Home Blog Page 13322

Muspika Medan Denai Gotong-royong

MEDAN-Muspika Kecamatan Medan Denai melakukan gotong-royong masal membersihkan drainase dan pembabatan rumput  di Jalan Manunggal, Kelurahan Denai Camat Medan Denai, Drs Edi Mulia Matondang menyebutkan, gotong-royong dalam rangka menyambut HUT Kota Medan dan HUT Kodam.
“Kami ingin melakukan wujud nyata bersama masyarakat dalam hal kebersihan di setiap lingkungan. Gotong-royong yang kita lakukan itu juga merupakan bentuk keseriusan kita untuk membentuk masyarakat menjadi masyarkat yang sehat terhindar dari penyakit. Kalau lingkungan bersih masyarakat akan nyaman dan tenteram,” ungkap Edi.

Untuk itu, Edi mengimbau kepada warganya agar bersama-sama menciptakan dan menjaga lingkungan supaya telihat bersih.
Edi juga menharapkan warga membuang sampah di dalam wadah yang telah disediakan mulai pukul 07.00 WIB.

“Saya yakin dengan kerjasama yang baik dan komunikasi yang baik sesama warga Kota Medan bisa mempertahankan Adipura,” cetusnya. (omi)

Kampanye Save PSSI di Euro 2012

WARSAWA- Suasana di dekat stasiun trem Rondo Washyngtona, Warsawa, tiba-tiba terasa Indonesia. Tampak beberapa warga Indonesia yang berkumpul untuk menyaksikan pertandingan perempat final antara Portugal melawan Republik Ceko di Stadion Nasional Warsawa (21/6).

Dari pakaiannya memang nyaris serupa dengan kostum fans Polandia atau sebagian fans Ceko yang mengenakan kostum didominasi merah. Tetapi, begitu didekati. Di wajah mereka bukan lukisan bendera putih merah Polandia, melainkam merah putih.

Mereka heboh. Mengenakan topi gatot kaca dengan tulisan besar di tengahnya, Save PSSI. Tidak lupa juga memakai syal pertandingan yang gampang dijumpai di dekat Stadion Nasional Warsawa. Kebetulan, mereka memang akan menyaksikan pertandingan perempat final.

Di antara sejumlah fans itu terdapat Effendy Gazali. Doktor lulusan Radboud Nijmegen University Belanda itu memang sengaja datang menyaksikan pertandingan-pertandingan Euro 2012. “Saya baru datang untuk perempat final, lalu semifinal, dan nanti final,” kata Dek Pendi, sapaannya di acara televisi Republik Mimpi, kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos).

Kebetulan, dia baru saja dari acara konferensi yang dilakukan di Belanda, sehingga langsung terbang menuju Warsawa untuk melihat hiruk-pikuk Euro 2012.

“Selain itu, saya juga ingin mengkampanyekan Save PSSI. Tidak usah muluk-muluk, lolos Piala Asia lah paling tidak. Tidak perlu tengkar terus,” jelasnya.
Kehebohan mereka menjadi perhatian fans-fans Ceko dan Portugal. Tak heran mereka sering diajak foto bareng oleh suporter lain. Teriakan mereka selalu sama, Save PSSI.

“Saya akan lebih bahagia kalau nonton timnas Indonesia main di turnamen besar. Jangan bicara Piala Dunia deh, setidaknya Piala Asia,” terang pria kelahiran Padang itu. “

Lalu tim mana yang didukungnya pada Euro 2012. “Saya dukung Jerman, Spanyol, dan Italia. Mereka yang nantinya akan juara. Untuk pertandingan saat ini, saya pilih Portugal, mereka lebih bagus,” ulas Effendi. Ternyata, Portugal menang di akhir laga. (ham/jpnn)

Jualan di Depan Loket Resmi, Calo Banting Harga

Lika-liku Penjualan Tiket Euro 2012 di Luar Jalur Resmi

Tidak perlu gusar dengan kalau belum memiliki tiket pertandingan di perempat final pada Euro 2012. Datang saja langsung ke stadion dan akan ada banyak calo bertebaran. Mereka menjual dengan harga rendah, tergantung tawar-menawar.

