Home Blog Page 13321

Ketua DPR RI ke Malaysia Diharapkan Bisa Cairkan Suasana

Soal Tortor dan Gordang Sambilan Diklaim Malaysia

MEDAN- Terkait klaim Malaysia soal Tortor dan Gordang Sambilan,  rencana Ketua DPR RI Marzuki Ali pada hari ini, Senin (25/6), akan melakukan kunjungan muhibah ke Malaysia. Kunjungan itu diharapkan bisa mencairkan suasana yang sempat gaduh, sekaligus menunjukkan kepada Malaysia bahwa negara Indonesia adalah Negara berdaulat, mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah.

Hal ini dikatakan Anggota DPD RI DR Rahmat Shah usai menghadiri kegiatan Simfoni bagi Sang Raja oleh Forum Sisingamangaraja XII di MICC Santika Dyandra, Jumat malam (22/6) di Medan.

Menanggapi polemik yang berkembang akhir-akhir ini terkait dengan informasi bahwa Kebudayaan Batak seperti Tortor dan Gordang Sambilan diklaim sebagai budaya Malaysia dan akan didaftarkan ke UNESCO, Rahmat Shah menyatakan keprihatinannya. Ia prihatin terhadap sikap yang ditunjukkan oleh beberapa pihak terhadap masalah klaim kebudayaan oleh negara tetangga yang bersumber dari informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dinilai keliru dan berlebihan.

“Tidak pantas kita tuduh-tuduh seperti yang dilakukan beberapa pihak, menimbulkan permusuhan hingga memaki-maki dan bahkan sampai membakar foto Perdana Menteri. Bagaimana kalau Negara kita dan pemimpin kita diperlakukan seperti itu dan tanpa tahu apa kesalahannya,” ujar Rahmat.
Mestinya, lanjut Rahmat,  kita yang paham dengan situasi, memberikan penjelasan kepada publik. Seperti yang mreka dapat informasi bahwa warga Batak Mandailing yang sudah dua ratusan tahun tingga di Malaysia, yang saat ini menetap di kawasan pinggiran terutama di Sei Gembok Belakang.

“Mereka dahulunya pemilik lahan yang luas-luas, seiring dengan perkembangannya dan berjalannya waktu secara ekonomi mereka semakin terpinggir. Lahan mereka yang sebelumnya luas, dijual sedikit demi sedikit, hingga saat ini menjadi kawasan perumahan yang mewah dan mahal,” kata Rahmat lagi.
Dari sisi kebudayaan, kata Rahmat, mereka masih eksis, dan demi menjaga kelestariannya mereka ingin mendaftarkan beberapa kebudayaan tersebut kepada pihak Kementerian Kebudayaan Malaysia dengan tujuan agar mendapatkan bantuan rutin dari Pemerintah Malaysia sebagaimana yang telah dilakukan oleh etnis Cina dan India yang ada di Malaysia.

Selanjutnya, Rahmat Shah menyesalkan statemen seorang Anggota DPR RI dari partai terbesar, saat diwawancarai salah satu tv swasta di Jakarta yang menyatakan bahwa Malaysia itu luasnya sama dengan satu kabupaten di Indonesia, kalau dibom sekali habis.

“Nah, ketika wartawan menanya pada sumber itu jika dirinya di klaim sebagai orang Malaysia, dia akan kawin dengan gadis-gadis dari tiap kesultanan di Malaysia. Ini kan yang bicara wakil rakyat, kurang mendidik dan tidak santun,” pungkas Rahmat. (*/ila)

Telkomsel Dukung Komunitas Paling Indonesia

MEDAN – Komitmen Telkomsel untuk mendukung karya dan kebudayaan anak bangsa tiada henti digelar.

Kali ini Telkomsel mendukung komunitas digital yang bertajuk Komunitas Paling Indonesia. Sejak berdiri satu tahun yang lalu, Sabtu (23/6) website palingindonesia.com diperkenalkan kepada masyarakat Medan dan sekitarnya secara resmi disertai dengan sosialisasi program 33 Minggu Paling Indonesia.

