Home Blog Page 13501

Chondri Horas Silitonga Langganan Dilaporkan Wanita

Kasus Wanita Muda Ribut di DPRD Siantar

PEMATANGSIANTAR- Chondri Horas Silitonga, anggota DPRD Kota Pematangsiantar sarat akan masalah. Mulai dari dugaan rumah tangganya yang tidak harmonis, perkara penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS), hingga yang teranyar dilabrak wanita muda di gedung dewan, Rabu (16/5) kemarin.

Wanita muda itu terakhir diketahui bernama Yuni dan berprofesi sebagai pedagang pakaian di Pasar Horas, Pematangsiantar. Ia melabrak Chondri, karena ingin meminta pertanggung-jawaban anggota dewan bertubuh mungil itu. Dugaan muncul, kalau Chondri sempat ingin berbuat mesum dengan adiknya.

Dari penelusuran yang dilakukan koran ini, Kamis (17/5), keberadaan anggota dewan dari Partai Pemuda Indonesia (PPI) bagai hilang ditelan bumi. Saat rumahnya di Jalan DI Panjaitan Kecamatan Siantar Selatan disambangi, tampak rumahnya tertutup rapat dan tidak terdapat tanda sedang berpenghuni.
Menurut tetangganya yang mengaku boru Pasaribu, sejak subuh sekira jam 05.30 WIB, Chondri sudah pergi meninggalkan rumah, dengan mengendarai mobil Kijang Inova. Hanya saja tetangganya itu, tidak tahu tujuan anggota dewan itu.

Informasi yang dihimpun, belum lagi tuntas kasus yang melibatkannya dalam skandal calo CPNS ditahun lalu, Jumat (11/5) kemarin, Chondri juga hampir dipolisikan, terkait dugaan cabul yang ia lakukan terhadap AT yang masih berusia 19 tahun. AT sendiri adik dari Yuni, yang melabraknya kemarin.

Perbuatan cabul terhadap AT nyaris saja terjadi, jika tidak segera diketahui orangtua  AT. Saat itu, AT dan Chondri sedang berada di dalam kamar hotel Aleksander di Jalan Pematangsiantar-Saribudolok. Atas kedatangan ibu kandung AT, Chondri melarikan diri lewat jendela kamar hotel.
Atas dasar itu, ibu kandung AT sempat hendak membawa peristiwa yang dialami AT ke Polres Pematangsiantar. Hanya saja, karena hasil visum tidak menunjukkan ada kerusakan di alat vital AT, akhirnya pengaduanpun diurungkan.

Selepas itu Yuni melabrak Chondri saat sidang paripurna DPRD Pematangsiantar berlangsung. Yang menambah rasa marah Yuni terhadap Chondri, karena antara dirinya dengan Chondri, juga sedang menjalin hubungan asmara.

Di bulan September tahun 2011 yang lalu, Chondri pernah juga dilabrak Marisi br Manurung selepas mengikuti sidang paripurna DPRD Pematangsiantar. Malah saat itu, baju Chondri sempat ditarik tarik wanita yang diperkirakan sudah berusia 50 an tahun itu.

Karena tidak bisa mengelak, Chondri ketika itu membawa Marisi br Manurung ke ruangan Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga SH. Dari sana diketahui, kalau Marisi br Manurung menagih puluhan juta rupiah dari Chondri, karena jagoan yang diusung Marisi tidak juga diangkat menjadi CPNS.

Terkait praktik percaloan CPNS ini, kasus tersebut sudah ditangani penyidik Polres Pematangsiantar. Sedangkan Chondri sendiri dalam kasus itu sudah pernah dipanggil dan diperiksa. Dari informasi yang diterima, pemeriksaan Chondri masih sebatas saksi.(mag-20)

Ayah Meninggal, Anak Tewas Ditabrak Truk

AEKKANOPAN – Tragis, begitulah yang dialami Imron Nainggolan (25) pemuda lajang warga Dusun Patok Besi, Desa Simanggalam Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara. Niatnya membeli perlengkapan pemakaman bapaknya malas tewas ditabrak truk tangki, Kamis (17/5).

Informasi yang dihimpun METRO (Grup Sumut Pos), saat Imron diminta belanja ke pasar Inpres Aek Kanopan, yang jaraknya sekitar 20 kilometer. Ketika itu, ia juga ditugasi menjemput itonya yang datang dari Batam dan bapak udanya dari Pekanbaru yang baru turun dari Bus di Simpang Siranggong, Damuli untuk ngelayat orangtuanya yang meninggal akibat sesak napas.

