikonfirmasi Rabu (4/7).

Syahril juga mengaku, siap jika pemerintah melalui Kemdikbud menerapkan SPP Tunggal terhadap USU. Sebagai upaya memagari tingginya harga kuliah di sebuah universitas yang menjadi kekhawatirkan beberapa pihak, dengan biaya kuliah akan tinggi seperti masa BHMN.

“Sebenarnya kalau dibilang USU mahal itu sudah salah persepsi, kita lihat saja selama ini jika uang kuliah di USU masih terjangkau di banding universitas favorit lainnya. Meskipun begitu kita setuju dengan penerapan SPP Tunggal, jika ini diberlakukan demi kebaikan. Yang penting semua program bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Perubahan status PTN eks BHMN ini menjadi PTN BH akan melewati semacam penilaian khusus. Nuh mengatakan, penilaian ini meliputi kinerja akademik dan pengelolaan kelembagaan kampus.
Kinerja akademik di antaranya adalah, melihat kualitas mahasiswa, dosen, dan pembelajaran. Selain itu penilaian ini juga melihat kualitas penelitian. Sedangkan kinerja pengelolaan kelembagaan kampus dilihat diantaranya dari kesehatan sumber keuangan sebuah kampus.

“Intinya kita hanya akan menjadikan PTN BH bagi kampus yang sehat. Yang tidak sehat tetap PTN dulu,” tutur Nuh. Dia menjelaskan, Kemendikbud memang serius mendorong semakin banyak PTN yang akan menjadi PTN BH. Menurutnya, dengan cara ini maka beban negara untuk mengurus persoalan kampus bisa semakin ringan.

Nuh mengingatkan kembali jika pembentukan PTN BH ini tidak perlu dikaitkan dengan biaya kuliah yang bakal semakin mahal. Pihak Kemendikbud sendiri sudah memagari biaya kuliah dengan penerapan SPP tunggal. Dengan adanya aturan SPP tunggal ini, pemerintah bisa mengontrol kebijakan penarikan SPP di setiap kampus.

Sementara itu, kebijakan pendirian PTN BH ini masih belum mendapatkan suara suara bulat di parlemen. Anggota komisi X Reni Marlinawati menuturkan, kebijakan mengembalikan status badan hukum kepada PTN menjadi persoalan yang cukup krusial. Penyebabnya tidak lain adalah urusan biaya kuliah.

Reni menjelaskan jika memang aturan ini tidak bisa dihindari, dia meminta seleksi ketat dilakukan bagi PTN yang akan dirubah statusnya menjadi PTN BH. Diantaranya soal kesehatan finansial. Muncul kekhawatiran jika PTN BH dibentuk dari kampus yang kurang sehat finansialnya, maka akan seenaknya mencari pendanaan dari mahasiswa. (wan/jpnn/uma)

Berapa Lama Pengurusan Kartu Keluarga?

082166882xxx

Kepada Yth Kadisdukcapil Kota Medan. Saya mau tanya, berapa lama selesai pengurusan kartu keluarga? Dan berapa biayanya? Terima kasih.

Selambat-lambatnya Empat Hari

Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk mengurus KK di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil selambat-lambatnya empat hari kerja. Setelah masuk surat dari pihak kecamatan itu paling lambat empat hari. Namun, kenyataan di lapangan itu malah mayoritas dua hari sudah selesai. Mengenai biaya, untuk mengurus KK tidak ada dipungut biaya apapun alias gratis.

Muslim
Kepala Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kota Medan

2014, Jalur Kereta Api di Sumut Rampung

Rel Mati Segera Dihidupkan Lagi

REL: Pekerja mengganti baut rel di lintasan kereta api di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
REL: Pekerja mengganti baut rel di lintasan kereta api di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
JAKARTA-Proyek pembangunan jalur kereta api (KA) Trans Sumatera Railways, yang menghubungkan Lampung-Aceh dan terkoneksi dengan Jawa melalui Jembatan Selat Sunda, bukanlah proyek yang masih di awang-awang. Pada 2014 mendatang, jaringan rel kereta api di wilayah Sumut pun ditarget rampung. Medan-Belawan pun bisa dilalui dengan kereta api.

Ini proyek serius dan sudah dirancang secara matang. Tahapan-tahapannya sudah disusun secara rinci oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam Rencana Strategi (Renstra) 2010-2014, detil perencanaan tertuang secara gamblang. Antara lain, hingga 2014 mendatang sejumlah jalur KA yang selama ini mati, akan dihidupkan lagi. Disebutkan dalam Renstra, bahwa peningkatan jalur KA di Pulau Sumatera termasuk menghidupkan kembali lintas mati serta peningkatan spoor emplasemen (pemberhentian kereta api) sepanjang 347 km.

Di antaranya pada lintas Medan- Binjai, Kisaran-Tanjungbalai (lainnya lihat grafis). “Serta menghidupkan kembali jalur KA Medan-Belawan dan Medan-Gabion,” demikian tertuang dalam Restra.

Selain itu, target hingga 2014 adalah pembangunan jalur KA baru/shorcut/parsial double track/double track/double double track di Sumatera termasuk pembangunan spoor emplasemen sepanjang 100 km. Bagian ini antara lain mencakup Araskabu- andara Kualanamu (KA Bandara) dan Rantauprapat-Kota Pinang. Hingga 2014 juga ditargetkan langkah peningkatan jembatan KA sebanyak 58 unit yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung.
Pendanaan per tahunnya khusus untuk Sumatera ini juga sudah dirinci. Misalnya, untuk rehabilitasi jalur KA pada 2012 sepanjang 11,6 KM dianggarkan Rp27,06 miliar. Untuk peningkatan jalur di 2012 sepanjang 40,22 km, dianggarkan Rp132,28 miliar. Dan, pembangunan jalur KA baru/shorcut/parcial doubel track, pada 2012 dianggarkan Rp311,74 miliar untuk panjang 24,24 km.

