DARI hasil identifikasi pihak Polantas Polres Siamalungun, dua dari delapan korban tewas ternyata warga negara Malaysia. Keduanya baru saja berkunjung ke Madina dan seyogianya hendak ke Bandara Polonia Medan.
Kedua WNA tersebut, Zulkifli Bin Muhammad Basir (64) warga Johor Malaysia dan kakaknya, Zaidun Bin Basri (68). Kedua mayat tersebut saat dievakuasi ditemukan dalam keadaan tewas di kolong mobil.
Keyakinan kedua jenazah berkewarganegaraan asing, diketahui setelah petugas mendapatkan paspor dari tas korban. Diketahui pula, kedua korban sudah tiba di Madina sejak tanggal 18 Juni 2012 lalu.
Menurut seorang kerabat keluarga, Zulkilfi (40) warga Medan Area, Kota Medan yang ditemui disekitar kamar mayat RSU Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar, tujuan kedatangan keluarganya itu tak lain untuk meninjau lahan peninggalan ayah korban, Muhammad Basir, yang menjadi pengusaha di negeri jiran tersebut.
Seharusnya, kedua korban menuju Bandara Polonia Medan dengan tiket keberangkatan pukul 18.00 WIB. Rencananya, kedua korban dibawa lagi ke RSU Pringadi Medan untuk identifikasi selanjutnya. Sebab, dari wajah sangat sulit dikenali. Bersamaan itu pula menurut Zulkilfi, pihaknya juga masih menunggu keluarga yang tinggal di Malaysia. “Akupun masih ragu, makanya menunggu keluarga dari Malaysia,” ujar Zulkilfi seraya menambahkan kalau Zulkifli Bin Muhammad Basir adalah pensiunan tentara Malaysia.
Anggota TNI AD Shok
Korban selamat, seorang anggota TNI-AD bernama Sarno (43), terlihat shok ketika dirawat di Rumah Sakit Parapat. Bahkan, perawat yang merawatnya, beberapa kali dihormatnya bak menghadap pimpinan.
Dan, ketika wartawan mencoba mendekati justru dianggap musuh. “Kutelepon dari markas, kenapa kalian masih disini. Kalian musuhku, pergi kalian,” teriak Sarno.
Dari identitas yang ada pada dirinya, Sarno diketahui sebagai anggota TNI-AD dari kesatuan Kavaleri/6 Serbu Medan. Dia ditugaskan ke salah satu perusahaan di Madina dalam pengamanan sejak setengah tahun terakhir. Bahkan, saat petugas TNI-AD 126 Kala Sakti mensterilkan TKP proses evakuasi jenazah, mereka menemukan pistol jenis revolver yang belakangan diketahui milik Sarno.
Seperti pengakuan Maruli Manik (47) warga Sibaganding yang turut mengevakuasi jenazah, semula tak mengira Sarno salah satu penumpang L-300 tersebut. Sebab, sempat melihat Sarno sekitar pukul 07.00 WIB mandi di Pantai Danau Toba atau 200 meter dari tempat bus penumpang itu ditemukan. Bahkan saat ditanya, Sarno malah menjawab sedang berusaha mencari oleh-oleh. “Kukiranya dia warga yang turut mengevakuasi, ternyata salah satu penumpang. Tapi saat ditanya justru gak nyambung gitu bahasanya,” cetus Maruli yang pakaiannya masih dilumuri darah. (smg)
Tangis memecah saat dua unit ambulans tiba di Jalan Gaperta Ujung Gang Swasembada Estimasi Medan Kamis (28/6) sekitar pukul 21.40 WIB. Dua jenazah, Isnaniah dan anaknya, Mayfa langsung dibopong dan disambut seluruh anggota keluarga.
Sejak mendapat kabar mengenai kecelakaan tersebut, pihak keluarga sudah berkumpul di rumah duka menunggu kedatangan jenazah. Malam itu, sebagian keluarga terduduk di depan kedua jenazah yakni Isnaniah dan Mayfa yang ditutupi kain putih. Jelas terlihat duka mendalam atas kepergian ibu dan anak tersebut. Satu persatu keluarga berusaha melihat kedua jenazah yang terbujur kaku untuk terakhir kali.
Tak dapat menyembunyikan kesedihannya, Yusnidar salah satu keluarga korban pun menceritakan bahwa perubahan pada kedua korban jelas terlihat sekitar 17 hari lalu. Dimana saat itu, Yusnidar yang bekerja sebagai Pegawai di Dinas Perkebunan Padangsidimpuan ini berkunjung ke rumah Isnaniah di Jalan Multatuli Natal.
“Di Natal, Isnaniah dan anaknya Meyfa hanya tinggal berdua. Memang sudah hampir 1 tahun kami nggak jumpa. Ada perasaan rindu dengan mereka. Tapi setelah melihat mereka berdua, kok perasaan saya jadi nggak enak ya,” ujar Yusnidar adik dari Isnaniah.