Head of Corporate Communications Division Telkomsel Ricardo Indra mengungkapkan, Komunitas Paling Indonesia merupakan komunitas yang dibentuk oleh Indonesia dan untuk Indonesia. Telkomsel sendiri memiliki tujuan yang sama yaitu Telkomsel Paling Indonesia.
“Untuk itulah kami mendukung penuh kegiatan dan komunitas ini. Upaya ini merupakan wujud kepedulian Telkomsel untuk turut serta menjaga dan memelihara kebudayaan bangsa Indonesia. Setelah Jakarta dan Bandung, kali ini komunitas Paling Indonesia berkesempatan untuk berkunjung ke Medan,” ujarnya.

Situs www.palingindonesia.com yang memiliki 942 kontributor adalah komunitas digital dan sebagai perusahaan telekomunikasi selular yang terpercaya di Indonesia, Telkomsel mendukung penuh aktivitas komunitas Paling Indonesia ini. Telkomsel mampu menjangkau lebih dari 97 persen populasi di seluruh Indonesia dengan dukungan 45.000 Base Transceiver Station (BTS).

Dengan visi menjadi best and leading mobile lifestyle and solutions provider in the region, Telkomsel menyadari bahwa gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini tidak lagi dibatasi waktu dan tempat sehingga wadah kreatif digital yang menarik menjadi kebutuhan sekaligus daya tarik.
Ditambahkan Ricardo, komunitas Paling Indonesia memiliki kesamaan tujuan dengan Telkomsel, yaitu menyatukan dan mewadahi anak bangsa yang memiliki kepedulian terhadap budaya dan keindahan tanah air.

Komunitas ini memiliki wadah digital melalui www.palingindonesia.com yang telah dikunjungi oleh lebih dari 63.000 pengunjung setiap bulannya. Jejaring sosial Twitter @palingindonesia telah memiliki lebih dari 12.000 followers.

Sementara fan page Facebook palingindonesia saat ini berjumlah lebih dari 30.000.
Dengan jumlah pelanggan lebih dari 110 juta, lanjut Ricardo, tentu saja Telkomsel mampu mendukung aktivitas komunitas Paling Indonesia dengan akses komunikasi melalui jaringan yang handal dan terpercaya. (sih)ambungnya. (sih)

Eusebio Emosi Lihat Penampilan Portugal

POZNAN – Legenda sepakbola Portugal Eusebio dikabarkan harus dilarikan ke sebuah rumah sakit di Poznan, Polandia. Di tengah-tengah kesibukannya mendampingi Cristiano Ronaldo dkk jelang laga semifinal Euro melawan Spanyol tengah pekan ini, kesehatan Eusebio kembali terganggu.

Berdasar berita yang dilansir di Reuters, mantan pemain yang sudah berusia 70 tahun itu diindikasikan kambuh penyakit hipertensinya. Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan federasi sepakbola Portugal FPF, gangguan kesehatan itu sudah dirasakan Eusebio pada saat berada di hotel bersama timnas, Sabtu kemarin (23/6).

“Setelah menjalani pertolongan pertama oleh tim dokter timnas dan menghubungi doktor pribadinya di Lisbon, dia akhirnya kami bawa ke rumah sakit sebagai bagian dari tindakan pencegahan. Disana juga kemungkinan dia akan dirawat,” tulis FPF dalam pernyataannya.

Bagi Eusebio, penyakit hipertensi tidaklah asing. Pasalnya, sebelum berada di Polandia pun dia sudah mengidap penyakit tersebut. Bahkan, penyakit itu sudah mengakrabinya sejak akhir tahun lalu. Terhitung mulai Desember lalu, Eusebio sudah tiga kali keluar masuk rumah sakit.