Sesampainya di jalinsum Simpang Siranggong pada pagi dinihari itu, korban mendapati itonya dan bapak udanya baru turun dari bus dan sudah menunggu hendak menuju ke rumahnya. Setelah mengatur kereta jemputan untuk keluarga, Imron Nainggolan lalu permisi melanjutkan perjalanan ke Pasar inpres Aekkanopan yang berjarak 8 KM untuk belanja keperluan pemakaman Bapaknya.

Karena tidak ada firasat apapun, ito dan bapak udanya lantas mengijinkan. Korban mengajak sepupunya Suardi Pakpahan (22) yang baru tiba dari Kota Batam bersama bapak udanya itu. Imron kemudian membonceng Suardi.

Belum lama beranjak dari Simpang Siranggong dengan  mengendarai Honda Revo BM 4761 LY, stang sepeda motor mereka bersenggolan dengan truk dari Arah Medan tujuan Rantau Prapat. Gugup, sepeda motor mereka oleng. Keduanya terlempar ke aspal. Naas bagi Imron, saat bersamaan kepalanya dilindas ban truk tanki.

Akibatnya korban tewas di tempat dengan kepala  rata dengan jalan. Suardi Pakpahan hanya menderita luka lecet.
Rencana nya korban akan di kebumikan hari Jumat (18/5) di Perkuburan Kristen Desa Simanggalam. Kemungkinan kuburan korban akan disandingkan dengan makam bapaknya.(put/smg)

Korban Puting Beliung Terima Bantuan

LANGKAT- Pascadilanda bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu, warga Kecamatan Sei Lepan-Langkat menerima bantuan material. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban korban puting beliung, yang diberikan secara bertahap.

“Sebagai hamba yang lemah, mari kita tetap memunculkan pribadi sabar dalam menerima musibah dan bersyukur dalam segala keadaan,” kata Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu kepada warga terkena bencana alam di halaman Kantor Camat Sei Lepan, kemarin.

Ngogesa berharap, warga masyarakat terus bersikap optimis dan ikhlas menerima segala sesuatu telah menjadi ketentuan Allah SWT. Namun demikian, sejak terjadinya bencana dimaksud pemkab melalui camat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalakhar BPBD), Kesbangpolinmas dan Kantor Sosial saling berkoordinasi memberikan bantuan awal tanggap darurat. Bahkan melakukan verifikasi data untuk dikoordinasikan dengan pihak Propinsi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupayakan bantuan lanjutan.

“Saya nanti bertemu kembali dengan bapak dan ibu untuk bersilaturrahmi usai pemanfaatan bantuan ini,” tukas Ngogesa.
Kalakhar BPBD Langkat, Herdianul Zally, menyebutkan bencana alam angin puting beliung (Minggu, 6/5 petang lalu) merusak sejumlah rumah tempat tinggal di empat Kecamatan yakni Gebang, Babalan, Sei Lepan dan Brandan Barat. (mag-4)

Ditangkap tanpa Barang Bukti

GUNTINGSAGA-Warga Kelurahan Guntingsaga Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mempertanyakan alasan Polisi Sektor (Polsek) Kualuh Hulu menangkap Hasan Siagian (27) warga Guntingsaga Lingkungan XII Dusun Bukit, Labura, Selasa (15/5) kemarin.

“Kapolsek Kualuh Hulu AKP Arfin Marpaung harus menjelaskan kepada keluarga korban, dalam kasus apa Hasan ditangkap? Kalau kasus pencurian kelapa sawit, Hasan saat itu tidak berada di areal lokasi kebun di perkebunan PTPN3 Membang Muda, dan lagian polisi menangkap tanpa barang bukti,” kata kerabat korban Bahar (45)  warga Bukit Kepada METRO (Group Sumut Pos), Kamis (17/5) kemarin.

Seharusnya, lanjutnya, kalau Hasan bersalah harus diberitahukan kepada keluarganya tentang pemberitahuan penangkapanya dalam kasus apa.
“Kalau cuma laporan Danton Hansip Purnomo yang menyebutkan Hasan mencuri buah sawit tahun 2010, itukan bias-bisanya saja, apa itu bisa dijadikan dasar hukum?” kata Bahar.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP Arifin Marpaung ketika di tanya METRO via ponsel tentang penangkapan Hasan hanya mengakui hanya dengar-dengar saja kalau tersangka mencuri. “Kalau mau lebih rinci nanti saya tanyakan kepada penyidik langsung yang memegang LP (laporan pengaduan) nya,” kata Marpaung.(put/smg)

Wali Kota Hadiri Pemberian Warga Kehormatan Melayu Warga Melayu Warnai Pembangunan Kota Medan Organisasi kedaerahan yang ada di Kota Medan merupakan basis masyarakat yang potensial untuk dibina dan memberikan kontribusi dalam pembangunan Kota Medan. Khususnya, masyarakat Melayu tetap eksis hingga kini. Apalagi etnis Melayu adalah satu etnis yang mendiami Kota Medan.

