Home Blog Page 13329

Roddick Makin Pede

EASTBOURNE –Andy Roddick berhasil memastikan diri melaju ke babak final turnamen AEGON International, setelah mengalahkan Steve Darcis pada semifinal. Menurutnya, hasil positif selama AEGON International akan membantunya meraih hasil optimal di Wimbledon.

Setelah melewati beberapa pertandingan dengan kemenangan, Roddick akan menghadapi partai final AEGON International melawan petenis asal Italia, Andreas Seppi. Mantan petenis nomor satu dunia itu yakin, apapun hasil di final, itu tetap akan membantu performanya selama bertanding di Wimbledon.
“Itu merupakan pertandingan yang ketat dan dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Anda tahu, (dalam keadaan seperti itu) anda akan butuh sejumlah poin keberutungan,” ujar Roddick,seperti dilansir Eastbourne Herald, Sabtu (23/6/2012).

“Pekan ini telah dilewati. Bagaimanapun juga, saya akan menuju Wimbledon dengan sejumlah kemenangan dan rasa percaya diri bermain di permukaan lapangan yang saya suka,” pungkas petenis berusia 29 tahun itu.

AEGON International merupakan turnamen pemanasan jelang turnamen Grand Slam, Wimbledon, yang baru akan berlangsung mulai 25 Juni mendatang.
Pada nomor tunggal, Roddick sudah tiga kali mencapai babak final di Wimbledon (2004, 2005, dan 2009), namun selalu gagal karena dikalahkan Roger Federer. (bbs/jpnn)

Super Dan Gusur Chong Wei

BEIJING – Konfigurasi bulu tangkis nomor tunggal putra mengalami pergeseran menjelang Olimpiade London 2012. Lee Chong Wei yang menempati urutan pertama selama hampir empat tahun terakhir ini harus rela digusur oleh rivalnya, Lin Dan.

Seperti dirilis dalam Badminton World Federation (BWF) kemarin (22/6), Chong Wei harus rela kehilangan takhta karena absen di beberapa agenda penting BWF. Salah satunya adalah kejuaraan Super Series Indonesia Terbuka yang berakhir pekan lalu.

Pemain 29 tahun tersebut menderita cedera otot ligamen engkel kanan saat turun membela Malaysia di kejuaraan Piala Thomas-Uber bulan lalu di Wuhan Tiongkok. Alhasil saat berjumpa Peter Gade (Denmark) Chong Wei mundur pada set kedua.

Nah, menjelang perhelatan Olimpiade London mendatang, Chong Wei terus mengebut upaya penyembuhan. Yakni menjalani terapi stem-cell injections atau suntik jaringan sel. Chong Wei pastinya ingin menuntaskan mimpi meraih medali emas Olimpiade yang gagal diraihnya empat tahun silam. Ketika itu, Super Dan, julukan Lin Dan, adalah pemupus mimpi Chong Wei. (dra/ang/jpnn)

Sekuriti Ditodong Senpi, Mesin ATM Dibawa Lari

Kerugian Diprediksi Rp500 Juta, Seorang Pelaku Perempuan

MEDAN-Seorang perempuan dan empat pria berhasil membawa lari satu unit anjungan tunai mandiri (ATM) di  Oke Supermarket, Jalan Gaperta Ujung. Mesin yang berhasil dibawa para perampok itu diprediksi berisi uang Rp500 juta.

Selain membawa mesin, pada peristiwa yang terjadi sekira pukul 04.05 Jumat (22/6) tersebut para perampok juga mengikat petugas sekuriti. Mereka mampu melumpuhkan sekuriti dengan menodongkan senjata api jenis FN dan senjata tajam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumut Pos, tiga petugas sekuriti Oke Supermarket yang dimaksud adalah Coki (24), Rio Marpaung (28), dan Pendi (30). Saat kejadian, mereka sedang berjaga sambil menonton Euro Cup di televisi di warung dekat supermarket tersebut. Tiba-tiba masuk tiga orang pelaku dengan cara melompat pagar dan langsung menodongkan senjata api serta pisau kepada ketiganya.

Dalam gerakan cepat, kawanan maling itu melumpuhkan tiga satpam dengan mengikat tangan mereka dengan tali. Usai itu, kawanan maling langsung mengambil mesin ATM milik Bank BCA dengan menggunakan peralatan. Mesin ATM itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil Kijang Innova warna Hitam. “Kami lagi nonton di warung yang masih di areal pekarangan Oke Supermarket. Tiba-tiba para pelaku langsung menodong kami,” aku Coki saat di Mapolsekta Medan Helvetia, Jumat (22/6) siang.

Coki bercerita, saat itu dia melihat ada sebuah mobil Kijang Innova parkir tak jauh dari depan pagar supermarket. “Saat itu keluar cewek dari dalam mobil dan cowoknya juga keluar dari dalam mobil. Mereka itu berbicara di depan pintu gerbang, lalu saya duduk kembali sambil nonton sama teman saya karena tak ada menaruh curiga,” jelasnya.

