Home Blog Page 13472

Kamera Dirampas Pria Ngaku Polisi

Seorang wartawan media terbitan Medan, Reza Daeng Syahputra (19) melapor ke Mapolsekta Medan Baru.  Warga Jalan Pelita I, Medan Perjuangan itu
mengaku kameranya dirampas tiga pria yang mengaku polisi, Kamis (24/5) dini hari. Akibatnya korban mengalami kerugian jutaan rupiah.

Pengakuan Reza Daeng Syahputra, peristiwa itu terjadi saat Reza dan kedua temannya baru saja dari kantornya hendak pulang ke rumahnya. Saat tiba di Jalan Sudirman korban dan temannya berhenti sejenak untuk beristirahat.

“Aku sama kedua rekan beristirahat sambil bercerita-cerita dengan kawan ku,” ungkapnya.

Saat itu tiga pria mengendarai dua sepeda motor menghampiri mereka. Dengan berpura-pura sebagai petugas polisi tersangka menanyakan identitasnya. Karena memiliki identitas korban pun menunjukkannya serta mengeluarkan kartu wartawan.

Tidak percaya begitu saja, Reza dan temannya sempat menanyakan tersangka bertugas dimana. Tapi tersangka tidak mau menjawabnya. Reza pun berdalih menelepon ke Mapolreta Medan untuk memastikan kebenaran pengakuan tersangka sebagai polisi. Saat itulah ketiga pria itu berubah seperti ketakutan dan melarikan diri sambil membawa kabur kamera milik korban. (gus)

Warga Tangguk Bongkar Bentrok

MEDAN-Dua kelompok warga di Jalan Tangguk Bongkar XI, tepatnya simpang Jalan Tangguk Bongkar X, Kelurahan Tegal Sari, Medan Denai, Kamis (24/5) dinihari. Akibatnya, atap rumah milik Noni (55) rusak akibat terkena lemparan batu.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos di lokasi kejadian, keributan bermula Sabtu (19/5) malam saat dua kelompok pemuda warga Jalan Tangguk Bongkar XI dan Tangguk Bongkar IX terlibat keributan dan saling lempar batu. Pemicunya, pemuda yang rata-rata berusia 13-16 tahun itu saling ejek.
Warga sekitar lokasi bentrok kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Medan Area. Petugas Polsek Medan Area turun ke lokasi untuk meredakan bentrokan.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Area, AKP Jonser Banjarnahor saat dikonfirmasi, polisi tidak ada menahan warga yang terlibat bentrok. Jonser mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan, polisi akan menggalakkan patroli di kawasan yang sering terjadi bentrokan.(gus)

Warga Tangguk Bongkar Bentrok

MEDAN-Dua kelompok warga di Jalan Tangguk Bongkar XI, tepatnya simpang Jalan Tangguk Bongkar X, Kelurahan Tegal Sari, Medan Denai, Kamis (24/5) dinihari. Akibatnya, atap rumah milik Noni (55) rusak akibat terkena lemparan batu.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos di lokasi kejadian, keributan bermula Sabtu (19/5) malam saat dua kelompok pemuda warga Jalan Tangguk Bongkar XI dan Tangguk Bongkar IX terlibat keributan dan saling lempar batu. Pemicunya, pemuda yang rata-rata berusia 13-16 tahun itu saling ejek.
Warga sekitar lokasi bentrok kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Medan Area. Petugas Polsek Medan Area turun ke lokasi untuk meredakan bentrokan.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Area, AKP Jonser Banjarnahor saat dikonfirmasi, polisi tidak ada menahan warga yang terlibat bentrok. Jonser mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan, polisi akan menggalakkan patroli di kawasan yang sering terjadi bentrokan.(gus)

Hadirkan Artis Beken

Magnum Filter Urban Jazz Crossover

MEDAN-Setelah sukses memukau publik dengan sajian pagelaran musik cross genre yang lebih segar, variatif dan inovatif beberapa waktu lalu, Magnum Filter Urban Jazz Crossover tetap setia dan kembali hadir menyajikan pagelaran musik unik dan sensasional yang merupakan kolaborasi cross genre merepresentasikan selera tinggi kaum urban.