Isnaniah yang biasanya banyak bicara, katanya, berubah menjadi pendiam. Bukan itu saja, wajah Ismaini juga terlihat agak menguning lain dari biasanya. “Saya sempat cerita dengan adik saya, kenapa ya, wajahnya Isnaniah jadi agak kuning. Hidungnya juga terlihat jadi lebih pesek. Nggak ada lagi semangat pada dirinya seperti biasa. Saya terus bertanya-tanya. Kenapa hati saya jadi takut, apalagi ketika ingin pulang ke Medan,” ungkapnya.
Begitu juga dengan Meyfa yang dulunya pendiam menjadi lebih periang. “Saya juga heran melihat Meyfa anak kakak saya ini. Kok anaknya agak lain ya. Karena biasanya nggak begitu banyak bicara. Tapi saat saya datang, dia lebih semangat gitu. Mereka berdua jadi seperti orang asing bagi saya. Sangat berbedalah dari biasanya,” tambahnya.
Namun, Yusnidar tidak begitu menanyakan perubahan tersebut. “Saya berpikir, semoga tidak terjadi apa-apa dan firasat buruk ini tidak menyadi kenyataan. Memang semua jadi terlihat asing bagi saya. Terlebih lagi melihat lantai rumah kakak saya ini ditutupi karpet plastik. Saat itu, saya masih berpikir yang baik-baik aja. Karena sudah habis masa tugas, saya kembali ke Medan,” urainya.
Menurutnya, Isnaniah bekerja sebagai pedagang baju dan perlengkapan sekolah di kawasan Natal. “Suami kakak saya (Isnaniah) juga telah meninggal sekitar 5 tahun lalu karena sakit gula dan dikebumikan di Medan. Mayfa sendiri bekerja sebagai guru honor di SMPN1 Natal. Sejak itu, kakak saya hanya tinggal berdua dengan anaknya Mayfa. Sedangkan anak yang satunya lagi telah menikah dan tinggal di Medan.
Sebelumnya, di tempat yang sama, Parlindungan Lubis (56), adik ipar Isnaniah, mengatakan kalau korban memang tinggal di Madina. Meski begitu, rumah di Gang Swasembada ini sejatinya milik korban. “Almarhumah itu memilih tinggal di rumah keduanya di Mandailing Natal karena dia mempunyai usaha jualan di Pasar Natal. Dia itu berjualan pakaian di Pasar Natal sudah 15 tahun lamanya,” bebernya.
Syaharuddin Lubis (53), adik ipar Isnaini yang ditemui di tempat yang sama, menjelaskan kalau kakak iparnya itu memang sering ke Medan. Setidaknya setiap dua pekan almarhuma pergi ke Medan belanja untuk keperluan belanja dagangannya. Namun terangnya, untuk kali ini, Isnaini pulang ke Medan juga untuk melihat abangnya Yamid (55), yang sedang sakit keras. Selain itu, juga ingin melihat cucunya.
Pihak keluarga, rencananya akan menguburkan jenazah keduanya di TPU Muslim, di Jalan Muktar Basri, hari ini. “Besok (hari ini, Red) rencananya pukul 07.00 WIB, almarhum dikebumikan di TPU Muktar Basri karena suami Isnaini juga dikebumikan disana dan agar makam keduanya berdekatan,” terangnya.
Kakak Beradik Selamat, tapi sang Ibu Tidak
Sementar itu, dua dari tiga korban selamat adalah kakak beradik. Mereka adalah Mei Nanur (10) dan Sakti Awin (5). Keduanya dirawat di RS Vita Insani Pematangsiantar.
Kondisi Mei Nanur dan Sakti Awin memprihatinkan. Di ruang IGD di sekujur tubuh kedua anak ini mengalami luka-luka di bagian kepala, wajah dan tangan. Khususnya Sakti Awin mengalami patah tulang di bagian kaki sebelah kanan. Setelah mereka dirawat dan discaning oleh pihak rumah sakit, mereka pun di pindahkan ke kamar 321 Lantai 3 RS Vita Insani.
Salah seorang sanak keluarganya bernama Zulhairir (20) yang tinggal di Medan saat menemani kedua anak tersebut di RS Vita Insani mengatakan bahwa ia dapat kabar dari Mandailing Natal. Sebelumnya rencana kedua anak ini bersama Ibunya Fadianur hendak pergi ke Medan untuk liburan sekaligus ada acara keluarga.
Namun naas bagi mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Sehingga ibunya yang berada di dalam bis tersebut ikut tewas bersama 7 penumpang lainnya yang juga tewas. (jon/far/smg)
Memasuki usia enam bulan, bayi mulai dikenalkan dengan bubur sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Demi memberikan yang terbaik untuk buah hati, bunda bisa membuat bubur sendiri di rumah.