Wali Kota Hadiri Pemberian Warga Kehormatan Melayu

Organisasi kedaerahan yang ada di Kota Medan merupakan basis masyarakat yang potensial untuk dibina dan memberikan kontribusi dalam pembangunan Kota Medan. Khususnya, masyarakat Melayu tetap eksis hingga kini. Apalagi etnis Melayu adalah satu etnis yang mendiami Kota Medan.

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM menghadiri sukuran dan silaturahim sekaligus penepung tawaran atas pemberian warga kehormatan Melayu kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), DR Noor Rachmad SH MH di Hotel Madani Medan.

Pada kegiatan itu, Kajatisu, Noor Rachmad ditepung tawari dan diberi gelar kehormatan warga Melayu.  Dalam sambutannya, Rahudman menyebutkan, masyarakat Melayu yang berdomisili di Kota Medan jumlahnya cukup strategis sekitar 6,59 persen dari 2,8 juta penduduk Kota Medan.

Dia juga menyebutkan, Kota Medan merupakan satu tempat berdirinya kerajaan Melayu. Terbukti dengan adanya Istana Maimon, Masjid Raya Al Mashun, Kesultanan Deli, Masjid Al Osmani di Medan Deli.  Perlu di informasikan kepada para tokoh dan masyarakat Melayu, tahun 2012 di Kota Medan akan mencoba pertemuan akbar terhadap budaya-budaya Melayu.

“Berbagai hal telah dilakukan pembenahan, termasuk Istana Maimon yang merupakan ikon Kota Medan terus dibenahi. Begitu juga merenovasi Masjid Al Mashun sebagai kebanggaan Kota Medan, selalu diharapkan masukan dan saran dari tokoh-tokoh, pemangku adat Melayu. Renovasi dilakukan karena bangunan  tersebut merupakan potensi yang dimiliki masyarakat Melayu Kota Medan,” ucapnya lagi.

Dia mengajak, seluruh masyarakat untuk saling bahu membahu dalam menggerakkan roda pembangunan Kota Medan. Apalagi, pada kesempatan ini telah diberikan pengharagaan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan dukungan dan kontribusinya.

“Hari ini kita memberikan penghargaan warga kehormatan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Bapak Noor Rachmad. Kita berharap agar beliau mampu memberikan sumbangsih kepada PB MABMI,” sebutnya.

Usai dinobatkan sebagai warga kehormatan Melayu, H Noor Rachmad SH MH mengatakan penobatan atas dirinya sebagai warga kehormatan Melayu sangat diapresiasi  dan menjadi tantangan serta tanggungjawab.

“Dengan penobatan sebagai warga kehormatan Melayu, secara pribadi dan keluarga kami mengucapkan terima kasih yang setingginya kepada pengambil kebijakan masyarakat Melayu, dimana Kota Medan dan saya adalah keluarga masyarakat Melayu. Ini menjadi tantangan dan tanggung jawab, saya siap untuk dikritik dan ditegur bila ada tingkah laku saya yang salah dalam menjalankan tugas,” katanya.

Sebelumnya panitia pelaksana, Drs H Hasan Basri MM dalam laporannya mengatakan acara syukuran dan silaturahim masyarakat melayu Kota Medan digelar sebagai wujud untuk menyatukan semangat bersama, sekaligus mendukung arah pembangunan kota yang lebih baik.
Dalam acara silaturahim beserta PD MABMI Kota Medan, diisi juga penobatan warga kehormatan kepada Kajatisu H Noor Rachmad SH MH. Hal ini dilakukan dalam rangka mengembangkan adat Melayu. (adl)

Cegah Degradasi Adat dari Ancaman Globalisasi

Ketua PB MABMI Kota Medan, Safwan Khayat SH MHum menyebutkan silaturahim merupakan hal yang penting dan menjadi satu suka cita bagi masyarakat Melayu. Apalagi syukuran dan silaturahim adalah bagian dari ajaran Islam yang melekat dengan masyarakat Melayu.

“Sebagai hamba Allah SWT, rasa syukur dan silaturahim adalah ajaran agama yang memberikan dampak positif bagi setiap diri warga masyarakat dan negara, semakin banyak bersyukur maka semakin banyak limpahan rezeki yang dirasakan,” kata Safwan yang juga Wakapolres Langkat.

