Home Blog Page 13540

Tidak Membahayakan Siswa

Sesuai berita terbitan pada Kamis (3/5), yang dikirim dari nomor SMS 087868789xxx tentang pagar sekolah membahayakan siswa.

Saya, Siti Dohrani selaku Kepala Sekolah SD Negeri No. 060912 di Jalan Denai, Medan Denai menegaskan, SMS yang dikirimkan itu tidak benar adanya.
Saya jelaskan, pagar dan taman dibuat sebagai bagian untuk memperindah sekolah serta kelihatan asri. Kemudian, pagar yang disebut setinggi 30 cm itu tidak membahayakan siswa, karena pada atasnya sudah ditutup pakai besi dan tidak runcing. Pagar yang dibuat itu juga sudah tiga bulan lalu berdiri.
Pada SMS itu juga disebutkan bahwa Kepala Sekolah lebih sayang kepada tumbuhan dari pada siswa, saya sangat menyesalkan adanya informasi itu. Bisa dibuktikan, selama 2011 saja sudah ada beberapa prestasi yang dibuat, dan tertinggi pada prestasi masuk tiga besar dalam beberapa lomba tingkat Sumbagut.

Selain itu, saya juga membuat les tambahan kepada para siswa khususnya kelas VI dan siswa berprestasi.
Kepada pengirim SMS diminta untuk datang kepada saya, selanjutnya akan dibicarakan dengan sebaik-baiknya.
Kemudian, bila tidak ingin datang saya minta jangan mencampuri apa yang tidak diketahui.

Siti Doharni
Kepala Sekolah SD Negeri
No. 060912

Razia Daerah Medan Baru

083193679xxx

Kepada Yth Kapoldasu, Kapolresta Medan, Camat Medan Baru, Lurah Padang Bulan, Polsek Medan Baru tolong dirazia besar-besaran dan perketat pengawasan di daerah Medan Baru, semua sangat perlu dirazia. Yang menonjol tingkat keresahan dan kenyaman masyarakat sekitar disebabkan banyak mobil parkir tidak jelas, apakah kumpul kebo atau agen narkoba. Sepeda motor dan geng motor bikin resah. Mabuk-mabuk, narkoba dan judi. Tempat kost campur pria dan wanita satu kost, rawan kumpul kebo, sex bebas dan pesta sex pakai narkoba. Penduduk liar atau buron dari daerah asalnya, dia kost berbaur dengan anak kost yang sudah cukup rawan dan meresahkan. Hal ini terjadi di Jalan Jamin Ginting Gg Sumber, Lorong 9, Gg Pelita, Gg Sumber Dame, Komplek Pamen, Gg Sahabat, Gg Keluarga. Segera dirazia seluruh rumah kost dan kamar-kamarnya untuk menekan kejahatan. Kepling dan Polri tidak ada pedulinya tentang pengawasan dan data warga, jangan didiamkan saja.

Akan Dicek dan Ditindaklanjuti

Terima kasih atas informasinya. Dengan adanya pemberitahuan ini, kita akan cek terlebih dahulu. Jika memang ada dan faktanya benar, kita akan tindak lanjuti. Kita juga menyarankan warga untuk melaporkan langsung ke Polsek maupun Polresta untuk memberikan penjelasan informasi yang lebih rinci.

Kompol SF Napitupulu
Kabag Ops Polresta Medan

Ditinggal Kerja, Dua Rumah Terbakar

MEDAN- Si jago merah kembali menunjukkan keberingsannya. Pasalnya, saat ditinggal pergi kerja oleh pemiliknya, dua rumah warga keturunan tionghoa yang berada di Jalan Akasia I Kelurahan Durian Kecamatan Medan Timur, Kamis (10/5) sekitar pukul 10.00 WIB hangus terbakar. Namun kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut data yang dihimpun Sumut Pos di lokasi menyebutkan, api pertama berasal dari rumah  Wong Johuo yang diduga karena korsleting dan merambat kerumah Johan kemudian api membesar. Melihat hal itu warga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian dari Polsekta Medan Timur.

Menurut Penuturan seorang pekerja di rumah No 4 yang bersebelah dengan ruko, Abid Nego (27) mengatakan asal api berasal dari rumah bernomor 6. Saat itu, dirinya dan seorang temannya lagi sedang golek-golekan di teras rumah bosnya untuk beristirahat. Tapi tidak sempat menikmati peristirahatannya itu, dia mendengar suara percikan api yang suaranya lumayan besar sebanyak tiga kali dari rumah Awo.