BIASANYA, karena ingin praktis, bunda memberikan bubur instan untuk anaknya. Padahal, membuat bubur sendiri tidak terlalu susah. Banyak keuntungan jika membuat makanan itu sendiri. Mulai menunya yang lebih variatif, bahan-bahan yang digunakan lebih segar, hingga kebersihannya bisa terjaga. Bahan utamanya bisa tepung atau beras. Bunda bisa mengombinasikannya dengan bahan lain seperti sayur, buah, dan ikan. Surabaya Hotel School (SHS) memberikan enam menu bubur sehat bagi anak-anak atau mereka yang sedang sakit dan hanya bisa mengonsumsi kudapan lembut.
Menu yang ditawarkan, antara lain, bubur susu kacang hijau, bubur havermut sari sayuran, bubur jagung manis, bubur ayam dan sari wortel, bubur aneka sayuran, dan bubur tepung beras. Kandungan gizinya lengkap. Ada vitamin dan mineral dari sayuran, protein dari ayam atau ikan, dan nutrisi lain. Seasoning-nya cukup dari bahan-bahan yang digunakan, beri kaldu ayam dan bubuhkan sedikit garam bila perlu, seperti pada bubur aneka sayur, bubur jagung manis, serta bubur ayam sari wortel. Tetapi, kalau bunda tak ingin menggunakan garam atau gula pada bubur, tidak masalah.
Pembuatan bubur-bubur tersebut tidak membutuhkan waktu lama. Masing-masing hanya memerlukan waktu sekitar 10–15 menit. Tiap resep setara dengan satu atau dua porsi. ”Membuatnya beberapa saat sebelum dikonsumsi sehingga masih fresh ketika disajikan,” ujar Totok Yulianto, instruktur SHS.(nor/c7/any/jpnn)
Donetsk– Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo kecewa disingkirkan Spanyol di semifinal. Namun Ronaldo malah berharap Timnas Spanyol dapat memenangi Euro 2012.
Skuad Spanyol yang banyak dihuni rekan-rekan Ronaldo di Real Madrid menjadi faktor mengapa winger berusia 27 tahun ini mendukung La Furia Roja menjadi juara. Meski ketika dalam pertandingan antara Spanyol kontra Portugal, Ronaldo menganggap rekan-rekannya itu sebagai lawan, namun di luar lapangan, Ronaldo menganggap mereka sebagai sahabat.
“Saya berharap Spanyol memenangkan turnamen ini, karena saya memiliki banyak teman di sana dan saya bermain di sana dan itu akan menjadi akhir yang sulit bagi mereka jika gagal juara,” ujar Ronaldo Kamis (28/6).
“Rasanya sangat normal bermain melawan pemain Real Madrid. Di lapangan kami bukan teman, tetapi di luar lapangan kami bersahabat dan saling mendukung,” tuturnya.
Portugal harus angkat koper karena kalah 4-2 dalam drama adu penalti setelah bermain 0-0 selama 120 menit. Sayangnya, Ronaldo juga tidak sempat menjadi algojo dalam adu penalti itu karena dia diplot menjadi penembak kelima, sedangkan Spanyol sudah memastikan kemenangan mereka melalui Cesc Fabregas yang menjadi penembak keempat.
“Saya akan mengambil penalti berikutnya,” katanya. “Saya akan mengambil penalti kelima tapi kami telah gagal dalam dua tendangan,” lanjutnya.
“Itu hanya masalah saya berbicara dengan pelatih. Dia berkata kepada saya: ‘apakah Anda ingin mengambil tendangan kelima?’, dan saya berkata ‘ya’. Kadang-kadang saya mengambil tendangan pertama, kedua atau ketiga, tapi saat itu saya setuju untuk mengambil yang kelima,” pungkasnya. (net/jpnn)
JAKARTA – Penggunaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dinilai menjadi terobosan baru untuk identifikasi kependudukan di Indonesia. Karena dinilai memiliki banyak manfaat, Komisi II DPR mengusulkan agar masa berlaku e-KTP bisa diperpanjang menjadi seumur hidup.
Usul itu merupakan salah satu poin rapat kerja Komisi II DPR dengan Kementerian Dalam Negeri yang berlangsung Rabu malam (27/6). Anggota Komisi II DPR Nurul Arifin menyatakan, data yang tersimpan atau terdaftar di e-KTP adalah data yang bisa digunakan dalam waktu panjang.
“Karena itu, e-KTP dengan basis data iris dan finger print harus bisa berlaku seumur hidup,” kata artis tersebut di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (28/6). Menurut Nurul, ada keuntungan lain jika e-KTP nanti diberlakukan seumur hidup. Dari segi anggaran, akan terjadi penghematan yang luar biasa. Jumlah penduduk wajib KTP saat ini adalah 172 juta.