Dia mengatakan, pemberian gelar warga kehormatan Melayu juga sudah diberikan kepada Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang merupakan Anak Medan, lahir dan besar di Kota Medan.  Hal itu membuktikan, Wisjnu dilahirkan dan dibesarkan di atas tanah Melayu sehingga dinilai layak diberi gelar sebagai warga kehormatan Melayu Kota Medan.

“Seluruh masyarakat Melayu di Kota Medan siap mendukung sepenuhnya program Kapoldasu beserta jajarannya dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Safwan menyebutkan, satu bentuk dukungan yang harus diberikan adalah dengan melestarikan budaya Melayu sebagai satu ciri khas dan ikon ibu Kota provinsi Sumatera Utara.

“Satu yang dapat mengancam budaya lokal adalah terjadinya degradasi budaya lokal akibat globalisasi,” katanya.
Lebih lanjut, dia menyebutkan, pelestarian adat perlu dilakukan dalam mempertahankan adat, seperti meningkatkan tali silaturahim, mengajarkan pendidikan adat kepada anak di keluarga dan dilanjutkan kepada membuat beragam kegiatan untuk mensosialisasikan adat kepada masyarakat luas.
“Di tengah ancaman degradasi adat yang tinggi, maka sebagai warga yang peduli terhadap adat, harus berbuat dengan strategi dan kebijakan efektif secara bersama dengan masyarakat adat,” imbuhnya. (adl)

Muhammadiyah Asahan Resmikan SMPM Unggulan

Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan

KISARAN- Lima ratusan warga Muhammadiyah Asahan berkumpul di Kelurahan Sentang Kecamatan Kisaran Timur, Asahan dalam rangka peresmian SMPM (Sekolah Tingkat Pertama Muhammadiyah) Unggulan. Sekolah tersebut telah siap 2 lokal untuk menampung siswa baru pada tahun ajaran 2012-2013 yang akan datang.

Demikian diutarakan Drs Izhar saat menyampaikan laporan pada acara peresimian SMPM Unggulan,Kamis (17/5) dihadiri Ketua Wilayah Muhammadiyah Sumut, DR H Dalail Ahmad MA, Wakil Ketua DPRD Sumut, Ir Kamaluddin Harahap MSi,Ketua PD Muhammadiyah Asahan Sutrisno SSos, sesepuh Muhammadiyah, Aznal dan ratusan warga serta simpatisan Muhammadiyah.

Izhar menyebut bahwa upaya yang dilakukan pengurus Ranting Muhammadiyah Sentang untuk menyahuti program kerja serta mengingat pentingnya SMP unggulan karena SMAM unggulan telah ada.

Selain itu, SMPM tersebut dimaksudkan untuk membenahi para generasi muda, baik dari kalangan organisasi Muhammadiyah maupun dari luar Muhammadiyah sehingga menjadi generasi muda yang tangguh dan mampu untuk memimpin pada masa yang akan datang.

Begitupun sebut dia bahwa masih banyak keperluan dana untuk mewujudkannya agar menjadi tempat pendidikan yang memadai. Saat ini sudah direncanakan untuk mebebaskan tanah warga puluhan rante untuk pengembangan lembaga pendidikan SMPM ini ke depan. Sekadar dieketahui bahwa dana yang dibutuhkan miliaran rupiah. “Bukan hanya lembaga pendidikan yang akan berdiri di sini, PR Muhammadiyah Sentang juga berencana membangun Klinik Muhammadiyah yang akan dapat dimamfaatkan msayakat untuk berobat”, ujar Izhar.

Wakil Ketua DPRD Sumut Ir Kamaluddin Harahap MSi dalam arahannya menyebutkan, sebagai warga Muhammadiyah dirinya sangat terpanggil untuk ikut berpran dalam pembangunan SMPM Unggulan di Asahan. Sebab, kehadiran Muhamadiyah sebagai ormas tidak hanya dituntut da’wah hanya dari atas mimbar,tapi harus dapat menginplementasikan da’wah bi hal,artinya melaksanakan program nyata yang berguna bagi masyarakat banyak seperti menyediakan pendidikan yang berkualitas.

Bahkan dalam kesempatan itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut menyatakan akan berusaha memperjuangkan alokasi anggaran dari pemerintah untuk membantu pembangunan SMPM tersebut dan secara peribadi, dirinya memberi bantuan pembangunannya Rp10 juta.
Ditegasakannya bahwa sejak berdirinya Muhammadiyah sudah menyatakan komitmen melakukan da’wah baik melalui mimbar maupun melalui pendidikan. Sebab jika masyarakat , terutama anak-anak kita dapat di didik dengan baik,maka akan dapat diandalkan untuk ke depan.

