Home Blog Page 13470

Disambar Petir, Ibu 4 Anak Tewas

KUTALIMBARU- Sungguh malang nasib ibu 4 anak ini, saat tengah asyik mengembalakan sapinya di belakang rumah, Rima Br Ginting (37 warga Dusun III Desa Sawit Rejo Kecamatan Kutalimbaru, tewas disambar petir Rabu (23/5) sekira pukul 16.30 WIB.

Informasi yang dihimpun POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) menyebutkan, sore itu, seperti biasanya Rima yang ditemani anak keduanya Sejahtra Sembiring (11) pergi ke belakang rumahnya yang berjarak 300 meter. Dia memberikan pakan kepada sapinya.

Namun sore itu cuaca hujan. Setelah memberi makan sapinya persis di bawah pohon pinang yang berjarak 3 meter dari lembunya itu, tiba-tiba petir menghantam pohon kelapa yang berada persis di posisi induk lembunya tersebut. Kemudian lembu dan Rima disambar petir.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Robinson Surbakti SH melalui Kanit Reskrim Ipda Manis Sembiring membenarkan kejadian tersebut. “Memang ada warga
Sawit Rejo tewas disambar petir. Namun karena pihak keluarga yakin korban disambar petir dan telah membuat pernyataan tidak keberatan,” katanya. (roy/smg)

Pimpinan BM PAN Sumut jadi Dualisme

22 DPD BM PAN Kecewa dengan DPP

MEDAN- Sebanyak 22 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) di Sumatera Utara, kecewa dengan DPP BM PAN, khususnya tim 5 yang turun ke Sumatera Utara, pada Muswil lanjutan BM PAN Sumut di Grand Antares Hotel Medan, akhir pekan lalu. DPP dipaksa untuk menghadiri Muswil versi Coki Batubara, tanpa pemberitahuan kepada dua kandidat, yakni Anang dan Arifay.

Informasi yang diperoleh, Minggu (20/5) lalu, pendukung Anang Anas Azhar, yang berasal dari 22 DPD BM PAN se Sumut, menetapkan Anang Anas Azhar sebagai Ketua DPW BM PAN Sumut periode 2012-2017, di Balai Diklat PU Jalan Busi Medan. Penetapan Anang sebagai Ketua Terpilih BM PAN Sumut versi 22 DPD BM ini, sebagai wujud kekesalan daerah kepada DPP BM PAN.

Juru bicara 22 DPD BM PAN pendukung Anang, Zulfiansyah (Tebingtinggi) dan Syahnul Bancin (Pakpak Bharat), menyatakan, penetapan Anang sebagai ketua DPW sudah wajar. Sebab, Anang didukung lebih dari separoh DPD BM PAN di Sumut.

“Kami (22 DPD BM, Red), tetap mengakui kepemimpinan saudara mudaku Anang. Dialah yang pantas untuk memimpin BM PAN Sumut, kemudian dari sosok kefigurannya, dia pernah memimpin di Sumut,” kata Zulfiansyah.

22 DPD BM ini, kata Syahnul, sudah memikirkan secara matang, bahwa BM PAN di Sumut menjadi dualisme kepemimpinan. Sikap arogansi DPP, justru tidak memberikan pelajaran dan teladan kepada BM PAN di Sumut.

“Kita lebih yakin, dengan kepemimpinan saudara mudaku Anang, ketimbang lainnya,” kata Bancin.
Hal senada juga disampaikan Ketua DPD BM PAN Tapanuli Utara, Mardos Simamora. Dia mengatakan, arogansi yang ditunjukkan DPP BM PAN melalui tim 5, sama sekali tidak menyelesaikan konflik berkepanjangan BM PAN Sumatera Utara.

Dukungan kepada Anang juga, datang dari mantan Ketua BM PAN Sumut Besri Nazir. Dia mengapresiasi sikap 22 DPD BM PAN, yang sudah menetapkan Anang sebagai Ketua DPW BM PAN Sumut. (ade)

Bintatar Resmi Daftar ke PDIP

Pencalonan Sutan Bhatoegana Bakal Terjegal

MEDAN- Bintatar Hutabarat mengembalikan formulir pendaftaran Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) ke Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumut di Jalan Hayam Wuruk Medan, Kamis (25/5). Pengembalian formulir itu guna memastikan dirinya untuk maju sebagai Cagubsu 2013-2018 pada 7 Maret 2013 mendatang.

“Bintatar secara resmi mendaftar ke PDI P untuk jadi Cagubsu, dengan mengembalikan formulir pendaftaran yang telah diisinya hari ini (kemarin, red),” ucap Sekretaris DPD PDIP Sumut, HM Affan kepada Sumut Pos, Kamis (25/5).