“Belum tahu api dari mana, tapi saya mendengar suara percikan sebanyak tiga kali dari rumah kosong yang ditinggal pergi kerja, tiba-tiba aja api sudah membesar,” terang Abid kepada Sejumlah wartawa di lokasi.

Lanjutnya, Setelah mendengar suara itu, mereka pun melihat api sudah menyala besar diatas genteng. Melihat api sudah membesar, dia dan rekannya pun segera meminta bantuan terhadap warga lainya sebelum petugas pemadam kebakaran datang.

Untuk menjinakkan api, Dinas Pencegah dan Pedaman Kebakaran (DP2K) Kota Medan, menerjunkan lima unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi dan dibantu oleh warga berhasil memadamkan api.

Sementara itu, Zulkarnaen Lingkungan VI Kelurhan Durian kecamatan Medan Timur kepada wartawa dilokasi mengatakan dirinya mengetahui dari warga yang melaporkan hal itu.”Aku dapat kabar kebakaran dari warga aku, ada kebakaran pak kata warga ku, ucapnya.(gus)

Beli Mobil Baru, DPRD Anggarkan Rp1,5 M

BINJAI- Sikap wakil rakyat di gedung DPRD Binjai tak henti-hentinya melukai hati rakyat. Selain ingin membangun gedung baru berlantai tiga dengan anggaran Rp15 miliar, kini 9 pimpinan fraksi dan komisi meminta dibelikan mobil baru dengan menggunaan uang rakyat sebesar Rp1,5 miliar.

Sekretaris Dewan (Sekwan), Kumar Tanjung, saat dikonfirmasi, Kamis (10/5), pembelian mobil dinas milik petinggi DPRD Binjai tersebut sudah dilakukan oleh Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemerintah Kota (Pemko) Binjai.

“Iya, memang 9 petinggi DPRD Binjai ada mengusulkan pembelian mobil dinas jenis Avanza. Tapi, lebih jelas soal pembelian mobil dinas ini bisa diketahui di Kabag Umum Pemko Binjai. Sebab, mereka yang akan mengadakan mobil dinas tersebut,” ujar Kumar.

Disinggung alasan pembelian sembilan mobil dimaksud, Kumar menjelaskan, mobil itu akan dipakai untuk kunjungan ke setiap keluraan yang ada di Kota Binjai. “Mobil itu ya tentunya dipakai mereka untuk bekerja. Paling tidak saat kunjungan ke setiap kelurahan,” ujar Kumar.

Lebih jauh Kumar mengungkapkan, sembilan petinggi DPRD Binjai itu terdiri dari 6 mobil dinas untuk Ketua Fraksi, dan 3 unit untuk Ketua Komisi. “Anggaran pembelian sembilan mobil dinas ini diambil dari APBD Binjai TA 2012,” ungkapnya.

Terpisah, Kabag Umum Pemko Binjai, Irwansyah, ketika dikonfirmasi mengatakan, pembelian mobil dinas untuk petinggi DPRD Binjai itu dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung berdasarkan Keppres Nomor 54 tahun 2010. “Dalam pengadaan mobil dinas ini, kita tidak ada menunjuk pihak ketiga, karena sudah dibenarkan dan diatur dalam Keppres 54 tahun 2010,” ujar Irwansyah.

Irwansyah menambahkan, pembalian mobil dinas jenis Avanza itu, langsung dilakukan kontrak dengan Auto 2000. “Untuk harga satu unit mobil Avanza dibeli seharga Rp171 juta,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pembelian mobil dinas melalui Auto 2000 karena perusahaan itu merupakan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). “Agen tunggal pemegang merek ini maksudnya, mobil Avanza yang akan dibeli itukan jenis Toyota. Jadi, ATPM Toyota ini adalah Auto 2000. Makanya, kita membeli mobil dinas itu di Auto 2000. Dan kalau kita mau beli mobil jenis Honda, kita harus membelinya di Honda,” urainya.

