Home Blog Page 13380

Rumah Rata dengan Tanah, Numpang Tidur di Yuki Plaza

Kisah Korban Kebakaran di Jalan AR Hakim

Kebakaran di Jalan AR Hakim Lorong Jaya dan Gang Aman Kelurahan Tegal Sari Mandala I Kecamatan Medan Denai, masih menyisakan duka. Puluhan warga yang kehilangan rumah kini hanya bisa berharap bantuan datang.

Di sela waktu, mereka pun berusaha menemukan barang yang masih bisa digunakan di antara puing rumah.

“Sudah terbakar rumahku bang, hanya bisa mengharapkan agar pemerintah bisa membangunan kembali rumah,” ucap Ani Syen dengan nada sedih.
Ani adalah pemilik 1 rumah dari 18 rumah yang hangus terbakar pada Minggu (10/6) lalu. Ani mengaku keluarga dan orangtuanya sudah menempati rumah tersebut selama puluhan tahun. Dan, kini rumah tersebut rata dengan tanah.

Rudi, salah satu warga yang rumahnya terbakar, berhasil selamat dari maut. Dia berhasil bangun dari tidurnya saat mendengar teriakan warga. “Saya sedang tidur Bang. Begitu dengar teriakan warga ada kebakaran, saya langsung lari cepat-cepat keluar rumah,” ujarnya.

Meski selamat, dia harus merelakan satu unit sepeda motor kesayangannya hangus dilalap api. “Usai kebakaran, saya sudah menemukan sepeda motor saya berada di dalam parit,” ungkapnya.

Menurut Data dari pihak Kecamatan Medan Denai kebakaran itu membuat 25 kepala rumah tangga kehilangan rumah dan harus menumpang ke rumah tetangga. Sebagian banyak warga korban kebakaran ini menumpang ke Yuki Plaza Jalan AR Hakim Medan.
Dari pantauan Sumut Pos, terlihat dari lantai II pusat perbelanjaan itu,  terdapat tempat tidur terbuat dari busa, selimut, perlengkapan MCK, baju, dan yang lainnya.

Menurut pihak manajemen Yuki Plaza, Carlina, mengatakan pihaknya sudah dua kali menampung warga korban kebakaran. Sebelumnya, kebakaran terjadi di Jalan AR Hakim Medan Gang Bakung, beberapa bulan yang lalu. “Kita tampung semua korban di sini, semata-mata hanya sebagai bentuk sosial terhadap korban,” ucapnya.

Selain membutuhkan sembako dan tempat tinggal sementara, kini warga korban kebakaran mengharapkan bantuan dermawan dan pemerintah Kota Medan, berupa kebutuhan bayi dan perlengkapan sekolah. Dari data yang dihimpun Sumut Pos terdapat 5 balita, 3 orang anak sekolah dan 5 orang di bangku kuliah. “Kalau untuk makan sudah cukup, sekarang kami ingin kebutuhan bayi dan kebutuhan sekolah,” ucap seorang wanita muda di lokasi.
Dia pun mengatakan, anaknya yang masih berusia empat bulan tidak lagi memiliki perlengkapan bayi lagi. “Pakaian anakku paling kecil ikut terbakar dan susunya juga ikut terbakar,” katanya lagi.

Sementara itu, Camat Medan Denai Edi Mulia Matondang saat dijumpai lokasi kebakaran mengatakan kalau pihaknya  segala usaha untuk emmbantu korban kebakaran. “Sudah kita lakukan dengan maksimal untuk membantu warga kita ini,” sebutnya.

Saat ditanya terhadap pembangunan kembali rumah warga yang terbakar, dia enggan berkomentar.”Belum, kita masih pendataan dulu, kita berikan pertolongan dini dulu kepada warga ini,” ujarnya.

Labfor Polda Terjun ke Lokasi

Penyebab kebakaran Minggu (10/6) lalu  terus menjadi tanda tanya warga yang menjadi korban. Kini kasus kebakaran ditangan pihak kepolisian dari Polsekta Medan Area, terlihat sekitar Pukul 11.00 WIB, kemarin 4 personel Labotorium Forensik (Labfor) Polda Sumut terjun ke lokasi untuk mencari penyebab kebakaran tersebut.