Saat dirinya masuk balik ke dalam warung, tiba-tiba dari belakang sudah masuk para pelaku ke dalam areal pekarangan Oke Supermarket. “Para pelaku masuk dengan cara melompat pagar. Tiga pelakunya dengan cepat langsung mendatangi kami bertiga dengan menggunakan senpi dan sajam. Sementara satu lagi langsung menuju mendekati ATM,” ujarnya.

Menurutnya, dari ketiga pelaku yang menghampiri mereka dimana salah satu pelakunya menggunakan snejata api jenis FN dan satu pelakunya menggunakan senjata tajam jenis pisau. “Saya lihat salah satu pelaku memakai senpi dan satu pelaku lainnya menggunakan pisau karena mereka menodongkan senjata mereka itu ke arah kami. Sedangkan yang satu lagi itu mengikat kami bertiga,” ucapnya.

Setelah itu, jelasnya, pelaku pun membuka pintu pagar karena pintu pagar hanya dikunci begitu saja. “Pelaku pun memundurkan mobilnya dan pelaku pun memasukkan mesin ATM milik Bank BCA ke dalam mobil jenis Kijang Innova warna hitam yang saya lihat. Mereka juga mencoba memasukkan mesin ATM milik Bank Mandiri ke dalam mobil tapi tak bisa masuk dan waktunya sudah semakin terang lalu mereka pergi,” jelasnya.

Dikatakan Coki, usai menggondol mesin ATM itu, pelaku lalu meninggalkan mereka bertiga dalam kondisi tangan terikat dan mereka hanya bisa diam karena diikat di dalam warung. “Saat jam 07.00 WIB tadi pagi warga yang melintas melihat itu lalu masuk dan melihat kami. Ikatan kami pun dibuka dan kami melaporkan hal ini ke Mapolsekta Medan Helvetia dan boss kantor kami,” terangnya.

Selanjutnya, polisi pun datang ke lokasi dan melakukan olah TKP dan membawa kami ke Mapolsekta Medan Helvetia ini untuk dimintai keterangan. Sementara itu, Kapolsekta Medan Helvetia Kompol Sutrisno Hadi Santoso SIK dan Kanit Reskrim Polsekta Medan Helvetia Iptu Adi Chandra SIK mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. “Sabar yah, kasus ini masih lidik,” ucap keduanya.

Wajah Pelaku tetap Terekam CCTV

Lalu berapa uang yang berhasil digondol maling? “Kalau ATM nya berisi uang pecahan Rp50 ribu semuanya, maksimum uangnya Rp400 juta. Tapi kalau uangnya diisi pecahan Rp100 ribu semua, maksimum uang yang ada di dalam mesin ATM itu Rp1 miliar,” kata salah satu pegawai Bank Mandiri, BG saat ditemui di lokasi sebab mesin ATM milik Bank Mandiri yang berada saling berdekatan itu tak sempat dibawa kabur kawanan maling tapi sempat dirusak, Jumat (22/6) siang.

Menurutnya, mesin ATM saat ini rata-rata sudah dipasang CCTV pada mesin ATM sehingga bukan hanya pada ruangan mesin ATM itu saja. “Semua mesin ATM saat ini mengantisipasi seperti ini sudah memasang kamera CCTV di dalam mesin ATM, bukan hanya di dalam ruangan saja,” terangnya.
Saat mesin ATM dibawa kabur, semua wajah para pelaku terekam secara otomatis di kantor bank masing-masing. “Dengan begitu polisi tak terlalu susah untuk melacak karena sudah terekam sendiri di kantor bank masing-masing,” akunya.

BG menuturkan, ATM milik Bank Mandiri tak dibawa kabur, namun dirusak dan ditinggal begitu saja. “Para pelaku tak sempat membawa kabur dan uang tak berhasil dibawa kabur. Mesin ATM hanya dirusak saja karena tak bisa dibuka para pelaku selanjutnya ditinggal begitu saja,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak bank BCA yang datang ke lokasi dan coba dikonfirmasi enggan menjawab. Sedangkan menurut narasumber terpercaya dari perbankan,  bahwa isi uang dalam mesin ATM yang bisa menampung uang Rp1 miliar hanya mesin ATM milik bank BUMN yang berplat merah. Sedangkan bank lainnya jumlahnya maksimalnya hanya Rp500 juta.  (jon/ram)

Berbagai Kasus Pencurian Mesin ATM

[table]6 Agustus 2011 ,”Mesin ATM BNI di Pondok Kelapa, Jakarta Timur”, Kerugian: Rp131 juta

27 November 2011,”Mesin ATM BCA di minimarket di Jalan Raya Kali Mulya, Sukmajaya, Depok. “,Kerugian: Rp325 juta

1 Februari 2012 ,”Mesin ATM BRI di Ruko WTC Jl Mercedes, Kampung Tlajung RT 01/12, Gunung Putri, Bogor. “,Kerugian : Rp 100 juta

19 April 2012,”Mesin ATM BRI Unit Hinai di Kecamatan Hinai, Langkat. “,Kerugian : Rp300 juta

10 Mei 2012,”Mesin ATM BRI di Komplek Al Azhar di Medan. “,Kerugian : Rp150 juta

2 Juni 2012,”Mesin ATM BNI di Jl. Raya Bogor, Km. 28, Pasar Rebo, Jakarta Timur”,Kerugian : Rp 100 juta

[/table]
Data Olahan Sumut Pos

Teroris Medan Kelompok Afghanistan

JAKARTA-Sejumlah terduga teroris yang memiliki aset besar di Medan, yang Kamis (21/6) lalu disita tim Densus 88, merupakan bagian dari jaringan teroris yang terus bergerak dengan sarana utama internet. Dan, kelompok ini terkait dengan kelompok di Afghanistan.