MOHAMMAD ILHAM, Warsawa-Kiev

Loket tiket resmi di Stadion Nasional Warsawa dipenuhi dengan fans yang antre tiket. Mereka ingin menukarkan tiket online mereka dengan tiket resmi. Sudah tidak ada lagi tiket resmi yang dijual di stadion. Tetapi, para fans yang belum memiliki tiket tidak perlu susah payah mencarinya.
Hanya berjarak beberapa meter dari loket resmi, banyak para calo yang nongkrong di jalanan depan Stadion Nasional Warsawa. Gampang mengenali mereka. Pasti memegang tiket yang akan dijualnya dan ada tulisan dari kardus besar atau dicetak dengan tulisan jual tiket.

Banyak fans yang mendekati mereka dan melakukan tawar-menawar harga. Ada yang akhirnya membeli dan ada yang tidak jadi. Waktu pertandingan tinggal dua jam lagi, tetapi masih banyak tiket di tangan calo yang belum terjual. Tersingkirnya Polandia di fase grup, membuat banyak tiket yang tidak dipakai pemiliknya.

Saya sudah telanjur beli tiket untuk tiga orang, ternyata tidak jadi nonton karena Polandia tidak lolos. Terus buat apa tiket ini, jadi mending saya jual saja kepada orang yang membutuhkannya. Soal harga bisa diatur,” bilang Pawel, fans Polandia, asal Lodz, yang ogah menyebut nama lengkapnya, kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos).

Pawel memiliki tiket kategori dua yang harga resminya sekitar 80 euro. Tetapi, dia bersedia menjualnya di bawah harga resmi. “Daripada tidak laku, saya malah rugi” katanya.

Untuk perempat final, tiket kategori satu harganya 150 euro, kategori dua 80 euro, dan kategori tiga 40 euro. Tetapi, banyak fans yang belum memiliki tiket bisa mendapatkan dengan harga lebih rendah, termasuk Nuno Magalh’es, fans asal Portugal.

Karena sebelumnya Portugal tergabung di Grup B, yang bermain di Ukraina, dia harus terbang ke Warsawa, untuk mengejar pertandingan perempat final. Makanya, dia tidak memiliki tiket. “Saya beli kategori satu harganya hanya 80 euro,” bilang pria asal Lisbon itu.
Tiket untuk semifinal, juga sebagian sudah mulai dijual para calo. Hanya harganya masih tinggi. Masih di atas harga resmi. Termasuk yang dijual di dekat fan zone Kiev atau Olympics Stadion Kiev. (*)

Razia, Polantas Terkapar Ditabrak

MEDAN-Briptu M Sianipar, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Medan ditabrak pengendara sepeda motor, saat melakukan razia di Jalan HM Joni Ujung, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Minggu (24/6) sekira pukul 14.00 WIB.

Keterangan yang dihimpun, iring-iringan mobil yang membawa Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melintas di Jalan tersebut, hendak menuju Jalan Jermal X/Gang Subur, yang berjarak 300 meter dari lokasi kejadian.

Personel Satlantas Polresta Medan dikerahkan mengatur lalulintas di kawasan itu agar jalan tidak macet. Setelah rombongan Kapolda tiba di Jalan Jermal X personel Satlantas memanfaatkan dengan melakukan razia dadakan.

Plang razia dipasang, semua pengendara yang tidak menggunakan helm menjadi sasaran petugas. Mengetahui adanya razia, sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa memutar kendaraannya untuk menghindari razia.

Melihat adanya razia, dua remaja pengendara sepeda motor Yamaha Zupiter warna merah dengan nomor polisi BK 2854 gugup. Saking gugupnya sepeda motor yang telah melaju kencang akhirnya menabrak oknum Polantas itu.

