Home Blog Page 13460

Tuhan Membuat Indah Pada Waktunya

DR RE Nainggolan MM

DR Rustam Effendy Nainggolan MM dikenal sebagai tokoh masyarakat Sumatera Utara. Pria kelahiran Pematang Siantar, 21 November 1950 ini merupakan tokoh yang aktif bergaul dengan masyarakat gereja di Sumut. Dalam kesaksiannya, mantan Sekda Pemerintah Provinsi Sumut yang akrab disapa RE Nainggolan ini membeberkan dulu ia hanya bercita-cita menjadi Camat, tapi kalau Tuhan memberikan lebih dari Camat, ia mengucap syukur.

Rupanya Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi suami Linda Mariany boru Sihombing ini. Kariernya di pemerintahan dimulai dari Staff Kantor Camat Pahae Jae, Kantor Camat Siborong-borong, Kabid Sosial Budaya Taput, Kadis Pendapatan Taput, Asisten Bidang Ekbang Taput dan Ketua Bappeda Taput. Lalu Sekretaris Wilayah Daerah Dairi, Bupati Taput, Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Provsu dan terakhir Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumut tahun 2008 sampai pensiun.

Lalu bagaimana dengan kariernya ke masa mendatang, ayah dari Septa Glory, Gabriel Renjana, Vera Reni, dan Gaza Renato ini mohon petunjuk dari Tuhan, biarlah Tuhan memberikan yang terbaik dalam hidup saya. Kalau dulu saya hanya bercita-cita menjadi Camat, tapi kalau Tuhan memberikan lebih dari Camat, maka saya mengucap syukur, ucap Direktur Pusat Studi Ekonomi Rakyat (PUSERA) Sumut ini.

Pria ramah dan rendah hati ini mengakui semua yang diraihnya kini merupakan berkat Tuhan yang harus disyukuri. Selain itu jemaat HKBP Sudirman Medan ini tidak pernah membayangkan rancangan indah yang diberikan Tuhan bagi masa depannya. Tapi putra kelima dari 11 bersaudara dari pasangan Sintua HKBP marga Nainggolan dan boru Marbun ini percaya Tuhan akan membuat indah pada waktunya. Kesaksian akan kebesaran kasih dan kuasa Tuhan tersebut selalu disampaikannya dalam moment rohani di gereja-gereja di Sumut. Ia percaya kasih dan pengorbanan Yesus di kayu salib, kebangkitan dan kenaikan-NYA ke rumah bapa di surga juga telah memberikan pengharapan dan sukacita bagi masyarakat Sumut. (rs/tms)

Negara Absen pada Kisruh HKBP Filadelfia

Pemimpin jemaat HKBP Filadelfia, Pendeta Palti Panjaitan, mengatakan bahwa hak asasi untuk beribadah dan untuk mendirikan tempat ibadah dari jemaat telah dilanggar dengan terang-terangan. Dirinya juga melihat sendiri bahwa aparat keamanan melakukan pembiaran terhadap masalah ini.

“Polisi tidak menindak massa yang menutup jalan umum. Polisi tidak bertindak padahal ada ancaman. Jadi korban yang dikorbankan,” katanya ketika mengadukan aksi intoleransi terhadap HKBP Filadelfia itu ke Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Kamis (24/5).

Menyangkut masalah perizinan pembangunan gereja, Pendeta Palti memastikan bahwa HKBP Filadelfia telah menempuh seluruh prosedur hukum dan administrasi yang berlaku di Indonesia. “Secara hukum, HKBP Filadelfia rasanya telah menjalani proses hukum yang berlaku di negeri ini. Sepertinya tidak hadir negara disana,” kata Pdt Palti.