Hal itu dibenarkan Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Organisasi DPD PDI P Sumut, Ruben Tarigan. “Dari beberapa tokoh yang telah mengambil formulis ke PDIP, Bintatar masih satu yang resmi mendaftar dengan mengembalikan formulir yang telah diisinya,” kata pria yang juga anggota DPRD Deliserdang ini.

Menurutnya, pria yang berdomisili di Desa Seirotan, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang ini menjelaskan, meski Bintatar Hutabarat telah resmi mendaftar ke PDIP, namun yang bersangkutan tetap akan mengikuti proses atau tahapan selanjutnya.
“Ini masih dalam tahap pendaftaran. Nah, keputusan siapa yang akan dipastikan menjadi Cagubsu dari PDIP belum ada, karena masih ada proses-proses selanjutnya,” terang Ruben.

Dengan perkembangan yang ada, maka sudah diperoleh kepastian jika sudah ada dua sosok yang secara resmi ingin maju menjadi Cagubsu. Kedua sosok itu, selain Bintatar Hutabarat adalah Sutan Bhatoegana yang juga telah secara resmi mendaftar Cagubsu dari Partai Demokrat. Sutan sudah mengembalikan mengembalikan formulir pendaftaran yang telah terisi beberapa waktu lalu di Partai Demokrat Sumut.

Diketahui pula, lima tokoh yang telah mengambil formulir pendaftaran Cagubsu ke PDIP Sumut dan belum mengembalikan formulir tersebut antara lain, Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sekdaprovsu RE Nainggolan, Bupati Serdangbedagai Erry Nuradi, Zuliari Batubara, Humala Karta Rajagukguk dan mantan pasangan Tri Tamtomo saat Pilgubsu 2008 lalu, yakni Benny Pasaribu.

“Bintatar yang pertama kali mendaftar secara resmi. Yang lainnya sampai sejauh ini belum ada yang mengembalikan,” sebut Ruben Tarigan.
Berkaitan dengan pencalonan Sutan Batheogana Siregar sepertinya akan mengalami jalan terjal. Pasalanya, DPP Partai Demokrat mempercayakan jabatan Ketua Komisi VII DPR RI, kepadanya.

Dengan posisi terbarunya itu, diyakini membuatnya semakin kesulitan melakukan sosialisasi ke daerah di Sumatera Utara, guna mendukung keinginannya maju sebagai Cagubsu Maret 2013 mendatang.

Pasalnya, tugas sebagai seorang ketua tentunya akan jauh lebih padat daripada seorang anggota biasa di DPR. Sehingga muncul dugaan, jabatan ketua fraksi merupakan langkah menjegalnya maju mengikuti pemilihan gubernur Sumatera Utara.

Sebagian kalangan menilai Sutan belumlah termasuk politisi yang handal. Hal itu dikemukakan pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indira Samego saat berbincang secara khusus kepada koran ini di Jakarta, kemarin.

“Ia (Sutan) dikenal publik, karena sering berbicara kepada wartawan. Tapi dari kinerja, saya kira belum menunjukkan peran sebagai politisi yang bagus.”ungkapnya.

Bagi Sutan sendiri, otomatis jabatan baru ini akan membuatnya semakin sibuk. Jika selama ini hanya sebagai anggota di Komisi VII, kini ia menjabat sebagai Ketua Fraksi. (ari/gir)iketahui sangat tertarik untuk maju.(ari/gir)

Mantan PPTK Dinas PU Tebingtinggi Masuk Bui

TEBING TINGGI- Mantan Pejabat Pelaksana  Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tebingtinggi Ir Muharman Rege (MR) akhirnya ditahan pihak Kejaksaan Negeri Tebingtinggi setelah menjalani pemeriksaan selama 3 jam terkait kasus korupsi peningkatan jalan di Lingkungan II dan IV Kelurahan Persiakan Kota Tebingtinggi pada tahun 2009 bersumber dari dana APBD DAK Tahun Anggaran 2009 dengan kerugian Rp347.129.294.
“Sudah 4 kali dilakukan pemanggilan kepada tersangka MR, karena memenuhi unsur tindak pidana korupsi, beliau langsung di titipkan pihak Kejaksaan Negeri Tebingtinggi kedalam Lembaga Pemasyarakatan,” jelas Kajari melalui Kasi Pidsus Hesdianto Sihombing SH kepada Sumut Pos, Kamis (24/5).