Setidaknya hal ini diungkapkan pengamat terorisme Nurhuda Ismail. Dia mengatakan kelompok ini dikenal dengan sebutan kelompok internistan. “Yang punya kemampuan membangun jaringan dan menggalang dana lewat internet. Kelompok ini masih terkait dengan kelompok di Afghanistan, maka dikenal dengan sebutan internistan,” ujar Nurhuda Ismail kepada Sumut Pos, Jumat (22/6).

Kelompok ini, lanjutnya, dibekali dengan peralatan teknologi informasi yang canggih. Jika saat ini di masyarakat Indonesia masih ngetren BlackBerry (BB), kata Nur, kelompok ini sudah punya sarana yang teknologinya di atas BB. “Mereka biasa menggunakan card change,” ujarnya.

Dijelaskan, setelah Imam Samudra dieksekusi, jaringan kelompok ini menggunakan ide-ide yang lebih canggih, baik untuk kepentingan perekrutan maupun penggalangan dana.  Model mencari dana dengan cara fa’i, misal dengan merampok toko emas di Serang, Banten, seperti dilakukan Imam Samudra dkk untuk mendanai serangan bom Bali I, sudah mulai ditinggalkan.

“Cara dengan menggunakan internet diangap paling masuk akal. Modus cyber crime, mulai untuk transaksi pembelian alat-alat, belajar merakit bom, hingga pengumpulan dana, termasuk untuk konsolidasi internal,” beber Nurhuda.

“Bahkan mencari terget pun dengan search google, seperti dilakukan Peppy,” imbuhnya lagi.

Apakah sumber pendanaan langsung dari donatur sudah terhenti sehingga menggunakan modus cyber crime? Menurut Nur, sumbangan dana cash tetap ada. “Seperti untuk pelatihan di Aceh, itu kan dari sumbangan pengajian, infaq, dan sejenisnya,” ujar Nur.

Selain membeli sejumlah aset di Medan, apakah kelompok ini juga melakukan perekrutan di Medan? Nur menjelaskan, modus membangun jaringan lewat dunia maya tak dibatasi ruang. Artinya, upaya perekrutan dilakukan dimana-mana. “Yang jelas yang disasar (untuk direkrut, Red) adalah kelompok terpelajar, yang melek komputer,” ucapnya, seraya menyebutkan sejumlah alamat situs yang disinyalir sebagai bagian dari gerakan perekrutan kader. Situs-situs itu menampilkan berita-berita yang bersifat doktrinasi.

Sementara, kemarin di Mabes Polri, Jakarta, Kepala Bidang Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar memberikan penjelasan kasus penggrebekan di Medan oleh Densus 88  Anti Teror, Kamis (21/6) lalu.

Boy meluruskan sejumlah pemberitaan yang menyebut di Medan juga dilakukan penangkapan. Dijelaskan Boy, Densus 88 datang ke Medan melakukan penyitaan aset-aset yang dimiliki terduga teroris Rizki Gunawan. Tidak ada penangkapan.

Rizki sendiri bersama empat rekannya telah dibekuk di  di Jakarta pada 3 Mei 2012. Dijelaskan Boy, Rizki merupakan seorang hacker di dunia maya. Dia diduga telah meraup miliaran rupiah hasil membobol sejumlah situs. Dana ini digunakan untuk operasional gerakan teror.

Selain Rizki Gunawan alias Rizki alias Roni alias Umar alias Udin alias Roni Setiawan, yang dibekuk awal Mei 2012 lantaran diduga terkait dengan aksi bom gereja di Solo, 25 September 2011, adalah Andre Kurniawan alias Andri alias Alan Hendriansyah alias Hendrik alias Sapto Wardoyo alias Lelot, Dedi Irawan alias Arsitek alias Iwan alias Dedi alias Hendrik Pranata alias Deni, Sidik alias Sidik Wirapranata alias Chandra Setiawan, dan Agus Fitrianto alias Agus alias Saifudian alias Koret alias Feri alias Abu Ahyan.

Boy menyebutkan, Rizky merupakan hacker ulung dan berhasil membobol situs Multi Level Marketing (MLM).  “Dari aksinya, dia berhasil meraup keuntungan sejumlah uang yang digunakan untuk kegiatan aksi terorisme,” ungkap Boy.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, menyebut, cara yang digunakan adalah mencuri poin anggota yang masuk jaringan MLM tersebut. “Mencuri poin anggota di situs itu,” singkat Saud.

Hasil kejahatan cyber crime itulah, lanjut Boy, diantaranya Rp5,93 miliar digunakan untuk memberi sejumlah aset di Medan, yakni rumah, ruko, kendaraan dan alat-alat elektronik. Aset-aset itulah yang disita Densus 88.

