Home Blog Page 13378

PGE Arena Adiknya Allianz Arena

BEGITU menginjakkan kaki di PGE Arena Gdansk, yang merupakan venue untuk pertandingan Spanyol versus Italia (10/6), Jawa Pos (Grup Sumut Pos) langsung teringat akan Allianz Arena, Munchen. Sepintas konstruksi bangunan dari stadion berkapasitas 43.615 penonton itu memang ada kemiripan.
Tidak heran, perusahaan yang mendesain PGE Arena memang berasal dari Jerman. Mereka adalah Rhode-Kellermann, Wawrowsky dari Dusseldorf. Itu adalah perusahaan yang mendesain stadion seperti Veltins Arena di Gelsenkirchen dan AWD-Arena di Hannover, keduanya di Jerman.

Karena alasan itulah, beberapa jurnalis Jerman, menyebut PGE Arena sebagai adiknya Allianz Arena. “Lihat saja, mirip bukan. Saya pikir ini adiknya atau anaknya Allianz Arena. Ada beberapa perbedaan, tapi dari kejauhan mirip sekali,” kata Maik Meier, jurnalis asal Jerman.

Dinding luar stadion menggunakan bahan polycarbonate dan pada malam hari, stadion yang berwarna keemasan itu memiliki lampu yang berpendar-pendar. Semula, rencananya stadion yang pembangunannya menghabiskan biaya mencapai 775 juta zloty itu menggunakan penutup atas.

Sayang, karena waktu yang tidak cukup untuk pelaksanaan Euro 2012, membuat penutup stadion batal dipakai. Targetnya stadion yang masuk kategori bintang empat UEFA itu selesai pada akhir 2010. Ternyata meleset. Akibatnya, rencana partai pertama di stadion itu antara Polandia melawan Yunani pada 9 Juni 2012 dibatalkan dan dipindah ke Stadion Nasional Warsawa.

Lalu, stadion yang semula bernama Baltic Arena itu baru mulai dipakai pada 19 Juli 2011. Ketika itu, pertandingan antara klub lokal Lechia Gdansk melawan KS Cracovia.

Selama Euro 2012, stadion itu menyelenggarakan tiga pertandingan di grup C, yakni Spanyol versus Italia (10/6), Spanyol melawan Republik Irlandia (14/6), dan Spanyol kontra Kroasia (18/6) serta satu pertandingan perempat final antara juara grup B vs runner-up grup A (22/6). (ham/jpnn)

Lama Diduduki Polandia, Serasa Bukan Eropa Timur

Merasakan Hangatnya Kota Lviv, Kota Paling ‘Eropa’ di Ukraina

Dari semua kota besar di Ukraina, Lviv merupakan kota favorit para suporter Euro 2012. Selain memang kota wisata, warga Lviv terkenal sangat terbuka dan hangat. Denyut kota juga lebih cair. Tidak terlalu ‘tegang’ seperti kota lain di Ukraina atau
bahkan Eropa Timur.

Keramahan warga Lviv sudah terasa sejak tiba di stasiun kereta. Hampir setiap orang yang ditemui selalu senang membantu orang asing yang kebingungan. Tarif taksi dan angkutan publik sangat murah. Warga juga lebih terbiasa menggunakan tram, bus listrik, dan kereta. Itu membuat kota bebas macet.

Lviv sejatinya merupakan kota dengan identitas budaya yang sangat unik. Secara geografis, dia sejatinya masuk dalam wilayah Ukraina. Namun, kebiasaan masyarakatnya sudah seperti masyarakat Eropa kebanyakan. Mereka sangat terbuka dan berbisnis dengan cara yang sangat profesional. Sangat jarang ditemui pedagang Lviv yang menipu turis dengan menaikkan harga gila-gilaan. Mereka sadar jika memperlakukan turis dengan buruk, wisatawan akan kapok.