Bukan itu saja, Irwansyah mengungkapkan, setiap harga mobil Avanza, juga sudah diatur oleh Auto 2000. “Saya tidak tahu Avanza yang akan dibeli ini tipe apa. Kebetulan, yang memegang datanya anggota saya, dan saat ini dia lagi di luar. Yang jelas, Avanza yang akan dibeli ini tipe baru untuk tahun 2012. Pun begitu, harganya harus disesuai dengan anggaran yang ada,” ucapnya.

Disinggung kapan mobil dinas tersebut akan teraliasi, Irwansyah mengakui, raalisasi mobil tersebut dalam bulan ini. “Kita sudah layangkan surat kontrak ke Auto 2000. Setelah itu, kita memberikan waktu kepada pihak Auto agar dapat merealisasikan mobil tersebut selama 30 hari. Jika dalam waktu 30 hari ini mobil tidak teraliasi juga., maka kontrak yang sudah kita buat akan batal. Tapi yang jelas, dalam bulan ini, mobil dinas milik sembilan petinggi DPRD Binjai itu sudah terealisasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, anggota dewan juga meminta anggara Rp15 miliar untuk membangun gedung baru dalam tiga tahap. Tahap pertama, dewan meminta anggaran Rp5 miliar yang harus terealisasi tahun ini. Rencananya, gedung baru tersebut, memiliki tiga lantai yang dibagi menjadi beberapa bagian, temasuk ruang paripurna dan sekretariat DPRD Binjai. (ndi)

Biaya Penyaluran Raskin Disoal

KARO- Plt Kabag Ekonomi Topan Daniel BA memaklumi biaya pengangkutan yang dikenakan pemerintahan desa dari kantor kecamatan menuju pedesaan. Menurutnya biaya tersebut masih dibatas wajar karena dibutuhkan pengangkutan dari kantor kecamatan menuju desa penerima raskin, juga biaya lainnya seperti gudang tempat penampungan bahkan jaga malam tempat penampungan raskin di pedesaan.

“Biaya pengangkutan bila dikenakan  kisaran 400 rupiah, itu masih wajar asal jangan terlalu tinggi,” katanya. Karena anggaran untuk kecamatan sebagai penyalur memang tidak ada, namun kita tahu pemerintahan desa membutuhkan dana transfortasi dan biaya gudang tempat dikumpulkanya raskin,” kata nya.(mag-19)

Gus Irawan Buka Pagelaran Seni Budaya Jawa Pendawa

KISARAN- Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Pemuda Jawa (Pendawa) Sumatera Utara Gus Irawan mendorong masyarakat Jawa di Sumut agar tetap melestarikan seni budaya Jawa di Sumatera Utara. Pasalnya, seni budaya Jawa nyaris punah akibat modernisasi dan penetrasi budaya asing yang semakin merasuki gaya hidup generasi muda.

Demikian dikemukakan Gus Irawan saat membuka secara resmi Pagelaran Seni Budaya Jawa yang digelar sejak 7 Mei hingga 20 Mei 2012 oleh paguyuban masyarakat Jawa dan Genesis EO di Kisaran, Senin (7/5).

Pagelaran Seni Budaya Jawa yang telah dua kali dilaksanakan itu diikuti oleh utusan dari berbagai daerah dengan berbagai perlombaan antara lain Kuda Kepang (20 group), peserta fashion show berbusana etnis Jawa (56 orang) dan  lomba menyanyikan lagu Jawa Campur Sari (43 orang) disertai pameran UMKM dengan 69 stand yang dimulai pada 7-20 Mei 2011.

Gus Irawan yang merupakan Dirut PT Bank Sumut mengatakan, seni budaya tradisional akhir-akhir ini semakin tergerus oleh penetrasi budaya asing,  seiring dengan modernisasi teknologi informasi. Generasi muda semakin mencintai budaya asing dan lupa pada akar budaya.

Dia mencontohkan, seni budaya Jawa seperti kuda kepang, ludruk dan lain-lain,  yang dulu masih sering dipertontonkan kepada masyarakat luas pada hari-hari libur nasional di Sumut semakin langka terlihat. Karena itu, untuk menghidupkan kembali seni budaya leluhur dan menumbuhkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap seni budaya tradisional, pagelaran seni budaya etnis perlu terus digalakkan.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak penyelenggara, terutama Bapak Supriyadi selaku pemimpin Genesis EO yang telah bersusah payah menyelenggarakan pagelaran Seni Budaya Jawa,” ujarnya.