Hesdianto mengungkapkan pemeriksaan yang dilakukan kepada tersangka mulai pukul 10.00 Wib hingga sekira pukul 13.00 WIB, setelah memenuhi unsur korupsi tentang penyalahgunaan anggaran pelebaran dan peningkatan jalan aspal hotmix tahun 2009 di Keluarahan Persiakan Kota Tebingtinggi yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2009 senilai Rp960,4 juta ditemukan selisih penyalagunaan anggaran untuk keuntungan pribadi sehingga menimbulkan kerugian negera Rp347.129.294.

Penangkapan MR, kata Hesdianto  dilakukan sesuai dengan pasal 2 subsider pasal 3 Undang-Undang No.31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi junto Undang Undang No.20 Tahun 2001 atas perubahan Undang Undang No. 31 tahun 1999.

“Tersangka HR terancam hukuman 5 tahun penjara,” papar  Hesdianto kepada sejumlah wartawan. (mag-3)

Tangguhkan Tahanan Kadis Pertanian Tebingtinggi Ditolak

TEBING TINGGI-Pascaditangkapnya Kadis Pertanian Kota Tebingtinggi, Ir Leo Lopulisa Haloho (47) oleh Polres Asahan, Sabtu (19/5) lalu di kediamannya di Kota Pematangsiantar dalam dugaan sebagai penadah hasil pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Irham Taufik mengajukan penangguhan penahannya. Itu dialakukan Wakil Wali Kot Tebingtinggi melalui Kabag Bagian Hukum dan Keorganisasian Pemko Tebingtinggi bersama pengacara.

Belakangan penangguhan penahan terhadap Kadis Pertanian Kota Tebingtinggi Ir Leo Lopulisa yang diajukan Wakil Wali Kota Tebingtinggi ditolak Kapolres Asahan, AKBP Yustan Alpiani. Itu dibenarkan Leo Lopulisa saat dihubungi wartawan via telepon genggam oleh Sumut Pos.

“Saya masih ditahan, katanya penangguhan penahanan itu tidak disetujui oleh Kapolres,” aku Leo. Kendati begitu Leo tidak menyerah. Leo rencananya akan meminta bantuan orang lain untuk bisa mengajukan penangguhan penahanannya. “Saya akan minta bantuan orang lain, karena ini bukan dalam kedinasan. Saya masih sehat-sehat saja,” ungkap Leo.

Wakil Wali Kota Tebingtinggi Irham Taufik SH yang sebelumnya menjelaskan akan meminta pihak Polres Asahan untuk menangguhkan penahanan Kadis Pertanian Kota Tebingtinggi. Menurutnya, hal itu bila mengacu pada azas praduga tak bersalah.

Pengacara yang ditugas Wakil Wali Kota Tebingtinggi , Aldian Pinem SH mengatakan, kasus  Leo itu sebenarnya masalah pribadi bukan kasus kriminal kedinasan. “Kita tidak bisa mengajukan hal itu sebelum pihak keluarga meminta mendampingi Leo Lopulisa,” akunya via telepon genggam. (mag-3)
Itukan bukan kesalahan pada kedinasan, melainkan permasalahan pribadi,” jelas Aldian Pinem yang mengungkapkan dirinya masih berada di Kota Pakanbaru.  (mag-3)

Sopir Bus Wisata Pelajar Ditahan

LANGKAT- Rianto, sopir bus angkutan Murni Nopol BK 7697 DI yang membawa rombongan wisata pejalar Sekolah Dasar (SD) dan guru SD Negeri 050754 Teluk Meku Kecamatan Pangkalan Brandan-Langkat ke Pantai Cermin Serdangbedagai, Rabu (23/5) kemarin masih menjalani pemeriksaan di Satlantas Polres Langkat. Rianto diperiksa  terkait tergulingnya mobil bus yang dibawanya sehingga 3 guru dan 4 siswa SD mengalami luka-luka.

Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Langkat, AKP M Sitorus, mengatakan tergulingnya mobil wisata yang membawa rombongan pelajar SD dan guru itu masih menjalani pemeriksaan.

Pasalnya, sejumlah korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Tanjung Pura. Mereka belum bisa dimintai keterangannya.
Peristiwa naas yang dialami rombongan pelajar SD itu terjadi sekitar pukul 08.45 Wib di jalan lintas sumatera (Jalinsum) persisnya di Dusun 7 Batu Malenggang Desa Cempa, Kecamatan Hinai-Langkat.

Ketika itu sang sopir mengaku kehilangan kendali saat banting stir ke kanan, elakkan kenderaan lain dari arah berlawanan. Bus oleng dan menabrak pohon mahoni di pinggir jalan selanjutnya terbalik masuk  parit.(mag-4)

Berita sebelumnya: Bus Rombongan Wisata Pelajar SD Terguling

Minyak Tanah di Pakpak Bharat Rp12 Ribu Perliter

PAKPAK BHARAT- Minyak tanah (minah) di Kabupaten Pakpak Bharat mahal dan sulit di dapat. Hal inilah yang membuat harga minah naik hingga Rp12 ribu per liter.

Seperti dikeluhkan seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Salak, Suria br Padang kepada Sumut Pos, Kamis (24/5). Warga sama sekali tidak mengetahui apa penyebab mahalnya minah di Pakpak Bharat.

Suria menyebutkan, pastinya sejak sebulan terakhir ini, harga minah menjadi Rp12 ribu per liter. Padahal, sebelumnya hanya Rp8 ribu per liter. “Kami tidak tahu apa penyebabnya,” ucapnya.

Dengan kenaikan harga minah itu, dia bersama ibu rumah tangga lainnya di Kecamatan Salak banyak beralih memasak dengan menggunakan kayu.
Padahal semula minyak tanah dibutuhkan untuk pemantik masak dan menghidupkan lampu ketika listrik padam. “Karena harga minah harganya semakin mencekik leher untuk mendapatkannya pun sudah semakin sulit, maka kami memasak pakai kayu bakar,” sebutnya.

Pedagang J Malau warga Desa Sukaramai Kecamatan Kerajaan membenarkan kenaikan harga minah semenjak dua bulan terakhir ini. (mag-14)
Tingginya harga minah dikarenakan minimnya pasokan dari distributor yang masuk ke Pakpak Bharat.

“Dalam dua minggu hanya satu tangki ukuran 5 ribu liter yang masuk ke Pakpak Bharat. Itupun, minyaknya didatangkan dari Sidikalang. 5 ribu liter itulah yang di bagi ke 8 kecamatan yang ada di Pakpak Bharat,” sebutnya. (mag-14)

Sepeda Motor Sering Terjatuh, Petani Banyak Mengeluh

Setengah Tahun Dibangun, Jalan Gotting di Desa Natam Kembali Rusak Parah

PAKPAK BHARAT- Warga mengeluhkan jalan rusak di Jalan Gotting Desa Natam Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Jalan yang sering dilalui truk pembawa kayu bulat yang melebihi tonase menghancurkan jalan Gotting. Kondisi jalan kian parah sejak bulan terakhir ini.

Dalam amatan Sumut Pos, Rabu (23/5), Jalan yang diperkirakan sepanjang tiga kilometer itu terlihat dipenuhi kerikil yang berserakan. Lubang-lubang hampir ada di sepanjang jalan.

Pengendara sepeda motor terlihat kesusahan bila melintasi Jalan Gotting itu. Apalagi jalan diguyur hujan. Badan jalan licin dan berlumpur.
Kadirun Berutu salah seorang tokoh masyarakat di Desa Natam mengatakan, kondisi jalan tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan tidak jarang pengendara sepeda motor terjatuh karna terpelosok ke lubang jalan yang menganga.

Mirisnya lagi, jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan yang harus dilalui para petani untuk mengeluarkan hasil pertanian warga setempat.
“Sebenarnya kondisi jalan sebelumya tidak separah sekarang, tapi sejak setengah tahun terakhir ini, seringnya masuk mobil-mobil truk yang membawa kayu Durian mengakibatkan jalan jadi hancur, kami dulu sudah pernah memprotes dan melapor kapada Kepala Desa dan katanya beliau akan berkonsultasi ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) tapi sampai saat ini belum juga ada perbaikan,” beber Kadirun.

Kadirun Berutu beserta beberapa warga Desa Natam berharap instansi terkait dapat memberikan perhatian dengan melakukan perawatan jalan Gotting. Di samping itu Pemerintah Kabupaten (Pemkba) Pakpak Bharat juga diminta untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas truk-truk yang melintas di kawasan jalan tersebut khususnya truk yang melintas dengan melebihi muatan.

Sementara itu, Kepala Desa Majanggut I Efendi Berasa ketika disinggung masalah jalan tersebut mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah dibahas pada musyawarah rencana pembanganunan (Musrembang) pada bulan Februari lalu. Rencananya sudah diajukan ke pihak kecamatan untuk disampaikan pada Musrembang Tinggkat Kabupaten Pakpak Bharat.