Kondisi itu sangat berbeda dengan Kiev, misalnya. Ibu kota Ukraina itu menunjukkan kekhasan Eropa Timur. Masyarakatnya cenderung kaku dan keras. Kadang-kadang juga terjadi modus-modus penipuan bahkan di pusat kota. “Kota Lviv adalah kota budaya. Anda tidak akan merasakan suasana yang sama di kota lain di Ukraina,” kata Ustya Borovych, salah seorang sukarelawan, kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos).

Karena itulah, banyak orang menyebut Lviv seperti bukan Ukraina. Apalagi bagi masyarakat Polandia. Mereka menganggap Lviv berkembang sebagai kota budaya karena kontribusi mereka. Selama lebih dari seratus tahun, Lviv merupakan bagian dari wilayah Polandia. Sampai sekarang warga Polandia masih menyebut Lviv dengan Lwow, nama pemberian Polandia buat kota cantik itu.

Di Lviv terdapat satu kawasan kota tua alias Stare Misto (hampir sama dengan penyebutan kota tua dalam bahasa Polandia, Stare Miasto). Banyak even-even budaya digelar di kota tempat klub Carpathian FC itu.

Warga Kota Lviv terbiasa dengan wisatawan. Mereka sangat welcome terhadap orang-orang asing. Mereka juga sudah biasa dengan turis-turis yang begadang hingga larut malam dan mabuk-mabukan. Meskipun begitu, Lviv bukan kota 24 jam. Sebagian besar kafe dan pertokoan sudah tutup pada pukul 22.00 waktu setempat. Kafe yang paling larut malam sekalipun cuma buka hingga pukul 02.00 dini hari.

Semua kegiatan tourisme dipusatkan di Stare Misto. Terutama di gedung tua berusia ratusan tahun Ploscha Rynok. Untuk berkeliling kota tua, pemerintah setempat menyediakan tram dan “kereta kelinci”. Tram juga menjadi penghubung kota tua dengan destinasi lainnya seperti museum dan Lychakivske Cemetery yang konon terdapat kuburan tentara Nazi. (aga/jpnn)

Hamilton Juara Ketujuh

MONTREAL-Lewis Hamilton tampil menjadi pemenang GP Kanada. Hasil yang direguk pebalap McLaren itu membuat tujuh seri awal F1 2012 kini dimenangi oleh tujuh pebalap berbeda.

Di Sirkuit Gilles Villeneuve, Senin (11/6) dinihari WIB, Hamilton yang start di posisi dua berhasil melewati garis finis paling pertama.
Romain Grosjean dari Lotus finis di posisi dua setelah mengawali balapan dari peringkat tujuh. Ia menempati posisi tersebut usai bersaing dengan Sergio Perez (Sauber) dan Fernando Alonso (Ferrari). Satu tempat sisa di  podium pun ditempati oleh Perez.

Untuk Hamilton, kemenangan itu membuatnya memuncaki klasemen sementara pebalap dengan 88 poin. Ini juga membuat tujuh balapan sejauh ini selalu memunculkan pemenang berbeda.

Terkait kemenangannya itu Hamilton mengaku tak percaya, sebab sebelumnya dia sempat masalah pada pit stop.
Hamilton memilih strategi dengan melakukan dua kali pit-stop. Sementara rivalnya, Fernando Alonso dan Sebastian Vettel, mencoba untuk beralih ke strategi sekali pit-stop. Tapi kecepatan ekstra diterapkan Hamilton, usai mengganti ban yang lebih fresh, hingga membuat dia meninggalkan jauh para pesaingnya, saat enam lap sebelum finis.

“Saya tidak pernah meragukan pikiran saya bahwa ada kemungkinan untuk memenangkan lomba,” ujar Hamilton seperti disitat ESPN, Senin (11/6).
“Saya telah berpikir bahwa Vettel dan Alonso akan melakukan kesalahan di belakang. Asumsi saya, mereka akan melakukan satu kali pit-stop saja dan saya tahu saya tidak bisa hanya melakukan satu pit-stop. Maka saya terus meregangkan jarak dengan mereka,” sambungnya.