Berdasarkan perbincangan dengan pengurus Ranting Muhammadiyah Sentang ,SMPM Unggulan ini akan diasuh para guru yang sudah menyelesaikan S 2 dan dengan itu diyakini para siswa akan berwawasan luas. Agar diketehui sebutnya pula, jangankan S 2 sedang S 1 saja yang mendidik dengan pengelolaan yang maksimal termasuk administarinya,maka anak didiknya sudah tergolong memiliki kualitas yang dapat diandalkan.

Sedang Ketua Wilayah Muhammadiyah Sumut , DR Dalail  Ahmad,MA dalam kesempatan tersebut menekan  tombol pertanda n SMPM Unggulan itu resmi dibuka.Sedang beberapa aktivis kampus dan selama ini berada di IMM Asahan-Tanjung Balai seperti Husni Mustofa menyebut bahwa program ini sangat tepat karena akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan diharap dapat mewarnai di Asahan.”Kita juga dilibatkan panitia dan sangat terdorong atas program ini”, ujarnya.(van/smg)

Anggota DPRD Labuhanbatu Nyabu di Mess

MEDAN- Hidayat Hasibuan, anggota DPRD Labuhanbatu, ditangkap Reserse Narkoba Polda Sumut karena mengonsumsi sabu-sabu. Politisi dari Partai Hanura itu ketangkap nyabu saat berada di Mess Pemda Labuhanbatu di Jalan HM Joni, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota
Ceritanya, Kamis (17/5) sekitar pukul 16.00 WIB, Reserse Narkoba Polda Sumut menggerebek Anggota DPRD Labuhanbatu Nyabu di Mess

Mess Pemda Labuhanbatu. Hasilnya, Hidayat Hasibuan ketangkap tangan sedang nyabu di dalam kamar no 8 bersama seorang temannya Andi dari LSM.
Menurut keterangan Narto, penjaga mess tersebut, dua orang petugas berpakaian preman masuk ke mess. “Mereka tanya kamar Dayat dimana,” kata Narto, kepada Posmetro Medan (grup Sumut Pos).

Menjawab pertanyaan petugas itu, pria bertubuh kurus mengatakan tidak tau. “Nggak tau, keluar dia bang,” ucapnya lagi. Mendengar ucapan Narto, tak membuat petugas percaya. Anggota narkoba Polda Sumut ini langsung menghubungi telepon seluler Hidayat. “Masuk aja, aku di kamar,” kata Narto mengulang kalimat yang didengarnya.

Dua petugas itu langsung masuk ke kamar nomor 8. Selang beberapa menit, dua orang petugas lainnya yang sebelumnya berada di halaman menyusul masuk ke dalam kamar. “Masuk lagi temannya dua orang ke dalam kamar Bang, satu di dalam mobil. Habis itu, mereka kunci pintu dari dalam, jadi mereka berenam di dalam kamar sama 4 polisi,” sambungnya.

Selang setengah jam, petugas langsung keluar dan membawa Hidayat dan temannya dengan menggunakan sebuah mobil jenis avanza warna hitam.
Direktur Ditresnarkoba Poldasu, Kombes Pol Andjar Dewanto membenarkan bahwa Hidayat Hasibuan anggota Fraksi Partai Hanura tersebut dan Andi Siagian ditangkap sedang mengonsumsi sabu-sabu. Untuk pemeriksaan, keduanya diboyong ke Mapoladsu. “Lagi diperiksa,” kata Andjar, Kamis (17/5) malam kepada Sumut Pos.

Sayangnya, saat ditanya barang bukti apa saja yang diamankan, Andjar enggan memberikan penjelasan. “Datanya besok, Jumat (18/5) ke kantor aja ya, sekalian diambil fotonya,” sebutnya.

Meski terus didesak Andjar tetap saja tidak memberikan keterangan berapa banyak barang bukti yang disita. “Besok ya kita pers rilis karena orang itu nggak mau jawab satu pun pertanyaan dari penyidik,” pungkasnya. (eza/smg/mag-11/gus)

Jalur Medan-Berastagi Putus Lagi

Jalur Medan menuju Berastagi atau Tanah Karo kembali putus. Kali ini, tebing di kawasan Sembahe, tepatnya Km 35, longsor dan menyebabkan macet selama delapan jam.