Jika dikalikan harga lisensi AFIS Rp 4.586 per KTP, total anggaran mencapai Rp 788.792.000.000. Dengan e-KTP seumur hidup, pemerintah tidak perlu menganggarkan dana sebesar itu lagi. “Jumlah itulah yang nanti bisa dihemat,” jelas politikus Partai Golongan Karya tersebut.
Namun, lanjut Nurul, saat ini ada kendala regulasi. Ketentuan UU No. 23/2006 pasal 64 ayat (4) huruf (a) menyatakan bahwa masa berlaku KTP hanya lima tahun dan pasal 63 ayat (5) mewajibkan warga memperpanjang KTP jika masa berlakunya sudah berakhir. Kecuali, yang berumur 60 tahun diberi KTP seumur hidup sebagaimana pasal 64 ayat (5).
Menurut Nurul, regulasi itu bukan harga mati. Jika pemerintah berkomitmen, regulasi tersebut bisa direvisi. “Jika Mendagri mau membuat sejarah dalam pemerintahannya, harus ada keberanian untuk menerapkan e-KTP seumur hidup, dengan catatan kita akan sama-sama mengubah UU No. 23/2006,” tegasnya.
Terkait dengan perkembangan penyebaran e-KTP, dari target 172 juta, sampai 26 Juni 2012 hasil pelayanan perekaman e-KTP secara nasional sudah mencapai 101.575.236. Sisanya, sekitar 71 juta wajib e-KTP, belum terdaftar. “Mudah-mudahan, sisanya itu bisa diselesaikan tahun ini,” harap Nurul.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa pun mendukung rencana penerapan e-KTP seumur hidup. Namun, A. Malik Haramain, anggota Komisi II DPR dari PKB, mengingatkan, meski berlaku seumur hidup, update data tetap harus dilakukan dalam periode tertentu.
“Misalnya, lima tahun sekali di-update karena mungkin ada perubahan data kependudukan seseorang,” terangnya. Malik menambahkan, rencana tersebut patut didukung mengingat proyek pembuatan e-KTP menelan biaya sangat besar, lebih dari Rp 5,8 triliun. Jumlah itu belum termasuk dana tambahan yang harus dikeluarkan negara tiap tahun untuk memperpanjang lisensinya.
Karena itu, tandas Malik, jika e-KTP hanya berlaku lima tahun, negara harus mengeluarkan uang sedikitnya Rp 5 triliun tiap periode. “Padahal, data dalam e-KTP bisa di-update tanpa harus membuat proses dari awal lagi,” ujarnya. (bay/dyn/c3/ari)
Spanyol memang melaju ke final Euro 2012. Mereka berpeluang menjadi tim pertama yang meraih gelar back to back setelah menang adu penalti 4-2 melawan Portugal kemarin dini hari.
Biar begitu, Spanyol tak bisa mengambil hati publik Donetsk. Permainan buruk mereka selama 2×45 menit menjadi sasaran hujatan penonton.
Teriakan ‘huuu’ sering terjadi saat mereka lama memainkan bola di belakang. Permainan tiki taka Spanyol gagal berkembang.
Justru Portugal yang banyak mendapatkam simpati atas permainan impresifnya. Meski, Cristiano Rolando dkk juga gagal mencetak gol ke gawang Spanyol yang dikawal Iker Casillas.
Donbass Arena, Donetsk, memang dipenuhi penonton lokal. Gabungan fans Spanyol dan Portugal tidak sampai 40 persen jumlah penonton. Masalahnya, penonton lokal itu tidak berpihak kepada tim manapun sejak awal. Yang bermain bagus mereka dukung.
Semisal ketika Pepe melakukan tekling keras atau pelanggaran, suara sumbang langsung keluar dari penonton lokal. Padahal, nyaris sepanjang pertandingan mereka mendukung Portugal. Lalu, mereka juga beralih dukungan ke Spanyol ketika perpanjangan waktu di mana masuknya Pedro Rodriguez dan Jesus Navas membuat permainan Spanyol lebih hidup.
“Ini sama-sama bukan tim kami. Jadi kami datang hanya ingin menyaksikan pertandingan bagus. Sayang, permainan Spanyol tidak secantik biasanya,” jelas Andriy Galenko, penonton di Donbaas Arena, kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos).
Ya, Xavi Hernandez yang biasanya menjadi pengatur permainan La Furia Roja, julukan Spanyol, gagal tampil maksimal. Dia kerap kalah bertarung dengan gelandang-gelandang Portugal yang lebih bertenaga, seperti Miguel Veloso, Joao Moutinho, dan Raul Meireles.Namun, pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti setelah selama perpanjangan tidak ada gol tercipta dan kondisi tetap imbang tanpa gol. Jelang adu penalti terlihat sekali kegusaran di bench Portugal. Mereka tampak kurang siap.