Dirinci Boy, aset yang disita itu adalah ruko tiga lantai yang terletak di Azam Square, satu umah di Jalan Karya Kasih, satu rumah di Jalan Ekawarni nomor 4 Medan.

Selain itu, satu ruko di Jalan Jenderal Sudirman, satu mobil Daihatsu, satu mobil Toyota Avanza, satu mobil pickup Mitsubishi, satu unit motor Kawasaki Ninja, dua unit sepeda motor Yamaha Jupiter, satu unit sepeda motor Yamaha Vega, satu unit sepeda motor Honda Supra, dua Unit, dan sepeda motor Honda Vario.”Juga sejumlah peralatan elektronik yang nilainya sekitar Rp 36 juta, yang dibeli dari Hongkong melalui website,” imbuh Boy.
Terkait dengan dibobolnya situs perusahaan MLM, pakar IT Arjuna Siregar di Jakarta, menjelaskan, kemungkinan modus yang digunakan adalah mengganti nomor rekening para anggota MLM yang sudah di posisi top level (up line).

Tentunya, dipilih para up line yang sudah punya down line cukup banyak. “Dengan mengganti nomor rekening para upline ini, otomatis keuntungan yang dipasok dari para down line ini masuk ke rekening itu. Database MLM itu diubah dulu. Kemungkinan modus itu yang dipakai,” ujar Arjuna. (sam)

Bingung Mendapat 2 Kesempatan

Vischa Dara Anwar, Dara Intelegensia Kota Medan 2012

Mengetahui pentingnya bahasa Inggris, gadis cantik ini bertekad untuk menguasai bahasa dunia tersebut. Berkat kefasihannya berbahasa Inggris, berbagai prestasi membanggakan berhasil disabet gadis kelahiran Medan tahun 1994 ini. Yang teranyar, Vischa Dara Anwar memenangkan predikat Dara Intelegensia Kota Medan 2012.

Sebelumnya, gadis berkulit putih ini juga terpilih sebagai pemenang dalam pertukaran siswa ke Kanada. “Padahal pada saat itu, umur Vischa belum masuk kategori. Tetapi, karena menurut juri bahasa Inggrisnya lumayan bagus, jadi Vischa yang ke Kanada,” ujarnya kepada Sumut Pos.

Sejak kelas 2 SMA, Vischa memang sudah mempraktekkan bahasa Inggris dalam  kesehariannya. Anak bungsu dari 2 bersaudara pasangan Khairul Anwar dan Erfina ini merasa penting  menguasai bahasa asing, selain akan memudahkan untuk bersosialisasi, juga akan memudahkan beradaptasi. “Bahasa merupakan faktor penting dalam berkomunikasi,” lanjut Vischa.

Walau sudah mendapat predikat sebagai Dara Intelegensia Medan 2012, tetapi saat ini  Vischa masih dilanda kebimbangan. “ Vischa mendapat beasiswa dari Politekhnik Padjajaran. Kalau diambil, berarti kontrak sebagai Dara harus lepas. Masih bingung,” lanjutnya.
Dirinya menyadari, kesempatan beasiswa tidak datang setiap saat. Sama seperti dengan predikat yang saat ini disandangnya. Apalagi, bisa mengecap pendidikan di Padjajaran merupakan dambaan banyak orang. “Saya sadar, keberuntungan yang sedang saya dapat ini merupakan harapan setiap orang,” lanjutnya.

Gadis berambut sebahu ini mengandaikan, bila mengambil beasiswa tersebut, akan memakan waktu selama 2 tahun, dan dapat disambung mengambil S1 di Universitas yang sama selama 1 tahun. “Jadi bayangkan, untuk menyelesaikan S1, saya hanya membutuhkan waktu selama 3 tahun.” lanjutnya.
Tetapi, kalau dirinya mengambil tugas sebagai Dara Intelegensia, maka akan dikontrak selama 1 tahun. Dalam masa tersebut dia akan  mendapat banyak pengalaman yang berharga. Seperti bertemu dengan pejabat Medan, provinsi, dan lainnya. “Serius, saya benar-benar bingung,” lanjutnya.

Berbicara soal keberhasilannya meraih predikat Dara Intelegensia, selain karena talentanya yang mengagumkan, juga karena kecantikannya yang selama ini terawat  baik. “Sebulan sekali luluran, untuk menjaga warna kulit  tetap stabil. Kalau untuk menghaluskan, cukup memakai handbody setiap malam, saat mau tidur,” tambahnya. (ram)

Peristiwa di Jalan Gaperta Dicurigai untuk Galang Dana

Selang sehari Densus 88 menggeledah dua rumah dan satu ruko itu adalah milik terduga teroris Rizky Gunawan, Medan kembali dikejutkann
kejadian menggemparkan. Dua mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jalan Gaperta dirampok. Tak pelak, hal ini menimbulkan kecurigaan kalau dua kejadian tersebut berkaitan.