“Magnum Filter Urban Jazz Crossover kembali hadir untuk yang kelima kalinya setelah empat tahun berturut-turut sukses menyajikan musik cross genre dengan sentuhan jazz. Jadi tahun ini kami mempersembahkan pertunjukan musik cross genre yang berkelas dengan mempertahankan faktor ‘kejutan’, line up musisi, aransemen lagu dan tata panggung berteknologi canggih,” ujar Andre Muljadi, Brand Manager Magnum Filter, Selasa (23/6) di Hotel JW Marriot.
Dengan mengusung tema Jazz The Way You Like It, Magnum Filter Urban Jazz Crossover kembali menunjuk Viky Sianipar sebagai music direktor yang akan membawakan menu-menu lebih kaya dan berwarna dengan cita rasa baru hasil racikan cross genre dan akan tampil lebih interaktif.  Dijelaskannya, aksi panggung para musisi juga akan didukung tata panggung dan visualisasi multimedia yang lebih memukau dari tahun-tahun sebelumnya.

Magnum Filter Urban Jazz Crossover juga akan didukung  musisi legendaris seperti Harvey Malaihollo, Indra Lesmana, dengan musisi berprestasi seperti Rieke Roslan, Tompi, Andien, Barry Likumahua, serta Yukie (PAS Band) dan juga musisi muda bertalenta seperti Millane Fernandez, Intan Soekotjo dan Bayu Risa.

Viky Sianipar mengaku, para musisi akan membawakan lagu yang telah di aransemen ulang dengan sedikit mengubah kebiasaan bernyanyi mereka, namun tetap mempertahankan karakter khas suaranya. (mag-11)

Road Show Peduli 2012

HUT ke-19 PD Pasar Kota Medan

MEDAN-Dalam rangka menyambut HUT ke-19 Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan 7 Juni 2012 mendatang, PD Pasar menggelar kegiatan road show dengan tema PD Pasar Peduli Tahun 2012.

Dalam road show digelar bakti sosial donor darah bekerjasama dengan UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis untuk mata, kadar gula darah, tekanan darah, kolestrol dan asam urat.

Selain itu, juga digelar beberapa agenda olahraga salah satunya, turnamen olah raga Catur Simultan antara seorang atlet catur master Internasional di bawah naungan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), yaitu Master FIDE Fitra Andika melawan 40 orang dalam dua babak sekaligus.
Ada juga lomba mendadak jadi artis pasar yang diikuti para pedagang pasar dari berbagai usia, yang akan diadakan di Pusat Pasar, mini bazar sponsor dan kuis berhadiah.

Dirut PD Pasar Medan, Benny H Sihotang menyatakan, kegiatan itu merupakan rajutan kebersamaan dalam kepedulian bersama dari pegawai PD Pasar, pedagang pasar dan pengunjung pasar serta pihak pendukung dalam menyambut HUT PD Pasar kota Medan yang memasuki usia 19 tahun.
Intinya, sambung Benny, PD Pasar kota Medan terus berbenah diri dalam melahirkan layanan- layanan yang terbaik buat mewujudkan kelestarian pasar-pasar tradisional.

M Yusuf Lubis, Ketua Panitia acara ini menyampaikan kegiatan Road Show PD Pasar Peduli tahun 2012, akan terselenggara secara simultan di sejumlah pasar lainnya. Tanggal 29 Mei 2012 akan digelar di Pasar Aksara dan tanggal 31 Mei 2012 di Pasar Kampung Lalang serta resepsi puncaknya, tanggal 9 juni 2012 di Pelataran Parkir Pasar Petisah. (ari)

Star Indonesia Gelar Andalas Fair di PRSU

MEDAN-PT Star Indonesia akan menggelar pameran dan taman hiburan bertajuk Andalas Fair di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto, Medan, 28 Juni hingga 16 Juli 2012 mendatang.

General Manager PT Star Indonesia, Zulham Effendi kepada wartawan mengaku, melalui even ini pemprov dan pemkab/pemko di Sumut, bisa menyampaikan informasi seluas-seluasnya kepada masyarakat tentang berbagai keberhasilan pembangunan maupun peluang-peluang investasi untuk menarik minat investor.