Sebelumnya, keputusan pengadilan tata usaha negara Bandung, Jawa Barat, telah memperkuat izin mereka mendirikan bangunan ibadah. PTUN membatalkan SK Bupati Bekasi mengenai penyegelan. Bupati lalu ajukan banding ke tingkat pengadilan tinggi. Langkah itu berujung pada penguatan keputusan PTUN. Namun, Bupati tidak kunjung melaksanakan perintah pengadilan. Ironis! (miol)

 

Jadikan Doa Berdampak Positif Dalam Masyarakat

Adolfina Elisabeth Koamesakh MTh MHum, Dosen STT Paulus Medan

Berdoa sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Doa adalah nafas orang kristen. Tuhan Yesus telah menjadi teladan dalam berdoa (Matius 1 :35). Dia berdoa senantiasa dan berdoa juga untuk pagi, siang dan malam. Selain itu mengajarkan doa bapa kami dalam Matius 6 : 9. Dalam ajarannya Tuhan Yesus selalu mengajarkan umatnya untuk tetap berdoa dalam roh dan kebenaran Efesus 6 : 18.

Selain itu tanda akhir zaman telah nyata dalam Matius 24 : 42 ditegaskan agar berjaga dan selalu berdoa dalam mengadapi zaman yang akhir ini. Dia mengajarkan kita agar berdoa tidak bosan dalam memohon jawabannya. Bila kita ingin pemulihan rohani maka berdoalah dengan sungguh-sungguh dengan iman percaya.

Doa juga sebagai penggerak dalam kehidupan masyarakat. Diharapkan melalui doa terjadi gelombang baru perubahan dan kebangunan rohani di masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dosen Sekolah Tinggi Theologia (STT) Paulus Medan : Adolfina Elisabeth Koamesakh, MTh, MHum menanggapi dampak positip yang sebaiknya terjadi di masyarakat pasca Hari Doa Sedunia 2012 di Sumut di ruang kerjanya di kampus STT Paulus, kawasan Prumnas Simalingkar, Medan, kemarin.

Dijelaskan Pengkotbah di gereja dan Pembicara dalam berbagai seminar ini, doa berperan penting dalam menggerakkan sendi-sendi kehidupan masyarakat, melalui doa maka pembangunan dalam masyarakat akan berhasil dan tentunya didukung pula dengan usaha dan kerja keras segenap elemen masyarakat dan pemerintah. Dan doa juga sebagai penggerak pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain itu dalam menyukseskan pendidikan masyarakat, peranan doa orangtua sejak dini sangat diharapkan. “Saya teringat lagu Di doa Ibuku, namaku disebut seperti yang dinyanyikan oleh Nikita, bagimana peranan doa Ibu begitu dirasakan oleh anak-anaknya. Orangtua memiliki peranan penting dalam mendidik anak-anaknya dalam berdoa sejak kecil. Anak saya sejak kecil sudah dididik untuk berdoa dan mengandalkan Tuhan. Puji Tuhan, anak sulung saya : Sotiria Manalu sedang menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran UMI Medan dan putri bungsu : Angela Manalu menyelesaikan pendidikan di Kelas 6 SD dan sedang mengejar cita-cita menjadi bisnis women. Ini semua berkat doa dan pengharapan pada Tuhan, urai isteri Pater Dr CP Manalu MTh, Pimpinan Gereja Ortodox Indonesia ini dalam kesaksiannya. (rs/tms)

Kebangunan Rohani Landa Umat

Puncak Hari Doa Sedunia 2012 Sukses di Sumut

Jamahan roh kudus nyata terjadi dalam puncak World Prayer Assembly (WPA) Sumut 2012. Puluhan ribu umat kristiani Sumatera Utara dari berbagai denominasi gereja memadati gedung Pardede Hall Medan untuk mengikuti acara puncak WPA (Momentum Doa Sedunia), Kamis (17/5) bersamaan dengan peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus.

Sebelumnya, Rabu (16/5) di Lapangan Benteng Medan telah digelar Doa Sedunia khusus untuk anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa. Momentum ini dilaksanakan serentak di 220 negara dan 500 kota di Indonesia serta 50 titik yang tersebar di kabupaten/kota melaksanakan doa bersama. Acara diawali dengan pujian dan penyembahan, puluhan ribu umat yang hadir didalam gedung dan duduk di bawah tenda di luar gedung bernyanyi dengan sukacita.

Dalam sambutannya Ketua Panitia WPA Sumut 2012, Pdt DR Paul F Wakkary menyampaikan, doa sedunia diikuti oleh jaringan doa Sumut, pengerja, pemuda, remaja, anak-nak, media dan elemen lainnya. Tujuan yang ingin dicapai adalah kebangunan rohani terjadi bagi semua umat. Ada gelombang baru perubahan akan terjadi di Sumut. Selain itu tujuan yang ingin dicapai lewat doa bersama ini adalah menyaksikan kemuliaan Tuhan dan penggenapan doa-doa.