Semula Ronaldo disiapkan sebagai eksekutor pertama, lalu saat pelatih Paulo Bento meminta pendapat Ronaldo, dia menggelengkan kepala. Setelah itu, mereka kembali berkumpul lagi untuk menentukan urutan penendang, Ronaldo disiapkan sebagai eksekutor kelima.Beda dengan Spanyol yang tetap tenang dan para pemainnya lebih sibuk memulihkan tenaga. Hasilnya, eksekutor pertama Spanyol memang gagal, yakni Xabi Alonso. Tetapi, eksekutor pertama Portugal juga gagal, yakni Moutinho.
Setelah itu, semua eksekutor Spanyol tidak ada yang gagal, sedangkan eksekutor Portugal, Bruno Alves gagal. Makanya, begitu penendang kelima Spanyol Cesc Fabregas mampu mencetal gol, Spanyol langsung merayakan kemenangan.
Tak perlu lagi Ronaldo menendang, karena tak akan mengubah keadaan. Para pemain Portugal tampak sangat terpukul, Meireles bersujud ke tanah dan menangis. Hingga Bento mendekati para pemain satu persatu dan menyalami mereka. Dia berusaha tegar.
“Anda bisa lihat sendiri perjuangan para pemain di lapangan. Selama 90 menit dan perpanjangan, kami bisa mengatasi permainan Spanyol. Sayang kami gagal cetak gol. Semua pemain telah bekerja dengan baik dan pantas pulang dengan kepala tegak” ucap Bento usai pertandingan.
Di mixed zone, terlihat sekali para pemain Portugal sangat terpukul. Mereka tidak semangat melayani wawancara dan memilih secepatnya menaiki bus rombongan untuk pulang ke hotel Victoria. (ham/diq/jpnn)
MEDAN-Mantan Wakil Direktur (Wadir) Reserse Narkoba Polda Sumut, AKBP Apriyanto Basuki Rahmat dituntut 1 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (28/6).
Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nilma Lubis dan Dwi Melly Nova mengatakan, Apriyanto juga dikenakan denda Rp10 juta serta subsider 3 bulan kurungan.
“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 60 ayat 5 jo Pasal 71 UU No 5 Tahun 1997, tentang Psikotropika,” kata Nilma, di depan Majelis Hakim yang diketuai, Asban Panjaitan.
Dalam kasus itu, jaksa menyatakan terdapat sejumlah hal yang memberatkan Apriyanto di antaranya terdakwa adalah anggota Polri yang seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat serta tidak berterus terang dalam memberikan keterangan di persidangan. Sedangkan yang meringankan terdakwa Apriyanto masih memiliki 2 orang anak kecil yang butuh kasih sayang.
Sebelumnya, terdakwa Apriyanto tersandung kasus narkoba setelah petugas Direktorat Narkoba merazia Diskotek D’Core di Jalan Putri Merak Jingga, Medan, Sabtu (11/2). Ketika itu, petugas menangkap Sri Agustina dan Jhonson Jingga dengan barang bukti 8 butir pil happy five.
Berdasarkan pengakuan Sri Agustina dan Jhonson Jingga, polisi menangkap Ade Hendrawan, pelayan Diskotek D’Core, keesokan harinya. Karena Ade Hendrawan dituduh sebagai pemasok pil itu. Namun, keterangan Ade Hendrawan bertentangan dengan tuduhan Sri Agustina dan Jhonson Jingga. Terdakwa Ade Hendrawan justru mengaku disuruh Apriyanto untuk mengambil pil happy five dari atasannya, yaitu Jhonson Jingga.
Dari pengakuan tersebut, Apriyanto pun dicopot dari jabatannya demi netralitas penanganan kasus. Selanjutnya, dia diperiksa sebelum dinyatakan sebagai tersangka. Setelah mendengarkan tuntutan JPU, Majelis Hakim menunda persidangan hingga Selasa (3/7) depan dengan agenda pembelaan terdakwa.
Usai sidang, penasihat hukum terdakwa, Marudut Simanjuntak menyatakan keberatan dengan tuntutan JPU. Sebab kliennya tidak layak dituntut dengan hukuman serupa dengan terdakwa Jhonson Jingga.
“Dia kan tertangkap tangan, ada barang buktinya. Sementara klien saya tidak ada barang buktinya, kenapa bisa sama,” ucapnya.
Sementara terdakwa Apriyanto saat dimintai tanggapannya mengenai tuntutan tersebut mengaku ada permainan antara Wakajatisu dengan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Andjar Dewanto SH MBA.