Peristiwa ini diawali oleh hujan deras yang melanda kawasan tersebut sejak Rabu (16/5) malam. Sekira pukul 21.00 WIB, tebing sebelah kiri dari arah Medan longsor. Tanah dan pepohonan dari tebing itu menutup separuh badan jalan. “Mungkin tebing yang curam itu tak dapat menahan debit airn
sehingga terjadinya longsor, sehingga kayu-kayu  yang jatuh  dari tebing yang berketinggian lima belas meter menutup badan jalan yang membuat
kemacetan,” ungkap Kapolsekta Pancurbatu, AKP S Siagian.

Sampai,  Kamis (17/5) pagi, longsoran itu belum ada dilakukan pembersihan yang menyebabkan antrean kendaraan dari kedua arah mencapai lima kilometer. Pengemudi yang terjebak longsor itu sudah bermalam di lokasi, terutama pengemudi kendaraan yang datang dari arah Kabupaten Karo. Mereka tidak bisa memutar kendaraan dan terpaksa bertahan.

Warga sekitar, Elfa (34) yang ditemui di lokasi mengatakan arus kendaraan sebenarnya masih bisa melewati longsoran yang tidak menutup seluruh badan jalan. Namun akibat banyaknya kendaraan terutama angkutan umum yang menyelonong mengakibatkan kemacetan di lokasi kejadian. “Apalagi tadi pagi sekira pukul 03.00 WIB, ada truk pengangkut terbalik di sekitar situ, itulah yang membuat macet total. Akibatnya ada pengemudi yang terpaksa bermalam di lokasi kejadian,” kata Elfa.

Seorang pengemudi mobil barang, Wira Lubis menjelaskan kalau kendaraan dari Kabupaten Karo sama sekali tidak bisa memutar. “Kalau dari arah Medan, masih bisa memutar dengan balik arah atau ambil jalur alternatif dari Batu Mbelin, Namorambe,” ucap Wira.

Pantauan Sumut Pos di lokasi, material longsoran yang terdiri dari batu, tanah, dan batang-batang pohon menutup ruas jalan hingga sekitar sepuluh meter. Sejumlah petugas Pemerintah Kabupaten Deliserdang dan polisi sudah berada di lokasi dan berupaya mengatasi masalah longsoran itu. Tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut.

Antrean kendaraan masih terus terjadi hingga pukul 13.00 WIB. Walau sebenarnya material longsor telah dikeruk oleh buldozer yang diturunkan pemerintahan setempat sekitar pukul 10.15 WIB. Kondisi arus lalu lintas masih macet, hal itu diakibatkan dua bus yang mengangkut penumpang menuju ke kawasan Berastagi, mogok di tengah jalan.

Selain itu, kemacetan ini semakin diperparah karena bertepatan dengan waktu libur paskah, karenya banyak yang ingin berwisata ke daerah kota dingin Berastagi.

Kasat Lantas Polresta Medan Kompol M Risya Mustario saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (17/5) siang, mengatakan jalan Medan-Brastagi sudah bisa dilalui. Namun,  dia mengeluhkan petugas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Sumut yang lama menurunkan alat berat sehingga membuat kemacetan terjadi di ruas jalan tersebut. Pasalnya, longsor diketahui terjadi sejak pukul 21.00, tapi pihak PU baru menurunkan alat berat pukul lima pagi. “Lama sekali alat berat tiba di lokasi,” sebutnya.

Akhirnya, arus lalu lintas kembali normal, sekitar Pukul 12.00 WIB, setelah tumpukkan tanah dan kayu akibat longsor disingkirkan dari badan jalan yang menutupi, satu persatu kenderaan pun meninggalkan lokasi.

Camat Sibolangit Tua Malem Taringan, mengaku longsor memang tidak bisa dihindari. Lokasi yang kerab menjadi langgana longsor itu sejatinya merupakan kawasan hutan negara. Dia bahkan mengatakan telah melakukan beberapa langkah reboisasi, namun longsor tetap saja terjadi.

Di sisi lain, Kepala Dinas BIKT Pemkab DeliSerdang Neken Ketaren mengatakan Pemkab Deliserdang sedang berupaya membuka jalur alternatif. Pembukaan jalur alternatif itu untuk mengantisipasi bila terjadi tanah longsor. Bila terjadi sesuatu peristiwa di jalur Sembahe sehingga menyebabkan kemacetan pengendara kendaran dapat memilih dua jalur alternatif.