Walikota Medan Drs Rahudman Harahap MM diwakili Asisten Pemerintahan Drs Daudta P Sinurat, MM mengharapkan agar lewat momentum doa sedunia dapat meningkatkan rasa solidaritas, rasa saling memiliki dan saling mengasihi sesama umat manusia. Sambutan lain disampaikan oleh Drs Alexius Purba mewakili Pemerintah Provinsi Sumut.

Setelah itu Michael Dowling dari San Fransisco menyampaikan firman Tuhan dan mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan segara datang, untuk itu umat hendaknya meningkatkan doa pada Tuhan Yesus. Ia menambahkan, dalam doanya ia sudah lihat begitu banyak tuaian di pulau-pulau Indonesia.

Sebelum doa syafaat, ada doa mewakili 3 generasi (orangtua, pemuda/remaja dan anak-anak). Kemudian gembala sidang GBI Rayon IV Medan Pdt R Bambang Yonan memimpin doa pengumpulan persembahan sekaligus umat kristiani menyaksikan siaran langsung acara WPA 2012 di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Doa syafaat disampaikan dalam berbagai bahasa yang diwakili oleh beberapa etnis di Sumut. Sebelum penutupan , panitia WPA dan Sumatera Berdoa menggelar doa pengurapan dan penumpangan tangan yang dilakukan oleh puluhan pendeta yang hadir kepada tokoh masyarakat Sumut, DR RE Nainggolan MM.

Kemudian Ketua Umum Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, usai acara mengatakan momentum doa adalah salah satu upaya untuk merapatkan barisan dan berdoa bersama-sama terhadap kondisi bangsa termasuk kondisi di Sumut. (rs/tms)

 

Kanibal Jual Daging Manusia

CHINA- Kepolisian Yunnan, China, menahan seorang pria yang diduga melakukan pembunuhan dan praktik kanibalisme terhadap belasan korbannya. Tersangka juga diduga menjual daging-daging manusia ke pasar, menipu dengan mengatakan bahwa itu daging binatang.

Diberitakan China Post, Sabtu (26/5), Zhang Yongming ditahan kepolisian Yunnan dua minggu lalu di rumahnya di Desa Nanmen. Dia diduga terlibat kasus hilangnya belasan pemuda sejak tahun lalu.
Saat menggeledah rumah lelaki 56 tahun ini, polisi kaget bukan main. Di dalam ruangan rumahnya, terdapat daging-daging manusia yang digantung sembarang untuk dikeringkan. Di sebuah botol, polisi menemukan dua bola mata manusia yang direndam di dalam arak.

Polisi menduga, selain memakan sendiri daging-daging tersebut, Zhang memberikannya untuk pakan tiga anjingnya. Polisi juga mengatakan bahwa Zhang dikhawatirkan telah menipu pedagang di pasar yang membeli daging manusia darinya. Saat menjualnya, Zhang mengaku bahwa itu adalah daging burung unta.(net)

Basarnas jadi Tuan Rumah Training SAR Internasional

JAKARTA- Prestasi Badan SAR (Search And Rescue ) Nasional tak hanya diakui di dalam negeri. Pasukan oranye dibawah pimpinan Marsekal Madya Daryatmo itu juga kondang di level internasional. Salah satu buktinya, Basarnas dipercaya menjadi tuan rumah pelatihan SAR tingkat internasional mulai 29 Mei – 3 Juni 2012 di Padang , Sumatera Barat.

Kepala Bagian Humas Basarnas Marsma Gagah Prakosa, kemarin menjelaskan, pelatihan itu diikuti oleh 180 peserta dari 22 negara yang tergabung dalam International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG). ” Ini acara INSARAG untuk Asia Pasifik,” katanya.

INSARAG dibentuk pada tahun 1991 setelah operasi misi kemanusiaan bersama di Meksiko (1985) dan gempa Armenia (1988). Lembaga yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss ini, mempunyai anggota di seluruh belahan benua. ”Di Padang nanti, akan berlatih dan membahas tentang penanganan gempa dalam skala cepat,” katanya.