Sedang bagi kalangan dunia usaha terutama pelaku usaha kecil dan koperasi, ini peluang untuk mengembangkan pasar dengan memperkenalkan dan menjual langsung produk-produk andalannya kepada masyarakat.

Pihaknya berharap lewat Andalas Fair dapat membantu program pemerintah dalam membina, menghimpun, memberdayakan, dan mengembangkan dunia usaha terutama usaha masyarakat kecil dan koperasi yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

“Yang paling kita harapkan dari tujuan penyelenggaraan Andalas Fair ini adalah dampak ikutannya yang sangat luas terhadap sektor perekonomian, budaya, sosial, dan lapangan kerja,” tambah H Baharuddin, selaku Penasihat Panpel Andalas Fair yang turut mendampingi Zulham di kesempatan itu.
Zulham yang juga selaku Ketua Panpel Andalas Fair menyebutkan, panitia menyiapkan 350 stan termasuk hall di arena PRSU untuk diisi peserta pameran.

“Selain kalangan dunia usaha, pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, negara jiran yang punya jaringan bisnis di Medan, BUMN/BUMD, perusahaan swasta nasional, dan berbagai instansi/lembaga lainnya, bakal meramaikan Andalas Fair,” ujarnya.

Produk-produk yang nantinya dipamerkan sangat beragam, mulai dari produk UKM dan koperasi, produk binaan BUMN/BUMD, produk hasil pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, hasil hutan, dan agrobisnis. Kemudian produk otomotif dan aksesorisnya, produk teknologi dan informatika, produk elektronika, produk perbankan dan asuransi, produk perhotelan dan biro perjalanan, produk olahraga dan alat-alat kesehatan, produk kosmetik dan alat-alat kecantikan, produk makanan dan minuman, hingga produk pendidikan maupun lembaga-lembaga pendidikan. (ari)

Baksos Warnai Pelantikan HDCI-HOG

MEDAN-Acara pelantikan pengurus Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut periode 2012-2015, yang berlangsung Sabtu (26/5), akan diawali dengan kegiatan bakti sosial (baksos) berupa kegiatan donor darah serta jamuan dan pemberian tali asih kepada anak- anak yatim.

Pelantikan komunitas pecinta motor besar HDCI Sumut yang berlangsung di Mabua Harley Davidson Medan (MHDM), Jalan S Parman ini, adalah salah satu dari rangkaian acara yang digelar pada saat yang sama. Karena, pada waktu itu juga berlangsung perayaan Satu Tahun berdirinya MHDM, Peresmian Harley Owners Group (HOG) North Sumatera Chapters, launching gelaran Sumatra Bike Week, serta pembukaan cafe Coffe Corner.

Menurut Operation Manager MHDM, Hafiz BMS di Medan, Kamis (24/5), sehari sebelum rangkaian kegiatan pelantikan dan peresmian tersebut di tempat yang sama digelar kegiatan donor darah hasil kerja sama HDCI Sumut dan MHDM, dengan PMI Medan, serta IMI Sumut. (jun)

Baksos Warnai Pelantikan HDCI-HOG

MEDAN-Acara pelantikan pengurus Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut periode 2012-2015, yang berlangsung Sabtu (26/5), akan diawali dengan kegiatan bakti sosial (baksos) berupa kegiatan donor darah serta jamuan dan pemberian tali asih kepada anak- anak yatim.

Pelantikan komunitas pecinta motor besar HDCI Sumut yang berlangsung di Mabua Harley Davidson Medan (MHDM), Jalan S Parman ini, adalah salah satu dari rangkaian acara yang digelar pada saat yang sama. Karena, pada waktu itu juga berlangsung perayaan Satu Tahun berdirinya MHDM, Peresmian Harley Owners Group (HOG) North Sumatera Chapters, launching gelaran Sumatra Bike Week, serta pembukaan cafe Coffe Corner.

