Home Blog Page 13458

Penjaga Malam Tewas Dibunuh di Kamar Mandi

MARELAN-Khairuddin (50) warga Jalan Abdul Sani Muthalif Kampung Tengah Lingkungan IX Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Minggu (27/5) malam sekira 21.00 WIB tewas. Dia mengalami sejumlah luka tikam pada bagian perut dan punggung.

Diduga motif pembunuhan yang dilakukan empat orang pelaku tersebut dipicu oleh persoalan pekerjaan yang dilakoni korban sebagai penjagan malam disebuh ruko di Marelan. Keterangan dihimpun sumut pos di sekitar lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa pembunuhan dimaksud bermula ketika korban didatangi keempat pelaku. Saat itu antara ayah tiga anak ini terlibat pertengkaran mulut.

“Awalnya tadi sekira pukul jam dua siang pelaku sempat bertamu ke rumah Bang Khair, kabarnya mereka sempat ribut. Tapi apa yang diributkan aku tak tahu pesis, cuma kabarnya ada permasalahan pekerjaannya,” kata, Mariam salah seorang keluarga korban.

Tak berselang lama setelah terjadinya keributan, para pelaku lalu meninggalkan kediaman korban. Dan pada malam harinya sekira pukul 21.00 WIB, para pelaku kembali datang ke rumah korban. Kali ini para pelaku datang dengan membawa senjata tajam (sajam). “Pada saat datang yang kedua kalinya sekitar jam sembilan malam, yang membukakan pintu istri Bang Khair dan istrinya sempat ribut sama pelaku,” ucapnya.

Pelaku yang diduga kesal dengan perkataan korban langsung menuju ke kamar mandi, tanpa banyak tanya dua di antara ke empat pelaku lantas mengayunkan sajamnya ke bagian perut, dada, punggung dan tangan, Khairuddin. Sedangkan dua pelaku lainnya menunggu di teras rumah. Usai melakukan aksinya para pelaku langsung melarikan diri.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut mendapati korban sudah dalam kondisi terkapar di dalam kamar mandi selanjutnya membawa, Khairuddin ke RSU Wulan Windi di Jalan Marelan Raya Pasar V Kecamatan Medan Marelan. Namun akibat luka diderita korban cukup parah, akhirnya pria bercucu satu inipun meninggal dunia.

Kanit reskrim Polsekta Medan Labuhan, AKP Oktavianus yang tiba di rumah sakit guna menyelidiki peristiwa pembunuhan dimaksud ketika ditanyai membenarkan.”Motif pembunuhannya masih kita selidiki, sedangkan pelakunya masih dalam pengejaran,” tandasnya.(mag-17)

Petir Nyambar, Listrik Padam

PLN tak Mau Ambil Risiko, Warga Medan Diminta Maklum

MEDAN-Anomali cuaca yang terjadi di Kota Medan menimbulkan banyak keresahan. Selain pohon dan papan reklame bertumbangan, listrik juga sering padam. Pihak PLN mengaku tidak mau ambil risiko. Jadi, ketika petir datang, maka listrik dipadamkan.

Setidaknya hal ini diungkapkan manajer PLN Area Medan, Ir Abd Haris Nasution, kemarin. Menurut Haris, listrik padam yang berulang kali beberapa waktu ke belakang bukan tanpa sebab. “Petir menyambar instalasi sehingga alat otomatis (relay) memadamkan listrik untuk pengamanan mesin pembangkit,” katanya.

Raidir Sigalingging pun menyatakan hal yang sama. Intinya, PLN tidak mau ambil risiko ketika cuaca buruk, apalagi ada petir. Ketika cuaca demikian, PLN akan langsung melakukan pemadaman untuk menghindari gangguan ataupun kerusakan jaringan listrik seperti trafo listrik. “Kalau tidak dimatikan, bisa-bisa trafonya terbakar disambar petir,” kata Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Wilayah Sumut itu.

Dia menyebutkan setiap gangguan jaringan listrik karena trafo rusak petugas PLN terus melakukan pemeliharaan jaringan listrik agar pasokan daya listrik ke pelanggan tetap normal. Namun, karena cuaca sangat ekstrem disertai hujan, angin, dan petir membuat trafo menjadi rusak kembali. “Kita terus lakukan penekanan terhadap kerusakan pada trafo ini. Soalnya harga trafo pun bisa mencapai Rp40 jutaan per unit,” jelas Raidir.