Brak, polisi terkapar. Melihat kejadian itu, rekannya langsung menolong dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Sedangkan dua pengendara langsung diamankan petugas bersama sepeda motornya yang ringsek.

“Polisi ditabrak dan dilarikan ke rumah sakit,” ujar Erwan, penarik betor yang berada di lokasi.
Kapolsek Medan Area, Kompol Sony W Siregar saat dihubungi tidak berani komentar karena bukan wewenangnya. Namun, perwira melati satu itu membenarkan adanya insiden tersebut.

“Langsung saja tanya ke Kasat Lantas, saya tidak berhak memberi jawaban,” ujar Sony.

Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Risya Mustario saat dikonfirmasi juga membenarkan hal itu. “Ya, ada anggota saya yang ditabrak saat razia. Tidak ada dibawa ke rumah sakit, cuma dikusuk aja ke tukang kusuk,” ujarnya singkat, sembari tidak mau menyebutkan nama dua remaja yang menabrak. (mag-12)

Dick Cheney Restui Putri jadi Lesbian

MANTAN Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Dick Cheney mengatakan, dirinya senang melihat putrinya akhirnya menikah dengan pasangan lesbiannya.
Pernikahan putri dari tokoh ternama AS ini, memberikan dorongan dari kontroversi pernikahan sejenis yang tengah marak terjadi di Amerika. Seperti diketahui Presiden Barack Obama mendukung pernikahan ini, tetapi rivalnya dari Partai Republik Mitt Romney menolak pernikahan semacam itu.

Marry Cheney dan pasangannya Heather Poe pekan di Washington. Pernikahan sejenis memang tidak dilarang di Washington, karena pernikahan semacam itu sudah dianggap legal sejak 2010.

“Mary dan Heather sudah saling berkomitmen sejak lama. Kami bahagia mereka bisa mengambil kesempatan dengan pengakuan dari pemerintah (tentang pernikahan sejenis),” ucap Cheney, seperti dikutip Associated Press, Minggu (24/5). (net)

Mendukung Visit Medan Year 2012

Festival Barongsai Antarnegara Digelar di Medan

Festival kesenian barongsai dilaksanakan di Gelanggang Serba Guna  Jalan Williem Iskandar, Medan, pada 23 – 24 Juni 2012. Sedikitnya lima negara ikut serta dalam kompetisi ini yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Hongkong , dan China.

Terlihat satu persatu tim tampil menunjukkan kebolehannya dalam kesenian Barongsai di Kota Medan. Festival Barongsai ini merupakan satu dari belasan agenda kegiatan seni dan budaya yang khusus digelar Pemerintah Kota Medan dalam rangka menyemarakkan Tahuna Kunjungan wisata Kota Medan atau Visit Medan Year 2012.

Bersamaan dengan penyelenggaraan festival seni khas China berskala internasional itu, di tempat yang sama juga akan digelar atraksi seni dan budaya dari delapan etnis di Sumatera Utara.

Seni dan budaya yang akan ditampilkan, antara lain tarian Melayu, Batak, Mandailing, Simalungun, dan Nias.
Sementara itu pihak panitia Leo Silalahi selaku Humas mengatakan pihak sudah melakukan maksimal untuk meyukseskan acara ini, untuk melestarikan seni kebudaya Barongsai.

“Dalam festival Barongsai ini, kita memberikan terbaik secara maksimal untuk meyukseskan acara ini demi pelestarian kebudayaan yang diimpor dari luar untuk diperkenalakan di Kota Medan,” sebutnya.

Saat ditanya terhadap anggaran penyelenggara festival Barongsai ini, Leo mengatakan mengambil dana dari APBD Kota Medan Tahun 2012.
“Kita mendapatkan dana pemko Medan dari APBD Kota Medan Tahun 2012,” sebutnya.