Selain berbagi ilmu-ilmu baru tentang SAR yang dinamis, pertemuan juga jadi ajang komunikasi antar lembaga SAR di dunia. ”Kita hidup dalam kampung internasional, kalau satu negara butuh bantuan tentu yang lain siap membantu. Nah, prosedur komunikasi dan tata caranya kita bahas disana,” katanya.

Indonesia yang berada dalam jalur patahan dan gunung api telah berkali-kali mempunyai pengalaman menangani gempa. Misalnya, gempa dan tsunami Aceh 2004 , gempa Jogja Mei 2006 , gempa  Bengkulu, gempa Papua dan gempa Padang 30 September 2009 yang menewaskan 1.100 jiwa.  ”Basarnas yang mengabdi untuk kemanusiaan harus siap dengan kondisi terburuk sewaktu-waktu,” katanya.

Selain gempa, Basarnas juga terlibat dalam operasi penangnan musibah bencana alam maupun musibah transportasi. Operasi terakhir yang baru saja selesai dilaksanakan adalah pencarian dan evakuasi pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak 10 Mei lalu. (rdl/jpnn)

Satu Kelas tak Lulus

Melihat Angka Kelulusan Siswa Tingkat SMA di Sumut

LANGKAT- Secara keseluruhan, angka kelulusan siswa tingkat SMA di Sumut memuaskan, tapi da sebagian sekolah yang harus menelan pil pahit karena seluruh anak didiknya tak lulus ujian nasional (UN).
Seperti yang terjadi di Madrasah Aliyah Perguruan Swasta Al Ma’arif Jalan Pasar X Bengkel, Desa Mangga, Kecamatan Secanggang, Langkat. Secara mengejutkan, seluruh siswa yang benimba ilmu di sekolah itu, tak lulus UN. Penyebab ketidaklulusan itu, disebut-sebut karena kurang baiknya sosialisasi serta paket proses belajar mengajar selalu berubah.

“Memang benar, siswa kita yang duduk di tingkat madrasah aliyah (MA) tidak lulus mencapai angka 100 persen. Secara teknis kita menilai, disebabkan acapkali berubahnya paket serta sosialisasi yang kurang baik,” kata Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Perguruan Swasta Al Ma’arif, Erwin Fauzi, ketika ditemui wartawan di halaman sekolah, Sabtu (26/5).

Erwin yang ditemui seusai memberikan hasil kelulusan pelajar tingkat SMA, SMK serta Madrasah Aliyah menjelaskan, materi ujian nasional (UN) diperoleh pihaknya termasuk MA datang dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pemkab Langkat.

“Bukan dari kementrian agama (Kemenag) kita memperoleh materi UN tetapi Dikjar Pemkab Langkat. Untuk berikutnya, anak-anak kita berasal dari MA yang tidak lulus akan kita upayakan melalui jalur paket C,” tukas Erwin.
Lebih lanjut diuraikan dia, ketidaklulusan mencapai 100 persen siswa MA itu, sesuai jumlah terdaftar 20 orang, namun yang menjadi peserta UN Tahun Ajaran (TA) 2012 hanya 12 orang, sedangkan sisanya drop out.
Sementara, sambung dia, pelajar SMA secara keseluruhan berjumlah 20 orang, 4 orang diantaranya juga drop out sehingga menyisakan 16 orang. Dalam pelaksanaan UN, seluruhnya lulus murni.
Hal serupa juga berlaku untuk pelajar yang duduk di SMK, baik jurusan teknologi computer jaringan maupun sepeda motor. Diakui, untuk tingkatan SMK tersebut diantara siswa juga ada yang drop out. Padahal terdaftar 60 namun sampai pada pelaksanaan UN hanya 58 dan kesemuanya lulus murni.

Sementara itu di Pematangsiantar, sebanyak 22 siswa SMA sederajat tidak lulus ujian nasional (UN). Dari 7.226 siswa peserta UN, 7.204 dinyatakan lulus. Demikian dikatakan Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pematangsiantar, Hermanto Panjaitan, Sabtu (26/5).