Kemenangan Hamilton di Montreal merupakan kemenangan ketiganya GP ini sepanjang karier balapnya. Sebelumnya, pembalap Inggris tersebut pernah menjadi juara di sirkuit Montreal pada 2007 dan 2010. Dia mengatakan kemenangan tersebut sama seperti dengan apa yang dirasakannya saat menjuarai pertama kali.

“Ini masih teringat, tapi sudah lima tahun sejak pertama kali saya menang di sini. Tapi rasanya sama baiknya, saya sangat bangga dengan tim untuk terus memberikan dorongan dan saya merasa senang sekali bisa berada di puncak klasemen,” tandasnya.

Di tempat terpisah pembalap Sauber Sergio Perez masih belum yakin dirinya benar-benar naik podium pada seri F1GP Montreal, Kanada. Pasalnya, pembalap muda Meksiko ini menilai hasil tersebut benar-benar di luar ekspektasinya. Perez pantas terkejut dengan kesuksesannya ini, pasalnya, dia memulai balapan dari posisi belakang (15).

Namun, berkat performa tanpa cela yang ditunjukkannya ditambah strategi yang tepat dari tim Sauber, Perez sukses menuntaskan dendamnya kepada Fernando Alonso yang mengalahkannya di GP Malaysia. Saat itu, Perez harus puas finis kedua di belakang Alonso yang jadi juara di Sepang.
“Jujur, naik podium adalah hal terakhir yang terlintas dalam pikiran anda jika memulai balapan dari urutan 15,” tutur Perez.
“Kami tampil cukup agresif, perhentian pertama (pit-stop) berjalan cukup bagus,” bilang Perez. (bbs/jpnn)

Roddick Segera Gantung Raket

LONDON – Mantan petenis nomor satu dunia Andy Roddick mengakui tahun ini bisa menjadi penampilan terakhirnya di ajang Wimbledon. Serangkaian cedera yang dialaminya menjadi alasan mengapa dia tak ingin mengikuti salah satu grand slam itu.

Roddick memang belum pernah mencicipi juara di Wimbledon yang akan berlangsung pada 25 Juni hingga 8 Juli tersebut, tapi di turnamen yang mungkin menjadi terakhir buatnya, bisa saja dia meraih trofi Wimbledon pertamanya.

“Saya hanya mencoba bermain pada momen ini. Saya di sini hanya ingin memenangkan beberapa pertandingan. Tapi apakah ini bisa menjadi Wimbledon terakhir saya? Mungkin. Tapi itu belum bisa diketahui,” ujar Roddick, seperti disitat Mail, Senin (11/6).

Idealnya, peraih US Open 2003 itu menginginkan bermain tenis beberapa tahun lagi. Tapi dia tahu waktunya untuk menjadi petenis papan atas sudah tidak bisa diharapkan lagi.

“Tentu para petenis yang seangkatan saya, hanya tinggal Roger Federer saja. Kami berada di posisi 10 besar dengan waktu yang lama dan setiap orang tidak terus menerus memiliki kondisi yang bagus,” sambungnya.

Pada French Open kali ini, petenis Amerika Serikat itu harus takluk lebih awal. Roddick dikalahkan petenis Prancis Nicolas Mahut dengan pertarungan empat set 6-3, 6-3, 4-6 dan 6-2. (bbs/jpnn)

Tim Tamu Sedang Limbung

Arema vs Deltras

MALANG – Skuad Arema ISL sedang dalam motivasi tinggi. Anak asuh Suharno itu siap luar dalam jelang menjamu Deltras di Stadion Kanjuruhan, hari ini (12/6).

Berbagai persiapan sudah dilakukan selama satu minggu belakangan. Mulai persiapan teknik maupun psikis. Pelatih Suharno menegaskan, Arema ISL sudah siap tempur untuk meladeni tim berjuluk The Lobster itu.”Selama seminggu ini kita sudah berikan seluruh program yang dibutuhkan oleh para pemain,” ujar Suharno, kemarin (10/6).