Raidir berharap para pelanggan bisa mengerti keadaan karena pemadaman bersifat nonteknis. Pemadaman yang dilakukan pihaknya tidak terencana atau secara spontan atau tidak sempat memberitahukan kepada masyarakat.

Sejatinya, menurut Harris lagi, pemadaman listrik di Medan itu karena tiga hal. Yakni defisit (kurang pasokan), adanya pemeliharaan (terencana) dan adanya gangguan jaringan distribusi (bencana alam) ataupun kerusakan mesin. “Dan bencana alam ini tidak bisa diduga seperti 8 Mei lalu ada sekitar 58 pohon yang tumbang dan menimpa jaringan PLN sehingga mengakibatkan padamnya listrik hampir setengah Kota Medan,” kata Haris didampingi Humas Ade Budhi dan Asmen Niaga Mustaf Rizal.

Dikatakan Haris, kalau pemadaman siang hari biasanya karena pemeliharaan (terencana) jadwalnya mulai jam 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Dan untuk menyambut Ramadhan memang saat ini sedang gencarnya dilakukan pemeliharaan jaringan dan mesin. Kalau ada pemadaman listrik, diharapkan masyarakat bisa maklum.

Diakui Harris, pekerjaan untuk melayani 530 ribu pelanggan di Medan bukanlah mudah dan untuk itu perlu kerja keras. Pemadaman yang terjadi bukanlah kemauan PLN dan PLN akan tetap berusaha memberikan yang terbaik. Kalau defisit pelanggan industri yang dipadamkan.

Cuaca Medan Masih Rawan

Apa yang diungkapkan pihak PLN sejurus dengan keadaan cuaca di Medan dan Sumut. Potensi petir, angin kencang, dan hujan memang cukup besar. Bahkan, angin puting beliung atau angin kencang dan petir dengan kecepatan angin mencapai 30 knot. “Dengan kekuatan seperti itu dapat merobohkan pohon dan baliho,” sebut Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Sumut dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Hendra Suwarta kepada Sumut Pos, Minggu (27/5).

Cuaca yang berlangsung seperti itu, lanjutnya, disebabkan pergerakan awan Comulunimbus. “Ini pergerakan awan itu masih di area Sumut dan sekitarnya,” katanya.

Terkait suhu udara antara pagi menjelang siang yang relatif sangat panas, Hendra menuturkan, kisaran suhu yang ada antara 33 sampai 35 derajat celsius. Namun, lanjutnya, cuaca yang berlangsung dalam rentang waktu hampir satu-dua bulan ini akan segera berakhir pada bulan depan. “Tapi Agustus nanti naik lagi. Dan puncaknya pada Oktober, yang merupakan puncak hujan kedua setelah puncak hujan pertama pada  Mei ini,” tegasnya.

Selain itu, banjir juga mengintai.  “Seperti lalu-lalu, pagi sampai siang biasanya panas dan ada sedikit mendungnya. Sore sampai malam baru turun hujan. Di Sumut ini berbeda-beda intensitas dan curah hujannya. Di Medan juga relatif tinggi, dengan potensi banjir. Artinya, di Medan harus waspada banjir. Selain dari curah hujan itu, tapi bisa juga dari banjir kiriman. Makanya, warga Medan yang ada di bantaran sungai untuk tetap waspada,” tambah Hendra.

Terkait dengan itu, di Labuhanbatu Selatan (Labusel) akibat cuaca buruk, aliran listrik terganggu selama dua hari di kawasan Perkebunan PT Lonsum Sei Rumbia, Kecamatan Kotapinang. Manajer PLN Ranting Kotapinang, Tukimun mengatakan, sedikitnya 20 tiang konstruksi aliran listrik di Jalan lintas Sumatera mengalami kerusakan akibat dihantam angin putting beliung, Sabtu (26/5), sore. “Yang harus kami perbaiki ada 20 tiang listrik. Maka perkiraan kita untuk memperbaiki itu memakan waktu selama dua hari ini. Akibatnya, aliran listrik PLN belum bias hidup dua hari belakangan ini didaerah perkebunan Sei Rumbia,” katanya.