Di rumah sakit, Eusebio langsung mendapat penanganan dari tim dokter spesialis jantung. Pemeriksaan koronarografi pun dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi terakhir jantungnya. Hasilnya, kondisi Eusebio pun perlahan mulai stabil pasca mendapat penanganan dari tim dokter.
“Aku sudah berkesempatan berbicara dengannya (Eusebio, Red) tadi pagi (kemarin, Red). Dan waktu aku tanyakan tentang apa yang dia rasakan dengan sakit jantungnya, dia lantas menjawab sudah tidak merasakannya lagi,” ungkap juru bicara rumah sakit Stanislaw Rusek.  (ren/jpnn)

Istri Bakar Diri di Depan Suami

MEDAN-Farida br Simanjuntak, warga yang tinggal di bantaran rel kereta api, Jalan Kalianda, Medan Kota, harus dilarikan ke Rumah Sakit dr Pirngadi Medan, karena mengalami luka bakar, Minggu (24/6) kemarin.

Kondisi luka bakar Farida hampir mencapai 90 persen, karena saat warga ingin menolongnya, pakaian yang dipakai Farida sudah hangus terbakar. “Mukanya gosong, pakaian yang dipakai sudah tidak ada lagi,” ujar Ari, warga sekitar.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, tak ada satupun warga yang tahu pasti mengapa Farida nekat membakar tubuhnya.
“Nggak tahu entah kenapa si Farida bakar diri. Tiba-tiba saja dia keluar dari rumah dengan kondisi api yang sudah membakar tubuhnya,” ujar Damanikn warga sekitar.

Damanik mengatakan, sebelumnya Farida dan suaminya Tomi tidak memiliki masalah keluarga. “Adem-adem aja saya lihat,” ungkap Damanik.
Dengan kondisi tubuh terbakar hampir si seluruh tubuhnya, Farida minta tolong sambil berlari keluar rumah. Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung menolong Farida. Karena mengalami, luka bakar yang serius, Farida langsung dibawa oleh warga ke RS Pirngadi Medan.
Sementara, Tomi, suami Farida juga mengalami luka di bagian tangan, karena terkena api, saat ingin menyelamatkan istrinya.
“Si Tomi luka juga di bagian tangannya,” ujar Damanik.

Tomi dengan tegas membantah jika isterinya mencoba melakukan bunuh diri. Menurutnya, kejadian yang dialami istri dan dan dirinya itu berasal dari kompor minyak tanah (minah) yang meledak saat digunakan istrinya.

“Nggak bunuh diri, karena meledaknya kompor, waktu istri ku masak, makanya kami terbakar,”ujar Tonni menjelaskan.
Kapolsek Medan Area, Kompol Sony W Siregar, yang turun ke lokasi, belum bisa memastikan motif Farida membakar diri.
“Saya belum tau motifnya apa,” ujarnya singkat.

Cemburu, Pacar Disiksa
Sementara itu, Ika (25) warga Jalan Sei Arakundo, Medan Sunggal mendapatkan perlakuan kasar dari kekasihnya Jay (30). Ika dipukul, dijambak dan diseret kekasihnya di depan Loby Hotel Grand Angkasa Medan, Minggu (24/6) sekitar pukul 12.30 WIB. Akibat insiden tersebut, Ika selanjutnya mengadukan tindak kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya, ke Mapolsekta Medan Timur.

Informasi yang didapat di ruang IGD RSU dr Pirngadi Medan, peristiwa itu berawal dari rasa cemburu Jay kepada Ika yang mengetahui Ika menginap di hotel tersebut bersama dengan teman-temannya.

“Dia cemburu karena Ika nginap sama kami. Lagian kami ramai malam itu,”ujar Ali, teman Ika yang menemani dirinya menjalani visum di Rumah Sakit Pirngadi.

Yang disayangkan, bilang Ali, petugas sekuriti hotel membiarkan kasus perkelahian tersebut tanpa adanya upaya peleraian. Beruntungnya, tak lama kejadian pemukulan yang dilakukan Jay terhadap kekasihnya Ika, petugas Polsekta Medan Timur langsung tiba ke lokasi.
Hanya saja Jay, saat itu telah melarikan diri menggunakan becak bermotor yang melintas di depan hotel.

Selanjutnya, Ika yang sempat tidak sadarkan diri akibat perlakuan kasar yang diterimanya itu, dengan ditemani teman-temannya langsung membuat pengaduan ke Mapolsekta Medan Timur.