Seperti diketahui, Arema ISL menggelar persiapan sejak Senin, hingga Minggu kemarin. Suharno pun memberikan banyak variasi dalam latihan yang digelar di tiga lokasi, Stadion Kanjuruhan, lapangan Lanud Abdulrachman Saleh, dan Family Club Araya. “Latihan kebugaran, teknik taktik sudah kita berikan. Kita juga berikan aroma kompetisi lewat uji coba. Semua itu kita programkan supaya anak-anak dalam kondisi puncak,” kata pelatih berusia 52 tahun ini.

Penekanan utama yang diberikan oleh Suharno adalah soal strategi pressing guna meredam agresivitas Deltras. Suharno kembali mengatakan bahwa sekali pun Deltras kalah 0-1 dari Persidafon, serta hanya bermain imbang 2-2 melawan Persiram dalam dua laga terakhir, namun kekuatan The Lobster tetap patut diwaspadai.

Ia pun mewanti-wanti anak asuhnya untuk tidak meremehkan Deltras, sekalipun kondisi Deltras tengah tidak bagus.”Mereka adalah tim yang punya rekor bagus di laga away,” ujar Suharno.

Sekalipun Deltras juga tengah didera badai cedera, Suharno merasa Deltras bakal memiliki motivasi berlebih ketika menghadapi Arema ISL besok. “Tapi semua sudah kita antisipasi,” kata pelatih asal Klaten ini.

Suharno pun percaya, Arema ISL bisa melewati laga kali ini dengan hasil tiga poin penuh. “Kita bisa menang. Tapi dengan catatan, anak-anak jangan meremehkan. Kita harus tetap fight,” tegas pelatih yang sempat menjadi asisten pelatih di timnas senior itu.

Pelatih Berharap Ke Pemain Pelapis. Terpisah pelatih Deltras Blitz Tarigan mengaku tak dapat menurunkan pemain terbaiknya karena cedera. Karenanya, Blitz para pemain muda mampu menunjukan skil terbaiknya. Memang, dalam pertandingan ke 27 hari ini seluruh pemain asing Deltras mengalami cedera. Kondisi tersebut di perparah setelah James Koko Lomell tidak bisa memperkuat tim karena akumulasi. “Sebelumnya kami berharap James bisa main, tapi ternyata dia terkena akumulasi kartu kuning,” ucap Blitz.

Pemain Deltras yang absen akibat cedera adalah Srecko Mitrovic (cedera lutut), Lancine Kone (hamstring), Wahyu Gunawan (hamstring), dan M Fachrudin (bahu kanan). Sementara Mijo Dadic mengalami diare serta James Koko Lomell akumulasi kartu kuning. (dik/muf/abm/jpnn/ko)

Tim Basket Indonesia Ditaklukkan Filipina

SURABAYA – Usai menempuh penerbangan ribuan kilometer menuju Filipina ketahanan tim nasional basket Indonesia U-18 langsung diuji. Kemarin (10/6) di Builletin Today Gymnasium, Intramuros, Manila, Timnas Muda langsung menggeber pertandingan uji coba melawan tim Mapua U-18.

Dalam pertandingan pertama di Filipina, Timnas Muda dipaksa mengakui keunggulan tim Mapua U-18 dengan skor 79-72. Meski kalah, namun Timnas Muda menunjukkan spirit bertanding yang luar biasa. Sempat tertinggal 17 poin di akhir kuarter kedua, Timnas Muda berhasil mengejar angka di dua kuarter sisa.
Nah, Jan Misael Panagan dkk mengawali pertandingan dengan lumayan. Pada kuarter pertama ini, Timnas Muda mampu mengimbangi perolehan angka Mapua U-18. Di akhir kuarter pertama Timnas Muda “hanya” kalah 13-9.

Di kuarter kedua, defense Timnas Muda sedikit kedodoran. Karena masih kelelahan, Timnas Muda kehilangan konsentrasi. Pelatih Timnas Muda Nathaniel Canson pun terus memompa semangat anak asuhnya tanpa henti dari sisi lapangan.