Jalur pertama, melalui kawasan Tuntungan-Kutalinbaru-Lau Belawan- Tembus ke Sibolangit di bumi pramuka dengan panjang sekitar 12 km. Jalur kedua melalui Delitua atau Patumbak- Biru Biru-Desa Cinta Rakyat, Sibolangit. “Kedua jalur itu memang belum akrab bagi pengemudi, sehingga jarang dimanfaatkan. Namun kini kedua jalur itu sudah terbuka, silahkan pilih bila ada peristiwa tanah longsor menyebabkan kemacetan di Jalinsum,”saran Neken.

Sementara itu, potensi hujan deras yang mengakibatkan longsor dan banjir di Medan dan sekitarnya memang cukup tinggi. Hal ini diungkapkan Kepala Data & Informasi BMKG Wilayah I Medan, Hendra. “Intensitas curah hujan yang turun itu 25 mm per hari hingga 30 mm per hari,” jelasnya.

Hendra mengaku, seluruh wilayah pegunungan dan perbukitan di antaranya Karo, Tarutung, Sibolga, Sidimpuan, Tapsel, Dairi, Pakpak Bharat, dan Langkat berpotensi longsor. “Untuk daerah yang potensi angin puting beliung itu wilayah Pantai Timur di antaranya Medan, Langkat, Binjai, Sergei, Tebingtinggi, Siantar, Simalungun dan Tanjungbalai,” ujarnya.

Putting Beliung Terjang Tanjungmorawa

Sementara itu, rumah warga di Desa Tanjung Baru, Desa Wonosari dan Desa Dalu X A Kecamatan Tanjungmorawa diterpa angin puting beliung Rabu (16/5) malam. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu. Namun sejumlah rumah warga mengalami rusak warga.

Pantauan Posmetro Medan (grup Sumut Pos), Kamis (17/5) di Dusun II Desa Wonosari, atap seng bangunan sekolah milik Yayasan Wira Jaya, lepas akibat angin puting beliung. Bahkan atap seng rumah warga milik Rusman (58) warga Dusun II, Saiman (35) warga Dusun III, lepas hingga 50 meter.
Selain itu, puting beliung juga merusak 3 rumah warga di Dusun IV Desa Wonosari, di Dusun IV Desa Dalu X A dua rumah warga mengalami rusak parah dan satu rumah rusak ringan. Sedangkan di Desa Tanjung Baru ada dua rumah rusak berat akibat puting beliung. “Angin puting beliung terjadi diperbatasan tiga desa, sehingga rumah warga yang rusak ada di tiga desa,’ sebut Wagiman, Sekretaris Desa Wonosari.

Warga dibantu puluhan personel TNI AD serta sejumlah pegawai kantor Kecamatan Tanjungmorawa melakukan gotong royong pasca rumah warga diterpa angin puting beliung. “Gotong royong bersama dilakukan untuk meringankan beban warga,” sebut Camat Tanjung Morawa ZA Hutagalung. (adl/gus/btr/dri/jon/man/smg)

Sejarah tak Memihak Lakers

Kembali Kalah Mustahil ke Final  

OKLAHOMA CITY- Misi Los Angeles Lakers untuk lolos ke final wilayah barat semakin berat. Sejarah mencatat, sejak 2004, Lakers tidak pernah lolos dari sebuah babak playoff NBA, paska tertinggal 0-2 dari lawannya.

Pada game kedua, Lakers kembali kalah dari Oklahoma City Thunder 75-77 pada semifinal wilayah di Chesapeake Energy Arena, kemarin WIB (17/5). Pada pertandingan pertama Selasa WIB (15/5), Lakers malah dibantai dengan marjin besar hingga 29 poin (119-90).

Dengan hasil tersebut, rasanya susah berharap Kobe Bryant dkk bisa bangkit dan melaju ke final wilayah barat. Terakhir kali Lakers berhasil lolos dari lubang jarum adalah saat mereka menyingkirkan San Antonio Spurs di semifinal wilayah barat musim 2003-2004.

Waktu itu, Lakers tertinggal 0-2 lebih dulu dari Tim Duncan dkk. Namun Lakers yang diperkuat Kobe bersama mega bintang lain macam Shaquille O’Neal, Karl Malone, dan Gary Payton membalikkan kedudukan dan lolos ke final wilayah dengan skor akhir 4-2.

Itulah satu-satunya catatan come back sensasional Lakers dalam delapan tahun terakhir. Paska itu tidak pernah sekalipun Lakers membalikkan kedudukan. Total sepanjang sejarah, Lakers kalah 17 kali dari 19 kali laga playoff jika ketinggalan 0-2.