Menurut dia, pagelaran seni tradisional seperti ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga seni budaya tradisional dapat tetap eksis dan generasi penerus tidak lupa pada akar budayanya.

Tokoh sesepuh etnis Jawa Asahan Ki Umar Said pada kesempatan itu memberikan rasa hormatnya pada Gus Irawan sebagai sosok pemimpin dan figur publik yang peduli terhadap pelestarian budaya tradisional. Meskipun Gus Irawan berdarah Tapanuli, namun figur publik yang tidak membeda-bedakan etnis. (*/ril)

Dana BOS Rp16,4 Juta Hilang

BINJAI- Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) sebesar Rp16,4 juta hilang dari jok sepedamotor Elfina Boru Utapea (45) usai mengambil dana tersebut di Bank Sumut Jalan Sudirman, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (10/5) sekitar pukul 13.00 WIB.

Informasi diperoleh, setelah selesai mengajar di SD Negeri 105282, Elfina yang berboncengan dengan Hesti, mengendarai sepedamotor Honda Revo BK 3076 RY menuju bank untuk mencairkan dana BOS.

Setelah mengambil uang, mereka memutuskan untuk pulang, sementara uang BOS itu, diletakkannya di dalam jok sepedamotor dan ditindih menggunkan jeket yang dikenakannya. Karena lapar, warga Jalan Pasar V Tandam, Kecamatan Binjai Utara ini, memutuskan pergi membeli sayur di rumah makan sebagai lauk. “Sebelum ke rumah,  aku pergi beli sayur dulu di rumah makan siang malam,” kata Elfina.  Dia membuka jok sepedamotornya, tetapi uangnya sudah tidak ada di tempat lagi.(ndi)

Ruang Kelas SDN 105342 Memprihatinkan

LUBUKPAKAM- Lima dari enam ruang kelas SDN 105342 Desa Durian Kecamatan Pantai Labu kondisinya memprihatinkan. Hal ini berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah.

Pantauan Sumut Pos, kerusakan ruang kelas sudah memperihatinkan, dimana asbes pecah, meja dan kursi belajar lapuk, kawat jaring penutup ruangan jebol. Kemudian dinding rumah dinas yang terbuat dari papan lapuk, kaca jendela copot, kamar tidak memiliki pintu dan lantainya jebol dan berlubang.
Meski kondisi bangunan sekolah memprihatinkan, tetapi pengajar (guru) tetap melaksanakan tugasnya mendidik murid di sekolah tersebut yang berjumlah 92 orang. “Gedung sekolah kami ini tertinggal jika dibandingkan dengan 3 sekolah lainnya. Soalnya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, sekolah ini tidak pernah mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari Pemerintah Kabupaten Deliserdang,” kata beberapa guru yang ditemui di sana.

Kepala SDN 105342 Yunus SPd mengatakan pihaknya telah mengusulkan untuk mendapatkan bantuan DAK ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Deliserdang. “Proposal DAK sudah disosialisasikan dalam pertemuan di dinas. Bahkan konsultan telah mengdokumentasi sekolah kami,” katanya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemkab Deliserdang Pardo Sihite membenarkan SDN 105342 dalam kurun waktu 10 tahun terakhir belum pernah disentuh rehab. Tetapi untuk tahun 2012 SDN 105342 masuk dalam daftar sekolah yang akan menerima dana bantuan DAK untuk rehab ruang kelas sekitar Rp130 juta.(btr)

Tiga Jam Baru Bisa Mendaftar

Hari Pertama Pendaftaran SNMPTN 2012

BINJAI- Hari pertama pembukaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 untuk ujian tertulis secara online di USU, Kamis (10/5), langsung dimanfaatkan puluhan pelajar di Kota Binjai.

Buktinya, hampir di seluruh warung internet (warnet) di Kota Binjai, dipadati pelajar yang ingin mendaftarkan diri ke USU melalui UNMPTN online sejak pagi hingga menjelang malam.

Bahkan, puluhan sampai ratusan pelajar Kota Binjai ini, harus menunggu sampai berjam-jam untuk dapat mendaftarkan diri mereka. Soalnya, layanan SNMPTN online milik USU tersebut, sangat sulit ditembus. Sesekali, para pelajar ini tampak kesal karena tak kunjung berhasil mendaftarkan diri mereka.
Tak hanya itu, operator warnet juga dipusingkan dengan banyaknya keluhan dan permintaan pelamar SNMPTN via online ini, untuk mendapat bantuan operator warnet guna mengakses layanan tersebut.