Satu persatu puing kebakaran dikumpulkan di atas tumpukkan bangunan yang rata dengan tanah. Setelah dikumpulkan, barang tersebut dimasukkan ke dalam plastik putih untuk dilakukan pengecekkan di dalam Labotorium Polda Sumut.

Keempat personel itu pun melakukan penyeledikan di rumah no 24 milik Akiong yang disebut warga sebagai awal api timbul. Di sisi lain, Kapolsekta Medan Area Kompol SW Siregar mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. “Sudah ada kita periksaan saksi,” ucapnya.

Saksi yang dimintai keterangan yakni Asiong alias Marwin, Fungcingmin alias Amin, Aciang alias Ationg, Ahwat, dan Hendra. “Masih kita lidik belum tahu penyebabnya, tim labfor baru turun ini,” tambah SW.

Pemeriksa Muda Labfor Polda Sumut AKP Ali Akbar saat dilokasi mengatakan, tim masih melakukan peyelidikan dan pemeriksaan dari mana penyebab api. Namun api pertama kali berasal rumah salah seorang warga bernama Yong Kwok Tjhiong alias  A Kiong. “Hasil pemeriksaan dan penyelidikkan tim api berasal dari rumah A Kiong. Tapi kita belum bisa memberikan keterangan penyebab timbulnya api dari mana,” tutur Ali Akbar.

Kasubdit Kebakaran Labfor Polda Sumut, Kompol Jhon Hutabarat mengatakan, pihaknya telah membawa sejumlah kabel listrik dari rumah yang terbakar. “Kita bawa beberapa benda-benda yang ikut terbakar dalam kejadia itu. Sejumlah kabel listrik juga sudah kita bawa ke markas untuk menyelidiki penyebab kebakaran itu,” ujarnya.

Sementara, Akiong (50), seorang penjual air tahu, pemilik rumah no 24, membantah pernyataan Kepling setempat yang menyebutkan kalau penyebab kebakaran berasal dari rumahnya. “Setiap harinya saya selesai memasak pukul 05.30 WIB. Setelah selesai saya langsung keliling untuk berjualan,” sebut Akiong.

Dikatakan Akiong, saat terjadi kebakaran dirinya sedang berada di Thamrin Plaza. “Saya sempat melihat kobakaran api dari gedung Thamrin Plaza. Mendapat informasi, kebakaran terjadi di Gang Aman, saya langsung pulang,” ujar Akiong.

Disebutkan Akiong, saat kebakaran terjadi, hanya anaknya, Jaya (18) yang berada di rumah. “Begitu saya sampai di lokasi kebakaran, untungnya anak saya pergi ke Warnet,” sebut Akiong.

Ditambahkannya, kalau dia tidak menggunakan kompor gas untuk memasak. “Kalau asal api dari kompor rumah saya, itu tidak benar. Saya jamin 100 persen api bukan dari rumah saya,” tegas Akiong. (gus/mag-12)

Pemimpin Harus Seperti Air Mancur

Bhabinkamtibmas Poldasu Gelar Ceramah Berantas Korupsi di Kampus Unimed

Generasi muda di Medan diharapkan mampu menjadi pilar utama penangkal korupsi. Sebab, generasi muda memiliki peran strategis dalam pemberantasan korupsi. Apalagi sejarah membuktikan generasi muda menjadi aktor pembaharu utama pada setiap zaman.

Hal itu disampaikan Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang diwakili Dir Binmas Poldasu Kombes DR H Hery Subiansauri, SH,MH,Msi pada acara Ceramah Peningkatan Peran Generasi Muda Memberantas Korupsi Guna Mensejahterakan Masyarakat, Senin (11/6) di kampus Unimed. Ceramah ini dalam rangka HUT Bhayangkara ke-66 Tahun.