Korban Tewas Tertimpa Pohon Dapat Bantuan

Di sisi lain, Pemko Medan akan memberikan bantuan terhadap korban tewas akibat tertimpa pohon tumbang karena angin kencang pada Sabtu (26/5) lalu. Namun, Wali Kota Medan Rahudman Harahap akan memastikan lebih dahulu data korban tersebut.

“Akan kita cek dulu soal korban tewas itu,” katanya usai melepas peserta fun bike dalam acara car free day di Jalan Gatot Subroto Medan, Minggu (27/5) pagi.

Rahudman pun mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap pohon-pohon di pinggir jalan khususnya yang sudah rapuh. “Agar pengguna jalan tidak terganggu,” ucapnya. Selain pohon, lanjut dia, evaluasi terhadap papan reklame yang berdiri di pinggir jalan juga akan dilakukan.

Apa yang akan dilakuakn Pemko dianggap Anggota Komisi D DPRD Medan, Juliandi, emmang sudah seharusnya. Pasalnya, sudah banyak korban berjatuhan. ” Dinas Pertamanan Kota Medan harus cepat tanggap mengantisipasinya,” ucap Juliandi.

Dijelaskannya, Pemko harus mempunyai data pohon yang sudah tua dan rawan tumbang. “Dengan begitu, pohon yang sudah rawan, segera dilakukan peremajaan. Begitu juga dengan papan reklame yang sudah habis izinnya, harus segera dibongkar dan dilakukan evaluasi agar kekuatan pondasinya tetap terjaga,” cetusnya.

Menurutnya, terhadap korban yang tertimpa pohon milik Pemko Medan harus ada tanggung jawab sosial dari Pemko. “Tanggung jawab itu perlu sekali dalam bentuk sosial kepada korban yang tertimpa,” jelasnya mengakhiri.

Seperti diketahui, seorang pengendara sepeda motor, Sumardi (42), warga Jalan Cengkeh 12, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Perumnas Simalingkar tewas akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan SM Raja, tepatnya di depan Kantor Dinas Kehutanan Sumut.. Saat itu, hujan deras disertai angin kencang mengguyur kota Medan, sekitar pukul 19.45 WIB. (ila/ari/adl/smg)

232 Polisi Langgar Disiplin

16 Terlibat Narkoba

MEDAN- Mulai Januari hingga Mei 2012 sebanyak 232 personel polisi di jajaran Polda Sumut melakukan pelanggaran disiplin. Dari 232 personel sebanyak 10 personel sudah selesai diproses dan 222 masih dalam proses.

“Dari 222 pelanggaran tersebut terdiri dari perwira menengah (pamen) 17 orang, perwira menengah atas (pama) 37 orang, sedangkan setingkat pangkat Brigadir 274 orang dan 1 PNS,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Raden Heru Prakoso, Minggu (27/5).
Menurut Heru, dua kasus tak terbukti sehingga dihentikan (SP-3) dan 8 sedang menjalani sidang disiplin.

“Hukumannya rata-rata teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat dan menunda pendidikan,” sebutnya.
Sementara dalam kasus pelanggaran disiplin penyalahgunaan narkoba sebanyak 16 personel.

“16 oknum di jajaran Polda Sumut ditangkap karena keterlibatan mereka dalam peredaran narkoba,” sambung Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Drs Andjar Dewanto.

Menurutnya, sebanyak 16 personel tersebut terancam sanksi pemecatan karena terbukti sah melanggar peraturan seperti yang diatur dalamn
Pasal 13 PP Nomor 2 Tahun 2003, tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Andjar mengungkapkan, dalam pasal tersebut, anggota Polri bisa diberhentikan dengan tidak hormat kalau melanggar sumpah dan janji atau kode etik profesi.

“Pangkat tertinggi yang ditangkap yakni AKBP Apriyanto Basuki Rahmat dan kini kasusnya sudah masuk dalam tahap persidangan di PN Medan,” jelasnya.