Untuk melengkapi berkas pengaduan, Ika dianjurkan untuk membuat keterangan visum usai memberi keterangan di kepolisian. Dari keterangan Ali, Jay adalah pria asal Aceh yang tinggal bersama Ika. Hubungan di antara keduanya berlangsung cukup lama di sebuah rumah kontrakan. Namun pasca kejadian, Jay masih sempat membawa seluruh perkakas dan barang berharga dari rumah kontrakan yang mereka tempati selama ini. (mag12/uma)

Kubu Portugal Mulai Panas

OPALENCIA – Suasana kondusif jelang fase penting seperti semifinal jadi barang mahal bagi Portugal. Suasana tim Portugal sedikit memanas dalam persiapannya menuju semifinal. Akibat latihan yang terlalu bersemangat, dua pemain Portugal Ricardo Quaresma dan Miguel Lopes nyaris terlibat baku hantam.

Insiden terjadi beberapa saat menjelang akhir sesi latihan di Opalencia, Sabtu (23/6). Kedua pemain terlibat perebutan bola. Lopes yang merupakan pemain belakang merebut bola dari penguasaan Quaresma. Namun, Quaresma menilai dorongan yang dilakukan Lopes terlalu kasar.

Sejurus kemudian, Quaresma melabrak Lopes. Gelandang yang musim lalu memperkuat Besiktas (Turki) itu menendang Lopes. Lalu, adu mulut pun tak terhindarkan. Beruntung, pelatih Paulo Bento dan rekan-rekan setimnya sigap memisahkan keduanya dan menghindarkan akibat yang lebih buruk. Pemain belakang Ricardo Costa segera menengahi kedua pemain. Dia menahan Quaresma. Bento pun segera menenangkan keduanya.

“Kejadian-kej adian seperti itu bisa saja terjadi di saat latihan. Sering kali ada perebutan bola yang keras. Kami sangat ber semangat, selalu ingin memenangkan pe rebutan dan kadang kala insiden-insiden kecil terjadi,” ungkap Costa dalam jumpa pers.

Kedua pemain tersebut belum sekali pun dipasang Bento dalam empat pertandingan yang sudah dilalui Portugal. Nampaknya, kedua pemain itu ingin mengesankan Bento supaya dilirik saat timnya menjalani laga di empat besar.

“Semuanya sudah jelas sekarang. Kami semua ingin bermain (di semifinal) dan hal seperti itu kerap terjadi,” tambah Costa.
Seleccao das Quinas, julukan Portugal memastikan tiketnya ke semifinal sehari sebelum insiden tersebut. Mereka menga lahkan Republik Ceko dengan 1-0. Di semifinal, Portugal bakal menghadapi juara bertahan Spanyol yang menundukkan Prancis dengan 2-0. (ady/jpnn)

Beradu Bulu Cantik

Medan Cat Show 2012

Pecinta hewan peliharaan khususnya kucing terlihat antusias mengikutsertakan kucing mereka pada kegiatan Medan Cat Show 2012 bersama Medan Cat Club, di Jalan Gatot Subroto, Minggu (24/6).

Sekitar 80 ekor kucing dari berbagai ras mengikuti perlombaan tersebut. Kucing-kucing tersebut tampak sedikit merengut saat didandani dan dipakaikan kostum oleh majikan mereka. Selain itu, banyaknya peserta di ruang sashion show, membuat hewan berbulu ini merasa kepanasan dan sedikit mengalami stres.

“Iya, pesertanya banyak, apalagi pengunjung juga memaksa masuk untuk menyaksikan sashion show ini. Tapi karena ruangan begitu kecil, pengunjung kita batasi. Karena ini bisa membuat kucing stres karena kepanasan. Bisa-bisa ini juga mempengaruhi makannya,” ujar Ketua Panitia Medan Cat Show, Drh Dewi NN, MSi.

Wanita yang juga Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan itu menambahkan, kontes kucing ini diperuntukkan bagi kucing ras (pedigree dan non pedigree) dan kucing lokal dengan kategori penilaian best in show.