Seperti dipaparkan Hery Subiansa, peran kaum muda dalam memberantas korupsi sangat dibutuhkan. Kaum mudalah yang menjadi fondasi terhadap masa depan bangsa. Sebagaimana generasi muda sering diidentikkan dengan agent of change (agen perubahan). “Generasi muda mampu menjadikan negara ini menjadi negara yang makmur yang terlepas dari korupsi. Kesadaran dan partisipasi kaum muda dalam memberantas korupsi sangat diharapkan. Dengan kesadaran dan moralitas yang tinggi akan menjadikan bangsa kedepan menjadi lebih baik,” kata Hery Subiansa di hadapan dua ratusan mahasiswa Unimed yang sangat antusias mengikuti acara.

Dalam ceramahnya, Hery Subiansa mengatakan, harapan bangsa ini ada di tangan generasi muda. Generasi muda yang menjadi harapan bangsa ini harus menjadi pemimpin yang bersih dan bebas korupsi demi kesejahteraan masyarakat. “Jadilah pemimpin seperti air mancur yang membasahi sekelilingnya. Maksudnya, yang memperhatikan hingga lapis bawah. Tapi jangan menjadi pemimpin seperti  taman yang selalu minta disiram tapi tdak bisa menyirami. Jangan pernah berharap bisa merubah dunia kalau kita tidak pernah merubah diri sendiri. Mulailah merubahnya dari sekarang, kalau bukan dari sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi,” pesan Hery Subiansa.

Acara ini dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang diwakili oleh Dir Binmas Poldasu Kombes DR H Hery Subiansauri, SH,MH,  Rektor Unimed Prof Dr Ibnu Hajar MSi, Kasubdit Bin Kerma DIT Binmas Poldasu AKBP Jiddin Siagian, SH,MH, Pusham Unimed Masda, dan para dosen Unimed. Acara diakhiri dengan pemberikan cinderamata dari Dir Binmas Poldasu Kombes DR H Hery Subiansauri, SH,MH kepada Rektor Unimed Prof Dr Ibnu Hajar MSi. Selain itu juga memberikan bingkisan helm dan payung bagi mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab yang digelar dalam acara itu. (*)

Cara Alami Mengatasi Kantung Mata

Kantung mata bisa sangat mengganggu penampilan  kaum hawa. Munculnya kantung mata bisa dianggap sebagai stres karena tidak bisa tidur atau hal lainnya. Yang harus diketahui  adalah kulit di sekitar mata lebih tipis atau bisa juga dibilang sangat tipis dibanding dengan area lain. Oleh karena itu, area ini juga lebih mudah bengkak.

“Kulit di daerah mata memang sangat tipis, sensitif, dan kandungan kelembabannya paling rendah dibanding bagian wajah lainnya. Pada daerah seputar mata ini juga muncul kerutan yang mengering akibat pertambahan usia yang menunjukkan tanda-tanda penuaan. Kurang tidur atau terlalu lama di depan komputer juga menyebabkan mata lelah dan muncul lingkaran hitam,” kata Dokter dan Konsultan di Klinik Perawatan Wajah VZ Skin Care Jalan Dr. Mansyur Medan, dr Dara Caprina.

Perlu diketahui, kata Dara, otot mata yang bergerak sekurang-kurangnya 100.000 kali dalam sehari, akan memudahkan munculnya kerutan, garis halus, lingkaran gelap di kantung mata, mata yang nampak sembab dan tidak segar.

Dibawah ini adalah beberapa cara alami untuk menghilangkan kantung mata.

  • Menggunakan minyak pijat yang mengandung vitamin E di daerah sekitar mata dengan menghindari kontak langsung terhadap mata Anda.
  • Anda dapat menggunakan concealer make-up, penggunaan ini sifatnya hanya sementara saja karena make-up tersebut hanya menyembunyikan kantung mata.
  • Jangan tidur kurang dari 8 jam dalam sehari dan tidur secara teratur. Karena kurang tidur adalah faktor yang paling mempengaruhi terjadinya proses pembentukan kantung mata anda.
  • Jangan meremehkan Air Putih, karena segala sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan pasti berhubungan langsung dengan air putih.
  • Gunakan kentang sebagai masker sebelum anda tidur setiap malam, gunakanlah parutan kentang yang telah diperas airnya lalu kenakanlah sebagai masker.
  • Perbanyak mengkonsumsi
  • Lakukanlah olahraga setiap hari secara rutin
  • Gunakan irisan timun lalu tempelkan pada mata anda.
  • Gunakan kapas yang telah dicelupkan kedalam air mawar lalu tempelkan didaerah mata anda.
  • Gunakan Kantung teh celup yang telah dingin lalu tempelkan pada mata anda. (ram/bbs)