Hasil positif mulai terlihat di kuarter ketiga. Kuarter kwtiga baru berjalan 2,37 menit Timnas Muda memperpendek margin poin menjadi tujuh angka, 46-53. Dua kali tembakan three points Juan Laurent Kokodiputra dan Laurentius Steven Oei menggembungkan asa untuk menyalip poin.

Sayangnya, Timnas Muda gagal memanfaatkan momentum. Pada pertengahan kuarter keempat, Timnas Muda scoreless alias tak mencetak angka sebiji pun. Alhasil kekalahan dengan skor 79-72 tak terhindarkan. Kevin Yonas menjadi penyumbang angka terbanyak dengan 21 poin kemarin.

Menanggapi hasil uji coba perdananya kemarin, pelatih Timnas Muda Nathaniel Canson menyebut anak asuhnya sudah bermain maksimal. “Sebenarnya ini bisa jadi game yang bagus, sayang anak-anak tidak dalam kondisi terbaik mereka. Penerbangan tengah malam yang begitu panjang dari Surabaya-Jakarta-Manila membuat anak-anak kelelahan,” ucap Nath, sapaan Nathaniel Canson. (dra/jpnn)

Guru Siantar Demo Wali Kota tak Perduli

Pematangsiantar- Puluhan massa yang mengatasnamakan Forum Guru Siantar (FGS), menggelar aksi unjukrasa di Kantor DPRD Pematangsiantar, Senin (11/6). Aksi yang dilakukan tenaga pendidik ini, untuk mendapatkan perhatian dari Wali Kota Pemantangsiantar, Hulman Sitorus SE, yang saat ini sedang menghadiri rapat Paripurna DPRD Pematangsiantar.

Kedatangan massa guru ini untuk meminta agar, Hulman Sitorus, perduli pada nasib guru. Bukan itu saja, mereka juga menutut agar Wali Kota Pematangsiantar ini untuk menemui massa FGS. Namun, aksi itu tidak mendapatkan respon dari pejabat yang bersangkutan.
Bahkan ketika Ketua DPRD Pematangsiantar, Marulitua Hutapea SE, menskor sidang paripurna selama 15 menit, Hulman Sitorus, tetap tidak berkenan untuk menemui pengunjurasa. Padahal didepan ruang sidang, orator dan puluhan massa FGS meminta Wali Kota untuk menemui mereka.  Namun tidak ditemui Walikota. (mag-20)

Buat Rusia Seperti Belanda

DICK Advocaat yang lahir 27 September 1947 di Den Haag, Belanda bukan nama asing di pentas sepak bola dunia. Selain pernah memperkuat timnas Negeri Kincir Angin itu, dirinya pun pernah menjadi salah satu pembesut tim yang terkenal dengan  Total Football nya itu.

Bermodal itulah Advocaat menyulap timnas Rusia yang sebelumnya terkenal dengan permaina cepat dan kolektif, kini justru menerapkan permainan yang berorientasi pada penguasaan bola dan ketenangan dalam bermain, sebagaimana layaknya timnas Belanda.

Mengandalkan formasi 4-3- dengan Alexander Kerzhakov, Andrei Arshavin dan Alan Dzagoev di lini depan, penampilan Rusia terlihat sangat seimbang karena dua gelandang Konstantin Zyryanov dan Igor Denisov mampu menjalankan tugasnya sebagai holding midfielder.

Kenapa hanya dua gelandang, di mana seorang pemain lagi? Roman Shirokov, adalah sosok gelandang siluman dalam permainan Rusia.
Pemain ini selain memiliki mobilitas yang tinggi, juga piawai membaca pola permainan tim lawan. Tak heran bila dirinya kerap menjadi penyerang keempat di luar tiga penyerang utama yang ada dalam skema permainan Advocaat. (jun)

Tim Dayung Target Emas

JAKARTA – Tim dayung Indonesia optimistis bisa menyumbangkan medali emas bagi kontingen di ajang Asian Beach Games (ABG) di Haiyang Tiongkok pada 16-22 Juni mendatang. “Optimisme itu didasarkan pada catatan waktu para pedayung Merah Putih yang melampaui catatan waktu tim Myanmar di SEA Games XXVI di Cipole, Karawang, Jabar, tahun lalu.