Dirinya mengungkapkan acara festival Barongsai diselenggarakan dua hari ini bisa menjadi acara tahun sekaligus menarik wisata luar untuk mendukung Tahun Kunjungan wisata Kota Medan atau Visit Medan Year 2012.

“Dengan acara ini bisa menarik wisata luar untuk mendukung Tahun Kunjungan wisata Kota Medan atau Visit Medan Year 2012 seperti harapan pak wali kota kita,” pungkasnya. (gus)

7 Imigran Gelap Ditangkap di Medan

MEDAN- Enam warga negara asing (WNA) asal Afghanistan dan seorang warga Irak ditangkap petugas Imigrasi Kelas I Bandara Polonia Medan, Minggu (24/6) malam. Ketujuh WNA itu ditangkap saat hendak berangkat dari Bandara Polonia Medan menuju Jakarta dengan menumpang pesawat Garuda GA 147. Ketujuhnya tak bisa memperlihatkan surat-surat berkaitan dengan ijin tinggal di Indonesia.

Adapun ketujuh WNA itu, Mohammad Ali Adili Bamiani(34), Baz Ali(34), Ghulam Sakhi(29), Ghulam Sakhi(31), Mohammad Ali Ghulami(45), Zulfiqar Ali Azizi(35) dan Ahmad Bakmorad(32) asal Irak.

Staff Tim Gugus Tugas Pengendalian Imigran Gelap Kantor Imigrasi Kelas I Bandara Polonia Medan, Rahmad mengatakan, Minggu malam kemarin, ketujuh WNA itu tiba di Kisaran, Sumatera Utara (Sumut) melalui jalur laut. Setelah itu mereka menuju Medan. Rencananya mereka mencari suaka di Jakarta karena di negara mereka sedang terjadi konflik.

“Ketujuhnya diamankan saat hendak berangkat dengan pesawat Garuda GA 147 dengan tujuan Jakarta dan tujuan mereka itu mencari suaka,” katanya saat di Lantai II Ruang Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Kelas I Bandara Polonia Medan, Minggu malam.

Setelah selesai diperiksa, lanjut Rahmad rencananya ketujuhnya akan dikirim ke kantor instasi tertinggi. “Setelah selesai dimintai keterangan, ketujuhnya akan kita serahkan ke pihak yang lebih berkompeten ,” katanya. (jon/mag-12)

KPK Kantongi Bukti Kuat Korupsi Alquran di Kemenag

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menunggu lama mendalami dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama (Kemenag). Rencannya, pekan ini, komisi antikorupsi tersebut akan langsung memanggil pihak-pihak terkait yang keterangannya diperlukan untuk pengembangan kasus tersebut.

Ketua KPK Abraham Samad sangat yakin bahwa kasus yang sangat memperihatinkan masyarakat itu akan segera naik ke penyidikan. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR pekan lalu, Abraham mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya sudah mengantongi bukti kuat adanya penyeleweangan.
Meski belum bisa menyebutkan berapa kerugian negara yang ditimbulkan karena masih  pendalaman, Abraham mengatakan korupsi ini terjadi saat Wamen Kemenag Nasaruddin Umar menjabat sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag. (wan/jpnn).

Inisiatif Sendiri untuk Mencari Solusi

Manufactoring Hope

Tanpa diminta oleh Kementerian BUMN, para pimpinan tiga perusahaan ini berkumpul: Garuda Indonesia, Angkasa Pura I, dan Angkasa Pura II. Mereka saling curhat, kemudian mencari jalan keluar. Tiga perusahaan BUMN tersebut memang saling terkait. Yang satu bisa menghambat kemajuan yang lain. Atau sebaliknya.

Garuda memang tidak mau berhenti berprestasi. Setelah April lalu mengalahkan Malaysian Airlines dan sebulan kemudian mengalahkan Thai Airways, kini Garuda juga sudah diklasifikasikan sebagai penerbangan bintang empat.