Ceko Tutup Jalan, Warga Tetap Happy

TIDAK tampak kepanikan dari Republik Ceko setelah dihantam Rusia 1-4 di laga perdana Jumat lalu (8/6). Itu tampak saat Petr Cech dkk bersiap menjalani latihan di Stadion Oporowska, Wroclaw beberapa hari sebelum laga. Mereka bertolak dari hotel pukul 10.30 waktu setempat, tepat habis sarapan. Mereka tampak santai, relaks, dan percaya diri.

Timnas Ceko memilih Hotel Monopol sebagai tempat base camp. Letaknya tidak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 1 km dari stasiun sentral. Sebenarnya, itu kawasan sibuk. Plus berdekatan dengan fan zone Wroclaw yang hanya berjarak 500 meter. Namun, karena Wroclaw sendiri kotanya cukup tenang, tidak tampak banyak aktivitas di sekitarnya.

Apalagi, polisi sengaja menutup beberapa ruas jalan yang langsung menuju Monopol. Semua jalur dialihkan. Bahkan tram yang biasanya bisa lewat depan hotel pun diberi jalur memutar. Praktis, Hotel Monopol hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

Itu sebabnya tidak tampak banyak fans berkumpul di depan hotel. Hanya ada beberapa fans beratribut Polandia, tidak sampai 30 orang. Mereka cukup bersemangat ketika pasukan Michal Bilek muncul dari hotel, naik ke bus. Terutama kala Cech yang muncul. Serta-merta mereka meneriakkan nama penjaga gawang Chelsea tersebut.

“Kami mendukung timnas kami sendiri. Tapi pada dasarnya orang Polandia cukup menyukai Ceko. Kami bersahabat,” ungkap Przemyslaw Mospan, salah seorang fans tersebut. “Sayang sekali mereka kalah dari Rusia cukup telak. Nanti, melawan Yunani, kami akan mendukung Ceko lagi,” lanjutnya.
Bagi Ceko, laga melawan Yunani besok (12/6) adalah do or die. Jika kalah, mereka harus angkat koper. “Kami menyukai mereka, tapi tentu tidak akan mengalah. Jika Ceko kalah dari Yunani, tentu kami tidak mau membantu mereka lolos. Kami akan kembali mendukung Polandia di pertandingan terakhir Grup A,” papar Mospan dengan bersemangat.

Ceko sendiri menyewa dua tempat di kawasan Swidnica, Wroclaw. Selain hotel Monopol, mereka juga membuat sebuah gedung pertunjukan tutup tiga pekan. Ya, Ceko menyewa gedung bernama Teatr Lalek hingga akhir pekan depan (18/6). “Teater tutup. Sudah disewa oleh tim Ceko,” tegas seorang petugas keamanan yang menjaga teater.

Pengamanan cukup ketat meski pemain Ceko tidak sedang berada di tempat tersebut. Namun pengamanan masih dianggap perlu karena mereka hanya menyewa sebagian dari taman di samping Teatr Lalek. “Sebenarnya tempat ini cukup terbuka. Not safe enough,” kata si petugas.(na/jpnn)

Lagi, Penderita Atresia Billier Ditemukan di Medan

MEDAN-Raja, bayi berusia 10 bulan, terbaring lemah di RS Pirngadi Medan. Perutnya membesar dan terus membesar. Anak pasangan Tuti dan M.Aswin yang berdomisili di Jalan Melati Belawan divonis menderita penyakit kelainan hati atau dalam bahasa medis dikenal dengan atresia billier.