“Saya tahu ini, pasti ada permainan antara Wakajatisu dengan Dir Narkoba. Hukuman saya sengaja dibuat satu tahun padahal saya tidak pegang barang bukti saat ditangkap,” bebernya. (far)
EVAKUASI: Pihak TNI dan polisi saat mengevakuasi korban. Foto bawah, kondisi minibus Taksi Kita Bersama yang terjun ke jurang di kawasan Danau Toba, Kamis (28/6). Pada peristiwa itu, 8 penumpang ditemukan tewas. //fandho/metro siantar
PARAPAT-Sebuah minibus milik CV Taksi Kita Bersama (TKB), BK 1170 SO, terjun ke jurang sedalam 300 meter di Kawasan Danau Toba. Akibat kejadian itu, 8 dari 12 penumpang angkutan jurusan penyabungan-Medan tersebut tewas di tempat.
Sebelum terjun ke jurang, minibus menabrak gundukan tanah dan pasir bekas material pekerjaan Dinas PUyang sedang memperbaiki Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 41. Tepatnya di kawasan Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun.
Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, pada pukul 05.00 WIB warga yang berada di Kios Panatapan milik P Sirait mendengar ada suara mobil jatuh ke jurang. Setelah itu terdengar suara jeritan anak kecil minta tolong. Warga yang kebetulan selesai menonton semifinal Euro Cup langsung mengecek. Mereka melihat ada mobil yang terjun ke jurang.
Warga kemudian turun ke jurang dan mencoba menyelamatkan 3 orang korban yang masih hidup dan segera membawanya ke RSU Parapat. Mendapat informasi ada kecelakaan, personel Polsek Parapat langsung turun ke lokasi dan menghubungi Satlantas Polres Simalungun. Sedangkan PJS Koramil Parapat, Pelda Edi Damanik, meminta bantuan dari anggota TNI dari Yonif 126 Kala Sakti Kodim Simalungun yang sedang melakukan tugas Go Green di Kawasan Danau Toba. Hasilnya, satu regu yang berjumlah 30 orang dan dipimpin Lettu Putra turun ke lapangan.
Selain itu bantuan juga hadir dari Tim Sar PT Aquafarm Nusantara berjumlah 26 orang yang mengerahkan 2 kapal. Evakuasi dapat berjalan lancar meskipun berada pada kemiringan 160 derajat. 8 korban tewas dievakuasi dengan mempergunakan tali tambang dan diangkut melalui kapal ke Pantai Bebas Parapat. Selanjutnya dibawa ke RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk diidentifikasi.
“Lokasi cukup sulit. 20 meter dari Batu Gantung. Evakuasi berhasil kita lakukan dan berakhir pukul 15.00 WIB,” jelas Kanit Lakalantas Simalungun Aiptu Aslen Sinaga, kemarin.
Wartawan Posmetro (grup Sumut Pos) yang langsung turun ke bawah jurang sekitar pukul 09.00 WIB melalui rintangan yang cukup sulit dan hanya dibantu tali yang sebelumnya telah dipasang petugas. Hampir 150 meter jaraknya ke bawah dengan melalui bebatuan dan tanah yang cukup terjal serta ilalang dan pohon-pohon berduri, barulah tiba di TKP.
Ternyata, para korban tewas belum dievakuasi. Hanya tampak 30-an anggota personel TNI-AD 126 Kala Cakti sibuk menunggu alat bantuan untuk proses evakuasi. Enam mayat berada di bawah kolong mobil L-300 BK1170 XO dengan kondisi mengenaskan. Bahkan beberapa di antaranya mengalami patah tulang hingga mengoyak kulit. Sedangkan dua mayat justru ditemukan 10 meter dari bus berwarna putih itu.
Mengenai penyebab terjunnya minibus ke jurang, Kaposlantas Parapat Aipda H Nainggolan mengatakan mobil TKB kehilangan kendali. Saat itu ada sebuah truk datang dari arah Siantar tepat pada tikungan yang sempit, minibus terpaksa menabrak gundukan tanah dan pasir setelah itu menabrak penahan jalan kemudian terjun ke jurang,” jelas Nainggolan.
Kapolres Simalungun AKBP Agus Fajar didampingi Wakapolres Kompol A Siahaan dan Kapolsek Parapat AKP Ronny Sidabutar kepada sejumlah wartawan di Pantai Bebas Parapat menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi sehingga dapat berjalan lancar. “Meskipun banyak kendala dan peralatan yang seadanya namun berkat bantuan dari TNI-AD dari Yonif 126 Kala Sakti yang sedang bertugas menjalankan program Go Gren, pihak perusahaan PT Aquafarm yang menurunkan sejumlah kapalnya,” ucapnya.
CV TKB: Itu Bukan Armada Kami
Pihak CV Taksi Kita Bersama (TKB) yang dikonfirmasi, membantah soal kecelakaan itu. Mereka mengatakan mobil yang terjun ke jurang itu bukanlah milik mereka . Alasannya, mereka mengaku belum mendapat laporan tentang kejadian tersebut, Kamis (28/6) siang.