Seperti diketahui, Rizky diduga merupakan sosok penyandang dana bagi gerakan teroris di Indonesia melalui internet. Dengan perampokan kemarin,
bukan tidak mungkin pihak teroris melakukan gerakan lain dalam usaha mencari dana seperti yang pernah dilakukan pada 2010 lalu saat melakukan perampokan di Bank CIMB Niaga. Kapolri saat itu, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, menyebutkan perampokan tersebut untuk mencari dana dengan tujuan membantu kegiatan terorisme.

“Dari pengamatan kami, ini belum mengarah ke sana,” ujar Direktur Intelijen Keamanan (Dir Intelkam) Poldasu, Kombes Pol Bambang Sutjahyo, tadi malam.

Namun, Bambang tidak menutup kemungkinan kalau indikasinya ada mengarah ke sana. “Untuk saat ini saya belum bisa memastikan kan pelakunya belum tertangkap,” sebut Bambang, sembari mengatakan pihaknya masih fokus untuk menangkap pelakunya.

Semenjak ditangkapnya Rizky memang terkuak cara baru mencari dana bagi gerakan teroris. Merampok sudah dianggap ketinggalan zaman. “Telah terjadi revolusi besar dana aktivitas kelompok terorisme di Indonesia,” ungkap Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen (Pol) Petrus R Golose, beberapa hari lalu.

Pernyataan ini seakan mengatakan kalau merampok bukan lagi zamannya. Namun, ketika ‘keahlian baru’ mereka sudah diketahui, bukan tidak mungkin mereka kembali ke gaya ‘tradisional’. Dan, perampokan kemarin selang sehari saja dari penggeledahan rumah Rizky. “Untuk saat ini saya belum bisa memastikan pelaku perampokan itu apakah jaringan teroris atau tidak,” kata Bambang lagi.

Gerakan Teroris Belum Mati

Sebelumnya diberitakan, Medan dan Sumatera Utara pada umumnya telah menjadi basis dana teroris di Indonesia. Hal ini tentunya tak lepas dari regerasi. Nah, dengan tertangkapnya Rizky dkk, beberapa kalangan mengungkapkan gerakan teroris di Indonesia mulai ‘melempem’. Pemikiran itu langsung dibantah peneliti terorisme dari Yayasan Prasasti Perdamaian, Taufik Andrie. Kepada BBC, dia mengatakan penangkapan tersebut malah pertanda bahwa kelompok-kelompok teroris kecil atau sempalan dari kelompok besar seperti Jemaah Islamiyah masih tetap ada di Indonesia, meski tokoh-tokoh utama sudah ditangkap atau terbunuh dalam operasi antiteror.

“Belum ada situasi yang menunjukkan kelompok-kelompok teroris mengalami kelemahan dan vakum tetapi mereka hanya sebatas mengalami hibernasi, dan itu pun hanya terjadi pada kelompok-kelompok besar seperti JI tapi kalau kelompok-kelompok sempalan lain, mereka terus tumbuh sepanjang waktu,” kata Taufik pada BBC Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa jaringan teroris di Indonesia tidak pernah sepenuhnya ‘mati’. “Teroris di Sumatera kemarin (Kamis lalu) bukan berarti ada kebangkitan kembali, mereka tetap ada meski tidak melakukan serangan dan keberadaannya mudah dideteksi, penangkapan kemarin kebetulan bersamaan dengan vonis Umar Patek,” kata dia lagi.

Perakit bom yang digunakan dalam serangan bom Bali 2002, Umar Patek divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
Selain menangkap tersangka teroris, operasi di Sumatra Utara juga berhasil menyita aset sekitar Rp8 miliar milik jaringan terorisme.

Seiring waktu, modus yang digunakan oleh jaringan teroris baik dalam menggalang dana atau mencari anggota baru semakin modern. Menurut Taufik, hal ini dikarenakan para anggotanya kebanyakan berusia muda. Mereka direkrut oleh anggota senior dan dilatih dengan tujuan regenerasi. “Regenerasi selalu terjadi, ini yang luput dari jangkauan pemerintah dan aparat negara. Seringkali yang namanya prestasi adalah penangkapan DPO atau tokoh-tokoh penting dan pengungkapan kasus sehingga seringkali lupa bahwa dalam insiden terorisme, selalu ada satu atau dua orang yang tidak berhasil ditangkap,” kata Taufik. (bbc/mag-12)

Di Medan, Dahlan Iskan Nginap di Pesantren

Fasilitas bintang lima ditolak, demi mendapatkan fasilitas bintang sembilan. Itulah yang diungkapkan Dahlan saat memutuskan untuk menginap di salah satu pesantren di Kota Medan. Dia pun memilih Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar yang terletak di Jalan Pelajar Timur Medan.

Kedatangan Menteri BUMN ini untuk memenuhi undangan dari USU (Universitas Sumatera Utara). Pagi ini dia dijadwalkan memberikan kuliah umum. Selain itu, tokoh yang akrab disapa Pak Dis ini akan dihadapi beberapa agenda seperti rapat dengan BUMN yang ada di Medan.

Tadi malam, dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang yang digulung hingga siku, celana keeper warna hitam, dan sepatu kets yang menjadi ciri khasnya dia ‘mangkal’ di Jalan Iskandar Muda. Seperti perkataan orang pada umumnya, mengunjungi Kota Medan tidak lengkap rasanya bila tidak menikmati buah durian. Dan, itu pula yang dilakukan oleh sang menteri.