Menurutnya, ada lima perwira dari 16 anggota Polri sejajaran Poldasu yang terlibat peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Diterangkan Andjar, setelah ditangkap dan diproses maka seluruh oknum polisi akan diajukan ke pengadilan umum.

“Bila nanti dari pengadilan umum dijatuhkan vonis 3 bulan, maka sesuai dengan kebijakan dari kepolisian maka akan dipecat,” bebernya.
Andjar mengaku, pemecatan dilakukan jika kasusnya sudah di sidangkan dan hakim telah menjatuhkan vonis, yang kemudian akan dilakukan sidang kode etik dan jika terbukti, maka dilakukan pemecatan. (jon/adl)

Wali Kota Data Proses Izin City Check In

MEDAN-Wali Kota Medan Rahudman Harahap sedang melakukan pendataan terhadap proses izin perubahan peruntukan yang diajukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut).

“Sedang kita lakukan pendataan,” kata Rahudman.

Kepala Dinas TRTB Medan, Syampurno Pohan menambahkan, proses peruntukan sedang dalam proses dan menunggu pengesahan dari DPRD Medan. Begitu juga dengan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) masih dalam proses di Dinas TRTB.

Dikatakannya,  PT KAI Divre I Sumut mengajukan perubahan peruntukan dari jalur hijau ke bangunan umum.
Dengan adanya izin perubahan peruntukan, selanjutnya baru bisa dikeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB).
“Semua ada prosedurnya dan harus dipatuhi oleh siapapun. Kalau tidak ada izinnya, tentu tidak boleh ada pembangunan. Cuma kalau prosesnya agak lama, tentu harus bersabar,” ucapnya.

Ketua Komisi D DPRD Medan, Muslim Maksum mengatakan hingga saat ini permohonan perubahan peruntukan untuk bangunan terminal City Check In belum ada diterima DPRD Medan. Jika sudah disampaikan, akan segera memprosesnya sesuai dengan jadwal yang diatur Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan.

Humas PT KAI Drive Sumut-NAD, Hasrie mengatakan, sesuai prosedur pihaknya harus menuruti untuk mengajukan permohonan izin membangun.
Dikatakannya, pihaknya berharap bisa selesai sebelum tenggat waktu pembangunan berakhir.
Menurut Hasrie, pembangunan City Chek In tidak memperlebar, tapi hanya merenovasi dari lantai satu sampai lantai empat.
Manajer Hukum PT KAI, Yudi menilai Pemko Medan lamban mengeluarkan izin dan terkesan mempersulit PT KAI. (adl)

Angkutan Plat Hitam Dibiarkan

Pengusaha angkutan umum di Kota Medan tak menyetujui rencana Pemko Medan menertibkan angkutan kota (angkot) tua berpintu belakang. Kenapa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan, Mont Gomery Munthe.

Apa alasan pengusaha tidak menyetujuinya?
Wajar saja kami protes keras, selama ini angkutan umum plat hitam terkesan dibiarkan beroperasi secara bebas dan terbuka. Jadi kami tidak setuju dengan rencana Pemko Medan melakukan aksi penertiban oleh Timn Gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Satlantas Polresta Medan dan Denpom terhadap angkutan kota (angkot) tua pintu belakang.

Apa solusinya?
Jangan hanya angkot pintu belakang saja yang ditertibkan, tetapi angkutan liar plat hitam yang makin merajalela mangkal di sepanjang Jalan SM Raja juga ditertibkan. Mereka sama sekali tidak pernah membayar retribusi apapun, apalagi speksi/uji kendaraan, tidak masuk terminal, tidak membayar/memiliki izin trayek. Angkutan plat hitam sudah jelas-jelas merugikan negara miliaran rupiah. Ini sudah jelas merugikan kalangan pengusaha angkutan umum di Kota Medan termasuk pemerintah, karena tidak membayar retribusi dan speksi kendaraan secara rutin setiap enam bulan seperti angkutan umum.

Berapa kerugian bagi pengusaha angkot?
Akibat operasional angkutan plat hitam ini telah merugikan negara miliaran rupiah setiap tahunnya. Bahkan ditambah lebih sekitar 50 persen penumpang kendaraan umum milik anggota Organda yang jelas-jelas memiliki izin/jurusan AKDP diambil angkutan plat hitam. Bahkan, kita sangat menyayangkan itu terjadi di depan mata petugas.