“Sedangkan cat fashion show diperuntukkan bagi kucing ras dan lokal dengan kategori penilaian termodis, tercantik, terlucu untuk kucing betina, serta termodis, terganteng, terlucu untuk kucing jantan. Jadi penilaiannya juga lebih kepada keserdasan, postur tubuh dan lainnya,” tambahnya lagi.
Acara yang dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian, Umi Hariyawan itu bertujuan meningkatkan kesejahteraan hewan (perlindungan dan pelestarian) khususnya hewan kesayangan kucing.

“Selain itu, sebagai wadah untuk meningkatkan kreatifitas para penggemar dan pecinta kucing serta untuk sosialisasi tentang kedehatan dan pemeliharaan hewan kesayangan,” jelasnya.

Dengan mendatangkan juri dari Kuala Lumpur, Wilson NG, maka penilaian Medan Cat Show ini juga sudah berstandar internasional.
“Jurinya langsung didatangkan dari negeri seberang. Beliau sudah berpengalaman dalam hal kucing. Pesertanya juga bukan hanya dari Medan, tapi luar kota seperti Pekanbaru, dan Aceh,” terangnya.

Ketua Medan Cat Club, Mirvan mengatakan, acara itu juga bertujuan sebagai edukasi dan menunjukkan kemasyarakat bahwa kucing bukan hewan berbahaya untuk dipelihara. “Satu peserta ada yang bawa hingga 4 ekor kucing. Penilaiannya lebih ke arah sikap, kelincahan, pola warna, wajah, kesehatan dan lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, memiliki hewan peliharaan hendaknya bukan hanya dijadikan sebagai tujuan material semata.
“Artinya, bila memang menyayangi hewan, jadikanlah dia bagian dari keluarga, bukan hanya sebagai penyalur hobi ataupun untuk dijual. Harus dijaga kebersihannya, kalaupun mau dijual, haruslah dijual dengan sesama penyayang hewan juga,” bebernya. (far)

Kemenangan Atas Yunani jadi Streak Terpanjang

Kemenangan 4-2 Jerman atas Yunani dini hari kemarin WIB  (23/6) menjadi pertandingan dengan gol terbanyak di Euro 2012. Tidak sebatas mengantarkan Jerman mengamankan tiket semifinal, kemenangan itu menunjukkan Tim Panser siap menggilas siapa pun.

Meski selalu menang dalam perjalanan menuju babak perempat final, banyak pihak yang masih meragukan ketajaman lini depan Jerman saat menghadapi tim yang bertahan total seperti Yunani. Maklum, dalam tiga pertandingan kualifikasi grup B lawan-lawan yang dihadapi Jerman tidak sedefensif Yunani.
Empat gol yang dicetak masing-masing oleh Philipp Lahm (menit ke-39), Sami Khedira (61″), Miroslav Klose (68″), dan Marco Reus (74″), ke gawang Yunani membuktikan bahwa tidak ada tembok yang tidak bisa dijebol Tim Panser. Bahwa Yunani bisa mencetak dua gol melalui Giorgios Samaras (55″) dan Dimitrios Salpingidis (89″) melalui titik putih, itu tidak menurunkan penilaian atas kehebatan Jerman.
“Jerman terlalu bagus. Mereka benar-benar membuat kami kerja keras. Kami memang masih mendapatkan beberapa peluang, tapi penguasaan bola mereka lebih baik dan membuat kami selalu dalam tekanan,” Puji Pelatih Yunani Fernando Santos.

Di statistik usai pertandingan, Jerman mendominasi penguasaan bola dengan 66 persen. Sejak awal laga, ball possession mereka tak pernah di bawah 60 persen.

“Itu penampilan berkelas dari tim untuk meraih semifinal empat kali beruntun di turnamen akbar,” ungkap Pelatih Jerman Joachim Loew, mengacu pada dua semifinal di Piala Dunia juga dua semifinal Euro.