Akibatnya, Raja hanya bisa tidur dengan posisi telentang di ruang perawatan anak lantai III RS dr Pirngadi Medan. Nani (55) sang nenek, saat ditemui di ruang perawatan mengatakan, kelahiran Raja mulai ditandai dengan matanya yang berwarna kuning.

“Bahkan di usia enam bulan Raja mudah mengalami masuk angin yang tak kunjung sembuh meskipun telah diobati ke berbagai tempat seperti Puskesmas hingga orang pintar,”tutur Nani, Senin sore (11/6).

Seiring berjalannya waktu dan ditandai dengan semakin membesarnya perut sang bayi, menjadi alasan keluarga memutuskan untuk membawa Raja ke dr Pirngadi, pada bulan Mei lalu dengan status pasien pengguna Jamkesmas. Bahkan dari pengakuan Nani, ibu kandung Raja belum mengetahui kondisi buah hatinya itu karena tengah bekerja di Malaysia sejak enam bulan yang lalu.

“Waktu ibunya berangkat, perut Raja belum seperti ini besarnya,” ungkap Nani yang saat itu tengah ditemani Wita (20), tante bayi tersebut.
Kini dengan kondisi Raja yang harus mengkonsumsi susu setiap tiga jam sekali dan dibalik keterbatasan ekonomi keluarganya,  Nani berharap adanya bentuk kepedulian dari para dermawan. Semua itu tak lain untuk bisa membantu keluarga mereka dalam meringankan beban dan demi kesembuhan sang bayi.

Kasubbag Hukum dan Humas RS dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin saat dikonfirmasi mengakui, jika bayi tersebut tidak hanya mengalami kelainan hati namun juga mengalami kelainan pada fungsi hatinya atau disebut cyprosis hepatis. Bahkan lanjut Edison, untuk penanganan kondisi bayi, kini Raja langsung ditangani oleh dokter spesialis anak, Berlan SpA.

“Perutnya terus membesar karena kelainan fungsi hati yang dialaminya. Sedangkan menurut dokter yang menanganinya, kemungkinan Raja mengalami gangguan ginjal dan tumor,” ujarnya.

Penyakit atresia billier ini menurut dr Sugiani SpA adalah jenis yang jarang ditemui dan memerlukan biaya yang cukup besar untuk pengobatannya. “Penyakit ini bisa disembuhkan melalui operasi. Hanya saja kasus seperti ini memang ada ditemukan tetapi tidak banyak,” ujar Sugiani singkat.
Selain Bilqis bocah penderita atresia billier yang sempat menarik perhatian masyarakat Indonesia, atresia billier sebelumnya juga dialami oleh Melati, putri pasangan Yuli Afrizal dan Meirika yang berdomisili di kawasan  Jalan Cilacap, Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan. Semula, bocah berusia lima tahun itu mendapatkan pertolongan, namun akhirnya meninggal pada awal Februari 2011 lalu.

Bahkan saat itu Melati sempat mendapatkan lampu hijau dari tim medis asal Frankfurt, Jerman Barat, untuk segera dioperasi di negara tersebut lewat pendanaan oleh sejumlah donatur dari Jerman. Namun karena tingginya biaya yang harus disediakan yakni lebih dari Rp1 miliar, para donatur tidak menyanggupi jika harus membiayai seluruhnya. Sehingga Paman Melati yang berdomisili di Jerman harus mencari donatur tambahan.
Sayangnya belum lagi dapatkan donatur tambahan, Melati harus menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan dari kediaman menuju RS Sari Mutiara Medan, yakni tempat Melati pernah mendapatkan perawatan selama lebih kurang enam bulan lamanya. (uma)

Sisa Keyakinan

Yunani vs Republik Ceko

WROCLAW- Grup A sebenarnya mengunggulkan Rusia dan Republik Ceko untuk melaju ke perempat final. Keberadaan tuan rumah Polandia dan Yunani sebenarnya lebih kepada pelengkap meskipun kadang berpotensi memberi kejutan. Sayang, kejutan buruk justru berpihak kepada Ceko. Di partai perdana Peter Cech dkk dibantai Rusia 4-1.