Jika anggota Organda yang resmi memiliki izin operasional dan tak membayar secara rutin segala retribusi yang diminta pasti digusur oleh petugas bersama tim gabungan. Seperti contohnya, kalau anggota Organda membuat pool/terminal kecil pasti disebut mereka terminal liar. Dengan itu, kita menyatakan protes keras terhadap aksi penertiban ini, karena masih bebasnya angkutan plat hitam secara terbuka di depan petugas di lapangan.(*)

2.452 Peserta Ikuti UMPN Polmed

MEDAN- Sebanyak 2.452 peserta mengikuti Ujian Masuk Politeknik Negeri Medan (UMPN) gelombang pertama, di Kampus Polmed Jalan Almamater Kampus USU Medan, Sabtu (26/5).

Pembantu Direktur I Polmed, Ir Abul Basir MT mengatakan, UMPN ini rencananya akan digelar dalam dua gelombang. Gelombang kedua nantinya akan digelar Juni mendatang.

Sepanjang 30 tahun berdiri Polmed, sambung Abdul Basir, baru kali ini UMPN digelar dua gelombang, bahkan untuk gelombang pertama Polmed berani menggelar ujian sebelum pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Hal ini sengaja digelar untuk menguji kecintaan calon mahasiswa terhadap Polmed, serta ingin menyaring calon-calon mahasiswa yang memiliki basic yang kuat sebelum menjalani perkuliahan di Polmed.

“Selama ini ketika kami menggelar UMPN selesai SNMPTN, ada kesan yang masuk ke Polmed itu adalah mahasiswa ‘buangan’. Sekarang kami tidak mau itu, sebab alumni kami memiliki daya saing tinggi setelah tamat,” beber Abdul Basir.

Selain itu dari hasil penelitian para dosen Polmed, mahasiswa yang diterima lewat jalur UMPN seperti tahun-tahun sebelumnya banyak dikeluhkan para dosen.

Soalnya, mahasiswa tersebut sulit menangkap pelajaran yang disampaikan dosen. Lalu dengan pelaksanaan UMPN yang digelar sebelum SNPTN ini, maka diharapkan ke depan akan terjaring calon-calon mahasiswa Polmed pilihan.

“Ini pulahlah dasarnya saat kami mengumumkan hasil seleksi UMPN gelombang pertama ini nanti 9 Juni, kita akan memilih calon mahasiswa yang memiliki nilai pasegred  yang tinggi,” ujarnya.

Lantas berapa sebeneranya kuota mahasiswa baru Polmed tahun ini?

Ditanya begitu Abdul Basir yang kala itu didampingi Pembantu Direktur IV, Cipta Dharma menjawab untuk tahun ini jumlah mahasiswa baru Polmed yang bakal diterima yakni 1.500 orang.

Dari jumlah ini, kata Abdul Basir, yang akan diterima lewat jalur UMPN yakni sekitar 900 orang, sebab sisanya akan diterima lewat jalur undangan semisal bidik misi dan PMP (penelusuran minat dan prestasi).

Abdul Basir juga menyinggung jumlah peserta UMPN gelombang pertama  2.452 jauh dari prediksi. Soalnya, untuk tahun ini juga sistem pendaftaran dilakukan secara online dan membayar uang pendaftaran di PT Bank Sumut.

“Kami juga terkejut dengan jumlah ini, apalagi kami tahun sebenarnya jumlah calon mahasiswa yang bertanya soal seleksi Polmed ini berjumlah 4.000 orang, dan 2.452 orang yang membayar uang pendafaran ini. Ini merupakan jumlah yang tidak disangka-sangka,” ungkapnya.
Sementara itu secara umum pe laksanaan UMPN gelombang pertama berjalan lancar. Direktur Polmed,  M Syahruddin ST MT langsung meninjau pelaksanaan UMPN tersebut. Dia juga mengadakan dialog dengan sejumlah pengawas terkait kendala yang dihadapi saat pelaksanaan UMPN. (dra)

25 Biksu Ikuti Perayaan Waisak

MEDAN-Panitia pelaksana Hari Raya Waisak Tahun 2556 di Lapangan CBD Polonia Medan, mendatangkan 25 orang Biksu dari Negara Nepal, Minggu (27/5) siang. Kegiatan memperingati tiga pesan penting bagi agama Budha, sekaligus mendukung program Visit Medan Year 2012 sesuai dengan program Pe merintah Kota (Pemko) Medan.