“Itu bukan armada kami,” ujar Humas TKB, Pojo (52), yang ditemui di loket TKB di Jalan Sisingamangaraja Medan.
“Armada kami tidak ada yang melintas di jalan itu,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishubsu) menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penyidikan kepada pihak kepolisian. Hal itu dikemukakan Dishubsu melalui Sekretarisnya, Ali Amas Hasibuan yang dikonfirmasi Sumut Pos, terkait hal itu. “Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Batu Gantung, kita akan koordinasikan dengan kepolisian terkait apa penyebabnya. Kita tidak bisa mendahului hasil penyelidikan dan penyidikan oleh kepolisian,” akunya yang dikonfirmasi via seluler.
Lebih lanjut, untuk menindaklanjuti kasus tersebut, pihaknya juga akan memintai keterangan pihak-pihak terkait. Terutama perusahaan yang menaungi mobil naas tersebut.
Dikatakannya, pihaknya berencana akan memanggil pengusaha dari mobil naas tersebut pada pekan depan. “Hari Senin atau Selasa pekan depan, kita akan panggil pengusahanya,” lanjutnya.
Namun saat ditanya, apakah mobil yang menewaskan delapan orang tersebut memiliki izin atau tidak, Ali Amas enggan menjawabnya.
Sedangkan Dinas Perhubungan Kota Medan akan melakukan penertiban lagi terhadap transportasi dengan plat hitam. Pasalnya, menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat, angkutan umum dengan plat hitam yang membandal sudah beberapa kali diberi peringatan hingga penahan kendaraan, namun tetap saja beroperasi. “Sudah kita kasih tahu untuk mengubah plat hitam dengan plat kuning, tapi tidak dilakukan hingga kita tahan kendaraannya. Tapi, tetap saja beroperasi. Ini jadi target saya untuk melakukan penindakan ke depan,” tegasnya. (mag-12/ari/gus/bay/smg)
Tikungan Maut Makan Korban
Lokasi: Di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum ) KM 41 Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun
Waktu Kejadian: Kamis (28/6) sekira pukul 04 hingga pukul 05.00 WIB
Subuah Mini bus TKB ( Taksi Kita Bersama ) BK 1170 SO Jurusan penyabungan – Medan jatuh kejurang sedalam 300 Meter di Jalan Limtas Sumatera ( Jalinsum ) KM 41 Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun
Kronologis
Mobil minibus Taksi Kita Bersama (TKB) BK 1170 SO jurusan Penyabungan-Medan memasuki kawasan jalan berliku di Simalungun.
Di sebuah tikungan dengan badan jalan yang sempit, muncul truk dari arah berlawanan (dari arah Medan).
Minibus menabrak gundukan tanah dan pasir yang ada di sisi jalan.
Minibus kehilangan kendali.
Minibus menabrak pembatas atau penahan jalan dan langsung terjun ke jurang sedalam 300 meter
Korban Tewas
Parlindungan Harahap (28), Sopir utama, warga Jalan Sei Mencirim Dusun II Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal.
Zulkifli Bin Moh Basir (64), warga Johor Baru Malaysia, pekerjaan Issuing Office
Zaidun ( 60), warga Johor Baru Malaysia, pekerjaan issuing Office
Eva (26) Warga Pasar 1 Mandailing Natal
Isnaini (60) orangtua Eva, warga Pasar 1 Mandailing Natal
Wadianar ( 50), warga Mandailing Natal
Massud ( 50) warga Sijantung mandailing Natal
Teadianur (45), Istri Massud, warga Sijantung Mandailing Natal
Korban Luka
Marwan Lubis (23), sopir kedua, warga Pinang Sori Dolok Penyabungan Mandailing Natal, Dirawat di Vita Insani
Sarno (42) Anggota TNI, warga Jalan Sei Deli Medan, dirawat di RS Parapat
Mei Nanur (10), Pelajar warga Penyabungan Mandailing Natal dirawat di RS Vita Insani
Sakti Awin (5), adik Mei Nanur (5) warga Penyabungan Mandailing Natal dirawat di Vita Insani
MEDAN- Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan pastikan akan memanggil 5 orang saksi baru dari pejabat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Medan, sebagai tahapan penyelidikan terhadap dugaan kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan dana sebesar Rp 3 miliar pada kegiatan Keluarga Berencana (KB) tahun 2011.
“Saat ini masih pada tahap penyelidikan. Tapi dalam minggu ini pasti kita panggil 5 orang lagi pejabat dari pihak BKKBN Medan untuk diperiksa dan dimintai keterangannya sebagai saksi,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Robinson Sitorus, Kamis (28/6).