Dengan demikian, untuk bertahan di turnamen empat tahunan ini lebih lama, Ceko mau tak mau meski menang kontra Yunani, malam ini. Yunani sedikit lebih baik karena sudah kantongi satu angka hasil imbang atas tuan rumah Polandia di partai pembuka 8 Juni lalu.
Syukurlah Ceko masih punya sisa-sisa kepercayaan untuk membalikkan keadaan. Target melawan Yunani adalah kemenangan. Cech sudah menyatakannya. “Kadang game ini tidak sesuai dengan rencana,” kata Cech seperti dilansir Goal.

“Piala dunia 2006 kami memulai dengan menang 3-0 atas Amerika. Tapi pada akhirnya kami tak lolos dari grup. Kami berharap kali ini kebalikannya. Kalah dulu tapi lolos,” sambung kiper Chelsea itu.

Cech dan skuad Ceko lainnya sadar, jika sampai kalah lagi maka mimpi buruk akan jadi nyata. “Maka itu kami menarget menang atas Yunani. Ini game yang sangat menentukan,” lanjutnya.

Sedangkan pelatih Ceko, Michal Bilek menjelaskan bahwa timnya harus tampil lebih baik lagi untuk bisa meraih poin penuh melawan Yunani. Baginya, kehilangan poin mutlak maka peluang untuk lolos ke babak berikutnya akan semakin tipis bahkan bisa tertutup.

“Pertandingan kedua ini menjadi kunci bagi kami. Kondisi kami sangat krusial karena belum memiliki poin,”  ujarnya seperti dilansir AFP.
Bilek memaparkan bahwa titik lemah timnya ada pada lini belakang yang kerap melakukan kesalahan. Dia menilai sangat bertolak belakang dengan kekuatan lini belakang Ceko di babak kualifikasi yang hanya kebobolan 8 gol dari 8 laga.

Untuk itu, Pelatih 47 tahun tersebut akan membenahi kerja sama empat bek mereka, Gebre Selassie, Roman Hubnik, Thomas Sivok, Michal Kadlec. Perhatian utama Bilek ditujukan kepada pertahanan sisi kiri yang dijaga Kadlec karena sering kecolongan hingga bisa diobarak-abrik.
“Kami akan melakukan Improvisasi di lini belakang. Kami juga mencoba mengkombinasikan pemain agar lebih kuat,” terangnya.
“Kami melihat pemain belakang lebih sering kehilangan bola, terutama di sisi kiri. Ini akan sulit jika terjadi lagi,” tambah Bilek.
Di sisi kiri pertahanan, posisi Kadlec jika memang dianggap kurang bakal digantikan oleh David Limbersky. Namun, Bilek tentu tidak akan dengan mudah mengganti Kadlec mengingat pengalamannya bersama klub Bayer Leverkusen.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada koreksi bagi lini per lini timnnya. Bilek menyebut jika pemain-pemainnya terlalu mudah kehilangan bola. Itu yang membuat permainan timnya tak mampu berkembang dan terus tertekan hingga akhirnya lini belakang banyak melakukan kesalahan.
“Kami butuh semangat tambahan para pemain. Tim ini harus meningkatkan permainan untuk membuka peluang lolos ke babak berikutnya,” tutur Bilek.
Sementara kubu Yunani harus membayar mahal satu angka dari Polandia. Mereka dipastikan tidak akan diperkuat dua pemain pilarnya melawan Ceko.
Avraam Papadopoulos terkena cedera, sedangkan Sokratis Papastathopoulos menjalani akumulasi kartu pasca dihadiahi dua kartu kuning oleh wasit dalam laga melawan Polandia. Bahkan, Papadopoulos sampai harus dipulangkan ke Yunani lantaran sudah pasti tidak bisa lagi memperkuat negaranya di ajang bergengsi empat tahunan itu.

Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan tim Yunani seperti dilansir dari situs UEFA, Papadopoulos terkena cedera robek otot ligament pada lutut kirinya. “Dari hasil scan tim dokter, dia mengalami robek ligament anterior dan terkilir di ligament kolateral lutut kirinya,” tulis sumber tersebut.
Parahnya, cedera tersebut kemungkinan besar bakal membuat karier pemain berusia 27 tahun itu harus terhenti sementara dalam enam bulan ke depan. Dengan dipulangkannya Papadopoulos tersebut, berarti kekuatan lini pertahanan tim jawara Euro 2004 bakal semakin berkurang. Padahal, mereka masih harus melakoni dua laga penyisihan lagi.

Seperti yang diberitakan di AP, pelatih Yunani Fernando Santos mengaku sangat terpukul mendengar kondisi terakhir salah satu penggawa andalannyanya itu. Dia tidak pernah mengira cedera pemain andalan dari klub Olympiakos itu bisa sampai separah itu. (aam/ren/jpnn/ful)

Program Rumah Murah hanya Pembohongan

JAKARTA-Konsep murah dan menarik dari show unit atau rumah contoh rumah murah di kantor Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sempat pernah mengundang decak kagum pejabat pemerintah. Salah satunya adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan pernah sengaja datang melihat rumah tersebut pada pertengahan bulan April lalu.

“Saya ke sini karena tergoda promosi Menpera, karena ada rumah tipe 45 yang dibangun di halaman parkir kantornya. Selain itu, juga ingin tahu rumah tipe 36 yang dibangun dengan dana Rp25 juta,” ujarnya.

Dahlan memuji-muji konsep rumah murah tersebut: sederhana, tetapi baik untuk masyarakat Indonesia berpenghasilan rendah.

Boleh jadi, sikap pejabat pemerintah akan mendukung. Namun, di mata pengembang, program rumah murah ini justru masih diragukan, mulai dari spesifikasi bangunan sampai harga rumah yang senilai Rp 25 juta. Pengembang menganggap hal itu tidak masuk akal.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, konstruksi rumah murah berdinding beton dengan sistem pracetak ini akan sulit direnovasi. Konstruksi yang berbeda dengan cara konvensional ini akan menyulitkan pemilik rumah ketika hendak merenovasinya.

Tak hanya sulit, Setyo khawatir renovasi rumah murah akan membutuhkan biaya lebih tinggi. Selain konstruksi, lanjut Setyo, pengembang juga meragukan “murahnya” harga rumah tersebut. Ia mengatakan, bila dihitung dengan memasukkan keramik, plafon, dan atap asbes, harganya jelas melebihi Rp25 juta.

“Kalau dihitung-hitung harganya Rp32 juta, sama seperti yang dibuat oleh para pengembang sebelumnya,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Ketua Apersi) Eddy Ganefo ketika dihubungi, sepakat dengan pernyataan Setyo. Ia mengatakan, rumah seharga Rp25 juta itu hanya untuk bangunan atap, dinding, dan lantai.

“Benar, Rp25 juta itu tanpa keramik, tidak dicat dan diplester. Rumah contoh itu kalau diaplikasikan harganya Rp40 juta-Rp45 juta dengan aksesori tidak semewah ini. Rumah ini seperti pembohongan publik saja,” katanya.

Mengenai keinginan membangun rumah Rp25 juta ini, Eddy mengatakan bahwa pihaknya siap saja membangun persis seperti rumah contoh di halaman parkir Kemenpera asalkan Rp25 juta itu mencakup semuanya.

“Kami mau, asalkan Rp25 juta persis seperti itu. Tapi, saya pastikan konseptornya tidak mau karena pasti merugi,” ujarnya. (net/bbs)

Warga Jahit Mulut di DPRD Sumut

MEDAN-Keluhan tak kunjung diterima, dua warga dari Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri, Norman Sidabutar (36) dan H Silitonga (32), melakukan aksi jahit mulut di depan Gedung DPRD Sumut, Senin (11/6) malam. Tak kuat menyaksikan kejadian itu, istri-istri mereka menangis histeris dan minta pejabat segera mengusut kasus ini.