“Catatan waktu yang dihasilkan tim Myanmar ketika meraih medali emas di nomor 500 m putra di SEA Games XXVI adalah 2 menit, 16 detik. Sedang saat latihan di Cipule, Jumat (8/6) kemarin para pedayuang kita bisa mencapai 2 menit 15 menit,”ujar Koordinator Cabor Terukur Satlakprima, Hadi Wihardja di Jakarta.

Menurut Hadi, dalam sepakan terakhi peningkatan catatan tim dayung putra itu cukup mengesankan. Ketika tampil dalam latihan di Jatiluhur, Jabar, Jumat (1/6) lalu catatan waktunya baru  mencapai 2 menit, 20 detik.

“Jika dalam satu pekan mampu membuat catatan waktu menjadi 2,15 detik, maka sangat menjanjikan menyubang medali emas bagi kontingen Indonesia,” sambungnya.

Hadi mengungkapkan, peningkatan prestasi bagus dihadapan Ketua Umum” PB PODSI, Ahmad Sucipto yang dilakukan tim putra juga diikuti tim putrid. Dimana mereka berhasil  mencatat waktu 2 menit, 25 detik. Sedang catatan waktu saat latihan di “Jatiluhur Jabar mencapai 2 menit 30 detik sama dengan rekor SEA Games.

Hadi menyatakan, catatan itu memberikan angin segar bagi kubu perahu naga Indonesia dalam menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia seperti yang diharapkan Menpora Andi Mallarangeng sejaligus membalas kekahan dari Myanmar di SEA Games XXVI tahun 2011 lalu.
Dengan latihan intensif diharapkan para pedayung tanah air bisa mengulang sukses ketika turun di Asian Games XVII Tiongkok pada 2010 lalu dengan menyabet tiga medali emas. (ali/jpnn)

Chris John Masih Betah di Indonesia

SEMARANG-Pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John belum memiliki rencana menjalani latihan di Sasana Herry‘s Gym di Pertah, Australia.

Pemegang rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut ketika dihubungi di Semarang, Senin, mengatakan sampai kini pertarungan berikutnya juga belum ada kejelasan.

“Kapan, di mana, dan siapa yang menjadi lawan saya juga belum jelas, makanya saya belum ada rencana menjalani latihan di Australia,” kata petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut.

Kalau sudah ada kejelasan soal pertarungan berikutnya, kata petinju dengan julukan The Dragon tersebut, dirinya sudah diminta berlatih di Negeri Kanguru di bawah asuhan pelatih Craig Christian yang juga manajernya.

Terlepas dari itu, kata ayah dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut, dirinya tetap melakukan latihan ringan terutama fisik berupa joging di lapangan Mugas Tri Lomba Juang Semarang.

Kemudian, lanjut dia, juga menjalani latihan teknik berupa “shadow box”. “Yah` saya sedikit-sedikit juga menjalani latihan teknik dengan `shadow box` untuk menjaga kebugaran tubuhnya,” katanya.

Ketika ditanya apakah sudah ada kontak dengan pelatihnya, Craig Christian, dia mengatakan, kontak tetap dilakukan. “Dia (Craig Christian) berpesan saya jangan gemuk-gemuk dan tetap menjaga berat badan,” katanya.

Suami mantan atlet wushu Jawa Tengah, Anna Maria Megawati terakhir mempertahankan gelar saat menang dengan angka mutlak atas petinju Jepang, Shoji Kimora di Marina Bay Sands Singapura, 5 Mei 2012.

Chris John sudah 16 kali mempertahankan gelar sejak merebutnya dari tangan petinju Kolombia Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003. (bbs/jpnn)