Menurut Operation Manager MHDM, Hafiz BMS di Medan, Kamis (24/5), sehari sebelum rangkaian kegiatan pelantikan dan peresmian tersebut di tempat yang sama digelar kegiatan donor darah hasil kerja sama HDCI Sumut dan MHDM, dengan PMI Medan, serta IMI Sumut. (jun)

Kutalimbaru Mencekam, Warga Menghilang

Polisi Cari Pelaku Pembakaran Truk PTPN 2

BINJAI-Bentrok antara warga dengan karyawan PTPN 2 di Kecamatan Kutalimbaru masih menyisakan kepanikan dan suasana mencekam. Bahkan, di beberapa kampung sekitar lokasi bentrok warganya menghilang. Mereka pergi karena takut ditangkap polisi karena terlibat dalam bentrokan dan pembakaran truk PTPN 2, Selasa (22/5) lalu.

Di lokasi bentrokan, tepatnya di Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, puluhan personel kepolisian dari Polresta Medan dibantu petugas Polresta Binjai masih terlihat berjaga-jaga, Rabu (23/5). Informasi yang diterima Sumut Pos, sejumlah petugas juga melakukan penyisiran ke perkampungan warga guna mencari pelaku pembakaran mobil. Tampak sejumlah petugas berpakaian sipil terus memantau pergerakan warga di kampung tersebut.

Suasana di perkempungan pun tampak lengang. Beberapa warga hanya berkumpul di beberapa titik. Bahkan, beberapa pria terlihat serius memandangi setiap orang yang masuk ke perkampungan itu. Tatapan-tatapan curiga melihat orang asing begitu tampak. Desa Salang Paku pun berubah drastis layaknya di wilayah konflik.

Hal itupun diakui Ketua Kelompok Tani Maju Jaya, Zakaria. Menurutnya, memang sejak terjadinya bentrok dengan karyawan PTPN2 Selasa lalu, sejumlah petugas mulai melakukan penyisiran. Hal itu membuat suasana semakin mencekam dan penuh dengan kepanikan. “Tapi kami nggak tahu mereka mencari siapa,” ujarnya.

Dia menambahkan, pascabentrok sejumlah warga yang ikut terlibat dalam aksi tersebut langsung berhamburan meninggalkan lokasi bentrok. Mereka takut bakal menjadi sasaran penangkapan petugas kepolisian. “Mereka sudah pergi semua, saya nggak tahu ke mana,” ucapnya.
Ketika ditanya warga yang terlibat bentrok berasal dari mana, Zakaria mengatakan seluruh warga berasal dari kampung di sekitar lokasi. “Ya warga disini semua, kan disini ada beberapa kampung,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya hanya mempertahankan tanaman jagung yang ingin di okupasi pihak PTPN2. Pasalnya, lahan eks PTPN2 itu, merupakan lahan peninggalan orangtua mereka yang dikuasai PTPN2 sejak berpuluhan tahun. “Sampai kapan pun kita tetap bertahan,” urainya.

Dia menceritakan, aksi penyerangan yang dilakukan warga, bukan tak beralasan. Soalnya, jika pihaknya tidak menyerang terlebih dahulu, mereka takut akan mati konyol dihajar pihak PTPN2 yang jelas menang jumlah. “Kita sudah pengalaman soal ini (penyerangan, Red), karena sebulan lalu, pihak PTPN2 juga melakukan penyerangan kepada warga saat melakukan okupasi dan menghancurkan lahan yang mereka tanami,” jelasnya.

Bahkan, Zakaria menduga, kalau pihak PTPN2 juga menyewa preman untuk memotong tanaman pisang mereka dengan kelewang. Tidak hanya itu, preman itu juga sempat melepaskan tembakan sebanyak enam kali agar warga tidak mendekat.  “Kami nggak mau mati koyol. Sebab, Kamis (19/4) lalu, mereka juga melakukan okupasi dengan mengandalkan preman. Bahkan, mereka melepaskan tembakan sebanyak 6 kali, agar warga tidak mengejar,” ungkap Zakaria.

Kejadian Selasa lalu, kata Zakaria, warga memang sudah siap menghadapi karyawan PTPN 2 yang ingin melakukan okupasi. “Kejadian kemarin juga ada premannya kok. Sebab, aku sempat melihat jika ada sekitar 25 orang preman Simalingkar, yang membawa parang ikut di dalam mobil,” timpal seorang warga bernama Iwan.