Bak seorang selebriti, kedatangan Pak Dis langsung menjadi perbincangan di lokasi kuliner tersebut. Bahkan, ada sebagian pengunjung yang meminta secara langsung untuk foto bersama. Dengan senyum manis dan kacamata yang menjadi ciri khas, permintaan foto bareng tersebut langsung dilayani. Setelah merasa cukup menikmati 1 buah durian, dengan santai Dahlan Iskan mendatangi meja pengunjung yang terdiri dari anak muda kota. Dengan perasaan senang dan takjub, anak muda yang terdiri dari Duma, Uli, Diar, Fandi, dan Nanda ini langsung meminta untuk foto bareng. “Jarang-jarang ada menteri yang nyamperin. Jangan sia-siakan, langsung foto bareng,” ujar Duma.

Kunjungan langsung yang dilakukan oleh Dahlan Iskan juga membuat para anak muda ini, terutama Duma menjadi sumringah. “Duma lagi galau Kak, jadi ketawa karena foto bareng ma Bapak. Ini uda dijadikan PP (poto profil),” ungkap Uli sambil menunjukkan salah satu jenis smartphonenya.

Selesai mengunjungi anak muda Medan itu dan memuji rasa durian, Pak Dis langsung berlari. Dia menyeberang jalan. Masuk mobil. Dia pun langsung menyeteri sendiri mobil tersebut menuju Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar yang terletak di Jalan Pelajar Timur Medan.

Tak pelak, tingkah Pak Dis membuat membuat rombongannya bingung. Tetapi, seperti sudah terbiasa dengan santai mereka bilang. “Semoga tidak tersesat ya,” ujar salah satu anggota rombongan.

Dipandu dengan wartawan Sumut Pos, Pak Dis sampai di pesantren dengan selamat. Dia pun langsung disambut pengasuh pesantren Tuan Syekh Ali Akbar Marbun dan petinggi pesantren. Setelah beramah tamah sebentar, Dahlan Iskan meminta untuk diajak berkeliling sekitar pesantren. Lebih dari 30 menit para rombongan mengelilingi pesantren yang dihuni sekitar 800 santri dengan luas hampir 10 hektar itu.

Kejutan lain pun dibuat sang menteri. Secara tiba-tiba, Pak Dis memutuskan untuk menginap di pesantren. Dan seperti kejadian di tempat jualan durian, rombongan tidak ada yang merasa terkejut dengan keputusan tersebut. “Kalau keputusan tiba-tiba sudah biasa. Makanya kita tidak ada yang terkejut,” ungkap anggota rombongan.

Tiba-tiba Datang Sutan Bathoegana

Di tengah asyiknya pembicaraan antara Dahlan Iskan dan Tuan Syekh, Sutan Bathoegana nonggol di antara rombongan. “Seperti biasa, setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu saya selalu ke Medan. Dan mendengar Pak Menteri disini, di tengah kesibukan saya sempatkan untuk datang,” ujar Sutan.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Sutan dan rombongan, beserta sebagian rombongan Pak Dis pun meninggalkan pesantren. Sepeninggalan politis dari Demokrat ini, sang menteri pun mulai bercerita di balik keputusannya memilih menginap di pesantren. “Saya dipercaya untuk menjaga aset negara yang bernilai Rp3 ribu triliun. Dan dengan dukungan suasana pesantren akan membuat saya terjaga dan merasa damai. Membuat saya terbebas dari perasaan tamak, rakus, dan maksiat lainnya,” ujarnya.

“Selain itu, saya dulunya anak pesantren. Dan keluarga saya juga mendidik dari pesantren. Ini merupakan pengalaman pertama saya menginap di pesantren di Sumatera,” tambahnya.

Waktu terus berjalan, dan waktunya untuk pamit. Tak lama berselang, saat pintu sudah tertutup, salah satu santri membawakan bantal berwarna biru. Dan, pintu pun tertutup rapat.

“Kebesaran pesantren ini sudah saya dengar. Penghijauan yang dilakukan, luas daerah, dan tentu saja letaknya yang di tengah kota. Membuat saya berminat untuk menginap di sini,” tambah Pak Dis.

Sebelumnya, jadwal sang menteri adalah menginap di salah satu hotel bintang 5 yang terletak di Jalan Putri Hijau Medan. Paginya, Pak Dis akan lari pagi di Lapangan Merdeka, dilanjutkan memberikan kuliah umum di USU. “Selamat malam,” ungkapnya sebelum berpisah. (ram)

PT Mayora Persembahkan ”Seven Days with Pucuk”

MEDAN- Eksistensi Teh Pucuk Harum di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara (Sumut), terlebih lagi di Medan terus meningkat. Produk dari PT Mayora Tbk tersebut berinovasi dalam menelurkan produk minuman dengan rasa yang manis keluaran baru.
Eksistensi itu ditunjukkan dengan sebuah agenda acara bertajuk Seven Days with Pucuk, yang rencananya akan digelar selama sepekan di Medan, terhitung sejak tanggal 11 Juni hingg 17 Juni 2012 mendatang.