Loew membawa kejutan dengan membangkucadangkan trio pemain depan yang selalu menjadi starter di barisan depan selama Euro 2012. Dia tak memasang Mario Gomez, Lukas Podolski, dan Tho mas Mueller. Loew lebih memilih melakukan penyegaran dengan mengandalkan trio Klose, Reus dan Andre Schuerrle. Reus mengisi posisi Mueller di kanan, sementara Schuerrle menempati posisi Podolski di sayap kiri.

Hasilnya, penampilan Jerman sesuai harapan Loew. Empat menit laga berlangsung, Jerman sudah menjebol gawang Yunani. Sayang, gol dianulir karena Schu errle terjebak offside lebih dulu. Baru pada menit ke-39 Lahm memecahkan kebuntuan dengan gol hasil tembakan dari luar kotak penalti yang mengingatkan pada golnya di Piala Dunia 2006 ke gawang Kosta Rika.

“Kami gagal mendapatkan keunggulan lebih awal, tapi kami tak panik. Ada beberapa perubahan yang saya buat dan saya pikir itu kami butuhkan setelah tiga kemenangan (fase grup),” terang Loew.

Dengan kemenangan tersebut, Jerman mencatatkan rekor 15 kemenangan beruntun di laga kompetitif. Itu dihitung dari kemenangan atas Uruguay di perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2010. Dilanjutkan dengan sepuluh kemenangan beruntun pada sesi kualifikasi Euro 2012, kemudian hasil sempurna di empat laga Euro 2012. Catatan kemenangan beruntun alias streak itu adalah yang terpanjang saat ini. Menunjukkan bahwa Jerman adalah tim yang paling solid. (ady/ang)

Jaksa Jangan Mengulur-ulur Waktu

Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek SIR Rp7,7 M di Pirngadi

MEDAN-Penyidik Kejatisu didesak untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Sistem Informasi Rumah Sakit Pirngadi (SIR) tahun 2009-2010 senilai Rp7,7 miliar.

“Penyidik Kejatisu jangan lagi mengulur-ulur waktu untuk menetapkan siapa tersangkanya. Ini bukan kasus main-main, harusnya perkara korupsi dijadikan skala prioritas. Dengan adanya indikasi korupsi lalu dilakukan penyelidikan dan penyidikan, lantas harus segera ditetapkan siapa tersangkanya,” ujar Praktisi Hukum Kota Medan, Zulheri Sinaga SH, Minggu (24/6).

Zulheri menegaskan penyidik Kejatisu diminta untuk tidak bermain-main dalam kasus tindak pidana korupsi. “Memang dalam menetapkan tersangka harus ada bukti yang kuat dan tidak boleh tergesa-gesa. Tapi bukan berarti dengan begitu tim penyidik mengulur-ulur waktu. Jadi kita mendesak agar nama tersangka segera ditetapkan,” tegasnya.

Sebab, akibat lambatnya ditetapkan tersangka, membuat timbulnya kesan negatif di masyarakat. “Lambatnya penetapan tersangka membuat pertanyaan besar dimasyarakat. Jadi penyidik itu jangan menutup-nutupi informasi di masyarakat. Dengan lambatnya penanganan ini, lantas membuat pertanyaan besar, apakah kasus ini ditangani, atau ada permainan di dalamnya,” ungkapnya.

Selain itu, dengan dicopotnya Dirut RSUD dr Pirngadi Medan, Dewi F Syahnan, bukan berarti penyidikan menjadi terhambat.

“Meski dirut yang lama sudah dicopot, penyidikan harus tetap berjalan. Bahkan harusnya, penyidikan semakin mudah. Sebab dengan digantinya dirut yang lama, maka kekuatannya juga tidak ada. Pertanggungjawaban korupsi ini harus jelas siapa saja individunya,” bebernya.

Sebelumnya, Kejatisu  melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap 20 orang. Mereka yang diperiksa pejabat dari RSUD dr Pirngadi Medan dan PT Buana. Pemeriksaan itu terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) senilai Rp7,7 miliar.