KPA: Preman Bergabung dengan Karyawan

Sementara, Humas PTPN2 Sei Semayang Eka Dama Yanti, saat dikonfirmasi mengatakan, memang pihaknya ada melakukan okupasi sebulan lalu. Namun, saat itu pihaknya menjadi korban. “Memang kita sempat melakukan okupasi sebulan lalu, tapi kita dihalangi warga saat mencabut dua batang pohon pisang,” kata Eka.

Soal penggunaan jasa preman juga menjadi catatan pihak Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) di Jakarta. “Informasi dari lapangan, itu para preman bayaran yang bergabung dengan karyawan,” cetus Deputi Sekretaris Jenderal KPA Iwan Nurdin kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin.

Lantas apa kepentingan mafia tanah? Iwan membeberkan dari aspek historis masalah tanah di sana. Dipaparkan, lahan-lahan PTPN II itu dulunya, di era Presiden Soekarno, sebagian sudah dibagikan kepada rakyat dan sudah disertai Surat Keterangan Pembagian Tanah (SKPT) dan Surat Land Reform. “Ada yang menyebutnya sebagai tanah suguhan. Di surat-surat itu tadi sudah disebutkan tanah menjadi hak milik rakyat,” terang Iwan.

Hanya saja, lanjut Iwan, di awal-awal rezim Orde Baru, rakyat di sana dituduh komunis sehingga tanah-tanah yang sudah dibagi di era Bung Karno, dirampas lagi oleh negara dan diterbitkan HGU untuk PTPN-PTPN, termasuk untuk PTPN II.

Belakangan, rakyat yang merasa dirugikan melakukan gugatan. BPN pun bersikap, dengan menerbitkan surat perintah agar ditunda dulu perpanjangan HGU untuk PTPN II. “Sehingga banyak tanah PTPN II tak dapat diperpanjang HGU-nya karena ada tanah rakyat di situ,” imbuhnya.

Nah, status tanah yang seperti itulah yang dicoba dimainkan para mafia tanah, yang melibatkan ormas-ormas kepemudaan. “Mereka menebangi tanaman warga, memagarinya, dan PTPN membiarkan saja. Saya yakin ada pengusaha-pengusaha hitam. Saya takutnya, ini ada kolaborasi oknum-oknum di PTPN II dengan pengusaha hitam, yang paham itu tanah sengketa, lantas mau menduduki. Harapannya, nanti begitu pemerintah bilang ‘kembalikan tanah ke rakyat’, mereka yang justru akan menguasai,” beber Iwan.

Kecurigaan ini diperkuat dengan fakta di lapangan, lanjut Iwan, dimana ketika warga yang menduduki lahan, pihak PTPN II cepat sekali bereaksi. “Tapi begitu para preman yang memagari, didiamkan saja,” ujarnya.

KPA mendesak agar Pemda dan pihak-pihak terkait secepatnya meneliti ulang status tanah. Bagi yang sudah menjadi hak milik warga, yang dibuktikan dengan adanya SKPT, Surat Land Reform, dan Surat Tanah Suguhan, langsung dikembalikan lahan itu ke rakyat.
KPA juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut dugaan adanya permainan preman dan spekulan tanah. “Mafia tanah yang luar biasa pat gulipatnya itu ada di Sumut,” tegasnya. (ndi/sam)

Petani Siap Melawan Tindakan Okupasi

Kelompok tani yang tergabung dalam Forum Rakyat Bersatu (FRB) Sumatera Utara siap melakukan perlawanan terhadap upaya okupasi baik yang dilakukan karyawan PTPN 2 maupun kelompok lainnya.

Demikian disampaikan, ketua harian FBR Rabualam didampingi ketua kelompok tani asal Desa Silebo lebo Kecamatan Kutalimbaru, TA Sitepu dalam acara diskusi publik tentang putusan eksaminasi publik terhadap surat keputusan kepala Badan Pertanahan Nasional RI, digelar di rumah makan Pondok Mining, Tanjungmorawa, Rabu (23/5).