Kadis PU Ir Mahadi Simanjuntak melalui Kasi Pambangunan dan Jembatan Maruli Sitanggang ketika ditanya tentang jalan tersebut mengatakan, pada tahun ini kondisi jalan tersebut akan segera diperbaiki sepanjang 750 meter. “Kami sudah survey ke lapangan memang kondisinya sangat parah tapi dana yang diplot tahun ini baru bisa terealisasi sepanjang 750 meter, nantinya kami akan mengaspal dengan sistem sisip sehingga dapat dilalui oleh warga,” ungkapnya. (mag-14)

Bank Sumut Diskualifikasi, PWI Juara Futsal

MEDAN- Tim futsal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara sukses menjuarai cabang futsal kategori oldcrack POR DRPD Sumut, setelah tim Bank Sumut didiskualifikasi pada pertandingan final di QS Futsal Jalan Bunga Asoka Medan, Kamis (24/5) malam. Bank Sumut didiskualifikasi pantia setelah diketahui memakai pemain tidak sah.

Seorang pemain Bank Sumut tidak terdaftar dalam susunan pemain yang ada di tangan panitia. Hasil ini membuat PWI Sumut secara otomatis meraih juara.

Prestasi PWI Sumut tersebut sangat luar biasa, karena harus berangkat dari babak kualifikasi. Di babak ini, PWI berhasil mengalahkan DPRD Sumut B dengan skor 9-2. Halomoan Samosir dkk memastikan tiket semifinal setelah menyingkirkan DPRD Medan di babak 8 besar.

Pada babak semifinal, PWI Sumut kembali tampil cemerlang dengan mengalahkan tim PDAM Tirtanadi dengan skor 4-2.
Gelar juara akhirnya diraih setelah Bank Sumut memakai pemain tidak sah, karena tidak terdaftar dalam susunan pemain yang telah disahkan panitia.
Ketua PWI Sumut Drs M Syahrir menyambut kemenangan ini. Menurutnya, ini merupakan prestasi luar biasa bagi PWI, sebelum menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2013 mendatang.

“Tim ini akan terus dipoles, guna memenuhi target medali emas di Porwanas 2013 mendatang,” ujarnya.
M Syahrir optimis tim futsal tersebut mampu meraih medali emas di Porwanas 2013 mendatang.
Begitu juga dengan cabang lainnya, dinilai cukup baik, tapi masih perlu pemolesan. “Even ini merupakan tryout bagi kita. Kita optimis meraih prestasi di Porwanas nanti,” tambahnya.

Sedangkan, Ketua Kontingen PWI Sumut Edward Taher juga bersyukur atas prestasi tim futsal PWI Sumut tersebut.
Hasil ini dikatakan telah malampui target sebelumnya. “Target kita sebelumnya semifinal.
Jadi juara merupakan hal luar biasa, apalagi kita Cuma sekali latihan,” ungkapnya.(mag-10)

POR DPRD Sumut Pertandingkan 4 Cabor

MEDAN- Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap secara resmi membuka Pekan Olah Raga (POR) DPRD Sumut di Stadion Mini Pancing, Kamis (24/6) pagi. POR DPRD Sumut ini mempertandingkan empat cabang olag raga yakni sepak bola, futsal, bulu tangkis dan catur yang diikuti 21 instansi se-Sumut.

Dalam sambutannya, wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap mewakili Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun mengatakan, POR DPRD Sumut ini diharapkan menjadi even tahunan seperti Liga Instansi. “Nah, liga instansi itulah yang menjadi inspirasi sehingga digelarnya POR DPRD Sumut ini. Dengan POR ini, kita juga ingin memperluas cakupannya, tidak cuma Kota Medan saja, tapi juga dari daerah lain se-Sumut. Gubsu juga sudah merespon agar kegiatan ini menjadi agenda tahunan,” kata Kamaluddin yang juga politisi PAN ini.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumut (Gubsu) Gatot Pudjo Nugroho yang diwakilkan staf ahli Alexius Purba menuturkan, manfaatkan ajang ini sebagai salah satu sarana untuk tukar pikiran demi membangun Sumut. “Memandang ajang ini wahana momentum bertukar pikiran. Terutama sesama anggota DPRD, sehingga muncul rasa kebersamaan untuk memperbaiki dan membangun Sumut kedepannya,” ujarnya.

Ketua panitia Syahrial Harahap mengungkapkan, instansi yang ikut dalam even ini diantaranya DPRD Sumut, Kodam I/BB, Polda Sumut, Kosekhanud, DPRD Medan, DPRD Labuhanbatu, DPRD Padangsidempuan, Dispenda Sumut, Dinas Pertanian dan Peternakan Provsu, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, PDAM Tirtanadi, Pertamina, PWI Sumut, Bank Sumut, PD Perkebunan Sumut, dll. (mag-10)