Salah satu pejabat yang diperiksa adalah dr Nasrullah Anas, Kepala Instalasi, Bendahara dan Wakil Direktur RSUD Pirngadi Medan. Mereka diperiksa terkait korupsi dana sebesar Rp7,7 miliar pada anggaran 2009-2010 yang bersumber dari swakelola.

Dalam kasus SIR ini RSUD dr Pirngadi bekerjasama dengan PT Buana dalam pengelolaan SIR. Sistem ini dibangun untuk mengetahui transaksi di setiap instalasi di rumah sakit milik pemerintah. Dalam sistem kerjasamanya pengelola SIR bagi hasil sebesar 7 persen dari omset .Tahun 2010 sistem berhenti tapi bagi hasil terus berlangsung. (far)

Yayasan Darul Ilmi Murni Ciptakan Generasi Muda Beriman

MEDAN-Yayasan Perguruan Darul Ilmi Murni didirikan tahun 2005, dengan konsep membina anak menjadi genarasi yang saleh mengusai ilmu pengetahuan dan tekno logi terus berkembang.

Ketua Umum Yayasan Darul Ilmi, Dedi Masri LC MA melalui Sri Hastini,Direktur Pendidikan menjelaskan, visi  Yayasan Perguruan Darul Ilmi adalah menjadi sumber pencerahan bagi tercapainya masyarakat terdidik, sehat jasmani, rohani, berjiwa leader sebagai perwujudan masyarakat Islam yang Rahmatan lil alamin.

Sri mengungkapkan, untuk misi yang ditanamkan di Yayasan Perguruan Darul Ilmi Murni yakni mengembangkan pendidikan Islam yang berkualitas untuk menghasilkan SDM yang beriman dan bertaqwa, mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi, terampil, berjiwa pemimpin, dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya, serta berakhlak mulia.

“Di Yayasan Perugruan Darul Ilmi terdiri dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dengan mutu pendidikan dan pengajaran yang baik sesuai dengan ajaran Islam,”bilang Sri.

Menurutnya, target kompetensi kelulusan di Yayasan Perguruan Darul Ilmi Murni seperti  Nilai Ujian Nasional (UN) minimal 7,0 setiap mata pelajaran, mampu membaca Al-Quran dan menulis aksara Arab, melaksanakan salat sesuai dengan syariah, bagi siswa pria mampu menjadi imam, hafal ke-30 juz dan surah-surah tertentu, mengembangkan potensi sains, seni dan olahraga, mampu bersaing dalam bidang pendidikan seni dan olahraga pada tingkat daerah dan nasional, terbiasa melakukan pola hidup sehat dan santun dalam berbahasa dan bersikap.

Sedangkan untuk kurikulim di Yayasan Darul Ilmi Murni yakni kurikulum diknas serta  kurikulum khusus DIM meliputi  Tahsin/Tahfidz Al-Quran, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Praktek Ibadah (Wudu, Salat Fardu dan Kifayah), Komputer, Pendidikan Budi Pekerti dan Kepemimpinan.

“Kurikulim yang kita pakai sangat standar dengan sekolah lainnya. Hanya saja kita menambahkan pelajaran yang mengarah pada ajaran Islam,”terang Sri.
Untuk membuat para siswa supaya tidak bosan dan jenuh untuk belajar, sekolah juga mempunyai program ektrakulikuler dan program reguler yang meliputi out bound, mewarnai, melukis, pidato Bahasa Arab dan Inggris, silat, karate, Arabic Club, English Club, Tahfidz Club, Futsal Club, Kunjungan belajar, Jarimatika, tari, renang, bimbel khusus, marching band.

Lokasi sekolah seluas 15 hektar aman, nyaman dan asri. Gedung belajar ber-AC, masjid, asrama putra dan putri (1 kamar 4 orang), gelora supermarket, klinik madani, guest house, ruang makan, sasilitas olahraga dan seni (sepak bola, futsal, basket, voli, badminton, kolam pancing, kolam renang, drum band, tari), kolam renang khusus putra dan putri, ruang multimedia, laboratorium IPA, komputer, IPS, bahasa, agama Islam, perpustakaan tiga bahasa, water boom (tahap pembangunan), internet online ditambah hostpot area,  taman buah-buahan dan bus antas jemput.