Rabualam menyebutkan, perlawanan
yang diberikan oleh kelompok petani terhadap massa dari PTPN 2 karena keterpaksaan untuk membela diri. Pasalnya, sejak semula kelompok tani yang dibawa naungan FBR diintruksikan jangan melakukan tindakan anarkis, tapi boleh melakukan perlawanan kalau sudah terdesak. “Petani dilarang menjual. Tapi kalau lawan menjual, petani siap melawan sampai titik darah terakhir,” katanya.

Menurut dia, bentrok di Kutalimbaru Selasa lalu tidak bisa dihindari oleh petani yang tanamannya hendak ditertibkan oleh pihak PTPN2. Tentu petani tidak terima dengan upaya okupasi itu, petani merasa mereka memiliki alas hak atas lahan tersebut.

Masih soal tragedi Selasa lalu, TA Sitepu menceritakan ketika kejadian penyerangan dirinya berada di tempat itu. Menurutnya ada 20 unit truk yang disewa PTPN 2 mengangkut hampir 1000 orang massa untuk melakukan okupasi. “Karena didesak kelompok tani tanpa dikomando langsung melakukan pelemparan,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan massa PTPN dilengkapi persenjatan berupa parang panjang, panah, serta pentungan panjang. Sedangkan petani hanya dipersenjatai alat-alat pertanian cangkul serta babat. “Bila ada senapang angin, itu hanya kebetulan dipakai hendak menembak burung,” ucapnya.
Di Langkat, ratusan petani tergabung dalam Koalisi Kelompok Tani Korban Penjoliman Tahun 1966/67 dan Praktik Mafia Hukum di Kabupaten Langkat, Rabu (23/5) menggelar aksi demo ke Kantor Manajer PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Kebun Tanjung Beringin Kecamatan Hinai.

Kedatangan ratusan petani yang mewakili dari kordinator bersama 4  koalisi yang selama ini telah mengklaim lahan dan bercocok tanam di luar HGU PTPN II —  kini ditangani   PT Langkat Nusantara Kepong (LNK), meminta pertanggung jawaban sekaligus mempertanyakan alasan surat Manajer PT LNK Kebun Tanjung Beringin, yang ditujukan kepada keempat kelompok petani.

Surat tersebut antara lain mengintruksikan agar para petani membersihkan tanaman. Apabila surat tersebut tidak diindahkan, PT LNK sendiri yang akan melakukan  pembersihan  areal . “Penempatan bahasa itu menunjukkan sikap arogansi kekuatan yang kesampingkan kebenaran hukum dan azas-azas musyawarah. Kami petani penggarap warga Langkat menjunjung tinggi kebenaran hukum dan etika, tidak menginginkan kekerasan,” kata Aminthon Pakpahan SH yang mendampingi koalisi masyarakat petani yang saat itu hanya diterima Sumpeno, Humas PT LNK Tanjung Beringin.

Ditegaskan dia, harus ada pengukuran areal perusahaan yang disebut masuk dalam hak guna usaha (HGU) agar diketahui berapa luas lahan yang berada di HGU sesuai sertifikat yang ada. “Kalau memang benar ada HGU-nya, masyarakat siap hengkang dari lokasi,” katanya lagi.

Di sisi lain beberpa tokoh yang peduli dengan sengketa tanah akan mendirikan lembaga adhoc independen untuk penyelesaian konflik anah di luar pengadilan. Setidaknya hal ini diungkapkan DR H Hasim Purba SH Mhum (Kepala Pusut Penelitian HAM USU), DR Arief Sugiarto SH (Advokad dan Pakar Hukum Pertanahan dari Jakarta), Syhari R Tarigan SH MH (advokad), H Hamdani Harahap SH MH (praktisi hukum), Marasamin Ritonga SH (Ketua Kadin Medan), dan Benget Silitonga (Direktur Bakumsu) di Medan, kemarin siang.

Adapun target lembaga adhock independen untuk penyelesaian konflik anah di luar pengadilan tersebut antara lain untuk mempertemukan kepentingan hak dan penguasaan objek tanah sengketa antara para pihak yang bersengketa. Selain itu, mengoptimal upaya tercapainya kesepakatan para pihak melalui musyawarah dalam rangka mewujudkan kehendak para pihak untuk memperoleh kepastian hukum atas suatu bidang tanah. (btr/mag-4/gus)