Tentu, Garuda ingin naik kelas ke bintang lima. Di Asia baru lima penerbangan yang tergolong bintang lima: Singapore Airlines, Qatar Airways, Cathay Pacific Hongkong, Asiana Korea Selatan, dan jangan kaget: Hainan Airlines, sebuah penerbangan Hainan, pulau yang akan dijagokan menjadi “Balinya” Tiongkok.

Sebagai penerbangan bintang empat, Garuda kini sudah sejajar dengan 32 perusahaan penerbangan dunia seperti Air France Prancis, JAL Jepang, Dragonair Hongkong, Qantas Australia, dan Korean Air Korea. Garuda sudah keluar dari jajaran bintang tiga seperti Canadian Air Kanada, Royal Brunei, Saudian Airlines Arab Saudi, dan 116 perusahaan penerbangan lain.

Dalam pertemuan yang saya hadir hanya sebagai pendengar dan saksi tersebut, disepakati banyak hal. Ada 32 masalah yang akan dipecahkan bersama secara bertahap. Sebagian bisa langsung dikerjakan, sebagian lagi harus dikoordinasikan dengan instansi lain. Soal pelayanan imigrasi, visa on arrival, karantina, dan klinik kesehatan, misalnya, sama sekali di luar sistem komando kepala bandara. Masing-masing punya atasan sendiri.

Yang bisa diatasi sendiri, misalnya, soal troli, kebersihan, keindahan, dan ketertiban parkir. Mulai awal Juli nanti, misalnya, interior Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta akan diperbarui, menjadi setingkat interior hotel binang lima. Mungkin penumpang agak terganggu oleh renovasi itu, namun demi kejayaan bersama harus kita lakukan.

Disadari sepenuhnya bahwa semua perusahaan penerbangan yang berbintang lima selalu didukung oleh bandara yang juga berbintang lima. Singapore Airlines dapat dukungan Bandara Changi yang begitu bagus. Cathay Pacific dapat dukungan bandara bintang lima Chep Lap Kok. Asiana dapat dukungan bandara yang sangat hebat seperti Incheon.

Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko, yang antara lain membawahkan Bandara Soekarno Hatta, juga bertekad mengakhiri sistem yang primitif dalam pemungutan uang servis bandara. Akhir tahun ini pungutan itu akan langsung masuk ke harga tiket pesawat. Tahap pertama untuk Garuda dulu yang sistemnya siap dipadukan dengan sistem milik bandara.

Dengan demikian, penumpang tidak perlu lagi membayar di loket khusus dan diperiksa lagi saat boarding.

Yang saya juga gembira adalah ketika mendengar tekad para direksi Angkasa Pura I dan II untuk berkaca ke tingkat internasional. Selama ini tidak ada keberanian untuk memasukkan bandara kita ke dalam sistem ranking internasional. Dengan demikian, kita tidak tahu bandara kita itu termasuk bintang lima, empat, tiga, dua, satu, atau tidak berbintang sama sekali.

Dalam pertemuan tersebut disepakati Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Ngurah Rai Bali, Hasanuddin Makassar, dan Kualanamu Medan didaftarkan untuk di-rank di tingkat internasional. Apa pun hasilnya akan diterima secara terbuka. Toh ada kesempatan untuk melakukan perbaikan, lalu dinilai lagi tahun berikutnya. Kalau ketakutan itu terus dipelihara, tidak akan ada dorongan yang kuat untuk berbenah.

Bagaimana pelayanan yang di luar wewenang kepala bandara? Sambil mencari sistem yang terbaik, pihak bandara akan melakukan lomba berhadiah uang yang cukup besar. Penumpang akan dilibatkan menilai pelayanan yang diberikan instansi-instansi tersebut.

Instansi yang mencapai standar yang telah ditetapkan akan mendapat hadiah uang cukup besar, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Saya melihat keseriusan pimpinan tiga perusahaan itu. Pelebaran jalan-jalan di sekitar Bandara Cengkareng sudah mulai berfungsi dan memang terasa lebih lapang. Penataan parkir akan segera menyusul.