Bertempat di Food Court Atrium Sun Plaza, even Seven Days with Pucuk tersebut akan dimeriahkan dengan sejumlah acara diantaranya, music acoustic, selling, quiz  dan games serta pucuk estafet yang merupakan sebuah kontes video bertajuk kontes video with Teh Pucuk Harum.

“Banyak jenis minuman teh di Indonesia baik itu dalam kemasan botol, kaleng, kotak  maupun teh bubuk. Tapi ini teh yang terbuat dari pucuk daun teh yang terbaik hanya satu yaitu Teh Pucuk Harum. Minuman teh dengan rasa yang manis keluaran baru dari PT Mayora Tbk ini, memang telah mencuri perhatian masyarakat Indonesia pencinta teh dalam kemasan. Rasanya yang menyegarkan, membuat penikmat teh selalu ingin menikmati kesegaran pucuk teh alami. Program Seven Days with Pucuk merupakan program acara yang dipersembahkan Teh Pucuk Harum untuk semua masyarakat pencinta teh dalam kemasan, yang akan digelar di Food Court Atrium Sun Plaza, dengan serangkaian acara tanggal 11-17 Juni 2012 mendatang, yang akan berlangsung dari pukul 11.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB,” ungkap Ronny Krisnadi, Area Sales Promotion Head PT Mayora Indah, Beverage Division, Jum’at (22/6).

Serangkaian agenda tersebut, sambung Ronny Krisnadi, bertujuan antara lain, sebagai bentuk brand awareness Teh Pucuk Harum sebagai salah satu minuman teh dalam kemasan kepada semua masyarakat kota Medan.

Selain itu, agenda kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan pendidikan atau edukasi kepada semua konsumen, tentang Teh Pucuk Harum dan varian yang dimiliki oleh Teh Pucuk Harum.

“Dan tak kalah pentingnya, agenda tersebut juga mengajak semua masyarakat Medan untuk mengikuti Program Seven Days with Pucuk,” terangnya. Jadi, lanjut Ronny Krisnadi, bagi masyarakat Medan yang ingin hadir di even tersebut, bisa mengunjungi Stand Teh Pucuk Harum di Area Food Court Sun Plaza dan dapatkan voucher makan dari Bakul Ubud.(*)

Kuliah Duit

Setiap penerimaan mahasiswa baru pasti orangtua calon mahasiswa langsung dihadapkan dengan duit. Pasalnya, untuk masuk universitas negeri dan jurusan favorit seperti kedokteran butuh duit tak sedikit. Bisa mencapai ratusan juta rupiah mematok tarif bagi calon mahasiswa baru menggunakan jalur mandiri lokal sebesar Rp60 juta per tahun. Jumlah tersebut belum termasuk Dana Kelengkapan Akademik (DKA) senilai Rp7 juta yang harus dibayarkan calon mahasiswa sebelum memulai perkuliahan. DAK ini hanya dibayarkan sekali saja sampai mahasiswa menyelesaikan perkuliahannya. Dana DAK ini sudah termasuk seluruh biaya praktikum, laboratorium, almamater dan sebagainya.

Untuk jalur jalur reguler, setiap mahasiswa dibebankan biaya kuliah Rp2 juta per tahun dengan biaya DAK senilai Rp4,5 juta.
Di Universitas Brawijaya (Unibraw) mematok uang Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) bagi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran sebesar Rp155 juta. Sumbangan sebesar itu merupakan jalur mandiri.

Di Universitas Riau khusus Fakultas Kedoteran setiap calon mahasiswa diwajibkan membayar Rp125 juta.
Artinya setelah dinyatakan lulus seleksi, nantinya calon mahasiswa langsung membayarkan uang Rp125 juta tersebut.
Universitas Indonesia (UI) mengklaim sebagai universitas negeri termurah. Tapi, untuk fakultas kedokterannya tetap saja biaya sumbangan pendidikan sebesar Rp25 juta.

Di ITB tidak membuka lagi jalur mandiri atau kelas khusus. 100 Persen mahasiswa dan mahasiswi ITB direkrut dari jalur SNMPTN. Setelah lulus tes, mereka akan dimintai kesanggupan membayar Rp55 juta, tetapi bagi mahasiswa tidak mampu bisa mendapat subsidi 100 persen.
Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menawarkan beragam jalur masuk ke jurusan favorit di Fakultas Kedokteran. Mulai dari jalur SNMPTN, undangan, hingga non-subsidi. Biayanya juga beragam dari Rp600 ribu per semester hingga Rp125 juta.

Di Universitas Diponegoro (Undip) untuk jalur mandiri Fakultas Kedokteran, dana sumbangan pengembangan manajemen pendidikan (SPMP) mencapai Rp125 juta. Sementara, Sumbangan Pengembangan Intitusi (SPI) Rp5 juta, Praktikum Responsi dan Kegiatan Perkuliahan (PRKP) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) masing-masing Rp2 juta.