“Ini merupakan kegiatan tahunan dengan melaksanakan ritual keagamaan sekaligus mendatangkan 25 orang biksu dari negara Nepal,” kata Kadisbudpar Kota Medan, Busral Manan, usai membuka pelaksanaan Hari Raya Waisak di CBD Polonia Medan.

Dikatakan Busral, kegiatan atas kerjasama Pemko Medan dengan Walubi (perwakilan umat Budha Indonesia) dan Majabumi. Melaksanakan wisata religi dengan kesenian tradisional dan juga diramaikan stan kuliner.

“Kegiatan ini juga menarik wisatawan karena acaranya lebih istimewa sekaligus mendukung program Visit Medan Year 2012,” cetusnya seraya menambahkan pihak Majabumi ikut berpartispasi menyerahkan 27 buah tong sampah.

Biksuni Mansen dari Vihara Maitri menjelaskan, kegiatan dimulai dengan persembahan, doa bersama dan melepas makhluk hidup ke dunia.
“Hal itu mempunyai pesan agar keharmonisan antara alam dan manusia tetap harmonis, selama ini gejala alam dari segi cuaca dapat menjadikan kebakaran, angin kencang,” ungkapnya.

Dengan mendatangkan 25 orang Biksu dari Negara Nepal, lanjut Biksuni Mansen, juga mendoakan agar alam ini tidak terjadi bencana dengan melakukan pertunjukan Himalaya.

“Selain melakukan kerjasama dengan Negara Nepal, ikut mendoakan agar alam tetap sejahtera dan bahagia dan kerukunan antar umat beragama juga dapat terjalin dengan harmonis,” bebernya. (adl)

Bawa Gas Oplosan, Sopir dan Kernet Diamankan

MEDAN-Satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel dengan nomor plat polisi BK 8657 MC bermuatan 200 lebih tabung gas elpiji seberat 3 kg, bersama sopir dan kernetnya diamankan Sat Reskrim Unit Ekonomi Polresta Medan, Sabtu (26/5).

Keterangan yang diperoleh, sopir Fadli Yusuf (40) dan kernetnya Ramadhan (32) diamankan polisi di Desa Saeintis, Kecamatan Percut Seituan, karena truk yang dibawanya membawa gas 3 kg oplosan.

“Dari laporan dari masyarakat gas elpiji seberat 3 kg kerap dioplos atau dikurangi isinya,” kata sumber di Mapolresta Medan. Guna proses lebih lanjut, keduanya kini masih dimintai keterangan, sedangkan barang bukti truk Colt Diesel kini diamankan dan diletakkan didepan ruang SKCK Mapolresta Medan.
Kanit Ekonomi Polresta Medan, AKP Bambang Ardi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pengembangan dugaan gas elpiji oplosan dan masih melakukan pengejaran terhadap penyalurnya. (adl)

Karyawati Duel dengan Tukang Las

MEDAN-Karyawati PT Karya Sukses, Susanti (24), warga Jalan Mesjid, Percut Sei Tuan adu jotos dengan tukang las Supriadi (33), warga Pasar II Marelan, di ruang kerjanya, Sabtu (26/5).

Berdasarkan keterangan, awal kejadian tersebut bermula saat Supriadi melalui anggotanya meminta sarung tangan kepada Susanti. Namun permintaan dari tukang las tersebut tidak terlalu diresponnya, pasalnya sarung tangan sesuai permintaan Supriadi tersebut kosong.

“Waktu itu dia suruh anggotanya minta sarung tangan untuk las. Karena nggak ada, mungkin saat itu dia merasa dilecehkan, itu yang menjadi awal penyebab perkelahian,” ungkap Susanti ketika melakukan visum di RSU dr Pirngadi Medan, Minggu (27/6).