Usaha mengatasi masalah sendiri seperti itu juga dilakukan oleh teman-teman di menara kontrol Bandara Soekarno Hatta. Setelah empat kali berkunjung secara mendadak ke tower itu, saya mendapat giliran diundang oleh mereka. Saya pikir, saya akan didemo atau setidaknya dikeroyok. Ketika masuk ke ruang pertemuan di bagian bawah tower, pertemuan sedang berlangsung. Sekitar 50 orang memenuhi ruang itu.

Yang membuat saya kaget, tidak hanya teman-teman yang berprofesi petugas Air Traffic Control (ATC) yang hadir di situ. Terlihat juga para pilot dan manajer perusahaan penerbangan. Mereka sedang saling curhat: para pilot curhat mengenai pengalaman mereka mendarat atau take off di Soekarno Hatta dan awak ATC curhat mengenai kesulitan mereka sendiri.

Sayangnya, banyak pembicaraan itu yang kurang saya mengerti. Maklum,  mereka banyak menggunakan bahasa langit. Tetapi, kurang lebih saya bisa menangkap maksudnya. Para pilot, manajer perusahaan penerbangan, dan kru ATC menyepakati banyak hal. Berbagai perubahan akan dilakukan.
Termasuk sepakat agar pembicaraan antara petugas menara kontrol dan pilot tidak menggunakan kalimat basa-basi atau sopan santun. Langsung saja pakai bahasa formal, singkat, tegas, agar lalu lintas pembicaraan bisa lebih padat.

Disepakati juga, dalam hal Bandara Soekarno Hatta benar-benar sangat padat, menara kontrol Jakarta akan menghubungi bandara di luar Jakarta, tempat pesawat tersebut akan berangkat menuju Jakarta. Lebih baik keberangkatan pesawat ditunda beberapa menit daripada tetap berangkat, tetapi sampai di Jakarta tidak bisa segera mendarat: berputar-putar dulu di langit Jakarta.

Ini menjadi keluhan yang berat karena membuat perusahaan penerbangan rugi besar. Penggunaan bahan bakar pesawat itu luar biasa boros dan mahal. Untuk jenis 737, setiap jam menghabiskan 3.500 liter BBM. Artinya, sekitar Rp 33 juta per jam.

Tim ATC Jakarta juga sedang memikirkan bagaimana kemampuan dua landasan yang ada bisa ditingkatkan. Sekarang ini dua landasan tersebut hanya bisa melayani pendaratan/tinggal landas pesawat 52 kali setiap satu jam. Jumlah itu sebenarnya masih bisa ditingkatkan, sebagaimana yang terjadi di bandara-bandara modern. Bahkan masih bisa ditingkatkan menjadi 72 kali.

Kalau peningkatan ini bisa dilakukan, tentu antrean mendarat dan tinggal landas tidak terlalu berat lagi. Salah satu pilihan yang sedang disimulasi sekarang adalah mengubah sistem: salah satu landasan hanya khusus untuk take off dan satunya lagi khusus untuk landing. Masih disimulasikan apakah pilihan ini akan lebih baik.

Kalau saja Bandara Kualanamu Medan selesai akhir tahun ini dan bandara baru Ngurah Rai Bali selesai pertengahan tahun depan, setidaknya wajah bandara kita akan berubah banyak.

Begitu banyaknya pekerjaan yang harus kita lakukan. Begitu rumitnya persoalan. Tetapi, dengan kemauan yang keras, kita akan bisa melakukannya. Untuk bisa naik kelas, memang tidak cukup hanya bicara dan bicara. Perlu bekerja, bekerja, dan bekerja! (*)

Transaksi Capai Rp2,5 M

Pekan Flori dan Flora (PF2N) Berakhir

MEDAN- Acara penutupan Pekan Flori dan Flora (PF2N) di Jalan Gatot Subroto Medan, berjalan dengan lancar. Dalam pameran tersebut, tercatat jumlah transaksi dalam acara ini sebesar Rp2,5 miliar.