Bagi masyarakat menengah yang anaknya punya cita-cita menjadi dokter tentu akan mengurungkan niatnya untuk menjadi dokter. Itu pasti. Karena kalaupun ditempuhnya dengan utang sana utang sini, bisa-bisa orangtuanya akan dikejar-kejar utang terus hingga anaknya tamat kuliah.
Bagaimana dengan seorang penarik becak yang tergolong masyarakat kelas bawah. Jangankan memikirkan anak mau menjadi dokter untuk makan saja susah.

“Kalau sekarang ini semua kuliah duit. Sehingga begitu tamat kuliah tak tahu apa-apa. Terkadang sudah menyandang gelar dokter aja tak bisa mengobati,” kata seorang tukang becak.

Jadi, katanya, wajar kalau zaman sekarang ini kalau tak ada duit tak akan bisa kuliah.
“Jadi, dokter itu tahun-tahun ke depan pasti berasal dari anak orang kaya. Orang masukknya aja harus mengeluarkan ratusan juta. Manalah kita bisa,” katanya.

Nah, dari ocehan tukang becak tadi pemerintah seharusnya sudah memikirkan agar masyarakat yang tak punya duit juga bisa kuliah di perguruan tinggi negeri dengan jurusan favorit. Tidak seperti sekarang ini, ada duit baru bisa kuliah. Hasilnya juga jadi kuliah duit. (*)

Absolute Ulos

Tribute to Sisingamangaraja XII

Pada 17 juni yang lalu, Tanah Batak memperingati 105 tahun wafatnya Sisingamangaraja XII. Dalam memperingatinya, desainer muda Sumatera Utara, Torang Sitorus dan dan Forum Sisingamangaraja XII, mengadakan acara selama 3 hari yang berkaitan dengan ulos seperti penenunan ulos, pameran ulos tua, dan berbagai aksesoris Batak.

MEDAN- Tribute to Sisingamangaraja yang diselenggarakan di Hotel Santika Medan ini, merupakan wujud dari rasa cinta akan kebudayaan Batak
yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dari dalam dan luar negeri, terutama soal Tortor dan Gordang Sambilan. “Kita ketahui, saat ini ulos belum setenar batik atau tenun dari NTB. Tapi setidaknya saat ini tenun ulos sudah mendapat perhatian dunia internasional, yang saat ini masuk sebagai Nominasi Unesco Award untuk kategori kriya,” jelas Torang dalam konfrensi pers, Jumat (22/6).

Ketenaran ulos yang tidak sebanding dengan batik, menurut Torang karena ulos bukanlah produk konveksi, melainkan produk tenun. “Saat pembuatan ulos, motif dibuat secara langsung saat menenun. Berbeda dengan batik yang motifnya digambar terlebih dahulu,” lanjutnya. Sehingga tidak heran, bila membuat ulos ini dapat menghabiskan waktu selama 3 hingga 4 minggu.

Acara yang berlangsung mulai 22 hingga 24 Juni juga akan menghadirkan eksibisi 200 ulos dan kebaya kuno dari berbagai etnis Batak di Sumut. Dan, masyarakat dapat menyaksikan acara ini secara gratis tanpa dipungut biaya sedikitpun. Dalam acara ini juga akan dipamerkan demo menenun, yang didatangkan dari tempat tenun kain ulos Batak di pelosok Sumatera Utara. “Demo tenun ini akan memberikan gambaran proses pembuatan ulos dan filosofinya,” tambah Torang.

Sebagai informasi, kini ulos mulai akrab dikenakan dalam kegiatan secara umum, bahkan sehari-hari. “Kita bangga bisa memakainya. Bagi pecinta kain pasti menyukai ulos, apalagi motif yang digunakan memiliki makna tersendiri,” ujarnya.

Dalam pameran ini, salah satu cicit kandung Sisingamangaraja XII, Tonggo Tua Sinambela, menyambut baik acara tersebut. “Masa Sisingamangaraja XII, ulos memiliki filosofi sendiri. Mulai dari kelahiran, hingga kematian, memiliki motif ulos sendiri,” ujarnya.

Tentang Tortor dan Gordang Sambilan

Di sisi lain, seorang putra Batak, RE Nainggolan, menyatakan hasil budaya seperti Tortor dan Gordang Sambilan wajib diperhatikan. Karena itu, ketika muncul kabar Malaysia akan mengklaim dua kesenian tersebut dia langsung buka suara. “Tapi, jika benar Malaysia sampai mengklaim, kami tentu merasa sangat prihatin dan akan berjuang mempertahankan peninggalan budaya nenek moyang kami yang berasal dari Tanah Mandailing tersebut,” katanya.
Menurut RE, Indonesia cukup dewasa memandang suatu hasil kebudayaan bangsa lain. “Masyarakat kebudayaan internasional perlu saling menghargai, seperti masyarakat Indonesia yang kerap menikmati pertunjukan Barangsoi tanpa pernah mengklaimnya sebagai budaya asli Indonesia,” tambah RE.
Sebelumnya, aksi protes dengan sikap Malaysia terus terjadi. Misalnya pada Kamis lalu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan melakukan aksi protes di depan Konjen Malaysia di Medan. Beberapa hari sebelumnya, selain seniman yang beraksi di Taman Budaya di Jalan Perintis Kemerdekaan, kaum ibu pun beraksi di Konjen Medan. (ram/ari/gus)