Dijelaskan Robinson, sebelumnya tim penyidik Kejari Medan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi masing-masing Saiful menjabat sebagai Kepala Bidang Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi (KBKR), Kabid Pemberdayaan Perempuan, Suryani Lubis.
Bendahara Pengeluaran, Yuli dan PTK di BKKBN Siti Halimah.
“Jadi sudah 4 orang yang telah dipanggil dan dimintai keterangannya. Tidak menutup kemungkinan, mereka akan dipanggil kembali untuk memenuhi keperluan penyelidikan. Untuk saat ini, penyidik juga masih mengumpulkan dokumen pendukung atas dugaan korupsi tersebut,” tegasnya.
Disebutkannya, pemeriksaan dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat. Hingga saat ini, tim Penyidik Kejari Medan masih mengumpulkan sejumlah data serta memintai keterangan dari beberapa saksi.
“Karena adanya pengaduan dari masyarakat lantas kita lakukan pemeriksaan. Penyidik akan terus mencari sejumlah bukti pendukung,” ungkapnya.
Namun saat ditanyakan berapa jumlah kerugian negara, Robinson mengaku masih belum diketahui secara pasti. “Nilai pagu (dana yang sudah ditetapkan) pemerintah sebesar Rp 3 miliar. Belum dapat disimpulkan berapa kerugian negara karena inikan masih tahapan pengumpulan data dan keterangan dari para saksi yang kita panggil,” ucapnya.
Modus dugaan korupsi ini sendiri, katanya, juga tengah dipelajari.
“Tim masih melakukan penyelidikan terkait isi laporan keuangan yang akan di kroscek apakah benar program itu dijalankan atau tidak. Kami juga akan mencocokkan apakah dana-dana yang dipakai tersebut sesuai dengan pengeluaran yang terdata di pembukuan,” terangnya. (far)
MEDAN-Memasuki liburan panjang sekaligus menjelang awal bulan Ramadan, dipastikan terjadi lonjakan penumpang yang ingin pulang ke kampung halamannya. Pemesanan tiket kereta api via online pun sudah terjual habis hingga Minggu (1/7) baik kelas Ekonomi, Ekonomi AC dan Bisnis.
“Dipastikan terjadinya lonjakan penumpang. Untuk 1 pekan ke depan, tiket sudah habis dipesan via online dengan rute tujuan Medan-Tanjungbalai maupun Medan-Rantauprapat. Tapi terhitung 1 Juli 2012 mendatang, tiket kereta api kelas ekonomi dapat kembali dipesan pada H-90 sama dengan tiket kelas Eksekutif dan Bisnis,” ujar Humas PT KAI Divre I Sumut-NAD, Hasri, Kamis (28/6) kepada Sumut Pos.
Menurutnya, diperkirakan pemesanan tiket akan padat sampai menjelang Ramadan. Namun, hingga Kamis (28/6), tiket pesanan untuk Ramadan sampai dengan H-2 baru 10-15 persen yang dipesan dari seat (tempat duduk) 104 kelas Eksekutif, 258 seat kelas Bisnis dan Kereta Api Sribilah tujuan Medan Rantauprapat.
“Karena hingga awal Ramadan, akan meningkat juga kunjungan orang yang ingin pulang ke kampung halaman. Apalagi untuk seat sebanyak 64 kelas bisnis A Sri Bilah itu menuju Tanjungbalai juga sudah habis,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai antisipasi lonjakan penumpang dengan penambahan gerbong dan lokomotif, Hasri mengaku sejauh ini, untuk kelas ekonomi tidak ada. Namun, untuk Kereta Api Bisnis dan Ekonomi AC akan disesuaikan dengan jumlah permintaan.
“Artinya, pada hari-hari tertentu dimana tingginya pemesanan tiket, maka jumlah gerbong akan diberlakukan,” jelasnya.
Selain itu, untuk pemesanan tiket berdiri sudah ditiadakan. “Sudah lama tiket berdiri ditiadakan. Ini juga untuk mengantisipasi calo. Bahkan pemesanan tiket hanya melalui online saja. Jika ada sisa pemesanan, maka penjualan tiket melalui loket akan dibuka,” terang Hasri.
Ke depannya, lanjut Hasri, PT KAI Divre I Sumut-NAD akan menerapkan tidak adanya lagi pemesanan tiket melalui loket. “Artinya, penumpang tinggal memesan tiket melalui online, setelah itu mereka datang ke stasiun dan langsung menaiki kereta api. Jadi ini program kita ke depannya,” sebutnya lagi.
Pihaknya mengimbau para calon penumpang untuk kemudahan memperoleh tiket melalui reservasi tiket Stasiun Online, Indomaret, PT Pos Indonesia dan call centre 121. “Sementara terhitung tanggal 1 Juli 2012, tiket kelas Ekonomi dapat dipesan H-90 sama dengan tiket kelas Eksekutif dan Bisnis,” bebernya. (far)