Acara penutupan yang dihadiri Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan itu dihibur dengan tarian Melayu, Zapin. Selain itu, ada juga tarian multietnis.
Soal transaksi yang mencapai Rp2,5 miliar, oleh beberapa kalangan dianggap prestasi yang bagus. Pasalnya, penyelenggaraan hanya berlangsung selama 1 pekan, sejak tanggal 18 hingga 24 Juni kemarin. Bukan hanya jumlah transaksi, jumlah pengunjung dalam pameran berbagai jenis tumbuhan hias dan holtikultura ini pun mencapai target. “Selama pameran ini, kita menargetkan pengunjung sekitar 30 ribu, tetapi hingga hari penutupan, ada sebanyak 80 ribu pengunjung yang hadir dalam pameran ini,” ujar Ketua Panitia Pusat PF2N, Yul Bahar, dalam acara penutupan PF2N, Minggu (24/6).

Dalam kata sambutannya, Yul Bahar mengatakan nilai jumlah transaksi tersebut didukung dengan jumlah stand sebanyak 300. Yang terdiri dari 187 stand hortilkultura, 1 stan rumah holtikultura, 82 stand tanamana hias, dan 30 stand dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, baik yang berupa kuliner, produk UKM, sayur, dan lainnya. Pengunjung yang hadir pun bukan hanya masyarakat kota Medan, tetapi juga dari berbagai daerah lain, bahkan dari negeri seberang. “Tercatat, pengunjung juga ada yang berasal dari Malaysia, Singapura, hingga Hongkong,” tambah Yul.

Karena itu, harapan untuk penyelenggaraan berikutnya akan lebih baik minimal sama dengan penyelenggaraan tahun 2012. “Tahun depan, penyelenggaraan akan dilaksanakan di Jogjakarta. Dan besar harapan, agar penyelenggaraannya dapat lebih baik atau sama dengan tahun ini,” ujar Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan di tempat yang sama.

Wamen juga menjelaskan, banyak manfaat yang didapat dengan pameran holtikultura ini seperti pertukaran pengetahuan terkait tanaman holtikultura antar daerah. Dan juga pendidikan bagi masyarakat bahwa holtikultura kita tidak berbeda jauh dengan produk impor. “Bahkan bisa dikatakan lebih baik. Karena kita menanamnya di lahan yang cocok dengan jenis tumbuhan,” ujarnya.

Tanaman holtikultura yang berupa tanaman hias, dapat juga dijadikan sebagai ajang bisnis. Karena tanaman hias memiliki cita rasa seni yang tinggi, dengan nilai ekonomi yang tinggi pula. Seperti bonsai, sansiviera, dan anggrek hutan yang dapat disaksikan dalam pameran ini.

Alasan lain yang membuat penyelenggaraan ini lebih baik adalah berbagai kegiatan yang diselenggarakan untuk masyarakat yang memiliki pesan pendidikan. Ada sekitar 12 jenis kursus yang diselenggarakan, dengan jumlah peserta sebanyak 1060 peserta. Bukan hanya itu, berbagai kegiatan perlombaan yang diselenggarakan dalam acara ini juga menunjang keberhasilan acara ini.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap merasa tersanjung dengan penyelenggaraan ini. Selain memiliki nilai, penyelenggaraan ini juga mendukung penyelenggaraan program Visit Medan 2012. Dan tentu saja ulang tahun Medan yang akan jatuh pada 1 Juli mendatang. “Keberhasilan ini merupakan hasil kerja semua pihak. Dan kita sangat tersanjung. Dan saya akan berupaya, even demikian akan sering diselenggarakan oleh Kota Medan,” ujar Rahudman dalam kata sambutannya. (ram)