Di Medan, sejumlah sekolah memiliki angka kelululusan mencapai 100 persen. Diantaranya, SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3. Di SMA Negeri 3, keceriaan terpancar jelas dari raut wajah muda mudi ini. Bagaimana tidak? semua murid kelas XI disekolah ini lulus. Dengan kata lain, langkah siswa siswi ini jadi lebih mudah untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Pun begitu, ada 8 siswa dari sekolah yang sama yang belum dinyatakan lulus seutuhnya, dikarenakan adanya pelanggaran disiplin yang dilakukan. “100 persen lulus UN, tapi kalau dari nilai yang dikeluarkan sekolah sendiri, sebanyak 8 siswa yang masih ditunda kelulusannya, atau dapat dikatakan lulus bersyarat,” ujar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 3 Medan Bidang Kesiswaan Emiruddin Harahap di SMA N 3, Sabtu (26/5). Demikian pula yang terjadi di SMAN 1 Medan. Dari 553 siswa yang terdiri dari siswa jurusan IPA 146 siswa dan IPS 88 siswa ini, berhasil menyelesaikan ujian nasional dengan baik.

“Mereka semua sangat pantas melanjutkan ke perguruan tinggi. Pasalnya, untuk nilai rata-rata pada siswa jurusan IPA saja dengan angka 52,24. Sedangkangkan untuk nilai rata-rata siswa jurusan IPS 50,02,” terang Plh SMAN 1 Medan, Dra Hj Safrimi, MPd melalui Humas SMAN 1 Ahmad Sudirman Sormin.

Bila para siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, sambung Sormin, maka mulai hari Senin (28/5), siswa dapat mengambil Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) dari pihak sekolah.
Di Tebingtinggi sendiri, angka kelulusan tahun 2012 untuk SMA, SMK dan MA Negeri dan Swasta mencapai 99,98 persen. Dua orang dinyatakan tidak lulus, yaitu, satu orang asal sekolah SMA Negeri 4 Kota Tebingtinggi dan satu orang lagi dari SMA Swasta Katolik Cinta Kasih.

“Kami minta kepada yang tidak lulus agar mendaftar ke paket C, karena Ujian Nasional untuk paket C akan digelar Juli mendatang,” jelas Kadisdik Tebingtinggi Drs Pardamean Siregar didampingi Kabidikmen Jonner Sitinjak dan Harsono dihalaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi, Sabtu (26/5).

Kelulusan tahun ini, ungkap Pardamean Siregar hampir sama dengan tahun lalu yaitu 99,98 persen. Kelulusan ini berkat kerja keras daripada guru-guru, kerja keras Kepala Sekolah dan kerja keras jajaran Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi. ” Syukur Alhamdulillah kelulusan untuk tingkat SMA, SMK dan MA tahun ini hampir sama dengan tahun lalu,” pungkas Pardamean.(mag-4/ram/omi/mag-3/mag-20/smg)

Pelayan Rumah Makan Ditemukan di Dasar Jurang

SIMALUNGUN- Seorang wanita cantik, Hana Rumahorbo (21), ditemukan tewas di dalam jurang di belakang rumah makan Lasma Tampubolon di Jalan Raya Pematangsiantar – Parapat, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, Sabtu (26/5).

Sampai saat ini, belum diketahui apa penyebab korban tewas di dasar jurang. Jasad korban ditemukan pertama kali oleh anak pemilik rumah makan, Ediron Gultom (46). Saat itu, korban disebut-sebut masih bernyawa.
Ediron yang terkejut melihat korban berada di dasar jurang, langsung memberitahukan hal itu kepada warga sekitar. Evakuasi pun dilakukan. Setelah berhasil dinaikkan, korban yang juga bekerja di rumah makan tersebut, keburu meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun, Ediron terbangun dari tidurnya sekira pukul 06.00 WIB. Lalu melihat korban tidak lagi berada di kamar tidurnya. Karena penasaran, Gultom pun mencari keberadaan korban, hingga akhirnya ditemukan berada di dasar jurang, yang kedalamannya sekitar 15 meter. Diinformasikan, sebelum tewas, korban dikatakan sempat berbicara dengan warga.