Masih banyak item-item lain yang dirinci detil. Sebut saja misalnya untuk survei/studi kebijakan/masterplan, juga sudah dianggarkan pertahunnya. Untuk 2012 senilai Rp100 miliar, pada 2013 Rp102 miliar, dan untuk 2014 Rp155 miliar. Hanya saja, khusus dana ini digunakan bersama untuk survei pengembangan KA kawasan Jawa dan Sumatera.

Renstra juga memperhitungkan kemungkinan kecelakaan KA. Ini berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya. Disebutkan, dalam aspek keselamatan, transportasi perkeretaapian masih mengalami fluktuatif jumlah kecelakaan.
Kemenhub bertekad, jika Trans Sumatera sudah beroperasi, maka kecelakaan harus bisa dihindari. Caranya?  “Menerapkan kembali prinsip safety first di seluruh penyelenggaraan kereta api dengan memadukan strategi keselamatan dalam tiga pilar yaitu prasarana, sarana dan sistem operasi. Aspek keselamatan harus mendapatkan prioritas yang tinggi, sejalan dengan misi yang ingin dicapai oleh Kementerian Perhubungan yaitu zero accident,” demikian kebijakan makro kemenhub guna menekan jumlah kecelakaan.

Tender Dimulai 2013

Dishub Sumut mengamini tentang megaproyek tersebut. Namun, melalui Sekretaris Dishubsu, Ali Amas Hasibuan, diketahui beberapa proyek yang dibangun atau dilaksanakan di Sumut semuanya merupakan pekerjaan PT KAI. “Kalau kita tidak sangguplah (jalur kereta api Aceh-Lampung, Red). Kita hanya mengerjakan jalur-jalur yang di Sumut, misalnya jalur ke Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung. Medan-Kualanamu. Dan, itu (pengerjaan) oleh PT KAI. Sudah ada kesepakatan atau kerja samanya dengan Angkasa Pura dan BUMN,” ungkap Ali Amas.

Ali Amas juga mengakui, untuk desain jalur-jalur kereta api yang masuk dalam proyek nasional tersebut, khususnya di Sumut sudah selesai. “Tapi itu (desain) sama PT KAI. Kami (Dishubsu) hanya menerima laporannya saja,” tambahnya.
Dikatakannya juga, dalam agenda dan rencana pembangunan jalur-jalur kereta api tersebut, diproyeksikan baru akan ditenderkan pada 2013 mendatang.
“Laporan itu setelah proses tender. Tendernya sendiri dilakukan tahun 2013,” pungkasnya. (sam/ari)

Perbaiki Jalan Nilam Simalingkar

085297454xxx

Mohon kepada Bapak Bupati Deliserdang untuk dapat memperbaiki jalan yang rusak berat di seputaran depan proyek pertanian Universitas HKBP Nommensen yang berbatasann dengan Jalan Nilam Perumnas Simalingkar Medan. Karena jalan ini sudah banyak dilalui masyarakat untuk bekerja. Terima kasih.

Diusulkan di P-APBD Deliserdang

Terima kasih. Mengenai hal ini kami memang sudah menerima banyak laporan. Mengenai pembangunan jalan akan dibahas di Musrenbang Deliserdang. Namun, ini akan diusulkan pada Perubahan APBD (P-APBD) 2012 mendatang.

Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Penyaluran Raskin Asal-asalan

082161485xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan. Penyaluran beras miskin (Raskin) di Lingkungan 8 Kelurahan Pekan Labuhan terkesan diskriminatif dan asal-asalan. Ada warga yang tidak jelas identitasnya malah tercantum namanya sebagai penerima raskin. Tolong Pak Wali Kota, saya sangat terbantu dengan adanya jatah raskin tersebut. Saya seorang pengangkat sampah di Rumah Susun Wisma Labuhan Kelurahan Sei Mati. Terima kasih.

Pendataan Dilakukan BPS Pusat

Terima kasih atas laporannya. Untuk pendataan warga yang mendapatkan jatah raskin ini dilakukan langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat dibantu aparat kelurahan dan kecamatan. Namun, pendataan oleh pihak BPS Pusat ini langsung dilakukan dengan terjun ke lapangan.

Jadi jika warga merasa ada yang salah pada pendistribusian raskin ini, diharapkan warga melaporkan ke pihak BPS setempat melalui kelurahan atau kecamatan untuk pendataan ulang.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Tindak Pencurian di Jalan Sidorame

081263678xxx

Yth Bapak Kapoldasu. Tolong Pak di Jalan Sidodame Komplek Pemda sudah terasa tidak aman, karena banyak rumah warga yang kecurian dini hari maupun siang hari. Mohon Pak ditindak pencuri yang bergentayangan. Nanti warga bisa main hakim sendiri. Terima kasih.

Segera Ditindaklanjuti

Terima kasih atas laporannya. Dengan adanya informasi ini, masyarakat sangat membantu kinerja kepolisian. Mengenai laporan ini akan kami teruskan ke Polres dan Polsek terkait agar segera dilakukan tindak lanjut.

Kombes Pol Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut