Home Blog Page 13471

Fokus Lini Pertahanan

Jelang Laga PSMS vs Arema

MEDAN- PSMS masih terus berbenah menghadapi laga kontra Arema Indonesia di Stadion Teladan, Sabtu (26/5). Yang menjadi fokus Caretaker pelatih PSMS, Suharto adalah membenahi lini pertahanan.

Ya, dari tiga laga terakhir, gawang Edi Kurnia kemasukan delapan gol. Tiga gol dilesakkan Persiba, dua Gresik United dan tiga gol digelontoran Persela Lamongan. Suharto melihat, koordinasi dan komunikasi yang buruk menjadi faktor utama terjadinya banyak gol yang bersarang di gawang PSMS dalam beberapa laga terakhir.

“Dalam latihan dua hari ini, saya fokuskan bagaimana para pemain memperbaiki koordinasi dan komunikasi di lapangan. Yang paling krusial itu lini pertahanan. Tapi sudah kita coba perbaiki dan mudah-mudahan hal itu tidak kembali terulang saat menghadapi Arema nanti,” kata Suharto, Kamis (24/5).

Memang komunikasi lini belakang pemain PSMS terlihat lemah saat duel dengan Persela Minggu (20/5) lalu. Akibatnya, Sasa Zecevic Cs harus bersusah payah mengejar defisit dua gol di babak pertama. Suharto mewanti-wanti lawan yang datang kali ini bisa jadi bakal melakukan hal yang sama jika para punggawa PSMS masih melakukan kesalahan yang sama.

Apalagi kehadiran Herman Dzumafo, yang dianggap Suharto punya naluri gol tinggi bisa menjadi momok jika tingkat kewaspadaan melemah. “Mereka punya Dzumafo. Dia striker yang punya skill bagus. Dan yang terpenting naluri golnya tinggi sehingga dia bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk mencetak gol,” lanjut pelatih berkepala plontos ini.

Namun meski tidak menutup mata atas kemampuan Dzumafo, Suharto tak akan menginstruksikan skuadnya memberi pengawalan khusus pada mantan striker PSPS itu. “Tidak dengan pengawalan khusus segala. Tapi cukup dengan perhatian atas gerak geriknya,” tambahnya.
Tekad itu didukung dengan para pemain belakang PSMS yang kali ini komplit. Wawan Widiantoro kali ini sudah siap diturunkan. Melengkapi deretan lini belakang yang semakin fit.

Suharto mengakui Arema di putaran kedua ini jauh lebih solid dari putaran pertama. Meski banyak kedatangan pemain baru, kolektivitas tim mulai terlihat. “Memang kekuatan mereka banyak berubah daripada putaran pertama. Banyaknya wajah baru tak lantas membuat kolektivitasnya melemah. Apalagi secara skill individu mereka juga cukup baik,” jelasnya.

Soal absennya Johan Ibo karena akumulasi kartu menurut Suharto hanya akan sedikit berpengaruh. Namun tak lantas melumpuhkan tim. “Absennya satu dua orang tidak akan terlalu berpengaruh besar pada kekuatan tim. Apalagi kekuatan mereka merata,” tandasnya.
Arema Indonesia sendiri hadir dengan kekuatan 18 pemain dan tiba sejak Selasa (22/5) lalu di Medan pasca melawat ke Sigli. Tim berjuluk Singo Edan itu berbekal satu poin usai menahan imbang PSAP 1-2. (mag-18)

42 Pesilat Perisai Diri Ikut UKT di Dairi

MEDAN- Sebanyak 42 pesilat dari Perisai Diri Cabang Kota Medan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) perdana yang digelar Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Cabang Dairi di Lokasi Taman Wisata Iman (TWI) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Minggu (20/5) lalu.

Ke-42 pesilat Perisai Diri Cabang Kota Medan yang mengikuti UKT itu terdiri dari 20 pesilat tingkat SMP dan 25 pesilat tingkat SMA.

Ketua Cabang Perisai Diri Kota Medan, Marolop Siregar didampingi Sekretaris Halomoan Siregar mengatakan, tujuan keikutsertaan pesilat Perisai Diri Kota Medan untuk memberikan motivasi terhadap anak-anak agar mengenal budaya pencak silat. Dimana, budaya pencak silat itu adalah budaya leluhur Bangsa Indonesia.

“Keikutsertaan UKT di Dairi untuk untuk memperat tali persauadra sesama pesilat Perisai Diri,” bilang Marolop. Dia berharap, kiranya dengan mengkuti UKT itu para pesilat Perisai Diri Kota Medan dapat menjadi pesilat yang handal dari Kota Medan yang bisa membawa harum nama Kota Medan saat berlaga di kancah nasional dan internasional.

“Saya yakin pesilat Perisai Diri Cabang Kota Medan pasti menjadi pesilat yang terbaik,” cetusnya.(omi)

Ghozali Starter, Rahmad Gagal Dapat Kostum Cambiasso

MEDAN- Laga melawan Inter Milan menjadi momen tak terlupakan bagi dua pemain Pro Duta FC, Ghozali M Siregar dan Rahmad Hidayat. Pasalnya, keduanya menjadi bagian dari skuad Liga Selection yang berduel dengan klub raksasa Italia itu di Stadion Gelora Bung Karno. Laga sendiri berakhir dengan kemenangan Inter 3-0.

Nah, menjadi sebuah kebanggaan Ghozali mengisi posisi starter. Mengenakan nomor punggung 17, pengoleksi enam gol bagi Pro Duta itu bermain hingga akhir laga. Tak ayal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ghozali maupun Pro Duta.

Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi saat dihubungi Kamis (24/5) malam, mengaku bangga atas penampilan Ghozali. Meski gagal mencetak gol, kehadiran striker yang terlihat paling mungil bersama Andik Vermansyah itu cukup membanggakannya. “Ghozali bermain baik. Ini kebanggaan buat kita dan dirinya. Begitu juga Rahmad. Ini pengalaman yang bagus buat mereka,” katanya.

Sayangnya, keinginan Rahmad Hidayat mendapatkan kostum Esteban Cambiasso tak kesampaian. Padahal, dia mengaku sangat mengagumi pemain Argentina itu. Kostum Cambiasso akhirnya menjadi milik striker Persebaya, Andik Vermansyah.(mag-18)

Mabar Putra dan Hamparan Permata ke 8 Besar

Piala Specs U-15

MEDAN- SSB Mabar Putra memastikan tiket ke babak 8 Besar usai menaklukkan Medan Soccer dengan skor 2-0 pada penyisihan Grup B Turnamen Piala Specs U-15 di  Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (24/5). Tambahan tiga angka membuat Mabar Putra mengemas tujuh poin, hasil dua kali menang dan sekali seri. Dengan begitu, Mabar Putra berhak melaju ke babak 8 Besar dengan status juara Grup A.

Tampil dengan kekuatan penuh, Mabar mendapat perwalanan berimbang. Medan Soccer yang wajib memenangkan laga untuk bisa membuka peluang lolos fase grup, berupaya meningkatkan serangan sejak laga dimulai. Namun anak-anak Mabar cukup mampu meredam permainan Medan Soccer.
Menit 25, gol pembuka Mabar akhirnya lahir dari kaki Trisna. Memanfaatkan umpan lambung dari serangan balik, Trisna menggiring bola ke rusuk kanan pertahanan Medan Soccer, sebelum akhirnya mengeksekusi bola yang langsung menggetarkan gawang lawan. Gol kedua Mabar Putra baru tercipta di menit 42 yang disumbangkan Budi Setiaji.

Sukses Mabar Putra diikuti SSB Hamparan Pertama. Bertanding di laga pertama, SSB asal Deliserdang itu sukses mencetak enam gol tanpa balas. Tambahan tiga poin membuat Hamparan Pertama lolos ke babak 8 Besar dengan mengemas empat poin( mag-10)

PSMS U-18 Jenuh tanpa Turnamen

MEDAN- Perjalanan skuad PSMS U-18 sudah memasuki 10 bulan. Waktu yang sudah cukup matang untuk mempersiapkan sebuah tim yang solid. Namun dengan persiapan matang itu, tim besutan Suyono justru tak berkiprah di turnamen apapun.

Sejatinya, PSMS U-18 menanti turnamen Piala Suratin gaweannya KPSI-nya La Nyalla Matiliti. Turnamen ini sendiri sudah dibuka di Jawa Timur. Namun untuk zona lain, belum ada kejelasan soal itu.

“PSMS U-18 sampai hari ini terus mempersiapkan diri. Secara tim kita sudah siap untuk bertanding. Tapi belum ada kejelasan soal itu. Terakhir kita dapat urat edarannya kalau turnmen akan digelar bulan Mei,” kata Suyono usai latihan kemarin.

Suyono tak memungkiri keberadaan skuad yang sudah terbentuk lama ini seperti tanpa arah. Namun pihaknya tetap mempersiapkan diri secara tim. “Sudah saya bilang sama anak-anak. Mau kemana PSMS ini kita tetap latihan. Apalagi sekarang serba mendadak. Jadi sewaktu-waktu ada turnamen kita sudah siap,” tambahnya.

Kondisi ini juga riskan menimbulkan kejenuhan pemain. Latihan yang terus meneru digeber tentu membutuhkan pengujian. Beberapa pemain andalan pun memilih hengkang. “Ada yang keluar ke PSDS Junior. Untuk mengatasi kejenuhan saya siasati dengan ujicoba ke luar daerah. Sekarang ini kita sedang ujicoba ke Pematang Siantar menghadapi PTKS Siantar. Tanggal 3 Juni nanti kita ujicoba ke Rambung Sialang. Jadi anak-anak tidak jenuh,” jelasnya.
Persiapan tim dengan waktu yang cukup lama ini tentu membutuhkan biaya. Minimal uang saku maupun uang puding pemain harus disediakan. Namun ironisnya sejak pembentukan tim dari awal tak sepeserpun kucuran dana dari manajemen PSMS. Padahal tim ini dibentuk atas inisiatif mereka.

“Selama in tidak pendanaan dari manajer semua, Pak Haji Yahya. Selama ini manajer masih sanggup. dan masih bisa teratasi. Kecuali membutuhkan biaya besar seperti ikut turnamen baru kami minta bantuan manajemen. Selama tim ini tujuannya untuk membina kami berusaha tidak mengeluh,” katanya.

Namun Suyono berharap kepedulian terhadap tim ini ada dari manajemen. Memastikan keikutsertaan di turnamen resmi semacam Suratinnya tim-tim ISL tentu perlu diupayakan. “Kita akan terus berusaha semaksimal menggedor manajemen agar ikut serta di turnamen ini. Kalau pun tidak saya programkan tur ke Jawa. Yang pasti jangan kecewakan pemain usia muda. Medan sudah kehilangan ciri khas. Dari sini bakal tumbuh pemain-pemain PSMS ke depannya,” tandasnya.

Sementara Manajer PSMS, Benny Tomasoa yang dihubungi terpisah mengatakan pihaknya siap mengikutsertakan PSMS U-18 ke turnamennya Suratin versi KPSI jika memang jadi digelar. Namun ia mengaku belum mendapat informasi soal itu. “ Kalau ada kita pasti ikutlah. Tapi belum ada pemberitahuan terbaru kapan digelar di daerah-daerah,” pungkas Benny. (mag-18)

Ini Pernikahan Saya yang Keempat…

500 Pasangan Nikah Massal

MEDAN-500 pasang pengantin meramaikan acara pernikahan massal yang digelar Forum Silaturrahmi Majelis Ta’lim Sumut, di Auditorium PTKI Menteng Medan Denai, Kamis (24/5).

Ketua Forum Silaturrahmi Majelis Ta’lim Sumut, Hikmatul Fadhilah mengatakan, tujuan kegiatan nikah massal yakni bagaimana forum silaturahmi mampu membangun silaturahmi dan kemaslahatan umat.

“Dengan kegiatan ini kita harapkan mampu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Setidaknya dengan kegiatan ini kita juga bisa memberikan kesempatan bagin pasangan yang selama ini telah menikah secara siri namun  belum memiliki buku nikah. Selain itu juga kita ingin membantu para pasangan yang selama ini masih kumpul kebo karena keterbatasan ekonomi bisa menikah sah secara agama dan diakui oleh negara,”ujar Fadhilah, didampingi Sekretaris Forum Silaturahmi Majelis Ta’lim Sumatera Utara Hj Zuliysari Agustina Harahap, di sela-sela acara.

Fadhilah juga mengatakan, kegiatan mengambil tema “Dengan Nikah Massal Kita Bina Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah” itu dilaksanakan dalam
memeriahkan Milad ke VI Forum Silaturrahmi Majelis Ta’lim Sumatera Utara.

Menurut pengakuan Fadhilah, dari seluruh pasangan yang mengikuti acara nikah massal tersebut terbagi dalam tiga katagori yakni gadis dan lajang, janda dan duda serta pasangan yang tua.

“Untuk pasangan tertua yakni berusia 75 tahun dan termuda adalah 16 tahun,”terangnya.

Acara ini juga melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA) dari 3 kabupaten/kota dan 8 kecamatan Kota Medan.
Salah satu peserta, Abdul Karim (59) dan Nurhayati (45), warga Jalan Salak, Medan Kota, tepatnya daerah pinggiran rel mengaku, senang dengan kegiatan nikah massal. Pasalnya, pasangan yang telah 8 tahun menikah secara siri itu belum memiliki buku nikah.

“Nikah massal ini memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa memiliki buku nikah dan pastinya diakui oleh negara,”ujarnya.
Dengan balutan pakaian adat Melayu berwarna kuning dan bernomor peserta 007 yang disediakan oleh panitia, Abdul Karim mengakui jika pernikahan tersebut adalah pernikahannya yang keempat kalinya setelah ketiga isteri sebelumnya harus berakhir dengan perceraian.

“Kalau isteri pertama saya disuruh orangtuanya meninggalkan saya, isteri kedua berpaling ke orang lain dan isteri ketiga cerai begitu saja,”terang Abdul.
Di kehidupan sebelumnya Abdul mengaku pernah bekerja sebagai reperasi jam. Namun karena ada keterbatasannya dalam penglihatan, kini Abdul tak malu menyebutkan identitasnya sebagai seorang peminta-minta di persimpangan lampu merah.

“Jangan heran ya, kalau kalian tengok saya di persimpangan lampu merah,”ucapnya.

Setidaknya dengan kondisi perekonomian yang lemah, Abdul merasakan sebuah makna kehidupan lewat nikah massal yang diikutinya.
Nikah massal itu juga menurut pengakuan pria yang telah memiliki 12 anak dan 12 cucu ini, diikuti oleh anak keempatnya bernama Irianto dan isterinya Juliana.

“Anak keempat saya juga nikahnya gitu aja jadi nggak ada buku nikah. Makanya dengan adanya kesempatan ini saya ajak dia untuk ikut,”sebut Abdul. (uma)

Didesak Segera Tetapkan Tersangka

Dugaan Korupsi Proyek SIR di Pirngadi Prioritas Kejatisu

MEDAN-Kejatisu harus segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) RSUD dr Pirngadi Medan senilai Rp7,7 miliar.

“Kita mendesak percepatan penetapan tersangka. Kita akan terus memantau perkembangan kasus tersebut,” kata Wali Kota Lira Medan, Ganda Manurung ST MBA, Kamis (24/5).

Ganda juga meminta, Kajatisu transparann “Kita minta Kajatisu agar transaparan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di RSUD dr Pirngadi Medan. Kita mendukung Kajatisu dalam membongkarnya,” tegas Ganda Manurung.

Ganda Manurung juga mengatakan, permasalahan di RSUD dr Pirngadi Medan bukan hanya masalah dugaan korupsi Sistem Informasi Rumah Sakit saja, namun ada juga dugaan korupsi pendapatan dana askes dan instalasi cuci darah farmasi senilai Rp19 miliar.

“Kasus ini juga harus diusut.Kami minta penegakan hukum harus dilakukan. Kami minta oknum-oknum pejabat di RSUD dr Pirngadi yang terlibat dalam perkara tersebut segera ditetapkan sebagai tersangka dan harus ditangkap,” ucap Ganda Manurung.

Sementara Kasi Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution SH mengaku, sedang menunggu laporan hasil audit.
“Dalam waktu dekat apabila sudah selesai maka kita akan segera melakukan gelar ekspos, untuk menentukan kerugian negara dan juga akan melakukan penetapan tersangka siapa saja yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini, tunggu saja,” tegas Jufri.

Jufri Nasution juga menegaskan bahwa kasus dugaan di RSUD dr Pirngadi Medan, sudah menjadi prioritas bagi Kejatisu untuk segera diungkap.
“Kasus ini kan sudah tahap penyidikan. Kasus ini akan berlanjut pada tahap berikutnya. Kita tunggu saja perkembangan dari penyidikan yang dilakukan jaksa penyidik,” tegas Jufri.

Sebelumnya Kejatisu  melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap 20 orang. Mereka yang diperiksa pejabat dari RSUD dr Pirngadi Medan dan PT Buana. Pemeriksaan itu terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) senilai Rp7,7 miliar.

Salah satu pejabat yang diperiksa adalah dr Nasrullah Anas, Kepala Instalasi, Bendahara dan Wakil Direktur RSUD Pirngadi Medan. Mereka diperiksa terkait korupsi dana sebesar Rp7,7 miliar pada anggaran 2009-2010 yang bersumber dari swakelola.

Dalam kasus SIR ini RSUD dr Pirngadi bekerjasama dengan PT Buana dalam pengelolaan SIR. Sistem ini dibangun untuk mengetahui transaksi di setiap instalasi di rumah sakit milik pemerintah. Dalam sistem kerjasamanya pengelola SIR bagi hasil sebesar 7 persen dari omset .Tahun 2010 sistem berhenti tapi bagi hasil terus berlangsung. (rud)

Sistem PSB Murni Nilai UN

DPRD Kota Medan meminta Dinas Pendidikan Kota Medan segera mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) sistem penerimaan siswa baru (PSB) tahun 2012. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan anggota DPRD Medan, Roma P Simare-mare.

Bagaimana Anda menyikapi PSB?

Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan Kota Medan harus segera mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) tingkat SMAN/SMKN dan SMPN 2012. Bahkan, sistem PSB dimaksud disarankan agar menggunakan nilai murni seratus persen sesuai hasil ujian nasional (UN).

Bagaimana untuk meminalisir tingkat kecurangan?

Meminimalisirnya harus menggunakan nilai murni keseluruhan, tidak perlu test. Dengan sistem nilai UN murni pihak Dinas Pendidikan Kota Medan harus transparan soal kuota (daya tampung) terkait jumlah siswa yang diterima pihak sekolah. Jangan seperti tahun yang lalu, memang sistem PSB-nya murni seratus persen sesuai nilai UN murni, namun daya tampung sekolah dimanipulasi. Ini tidak boleh lagi terjadi, pihak sekolah harus mengumumkan berapa jumlah siswa sebenarnya yang akan diterima.

Apa yang harus dilakukan DPRD Medan?

DPRD Medan akan mendesak Dinas Pendidikan agar segera mengeluarkan sistem PSB yang baku. Hal itu dimaksud agar nilai sangat perlu guna memberikan sosialisasi kepada para siswa yang hendak melanjut kejenjang berikutnya. Sekaligus mempermudah pengawasan dari masyarakat yang selama ini menjadi persoalan serius.

Selain juknis apa lagi?

DPRD Medan berharap agar sistem PSB tahun ini digunakan pendaftaran system online. Sistem ini dinilai sangat tepat untuk menghindari rekayasa nilai dan mempermudah pendaftaran sehingga calon siswa tidak harus ke sekolah yang selama ini terkesan membeludak di satu sekolah.

Apa keuntungan dari pendaftaran sistem online?

Pendaftaran sistem online menghindari rekayasa dan pungli, sistem online juga sangat membantu kinerja panitia PSB dan kecurangan soal nilai dan data pendukung lainnya seperti sertifikat atau piagam prestasi olahraga dan sains. (*)

Jalan Gatot Subroto Kembali Dua Arah

MEDAN-Pemko Medan akan melakukan rekayasa lalulintas dengan mengubah jalur Jalan Gatot Subroto dari satu jalur menjadi dua jalur. Alasannya, karena ada kejanggalan.

“Intinya Jalan Gatot Subroto itu akan kita kembalikan dua jalur karena selama ini kita melihat ada kejanggalan, seperti di depan Medan Fair Plaza dengan jalan sepanjang itu kok bisa jadi satu arah, saya tidak tahu itu kepentingan siapa, makanya akan kita kembalikan menjadi dua arah untuk kepentingan masyarakat,” tegas Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, di sela-sela melakukan penanaman pohon di acara Go Green PT Mandiri dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit di kantor PPKS.

Rahudman juga mengatakan untuk beberapa jalan yang selama ini satu arah juga akan dievalusi kembali.
“Kita akan evaluasi kembali apakah kalau dikembalikan menjadi dua arah akan menguntungkan dan bisa mengatasi kemacetan, kalau hasil evaluasinya menguntungkan akan kita kembalikan lagi menjadi dua arah,” terang Rahudman.

Ditanya kapan perubahan arus di Jalan Gatot Subroto itu akan direalisasikan Pemko Medan, Rahudman mengatakan dalam waktu dekat ini kita akan menggelar rapat forum lalulintas. “Nantilah, setelah kita gelar rapat forum lalulintas dulu,” kata Rahudman.

Sementara, pengamat transportasi dan tata ruang, Ir Filiyanti Bangun menjelaskan, rekayasa lalulintas dengan mengubah jalur Jalan Gatot Subroto dari satu jalur menjadi dua jalur akan berdampak positif dan akan mendapatkan tiga manfaat.

Pertama, kata Filliyanti, perubahan arus Jalan Gatot Subroto ini akan meminimalisir dampak bottleneck (leher botol). “Selama ini arah Medan Plaza menuju ke arah barat ke Jalan Binjai, selama ini kan sering terjadi penyempitan arus, sehingga kalau nanti Jalan Gatot Subroto ini diubah menjadi dua arus, maka ini bisa memnimalisir bottleneck, dari Medan Plaza ke arah barat yakni ke Jalan Binjai arus lalu lintasnya akan menjadi tidak begitu padat,” ucap Filiyanti.

Namun, lanjutnya, ada persyaratan yang tetap harus dilakukan Pemko Medan, di mana Pemko Medan harus membangun kanalisasi untuk angkutan kota yang ngetem, begitu juga dari arah Jalan Guru Patimpus juga harus dibangun kanalisasi sehingga angkutan kota yang ngetem di depan Medan Fair Plaza tidak akan menjadi sumber kemacetan.

“Pemko Medan juga perlu membuat kanalisasi untuk pengguna sepeda motor, sebab pengguna sepeda motor tidak bisa disamakan jalurnya dengan bus atau mobil pribadi, oleh karenanyalah harus ada kanalisasi ini sehingga arus di Jalan Gatot Subroto itu tidak macet,” terang Filliyanti.
Manfaat kedua terang Filliyanti, perubahan arus bisa mengurangi kemacetan di jalan protokol di inti kota.

“Selama ini karena satu jalur, maka warga biasanya tetap harus memutar arah dan senantiasa melintasi inti kota seperti dari Jalan Iskandar Muda masuk ke Jalan Gajah Mada lalu ke S Parman dan masuk ke Jalan Raden Saleh, sehingga membuat kepadatan di inti kota. Tentunya, kalau jalan Gatot Subroto ini sudah dua jalur, maka masyarakat tidak perlu memutar lagi dari inti kota tapi bisa langsung ke Jalan Guru Patimpus,” jelas Filliyanti.
Dan manfaat ketiga, kata Filliyanti, jika nantinya Pemko Medan akan mengimplementasikan busway Trans Medan maka arus dua jalur di Jalan Gatot Subroto ini akan sangat menguntungkan.