Salah satu warnet yang dipenuhi pelamar SNMPTN yaitu Warnet Cahaya di Jalan Samanhudi Binjai. Di warnet ini, tak kurang 30 pelamar SNMPTN silih berganti berdatangan untuk mendaftar.

Menurut Rizki, operator warnet, puluhan pelajar sudah memadati warnetnya dari pagi. Bahkan, dari 20 unit komputernya, hampir seluruhnya dipenuhi pelamar SNMPTN. “Sudah dari pagi pelamar SNMPTN ini mendaftarkan diri,” ujar Rizki.

Saking banyaknya yang melamar, lanjutnya, sangat sulit untuk bisa langsung terdaftar. “Ada yang sampai 3 jam baru bisa mendaftarkan diri,” sebutnya.
Sulitnya mendaftarkan masuk SNMPTN via online ini, diakui Rani (17), pelajar SMAN 2 Binjai. Dia sudah bolak-balik pindah warnet untuk bisa melamar SNMPTN. “Dimana-mana macet, ntah berapa warnet sudah didatangi, semuanya sama,” kesalnya.

Pun begitu, setelah beberapa kali mencoba mendaftarkan diri, akhirnya dia bersama teman-temannya berhasil juga.(ndi)
“Ya, sudah terdaftar, mudah-mudahan nggak salah isi formulirnya,” sebut dia.

Pakpak Bharat Siap Tampung 250 KK Pendatang

Lokasi Transmigrasi Lama Kurang Diminati

PAKPAK BHARAT- Kabupaten Pakpak Bharat sebelum dimekarkan dari Kabupaten Dairi, sudah mengenal program transmigrasi. Beberapa lokasi yang menjadi tempat tinggal para transmigrasi kala itu seperti di Mahala Majanggut dan Sibagindar.

Sayangnya, karena pengelolaan dan pengawasan yang kurang baik pada masa lalu, menyebabkan lokasi transmigrasi di dua daerah itu kurang diminati. Itu merupakan salah satu kegagalan pemerintah daerah dalam mendukung program nasional.

Nah, sekarang Pakpak Bharat telah lahir dari pemekaran Kabupaten Dairi. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) mengambil keputusan untuk memprioritaskan program transmigrasi di Kabupaten Pakpak Bharat.

Apalagi program transmigrasi sekarang ini hadir dalam paradigma baru khususnya dukungan terhadap ketahanan pangan, kebijakan energi alternatif, pemerataan investasi, dan pertahanan nasional terutama wilayah terluar atau perbatasan dalam menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan. Jadi, transmigrasi hadir bukan hanya upaya untuk pemindahan penduduk tapi berupa pengembangan wilayah.

Dinsosnakertrans Pakpak Bharat mengajukan beberapa lokasi transmigrasi baru kepada Pemerintah Pusat.

Salah satu lokasi setrategis yang diajukan adalah Sikucapi, yang terletak di dua Desa yaitu Desa Kaban Tengah dan Desa Bandar Baru Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe.

Lokasi ini memiliki luas lebih kurang 500 hektar dengan akses jalan melalui Desa Tanjung Mulia yang berbatasan dengan Kota Subulussalam Provinsi Aceh.

Kepala Dinsosnakertrans, Manurung Naiborhu S.Pd, ketika ditanya wartawan Kamis (10/5) berkaitan dengan program tersebut menyampaikan bahwa Dinsosnakertrans telah melakukan proses survei dan pematokan untuk lokasi tersebut dengan bekerja sama Dinas Kehutanan, Bappeda, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan tokoh masyarakat setempat.

“Dengan dibukanya lokasi ini, diharapkan dusun-dusun sekitar yang terisolir juga akan menjadi terbantu. Implikasi selanjutnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat Pakpak Bharat,” tandas Naiborhu.

Untuk kapasitas dari lokasi yang direncanakan ini nantinya akan mampu menampung lebih kurang 250 kepala keluarga (KK) yang diharapkan dari transmigrasi lokal maupun transmigrasi luar daerah.

Secara geografis lokasi ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Kerajaan dan Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut sehingga sangat potensial dari sisi ekonomi dan pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan.(mag-14)