Kapolsek Tiga Dolok, AKP Wilson Harianja ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya langsung menuju TKP begitu mendapat informasi. Hanya saja, saat tiba di TKP, warga sedang melakukan evakuasi. Evakuasi dilakukan warga, karena mengetahui korban masih hidup. Begitu berada diatas, korban sudah meninggal dunia.

Diakui Kapolsek, evakuasi terhadap korban memakan waktu sekira dua jam. Karena lokasi penemuan korban memang tergolong sulit. Selanjutnya, untuk kepentingan penyelidikan, petugas Polsek Tiga Dolok membawa korban ke RSU Dr Djasamen Saragih untuk divisum.

Ditambahkan dia, dari hasil visum, tidak ada ditemukan tanda-tanda penganiayaan terhadap korban. Namun penyebab korban ditemukan tergeletak di dasar jurang, masih dalam penyelidikan.

Masih AKP Wilson, malam hari sebelum ditemukan tewas, korban masih terlihat makan bersama dengan keluarga Lasma Tampubolon. Korban sudah dua bulan bekerja di rumah makan itu.

Terpisah, jerit histeris dari ibu korban, Sintauli Ambarita, mewarnai proses visum di RSU Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar. Dengan menggunakan mobil ambulanse, jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah korban di Nagori Manik Tomok, Kecamatan Sidamanik, Simalungun. (mag – 20/smg)

Pengunjung Beramai-ramai Tukarkan Telkomsel Poin

MEDAN – Event Gebyar Bazar Broadband Telkomsel yang digelar di Lobby Gedung Selecta Jalan Listrik no 2 Medan pada 25, 26 dan 28 Mei 2012 ini, cukup mendapat perhatian dari pelanggan. Sepertinya pelanggan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan  mendapatkan berbagai penawaran menarik di event ini. Mulai dari harga spesial berbagai produk dan layanan hingga beragam hadiah lucky draw yang ditawarkan.

Salah satu booth yang selalu ramai oleh antrian pengunjung adalah booth penukaran Telkomsel Poin. Di booth ini pengunjung bisa melakukan penukaran poin yang dimiliki dengan berbagai souvenir cantik. Seperti, tas ransel, sajadah/pasmina, t-shirt, mug, dompet, pulpen dan sebagainya. Syarat untuk dapat melakukan penukaran hanya membeli kartu Facebook Telkomsel seharga Rp3000 termasuk di dalamnya pulsa Rp3000. ‘’Poinnya sudah banyak sayang kalau tidak ditukarkan. Bisa dapat tas cantik. Lumayan,’’sebut Rika warga Helvetia yang ditemui saat penukaran poin.

TELKOMSELpoin sendiri merupakan program dari Telkomsel berupa point reward yang bisa digunakan oleh seluruh pengguna kartu Telkomsel untuk ditukarkan dengan hadiah langsung atau dapat diikutsertakan dalam undian berhadiah. Untuk mengecek poin pelanggan dapat mengetik poin kirim ke 777. Sementara untuk transfer poin, ketik kirim100 spasi no handpohe tujuan.

Tama A Hutasuhut Pelaksana Operasional Harian Manager Telkomsel Branch Medan didampingi Ketua Pelaksana Event Bazar Broadband Telkomsel Dedfriady Masta kepada Sumut Pos mengatakan, kenapa syaratnya harus membeli kartu Facebook ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan kartu Facebook Telkomsel kepada masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui kalau kartu Facebook tidak hanya bisa dipakai facebook tapi juga bisa dipakai nelepon dan SMS.

Event Gebyar Bazar Broadband Telkomsel ini sendiri digelar dalam rangka HUT ke- 17  Telkomsel. Berbagai kemudahan ditawarkan kepada pelanggan untuk dapat menikmati sensasi internet cepat dan berkualitas dengan menggandeng mitra device (smartphone & modem).