“Kebetulan saya juga tenaga ahli untuk pengkajian bus way Mebidangro koridor 1, jadi kalau nanti penerapan bus way ini jadi tentu arus dua jalur di Jalan Gatot Subroto ini akan berdampak baik, bahkan dari Pinang Baris bisa langsung ke Kuala Namu,” jelasnya.

Menurutnya, dari kajian busway Mebidangro koridor 1, sebelumnya jalurnya dari Pinang Baris (TB Simatupang)-Jalan Gatot Subroto- Jalan Iskandar Muda- Jalan Gajah Mada-Jalan S Parman-Jalan Gatot Subroto-Jalan kapten Maulana Lubis-Jalan Raden Saleh-Jalan Putri Hijau-Jalan Perintis Kemerdekaan- ke Kualanamu melalui stasiun KA (diperkirakan 22 Km).

Namun, dengan adanya perubahan arus di Jalan Gatot Subroto nantinya, maka dari Jalan TB Simatupang- Jalan Gatot Subroto- Jalan Guru Patimpus-Jalan Perintis Kemerdekaan- ke Kualanamu melalui stasiun KA.

“Sehingga jalur bus way ini juga tidak akan melalui inti kota, sehingga tidak akan menjadi kemacetan di inti kota,” terang Fillianty.
Begitupun, tambah Fillianty, kalau Jalan Gatot Subroto ini diubah menjadi dua jalur, maka Pemko Medan juga harus melakukan evaluasi untuk mengubah arus di tujuh titik lainnya. Seperti di jalan Perintis Kemerdekaan yang selama ini satu jalur sebaiknya juga diubah kembali menjadi dua jalur.
“Makanya, Pemko Medan harus mengkajinya secara menyeluruh tidak bisa hanya melakukan by spot, perlu dilakukan evaluasi di tujuh titik yang sebelumnya dari dua jalur diubah sekarang ke satu jalur ini perlu dievaluasi,” jelas Fillianty. (adl)

Nenek-nenek Tewas Terpanggang

Rumah Berlantai Dua Ludes Terbakar

MEDAN-Rumah berlantai dua ludes terbakar di Jalan Pabrik Tenun, Gang Surau, Medan Petisah, Kamis (24/5). Akibatnya, nenek Nafsiah (80) tewas terpanggang.

Menurut keterangan, saat terjadi kebakaran Nafsiah sedang tidur di dalam kamar di lantai dua. Nafsiah sempat berteriak minta tolong saat api mulai berkobar, tapi tak bisa ditolong karena api sudah menjalar ke seluruh isi rumah.

“Dia sempat berteriak minta tolong tapi tak bisa diselamatakan karena Nafsiah berada di lantai dua. Dia terbakar karena tak bisa keluar,” jelas Endang, seorang saksi mata.

Kepala lingkungan III, Kelurahan Sei Putih Timur, Medan Petisah, Binsar Halomoan mengatakan saat kejadian Nafsiah terjebak di lantai dua belakang rumah. Melihat api semakin membesar korban mencoba menyelamatkan diri tanpa ada yang menuntun turun dari lantai II ke lantai I, namun korban terbakar.

Korban berhasil dievakuasi setelah Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan berhasil memadamkan api.
Informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat dari dapur rumah. Melihat api membesar warga sekitar langsung memadamkan dengan alat seadanya, namun tidak bisa dipadamkan.

“Saat kebakaran, warga mencoba berusaha memadamkan api sempat mendengar suara nenek itu  minta tolong,” sebut Binsar.
Personel Polsekta Medan Baru yang terjun ke lokasi langsung melakukan identifikasi.

Kapolsekta Medan Baru, Kompol Doni Alexander mengatakan, saat ditemukan tubuh korban mengalami luka bakar di bagian punggung. Memang korban terjatuh dari lantai dua dan tidak berdaya setelah terjatuh karena usia tua sudah uzur. Kondisi jatuh tepat di lokasi api.
Selanjutnya jenazah Nafsiah dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan untuk dilakukan otopsi. Keterangan dr Nasib
Situmorang, dokter forensik RSU dr Pirngadi Medan, korban mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya. (jon/gus)