Pada playoff 2007, Phoenix Suns mengeliminasi Lakers dari ronde pertama dengan 4-1, setelah unggul 2-0. Hal yang sama terjadi pada final NBA 2008. Saat itu, Boston Celtics menjadi juara dengan skor 4-2, juga setelah lebih dulu menang 2-0. Musim lalu, Dallas Mavericks mendepak Lakers dari ronde pertama dengan kemenangan langsung 4-0.

Komponen Lakers tentu sangat ingin memutus sejarah jelek tersebut. Namun tidak mudah, karena Thunder merupakan salah satu tim paling hot di NBA saat ini. Trio Kevin Durant, Russell Westbrook, dan sixth man of the year James Harden susah dihentikan.  Ini diperparah dengan miskinnya point guard berkualitas di barisan roster Lakers. Ramon Sessions, rekrutan baru dari Cleveland Cavaliers memang menjanjikan. Namun kualitas jauh jika dibandingkan Westbrook.

Fakta lain yang harus dicermati ialah, Thunder selalu bisa melaju paska unggul 2-0 di playoff saat pindah dari Seattle 2008 silam. Pelatih Thunder Scott Brooks sangat yakin dengan kualitas timnya. “Mereka tidak mau berhenti. Sebab itu bukan DNA mereka,” ucap Brooks seperti dilansir Associated Press kemarin.

“Memang kadang mereka tidak bermain bagus, tidak terhubung satu dengan lain. Namun, dalam setiap game kami akan berjuang sampai detik akhir. Dan kami melakukannya malam ini (kemarin, Red),” imbuhnya.

Prediksi banyak pihak benar, game kedua memang berlangsung saat ketat. Beda dengan pembantaian di laga perdana, kali ini Lakers lebih hustle dan fight.  Lakers hampir saja menang karena unggul tujuh poin (75-68) saat laga kurang dua menit dan delapan detik. Namun Durant dan Harden mampu mencetak total 9 poin pada sisa waktu itu untuk memenangi laga.

Trio Durant, Westbrook, dan Harden kembali mencetak double digit poin pada laga itu dengan 22, 15, dan 13 poin.
Kobe dan Andrew Bynum memang masih dahsyat dengan masing-masing sumbangan 20 poin. Namun tujuh pemain lain tidak mampu membukukan lebih dari delapan poin. Hanya Pau Gasol yang lumayan produktif dengan 14 angka.

Meski sedang kritis, namun kubu Lakers tidak akan menyerah. “Apa yang kami lakukan pada menit akhir merupakan sebuah perjudian besar.,” tegas Kobe. (nur/jpnn)

Gabung Bersama Lions Club

Minimalisir Jenjang Sosial

MEDAN- Jenjang sosial, selalu menjadi masalah sebuah negara, baik negara maju maupun bagi negara yang sedang berkembang. Masalah jenjang sosial sampai saat ini belum mendapatkan jalan keluar, mengingat masih banyak pengangguran dan juga gaji masyarakat yang belum mampu menutupi kebutuhannya sehari-harinya. Karena itu, pemerintah mengharapkan adanya kerjasama dengan berbagai kegiatan sosial, agar jenjang sosial ini dapat diminimalisir.

Hal tesebut diungkapkan Staf Ahli Menteri Sosial, Dr Ghazali A Situmorang dalam acara pembukaan Lions Club Convention ke-36, di Selecta Building Medan (16/5) kemarin. “Kita akan menjadi mitra bagi organisasi sosial, hal ini untuk menghindari jenjang sosial di masyarakat, apalagi negara kita yang berkembang, yang masih banyak penduduk yang belum mampu memenuhi kebutuhannya,” ujarnya.

Menurutnya, orang yang berkumpul dalam organisasi sosial adalah mereka yang mampu dan memiliki jaringan yang bagus yang menyangkut bisnis, atau dengan kata lain dapat membuka lapangan kerja baru.

Dirinya menambahkan, organisasi sosial memang harus memiliki motto mengabdi dan melayani masyarakat. Terutama masyarakat yang terletak di daerah. “Dan jangan hanya mau sumbangan yang diliput media saja, karena itu kita sambut dengan baik mitra kerja kita,” tambahnya.
Salah satu yang dijadikan pemerintah untuk menjadi mitra adalah Lions Club dan berbagai organisasi sosial lainnya, bahkan pemerintah sudah memberikan SK organisasi kemasyaraktan pada organisasi tersebut. “Sebagai mitra kita memberikan mereka SK, dan bukan hanya Lions Club, tetapi organisasi sosial lain juga kita fasilitasi,” tambahnya.

Salah stau kinerja Lions Club dalam membantu kaum miskin adalah akan menyumbangkan dana hibah untuk air bersih di Belawan sebear Rp500 juta.(ram)