Ada 13 mitra device (hp, modem, dan smartphone) dari berbagai merek meramaikan event ini. Yakni,  Nexian, iCherry, Nokia, BlackBerry, Speed Up, Cyrus, Advan, Prolink, Cross X, HTC, Huawei, Blueberry dan Tiphone. Pelanggan berkesempatan mendapatkan handphone, modem dan smartphone ini dengan harga spesial. Seperti modem Advan DT8 seharga Rp249.000, BlackBerry Gemini plus kartu Simpati seharga Rp1599.000, Nexian G169 plus kartu simPATI seharga Rp 170.000.
Tidak itu saja, pada event ini setiap pembelian produk device berhak mengikuti lucky draw dan setiap pembelian produk dan aktivasi layanan Telkomsel, pelanggan berhak mengikuti Angry Birds Competition.
‘’Acara ini juga untuk meningkatkan awareness kepada pelanggan bahwa Telkomsel memiliki pilihan paket yang sangat menarik untuk menikmati berselancar di dunia maya (internet) dengan menggunakan modem dan smartphone,’’ tambah Head of Telkomsel Corporate Communications Sumatera Division Hadi Sucipto. (*/sih)

Gara-gara bisnis MLM cewek cantik Ngadu ke Polisi

MEDAN-Malang benar nasib mahasiswa yang satu ini ,Pasalnya hanya gara-gara menolak diajak gabung bisnis MLM (multilevel marketing) Ayu warga Jalan Setia budi ,Mahasiswa USU ini mendapat perlakuan tidak menyenangkan serta penganiayaan yang menyebabkan wajah mulus nya memar dan mengadu ke Polsek Medan Sunggal (26/5) sekitar pukul 11.00 WIB.Saat mengadu ke Polsek Medan Sunggal Ayu ditemani Yogi abang kandung Ayu ,Yogi menuturkan jika dirinya merupakan saksi pemukulan yang dilakukan oleh Elviana (21) Warga Jalan Jermal 15 Kelurahan Menteng saat berada di Warung bakul di daerah Sekitar Ringroad (25/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Yogi saat itu menurut pengakuan nya menceritakan awal mula kejadian,Yogi dan Ayu diajak Oleh Elviana bertemu di Sekitar daerah Ringroad dan saat berjumpa Elviana terus menerus memaksa Ayu untuk bergabung ke bisnis yang digeluti Elviana,Namun Ayu kurang menyukai bisnis tersebut dan menolak,Sakit hati entah kemasukan jin mana tiba-tiba dengan mudah nya Elviana melayangkan tangan kanan nya ke pipi sebelah kiri Ayu hingga memar.”gak mau ikut aku gabung tapi kok dipaksa sama dia ,pake nampar ama maki-maki dia .”terang Ayu.

Hal senada juga di utarakan Yogi,Saat kejadian Yogi mencoba melerai namun dirinya juga menjadi korban caci maki Elviana.”ia benar itu bang adik saya kena tampar hanya gara-gara gak mau ikut bisnis MLM.”ungkap Yogi.Ayu menceritakan awal mulanya saat itu Ayu yang memang sudah berteman dengan Elviana diajak Elviana untuk mebeli susu di supermarket,NAmun bukanya berada di supermarket akan tetapi Ayu dijak kesebuah hotel untuk mengikuti seminar perekrutan Bisnis MLM.merasa tertipu mentah mentah akhirnya Ayu pergi dan menolak bergabung ,karena terus di buru akhir nya Ayu mengajak Yogi sang kakak untuk menemani dirinya menenmui Elviana di Ringroad dan terjadi lah kejadian tersebut.”aku awalnya disuruh dia nemenin buat beli susu ke supermarket tapi kok malah di bawa ke Hotel nta hotel apa gak tau dan disana aku malah disuruh ikut seminar MLM .Marah lah aku gak suka aku MLM.”celoteh Ayu.

Menurut keterangan Yogi jika Elviana merupakan mahasiswa UISU yang di Jalan Sisingamangaraja FAkultas FKIP bahasa indonesia dan tempramental.”anak nya memang pemarah kuliah di Uisu dia bang.”terang Ayu.

Polsek Medan SUnggal melalui KAsi Humas Aiptu B.E Sirat membenarkan ada nya laporan pemukulnulan denga yang di lapor bernama ELviana dan HAnya gara-gara tidak mau di ajak ikut MAsuk bisnis MLM.”ia benar sudah kita terima laporanya dan nanti pasti kita proses.”terang pria berkumis lebat ini. (mri)