Prestasi yang telah diraih Yayasan Perguruan Darul Ilmi Murni seperti pernah meraih Olimpiade Sains tingkat Kabupaten Deliserdang dan Propinsi Sumatera Utara. Juara I Lomba Kaligrafi se-Sumatera Utara, Lomba Nasyid Kota Medan, Lomba Renang Kota Medan, Lomba Tari daerah Kota Medan, Siswa berprestasi SD se-Kecematan Namorambe, Try Out SD Primagama se-Sumatera Utara, Pertandingan Silat se-Kota Medan, Juara III Olimpiade Bahasa Inggris, Juara II Lomba Cerdas Cermat Agama Islam dan Kebudayaan Islam Tingkat Propinsi dan nilai terbaik UN tingkat SD Kecamatan Namorambe.(omi)

Kenalkan Wisata Medan Melalui Media Famtrip

MEDAN- Sebagai hotel yang masih baru, Santika Indonesia mengadakan Media Famtrip yang bertujuan untuk memperkenalkan Hotel Santika di Medan sekaligus daerah wisata di Kota Medan.

Santika Indonesia Hotels & Resort sendiri telah membuka Premiere Dyandra Hotel & Convention di Medan sebagai hotel ke-43.

Corp Marketing Communication Officer Santika Indonesia Hotels & Resort, Lisda Ratna, Sabtu (22/6) mengatakan ‘Media Famtrip’ atau ‘Awak goes to Medan’ ini dilakukan untuk memperkenalkan kepada media khususnya kekhasan dari setiap produk Hotel Santika dan tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi di Medan. “Tujuannya adalah untuk memperkenalkan Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan serta untuk mempromosikan daerah wisata di Medan, kita juga pengen mengenalkan kepada media khususnya tentang kekhasan dari setiap produk Santika Indonesia Hotels & Resorts. Mereka juga bisa merasakan langsung fasilitas apa saja yang ada di hotel,” papar Lisda dalam acara tersebut. Disampaikannya bahwa sebelumnya kegiatan Media Famtrip sudah sering dilaksanakan diantaranya di Jogja bersama Hotel Royal Ambarrukmo. “Sebelumnya kita juga pernah mengadakan Famtrip ini, diantaranya baru-baru ini ke Jogja, di sana ada hotel kita Royal Ambarrukmo,” jelasnya.

Namun, dirinya menambahkan baru pertama kalinya berkunjung ke Medan namun kesan yang didapatkan sangat baik dan Ia berniat untuk mendalami budaya batak.

“Saya baru pertama kali datang ke Medan, Medan itu kota budaya yang sangat baik, kerajinan tangan masyarakatnya khususnya ulos merupakan hal yang sangat istimewa. Saya juga tertarik untuk mendalami kebudayaan Batak,” jelasnya.

Terkait Famtrip pertama kali menuju Sipiso-piso, Lisda mengaku sangat senang karena dapat mengujungi air terjun Sipiso-Piso yang merupakan tempat wisata di Sumatera Utara. “Saya sangat senang untuk dapat mengujungi destinasi wisata yang memang harus dikunjungi didaerah ini, makanya saya exiting untuk dapat membuat acara famtrip ke Medan. Saya juga mengharapkan bisa turun kebawah untuk bisa menikmati air terjunnya karena saya dengar untuk dapat turun kebawah butuh waktu yang panjang,” jelasnya. Dia juga berharap ke depan Hotel Santika bisa berkembang seperti hotel-hotel lain yang satu grup di tanah air. Apalagi Medan memiliki peluang pasar yang sangat baik guna pengembangan bisnis perhotelan di masa-masa yang akan datang. Selain itu menariknya lagi tamu-tamu yang akan datang ke Medan memiliki daya tarik tersendiri seiring dengan banyaknya objek-objek wisata yang memiliki nilai jual kepada wisatawan. Dengan demikian hal ini pasti sejalan dengan bisnis perhotelan dimana wisatawan membutuhkan penginapan. (far)