Selanjutnya entah mengapa tiba-tiba saja Susanti yang bekerja sebagai admin di perusahaan dilempar gelas oleh Supriadi. Beruntung Susanti berhasil menghindarinya.

Merasa tak puas ayah beranak satu tersebut kembali melemparkan buku, dan mengenai badannya. Tak senang dengan perlakukan Supriyadi,  wanita berjilbab itu merasa kesal dan membalas lemparan buku dari Supriadi.

Melihat balasan dari Susan, Supriadi langsung dengan emosi tinggi mendatangi Susan dengan maksud memberikannya bogem mentah.

Namun Susan tidak tinggal diam, dengan bermodal sedikit kemampuan bela diri ia pun meladeni Supriadi. Akibat perkelahian yang tidak seimbang membuat Susanti mengalami luka memar di sekitar wajahnya. Beruntung, pertarungan tak seimbang itu terhenti, sebab Supriadi menyadari perkelahian diantara mereka terekam kamera CCTV perusahaan sehingga iapun meninggalkan Susanti. Akibat perlakuan kasar Supriyadi, Susanti melapor ke Mapolsekta Medan Timur. Susanti ditemani pamannya pun melakukan visum atas pemukulan yang dialaminya.

“Saya cuma mau dia dipenjara biar sadar kayak mana rasanya menyakiti orang lain,”ungkapnya sembari meninggalkan rumah sakit Pirngadi untuk kembali ke Mapolsekta Medan Timur. (uma)

Sudah 18.684 yang Mendaftar Ikut SNMPTN

MEDAN-Empat hari menjelang berakhirnya pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk jalur tulis, Kamis (31/5), jumlah pendaftar terus bertambah.

Hingga Sabtu (26/5), jumlah pendaftar SNMPTN jalur tulis di panitia lokal (panlok) Universitas Sumatera Utara (USU) mencapai 18.684 calon pendaftaran.

“Jumlah calon pendaftar untuk IPA 7.298 pendaftar,  IPS 5.158 pendaftar, dan  IPC 6.228,” terang Humas USU, Bisru Hafi, Minggu (27/5).
Sebelumnya Bisru juga mengatakan, untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pendaftar, Panlok USU juga sudah mempersiapkan lokasi ujian di 3 sektor yang dapat menampung hingga 33 ribu calon peserta.

“Sampai ditutupnya waktu pendaftaran, calon pendaftar diperkirakan akan terus bertambah. Banyaknya jumlah pendaftar bukan masalah karena panitia lokal telah menyiapkan lokasi yang tersebar di tiga sektor,”ucapnya.

Adapun lokasi ujian di dalam dan luar kampus terdiri dari Sektor I, IPC yakni mengambil lokasi di FKG USU dengan 14 lokasi ujian, Sektor II, atau IPA yakni berlokasi di Politeknik Medan dengan 16 lokasi, serta Sektor III, IPS yakni mengambil lokasi di Perguruan Yaspendhar dengan menggunakan 13 lokasi.

Bisru mengungkapkan, sesuai dengan pengumuman Panitia Pusat SNMPTN Tahun 2012, USU melalui SNMPTN Jalur Undangan pada tahun ajaran 2012/2013 menerima sebanyak 1.526 orang mahasiswa baru untuk 47 program studi S-1 reguler.

Seluruh peserta SNMPTN jalur undangan itu telah diumumkan secara resmi oleh Panitia Pusat sejak Sabtu (26/5) kemarin.
“Untuk hasil nama-nama peserta yang lulus, serta informasi dan syarat pelaporan dapat dilihat di www.usu.ac.id. Selain itu juga bisa dilihat di websetnya USU,”ujar Bisru.

Selanjutnya, katanya, bagi mahasiswa yang diterima diwajibkan untuk melakukan pelaporan pada tanggal 12 Juni pukul 08.00 WIB (eksakta) dan 13 Juni pkl 10.30 WIB (non eksakta) di Gelanggang Mahasiswa Jalan Universitas Kampus USU Medan.
“Untuk proses pelaporan tidak boleh diwakilkan dan harus dilakukan sendiri oleh pendaftar,” tuturnya. (uma)