T Simatupang, pimpinan Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri mengatakan, aksi yang dilakukan kedua temannya itu karena sudah merasa putus asa sebab keluhan mereka tak juga digubris oleh pejabat yang ada di NKRI khususnya yang ada di Sumut.

“Kami minta agar kasus tanah yang kami alami diusut tuntas agar teman kami Sinur Situmorang dibebaskan. Teman kami itu ditahan tanpa alasan yang jelas dan penjelasan serta kepolisian juga tak ada menjelaskan apapun,” sebutnya di depan Gedung DPRD Sumut.

Disebutkannya, semua pejabat jangan tutup mata dan jangan membiarkan kasus ini berlanjut. “Pejabat di Sumut harus mengusut ini dan jangan pernah membiarkan rakyat semakin tertindas,” akunya.

Brilian Mochtar, anggota DPRD Sumut, saat di lokasi mengatakan jangan membiarkan hal seperti ini terulang kembali. “Aksi seperti ini karena kekesalan mereka terhadap hukum dan negara ini, di mana kepercayaan masyarakat terhadap hukum sudah berkurang,” jelasnya.

Dia menambahkan, permasalahan kasus tanah ini jangan sampai masyarakat melakukan hal nekat seperti yang terjadi di Jakarta. “DPRD Sumut harus membuat Pansus terhadap kasus ini. Pejabat, DPRD Sumut, Kapolda Sumut, BPN Sumut dan semua pihak harus membuat Pansus secepatnya. Penangkapan terhadap warga ini jelas sudah tak mempunyai alasan hukum yang jelas dimana warga ditahan dan rumahnya dihancurkan,” pintanya. (jon)

60 Pelajar Pakpak Bharat Masuk PTN Jalur Undangan

Pakpak Bharat- Sebanyak 60 pelajar SLTA se Kabupaten Pakpak Bharat, masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia melalui jalur undangan. Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat, Jalan Berutu SPd, pada wartawan Senin (11/6).

Jalan Berutu menambahkan, bahwa kualits pendidikan di Kabupaten Pakpak Bharat, semangkin maju hal ini bentuk perhatian serius dari Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu MBA Bupati.’’Pembangunan gedung sekolah dari tingkatan PAUD hingga SLTA, sudah dilengkapi sarana dan prasarana penunjang sekolah. Sistem pendidikan di Pakpak Bharat ini, kian membaik terbukti bertambahnya setiap tahun pelajar yang masuk Perguruan Tingggi Negeri, melalui jalur undangan,’’ ujar Jalan Berutu.

Bupati Pakpak Bharat, sambung Berutu, juga memberikan perhatian bagi pelajar di Kabupaten Pakpak Bharat, dengan memberikan bantuan beasiswa bagi yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). ‘’Hasil Ujian Ahir Nasional (UAN) di Kabupaten Pakpak Bharat, dari tingkat SMP,SMA, dan SMK tahun ajaran 2012 ini, sangat luar biasa dengan nilai kelulusan 100 persen. Ini membuktikan bahwa keseriusan Remigo untuk mendongkrak sektor pendidikan, di Kabupaten Pakpak Bharat,’’ sebut Jalan Berutu. (mag-14)

Dam Truk Masih Beroperasi Pukul 19.00 WIB

081370185xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan c/q Kadis Perhubungan Kota Medan. Kami bingung mengenai Perda Wali Kota Medan yang menegaskan kepada dam truk tidak boleh beroperasi di beberapa ruas jalan sampai jam 19.00 WIB. Diantaranya di Jalan Kapten Sumarsono yang bercabang ke Jalan Restu Helvetia Timur, tapi kenyataannya dam truk tidak pernah mengindahkan itu. Apakah Pak Dishub tahu akan hal itu atau pura-pura tidak tahu atau Perda itu tidak ada artinya dan tidak perlu dijalankan? Lebih baik Bapak Dishub memikirkan resiko apa yang dialami masyarakat. Terima kasih.

Segera Dilakukan Tindakan

Terima kasih atas informasinya. Untuk hal ini kami akan langsung menyampaikannya ke dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Medan untuk segera dilakukan tindakan.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan